Your browser does not support JavaScript!
 24 Jan 2019    14:00 WIB
Kehamilan dan Epilepsi
Tentunya anda sering bertanya apakah wanita penderita epilepsi dapat hamil atau apakah mereka dapat tetap mengkonsumsi berbagai obat anti kejang selama kehamilannya atau apakah yang harus dilakukan bila serangan kejang terjadi saat kehamilan. Memang tidak mudah bagi wanita penderita epilepsi untuk hamil. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu: Peningkatan resiko kemandulan. Hal ini disebabkan oleh lebih tingginya wanita penderita epilepsi untuk menderita sindrom ovarium polikistik (adanya beberapa kista di dalam indung telur) Menstruasi tidak teratur Periode anovulasi, di mana tidak adanya produksi sel telur setiap bulannya, sehingga menyulitkan proses pembuahan karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi oleh sperma Efek samping obat anti kejang seringkali mempengaruhi produksi hormon oleh indung telur yang menyebabkan penurunan kesuburan Gangguan keseimbangan hormon yang mendukung kehamilan Berbagai hal di atas menyebabkan wanita penderita epilepsi untuk hamil. Bila akhirnya kehamilan terjadi, maka serangan kejang harus dikendalikan dengan baik. Kejang dapat mengganggu perkembangan bayi anda. Saat anda kejang, bayi anda mungkin mengalami kekurangan oksigen, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran mati. Wanita penderita epilepsi dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 400 mcg asam folat sebelum dan selama hamil.   Obat Anti Kejang yang Dapat Digunakan Selama Kehamilan Sebagian besar obat anti kejang menyebabkan terjadinya kelainan bawaan pada bayi. Walaupun terdapat beberapa obat yang memiliki resiko yang lebih rendah. Asam valproat dan fenobarbital beresiko tinggi menyebabkan terjadinya spina bifida (kelainan saraf) pada bayi. Sementara, karbamazepin dan lamotrigine mempunyai resiko yang lebih rendah. Selama kehamilan, terjadi peningkatan metabolisme obat. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya serangan kejang akibat dosis obat yang rendah di dalam darah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan dosis obat yang lebih besar, akan tetapi hal ini dapat meningkatkan resiko pada bayi anda. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ketat oleh dokter anda selama kehamilan. Penggunaan kombinasi obat anti kejang selama kehamilan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan pada bayi anda. Oleh karena itu, dokter biasanya hanya menyarankan penggunaan satu macam obat anti kejang. Bila anda mengkonsumsi dua atau lebih obat anti kejang saat ini dan ingin hamil, maka sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter anda mengenai apa yang harus dilakukan. Penurunan atau penggantian obat anti kejang biasanya mulai dilakukan 1 tahun sebelum kehamilan. Penurunan dosis obat dilakukan secara bertahap. Penggantian obat anti kejang pun dilakukan secara bertahap. Jangan coba untuk menghentikan obat-obatan anda atau mengganti obat anda tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda karena hal ini dapat membahayakan diri anda dan bayi anda.   Pilihan Persalinan Wanita penderita epilepsi yang akan melahirkan memerlukan pengawasan lebih ketat karena kemungkinan terjadinya kejang selama proses persalinan, akan tetapi hal ini bukan berarti wanita penderita epilepsi tidak dapat melahirkan secara normal. Jika anda mengalami serangan kejang saat proses persalinan, dokter dapat memberikan obat anti kejang melalui infus. Akan tetapi, obat anti kejang dapat menyebabkan otot-otot rahim berelaksasi. Relaksasi otot rahim dapat menyebabkan terhambatnya proses persalinan. Bila hal ini terjadi maka dokter akan melakukan tindakan bedah Caesar. Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 04 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan?
Rambut adalah mahkota untuk wanita. Seringkali wanita pasca melahirkan akan mempunyai masalah yaitu rambut rontok. Tentu saja hal ini akan membuat panik setiap wanita. Berikut adalah alasan mengapa rambut mudah rontok pasca melahirkan: Perubahan hormon Pada saat kehamilan, rambut dalam kondisi baik karena adanya hormon androgen. Rambut akan mulai rontok sekitar 3-4 bulan pasca melahirkan. Ini dikarenakan mulai terjadinya penurunan dari hormon androgen.  Siklus rambut Rambut rontok yang kurang dari 100 helai setiap hari masih dianggap normal Kurang tidur Hal ini juga akan mempengaruhi kondisi rambut Anda. Karena seorang wanita yang baru melahirkan akan mempunyai waktu tertidur yang terganggu Stress.  Untuk wanita yang baru menjadi ibu bisa mengalami stress saat sedang mengurus bayi. Dikarenakan ada perubahan pola hidup yang harus dijalani. Terutama untuk Anda wanita pekerja, selain bekerja Anda juga harus merawat bayi. Stress yang merupakan salah satu penyebab terjadinya rambut rontok.  Malnutrisi Sebagai ibu yang menyusui Anda akan memberikan nutrisi yang ada dalam tubuh Anda untuk bayi Anda, sehingga apabila Anda kurang mengkonsumsi makan-makanan yang sehat. Anda akan kehilangan rambut yang lebih banyak dari seharusnya  Kapan rambut rontok akan berkurang? Biasanya setelah 6 sampai 8 bulan pasca melahirkan. Karena siklus rambut Anda akan kembali seperti sebelum Anda hamil. Apa yang dapat Anda lakukan? Mengkonsumsi makanan yang bergizi Rawat rambut Anda dengan baik Hindari stress   Sumber: boldsky
 31 Dec 2018    18:00 WIB
Apakah Seks Sambil Berdiri Akan Cegah Kehamilan ?
Hubungan seks yang dilakukan dengan cara berdiri dipercaya dapat mencegah kehamilan. Benarkah demikian? Secara medis kehamilan hanya bisa dicegah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Meski hubungan seks dilakukan dalam keadaan berdiri bukan berarti gaya gravitasi bisa mencegah sel sperma membuahi sel telur, sehingga mangakibatkan pembuahan gagal.   Faktanya, dalam posisi apapun, sperma tetap dapat masuk ke rahim dan membuahi sel telur.  Anggapan berhubungan seks berdiri bisa mencegah kehamilan hanyalah mitos belaka. Setiap hubungan seks vaginal yang dilakukan bisa membuka peluang terjadinya kehamilan. Meskipun seks dilakukan dengan berdiri, atau wanita di atas bahkan jika dilakukan di kolam renang atau bak mandi air panas. Wanita masih berpotensi hamil jika seks dilakukan saat masa subur.   Meski terkadang air mani yang diejakulasikan pria akan cepat keluar dari vagina saat hubungan seks dilakukan sambil berdiri atau wanita di atas. Namun, sperma masih mampu berenang menuju rahim hingga menyebabkan kehamilan. Sekalipun pria menarik keluar penisnya dan berejakulasi di bibir luar vagina maka sperma masih tetap bisa berenang mencari pasangannya.   Bukanlah semen atau air mani yang bisa membuat wanita hamil melainkan sel-sel spermatozoa yang terdapat dalam cairan semenlah yang bisa menyebabkan kehamilan. Setelah berhubungan intim air mani akan keluar dengan sendirinya sesudah 5 menit di dalam vagina. Jika kamu memang berniat untuk menunda kehamilan sebaiknya gunakanlah alat kontrasepsi yang efektif mencegah kehamilan. Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan? Sumber: seksualitas
 06 Dec 2018    08:00 WIB
Ganti Menu Makanan Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan
Apabila Anda sedang mencari tips bagaimana meningkatkan kesuburan Anda, ternyata ada beberapa hal yang mempengaruhi kesuburan Anda. Salah satunya makanan. Makanan yang penuh dengan lemak dan kalori yang tinggi akan mempengaruhi tubuh dan kesuburan Anda. Berikut ini adalah makanan yang dapat Anda konsumsi untuk membantu meningkatkan kesuburan dan meningkatkan kemungkinan untuk hamil: Kurangi karbohidrat sederhana Mulai sekarang ganti menu makanan Anda dari yang konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dapat diganti dengan beras merah, mengganti roti biasa dengan roti gandum. Dengan menjaga asupan makanan akan mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh dan tingkat insulin dalam tubuh Anda. Apabila insulin Anda berfungsi dengan baik, kadar hormon Anda akan lebih seimbang dan hal ini akan mempengaruhi kesuburan Anda.  Cobalah beberapa sumber protein Apabila Anda selama ini mendapatkan protein hanya dari daging. Maka cobalah untuk mendapatkan protein dari tanaman. Sehingga Anda dapat mengganti daging dengan buncis dan kacang polong, maka hal ini dapat meningkatkan kesuburan Anda. Hal ini karena protein dari daging lebih sulit untuk dicerna. Apabila tubuh terlalu banyak menggunakan energi untuk memecah protein-protein, dapat menyebabkan gangguan pada hormon termasuk hormon kesuburan. Minum susu Meskipun hal ini mungkin bertentangan dengan segala sesuatu yang Anda percaya tentang produk susu berlemak dan produk susu penuh lemak dapat membantu meningkatkan kesuburan Anda. Banyak ilmuwan sekarang mengutip penelitian yang menunjukkan peningkatan tingkat kesuburan pada wanita yang mengkonsumsi produk susu penuh lemak, terutama susu dan yoghurt, setiap hari.  Agar tidak berlebihan sebaiknya Anda tetap minum satu gelas susu perhari. Selain itu kalsium dalam susu juga membantu kesehatan Anda. Tambahkan lemak yang baik untuk makanan Anda.  Menambahkan alpukat dan almond dalam menu Anda benar-benar dapat membantu Anda dalam jangka panjang. Lemak yang ditemukan dalam makanan ini sebenarnya lemak baik. Lemak ini bukanlah lemak trans atau lemak jenuh, tetapi lemak tak jenuh tunggal, dan akan membantu insulin dalam tubuh Anda untuk berfungsi dengan benar, sehingga menyeimbangkan hormon dan meningkatkan peluang Anda untuk hamil.  Hati-hati terhadap jenis ikan  Jika Anda menyukai ikan, bukan berarti Anda tidak boleh konsumsi ikan namun agar Anda lebih bijaksana dalam memilih ikan Ikan merupakan sumber protein dan vitamin yang dapat meningkatkan kesuburan Anda Namun, tidak semua ikan yang bermanfaat ketika mencoba untuk hamil. Ada beberapa ikan yang ternyata bisa sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil atau yang sedang berusaha untuk hamil.  Kandungan merkuri yang mungkin saja terdapat di dalam ikan dapat mempengaruhi kesehatan wanita hamil dan wanita yang berusaha untuk hamil. Merkuri tersebut akan mengendap di dalam tubuh selama satu tahun, sehingga Anda harus menghindari merkuri saat Anda sedang berusaha untuk hamil.   Sumber: wikihow
 28 Nov 2018    11:00 WIB
Bumil Tidak Boleh Stres. Ini Dampak Stres Pada Janin Dan Cara Mengatasinya
Stres, hal ini bisa dialami oleh siapa saja. Masalah pekerjaan, sekolah, kehidupan asmara dan beberapa hal lain bisa membuat Anda mengalami stres. Namun stres bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan, terutama bila Anda sedang hamil. Saat hamil maka adalah saat yang paling membahagiakan untuk para ibu hamil, namun bukan berarti Anda tidak bisa mengalami stres. Berikut adalah dampak stres pada kehamilan dan janin Anda: 1. Berat Badan Lahir Rendah dan Kelahiran Prematur Hal ini didukung oleh fakta bahwa ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon stres epinefrin dan norepinefrin. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke janin yang sedang berkembang mengalami menyempit, sehingga aliran darah tidak lancar dan menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur. 2. Kelahiran Prematur Peningkatan kadar corticotropin-releasing hormone (CRH) juga diproduksi karena tingginya tingkat stres dan kecemasan. Dengan demikian dapat menyebabkan kelahiran prematur. 3. Keguguran dan Gangguan Saraf Stres selama trimester pertama kehamilan juga diketahui menyebabkan keguguran dan peningkatan risiko gangguan motorik. Masalah saraf dapat berkembang jika ibu berada dalam keadaan stres ketika otak bayi berkembang, yaitu sekitar kehamilan 19-26 minggu. Apa Penyebab Stres Selama Masa Kehamilan? Kehamilan itu sendiri adalah waktu yang menantang dimana akan terjadi perubahan emosional dan fisik, semua hal tersebut dapat menyebabkan stres. Stres emosional dapat mencakup: Pikiran apakah akan mampu menjadi ibu yang baik atau tidak? Apakah janin yang dikandung sehat atau tidak? Sering mengalami perubahan suasana hati Berhubungan dengan kedekatan Anda dengan atau lingkungan sekitar Anda Kekhawatiran akan masalah biaya Kekhawatiran tentang pekerjaan Anda Stres fisik dapat mencakup: Kelelahan, nyeri tubuh Kurang tidur, kehilangan nafsu makan Mengalami perubahan fisik yang signifikan Sebisa mungkin untuk Anda para ibu hamil harus mampu membuang stres dan beristirahat sebanyak mungkin. Selama hamil, sistem kekebalan tubuh ibu biasanya akan menurun sehingga mudah sakit. Terproduksinya hormon stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Cara Mengatasi Stres Selama Hamil Lakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Dengan melakukan pemeriksaan rutin akan membantu untuk memantau pertumbuhan dan detak jantung janin. Sehingga setiap Anda mengalami masalah Anda bisa mengkonsultasikan dengan dokter Anda apa langkah terbaik untuk mengatasinya. Bicara Dengan Pasangan Anda Orang yan paling Anda butuhkan saat ini adalah suami Anda, karena dia adalah ayah dari janin yang Anda kandung dan juga harus ikut bertanggung jawab. Jadi bila Anda merasa stres maka Anda harus membicarakan hal ini dengan pasangan agar dia bisa membantu Anda dalam mengatasi stres yang Anda alami. Menerima Bantuan Dari Suami dan Orang Terdekat Anda Saat ini Anda sedang hamil, maka Anda sedang wajib diperlakukan dengan istimewa. Tidak ada salahnya bila Anda menerima bantuan secara fisik atau dukungan moril dari suami dan orang terdekat Anda. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih tenang. Melakukan Hal Yang Menyenangkan Cobalah untuk terlibat dalam hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan membuat Anda lupa akan stres. Membaca buku, menonton TV, mendengarkan lagu yang menenangkan atau berbicara dengan keluarga dan teman-teman, hal ini akan membantu Anda merasa lebih tenang. Apabila kondisi kehamilan Anda baik, Anda bisa meminta agar suami Anda mengajak jalan-jalan. Beristirahat Sebanyak Mungkin Apabila dulu Anda adalah wanita yang sibuk harus bekerja atau mengurus rumah tangga. Maka saat inilah suami Anda harus berperan biarkan dia yang melakukan semua tugas rumah tangga sehingga Anda bisa beristirahat sebanyak mungkin. Tidur Dengan Benar Karena tubuh Anda membutuhkan banyak istirahat maka perlu tidur yang benar. Gunakan bantal untuk mendapatkan posisi yang nyamam dan pijat tubuh sebelum tidur. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Olahraga Meski sedang hamil bukan berarti Anda tidak boleh melakukan olahraga. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berenang, yoga yang akan membantu melepaskan stres Anda. Berjalan, berenang dll dapat dilanjutkan sampai trimester terakhir. Namun sebelum berolahraga coba tanyakan dahulu pada dokter Anda, olahraga apa yang tepat untuk Anda dan apakah kehamilan Anda memungkinkan untuk berolahraga. Manjakan diri Anda sebanyak yang Anda bisa Anda boleh melakukan manicure, pedicure, body massage, hair spa atau kegiatan memanjakan diri lainnya yang membuat Anda menjadi lebih santai dan tenang. Latihan Pernapasan Cara ini dapat menenangkan ketika Anda merasa stres, biasanya hal ini akan diajarkan pada sesi senam hamil Makan Makanan Yang Sehat Usahakan untuk makan makanan yang sehat dan menghindari alkohol atau produk yang berbahaya bagi Anda dan janin Anda Stres juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti peningkatan tekanan darah, kecemasan atau depresi. Cobalah untuk melawan stres Anda dan memiliki pandangan positif terhadap kehidupan, buang jauh semua pikiran negatif yang menakut-nakuti Anda. Selalu tetap bahagia dan menjaga diri demi kelahiran janin yang sehat. Baca juga: Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 27 Nov 2018    11:00 WIB
Cara Membedakan Gejala Flu Dan Kehamilan
Bagi seorang wanita yang belum pernah hamil dan tidak menyangka akan hamil, maka gejala kehamilan pertama yang dialaminya mungkin menyerupai dengan gejala flu. Flu merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu atau lebih. Infeksi flu ini dapat mempengaruhi semua sistem di dalam tubuh Anda, sedangkan kehamilan biasanya hanya akan mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem saluran kemih Anda. Infeksi flu terjadi saat Anda berkontak dengan seseorang yang sedang menderita flu. Flu merupakan penyakit yang sangat mudah menular, yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.Morning sickness atau tingginya rasa mual dan muntah merupakan gejala utama kehamilan. Disebut morning sickness karena rasa mual biasanya paling parah dirasakan di pagi hari. Rasa mual ini biasanya akan berkurang setelah trimester pertama kehamilan berlalu atau dapat pula berlangsung di sepanjang kehamilan.Rasa mual ini diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah dan peningkatan kadar hormon yang berada di dalam darah. Rasa mual terasa paling parah di pagi hari dikarenakan Anda tidak mengkonsumsi makanan apapun selama tidur yang membuat kadar gula darah Anda menurun.Perbedaan GejalaGejala flu terdiri dari demam ringan, batuk, menggigil, badan terasa lemah, nyeri otot, dan nyeri sendi yang terjadi secara mendadak. Selain itu, penderita juga mungkin mengalami nyeri kepala. Sedangkan wanita hamil biasanya lebih sering merasa pusing. Rasa pusing ini terutama dirasakan bila Anda bangun dari posisi tidur ke posisi duduk atau saat bekerja atau setelah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Bila seorang wanita hamil tidak memperoleh cukup kalori, maka hal ini dapat membuatnya merasa lemas.Penderita flu juga mengalami penurunan nafsu makan akibat perubahan indra pengecap, yang kadangkala menyebabkan penurunan berat badan. Pada kehamilan, wanita mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan pada trimester pertama kehamilan akibat rasa mual yang dirasakan, akan tetapi setelah rasa mual berkurang, maka Anda akan merasakan adanya peningkatan nafsu makan serta berat badan. Hal ini dikarenakan wanita hamil memerlukan banyak energi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda.Gejala flu biasanya hanya akan berlangsung dalam waktu singkat dan akan sembuh dengan sendirinya, sedangkan gejala kehamilan dapat berlangsung dalam waktu lama. Bila infeksi flu juga mengenai sistem pencernaan, maka Anda juga dapat mengalami diare, nyeri perut, kram perut, nyeri perut bagian bawah, demam, mual hebat, dan muntah. Akibatnya penderita dapat menunjukkan tAnda-tAnda dehidrasi dan merasa sangat lelah. Rasa mual akibat kehamilan dapat berlangsung selama 3-4 bulan, yaitu pada 3-4 bulan pertama kehamilan, terutama di pagi hari, berkurang pada waktu siang dan malam hari, serta biasanya tidak reda dengan pemberian obat anti mual. Para wanita hamil biasanya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bau-bauan apapun dan hal dapat membuatnya merasa lebih mual. Selain rasa mual, wanita hamil juga dapat mengalami beberapa gejala lainnya seperti payudara menjadi lebih kencang, perut kembung, ngidam, dan dada terasa seperti terbakar yang terjadi secara berulang-ulang.Gejala flu dapat terjadi pada siapa saja, pria mupun wanita, pada umur berapa pun; sedangkan gejala kehamilan hanya dapat terjadi pada wanita, yang berusia antara 14-50 tahun. Baca juga: Tips Mencegah Flu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: differencebetween
 20 Nov 2018    11:00 WIB
Sulit Hamil Sepenuhnya Kesalahan Istri? Belum Tentu, Ajak Suami Anda Untuk Periksa Kesuburan Dengan Cara Ini
Saat pasangan yang sudah menikah, kemudian sulit mendapatkan momongan. Terkadang kesalahan ini selalu ditimpahkan kepada wanita. Padahal untuk mendapatkan momongan maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu kesuburan sang wanita yang berarti sel telurnya subur dan untuk kesuburan pria yaitu sel sperma yang subur dan mampu membuahi. Saat tidak bisa memiliki momongan berarti ada salah satu pasangan yang mengalami kemandulan atau infertilitas. Definisi infertilitas menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) adalah adanya gangguan pada sistem reproduksi. Dimana tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Sehingga Anda dan pasangan harus mengetahui apakah kondisi Anda berdua subur atau tidak. Sel sperma pria yang subur adalah memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan dan membuahi sel telur setelah terjadinya ejakulasi di dalam alat kelamin wanita. Kemudian pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk mengetahui Anda sebagai pria atau suami Anda subur atau tidak? Berikut adalah pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui kesuburan seorang pria: 1.      Analisis sperma. Analisa sperma merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi jumlah, kualitas gerakan, dan bentuk sperma. Pemeriksaan yang dilakukan adalah memeriksa air mani, biasanya sebelum pemeriksaan disarankan untuk tidak boleh melakukan aktivitas seksual, mastubasi selama 2-7 hari agar kualitas dan kuantitas sperma tidak terganggu. Pada hari pemeriksaan, pasien akan diberikan ruangan khusus untuk mengeluarkan air mani dan sperma.  2.      USG transrectal and scrotal Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya sumbatan atau gangguan pada proses ejakulasi. Seperti untuk mengetahui ukuran testis, mendeteksi adanya tumor, kista, aliran darah tidak normal dan penyebab gangguan masalah kesuburan lainnya. 3.      Pemeriksaan hormon Hormon testosteron adalah salah satu jenis hormon seks untuk pria yang sangat vital karena berkaitan dengan proses reproduksi dan seksualitas. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan terjadinya impotensi. Pemeriksaan hormon ini berguna untuk menilai kadar hormon testosteron dan hormon pria lainnya. 4.      Biopsi testis Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis, untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan pada pria. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan apabila di dalam semen tidak ditemukan adanya sel sperma sama sekali (azoospermia). 5.      Pemeriksaan genetik Kemungkinan dilakukannya tes ini untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan ketidaksuburan. 6.      Pemeriksaan darah Untuk mengetahui kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan kadar hormon testoteron. FSH berperan dalam proses pembentukan sperma sedangkan hormon testoteron berperan dalam proses pembentukan sperma dan memicu terjadinya libido. Memang tidak mudah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan yang mungkin membuat suami Anda takut atau mungkin akan tersinggung. Namun semua ini dilakukan demi mendapatkan momongan. Maka itu diperlukan kesabaran Anda untuk mendukung suami. Baca juga: Penurunan Kesuburan Pada Pria Karena Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 29 Oct 2018    11:00 WIB
Berbagai Kelainan Kulit Saat Kehamilan
Gangguan keseimbangan hormonal selama kehamilan juga mempengaruhi keadaan kulit anda. Berbagai kelainan kulit ini biasanya akan menghilang setelah persalinan.   Hiperpigmentasi Hiperpigmentasi merupakan suatu keadaan di mana kulit menggelap yang disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin, suatu zat di dalam tubuh yang berfungsi sebagai zat pemberi warna (pigmen) pada kulit. Kehamilan menyebabkan peningkatan produksi melanin.   Melasma atau Chloasma Melasma merupakan salah satu jenis hiperpigmentasi, di mana timbul suatu bercak gelap atau kecoklatan yang biasanya terjadi pada wajah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil. Walaupun hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah persalinan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya kelainan ini. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat-obatan apapun selama kehamilan. Melasma dapat diatasi dengan pemberian krim seperti hidrokuinon. Bila anda mengalami melasma, hindarilah paparan sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00 dan gunakanlah selalu tabir surya dengan SPF 30 setiap kali anda beraktivitas di luar ruangan.   Plak dan Papul Urtikaria Pruritis Merupakan suatu keadaan di mana terdapat suatu benjolan berwarna merah pucat pada kulit. Bercak ini dapat menyebabkan rasa gatal atau terbakar atau tersengat dan berukuran mulai dari seperti penghapus pensil atau sebesar piring makan. Jika bercak ini berkumpul dan menjadi satu pada suatu area tubuh yang luas, maka disebut dengan plak. Selama kehamilan, bercak ini biasanya muncul pada perut, kaki, tangan, dan bokong. Untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan memberikan obat antihistamin atau kortikosteroid topikal. Selain itu, mandi dengan air hangat, kompres dingin, dan menggunakan baju yang longgar juga dapat membantu mengurangi gejala. Jangan menggunakan sabun pada daerah kulit yang terkena karena akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa gatal.   Stretch Mark Elastisitas kulit tidak dapat mengikuti peregangan kulit bila kulit meregang terlalu cepat, seperti saat kehamilan, peningkatan berat badan, atau penurunan berat badan yang ekstrim dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang disebut dengan stretch mark. Stretch mark biasanya muncul sebagai garis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi keperakan atau putih. Tunggulan hingga persalinan sebelum memperoleh pengobatan apapun untuk stretch mark anda. Tidak ada pengobatan yang cukup efektif untuk menghilangkan stretch mark secara menyeluruh, tetapi laser atau krim tertentu mungkin dapat membantu memudarkannya.   Tonjolan Kulit Tonjolan kulit yang timbul biasanya berupa tonjolan kulit kecil yang bertangkai. Tonjolan ini bukan keganasan dan biasanya ditemukan pada leher, dada, punggung, di bagian bawah payudara, dan di kemaluan. Tonjolan ini biasa ditemukan pada wanita hamil dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali bila digaruk. Untuk mengangkat tonjolan ini dokter dapat melakukannya dengan menggunakan tindakan pembedahan kecil.   Kelainan Kulit Lainnya Jerawat, psoriasis, dermatitis atopik (eksim) merupakan berbagai kelainan kulit lainnya yang biasanya timbul atau memburuk selama kehamilan dan membaik setelah persalinan.  Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 23 Sep 2018    16:00 WIB
Mengapa Suami Ikut Mengalami Morning Sickness Saat Anda Hamil?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, tidak hanya wanita yang mengalami perubahan kadar hormonal di dalam tubuhnya saat hamil, pasangannya pun dapat mengalami hal yang sama. Para peneliti yang memeriksa kadar hormon para calon ayah ini menemukan bahwa para calon ayah ini akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron seiring dengan semakin bertambahnya usia kandungan sang istri. Akan tetapi, penurunan kadar hormon testosteron ini tidak terlalu rendah hingga menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ reproduksinya. Penurunan kadar hormon testosteron ini akan membuat seorang pria mengalami perubahan kepribadian, misalnya ia akan menjadi lebih perhatian pada Anda dan sang calon bayi. Para peneliti menduga penurunan kadar hormon testosteron ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk mempersiapkan diri sang calon ayah sehingga ia pun mampu merawat keluarganya dengan lebih baik saat anaknya lahir. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai perubahan psikologis yang dialami oleh sang calon ayah saat Anda hamil. Beberapa perubahan tersebut misalnya ia mulai membayangkan dirinya sebagai seorang ayah dan mulai melihat Anda sebagai ibu dari anaknya dan bukan hanya pasangan seksnya. Hal lainnya yang mungkin menyebabkan terjadinya perubahan ini adalah peningkatan berat badan yang dialami oleh para calon ayah saat pasangannya hamil. Peningkatan berat badan tentu saja dapat menyebabkan perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Hingga saat ini, para peneliti masih tidak yakin apakah kadar hormon testosteron ini akan kembali seperti semula setelah si bayi lahir. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya justru menemukan kadar hormon testosteron akan terus turun hingga setelah si bayi lahir. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan mengenai penurunan kadar hormon testosteron ini. Penurunan sedikit kadar hormon testosteron justru dapat meningkatkan kepuasaan seorang pria terhadap hubungannya dengan pasangan dan membuatnya menjadi lebih sensitif sebagai orang tua. Jadi perubahan ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan hidup baru (menjadi orang tua).   Sumber: womenshealthmag
 20 Sep 2018    11:00 WIB
Mengeluarkan Sperma di Air, Apakah Tetap Bisa Hamil ?
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa hati-hati bila berenang, karena bila ada yang mengeluarkan sperma kemudian sperma mengambang dan masuk ke dalam miss V, kemudian membuat Anda hamil? Bila iya maka percayalah bahwa ini adalah mitos. Karena memang tidak bisa hal tersebut terjadi.   Berikut Adalah Penjelasannya: Kolam Renang Perlu Anda ketahui bahwa hal tersebut adalah hal yang hamper tidak mungkin. Hal ini dikarenakan sperma hanya bertahan 1 jam setelah dikeluarkan, kemudian sperma akan menggumpal dalam waktu 1 menit diluar tubuh tanpa cairan semen hal ini dikarenakan saat melakukan ejakulasi di dalam kolam renang akan membuat cairan semen dan sperma terpisah. Bukan hanya itu zat klorin yang ada kolam renang juga akan membunuh sel sperma. Bak Air Lalu bagaimana bila bercinta di dalam bak air panas? Jika ejakulasi terjadi di air panas, atau air yang penuh dengan larutan bubble-bath, sperma tidak dapat bertahan lebih dari beberapa detik. Selain itu, air di bak mandi biasanya terlalu dingin bagi sperma untuk hidup. Dalam air hangat tanpa bahan kimia (seperti bak mandi), sperma hanya bisa bertahan beberapa menit setelah pria berejakulasi.   Selain itu sperma juga tidak  bisa berenang melalui air di bak mandi, kolam renang, atau jacuzzi untuk sampai ke dalam vagina Anda. Ada satu pengecualian untuk hal ini. Jika Anda dan pasangan Anda melakukan hubungan seks di air, ada kemungkinan Anda hamil jika tidak dia tidak "menarik keluar" pada waktunya atau jika dia mengeluarkan cairan pra-ejakulasi.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell