Your browser does not support JavaScript!
 18 Dec 2019    11:00 WIB
Perbedaan Antara Mengorok dan Henti Napas
Mengorok merupakan suara keras yang timbul saat Anda bernapas yang terjadi akibat adanya penyumbatan sebagian jalan napas Anda saat tidur. Henti napas merupakan penghentian total atau penundaan sementara dari proses bernapas selama beberapa detik karena penyumbatan total pada jalan napas. Mengorok merupakan suatu suara abnormal yang terjadi saat tidur, sementara henti napas (apneu) merupakban suatu gangguan tidur. Mengorok dapat merupakan salah satu penAnda bahwa Anda mengalami sindrom tidur apneu, tetapi tidak semua orang yang mengorok mengalami sindrom tidur apneu ini. Mengorok terjadi saat udara melalui berbagai otot dan jaringan rileks di sekeliling tenggorokan, yang menyebabkan jaringan tersebut bergetar dan menimbulkan suatu suara berisik. Secara umum, bagian tubuh yang terlibat dalam proses mengorok adalah uvula dan langit-langit lunak mulut, akan tetapi saat Anda mengorok, suara paling sering dihasilkan oleh langit-langit lunak mulut Anda. Mengorok dapat disebabkan oleh beberapa gangguan lain yang menyebabkan gangguan aliran udara melalui saluran pernapasan seperti:•  Hidung tersumbat•  Polip hidung•  Deviasi septum •  Kelemahan otot tenggorokan yang membuat tenggorokan tertutup saat tidur•  Kelainan letak rahang•  Adanya pengumpulan lemak di sekitar tenggorokan•  Mengkonsumsi alcohol•  Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat sedatif yang berfungsi untuk membuat Anda tertidur•  Posisi tidur. Tidur terlentang biasanya menghasilkan suara mengorok yang lebih besar dibandingkan dengan tidur dengan posisi menyamping Sindrom tidur apneu terjadi saat berbagai jaringan lunak di dalam tenggorokan jatuh berulang kali dan menyumbat jalan napas selama tidur. Saat Anda tertidur, otot-otot tenggorokan ini akan menjadi rileks dan lidah Anda jatuh ke belakang, yaitu pada saluran napas Anda sehingga menutupi jalan napas dan menghambat aliran udara. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya apneu atau henti napas. Henti napas biasanya hanya berlangsung untuk sementara waktu, yaitu sekitar 10 detik atau lebih, yang membuat otak mengetahui adanya penurunan kadar oksigen sehingga membuat Anda terbangun. Proses ini dapat terjadi berulang kali selama Anda tidur. Sebagian besar penderita sindrom tidur apenu mengorok dengan sangat keras yang diselingi dengan periode tanpa suara yaitu saat aliran udara tertutup.Sebagian besar orang yang berusia pertengahan 40 tahun akan mengorok, hal terutama diakibatkan oleh obesitas. Tidak semua orang yang mengorok mengalami suatu penyakit tertentu, akan tetapi mengorok dengan suara yang keras telah diketahui berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya arterosklerosis arteri karotis yang merupakan resiko terjadinya kerusakan otak dan stroke. Gejala yang sering dialami oleh penderita sindrom tidur apneu adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari akibat seringnya terbangun dari tidur di malam hari, merasa cemas, depresi, kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, mudah lupa, perubahan mood atau perilaku, nyeri kepala di pagi hari, dan penurunan gairah seksual. Pengobatan mengorok secara umum berupa perubahan gaya hidup, yaitu dengan menurunkan berat badan (penderita obesitas), menghindari konsumsi alkohol, berhenti merokok, menghindari penggunaan obat tidur, dan mengubah posisi tidur. Pengobatan sindrom tidur apneu biasanya berupa penggunaan mesin CPAP (continuous positive airway pressure). Penderita harus mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut saat tidur, di mana udara akan dialirkan secara terus-menerus untuk menjaga kadar oksigen di dalam darah tetap mencukupi. Tindakan pembedahan biasanya dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom tidur apneu bila keadaan ini disebabkan oleh pembesaran adenoid, amandel, atau dislokasi rahang.Sumber: differencebetween