Your browser does not support JavaScript!
 04 Jul 2019    18:00 WIB
Apa Beda Hepatitis B dan Hepatitis C?
Walaupun setiap virus hepatitis berbeda, tetapi semuanya menyerang hati. Hati merupakan organ penting yang memiliki sekitar 500 fungsi vital di dalam tubuh. Berbagai fungsi hati adalah membersihkan darah, melawan infeksi, dan penyimpan cadangan makanan. Virus hepatitis dapat mengganggu berbagai fungsi hati ini.Terdapat 5 jenis virus hepatitis, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Jenis virus hepatitis yang paling sering menginfeksi manusia adalah virus hepatitis A, B, dan C. Virus hepatitis B dan C dapat menyebabkan penyakit yang cukup berat bagi manusia.GejalaSemua jenis hepatitis memiliki gejala yang hampir mirip, yaitu:•  Demam•  Nyeri sendi•  Merasa sangat lelah•  Mual•  Hilangnya nafsu makan•  Muntah•  Nyeri perut Beberapa gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah tinja berwarna keabuan dan jaundice (kulit atau bagian putih mata berwarna kuning. Pada saat menderita hepatitis C tahap awal, anda bahkan mungkin tidak menyadarinya dan mungkin salah menduganya sebagai infeksi flu biasa.Penularan Hepatitis B dan C Hepatitis BHepatitis B biasanya menular melalui hubungan seksual atau akibat proses persalinan (bayi terkena hepatitis B akibat tertular ibunya saat lahir). Virus dapat ditularkan melalui cairan mani dan darah. Jarang, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui jarum suntik. Hepatitis CHepatitis C dapat menular akibat kontak dengan darah orang yang terinfeksi. Hal ini biasanya terjadi melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Hepatitis C juga dapat menular melalui hubungan seksual dan proses persalinan.Masa Inkubasi dan Orang yang Beresiko Hepatitis BMasa inkubasi (selang waktu antara paparan terhadap virus hepatitis dengan saat timbulnya gejala pertama) rata-rata virus hepatitis B adalah 120 hari, dan dapat bervariasi antara 45-160 hari.Orang yang memiliki resiko tertinggi untuk tertular virus hepatitis B adalah bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi. Orang lain yang juga beresiko tinggi tertular virus hepatitis B adalah pasangan seksual dari orang yang terinfeksi dan orang yang memiliki banyak pasangan seksual. Hepatitis CMasa inkubasi rata-rata virus hepatitis C adalah 45 hari, dan dapat bervariasi antara 14-180 hari.Orang yang beresiko tinggi terinfeksi oleh virus hepatitis C adalah pengguna atau mantan pengguna obat suntik dan orang yang pernah menerima transfusi darah sebelum tahun 1992.Infeksi Akut atau Kronik?Dokter membedakan suatu infeksi hepatitis sebagai akut maupun kronik melalui berapa lama penyakit telah berlangsung. Disebut infeksi akut bila gejala berlangsung dalam waktu singkat, kurang dari 6 bulan. Disebut infeksi kronik bila gejala berlangsung dalam wakut lama atau lebih dari 6 bulan.Infeksi hepatitis B dapat berupa infeksi akut atau kronik. Infeksi hepatitis C biasanya berupa suatu infeksi kronik, infeksi akut hepatitis C jarang terjadi, yaitu hanya terjadi pada 15% penderita.Infeksi hepatitis B dan hepatitis B dapat terjadi dalam waktu yang bersamaan, karena disebabkan oleh 2 jenis virus yang berbeda.PengobatanUntuk mengatasi infeksi hepatitis B dan C, dokter anda dapat memberikan obat antivirus dan obat yang berfungsi untuk melindungi hati serta obat simptomatik lainnya (obat yang berfungsi untuk mengurangi gejala, misalnya obat penurun panas untuk mengatasi demam). Hindari konsumsi alkohol untuk mencegah terjadinya kerusakan hati lebih lanjut.PencegahanBagi hepatitis B, terdapat vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis B dan direkomendasikan untuk:•  Semua bayi saat lahir•  Anak-anak yang belum pernah memperoleh vaksinasi•  Pasangan seksual orang yang terinfeksi•  Orang yang memiliki banyak pasangan seksual•  Pria yang berhubungan seksual dengan pria•  Pengguna obat suntik•  Penderita infeksi HIV Tidak ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya hepatitis C, tetapi anda dapat mencegah tertular hepatitis C dengan tidak menggunakan jarum atau alat cukur yang sama dengan orang yang telah terinfeksi.Sumber: healthline
 11 Feb 2019    10:00 WIB
Hubungan Antara Hepatitis C dan Diabetes
Hepatitis C merupakan infeksi virus hepatitis C pada hati yang menyebabkan hati membengkak akibat peradangan pada sel-sel hati. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.Virus hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Tidak ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis C ini. Hati merupakan organ yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan, tempat penyimpanan cadangan makanan (gula/glukosa), mencegah terjadinya infeksi, dan membuang berbagai zat beracun dari dalam tubuh.Hubungan Hepatitis C dan DiabetesSelain mengganggu fungsi hati, hepatitis C ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit telah terjadi dalam waktu yang lama). Hal ini terjadi akibat gangguan salah satu fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, di mana hati tidak mampu menyimpan kelebihan glukosa di dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat (hiperglikemia). Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam waktu lama menyebabkan hati harus bekerja lebih keras hingga akhirnya meradang. Menurut the American Diabetes Association(ADA), sekitar 80% penderita diabetes mengalami penumpukkan glukosa yang berlebihan pada hati yang menyebabkan hati lebih sulit melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus hepatitis C.Terapi Insulin dan Hepatitis CInsulin merupakan salah satu obat diabetes yang banyak digunakan, terutama bila kadar gula darah anda tidak dapat dikendalikan dengan pemberian obat anti diabetika oral. Akan tetapi, bila anda juga menderita hepatitis C, maka penggunaan insulin mungkin harus kembali dipertimbangkan. Insulin dapat menyebabkan perubahan metabolisme hati dan menurunkan kemampuan hati untuk melawan berbagai infeksi. KomplikasiMenderita diabetes dan hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain, seperti sirosis hati (menyebabkan peningkatan kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes) dan gagal hati yang dapat berakibat fatal. Anda mungkin membutuhkan tindakan transplantasi hati untuk mengatasi kedua komplikasi berbahaya ini. Walaupun tidak semua penderita hepatitis C akan mengalami diabetes dan sebaliknya, akan tetapi mereka tetap memiliki resiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin sehingga dapat mendeteksi gangguan lain sedini mungkin dan memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: healthline
 26 Aug 2018    16:00 WIB
Bagaimana Hepatitis C Menular ?
Hepatitis merupakan suatu infeksi pada hati yang disebabkan oleh berbagai virus hepatitis. Hepatitis C merupakan infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Penularan virus hepatitis C ini biasanya adalah melalui darah orang yang terinfeksi dan tidak dapat menular melalui batuk, bersin, berpelukan, berciuman, menyusui (kecuali bila terdapat luka atau darah pada puting susu), penggunaan alat makan bersama, bersentuhan, berbagi makanan dan minuman dengan penderita. Karena penularan hepatitis C terjadi melalui darah, terdapat beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan, yaitu: Jangan menggunakan alat cukur, sikat gigi, gunting kuku, atau berbagai peralatan lainnya yang mungkin mengandung darah anda bersamaan dengan anggota keluarga lainnya Segera tutup atau obati setiap luka dengan perban atau hansaplast Buanglah pembalut bekas pakai, tisu, perban bekas pakai, atau berbagai hal lainnya yang mengandung darah anda dengan hati-hati Jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian Jangan menyumbangkan darah, organ, jaringan, dan air mani   Seks dan Hepatitis C Hepatitis C dapat menular melalui hubungan seksual walaupun jarang. Tidak ditemukan bukti bahwa hepatitis C dapat menular melalui seks oral. Sebaiknya jangan berganti-ganti pasangan untuk menghindari penularan pada orang lain, juga menghindari tertular penyakit lainnya, seperti hepatitis B atau HIV atau penyakit menular seksual lainnya.   Kehamilan dan Hepatitis C Ibu hamil dapat menularkan virus hepatitis C ini pada bayinya, walaupun resikonya rendah, sekitar 5%. Penularan ini biasanya terjadi saat persalinan. Bila anda ingin tetap menyusui anak anda, tidak masalah. Akan tetapi, segera hentikan menyusui anak anda bila anda menemukan adanya luka atau bahkan darah pada puting susu anda.   Sumber: webmd
 01 Nov 2015    18:00 WIB
Bagaimana Mencegah Penyebaran Virus Hepatitis?
Virus hepatitis adalah virus yang menyebabkan pembengkakan di hati. Pembangkakan ini disebabkan oleh salah satu dari 5 jenis virus hepatitis. Saat in terdapat 5 jenis virus hepatitis yaitu virus hepatitis A,B,C,D dan E. walaupun virus-virus ini sama-sama menyebabkan penyakit hati, mereka sangat berbeda dalam hal pola penyebaran, pencegahan, diagnosis dan pengobatan, tetapi semua jenis hepatitis ini dapat dicegah penyebarannya. Setiap tahun, sekitar 4 juta orang terkena virus hepatitis. Lebih dari tiga perempatnya akan menjadi infeksi hepatitis kronik. Bahkan saat ini diperkirakan 170 juta orang di seluruh dunia hidup dengan infeksi hepatitis kronis tersebut, yang jika tidak ditanggulangi dapat menjadi masalah kesehatan publik. Di kebanyakan Negara, virus hepatitis merupakan penyebab utama dilakukannya transplantasi hati. Transplantasi hati merupakan pengobatan tahap akhir yang sangat mahal, terbatas dan sangat sulit untuk dijangkau. Virus hepatitis kronis juga menyebabkan penurunan tingkat produktifitas. Kondisi apakah yang memicu hepatitis? Beberapa komunitas masyarakat mempunyai kemungkinan lebih tinggi terserang virus hepatitis dibandingkan yang lain. Pada komunitas dimana makanan dan sanitasi tidak tersedia dengan baik, hepatitis A dan E lebih sering terjadi. Hepatitis B dan C lebih sering terjadi pada penerima organ tubuh, penerima donor darah dan pada orang yang bekerja pada bidang pelayanan kesehatan. Pencegahan virus hepatitis Pencegaha yang mudah dilakukan, seperti vaksinasi, pemeriksaan donor darah, pembuangan alat suntik yang aman dan makanan yang terjaga kesehatannya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi virus hepatitis. Hal-hal tersebut tidak hanya mengurangi kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi virus hepatitis tetapi juga penyebaran infeksi virus lainnya. Sejauh ini,terapi yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan untuk mengobati virus hepatitis B dan C cukup efektif untuk memerangi penyakit tersebut. Cara terbaik untuk mencegah Hepatitis B adalah dengan vaksinasi. Untuk orang dewasa, vaksin hepatitis B diberikan dalam 3 serial suntikan dalam jangka waktu 6 bulan. Serial suntikan ini diperlukan untuk proteksi jangka panjang. Dosis tambahan tidak disarankan. Anak-anak perlu diimunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi yang sudah ada, yang saat ini tersedia diberikan bersamaan dengan vaksin DPT pada usia 6,10 dan 14 minggu setelah kelahiran. Sebagai tambahan, seluruh bayi baru lahir diberikan satu dosis suntikan vaksinasi hepatitis saat baru lahir. Hepatitis C dapat diobati. Pada banyak instansi, hepatitis C dapat diobati dan disembuhkan dengan obat-obatan anti virus, tetapi penyakit ini tetap saja kurang ditangani dengan baik di seluruh dunia karena kurangnya kesadaran terhadap penyakit dan cara pengobatan penyakit tersebut, dengan demikian banyak penyakit hepatitis C yang tidak dapat dideteksi pada stadium awal. Viral Hepatitis dapat diatasi dengan gabungan yang terkoordinasi antara pencegahan, pengobatan dan program-program penyuluhan.   Sumber: healthmeup  
 11 Jul 2015    16:00 WIB
Apa Dampak Hepatitis C Pada Tubuh Anda?
Hepatitis C merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Penularan hepatitis C biasanya terjadi melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah, atau melalui persalinan bila ibu telah terinfeksi hepatitis C. Hati merupakan organ terbesar di dalam tubuh anda, yang terdapat pada perut kanan atas, tepat di sebelah kanan lambung anda. Secara kasar, hati kira-kira berukuran sebesar bola futbal dan berfungsi untuk membuang racun dari dalam tubuh.Selain membuang racun seperti ammonia dan alkohol dari dalam tubuh, hati juga berfungsi untuk menghasilkan cairan empedu yang berfungsi untuk mencerna makanan (lemak) dan sebagai tempat penyimpanan cadangan vitamin dan glukosa.Berbagai Dampak Hepatitis C Pada Tubuh Anda1.  Merusak Sel HatiSaat hepatitis C menginfeksi hati, maka virus hepatitis C akan merusak dan bahkan membunuh sel-sel hati yang sehat. Kerusakan sel hati membuat permukaan hati berbenjol-benjol dan membuat hati menjadi keras sehingga membuat hati sulit menyaring racun dari dalam darah, yang bila terus berlanjut dapat membuat hati tidak dapat menyaring racun sama sekali.Hal ini membuat tubuh menjadi rentan terhadap racun dan infeksi bakteri. Selain itu, hati pun tidak mampu lagi menyimpan glukosa sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa di dalam darah dan berbagai gangguan fungsi hati lainnya yang membuat tubuh berhenti bekerja dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit dan bahkan kematian.2.  Mengganggu Penyaringan Racun di Dalam DarahBerbagai jenis makanan yang anda konsumsi mengandung berbagai racun tertentu. Hati yang sehat dapat menyaring berbagai zat berbahaya tersebut dari dalam aliran darah, menetralisasinya, dan menghancurkannya, serta mengeluarkannya dari dalam tubuh melalui aliran darah atau cairan empedu.Salah satu zat beracun tersebut adalah amonia. Amonia merupakan produk akhir dari metabolisme protein. Amonia akan diubah menjadi urea oleh hati dan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk air kemih. Hepatitis C dapat mengganggu dan bahkan menghentikan proses penyaringan racun di dalam tubuh anda, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan dan membahayakan jiwa anda.3.  Mengganggu Metabolisme GlukosaPada keadaan normal, hati akan mengekstraksi gula dari dalam makanan yang anda makan dan mengubahnya menjadi glukosa untuk disimpan. Saat tubuh membutuhkan energi, maka hati akan mengubah glukosa menjadi gula kembali dan melepaskannya ke dalam aliran darah. Bila hati mengalami kerusakan akibat hepatitis C, maka proses pengubahan dan penyimpanan gula ini akan terganggu. Gangguan ini akan menyebabkan peningkatan kadar gula di dalam darah yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan di dalam tubuh anda, yang beberapa di antaranya tidak dapat diperbaiki lagi. Kerusakan hati yang diakibatkan oleh hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2.4.  Mengganggu Produksi Cairan EmpeduHepatitis C dapat menyebabkan kerusakan pada hati yang mengganggu produksi cairan empedu di dalam hati. Cairan empedu merupakan cairan yang penting bagi proses pencernaan anda. Cairan empedu biasanya disimpan di dalam kandung empedu dan berfungsi untuk mencerna lemak dari makanan menjadi asam lemak.Kandung empedu akan melepaskan cairan empedu ke dalam usus 12 jari. Di dalam usus 12 jari, cairan empedu akan bercampur dengan asam lemak dan enzim-enzim pencernaan dari pankreas sehingga tubuh dapat menyerap berbagai vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya.5.  Mengganggu Pengaturan Kadar Asam AminoBerbagai komponen organik yang membentuk protein dan asam amino merupakan komponen penting bagi kehidupan anda. Asam amino berasal dari berbagai makanan yang anda makan dan tidak dapat dibuat oleh tubuh. Tubuh menggunakan asam amino untuk mencerna makanan, untuk pertumbuhan, untuk memperbaiki berbagai jaringan tubuh, dan untuk berbagai fungsi tubuh lainnya. Beberapa protein yang dibentuk dari asam amino ini juga berguna untuk mengubah gula menjadi glukosa dan menetralisasi amonia. Hati berfungsi untuk mengatur berapa banyak asam amino yang harus dilepaskan ke dalam aliran darah.6.  Mengganggu Proses dan Penyimpanan Zat BesiHemoglobin merupakan suatu molekul protein di dalam sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen dan menghantarkannya ke berbagai organ tubuh. Selain itu, hemoglobin juga membawa zat besi yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh, kulit, rambut, dan kuku.Hati berfungsi untuk memproses dan menyimpan zat besi dari dalam darah sebagai cadangan. Saat hepatitis C menyebabkan kerusakan hati, maka terjadi gangguan proses dan penyimpanan zat besi yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi.Sumber: healthline
 11 Nov 2014    13:00 WIB
Siapa Saja Yang Berisiko Terinfeksi Hepatitis C?
Hepatitis C kronis adalah infeksi hati disebabkan oleh virus hepatitis C dalam waktu yang cukup lama. Seseorang yang mengalami infeksi sejak 6 bulan pertama disebut dengan hepatitis akut. Pada kebanyakan orang yang mengidap hepatitis C akut hingga 80% akan berlangsung menjadi penyakit hepatitis C kronis. Faktor risiko Hepatitis C Kebanyakan orang terinfeksi dengan virus hepatitis C ketika darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis C masuk ke dalam tubuh mereka. Hal ini sering terjadi ketika orang berbagi jarum saat menggunakan obat-obatan atau lahir dari seorang ibu yang memiliki hepatitis C. Selain itu Anda juga dapat terinfeksi Hepatitis C akibat melakukan hubungan seks dengan seseorang yang memiliki virus. CDC merekomendasikan agar seseorang melakukan pemeriksaan Hepatitis C bila: Anda menerima darah dari donor yang kemudian ditemukan mereka mengidap hepatitis C. Anda pernah menggunakan narkoba melalui suntikan Anda menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum Juli 1992. Anda menerima produk darah yang digunakan untuk mengobati masalah pembekuan sebelum tahun 1987. Anda lahir antara tahun 1945 dan 1965. Anda melakukan cuci darah dalam jangka waktu yang lama Seseorang yang mengidap HIV. Seseorang yang lahir dari seorang ibu dengan hepatitis C. Sejak Juli 1992, semua darah dan organ yang didonorkan di negara Amerika dilakukan pengujian adanya virus hepatitis C. Menurut CDC, sejak saat itu terjadi penurunan jumlah infeksi hepatitis C hingga 90%. Sumber: webmd