Your browser does not support JavaScript!
 18 Oct 2018    16:00 WIB
Apakah Vaksin Hepatitis Boleh Diberikan Pada Wanita Hamil?
Secara umum, belum ada bukti pasti bahwa pemberian vaksinasi pada ibu hamil dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Akan tetapi, secara teoritis, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup yang dilemahkan mungkin dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup ini tidak dianjurkan (kontraindikasi) pada ibu hamil. Pemberian vaksin pada ibu hamil seringkali dipertimbangkan berdasarkan apakah manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya. Bila manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya, maka pemberian vaksin pun dapat dipertimbangkan. Vaksin hepatitis A merupakan vaksin inaktif seperti halnya vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin hepatitis A biasanya dianjurkan bila terdapat resiko lainnya yang lebih tinggi daripada resiko pemberian vaksin. Seperti halnya vaksin hepatitis A, vaksin hepatitis B pun dapat diberikan pada ibu hamil. Berdasarkan beberapa data penelitian, vaksin hepatitis B tidak menimbulkan efek samping apapun pada janin di dalam kandungan dan tidak akan menyebabkan terjadinya infeksi hepatitis B pada janin. Wanita hamil yang diduga beresiko tinggi terkena infeksi hepatitis B selama kehamilan sebaiknya memperoleh vaksinasi hepatitis B. Beberapa hal yang menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi hepatitis B pada wanita hamil adalah: Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual dalam waktu 6 bulan terakhir Pernah atau sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi penyakit  menular seksual Pernah atau sedang menggunakan obat-obatan yang disuntikkan Memiliki pasangan seksual yang menderita HBsAg positif (menderita infeksi hepatitis B)   Sumber: cdc
 04 Feb 2017    11:00 WIB
Bahaya Tersembunyi dari Teh Hijau Bagi Kesehatan
Akhir-akhir ini, teh hijau telah dikenal sebagai salah satu makanan super karena memiliki sangat banyak manfaat seperti anti radang, anti kanker, dan mengandung berbagai jenis antioksidan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa bagi beberapa orang, teh hijau ternyata berbahaya? Seseorang yang memiliki gangguan imunitas tertentu mungkin sebaiknya tidak mengkonsumsi teh hijau. Hal ini dikarenakan teh hijau dapat meningkatkan kadar sel B (salah satu jenis sel imun).   Jika Anda menderita suatu gangguan imunitas yang membuat kadar sel B di dalam tubuh Anda menjadi sangat banyak, maka Anda mungkin harus menghindari konsumsi teh hijau untuk mencegah timbulnya berbagai gejala yang tidak diinginkan.   Baca juga: Tips Cepat Turunkan Kolestrol   Beberapa keadaan yang membuat kadar sel B di dalam tubuh menjadi lebih banyak dari normal adalah:        - Alergi       - Asma       - Sinusitis kronik       - Berbagai jenis kanker       - Hepatitis B dan C       - Kolitis ulserativa (radang usus besar)       - Infeksi virus       - Sistemik lupus eritematosus       - Infeksi cacing   Jadi, bila Anda menderita salah satu gangguan di atas, maka dianjurkan agar Anda menghindari konsumsi teh hijau.     Selain teh hijau, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman lainnya yang perlu Anda hindari seperti red wine (minuman anggur merah), buah anggur, dan kunyit.   Sementara itu, bila Anda memiliki kadar sel T (jenis sel imun lainnya) yang lebih tinggi dari normal karena menderita suatu gangguan sistem kekebalan tubuh, maka konsumsi teh hijau mungkin dapat membantu mengurangi gejala. Hal ini dikarenakan berbagai komponen di dalam teh hijau dapat membantu menyeimbangkan kadar sel T dan sel B di dalam tubuh Anda. Walaupun demikian, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi teh hijau.   Beberapa gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat kadar sel T di dalam tubuh Anda meningkat adalah: Sklerosis multipel Penyakit Crohn/IBD Diabetes tipe 1 Penyakit Hashimoto Penyakit Grave Psoriasis Artritis reumatoid Ulkus peptikum yang disebabkan oleh infeksi helicobacter pylori Bila Anda memiliki kadar sel T yang tinggi di dalam tubuh, maka terdapat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari karena dapat meningkatkan kadar sel T di dalam tubuh seperti jamur, beberapa jenis suplemen seperti Echinacea, dan beberapa jenis ginseng.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth