Your browser does not support JavaScript!
 23 Sep 2017    08:00 WIB
Cegah Serangan Jantung! Kenali Gejala-Gejala Berikut
Seperti halnya otak, jantung merupakan suatu organ yang sangat penting yang tanpanya seorang manusia tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, berbagai gangguan yang terjadi pada jantung seseorang tentu saja akan mengancam nyawa orang tersebut.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda gangguan jantung yang perlu Anda waspadai. Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Baca juga: Seorang Wanita Meninggal Akibat Alat Detektor Logam   NAFAS PENDEK Napas pendek-pendek atau sesak napas merupakan salah satu gejala dari gangguan jantung. Bila disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung, maka sesak napas atau napas pendek biasanya juga disertai oleh rasa berdebar-debar. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke daerah jantung yang dapat menyebabkan terjadinya kematian sejumlah sel otot jantung, yang akan memicu terjadinya serangan jantung.   NYERI DI DAERAH LEHER Tahukah Anda bahwa nyeri pada daerah leher juga dapat merupakan tanda dari sedang terjadinya serangan jantung? Selain nyeri di bagian dada, rasa nyeri juga dapat menjalar hingga ke lengan, punggung, leher, dan bahkan rahang. Oleh karena itu, pastikan Anda segera memeriksakan diri Anda bila Anda mengalami nyeri dada yang menjalar hingga ke beberapa bagian tubuh di dekatnya.   GANGGUAN SEKSUAL Sulit mencapai atau mempertahankan ereksi ternyata juga dapat merupakan salah satu tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda. Hal ini dapat terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung, yang membuat aliran darah dari jantung ke berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk penis pun terganggu, sehingga penderita sulit mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup lama.   NYERI DI DAERAH RAHANG Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serangan jantung atau adanya gangguan pada jantung juga dapat ditandai dengan adanya rasa nyeri yang menjalar dari dada hingga ke daerah rahang atau bahkan telinga. Penderita biasanya tidak dapat menunjukkan satu titik tempat asal nyeri karena nyeri bersifat menyebar atau menjalar.   RASA TIDAK NYAMAN DI DADA (NYERI DADA) Rasa tidak nyaman pada dada merupakan salah satu gejala tersering dari adanya gangguan pada jantung. Jika Anda mengalami sumbatan pada pembuluh darah jantung atau sedang mengalami serangan jantung, maka Anda mungkin akan merasa nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan atau tertusuk atau terbakar. Rasa tidak nyaman ini biasanya berlangsung selama beberapa menit. Rasa tidak nyaman dan nyeri dada ini dapat terjadi saat Anda sedang beristirahat atau saat Anda sedang beraktivitas.   Jika rasa nyeri atau tidak nyaman ini hanya berlangsung singkat atau bertambah bila Anda sentuh atau tekan, maka keluhan ini mungkin bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung Anda. Pada wanita, serangan jantung seringkali tidak menyebabkan terjadinya nyeri dada.   GANGGUAN PENCERNAAN Beberapa orang yang mengalami gangguan jantung juga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, dan nyeri perut. Gangguan pencernaan ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita.   NYERI MENJALAR KE LENGAN Gejala khas lainnya dari serangan jantung adalah rasa nyeri yang menjalar hingga ke tubuh bagian kiri. Rasa nyeri biasanya berawal dari dada dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan, bahu, punggung, leher, dan bahkan rahang.   PUSING Memang terdapat banyak hal yang dapat membuat Anda kehilangan keseimbangan atau merasa ingin pingsan selain dari gangguan jantung seperti berdiri terlalu cepat atau karena belum makan atau kurang minum. Akan tetapi, bila rasa pusing Anda juga disertai dengan rasa tidak nyaman pada dada atau sesak napas, segera hubungi dokter Anda. Rasa pusing dapat disebabkan oleh turunnya tekanan darah Anda karena jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah sebagaimana mestinya.     MUDAH LELAH Jika Anda tiba-tiba merasa sangat lelah saat Anda melakukan sesuatu hal yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka segera hubungi dokter Anda! Merasa sangat lelah atau badan terasa lemah tanpa penyebab yang jelas selama beberapa hari dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama pada wanita.   MENDENGKUR Mendengkur tentunya dapat dialami oleh siapa saja, akan tetapi dengkuran yang keras dan tidak biasanya (terdengar seperti orang yang sedang mengalami sesak napas atau tercekik) dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan tidur apnea. Henti napas sementara yang terjadi pada penderita gangguan tidur apnea membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi. Segera cari pertolongan medis untuk mengatasi gangguan tidur Anda ini!   KERINGAT DINGIN Mengalami keringat dingin tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama bila hal ini terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya.   BATUK YANG TIDAK DAPAT BERHENTI Pada sebagian besar kasus, batuk biasanya bukan merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung. Akan tetapi, bila Anda memiliki riwayat gangguan jantung atau Anda beresiko menderita gangguan jantung, batuk juga dapat merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung.   Jika batuk disertai dengan dahak berwarna putih atau merah muda, maka hal ini dapat merupakan pertanda dari gagal jantung. Batuk terjadi karena jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan darah tubuh sehingga ada darah yang masuk ke dalam paru-paru akibat dari pembesaran jantung kiri.   KAKI BENGKAK Pembengkakan pada daerah kaki dapat merupakan pertanda bahwa jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik (tidak cukup cepat) sehingga darah pun masuk kembali ke dalam pembuluh darah vena sehingga kaki Anda pun membengkak.   Selain itu, gagal jantung juga dapat membuat ginjal kesulitan mengeluarkan kelebihan air dan natrium dari dalam tubuh sehingga kaki Anda pun membengkak.   DENYUT JANTUNG TIDAK TERATUR Denyut jantung yang tidak teratur yang sering terjadi atau berlangsung selama lebih dari beberapa detik dapat merupakan tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda.   Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda memiliki lebih dari 2 gejala yang disebutkan di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: webmd
 24 Sep 2016    15:00 WIB
Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung
Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung ? Serangan jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal karena gangguan pada otot jantung atau pembuluh darah jantung. Sedangkan henti jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung berhenti berdetak yang disebabkan oleh kelainan irama jantung. Penyebab serangan jantung biasanya adalah gangguan aliran darah ke dalam jantung yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya dan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung. Henti jantung disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung yang juga berfungsi untuk mengatur kerja jantung. Gangguan impuls listrik pada jantung ini menyebabkan jantung berdenyut secara tidak teratur (aritmia) yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung. Serangan jantung yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.   Pencegahan Pencegahan utama serangan jantung dan henti jantung adalah mencegah terbentuknya bekuan darah dan plak pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh aterosklerosis. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah pembentukan plak adalah: Olahraga selama setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu Diet rendah lemak jenuh dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan Bila berat badan anda berlebih, kurangi berat badan anda Jangan merokok Kurangi dan atasi stress Kontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol anda   Kapan Hubungi Dokter Serangan jantung atau henti jantung memerlukan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri atar rasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada Nyeri yang menjalar ke tangan, bahu, leher, atau rahang Sesak napas Keringat dingin atau berkeringat Mual Denyut jantung meningkat disertai dengan rasa mual atau pusing Pingsan Baca juga: Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 19 Sep 2016    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Henti Jantung
Kematian mendadak akibat berhentinya fungsi jantung merupakan salah satu hal yang semakin sering terjadi. Kematian mendadak ini sering terjadi pada orang dewasa dan resikonya meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Kematian mendadak akibat henti jantung lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan jarang pada anak-anak. Kematian mendadak akibat henti jantung dapat dicegah bila orang tersebut mendapat pertolongan secepatnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah: Hubungi atau panggil petugas kesehatan terdekat Melakukan tindakan RJP (resusitasi jantung paru) Defibrilasi merupakan suatu tindakan mengembalikan irama jantung normal. Sebagian besar kematian mendadak akibat henti jantung terjadi akibat fibrilasi ventrikel. Alat defibrilasi berupa AED dapat ditemukan pada berbagai tempat umum untuk digunakan pada kasus gawat darurat, seperti di mal atau bandara Bila tindakan defibrilasi berhasil mengembalikan denyut jantung, maka diperlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit terdekat Keempat langkah di atas dapat membantu meningkatkan angka ketahanan hidup hingga 90% jika dilakukan pada beberapa menit setelah henti jantung terjadi dan menurun sebanyak 10% setiap menitnya.   Apa Itu RJP ? RJP atau resusitasi jantung paru merupakan suatu tindakan pertama pada henti jantung dan atau henti napas. Pada henti jantung, sirkulasi darah di dalam seluruh tubuh berhenti dan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Oleh karena itu, tindakan RJP merupakan tindak pertama yang sangat penting pada beberapa menit pertama setelah henti jantung dan atau henti napas. Cara melakukan RJP adalah dengan memberikan penekanan pada dada sebanyak 30 kali kemudian dilanjutkan dengan memberikan napas buatan melalui mulut sebanyak 2 kali. Tindakan ini dapat diulang sampai jumlah yang diperlukan. Tindakan RJP ini berfungi untuk menjaga sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap berlangsung selama henti jantung. RJP merupakan tindakan pertolongan pertama untuk menjaga sirkulasi darah, bukan untuk mengembalikan fungsi jantung. RJP biasanya dilakukan sampai tindakan defibrilasi dapat dilakukan.   Apa Itu AED ? AED atau automatic external defibrillator merupakan suatu alat defibrilasi yang bekerja secara otomatis. Alat ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik melalui dinding dada ke jantung. AED dapat menunjukkan irama jantung seseorang dan menentukan apakah orang tersebut memerlukan tindakan defibrilasi dan bila tindakan defibrilasi diperlukan, maka alat ini akan langsung mengalirkan arus listrik. AED merupakan suatu alat defibrilasi yang dibuat agar dapat digunakan oleh semua orang karena dapat membaca irama jantung dan menentukan keperluan defibrilasi. Kombinasi tindakan RJP dan defibrilasi oleh AED ataupun defibrilasi manual dapat sangat membantu orang yang mengalami henti jantung. Perlu diingat bahwa baik AED maupun defibrilasi hanya dapat diberikan pada orang yang mengalami kelainan irama jantung dan bukan pada henti jantung. Pertolongan yang dapat dilakukan pada keadaan henti jantung adalah RJP. Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 09 Sep 2015    12:00 WIB
OMG! Patah Hati Benar-Benar Dapat Menyebabkan Hati Patah?!
Anda mungkin sudah sering melihat gambaran hati terbelah pada berbagai film kartun saat seseorang patah hati, akan tetapi tahukah Anda bahwa patah hati ternyata memang benar-benar mempengaruhi kesehatan jantung Anda?   Sindrom patah hati (broken heart syndrome) atau kardiomiopati takotsubo atau stress kardiomiopati merupakan suatu gangguan jantung sementara yang terjadi akibat adanya peristiwa yang membuat seseorang merasa sangat tertekan, misalnya kematian pasangan hidup.   Sindrom patah hati lebih sering terjadi pada wanita, terutama mereka yang telah berusia 50 tahun atau lebih. Penderita sindrom patah hati ini biasanya mengalami gangguan fungsi pompa jantung sementara, sementara fungsi jantung lainnya tetap normal. Gejala sindrom patah hati dapat menyerupai gejala serangan jantung seperti nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini biasanya membaik atau menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu.   Kabar baiknya adalah sindrom patah hati biasanya dapat diobati. Sebagian besar penderita biasanya akan mengalami perbaikan gejala atau sembuh dalam waktu beberapa minggu. Kabar buruknya adalah sindrom patah hati ini dapat menyebabkan kegagalan otot jantung berat, yang tentu saja akan mengancam jiwa penderitanya.   Baca juga: Obati Patah Hati Dengan Mengkonsumsi Empat Makanan Ini   Apa Penyebabnya? Penyebab pasti dari sindrom patah hati hingga saat ini belum diketahui. Para ahli menduga gangguan ini terjadi akibat peningkatan mendadak dari berbagai hormon stress, termasuk adrenalin, yang menyebabkan gangguan sementara pada jantung seseorang.   Beberapa kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya sindrom patah hati adalah: Meninggalnya orang tercinta Saat menerima diagnosis suatu penyakit mematikan Mengalami kekerasan rumah tangga Kehilangan uang dalam jumlah besar Menjadi korban bencana alam Saat diberikan pesta kejutan Saat merasa gugup untuk tampil di depan umum Kehilangan pekerjaan Perceraian Gangguan fisik misalnya saat seseorang mengalami serangan asma, kecelakaan lalu lintas, atau baru saja menjalani prosedur pembedahan besar Konsumsi obat-obatan tertentu seperti epinefrin, obat anti depresi, dan obat tiroid   Apa Saja Gejalanya? Gejala yang paling sering ditemukan pada sindrom patah hati adalah nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini dapat terjadi pada orang yang tidak pernah memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya.   Beberapa gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah denyut jantung tidak teratur dan syok kardiogenik. Syok kardiogenik merupakan suatu keadaan di mana jantung tiba-tiba melemah dan tidak dapat memompa cukup banyak darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan terjadinya kematian.   Apa Perbedaan Sindrom Patah Hati Dengan Serangan Jantung? Serangan jantung biasanya terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah jantung, baik sebagian atau seluruhnya. Penyempitan ini biasanya terjadi akibat adanya bekuan darah yang terbentuk di daerah dinding pembuluh darah yang memang telah dipenuhi oleh tumpukkan lemak.   Sementara itu, pada sindrom patah hati, biasanya tidak ditemukan penyempitan atau sumbatan apapun pada pembuluh darah jantung, tetapi aliran darah di dalam pembuluh darah jantung berkurang. Perbedaan lainnya yang dapat Anda temukan adalah: Perbedaan hasil rekaman irama jantung (EKG)Pada pemeriksaan darah, tidak ditemukan adanya kerusakan pada jantung Tidak ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung Ditemukan pembesaran bilik jantung kiri sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan baik Masa penyembuhan lebih cepat, biasanya hanya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu Untuk memonitor kesehatan jantung penderita, dokter biasanya akan menganjurkan penderita untuk melakukan pemeriksaan EKG dan ECG (echocardiogram) 1 bulan setelah penderita didiagnosa menderita sindrom patah hati.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: heart, mayoclinic