Your browser does not support JavaScript!
 21 May 2019    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Mar 2019    18:00 WIB
Mengenal Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Hai para ladies! Kembali lagi di Dokter.ID, hari ini kita akan membahas tentang penyakit bernama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Anyway…kalian pasti tahu instruktur senam yang kerap muncul di televisi, Jillian Michaels, ternyata menderita Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) loh! Sebagai salah satu instruktur senam ternama di acara 'The Biggest Loser' ini, Michaels mengumumkan ke pada publik bahwa dirinya mengidap penyakit PCOS. Hal tersebut didorong oleh banyaknya kritikan masyarakat padanya sesaat ia menyatakan lebih menyukai mengadopsi anak daripada mengandung secara alami. Akibat dari penyakit yang dideritanya, kini ia tidak dapat mengandung, seperti dilansir The New York Times tahun 2011. Hingga kini, Michaels menerapkan pola makan yang sehat, dengan mengonsumsi makanan organik dan berolahraga setiap harinya. Lalu apa sih sebenarnya Polycystic ovary syndrome (PCOS), PCOS juga dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik, adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan hormon menciptakan masalah dalam ovarium. Ovarium membuat telur yang dikeluarkan setiap bulan sebagai bagian dari siklus menstruasi yang sehat. Dengan PCOS, telur mungkin tidak berkembang sebagaimana mestinya atau mungkin tidak dilepaskan selama ovulasi sebagaimana mestinya. PCOS dapat menyebabkan menstruasi yang terlewat atau tidak teratur. Periode tidak teratur dapat menyebabkan: Infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil). Faktanya, PCOS adalah salah satu penyebab infertilitas paling umum pada wanita. Perkembangan kista (kantung kecil berisi cairan) di ovarium. PCOS adalah masalah dengan hormon yang memengaruhi wanita selama masa subur mereka (usia 15 hingga 44). Antara 2,2 dan 26,7 persen wanita dalam kelompok usia ini memiliki PCOS. Banyak wanita memiliki PCOS tetapi tidak mengetahuinya. Dalam satu penelitian, hingga 70 persen wanita dengan PCOS belum didiagnosis. Wanita dari semua ras dan etnis berisiko terhadap PCOS. Risiko PCOS kita mungkin lebih tinggi jika kita memiliki obesitas atau jika kita memiliki ibu, saudara perempuan, atau bibi dengan PCOS. Penyebab pasti PCOS tidak diketahui. Sebagian besar ahli berpikir bahwa beberapa faktor, termasuk genetika berperan, juga karena tingkat androgen yang tinggi dan tingkat insulin yang tinggi. Kita juga perlu mengenal dengan jelas beberapa gejala PCOS seperti: Siklus menstruasi tidak teratur. kita dengan PCOS mungkin kehilangan menstruasi atau memiliki periode yang lebih sedikit (kurang dari delapan dalam setahun). Atau, haid kita dapat datang setiap 21 hari atau lebih sering. Beberapa wanita dengan PCOS berhenti mengalami menstruasi. Terlalu banyak rambut di wajah, dagu, atau bagian tubuh tempat pria biasanya memiliki rambut. Ini disebut "hirsutisme." Hirsutisme mempengaruhi hingga 70% wanita dengan PCOS. Jerawat di wajah, dada, dan punggung atas. Menipisnya rambut atau rambut rontok di kulit kepala; kebotakan pola pria. Berat badan bertambah atau sulit menurunkan berat badan. Kulit menjadi gelap, terutama di sepanjang lipatan leher, di selangkangan, dan di bawah payudara. Tag kulit, yang merupakan lipatan kecil kulit berlebih di area ketiak atau leher. Penyakit ini bisa didiagnosa dengan cara: Pemeriksaan fisik. Ujian panggul. Ultrasonografi panggul (sonogram). Tes darah. Tidak ada obat untuk PCOS, tetapi kita dapat mengelola gejala PCOS. Kita dan dokter kita akan mengerjakan rencana perawatan berdasarkan gejala kita, rencana kita untuk memiliki anak, dan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes dan penyakit jantung. Banyak wanita akan membutuhkan kombinasi perawatan, termasuk: Obat-obatan, seperti: Pengendalian kelahiran hormonal, termasuk pil, tempelan, suntikan, cincin vagina, dan alat kontrasepsi hormon (IUD). Dan Obat-obatan anti-androgen. Perubahan gaya hidup yang sehat. Penurunan berat badan. Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. So ladies, bagi kita yang mengalami gangguan PCOS, segeralah konsultasi ke dokter yah, dan tetapi hidup sehat. Wassalam.    Sumber : www.myvmc.com, www.everydayhealth.com, www.healthline.com, youngwomenshealth.org, kumparan.com
 10 Mar 2019    18:00 WIB
Bercinta Saat Hamil Dan Mengalami Perdarahan? Bahaya Nggak Sih?
Hamil bukan berarti Anda harus mengucapkan selama tinggal untuk berhubungan intim dengan suami, Anda masih bisa menikmati sesi-sesi bercinta dengan pasangan Anda pada trimester pertama, kedua bahkan trimester ketiga. Tapi bagaimana jika Anda mengalami keluarnya darah dari jalan lahir setelah berhubungan seksual? Hal ini bisa saja langsung membuat Anda merasa takut, Anda bisa saja berpikir yang macam-macam. Apakah janin Anda baik-baik saja atau tidak? Berikut adalah ulasan mengenai hal tersebut agar Anda menjadi lebih tahu. Mengapa Keluar Darah Setelah Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil? Pendarahan setelah berhubungan seks selama masa kehamilan bukanlah hal yang langka. Hal ini bisa sering terjadi selama trimester kedua dan ketiga. Hal ini bisa terjadi karena: Peningkatan Suplai Darah Selama masa kehamilan, suplai darah ke vagina dan leher rahim akan meningkat. Oleh karena itu, peningkatan tekanan selama berhubungan seksual dapat menyebabkan keluarnya bercak atau perdarahan ringan Peningkatan Jumlah Kapiler Selama masa kehamilan, banyak pembuluh darah terbentuk untuk memenuhi peningkatan permintaan oksigen dan nutrisi bagi janin dan ibu. Terlebih kapiler yang terbentuk di daerah vagina dan leher rahim. Kapiler ini sangat halus yang dengan mudah dapat robek selama berhubungan intim Pelunakan Leher Rahim Leher rahim menjadi lembut selama masa kehamilan dan bisa dengan mudah teriritasi. Hal ini dapat mengakibatkan pendarahan, terutama setelah melakukan seks yang kasar yang kuat Polip Serviks Karena peningkatan hormon estrogen, polip serviks umum terjadi dalam proses kehamilan. Keluarnya bercak darah setelah berhubungan intim bisa karena alasan ini Polip Serviks. Dapatkah Seks Selama Masa Kehamilan Menyebabkan Keguguran? Sebenarnya kemungkinan mengalami keguguran yang dipicu karena berhubungan intim adalah hal yang jarang. Hal ini karena janin dengan aman ditempatkan di kantung ketuban, diisi dengan cairan ketuban, dan disegel oleh lendir. Cairan ketuban bertindak sebagai bantal dan sok breker. Namun, jika Anda memiliki riwayat keguguran, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menghindari berhubungan intim selama trimester pertama untuk berjaga-jaga. Bagaimana Cara Menghindari Terjadinya Perdarahan Saat Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan? Dengan semua kapiler dan leher rahim yang melunak, tidak ada langkah-langkah yang 100 % dapat mencegah terjadinya perdaraha setelah berhubungan seks. Namun, langkah-langkah berikut dapat membantu untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya pendarahan. Pilih Posisi Yang Nyaman dan Aman Selama Berhubungan Intim Posisi seksual tertentu mampu memicu terjadinya perdarahan  atau keluarnya bercak darah. Hindari posisi-posisi yang meningkatkan tekanan pada daerah vagina. Oleh karena itu, Anda dan suami dapat mencoba posisi yang aman seperti spooning, doggy style dimana memberikan sedikit tekanan pada daerah vagina Hindari Seks Yang Kasar Pada saat ini ada baiknya Anda dan suami melakukan hubungan intim yang lembut, hindari hubungan intim yang kasar dan kuat. Beberapa wanita juga lebih suka memiliki saat-saat yang nyaman seperti mandi, berpelukan dan berciuman yang membuat Anda merasa dekat dengan pasangtapi tidak menyebabkan tekanan pada rahim. Pastikan Anda berbicara dengan  pasangan Anda tentang keinginan Anda Gunakan Pelumas Untuk mengurangi gesekan dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks, lebih baik menggunakan pelumas berbasis air. Hal ini akan mengurangi kemungkinan iritasi leher rahim sehingga, kemungkinan pendarahan juga menurun. Minyak kelapa adalah pelumas alami yang baik, dan bebas dari bahan pengawet apapun sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat. Hindari pelumas yang mengandung gliserin, karena dapat menyebabkan luka pada vagina. Apa Yang Harus Dilakukan Bila Mengalami Perdarahan Paska Berhubungan Intim? Meski bukan tanda bahaya, ada baiknya Anda tetap melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan yang merawat Anda untuk menjaga keamanan Anda harus segera ke dokter apabila: Jika keputihan berisi gumpalan atau jaringan Jika kram atau sakit parah muncul di perut Jika perdarahan terus menerus dengan atau tanpa rasa sakit Jika kontraksi uterus yang muncul sebagai akibat dari seks atau orgasme tetap ada Jika terasa pusing Jika mengalami suhu tinggi dengan atau tanpa menggigil Kapan Hubungan Intim Saat Kehamilan Benar-benar Dilarang? Inkompetensi Serviks Jika Anda mengalami inkompetensi serviks, suatu kondisi di mana leher rahim tidak tertutup sepenuhnya, karena berisiko mengalami persalinan prematur dan keguguran. Hubungan intim harus benar-benar dihindari selama masa kehamilan Plasenta Previa Dimana sebagian atau seluruh plasenta menutupi leher rahim, kemungkinan keguguran sangat tinggi jika Anda mencoba melakukan hubungan intim meski melakukan hubungan intim dengan  posisi aman. Oleh karena itu, hindari melakukan hubungan intim jika Anda mengalami kondisi ini Kehamilan Kembar Membawa lebih dari satu bayi itu sendiri menempatkan Anda dalam kategori risiko tinggi kehamilan. Hindari melakukan hubungan intim, karena Anda lebih rentan mengalami keguguran. Penjelasan diatas adalah penjelasan mengenai perdarahan paska melakukan hubungan intim selama masa kehamilan, ada baiknya Anda memang bertanya kepada dokter spesialis kandungan yang merawat Anda kapankah waktu yang tepat untuk berhubungan intim karena beliau lebih mengetahui kondisi kesehatan Anda dan janin. Baca juga: Makan Yogurt Saat Hamil? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 20 Feb 2019    08:00 WIB
Depresi Saat Hamil, Tingkatkan Resiko Gangguan Mood Pada Anak
Tahukah Anda bahwa mood Anda selama hamil ternyata juga dapat mempengaruhi bagaimana keadaan mood anak Anda di usia remaja? Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi selama hamil memiliki resiko 1.5 kali lebih tinggi untuk menderita gangguan depresi di usia remaja. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 4.500 orang pasien dan anaknya. Hasilnya adalah anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi saat mereka telah berusia 18 tahun. Walaupun faktor genetika merupakan salah satu hal yang turut berperan dalam terjadinya gangguan depresi, akan tetapi para peneliti menduga bahwa menderita gangguan depresi saat hamil mungkin dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Gangguan depresi saat hamil mengenai sekitar 10-15% wanita. Angka ini sebenarnya sama dengan banyaknya wanita yang terkena depresi paska melahirkan. Pada keadaan normal, wanita hamil memang seringkali mengalami perubahan emosional yang cukup drastis di sepanjang hari karena perubahan kadar hormonal, akan tetapi bila perubahan mood ini cukup berat, maka keadaan ini mungkin disebabkan oleh depresi. Beberapa gejala depresi yang mungkin ditemukan adalah merasa sedih, merasa tidak berdaya, merasa sangat lelah, menangis berlebihan, merasa tidak bertenaga, kehilangan minat untuk melakukan berbagai hal yang dulu disenangi, atau menarik diri dari lingkungan atau pergaulan sosial. Terapi sedini mungkin untuk mengatasi gangguan depresi yang dialami oleh wanita hamil dapat membantu mencegah timbulnya berbagai efek samping pada anak di masa mendatang. Konseling atau terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala depresi.   Sumber: healthline
 19 Feb 2019    11:00 WIB
Mengapa Anda Belum Bisa Punya Anak?
Kehadiran anak dalam sebuah keluarga tentunya merupakan suatu hal yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu bukan? Namun demikian, masih banyak pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai momongan walaupun telah lama menikah. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan yang ada pada diri sang suami maupun sang istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang membuat seorang wanita sulit hamil.   Sakit Saat seorang wanita sakit atau menderita gangguan kesehatan tertentu, apapun itu, maka hal ini pun akan sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan seorang wanita sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil.   Baca Juga: Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan   Menstruasi Tidak Teratur Menstruasi yang tidak teratur juga dapat mempengaruhi kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Bila selama ini menstruasi Anda selalu tidak teratur, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter kandungan untuk mengetahui apa penyebabnya dan penanganan apa yang Anda perlukan agar periode menstruasi Anda menjadi lebih teratur. Hal ini dikarenakan menstruasi yang tidak teratur menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulannya, sehingga Anda pun lebih sulit hamil.   Usia Anda tentunya telah mengetahui bahwa seorang wanita memiliki usia subur yang sudah tertentu, yaitu sebelum ia memasuki masa menopause. Akan tetapi, saat seorang wanita berusia lebih dari 35 tahun, ia juga akan menjadi lebih sulit hamil.   Gangguan Pada Saluran Telur Gangguan pada saluran telur (tempat di mana sperma dan sel telur matang bertemu), dapat mencegah terjadinya pertemuan di antara sperma dan sel telur. Hal ini tentu saja akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada saluran telur adalah infeksi panggul, endometriosis, dan jaringan parut yang terbentuk paska operasi.   Perubahan Kadar Hormonal Sejumlah wanita memang menderita gangguan ovulasi karena kadar hormonnya yang tidak seimbang. Hal ini akan membuat pelepasan sel telur dari indung telur dan penebalan dinding rahim sebagai persiapan kehamilan tidak terjadi. Gangguan keseimbangan hormonal ini biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.   Gangguan Pada Leher Rahim Beberapa orang wanita mungkin mengalami suatu gangguan pada leher rahimnya (serviks), misalnya karena produksi lendir yang abnormal atau akibat tindakan pembedahan pada leher rahim, yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. Keadaan ini biasanya dapat diatasi dengan melakukan inseminasi buatan.   Gangguan Pada Rahim Bentuk rahim yang abnormal juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Selain itu, adanya polip atau mioma rahim (tumor jinak rahim) juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi.   Kemandulan Tanpa Penyebab yang Jelas Yang dimaksud dengan kemandulan tanpa penyebab yang jelas di sini adalah para dokter tidak dapat menemukan adanya gangguan apapun pada organ reproduksi seorang wanita, tetapi entah mengapa kehamilan tetap tidak dapat terjadi. Keadaan ini telah mengenai sekitar 20% pasangan suami istri di dunia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: carabaruku, webmd
 15 Feb 2019    11:00 WIB
Apa Benar Susu Kacang Almond Baik Untuk Ibu Hamil Dan Janin ?
Saat hamil, maka seorang ibu hamil akan berusaha untuk makan makanan atau minuman yang dikatakan baik bagi janin. Semua dilakukan demi kesehatan janin, salah satu minuman yang dikatakan baik untuk perkembangan janin adalah susu kacang almond. Kemudian apakah benar susu kacang almond baik untuk ibu hamil dan janin? Berikut Adalah Manfaat Susu Kacang Almond Selama Kehamilan: Vitamin: Susu almond adalah alternatif yang sehat dari susu sapi karena mengandung sejumlah vitamin penting, termasuk vitamin A, B12, E dan D. Selain menjaga Anda dan bayi tumbuh sehat, kandungan beberapa vitamin terutama vitamin E, juga membantu menjaga kulit Anda bersinar dan sehat, dengan mencegah jerawat dan kulit gelap.  Antioksidan: Saat plasenta berkembang, wanita hamil dipengaruhi oleh stres oksidatif. Susu almond yang kaya akan antioksidan dapat mengurangi efek stres oksidatif. Kalsium: Tulang Anda membutuhkan dukungan ekstra selama kehamilan. Susu almond kaya akan kalsium yang menjamin tulang Anda dan bayi tetap sehat dan kuat. Kalsium juga membantu dalam menjaga tekanan darah Anda, tekanan darah tinggi selama kehamilan memiliki beberapa efek buruk pada wanita hamil dan bayi yang dikandungnya. Omega-3 asam lemak: Asam lemak omega-3 dalam susu almond menjaga hati wanita hamil tetap sehat dan kuat Rendah gula: Diabetes gestational adalah masalah umum yang sering terjadi selama kehamilan. Untuk menghindari atau mengontrolnya, kebanyakan dokter menyarankan ibu hamil untuk mengontrol kadar gula darah. Gula dalam susu kacang almond dianggap sebagai "gula baik" dan dikenal tidak berdampak atau menyebabkan diabetes gestasional pada ibu hamil Pro-vegan: Jika Anda vegetarian, maka Anda tidak bisa minum susu sapi. Susu kacang almond, adalah pilihan yang sangat baik bagi Anda karena tidak memiliki produk sampingan hewan dan bergizi seperti susu sapi Lebih tahan lama: Terlepas dari semua ini, ada manfaat tambahan dari susu kacang almond lebih mudah dalam penyimpanan dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini karena susu kacang almond tidak memerlukan pendinginan dan tahan lama. Jadi jika Anda bepergian jarak jauh saat hamil, Anda dapat dengan mudah membawa susu kacang almond dengan Anda Efek Samping Minum Susu Kacang Almond Selama Kehamilan Meski efek yang ditimbulkan sedikit namun ada baiknya Anda mengetahuinya juga Reaksi alergi: Meski jarang, tapi pada beberapa orang bisa mengalami alergi, yaitu alergi terhadap kacang. Jadi bila Anda memiliki riwayat alergi ada baiknya berhati-hati saat minum sus kacang almond. Minum dahulu sedikit dan lihat reaksinya. Bila tidak mengalami alergi maka Anda bisa terus meminumnya. Rendah kalori: Susu kacang almond memiliki lemak dan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi. Sehingga cocok diminum untuk Anda yang sedang berdiet. Namun, bila Anda sedang hamil, tubuh Anda membutuhkan lemak baik dan diet tinggi kalori. Jadi bila Anda minum susu kacang almond Anda tetap membutuhkan sumber lemak dan kalori yang lain. GOITROGEN:  Kacang Almond dikenal dapat menekan fungsi kelenjar tiroid meski efeknya minimal namun bila Anda sudah memiliki disfungsi tiroid, maka susu kacang almond akan memperburuk situasi Anda. Namun bila Anda tidak memiliki masalah tiroid maka tidak akan menjadi masalah. Menantikan seorang bayi adalah waktu yang membahagiakan untuk setiap pasangan serta seluruh keluarga. Tetapi pada saat hamil adalah saat ketika Anda harus sangat berhati-hati tentang apa yang Anda makan dan Anda minum. Tubuh Anda, metabolisme dan hormon Anda - semuanya berubah selama periode ini. Jadi, jika Anda ragu, yang terbaik adalah untuk menghindari makanan tersebut. Namun, manfaat susu kacang almond lebih besar daripada efek samping jadi tidak menjadi masalah bila Anda ingin meminumnya. Juga pastikan Anda tidak mengalami alergi dan bisa berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda mulai mengkonsumsi susu kacang almond. Baca juga: Dampak Depresi Bagi Ibu Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 08 Feb 2019    08:00 WIB
Mendengarkan Musik Bikin Anak Dalam Kandungan Lebih Pintar?
Musik memiliki efek luar biasa pada kita semua dimana mampu menenangkan emosi kita, itu menyembuhkan rasa sakit kita, menenangkan tubuh dan pikiran kita. Ketika musik memiliki dampak yang besar pada orang dewasa maka seberapa banyak dapat membantu anak-anak? Dan jika dapat membantu anak-anak, apakah juga dapat membantu bayi yang berada di dalam rahim juga?Berikut Adalah 4 Manfaat Dari Mendengarkan Musik Selama Hamil: 1.      Musik Meningkatkan Kemampuan Mendengar JaninMeski janin masih terlalu kecil untuk mengerti musik yang didengarnya, namun dengan mendengarkan musik akan membuat janin berespon. Dengan mendengarkan musik maka akan meningkatkan kemampuan pendengaran dan keterampilan berkonsentrasinya. Jika Anda mendengarkan musik secara teratur, maka kemampaun janin berkonsentrasi lebih baik yang secara bertahap meningkatkan kemampuan indra pendengaran nya. Namun, Anda tidak perlu membuat menaruh headphone di perut Anda, karena dengan Anda mendengarkan musik dan merasa santai maka hormon tenang akan diteruskan ke janin dan membantu menenangkan janin. 2.      Musik Dapat Meningkatkan Refleks JaninJanin tidak mendengarmusik seperti yang Kita lakukan yang ada adalah janin bisa merasakan getaran yang terhubung dari gelombang suara yang Anda dengar saat Anda mendengarkan musik. Sehingga saat Anda mendengarkan musik, janin yang belum lahir Anda juga akan bereaksi, yang akan meningkatkan refleksnya - kekuatan untuk bereaksi terhadap rangsangan eksternal. Ini terjadi karena cairan ketuban merupakan konduktor yang baik 3.      Musik Dapat Menjadi Jembatan Antara Kehidupan di Dalam Rahim dan Kehidupan di Luar RahimPenelitian menunjukkan bahwa bayi setelah lahir mengingat suara yang mereka mendengarkan ketika mereka berada di dalam rahim. Ini adalah alasan banyak dokter menyarankan wanita hamil untuk berbicara dengan anak selama kehamilan, untuk memperkuat ikatan dengan janin.Prinsip yang sama berlaku untuk musik juga. Jika Anda mendengarkan lagu tertentu terus menerus selama masa kehamilan Anda, kemudian setelah lahir, mendengar lagu yang sama akan menenangkan bayi Anda. Seperti lagu pengantar tidur. Ketika bayi Anda berjuang untuk membiasakan bayi Anda dengan lingkungan baru di sekelilingnya, musik yang menenangkan dari masa lalu akan membuatnya tenang. 4.      Musik Bahkan Dapat Membentuk Kepribadian Anak AndaSekali lagi, tidak ada keterkaitan langsung antara musik dan alam anak Anda. Tetapi beberapa percaya bahwa jika Anda mendengarkan musik yang menenangkan maka anak Anda akan memiliki kepribadian yang tenang dan jika Anda mendengarkan musik keras dan berat, anak Anda akan memiliki kepribadian agresif. Apa yang Anda pikirkan juga bertanggung jawab atas kepribadian bayi Anda Apakah Mendengarkan Musik Membuat Janin Menjadi Lebih Pintar?Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa mendengarkan musik dapat membuat bayi Anda lebih cerdas, namun dengan merasakan getaran kemudian melatih fungsi pendengaran maka dikatakan musik dapat membuat janin lebih pintar. Selain itu mendengarkan musik dapat membuat ibu merasa tenang dan diharapkan janin juga lebih tenang.Mendengarkan musik adalah hal yang baik untuk janin namun perlu diingat jangan memutar musik terlalu keras karena bisa membuat janin Anda menjadi cemas. Bila Anda menggunakan headphone yang langsung taruh di perut jangan gunakan lebih dari 2 jam dalam sehari. Anda bisa mendengarkan musik dapat saat jadwal janin Anda tidur, hal ini Anda ketahui dari kapan dia bergerak aktif atau hanya diam. Baca juga: Hubungan Kehamilan & Vitamin Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 31 Jan 2019    08:00 WIB
Mengapa Kaki Wanita Hamil Membengkak ?
Pembengkakan kaki pada wanita hamil merupakan hal yang normal terjadi karena jumlah cairan di dalam tubuh Anda lebih banyak daripada biasanya. Selain itu, rahim Anda yang terus membesar juga akan menekan pembuluh vena di daerah panggul dan vena cava (pembuluh vena besar yang terletak pada bagian kanan tubuh yang berfungsi untuk membawa darah dari tubuh bagian bawah kembali ke jantung). Hal ini akan membuat darah dari kaki lebih sulit kembali ke jantung, sehingga kaki Anda pun menjadi bengkak. Oleh karena itu, pembengkakan kaki biasanya terjadi pada saat Anda memasuki trimester ketiga. Pembengkakan ini dapat menjadi sangat parah bila Anda juga memiliki cairan ketuban yang berlebihan atau hamil anak kembar. Pembengkakan biasanya akan semakin memburuk pada akhir hari dan saat cuaca panas. Pembengkakan ini akan dengan cepat menghilang setelah Anda melahirkan karena tubuh Anda akan segera mengeluarkan kelebihan cairan di dalamnya. Anda mungkin akan menjadi lebih sering buang air kecil dan berkeringat pada beberapa hari pertama paska melahirkan.   Kapan Saya Perlu Merasa Khawatir? Selain kaki, Anda juga mungkin akan mengalami pembengkakan pada tangan Anda. Akan tetapi, segera cari pertolongan medis bila Anda juga mengalami pembengkakan pada wajah atau mata, tangan sangat membengkak, atau kaki sangat membengkak karena ketiganya dapat merupakan gejala dari preeklampsia, yang merupakan suatu gangguan yang serius. Selain itu, segera cari pertolongen medis bila Anda menyadari salah satu kaki Anda lebih bengkak daripada kaki lainnya, terutama bila Anda juga mengalami nyeri pada daerah betis atau paha. Hal ini dapat merupakan gejala dari adanya bekuan darah pada pembuluh darah Anda.   Baca juga: Kaki Terasa Kebas Saat Hamil, Normalkah?                                                                     Tips Untuk Mengatasi Pembengkakan Pada Kaki Anda dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah Anda dengan berbaring pada posisi miring ke kiri (karena vena cava terletak pada bagian kanan tubuh). Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi pembengkakan pada kaki, seperti: Angkat kaki Anda sesering mungkin. Di tempat kerja, letakkanlah bangku kecil atau tumpukan buku agar kaki Anda tidak menggantung Jangan menyilangkan kaki atau pergelangan kaki Anda saat duduk Regangkan kaki Anda cukup sering saat duduk Jangan terlalu lama duduk atau berdiri. Berjalanlah sebentar sehingga aliran darah tidak berkumpul pada kaki Gunakan alas kaki yang nyaman, yang dapat melebar mengikuti kaki Anda yang membengkak Jangan menggunakan kaos kaki atau stocking ketat pada pergelangan kaki atau beits Gunakan stocking penyanggah khusus ibu hamil. Gunakan sebelum Anda bangun dari atas ranjang sehingga darah tidak memiliki kesempatan berkumpul di sekitar pergelangan kaki Anda Minumlah banyak air putih. Berolahragalah secara teratur, terutama berjalan kaki, berenang, atau bersepeda Makan dengan baik dan hindari junk food   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 24 Jan 2019    14:00 WIB
Kehamilan dan Epilepsi
Tentunya anda sering bertanya apakah wanita penderita epilepsi dapat hamil atau apakah mereka dapat tetap mengkonsumsi berbagai obat anti kejang selama kehamilannya atau apakah yang harus dilakukan bila serangan kejang terjadi saat kehamilan. Memang tidak mudah bagi wanita penderita epilepsi untuk hamil. Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu: Peningkatan resiko kemandulan. Hal ini disebabkan oleh lebih tingginya wanita penderita epilepsi untuk menderita sindrom ovarium polikistik (adanya beberapa kista di dalam indung telur) Menstruasi tidak teratur Periode anovulasi, di mana tidak adanya produksi sel telur setiap bulannya, sehingga menyulitkan proses pembuahan karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi oleh sperma Efek samping obat anti kejang seringkali mempengaruhi produksi hormon oleh indung telur yang menyebabkan penurunan kesuburan Gangguan keseimbangan hormon yang mendukung kehamilan Berbagai hal di atas menyebabkan wanita penderita epilepsi untuk hamil. Bila akhirnya kehamilan terjadi, maka serangan kejang harus dikendalikan dengan baik. Kejang dapat mengganggu perkembangan bayi anda. Saat anda kejang, bayi anda mungkin mengalami kekurangan oksigen, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran mati. Wanita penderita epilepsi dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 400 mcg asam folat sebelum dan selama hamil.   Obat Anti Kejang yang Dapat Digunakan Selama Kehamilan Sebagian besar obat anti kejang menyebabkan terjadinya kelainan bawaan pada bayi. Walaupun terdapat beberapa obat yang memiliki resiko yang lebih rendah. Asam valproat dan fenobarbital beresiko tinggi menyebabkan terjadinya spina bifida (kelainan saraf) pada bayi. Sementara, karbamazepin dan lamotrigine mempunyai resiko yang lebih rendah. Selama kehamilan, terjadi peningkatan metabolisme obat. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya serangan kejang akibat dosis obat yang rendah di dalam darah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan dosis obat yang lebih besar, akan tetapi hal ini dapat meningkatkan resiko pada bayi anda. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ketat oleh dokter anda selama kehamilan. Penggunaan kombinasi obat anti kejang selama kehamilan dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan pada bayi anda. Oleh karena itu, dokter biasanya hanya menyarankan penggunaan satu macam obat anti kejang. Bila anda mengkonsumsi dua atau lebih obat anti kejang saat ini dan ingin hamil, maka sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter anda mengenai apa yang harus dilakukan. Penurunan atau penggantian obat anti kejang biasanya mulai dilakukan 1 tahun sebelum kehamilan. Penurunan dosis obat dilakukan secara bertahap. Penggantian obat anti kejang pun dilakukan secara bertahap. Jangan coba untuk menghentikan obat-obatan anda atau mengganti obat anda tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda karena hal ini dapat membahayakan diri anda dan bayi anda.   Pilihan Persalinan Wanita penderita epilepsi yang akan melahirkan memerlukan pengawasan lebih ketat karena kemungkinan terjadinya kejang selama proses persalinan, akan tetapi hal ini bukan berarti wanita penderita epilepsi tidak dapat melahirkan secara normal. Jika anda mengalami serangan kejang saat proses persalinan, dokter dapat memberikan obat anti kejang melalui infus. Akan tetapi, obat anti kejang dapat menyebabkan otot-otot rahim berelaksasi. Relaksasi otot rahim dapat menyebabkan terhambatnya proses persalinan. Bila hal ini terjadi maka dokter akan melakukan tindakan bedah Caesar. Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang