Your browser does not support JavaScript!
 17 Mar 2019    16:00 WIB
Amankah Penggunaan Terapi Alami Untuk Gejala Asma?
Apakah Anda sedang mencari pengobatan alami untuk meredakan gejala asma yang Anda derita? Banyak orang yang berpaling ke pengobatan alami ketika mereka menderita penyakit kronis atau penyakit lama, dan berharap pengobatan tersebut dapat meredakan gejala penyakit yang mereka derita. Beberapa jenis pengobatan alami untuk asma mencakup herbal, suplemen diet, akupuntur, chiropractic dan terapi pijat, biofeedback, terapi homeopathy, dan nutrisi. Adakah pengobatan alami yang efektif untuk asma? Sebenarnya ada banyak terapi alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala asma. Tetapi keterbatasan penelitian mengenai terapi alternatif ini menyebabkan keefektifan an keamanannya kurang diketahui. Berikut adalah contoh dari pengobatan alami yang sudah banyak disarankan: Herbal dan suplemen diet alami Banyak jenis herbal dan tanaman yang telah digunakan untuk mengobati asma. Tetapi tidak ada satupun diantaranya yang menunjukkan hasil benar-benar mengobati keluhan asma, oleh karena itu terapi ini tidak direkomendasikan. Studi terdahulu telah meneliti manfaat dari asam lemak omega 3 dan suplemen antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E untuk meredakan gejala asma. Sekali lagi belum cukup bukti yang diperoleh untuk dapat merekomendasikan terapi herbal ini untuk digunakan pada penderita asma. Yoga Seringkali stress menjadi faktor pemicu dari gejala asma. Latihan pernafasan yang dilakukan dalam yoga ternyata dapat membantu seseorang untuk mengontrol gejala asma melalui latihan pernafasan, sekaligus melepaskan stress. Diet asma Jika Anda memiliki alergi makanan, hindarilah makanan yang bisa memicu serangan alergi. Hal ini juga berarti mencegah munculnya serangan asma. Akupuntur Walaupun banyak orang mengatakan akupuntur mampu mengurangi gejala dari asma,tetapi para ahli belum berpendapat demikian. Apakah aman menggunakan terapi alami untuk asma? Banyak orang berfikir herbal berasal dari bahan-bahan alami, oleh karena itu herbal cukup aman untuk dikonsumsi untuk penderita asma. Tetapi ada banyak sekali jenis herbal yang belum melalui tes yang layak dan seperti yang disebutkan diatas, FDA tidak menyarankan herbal untuk digunakan sebagai pengobatan. Beberapa jenis herbal yang telah digunakan untuk mengobati asma ternyata memiliki interaksi dengan obat lain. Sebagai contoh, ginko biloba yang digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi di paru-paru dapat menyebabkan masalah perdarahan pada penderita asma yang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti Coumadin. Akar licorice yang dikira orang dapat menenangkan gejala asma di paru-paru ternyata dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat herbal, suplemen diet atau apapun terapi alami yang akan Anda lakukan. Beberapa jenis herbal dapat memperburuk gejala asma atau kondisi medis lainnya, atau obat herbal tersebut dapat mengganggu kerja obat asma yang Anda sedang konsumsi. Bagaimana saya tahu jika pengobatan alami yang saya lakukan aman? Karena terapi alami untuk pengobatan asma belum diatur dengan baik, sangat sulit untuk mengatakan apakah terapi alami yang Anda gunakan aman atau tidak. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan terapi alami: Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda ingin menggunakan terapi alami. Apakah obat herbal dan suplemen diet yang Anda konsumsi memiliki interaksi dengan obat resep dari dokter atau tidak. Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, denyut jantung cepat, kecemasan, insomnia, diare atau ruam kulit, segera hentikan penggunaan obat herbal Berhati-hatilah terhadap iklan obat herbal dan suplemen Berhati-hati dalam memilih merk obat.   Sumber: webmd
 05 Feb 2019    08:00 WIB
Tanpa Obat, Redakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami
Tingkat sakit gigi dapat sangat bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga nyeri hebat yang tidak tertahankan, baik pada gigi atau rahang Anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit gigi adalah gigi berlubang, infeksi, akar gigi yang tidak terlindung, gigi retak, gangguan gusi, tambalan gigi yang bocor, atau gangguan sendi rahang. Sakit gigi dapat terjadi saat bagian tengah gigi atau yang juga dikenal dengan nama pulpa mengalami iritasi atau meradang. Pulpa berisi beberapa ujung saraf yang sangat sensitif. Pulpa dapat meradang atau mengalami iritasi karena berbagai hal, termasuk yang disebtukan di atas. Jika Anda mengalami sakit gigi, akan lebih baik bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi sebelum keluhan semakin memburuk. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa bahan alami di bawah ini untuk mengurangi rasa nyeri untuk sementara waktu.   Lada dan Garam Garam yang dicampur dengan lada dapat menjadi ramuan yang berguna saat gigi Anda menjadi sangat sensitif. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung zat anti bakteri, anti radang, dan anti nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan garam dan lada dengan jumlah yang sama, kemudian tambahkan beberapa tetes air untuk membuatnya menjadi pasta Oleskan pada gigi yang nyeri dan diamkan selama beberapa menit Lakukan hal ini selama beberapa hari   Bawang Putih Bawang putih dapat menjadi pereda nyeri gigi yang cukup efektif. Hal ini dikarenakan bawang putih mengandung antibiotik dan berbagai zat obat lainnya yang sangat efektif untuk mengurangi nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan atau bubuk bawang putih dengan sejumlah garam dan oleskan langsung pada gigi yang sakit. Jika Anda lebih suka, Anda juga dapat mengunyah 1-2 siung bawang putih secara langsung Ulangi terapi ini selama beberapa hari   Cengkeh Cengkeh mengandung zat anti radang, anti bakteri, antioksidan, dan anestetik (bius) yang dapat membantu mengatasi sakit gigi dan melawan infeksi. Cara membuatnya adalah haluskan 2 butir cengkeh utuh. Campurkan dengan sedikit minyak zaitun atau minyak sayur dan oleskan pada gigi yang nyeri. Cara lainnya adalah oleskan cotton ball yang telah dibasahi dengan minyak cengkeh secara langsung pada gigi yang sakit atau campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan setengah gelas air dan berkumurlah dengan air ini.   Bawang Bombay Bawang Bombay mengandung zat antiseptic dan anti mikroba yang dapat mengatasi sakit gigi. Selain itu, bawang Bombay juga dapat membantu meredakan nyeri dengan membunuh bakteri penyebab infeksi. Caranya adalah segera kunyah bawang Bombay mentah selama beberapa menit saat Anda pertama kali mengalami sakit gigi. Jika Anda tidak dapat mengunyahnya, letakanlah sepotong bawang Bombay mentah pada gigi atau gusi yang sakit.   Baca juga: Tips Menangani Nyeri Karena Tumbuh Gigi   Air Garam Hangat Tahukah Anda bahwa segelas air garam hangat dapat membantu meredakan sakit gigi? Campurkanlah setengah sendok makan garam ke dalam segelas air panas dan gunakan sebagai obat kumur. Larutan ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan radang serta infeksi.   Daun Jambu Biji Daun jambu biji segar juga dapat membantu meredakan nyeri gigi karena mengandung zat anti radang, anti nyeri, dan anti mikroba. Caranya adalah kunyahlah 1 atau 2 buah daun jambu biji hingga sarinya keluar dan meredakan nyeri. Selain itu, daun bayam mentah juga akan menimbulkan efek yang samat. Cara lainnya adalah masukkan 4-5 butir daun jambu biji ke dalam air mendidih. Biarkan hingga air menjadi hangat dan tambahkan sedikit garam. Gunakan larutan ini sebagai obat kumur.   Ekstrak Vanilla Ekstrak vanilla merupakan pilihan populer lainnya untuk meredakan nyeri gigi. Selain itu, vanilla juga memiliki efek menenangkan. Caranya adalah celupkan cotton bud ke dalam ekstrak vanilla dan oleskan pada gigi yang sakit. Lakukan hal ini beberapa kali sehari hingga gigi tidak lagi terasa nyeri.   Es Batu Es batu dapat membantu meredakan nyeri dengan membuat ujung saraf mati rasa. Caranya adalah bungkus es batu dengan kain tipis. Tempelkan pada pipi di dekat gigi yang sakit selama beberapa menit. Jangan tempelkan langsung pada gigi karena kontak langsung justru dapat membuat gigi terasa semakin sakit.   Selain mencoba berbagai obat herbal di atas, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi karena beberapa jenis gangguan gigi dan gusi membutuhkan pengobatan yang lebih daripada pengobatan alami di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 28 Aug 2015    09:00 WIB
5 Jenis Tanaman Herbal yang Dapat Merusak Hati Anda
Banyak orang mengira bahwa tanaman herbal lebih aman daripada obat-obatan karena merupakan produk alami. Akan tetapi, seorang ahli gastroenterologi di Amerika mengatakan bahwa hal ini mungkin tidak sepenuhnya benar.     •    Teh HijauMengkonsumsi teh hijau sebanyak beberapa gelas setiap harinya tidak akan membahayakan kesehatan hati Anda. Akan tetapi, bila Anda mengkonsumsi ekstrak teh hijau, maka Anda mungkin dapat mengalami gangguan hati. Hal ini dikarenakan ekstrak teh hijau mengandung katekin, yang dapat menyebabkan penurunan kadar glutation, suatu komponen di dalam sel-sel tubuh yang berfungsi untuk melindungi sel dari luka atau cedera.Mengkonsumsi ekstrak teh hijau dalam jumlah besar dapat menyebabkan seseorang yang memang rentan terhadap gangguan hati menjadi benar-benar mengalami kerusakan hati yang fatal.Siapakah yang dimaksud dengan orang yang rentan? Para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa beberapa orang lebih rentan terhadap gangguan hati daripada orang lain, akan tetapi para ahli menduga hal ini berhubungan dengan faktor genetika dan makanan yang mereka konsumsi serta apakah mereka mengkonsumsi alkohol atau tidak.    •    ComfreyComfrey merupakan suatu tanaman herbal yang mengandung suatu zat racun, pirrolizidine alkaloid yang dapat merusak hati, yang terkadang cukup fatal. Comfrey tidak lagi diperbolehkan untuk dijual di Amerika, kecuali dalam bentuk krim atau salep, yang juga tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan penggunanya karena alkaloid beracun ini tetap dapat menumpuk di dalam tubuh.    •    KavaKava dibuat dari akar suatu tanaman, yaitu Piper methysticum, yang dikenal sebagai salah satu komposisi utama dalam minuman seremonial di Oceania, yang ternyata juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan cemas dan insomnia. Akan tetapi, akar tanaman ini ternyata dapat menyebabkan kerusakan hati pada sekitar 100 orang penggunanya, yang membuatnya tidak lagi boleh dijual di beberapa negara termasuk Jerman, Swiss, Perancis, Kanada, dan Inggris.    •    SkullcapSkullcap merupakan suatu tanaman herbal yang banyak digunakan oleh orang asli Amerika, suku Indian, untuk mengatasi gangguan cemas, stress, dan insomnia. Chinese skullcap merupakan tanaman berbeda spesies, akan tetapi keduanya diduga dapat menyebabkan kerusakan hati.     •    ChaparralChaparral merupakan suatu ekstrak dari sejenis semak belukar, yang dikenal dengan nama kreosot. Tanaman herbal ini sering digunakan oleh banyak orang untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan kulit ringan hingga kanker.Salah satu komponen di dalam chaparral yang diduga dapat menyebabkan gangguan hati adalah NDGA. Para ahli menduga orang yang mengalami kerusakan hati setelah mengkonsumsi chaparral adalah akibat dari reaksi alergi atau reaksi imunitas. Kadangkala, reaksi alergi ini sangat berat hingga menyebabkan penderita memerlukan transplantasi hati.Beberapa gejala gangguan atau cedera hati yang dapat ditemukan adalah merasa lelah, nafsu makan rendah, makanan terasa tidak begitu enak, nyeri di daerah perut kanan atas, jaundice, dan air kemih berwarna gelap.Baca juga: Memilih Obat Herbal Yang Aman Sumber: today
 31 Mar 2015    09:00 WIB
Herbal Turunkan Resiko Diabetes
Penelitian baru menunjukkan obat herbal Cina dapat menjadi solusi yang menjanjikan bagi orang-orang dengan pradiabetes ,seperti yang dilaporkan sebuah studi dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism . Diagnosis pre-diabetes menunjukkan bahwa seorang individu telah mengaami peningkatan kadar gula darah , tetapi kadar glukosa nya tidak cukup tinggi untuk menjadi diabetes tipe 2 . Obat tradisional Cina ( TCM ) berfokus untuk membangun keseimbangan dalam tubuh untuk mengobati penyakit. Menurut penulis studi Dr Chun-Su Yuan , direktur Tang Center for Herbal Medicine Research di University of Chicago ini adalah pendekatan yang lebih holistik, menggunakan obat untuk mengubah fungsi tubuh secara keseluruhan, bukan secara khusus pada gejala dan organ seperti kedokteran Barat. Untuk studi ini , peneliti gabungan prinsip-prinsip tradisional TCM dengan obat modern dengan mengidentifikasi herbal yang telah terbukti efektif dalam mengobati penderita diabetes . Dalam sebuah studi acak, plasebo-terkontrol, double-blind , 389 peserta dengan toleransi glukosa terganggu (faktor risiko untuk diabetes tipe 2) diuji setiap tiga bulan untuk memantau apakah mereka telah mengidap diabetes atau  mereka telah mengalami pemulihan yang normal terhadap toleransi glukosa ( NGT ), yang artinya mereka tidak lagi beresiko diabetes . Setengah dari peserta diobati dengan campuran herbal Cina yang disebut Tianqi . Tianqi adalah kapsul yang mengandung 10 obat-obatan herbal Cina termasuk Astragali Radix dan Coptidis Rhizoma , yang sebelumnya telah terbukti meningkatkan kadar glukosa . Semua subjek menerima pendidikan diet dan disarankan untuk mempertahankan biasa rutinitas kebugaran fisik mereka . Secara keseluruhan, studi ini menemukan bahwa Tianqi dapat mengurangi risiko diabetes pada 32,1% partisipan, dibandingkan dengan kelompok plasebo . Pada akhir penelitian , 125 subjek ( 63,13 % ) pada kelompok Tianqi telah mencapai toleransi glukosa normal , dibandingkan dengan hanya 89 ( 46,6 % ) pada kelompok plasebo . Di antara peserta yang terus mengidap diabetes , 56 subyek ( 29,32 % ) berada di kelompok plasebo , dibandingkan dengan hanya 36 ( 18,18 % ) pada kelompok Tianqi . Tidak ditemukan laporan mengenai efek samping yang parah dari penggunaan Tianqi. "Kami sangat gembira tentang hal ini" kata Yuan. "Ini adalah suatu keuntungan bahwa kami tidak melihat adanya efek samping yang buruk" Selanjutnya, para peneliti percaya bahwa pengobatan Cina mungkin hampir sama efektifnya dengan obat-obatan Barat yang digunakan untuk mencegah diabetes . Data dari penelitian  menunjukkan bahwa pengobatan Cina memiliki efek sebanding dengan pengobatan Barat. Namun, Yuan mencatat bahwa karena penelitian ini dilakukan di Cina , penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membuktikan efektivitas Tianqi untuk pasien di negara-negara lain. Penelitian di masa depan juga perlu fokus pada isu-isu kontrol kualitas seputar penggunaan obat-obatan herbal dalam studi klinis.   Sumber: Prevention