Your browser does not support JavaScript!
 29 Oct 2018    11:00 WIB
Berbagai Kelainan Kulit Saat Kehamilan
Gangguan keseimbangan hormonal selama kehamilan juga mempengaruhi keadaan kulit anda. Berbagai kelainan kulit ini biasanya akan menghilang setelah persalinan.   Hiperpigmentasi Hiperpigmentasi merupakan suatu keadaan di mana kulit menggelap yang disebabkan oleh peningkatan jumlah melanin, suatu zat di dalam tubuh yang berfungsi sebagai zat pemberi warna (pigmen) pada kulit. Kehamilan menyebabkan peningkatan produksi melanin.   Melasma atau Chloasma Melasma merupakan salah satu jenis hiperpigmentasi, di mana timbul suatu bercak gelap atau kecoklatan yang biasanya terjadi pada wajah. Kondisi ini sering terjadi pada wanita hamil. Walaupun hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah persalinan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya kelainan ini. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat-obatan apapun selama kehamilan. Melasma dapat diatasi dengan pemberian krim seperti hidrokuinon. Bila anda mengalami melasma, hindarilah paparan sinar matahari, terutama pada pukul 10.00-14.00 dan gunakanlah selalu tabir surya dengan SPF 30 setiap kali anda beraktivitas di luar ruangan.   Plak dan Papul Urtikaria Pruritis Merupakan suatu keadaan di mana terdapat suatu benjolan berwarna merah pucat pada kulit. Bercak ini dapat menyebabkan rasa gatal atau terbakar atau tersengat dan berukuran mulai dari seperti penghapus pensil atau sebesar piring makan. Jika bercak ini berkumpul dan menjadi satu pada suatu area tubuh yang luas, maka disebut dengan plak. Selama kehamilan, bercak ini biasanya muncul pada perut, kaki, tangan, dan bokong. Untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan memberikan obat antihistamin atau kortikosteroid topikal. Selain itu, mandi dengan air hangat, kompres dingin, dan menggunakan baju yang longgar juga dapat membantu mengurangi gejala. Jangan menggunakan sabun pada daerah kulit yang terkena karena akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa gatal.   Stretch Mark Elastisitas kulit tidak dapat mengikuti peregangan kulit bila kulit meregang terlalu cepat, seperti saat kehamilan, peningkatan berat badan, atau penurunan berat badan yang ekstrim dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang disebut dengan stretch mark. Stretch mark biasanya muncul sebagai garis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi keperakan atau putih. Tunggulan hingga persalinan sebelum memperoleh pengobatan apapun untuk stretch mark anda. Tidak ada pengobatan yang cukup efektif untuk menghilangkan stretch mark secara menyeluruh, tetapi laser atau krim tertentu mungkin dapat membantu memudarkannya.   Tonjolan Kulit Tonjolan kulit yang timbul biasanya berupa tonjolan kulit kecil yang bertangkai. Tonjolan ini bukan keganasan dan biasanya ditemukan pada leher, dada, punggung, di bagian bawah payudara, dan di kemaluan. Tonjolan ini biasa ditemukan pada wanita hamil dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri kecuali bila digaruk. Untuk mengangkat tonjolan ini dokter dapat melakukannya dengan menggunakan tindakan pembedahan kecil.   Kelainan Kulit Lainnya Jerawat, psoriasis, dermatitis atopik (eksim) merupakan berbagai kelainan kulit lainnya yang biasanya timbul atau memburuk selama kehamilan dan membaik setelah persalinan.  Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 12 Oct 2018    11:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 23 Sep 2018    16:00 WIB
Mengapa Suami Ikut Mengalami Morning Sickness Saat Anda Hamil?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, tidak hanya wanita yang mengalami perubahan kadar hormonal di dalam tubuhnya saat hamil, pasangannya pun dapat mengalami hal yang sama. Para peneliti yang memeriksa kadar hormon para calon ayah ini menemukan bahwa para calon ayah ini akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron seiring dengan semakin bertambahnya usia kandungan sang istri. Akan tetapi, penurunan kadar hormon testosteron ini tidak terlalu rendah hingga menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ reproduksinya. Penurunan kadar hormon testosteron ini akan membuat seorang pria mengalami perubahan kepribadian, misalnya ia akan menjadi lebih perhatian pada Anda dan sang calon bayi. Para peneliti menduga penurunan kadar hormon testosteron ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk mempersiapkan diri sang calon ayah sehingga ia pun mampu merawat keluarganya dengan lebih baik saat anaknya lahir. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai perubahan psikologis yang dialami oleh sang calon ayah saat Anda hamil. Beberapa perubahan tersebut misalnya ia mulai membayangkan dirinya sebagai seorang ayah dan mulai melihat Anda sebagai ibu dari anaknya dan bukan hanya pasangan seksnya. Hal lainnya yang mungkin menyebabkan terjadinya perubahan ini adalah peningkatan berat badan yang dialami oleh para calon ayah saat pasangannya hamil. Peningkatan berat badan tentu saja dapat menyebabkan perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Hingga saat ini, para peneliti masih tidak yakin apakah kadar hormon testosteron ini akan kembali seperti semula setelah si bayi lahir. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya justru menemukan kadar hormon testosteron akan terus turun hingga setelah si bayi lahir. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan mengenai penurunan kadar hormon testosteron ini. Penurunan sedikit kadar hormon testosteron justru dapat meningkatkan kepuasaan seorang pria terhadap hubungannya dengan pasangan dan membuatnya menjadi lebih sensitif sebagai orang tua. Jadi perubahan ini mungkin merupakan salah satu cara tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan hidup baru (menjadi orang tua).   Sumber: womenshealthmag
 20 Sep 2018    11:00 WIB
Mengeluarkan Sperma di Air, Apakah Tetap Bisa Hamil ?
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa hati-hati bila berenang, karena bila ada yang mengeluarkan sperma kemudian sperma mengambang dan masuk ke dalam miss V, kemudian membuat Anda hamil? Bila iya maka percayalah bahwa ini adalah mitos. Karena memang tidak bisa hal tersebut terjadi.   Berikut Adalah Penjelasannya: Kolam Renang Perlu Anda ketahui bahwa hal tersebut adalah hal yang hamper tidak mungkin. Hal ini dikarenakan sperma hanya bertahan 1 jam setelah dikeluarkan, kemudian sperma akan menggumpal dalam waktu 1 menit diluar tubuh tanpa cairan semen hal ini dikarenakan saat melakukan ejakulasi di dalam kolam renang akan membuat cairan semen dan sperma terpisah. Bukan hanya itu zat klorin yang ada kolam renang juga akan membunuh sel sperma. Bak Air Lalu bagaimana bila bercinta di dalam bak air panas? Jika ejakulasi terjadi di air panas, atau air yang penuh dengan larutan bubble-bath, sperma tidak dapat bertahan lebih dari beberapa detik. Selain itu, air di bak mandi biasanya terlalu dingin bagi sperma untuk hidup. Dalam air hangat tanpa bahan kimia (seperti bak mandi), sperma hanya bisa bertahan beberapa menit setelah pria berejakulasi.   Selain itu sperma juga tidak  bisa berenang melalui air di bak mandi, kolam renang, atau jacuzzi untuk sampai ke dalam vagina Anda. Ada satu pengecualian untuk hal ini. Jika Anda dan pasangan Anda melakukan hubungan seks di air, ada kemungkinan Anda hamil jika tidak dia tidak "menarik keluar" pada waktunya atau jika dia mengeluarkan cairan pra-ejakulasi.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 07 Sep 2018    16:00 WIB
Apa Arti Tendangan Janin Ketika Didalam Perut ?
Salah satu momen paling menakjubkan saat hamil adalah ketika ibu merasakan tendangan bayi di dalam kandungan. Gerakan tersebut membuat ibu yakin kalau bayi yang dikandung tumbuh baik. Ibu pun jadi merasa lebih dekat dengan janin yang ada di dalam perutnya. Gerakan pertama bayi yang juga bisa disebut 'quickening' bisa terasa saat kehamilan memasuki usia 16 minggu sampai 25 minggu. Untuk wanita yang baru pertama kali hamil, kemungkinan besar tendangan tersebut tidak akan dirasakan sampai janin berusia 25 minggu. Baru di kehamilan kedua, ibu bisa merasakan gerakan bayinya di minggu ke-13. Tendangan atau gerakan bayi ini akan lebih dirasakan ibu ketika Anda berada dalam posisi diam atau tidak banyak bergerak. Biasanya tendangan bayi akan terasa ketika ibu sedang duduk atau berbaring. Seperti apa rasanya tendangan bayi ini? Perasaan tersebut sulit digambarkan dengan kata-kata. Awalnya ibu tidak benar-benar merasakan tendangan bayinya tersebut. Baru pada tendangan kedua dan ketiga, ibu sudah terbiasa merasakannya. Dan saat kehamilan memasuki trimester kedua serta ketiga, tendangan bayi benar-benar dirasakan ibu, entah itu saat bayi menendang dengan kaki, siku ataupun tangannya. Frekuensi tendangan ini akan dirasakan ibu semakin sering seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada akhir trimester kedua dan seterusnya, tendangan bayi akan menjadi lebih kuat dan sering. Bayi cenderung bergerak di waktu-waktu tertentu, sebagai tanda penunjuk dia sedang bangun atau tertidur. Bayi biasanya aktif bergerak antara pukul 21.00 dan 01.00 dini hari, tepat di saat ibu akan tidur. Seiring bertambahnya usia kehamilan, bayi juga dapat merespon suara atau sentuhan yang didapatnya dengan gerakan. Bagaimana jika ibu tidak juga merasakan gerakan bayi hingga kehamilan memasuki usia 25 minggu? Ibu tidak perlu panik. Selama berdasarkan pemeriksaan dokter, bayi terus tumbuh, ibu akan bisa merasakan gerakannya. Ibu juga akan mengetahui kapan waktunya bayi paling aktif. Beberapa bayi secara natural memang kurang banyak bergerak. Kurangnya pergerakan bayi ini juga bisa berarti bayi sedang tidur. Ketika kandungan memasuki usia 32 minggu, bayi yang bertambah besar juga akan tidak terlalu aktif bergerak karena ruang geraknya di dalam rahim Anda semakin sempit.
 29 Aug 2018    18:00 WIB
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Keguguran ?
Kehilangan jabang bayi yang ada dalam kandungan memang hal yang menyakitkan. Kondisi ini terkadang bisa membuat calon ibu menjadi tertekan. Tapi bila Anda mengalami hal ini jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut karena ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan kehamilan berikut. Saat seorang ibu hamil mengalami perdarahan yang keluar dari jalan lahir, kemudian melihat seperti ada jaringan tubuh, cairan, atau gumpalan darah keluar dari jalan lahir. Maka kemungkinan seorang ibu hamil mengalami keguguran. Hal ini bisa saja dialami siapa saja dan mungkin temasuk Anda. Pada saat seperti ini apa yang harus dilakukan? Segera memeriksakan diri ke dokter Dokter akan segera memeriksa diri Anda, yaitu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi janin di dalam rahim Anda. Ada baiknya bila Anda menemukan jaringan yang keluar dari jalan lahir Anda ambil dan taruh dalam wadah. Saat bertemu dengan dokter berikan kepadanya. Dokter akan memeriksa untuk menentukan apakah itu memang benar merupakan jaringan tubuh janin Dokter juga akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon-hormon Anda. Ikuti petunjuk dokter Apakah memang mengalami keguguran atau tidak? Apabila tidak terjadi keguguran maka dokter akan menyuruh Anda untuk istirahat total dan diberikan beberapa macam obat untuk menguatkan kandungan Anda. Tapi bila terjadi keguguran maka dokter akan memeriksa apakah sudah bersih berarti tidak ada perlu dilakukan tindakan. Namun, apabila terjadi keguguran tapi masih ada sisa jaringan maka perlu dilakukan tindakan. Dalam kondisi ini biasanya dokter akan memberikan pilihan apakah: Anda mengonsumsi obat-obatan untuk membantu tubuh mendorong sisa jaringan keluar. Pengobatan ini bisa dengan minum obat atau langsung pada miss V Anda. Tapi bila ada kemungkinan infeksi maka dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan sisa jaringan dengan tindakan kuretase atau yang dikenal dengan kuret. Ketahui dan pahami penyebab keguguran yang sering terjadi Agar kejadian ini terjadi lagi saat Anda hamil maka Anda harus mengetahui apa penyebab keguguran seperti: Adanya kelainan genetik pada janin. Hal ini bisa karena faktor keturunan atau kelainan pada sel telur atau sperma yang membentuk si janin. Diabetes gestasional atau kencing manis pada saat hamil Terjadinya infeksi, seperti infeksi TORCH yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Risiko darah kental pada ibu hamil Hormon kehamilan yang tidak seimbang Gangguan kelenjar tiroid Gangguan pada rahim Turunkan risiko keguguran kandungan berikutnya Keguguran kandungan tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko keguguran kandungan, seperti Merokok Mengonsumsi minuman beralkohol. Menggunakan narkoba Pola makan yang buruk Bila perlu Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan penting seperti Tes amniocentesis yaitu tes untuk mengetahui kelainan genetik pada janin dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion Tes Chorionic Villus Sampling/CVS yaitu tes untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom pada janin Tes TORCH untuk mengetahui apakah ada infeksi TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Tes kekentalan darah yaitu pemeriksaan ANA dan ACA Semua pemeriksaan harus berdasarkan saran dari dokter Memulihkan kondisi Anda kembali Sangat dimengerti bahwa Anda pasti ingin segera memiliki momongan sehingga ingin segera hamil. Tapi Anda harus memulihkan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui siklus menstruasi akan kembali normal, sehingga kemungkinan bisa hamil kembali. Jadi ada baiknya Anda menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Selain memulihkan fisik, Anda juga perlu memulihkan kondisi psikologis Anda. Apabila kondisi psikologis Anda sudah siap, maka Anda tidak akan mudah stres dan siap menanti kehamilan.  Keguguran memang menyakitkan tapi Anda harus melakukan semua cara diatas agar kehamilan yang berikut lebih sehat dan aman. Baca juga: Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 28 Aug 2018    08:00 WIB
6 Bahaya Mengkonsumsi Junk Food Saat Hamil
Apakah Anda ngidam junk food saat sedang hamil? Akan tetapi, apakah aman terus mengkonsumsi berbagai jenis junk food selama hamil? Jawabannya adalah tidak. Saat Anda hamil, ada berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, seperti berat badan Anda, kadar gula darah, tekanan darah, mood, dan makanan yang Anda konsumsi. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja bahaya dari mengkonsumsi junk food saat hamil.   Tekanan Darah Meningkat dan Kaki Anda Menjadi Bengkak Tahukah Anda bahwa mayonnaise terbuat dari telur mentah? Dan karena ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan mentah, maka Anda sebaiknya menghindari berbagai jenis mayonnaise. Selain itu, junk food biasanya juga mengandung banyak garam, yang dapat berpengaruh buruk pada tekanan darah dan bahkan membuat kaki Anda membengkak karena retensi cairan di dalam tubuh Anda.   Membuat Anda Mengalami Sembelit Serat merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk membentuk energi dan juga dapat membuat pergerakan usus Anda menjadi lebih lancar, sehingga Anda pun tidak mengalami sembelit, yang sering terjadi pada ibu hamil. Dan karena junk food hanya mengandung sedikit atau sama sekali tidak mengandung serat, maka hal ini akan membuat keluhan sembelit Anda semakin buruk. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mencukupi kebutuhan serat Anda dengan mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari selama hamil.   Robeknya Selaput Ketuban Saat hamil, sembelit parah dapat menyebabkan peningkatan tekanan, yang dapat memicu robeknya selaput ketuban Anda, yang akan mengakibatkan Anda melahirkan sebelum waktunya.   Kekurangan Nutrisi Penting Junk food biasanya hanya mengandung sedikit sayuran atau daging dan sebagian besar hanya terdiri dari lemak, yang berarti kurang bernutrisi. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah nutrisi penting yang masuk ke dalam tubuh Anda.   Menyebabkan Perubahan Mood dan Diabetes Gestasional Banyak ibu hamil ngidam cokelat dan bahkan memakannya pada waktu yang tidak wajar, misalnya pada pagi atau malam hari. Mengkonsumsi makanan manis dapat membuat Anda menjadi lebih mudah marah dan membuat mood Anda lebih mudah berubah. Selain itu, mengkonsumsi banyak gula juga dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda atau bahkan meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional (kencing manis saat hamil).   Bayi Lahir Dengan Berat Badan Berlebih Terlalu sering mengkonsumsi junk food yang penuh dengan lemak, gula, dan garam dapat mempengaruhi bayi Anda, yang akan membuat mereka lahir dengan berat badan berlebih, yang dapat membuat bayi Anda lebih mudah mengalami obesitas saat dewasa nanti.   Baca juga: Apakah Aman Berhubungan Seks Saat Hamil?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 15 Aug 2018    08:00 WIB
Olahraga Saat Hamil Banyak Manfaatnya Bagi Sang Ibu dan Bayi
Sayangnya, kebanyakan wanita hamil takut untuk berolahraga karena mereka berpikir hal ini dapat membahayakan janin. Berolahraga ketika Anda sedang hamil sebenarnya baik untuk Anda dan bayi Anda, tetapi Anda harus memperhatikan jenis latihan apa yang akan Anda lakukan. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes gestasional (kencing manis saat hamil), membantu mengendalikan hormon dan membantu Anda untuk mempersiapkan tenaga saat persalinan. Tapi, sebelum memulai program kebugaran Anda, Anda harus berbicara dengan dokter spesialis kandungan Anda tentang rencana untuk berolahraga selama masa kehamilan dan mengetahui semua informasi dan rekomendasi yang diperlukan. Berikut adalah daftar dari beberapa alasan yang baik mengapa Anda harus berolahraga saat hamil: 1.      Memperkuat tubuh dan pikiran Ketika Anda berolahraga, Anda memperkuat pikiran, tubuh dan mempersiapkan tubuh Anda untuk masa persalinan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga selama masa kehamilan dapat mengurangi waktu persalinan. Proses persalinan yang Anda alami bisa menjadi lebih cepat begitupula dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Jadi jika dokter sudah menganjurkan Anda untuk berolahraga, apa lagi yang Anda tunggu? 2.      Meningkatkan aktivitas otak bayi Anda Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Montreal pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 20 menit latihan ringan, 3 kali seminggu, dapat meningkatkan kekuatan otak bayi Anda. Sebelum penelitian ini, orang hanya tahu bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas otak mereka, bukan otak bayi mereka. Maka ini adalah alasan penting untuk berolahraga selama kehamilan. 3.      Tidur yang lebih baik Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur selama masa kehamilan, terutama dalam tiga bulan terakhir kehamilan, olahraga dapat membantu Anda. Jangan khawatir kebanyakan wanita hamil memang memiliki masalah tidur dan tidak hanya Anda. Jika Anda menemukan diri Anda sulit tidur saat malam hari. Maka lakukan konsultasi dengan dokter Anda dan pertimbangkan untuk berolahraga. Dengan berolahraga akan membuat tubuh Anda menjadi lebih rileks dan lebih mudah terlelap. 4.      Meringankan nyeri punggung Nyeri punggung selama masa kehamilan sebenarnya merupakan keluhan umum dari hampir semua wanita hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati rasa sakit ini dan olahraga adalah salah satu caranya, Dengan berolahraga selama masa kehamilan Anda, dapat membantu mengurangi nyeri punggung atau bahkan menghilangkannya Untuk memperkuat inti tubuh Anda, Anda cukup melakukan plank. Jangan berbaring telentang saat Anda berolahraga, karena ini menurunkan aliran darah ke bayi Anda. 5.      Mengurangi risiko diabetes gestasional Pada masa kehamilan ada beberapa ibu hamil yang bisa mengalami diabetes gestasional dimana terjadi peningkatan kadar gula darah selama masa kehamilan yang bisa berujung ke masalah kencing manis. Untuk membantu menghindari hal ini, pastikan Anda makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur. Tentu, tidak ada jaminan yang pasti karena diabetes gestasional dipengaruhi faktor genetik. Namun, Anda masih dapat menurunkan risiko Anda dengan menjaga berat badan Anda tetap normal untuk ibu hamil, berolahraga, dan mengonsumsi hanya makanan sehat. 6.      Lebih mudah kembali ke berat badan semula setelah melahirkan Saat hamil maka akan terjadi kenaikan berat badan yang cukup signifikan, bisa sekitar 15-20 kg atau bahkan lebih. Setelah melahirkan biasanya agak sulit untuk langsing kembali seperti semula. Tetapi bila Anda melakukan olahraga selama masa kehamilan, maka Anda mungkin mendapatkan kembali berat badan semula Anda seperti saat belum hamil. 7.      Seimbangkan hormon Anda Sejak hormon tubuh Anda berubah selama kehamilan Anda, jangan heran jika Anda merasa bahwa emosi Anda turun naik dan tidak menentu. Untuk mengurangi perubahan suasana hati Anda, cobalah berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu menyeimbangkan hormon Anda serta meningkatkan rasa percaya diri Anda. Seperti yang Anda lihat, olahraga tidak buruk bagi wanita hamil. Cukup ikuti panduan dokter Anda, mendengarkan tubuh Anda, dan menikmati olahraga ringan serta jangan lupa untuk minum cukup air untuk tetap terhidrasi. Baca juga: Tanda-Tanda Awal Kalau Anda Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womanitely
 11 Jul 2018    18:00 WIB
Tips Cepat Memiliki Momongan
Menikah, berkeluarga, dan memiliki anak mungkin adalah keinginan setiap orang. Jika anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak atau bahkan ingin secepatnya memiliki anak, di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   1.      Lakukanlah Pemeriksaan Sebelum mencoba untuk hamil, lakukanlah beberapa pemeriksaan yang diperlukan. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, mulai dari vitamin yang diperlukan sampai pada konsultasi berbagai masalah kesehatan yang anda hadapi. Dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi asam folat bahkan sebelum kehamilan, karena asam folat sangat penting bagi perkembangan sistem saraf anak anda, terutama pada masa awal kehamilan.   2.      Ketahui Siklus Menstruasi Anda Dengan mengetahui siklus menstruasi anda, maka anda dapat mengetahui kapan saat subur anda, yaitu saat terjadinya ovulasi. Ovulasi merupakan saat terbaik untuk berhubungan seksual dan terjadi kehamilan. Akan sangat membantu bila anda dapat menyadari tanda-tanda terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur ke saluran telur untuk menunggu dibuahi oleh sperma), seperti perubahan pada cairan yang keluar dari vagian anda. Cairan ini merupakan cairan serviks (leher rahim) yang biasanya berubah menjadi lebih cair dan licin pada masa subur anda. Beberapa wanita juga dapat merasa nyeri berdenyut pada salah satu sisi perut. Wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada hari ke 14. Akan tetapi, banyak wanita yang memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang.   3.      Posisi dan Kehamilan Tidak ditemukan bukti yang spesifik mengenai hubungan antara posisi saat melakukan hubungan seksual dan kemungkinan terjadinya kehamilan. Walaupun demikian, beberapa wanita memiliki posisi serviks (leher rahim) yang berbeda daripada posisi biasanya, kasus ini jarang sekali terjadi. Pada keadaan ini mungkin posisi tertentu saat berhubungan seksual mungkin berpengaruh. Selain itu, beberapa posisi yang berlawanan dengan gravitasi, seperti berdiri atau duduk saat berhubungan seksual mungkin dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk masuk ke dalam rahim.   4.      Tunggu Sebentar Sebaiknya menunggu selama 10-15 menit setelah berhubungan seksual sebelum anda mulai berdiri atau bahkan ke kamar mandi. Hal ini dikarenakan dalam waktu 10-15 menit ini, sperma mungkin telah berada di dalam rahim.   5.      Jangan Berlebihan Sperma dapat bertahan selama 72 jam setelah berhubungan seksual. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar anda berhubungan seksual lebih sering pada waktu sekitar masa ovulasi (sebelum, saat, dan setelah). Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi bukan berarti di luar waktu tersebut anda dan pasangan tidak boleh berhubungan seksual. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pria anda. Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat dan terlalu lama berendam di air panas, karena hal ini dapat mengurangi jumlah sperma di dalam air mani. Berdasarkan penelitian, pria yang menggunakan earphone untuk menjawab telepon dan membiarkan telepon genggamnya tetap berada di dalam saku celana, yang mana dekat dengan testis (buah zakar) dapat mempengaruhi kualitas sperma. Hindarilah berbagai jenis makanan yang terbuat dari kedelai. Berdasarkan suatu penelitian, pria yang banyak mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai memiliki konsentrasi sperma yang lebih sedikit daripada pria yang tidak mengkonsumsi kedelai.   6.      Atasi Stress Selain mempengaruhi gairah seksual, ternyata stress juga dapat mempengaruhi ovulasi anda. Jadi, atasi dan kurangi stress anda.   7.      Gaya Hidup Sehat Berolahraga merupakan kebiasaan baik yang dapat sangat membantu bagi kesehatan anda dan juga menjaga berat badan anda. Akan tetapi, berolahraga berlebihan dapat membuat ovulasi terhenti. Olahraga dianggap telah berlebihan bila mengganggu siklus menstruasi anda. Bukan berarti hal ini membuat menstruasi anda berhenti. Gejala awal yang dapat terjadi adalah menstruasi terjadi lebih awal daripada seharusnya (pada siklus menstruasi yang teratur). Jangan berolahraga terlalu berat, berjalan cepat selama 30 menit sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan sekaligus kesuburan anda. Berhenti merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Merokok dapat menurunkan kesuburan, karena mempengaruhi kadar estrogen dan juga ovulasi.   Sumber: webmd
 08 Jul 2018    13:00 WIB
Stop Pil KB, Kapan Bisa Hamil Lagi?
Saat ini banyak wanita menggunakan kontrasepsi atau KB untuk mencegah terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai jenis kontrasepsi non permanen yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan seperti pil KB, kondom, KB suntik atau implan, dan pemasangan IUD (spiral). Akan tetapi, apa yang terjadi bila anda telah siap hamil dan berhenti menggunakan kontrasepsi apapun? Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar anda dapat hamil setelah berhenti menggunakan KB? Banyak wanita menemukan bahwa dirinya sulit hamil walaupun telah berhenti menggunakan kontrasepsi apapun.Akan tetapi, tidak semua wanita sulit hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Beberapa wanita dapat hamil hanya 1 atau 2 minggu setelah berhenti menggunakan pil KB. Bila anda menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil KB atau KB suntik atau KB implan, maka selesaikanlah penggunaannya sebelum berusaha untuk hamil. Setelah anda menyelesaikan program KB anda, akan lebih baik bila anda menunggu hingga menstruasi anda kembali normal sebelum berusaha untuk hamil. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdarahan atau menstruasi yang tidak teratur. Secara umum, pertengahan bulan merupakan waktu terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari indung telur menuju ke tuba falopii (saluran telur, tempat terjadinya pembuahan), yang merupakan masa subur seorang wanita di mana kehamilan lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, 2 minggu setelah anda berhenti menggunakan kontrasepsi merupakan saat paling subur bagi anda. Jika anda pernah hamil atau pernah mengalami keguguran sebelumnya, maka berikanlah tubuh anda waktu selama setidaknya 3 bulan untuk memulihkan dirinya sebelum kembali berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan IUD (spiral), maka anda harus mengangkat spiral tersebut sebelum berusaha untuk hamil. Bila anda menggunakan kondom untuk mencegah kehamilan, maka berhentilah menggunakan kondom bila anda telah siap untuk hamil Baca juga: Efek Konsumsi Pil KB Dalam Jangka Panjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd