Your browser does not support JavaScript!
 07 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Hemofilia
Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data 2011, jumlah pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkiraan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Menyambut Hari Hemofilia Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 April, HMHI menggandeng Novo Nordisk menggalang program ‘Upaya Menghilangkan Kesenjangan dalam Penanganan Hemofilia’ yang bertujuan memberikan dan menyebarkan edukasi mengenai penanganan hemofilia di Indonesia dan menunjang fasilitas medis bagi pasien hemofilia. Baca juga: Perbedaan Anemia Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua (herediter) kepada anaknya. Ada 2 jenis hemofilia yang ditemukan, yaitu hemofilia A (kekurangan faktor pembekuan VIII) dan hemofilia B (kekurangan faktor pembekuan IX). Kedua jenis hemofilia tersebut mempunyai gejala yang sama namun membutuhkan pengobatan yang berbeda. "Gejala klinik yang dapat terjadi adalah perdarahan abnormal, seperti perdarahan sendi, perdarahan otot atau jaringan lunak lain, dan dapat pula terjadi dalam kulit—biasa ditemukan pada bayi yang mulai merangkak. Selain itu dapat pula terjadi perdarahan hidung, saluran kemih, bahkan perdarahan otak. Pada hemofilia berat, perdarahan dapat terjadi spontan tanpa adanya trauma apapun, sedangkan pada hemofilia ringan umumnya terjadi tanpa gejala atau dapat terjadi perdarahan akibat trauma yang lebih berat," demikian dikatakan ketua HMHI, Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K). Meski begitu, penyakit genetik ini dapat disembuhkan melalui penanganan dan pengobatan secara intensif. Pada penyakit hemofilia, pemeriksaan labotarium memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat perdarahan gejala klinik yang ditemukan dan melalui pemeriksaan labotarium yang khusus. Jika ditangani dengan baik, pasien hemofilia pun dapat hidup normal seperti orang sehat lainnya.