Your browser does not support JavaScript!
 04 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan?
Rambut adalah mahkota untuk wanita. Seringkali wanita pasca melahirkan akan mempunyai masalah yaitu rambut rontok. Tentu saja hal ini akan membuat panik setiap wanita. Berikut adalah alasan mengapa rambut mudah rontok pasca melahirkan: Perubahan hormon Pada saat kehamilan, rambut dalam kondisi baik karena adanya hormon androgen. Rambut akan mulai rontok sekitar 3-4 bulan pasca melahirkan. Ini dikarenakan mulai terjadinya penurunan dari hormon androgen.  Siklus rambut Rambut rontok yang kurang dari 100 helai setiap hari masih dianggap normal Kurang tidur Hal ini juga akan mempengaruhi kondisi rambut Anda. Karena seorang wanita yang baru melahirkan akan mempunyai waktu tertidur yang terganggu Stress.  Untuk wanita yang baru menjadi ibu bisa mengalami stress saat sedang mengurus bayi. Dikarenakan ada perubahan pola hidup yang harus dijalani. Terutama untuk Anda wanita pekerja, selain bekerja Anda juga harus merawat bayi. Stress yang merupakan salah satu penyebab terjadinya rambut rontok.  Malnutrisi Sebagai ibu yang menyusui Anda akan memberikan nutrisi yang ada dalam tubuh Anda untuk bayi Anda, sehingga apabila Anda kurang mengkonsumsi makan-makanan yang sehat. Anda akan kehilangan rambut yang lebih banyak dari seharusnya  Kapan rambut rontok akan berkurang? Biasanya setelah 6 sampai 8 bulan pasca melahirkan. Karena siklus rambut Anda akan kembali seperti sebelum Anda hamil. Apa yang dapat Anda lakukan? Mengkonsumsi makanan yang bergizi Rawat rambut Anda dengan baik Hindari stress   Sumber: boldsky
 31 Dec 2018    18:00 WIB
Apakah Seks Sambil Berdiri Akan Cegah Kehamilan ?
Hubungan seks yang dilakukan dengan cara berdiri dipercaya dapat mencegah kehamilan. Benarkah demikian? Secara medis kehamilan hanya bisa dicegah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Meski hubungan seks dilakukan dalam keadaan berdiri bukan berarti gaya gravitasi bisa mencegah sel sperma membuahi sel telur, sehingga mangakibatkan pembuahan gagal.   Faktanya, dalam posisi apapun, sperma tetap dapat masuk ke rahim dan membuahi sel telur.  Anggapan berhubungan seks berdiri bisa mencegah kehamilan hanyalah mitos belaka. Setiap hubungan seks vaginal yang dilakukan bisa membuka peluang terjadinya kehamilan. Meskipun seks dilakukan dengan berdiri, atau wanita di atas bahkan jika dilakukan di kolam renang atau bak mandi air panas. Wanita masih berpotensi hamil jika seks dilakukan saat masa subur.   Meski terkadang air mani yang diejakulasikan pria akan cepat keluar dari vagina saat hubungan seks dilakukan sambil berdiri atau wanita di atas. Namun, sperma masih mampu berenang menuju rahim hingga menyebabkan kehamilan. Sekalipun pria menarik keluar penisnya dan berejakulasi di bibir luar vagina maka sperma masih tetap bisa berenang mencari pasangannya.   Bukanlah semen atau air mani yang bisa membuat wanita hamil melainkan sel-sel spermatozoa yang terdapat dalam cairan semenlah yang bisa menyebabkan kehamilan. Setelah berhubungan intim air mani akan keluar dengan sendirinya sesudah 5 menit di dalam vagina. Jika kamu memang berniat untuk menunda kehamilan sebaiknya gunakanlah alat kontrasepsi yang efektif mencegah kehamilan. Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan? Sumber: seksualitas
 06 Dec 2018    08:00 WIB
Ganti Menu Makanan Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan
Apabila Anda sedang mencari tips bagaimana meningkatkan kesuburan Anda, ternyata ada beberapa hal yang mempengaruhi kesuburan Anda. Salah satunya makanan. Makanan yang penuh dengan lemak dan kalori yang tinggi akan mempengaruhi tubuh dan kesuburan Anda. Berikut ini adalah makanan yang dapat Anda konsumsi untuk membantu meningkatkan kesuburan dan meningkatkan kemungkinan untuk hamil: Kurangi karbohidrat sederhana Mulai sekarang ganti menu makanan Anda dari yang konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dapat diganti dengan beras merah, mengganti roti biasa dengan roti gandum. Dengan menjaga asupan makanan akan mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh dan tingkat insulin dalam tubuh Anda. Apabila insulin Anda berfungsi dengan baik, kadar hormon Anda akan lebih seimbang dan hal ini akan mempengaruhi kesuburan Anda.  Cobalah beberapa sumber protein Apabila Anda selama ini mendapatkan protein hanya dari daging. Maka cobalah untuk mendapatkan protein dari tanaman. Sehingga Anda dapat mengganti daging dengan buncis dan kacang polong, maka hal ini dapat meningkatkan kesuburan Anda. Hal ini karena protein dari daging lebih sulit untuk dicerna. Apabila tubuh terlalu banyak menggunakan energi untuk memecah protein-protein, dapat menyebabkan gangguan pada hormon termasuk hormon kesuburan. Minum susu Meskipun hal ini mungkin bertentangan dengan segala sesuatu yang Anda percaya tentang produk susu berlemak dan produk susu penuh lemak dapat membantu meningkatkan kesuburan Anda. Banyak ilmuwan sekarang mengutip penelitian yang menunjukkan peningkatan tingkat kesuburan pada wanita yang mengkonsumsi produk susu penuh lemak, terutama susu dan yoghurt, setiap hari.  Agar tidak berlebihan sebaiknya Anda tetap minum satu gelas susu perhari. Selain itu kalsium dalam susu juga membantu kesehatan Anda. Tambahkan lemak yang baik untuk makanan Anda.  Menambahkan alpukat dan almond dalam menu Anda benar-benar dapat membantu Anda dalam jangka panjang. Lemak yang ditemukan dalam makanan ini sebenarnya lemak baik. Lemak ini bukanlah lemak trans atau lemak jenuh, tetapi lemak tak jenuh tunggal, dan akan membantu insulin dalam tubuh Anda untuk berfungsi dengan benar, sehingga menyeimbangkan hormon dan meningkatkan peluang Anda untuk hamil.  Hati-hati terhadap jenis ikan  Jika Anda menyukai ikan, bukan berarti Anda tidak boleh konsumsi ikan namun agar Anda lebih bijaksana dalam memilih ikan Ikan merupakan sumber protein dan vitamin yang dapat meningkatkan kesuburan Anda Namun, tidak semua ikan yang bermanfaat ketika mencoba untuk hamil. Ada beberapa ikan yang ternyata bisa sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil atau yang sedang berusaha untuk hamil.  Kandungan merkuri yang mungkin saja terdapat di dalam ikan dapat mempengaruhi kesehatan wanita hamil dan wanita yang berusaha untuk hamil. Merkuri tersebut akan mengendap di dalam tubuh selama satu tahun, sehingga Anda harus menghindari merkuri saat Anda sedang berusaha untuk hamil.   Sumber: wikihow
 28 Nov 2018    11:00 WIB
Bumil Tidak Boleh Stres. Ini Dampak Stres Pada Janin Dan Cara Mengatasinya
Stres, hal ini bisa dialami oleh siapa saja. Masalah pekerjaan, sekolah, kehidupan asmara dan beberapa hal lain bisa membuat Anda mengalami stres. Namun stres bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan, terutama bila Anda sedang hamil. Saat hamil maka adalah saat yang paling membahagiakan untuk para ibu hamil, namun bukan berarti Anda tidak bisa mengalami stres. Berikut adalah dampak stres pada kehamilan dan janin Anda: 1. Berat Badan Lahir Rendah dan Kelahiran Prematur Hal ini didukung oleh fakta bahwa ketika stres, tubuh Anda melepaskan hormon stres epinefrin dan norepinefrin. Hormon-hormon ini menyebabkan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke janin yang sedang berkembang mengalami menyempit, sehingga aliran darah tidak lancar dan menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur. 2. Kelahiran Prematur Peningkatan kadar corticotropin-releasing hormone (CRH) juga diproduksi karena tingginya tingkat stres dan kecemasan. Dengan demikian dapat menyebabkan kelahiran prematur. 3. Keguguran dan Gangguan Saraf Stres selama trimester pertama kehamilan juga diketahui menyebabkan keguguran dan peningkatan risiko gangguan motorik. Masalah saraf dapat berkembang jika ibu berada dalam keadaan stres ketika otak bayi berkembang, yaitu sekitar kehamilan 19-26 minggu. Apa Penyebab Stres Selama Masa Kehamilan? Kehamilan itu sendiri adalah waktu yang menantang dimana akan terjadi perubahan emosional dan fisik, semua hal tersebut dapat menyebabkan stres. Stres emosional dapat mencakup: Pikiran apakah akan mampu menjadi ibu yang baik atau tidak? Apakah janin yang dikandung sehat atau tidak? Sering mengalami perubahan suasana hati Berhubungan dengan kedekatan Anda dengan atau lingkungan sekitar Anda Kekhawatiran akan masalah biaya Kekhawatiran tentang pekerjaan Anda Stres fisik dapat mencakup: Kelelahan, nyeri tubuh Kurang tidur, kehilangan nafsu makan Mengalami perubahan fisik yang signifikan Sebisa mungkin untuk Anda para ibu hamil harus mampu membuang stres dan beristirahat sebanyak mungkin. Selama hamil, sistem kekebalan tubuh ibu biasanya akan menurun sehingga mudah sakit. Terproduksinya hormon stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Cara Mengatasi Stres Selama Hamil Lakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Dengan melakukan pemeriksaan rutin akan membantu untuk memantau pertumbuhan dan detak jantung janin. Sehingga setiap Anda mengalami masalah Anda bisa mengkonsultasikan dengan dokter Anda apa langkah terbaik untuk mengatasinya. Bicara Dengan Pasangan Anda Orang yan paling Anda butuhkan saat ini adalah suami Anda, karena dia adalah ayah dari janin yang Anda kandung dan juga harus ikut bertanggung jawab. Jadi bila Anda merasa stres maka Anda harus membicarakan hal ini dengan pasangan agar dia bisa membantu Anda dalam mengatasi stres yang Anda alami. Menerima Bantuan Dari Suami dan Orang Terdekat Anda Saat ini Anda sedang hamil, maka Anda sedang wajib diperlakukan dengan istimewa. Tidak ada salahnya bila Anda menerima bantuan secara fisik atau dukungan moril dari suami dan orang terdekat Anda. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih tenang. Melakukan Hal Yang Menyenangkan Cobalah untuk terlibat dalam hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan membuat Anda lupa akan stres. Membaca buku, menonton TV, mendengarkan lagu yang menenangkan atau berbicara dengan keluarga dan teman-teman, hal ini akan membantu Anda merasa lebih tenang. Apabila kondisi kehamilan Anda baik, Anda bisa meminta agar suami Anda mengajak jalan-jalan. Beristirahat Sebanyak Mungkin Apabila dulu Anda adalah wanita yang sibuk harus bekerja atau mengurus rumah tangga. Maka saat inilah suami Anda harus berperan biarkan dia yang melakukan semua tugas rumah tangga sehingga Anda bisa beristirahat sebanyak mungkin. Tidur Dengan Benar Karena tubuh Anda membutuhkan banyak istirahat maka perlu tidur yang benar. Gunakan bantal untuk mendapatkan posisi yang nyamam dan pijat tubuh sebelum tidur. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Olahraga Meski sedang hamil bukan berarti Anda tidak boleh melakukan olahraga. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berenang, yoga yang akan membantu melepaskan stres Anda. Berjalan, berenang dll dapat dilanjutkan sampai trimester terakhir. Namun sebelum berolahraga coba tanyakan dahulu pada dokter Anda, olahraga apa yang tepat untuk Anda dan apakah kehamilan Anda memungkinkan untuk berolahraga. Manjakan diri Anda sebanyak yang Anda bisa Anda boleh melakukan manicure, pedicure, body massage, hair spa atau kegiatan memanjakan diri lainnya yang membuat Anda menjadi lebih santai dan tenang. Latihan Pernapasan Cara ini dapat menenangkan ketika Anda merasa stres, biasanya hal ini akan diajarkan pada sesi senam hamil Makan Makanan Yang Sehat Usahakan untuk makan makanan yang sehat dan menghindari alkohol atau produk yang berbahaya bagi Anda dan janin Anda Stres juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti peningkatan tekanan darah, kecemasan atau depresi. Cobalah untuk melawan stres Anda dan memiliki pandangan positif terhadap kehidupan, buang jauh semua pikiran negatif yang menakut-nakuti Anda. Selalu tetap bahagia dan menjaga diri demi kelahiran janin yang sehat. Baca juga: Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 27 Nov 2018    11:00 WIB
Cara Membedakan Gejala Flu Dan Kehamilan
Bagi seorang wanita yang belum pernah hamil dan tidak menyangka akan hamil, maka gejala kehamilan pertama yang dialaminya mungkin menyerupai dengan gejala flu. Flu merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu atau lebih. Infeksi flu ini dapat mempengaruhi semua sistem di dalam tubuh Anda, sedangkan kehamilan biasanya hanya akan mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem saluran kemih Anda. Infeksi flu terjadi saat Anda berkontak dengan seseorang yang sedang menderita flu. Flu merupakan penyakit yang sangat mudah menular, yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.Morning sickness atau tingginya rasa mual dan muntah merupakan gejala utama kehamilan. Disebut morning sickness karena rasa mual biasanya paling parah dirasakan di pagi hari. Rasa mual ini biasanya akan berkurang setelah trimester pertama kehamilan berlalu atau dapat pula berlangsung di sepanjang kehamilan.Rasa mual ini diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah dan peningkatan kadar hormon yang berada di dalam darah. Rasa mual terasa paling parah di pagi hari dikarenakan Anda tidak mengkonsumsi makanan apapun selama tidur yang membuat kadar gula darah Anda menurun.Perbedaan GejalaGejala flu terdiri dari demam ringan, batuk, menggigil, badan terasa lemah, nyeri otot, dan nyeri sendi yang terjadi secara mendadak. Selain itu, penderita juga mungkin mengalami nyeri kepala. Sedangkan wanita hamil biasanya lebih sering merasa pusing. Rasa pusing ini terutama dirasakan bila Anda bangun dari posisi tidur ke posisi duduk atau saat bekerja atau setelah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Bila seorang wanita hamil tidak memperoleh cukup kalori, maka hal ini dapat membuatnya merasa lemas.Penderita flu juga mengalami penurunan nafsu makan akibat perubahan indra pengecap, yang kadangkala menyebabkan penurunan berat badan. Pada kehamilan, wanita mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan pada trimester pertama kehamilan akibat rasa mual yang dirasakan, akan tetapi setelah rasa mual berkurang, maka Anda akan merasakan adanya peningkatan nafsu makan serta berat badan. Hal ini dikarenakan wanita hamil memerlukan banyak energi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda.Gejala flu biasanya hanya akan berlangsung dalam waktu singkat dan akan sembuh dengan sendirinya, sedangkan gejala kehamilan dapat berlangsung dalam waktu lama. Bila infeksi flu juga mengenai sistem pencernaan, maka Anda juga dapat mengalami diare, nyeri perut, kram perut, nyeri perut bagian bawah, demam, mual hebat, dan muntah. Akibatnya penderita dapat menunjukkan tAnda-tAnda dehidrasi dan merasa sangat lelah. Rasa mual akibat kehamilan dapat berlangsung selama 3-4 bulan, yaitu pada 3-4 bulan pertama kehamilan, terutama di pagi hari, berkurang pada waktu siang dan malam hari, serta biasanya tidak reda dengan pemberian obat anti mual. Para wanita hamil biasanya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bau-bauan apapun dan hal dapat membuatnya merasa lebih mual. Selain rasa mual, wanita hamil juga dapat mengalami beberapa gejala lainnya seperti payudara menjadi lebih kencang, perut kembung, ngidam, dan dada terasa seperti terbakar yang terjadi secara berulang-ulang.Gejala flu dapat terjadi pada siapa saja, pria mupun wanita, pada umur berapa pun; sedangkan gejala kehamilan hanya dapat terjadi pada wanita, yang berusia antara 14-50 tahun. Baca juga: Tips Mencegah Flu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: differencebetween
 20 Nov 2018    11:00 WIB
Sulit Hamil Sepenuhnya Kesalahan Istri? Belum Tentu, Ajak Suami Anda Untuk Periksa Kesuburan Dengan Cara Ini
Saat pasangan yang sudah menikah, kemudian sulit mendapatkan momongan. Terkadang kesalahan ini selalu ditimpahkan kepada wanita. Padahal untuk mendapatkan momongan maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu kesuburan sang wanita yang berarti sel telurnya subur dan untuk kesuburan pria yaitu sel sperma yang subur dan mampu membuahi. Saat tidak bisa memiliki momongan berarti ada salah satu pasangan yang mengalami kemandulan atau infertilitas. Definisi infertilitas menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) adalah adanya gangguan pada sistem reproduksi. Dimana tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Sehingga Anda dan pasangan harus mengetahui apakah kondisi Anda berdua subur atau tidak. Sel sperma pria yang subur adalah memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan dan membuahi sel telur setelah terjadinya ejakulasi di dalam alat kelamin wanita. Kemudian pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk mengetahui Anda sebagai pria atau suami Anda subur atau tidak? Berikut adalah pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui kesuburan seorang pria: 1.      Analisis sperma. Analisa sperma merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi jumlah, kualitas gerakan, dan bentuk sperma. Pemeriksaan yang dilakukan adalah memeriksa air mani, biasanya sebelum pemeriksaan disarankan untuk tidak boleh melakukan aktivitas seksual, mastubasi selama 2-7 hari agar kualitas dan kuantitas sperma tidak terganggu. Pada hari pemeriksaan, pasien akan diberikan ruangan khusus untuk mengeluarkan air mani dan sperma.  2.      USG transrectal and scrotal Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya sumbatan atau gangguan pada proses ejakulasi. Seperti untuk mengetahui ukuran testis, mendeteksi adanya tumor, kista, aliran darah tidak normal dan penyebab gangguan masalah kesuburan lainnya. 3.      Pemeriksaan hormon Hormon testosteron adalah salah satu jenis hormon seks untuk pria yang sangat vital karena berkaitan dengan proses reproduksi dan seksualitas. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan terjadinya impotensi. Pemeriksaan hormon ini berguna untuk menilai kadar hormon testosteron dan hormon pria lainnya. 4.      Biopsi testis Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis, untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan pada pria. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan apabila di dalam semen tidak ditemukan adanya sel sperma sama sekali (azoospermia). 5.      Pemeriksaan genetik Kemungkinan dilakukannya tes ini untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan ketidaksuburan. 6.      Pemeriksaan darah Untuk mengetahui kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan kadar hormon testoteron. FSH berperan dalam proses pembentukan sperma sedangkan hormon testoteron berperan dalam proses pembentukan sperma dan memicu terjadinya libido. Memang tidak mudah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan yang mungkin membuat suami Anda takut atau mungkin akan tersinggung. Namun semua ini dilakukan demi mendapatkan momongan. Maka itu diperlukan kesabaran Anda untuk mendukung suami. Baca juga: Penurunan Kesuburan Pada Pria Karena Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 17 Nov 2018    08:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak.   Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi.   Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 29 Oct 2018    11:00 WIB
Berbagai Kelainan Kulit Saat Kehamilan
Gangguan keseimbangan hormonal selama kehamilan juga mempengaruhi keadaan kulit anda. Berbagai kelainan kulit ini biasanya akan menghilang setelah persalinan.   Hiperpigmentasi Hiperpigmentasi merupakan suatu keadaan di mana kulit menggelap yang disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin, suatu zat di dalam tubuh yang berfungsi sebagai zat pemberi warna (pigmen) pada kulit. Kehamilan menyebabkan peningkatan produksi melanin.   Melasma atau Chloasma Melasma merupakan salah satu jenis hiperpigmentasi, di mana timbul suatu bercak gelap atau kecoklatan yang biasanya terjadi pada wajah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil. Walaupun hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah persalinan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya kelainan ini. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat-obatan apapun selama kehamilan. Melasma dapat diatasi dengan pemberian krim seperti hidrokuinon. Bila anda mengalami melasma, hindarilah paparan sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00 dan gunakanlah selalu tabir surya dengan SPF 30 setiap kali anda beraktivitas di luar ruangan.   Plak dan Papul Urtikaria Pruritis Merupakan suatu keadaan di mana terdapat suatu benjolan berwarna merah pucat pada kulit. Bercak ini dapat menyebabkan rasa gatal atau terbakar atau tersengat dan berukuran mulai dari seperti penghapus pensil atau sebesar piring makan. Jika bercak ini berkumpul dan menjadi satu pada suatu area tubuh yang luas, maka disebut dengan plak. Selama kehamilan, bercak ini biasanya muncul pada perut, kaki, tangan, dan bokong. Untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan memberikan obat antihistamin atau kortikosteroid topikal. Selain itu, mandi dengan air hangat, kompres dingin, dan menggunakan baju yang longgar juga dapat membantu mengurangi gejala. Jangan menggunakan sabun pada daerah kulit yang terkena karena akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa gatal.   Stretch Mark Elastisitas kulit tidak dapat mengikuti peregangan kulit bila kulit meregang terlalu cepat, seperti saat kehamilan, peningkatan berat badan, atau penurunan berat badan yang ekstrim dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang disebut dengan stretch mark. Stretch mark biasanya muncul sebagai garis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi keperakan atau putih. Tunggulan hingga persalinan sebelum memperoleh pengobatan apapun untuk stretch mark anda. Tidak ada pengobatan yang cukup efektif untuk menghilangkan stretch mark secara menyeluruh, tetapi laser atau krim tertentu mungkin dapat membantu memudarkannya.   Tonjolan Kulit Tonjolan kulit yang timbul biasanya berupa tonjolan kulit kecil yang bertangkai. Tonjolan ini bukan keganasan dan biasanya ditemukan pada leher, dada, punggung, di bagian bawah payudara, dan di kemaluan. Tonjolan ini biasa ditemukan pada wanita hamil dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali bila digaruk. Untuk mengangkat tonjolan ini dokter dapat melakukannya dengan menggunakan tindakan pembedahan kecil.   Kelainan Kulit Lainnya Jerawat, psoriasis, dermatitis atopik (eksim) merupakan berbagai kelainan kulit lainnya yang biasanya timbul atau memburuk selama kehamilan dan membaik setelah persalinan.  Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 12 Oct 2018    11:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Sep 2018    16:00 WIB
Mengapa Suami Ikut Mengalami Morning Sickness Saat Anda Hamil?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, tidak hanya wanita yang mengalami perubahan kadar hormonal di dalam tubuhnya saat hamil, pasangannya pun dapat mengalami hal yang sama. Para peneliti yang memeriksa kadar hormon para calon ayah ini menemukan bahwa para calon ayah ini akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron seiring dengan semakin bertambahnya usia kandungan sang istri. Akan tetapi, penurunan kadar hormon testosteron ini tidak terlalu rendah hingga menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ reproduksinya. Penurunan kadar hormon testosteron ini akan membuat seorang pria mengalami perubahan kepribadian, misalnya ia akan menjadi lebih perhatian pada Anda dan sang calon bayi. Para peneliti menduga penurunan kadar hormon testosteron ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk mempersiapkan diri sang calon ayah sehingga ia pun mampu merawat keluarganya dengan lebih baik saat anaknya lahir. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai perubahan psikologis yang dialami oleh sang calon ayah saat Anda hamil. Beberapa perubahan tersebut misalnya ia mulai membayangkan dirinya sebagai seorang ayah dan mulai melihat Anda sebagai ibu dari anaknya dan bukan hanya pasangan seksnya. Hal lainnya yang mungkin menyebabkan terjadinya perubahan ini adalah peningkatan berat badan yang dialami oleh para calon ayah saat pasangannya hamil. Peningkatan berat badan tentu saja dapat menyebabkan perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Hingga saat ini, para peneliti masih tidak yakin apakah kadar hormon testosteron ini akan kembali seperti semula setelah si bayi lahir. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya justru menemukan kadar hormon testosteron akan terus turun hingga setelah si bayi lahir. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan mengenai penurunan kadar hormon testosteron ini. Penurunan sedikit kadar hormon testosteron justru dapat meningkatkan kepuasaan seorang pria terhadap hubungannya dengan pasangan dan membuatnya menjadi lebih sensitif sebagai orang tua. Jadi perubahan ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan hidup baru (menjadi orang tua).   Sumber: womenshealthmag