Your browser does not support JavaScript!
 08 Jan 2018    13:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 05 Jan 2018    12:30 WIB
Mengapa Saat Hamil Membuat Rambut Tebal dan Saat Melahirkan Membuatnya Rontok???
Sebagian besar wanita, terutama yang pernah atau sedang hamil, pasti tahu bahwa hamil dapat membuat rambut mereka menjadi lebih tebal dan melahirkan akan membuat rambut mereka rontok parah. Namun, tahukah Anda apa sebabnya? Rambut dapat tumbuh dengan subur saat hamil karena tingginya kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan plasenta (ari-ari) akan menghasilkan hormon yang berfungsi untuk menjaga kehamilan tetap berjalan dengan baik. Hormon yang dihasilkan adalah estrogen dan progesteron. Walaupun para ahli masih tidak mengetahui secara pasti bagaimana estrogen berhubungan dengan pertumbuhan rambut, akan tetapi para ahli mengetahui bahwa estrogen memang dapat menstimulasi folikel rambut. Selain mempengaruhi rambut, estrogen juga akan mengirimkan "pesan" pada payudara Anda untuk menghasilkan ASI dan memicu pengeluaran ASI setelah melahirkan.   Baca juga: Pola Makan Yang Baik Untuk Ibu Hamil   Lalu apa yang membuat rambut Anda rontok hebat paska melahirkan? Para ahli menduga hal ini dikarenakan saat Anda melahirkan, maka plasenta pun akan ikut dilahirkan, sehingga akan terjadi penurunan hormon secara mendadak. Penurunan hormon secara mendadak inilah yang memicu terjadinya kerontokan rambut masif paska melahirkan. Selain itu, rambut rontok paska melahirkan mungkin juga disebabkan oleh stress. Melahirkan, baik secara normal maupun melalui operasi akan menimbulkan stress besar pada tubuh dan mental Anda. Walaupun menakutkan melihat banyaknya rambut Anda yang rontok paska melahirkan, hal ini sebenarnya merupakan hal yang normal dan tidak akan membuat Anda mengalami kebotakan. Akan tetapi, bila Anda menemukan bahwa rambut Anda tampak menipis, segera periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mendapatkan pengobatan yang diperlukan. Sekitar 5% wanita mengalami kerontokan rambut hebat melebihi normal setelah melahirkan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 18 Oct 2017    08:00 WIB
Apa Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Bayi di Dalam Kandungan?
Musik membawa perbedaan dalam kehidupan manusian, bahkan sejak manusia didalam rahim ibunya. Ya musik membawa perbedaan dalam perkembangan janin didalam masa kehamilan. Ada banyak sekali keuntungan dan efek yang diberikan musik selama masa kehamilan. Tetapi hal ini tergatung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Pada artikel ini kami mencoba membahas beberapa efek yang dihasilkan jika Anda mendengarkan musik pada masa kehamilan dan mendengarkan musik melalui earphones. Saat masa kehamilan Anda seharusnya mendengarkan musik yang menenangkan. Dengan mendengarkan musik yang menenangkan akan membuat si ibu dan janin yang dikandungnya menjadi lebih rileks. Berikut adalah keuntungan mendengarkan musik saat hamil:Meningkatkan kemampuan mendengarMendengarkan musik menggunakan earphone saat masa kehamilan dikatakan dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan konsentrasi janin. Hal ini memang belum dibuktikan, tetapi para peneliti percaya ini. Setelah dilahirkan, bayi dapat menerima gelombang suara dengan baik dan bereaksi terhadap suara tersebut. Meningkatkan reaksi janinBanyak penelitian mengatakan saat si ibu mendengarkan musik, si janin bereaksi dan bergerak. Untuk itu cobalah dengarkan musik saat Anda sedang hamil karena dapat membuat bayi Anda lebih reaktif dan meningkatkan gerakannya. Saat mendengarkan musik, janin akan bergerak berkesinambungan dan hal ini sangat baik. Anda bisa menggunakan earphone untuk mendengarkan musik agar mendapatkan efek yang lebih baik. Kepribadian Dengan mendengarkan musik saat hamil, Anda akan meningkatkan personalitas janin Anda. Walaupun belum bisa dibuktikan, tetapi kepribadian anak Anda akan terbentuk dengan baik saat Anda mendengarkan musik. Pembentukan kepribadian anak Anda mungkin tergantung pada jenis musik yang Anda dengarkan. Mendengarkan musik yang tenang akan membuat anak Anda lebih tenang. Mendengarkan musik dansa mungkin membuat anak Anda menjadi seorang pedansa hebat. Semua efek yang dihasilkan oleh musik saat hamil memang terlihat seperti mitos, tetapi Anda tidak akan pernah tahu kebenarannya jika tidak mencobanya bukan? Efek setelah kelahiranTerdapat beberapa efek dari mendengarkan musik saat hamil. Dikatakan saat bayi mendengar musik yang biasa didengar ibunya saat kehamilannya, akan membuat bayi tersebut lebih tenang. Musik tersebut bisa menjadi lagu pengantar tidurnya. Jadi pastikan Anda mendengarkan musik klasik yang bagus atau musik yang menenangkan untuk merangsang perkembangan otak janin Anda. Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: boldsky
 24 Aug 2017    11:00 WIB
Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya........
Untuk Anda para ibu hamil, rutinitas apa saja yang Anda lakukan? Saat seorang wanita hamil memang terjadi perubahan pada bentuk. Bentuk tubuh yang makin membesar, perut yang makin membesar kadang membuat ibu menjadi malas untuk bergerak. Namun bukan berarti ini adalah alasan untuk bermalas-malasan. Dibandingkan hanya berdiam diri lebih baik melakukan olahraga. Olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil Saat hamil bukan berarti Ibu hanya bermalas-malasan di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun, termasuk berolahraga. Justru saat sedang hamil, Ibu dianjurkan untuk tetap berolahraga agar tetap sehat. Namun, tak semua olahraga boleh dilakukan oleh Ibu hamil. Nah, salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Ibu hamil adalah jalan kaki. Berikut ini adalah manfaat jalan kaki untuk Ibu hamil: Mencegah kegemukan Biasanya ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis, karena mereka beranggapan harus makan dua porsi untuk janin. Terlebih kebiasaan ngidam dan ingin makan ini dan itu. Padahal kenaikan berat badan yang berlebihan bukanlah hal yang baik, karena bisa membahayakan ibu dan calon bayi. Untuk menjaga agar kenaikan berat badan tidak berlebihan, para ibu hamil bisa berjalan kaki. Dengan jalan kaki semua otot tubuh bergerak dan membantu membakar kalori. Mengurangi risiko masalah kehamilan Dengan rutin berjalan kaki setiap pagi, maka para ibu hamil dapat menurunkan risiko kehamilan seperti preeklamsia dan kencing manis. Menghindari stres Para ibu hamil dilarang untuk stres, karena stres saat hamil dapat menimbulkan banyak dampak negatif untuk ibu dan juga janin, seperti salah satunya adalah perkembangan janin akan berjalan tidak baik. Karena itulah, jalan kaki dapat menjernihkan pikiran dan relaksasi sehingga dapat mengurangi stres. Merangsang kontraksi Melakukan jalan kaki pada pagi hari secara teratur menjelang persalinan ternyata dapat membantu Ibu untuk merangsang kontraksi. Selain melakukan jalan kaki dengan rutin, usahakan untuk menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk selalu menjaga kesehatan ibu dan calon bayi yang kehadirannya selalu dinantikan. Baca juga: Olahraga yang Dihindari Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 07 May 2017    11:00 WIB
8 Riasan Sederhana Untuk Wanita Hamil
Selama kehamilan, biasanya akan terjadi perubahan bentuk fisik. Salah satu yang mengalami perubahan adalah kulit. Pada wanita hamil akan terlihat perbedaan kulit yang terlihat lebih kusam.  Berikut adalah tips riasan sederhana untuk wanita hamil, agar tetap dapat terlihat menarik: Krim dan lotion Pada wanita hamil, kulit akan menjadi kering. Tidak hanya dibagian wajah namun juga bisa terjadi pada tubuh, terutama daerah perut. Gunakan pelembab yang berkualitas untuk menjaga kulit Anda agar tetap terhidrasi. Gunakan alas bedak Pada wanita hamil biasanya akan timbul bintik-bintik wajah. Gunakan alas bedak untuk menutupi bintik-bintik tersebut. Gunakan krim pengencang kulit  Pada wanita hamil akan terjadi perubahan bentuk tubuh dan lebih banyak mempunyai lemak di tubuh. Dengan menggunakan krim pengencang kulit ini akan membantu untuk membuat kulit lebih kencang. Gunakan riasan yang sederhana Dengan menggunakan riasan yang sederhana akan membuat ibu hamil terlihat lebih alami. Gunakan lipstick Untuk ibu hamil ada baiknya gunakan warna cerah seperti warna merah muda atau warna terang lainnya. Riasan mata yang sederhana Saat menggunakan riasan di daerah mata boleh menggunakan warna coklat terang dan warna pastel. Rambut Dengan mengikat rambut Anda akan membuat Anda terlihat lebih gemuk. Anda bisa membiarkan rambut terbuka yang disisir dengan rapi. Gunakan pakaian yang sesuai Untuk anda yang sedang hamil, ada baiknya gunakan pakaian yang sesuai. Dengan hal ini tentu akan terlihat lebih bersahaja Sumber: boldsky
 01 Jan 2017    15:00 WIB
Sedang Hamil Tapi Ingin Berlibur? Ikuti Kiat Berikut
Apakah Anda ragu-ragu untuk melakukan perjalanan panjang dan menggunakan pesawat hanya karena Anda sedang hamil? Apakah Anda pikir perjalanan panjang akan menyebabkan beberapa masalah karena kehamilan Anda? Kehamilan adalah periode penting dalam kehidupan setiap wanita, namun bukan berarti hal ini membatasi Anda untuk bersenang-senang. Ingat bahwa biasanya saat paling aman untuk melakukan perjalanan adalah sekitar trimester kedua kehamilan (usia kehamilan bulan ke 4-6). Berikut adalah kiat untuk Anda wanita hamil yang ingin berliburan: Konsultasi dengan dokter Anda Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda melakukan liburan panjang. Apakah Anda boleh melakukan perjalanan panjang dan persiapan apa yang perlu Anda bawa Bawa catatan medis Anda Usahakan untuk membawa catatan medis terbaru Anda, yang mungkin diperlukan bila ada keadaan darurat medis Membuat daftar keperluan Hal ini penting untuk mengingatkan Anda barang apa yang perlu Anda bawa Bawa obat-obatan Jauh lebih baik Anda membawa obat Anda sendiri. Karena Anda bisa langsung Anda gunakan saat Anda membutuhkannya. Bawa pakaian yang nyaman Ingatlah Anda sedang hamil, maka bawalah pakaian yang cocok dan nyaman untuk ibu hamul Tetap Terhidrasi Untuk Anda ibu hamil selalu siapkan botol ekstra untuk Anda minum, agar Anda tidak kehausan. Bergerak Terbang terlalu lama bisa menyebabkan terjadi penggumpalan darah. Penyakit ini biasanya dikenal sebagai deep vein thrombosis atau DVT. Risiko ini meningkat ketika Anda duduk terlalu lama. Bila saat di dalam pesawat dan penerbangan stabil Anda bisa berjalan sebentar di dalam pesawat. Membawa bantal Sebagai seorang wanita hamil, Anda akan merasa sulit untuk merasa nyaman di kursi pesawat. Usahakan membawa bantal tambahan untuk membuat Anda merasa nyaman. Baca juga: Tips Saat Berlibur Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: stylecraze
 31 Oct 2016    18:00 WIB
Apa Saja Gejala Awal dari Kehamilan?
1.     Periksa Payudara Anda Untuk mengetahui apakah Anda memang benar hamil walaupun belum terlambat menstruasi, Anda dapat memulainya dari memeriksa keadaan payudara Anda. Jika payudara Anda terasa membengkak, keras, atau sedikit lebih besar daripada biasanya; maka Anda mungkin sedang hamil. Hal ini dikarenakan payudara Anda telah mulai memproduksi ASI sejak awal kehamilan. Selain itu, warna puting susu Anda juga dapat menjadi sedikit lebih gelap.   2.     Morning Sickness Gejala yang satu ini tentu saja telah diketahui oleh hampir sebagian besar wanita. Jika Anda merasa mual atau bahkan muntah di pagi hari atau sepanjang hari, maka Anda mungkin sedang berada pada tahap awal kehamilan Anda. Gejala morning sickness ini biasanya mulai terjadi saat kehamilan telah berusia 4 minggu. Beberapa orang wanita dapat mengalami gejala morning sickness ini saat kehamilan baru berusia 2 minggu. Walaupun lebih umum dikenal dengan nama morning sickness, akan tetapi gejala mual dan muntah ini dapat terjadi sepanjang hari, tidak hanya di pagi hari saja.   3.     Rasa Lelah yang Berlebihan Apakah Anda merasa sangat lelah yang tidak biasanya saat melakukan berbagai aktivitas harian Anda akhir-akhir ini atau Anda terus ingin tidur siang? Hal ini dapat menjadi salah satu penanda bahwa Anda sedang hamil. Rasa lelah berlebihan yang Anda alami ini terjadi akibat perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   4.     Peningkatan Indra Penciuman dan Pengecap Satu lagi gejala kehamilan yang sering terjadi adalah peningkatan kemampuan indra penciuman dan pengecap Anda. Jika Anda tidak lagi menyukai rasa atau bau makanan favorit Anda atau mulai mengalami gejala ngidam, maka Anda mungkin sedang hamil.   5.     Spotting Spotting merupakan suatu keadaan di mana menstruasi Anda hanya berupa bercak-bercak darah yang sedikit. Bercak-bercak darah yang keluar ini dapat merupakan suatu penanda bahwa janin (embrio) Anda sedang menempel pada dinding rahim Anda.   6.     Lebih Sering Buang Air Kecil Apakah Anda menjadi lebih sering buang air kecil? Frekuensi berkemih dapat meningkat pada awal masa kehamilan karena perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda.   Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengetahui secara pasti bahwa Anda benar-benar hamil? Lakukanlah pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan test pack dan jika hasil pemeriksaan ini positif, kunjungilah dokter spesialis obgyn dan ginekologi (kandungan) untuk memastikan kebenaran hasil pemeriksaan tersebut. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 31 Oct 2016    15:00 WIB
Kiat Untuk Anda Saat Mempersiapkan Kehamilan
Mempersiapkan kehamilan adalah salah satu hal yang penting untuk mendapatkan bayi yang sehat. Untuk Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan, berikut adalah kiat yang dapat Anda ikuti: 1. Bicarakan dengan pasangan Untuk Anda yang baru ingin memiliki momongan, bicarakan masalah ini dengan pasangan Anda untuk mempersiapkan kesehatan jiwa dan pikiran saat akan mempersiapkan kehamilan 2. Konsultasikan dengan dokter Anda bisa melakukan konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan agar mempersiapkan kandungan Anda . 3. Jangan lupa minum vitamin Anda Pentingnya mengkonsumsi vitamin harian untuk pembentukan bayi Anda • Asam folat membantu Anda untuk mencegah cacat saraf pada bayi. Kecacatan ini • Kalsium membuat tulang dan gigi lebih kuat bagi ibu dan bayi. Kalsium juga • Zat besi membantu pertumbuhan sel darah dan otot bagi ibu dan bayi. Selain itu juga • Vitamin khusus kehamilan juga bisa mengurangi risiko bayi lahir dengan berat 4. Hindari obat-obatan Untuk Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan sebaiknya hindari obat-obatan yang dapat merangsang kontraksi rahim 5. Perhatikan asupan makanan Hindari makan junk food, minuman bersoda, hindari kafein dan alkohol punya pengaruh serius pada ketidaknormalan otak dan saraf tulang belakang. membantu sistem kerja sirkulasi, otot, dan saraf berjalan normal. mencegah anemia. rendah. 6. Tanyakan kepada yang berpengalaman Anda dapat menanyakan hal ini kepada orang tua Anda. Jangan pernah merasa malu karena informasi dari mereka adalah hal yang sangat berharga. Seperti bagaimana merawat bayi termasuk informasi mengenai menyusui, mengganti popok dan perawatan bayi dasar. 7. Berbicara dengan teman atau keluarga Mereka mungkin dapat membantu Anda bagaimana saat-saat akan menyambut bayi Baca juga: Kehamilan Beresiko Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 31 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Ibu dan Bayi
Kehamilan pada usia remaja merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan seorang remaja. Selain mempengaruhi ibu, kehamilan pada usia remaja juga dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan oleh ibu yang masih berusia remaja.  Sebuah lembaga kesehatan di Amerika menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang masih berusia remaja dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, serta mengalami berbagai gangguan kesehatan dan gangguan perilaku.   Gangguan Kesehatan Komplikasi atau gangguan kesehatan sering terjadi pada remaja yang hamil. Hal ini dikarenakan para remaja seringkali tidak mencari pertolongan medis untuk merawat kehamilannya. Beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang dapat ditemukan pada kehamilan remaja adalah anemia, toksemia, tekanan darah tinggi, plasenta previa, dan kelahiran prematur. Berbagai gangguan kesehatan ini tidak hanya membahayakan ibu tetapi juga bayi yang dikandungnya. Untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan ini, para remaja yang hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga kesehatannya dengan baik.    Krisis Emosional Seorang remaja yang hamil mungkin dapat mengalami krisis emosional. Krisis emosional ini dapat menyebabkan remaja tersebut melakukan tindakan yang ceroboh dan berbahaya seperti berusaha untuk menggugurkan bayi di dalam kandungannya atau bahkan mencoba bunuh diri.   Khawatir Akan Masa Depan Rasa khawatir akan masa depan pastinya dialami oleh para remaja yang hamil. Para remaja ini mungkin merasa bahwa dirinya belum siap menjadi seorang ibu dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi seorang ibu. Selain itu, ia juga mungkin merasa bahwa memiliki anak dapat mempengaruhi kehidupannya dan juga cita-citanya.   Terganggunya Pendidikan Pendidikan seorang anak remaja mungkin akan terganggu bila ia hamil. Beberapa anak remaja bahkan memutuskan untuk berhenti sekolah setelah mengetahui bahwa dirinya hamil. Beberapa anak remaja lainnya harus menunda keinginannya untuk kuliah karena kehamilannya tersebut. Beberapa lainnya mungkin memutuskan untuk menikah dan tidak melanjutkan pendidikan.   Merokok dan Penyalahgunaan Obat-obatan Remaja yang memiliki kebiasaan merokok atau menyalahgunakan obat-obatan dapat membahayakan kesehatan bayi yang dikandungnya bila tidak segera menghentikan kebiasaannya tersebut.   Merasa Depresi Rasa depresi dapat terjadi bila seorang remaja menemukan bahwa dirinya hamil. Hal ini terutama dikarenakan berbagai hal negatif yang dirasakan akibat kehamilannya tersebut, baik dari dirinya sendiri maupun dari teman atau keluarga atau orang-orang lain di sekitarnya. Selain itu, kadar hormon yang berubah-ubah selama kehamilan berlangsung juga dapat memicu terjadinya depresi.   Penelantaran Bayi Saat bayinya telah lahir, seorang remaja mungkin tidak dapat atau tidak memiliki keinginan untuk merawat anaknya tersebut. Ia pun mungkin akan merasa terganggu oleh kehadiran sang bayi yang membuatnya sulit atau tidak dapat berpergian dengan bebas bersama dengan teman-teman seumurannya.  Baca juga: Kehamilan Beresiko Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong
 30 Oct 2016    18:00 WIB
Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan
Pemeriksaan Darah Pemeriksaan ini biasanya dilakukan agar petugas medis mengetahui golongan darah dan rhesus Anda. Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi apakah Anda menderita anemia, memiliki imunitas terhadap rubella, memeriksa apakah Anda menderita hepatitis B, sifilis, HIV, atau penyakit menular seksual lainnya.  Dokter Anda mungkin juga dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan toksoplasmosis dan varicella bila diperlukan. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan kadar hormon hCG.   Pemeriksaan Genetika Tergantung pada ras atau latar belakang keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan genetika untuk mendeteksi kemungkin terjadinya berbagai penyakit seperti Tay-Sachs, fibrosis kistik, atau sickle cell anemia.   Pemeriksaan Air Kemih Pada awal kehamilan Anda, dokter Anda biasanya akan  meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikan kehamilan dengan cara mendeteksi adanya hormon hCG atau untuk mendeteksi adanya tAnda penyakit ginjal.  Selain itu, pemeriksaan air kemih juga bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya glukosa (tAnda diabetes) dan albumin (suatu jenis protein yang merupakan penAnda terjadinya preeklampsia).   Pemeriksaan Plasenta (Chorionic Villus Sampling) Jika Anda berusia 35 tahun atau lebih atau memiliki suatu penyakit tertentu yang dapat diturunkan dalam keluarga, maka dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini.  Pemeriksaan plasenta merupakan pemeriksaan invasif, yang biasanya dilakukan saat kehamilan berusia 10-12 minggu. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya berbagai kelainan genetika seperti sindrom Down, sickle cell anemia, fibrosis kistik, hemofilia, dan distrofi muscular.  Tindakan ini dapat menyebabkan keguguran, walaupun resiko ini sangat kecil (sekitar 1%), akan tetapi sangat akurat (98%) untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan akibat kelainan kromosom. Walaupun demikian, berbeda dengan amniosentesis (pemeriksaan cairan ketuban), pemeriksaan ini tidak dapat mendeteksi adanya kelainan sistem saraf seperti spina bifida dan anencephali atau kelainan dinding perut bawaan pada janin. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd