Your browser does not support JavaScript!
 28 Aug 2019    16:00 WIB
Hati-hati Gula Bisa Bikin Kecanduan!
Apakah Anda merupakan pecinta makanan dan minuman manis? Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi makanan manis tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan Anda, tetapi juga dapat membuat Anda terus menginginkannya karena telah terjadi perubahan pada otak Anda? Benar sekali, gula juga dapat membuat seseorang mengalami kecanduan seperti halnya morfin! Bila Anda ingin memastikan apakah Anda telah mengalami kecanduan gula atau belum, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala awal dari kecanduan gula yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan.   Tidak Dapat Berhenti Mengemil Tidak dapat berhenti makan di sepanjang hari tidak berarti Anda benar-benar lapar. Hal ini justru dapat merupakan salah satu tanda awal bahwa Anda telah mengalami kecanduan gula. Mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak karbohidrat seperti roti, mie, keripik kentang, permen, minuman bersoda, buah, dan jus buah dapat menyebabkan terjadinya peningkatkan kadar gula darah dengan cepat, yang juga akan diikuti dengan penurunan kadar gula darah dengan cepat. Dan karena tubuh manusia mengartikan penurunan kadar gula darah dengan cepat ini sebagai tanda bahaya, maka responnya adalah tubuh Anda akan membuat Anda kembali ingin mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau gula. Dengan demikian siklus mematikan ini pun kembali berulang.   Kecanduan Kopi Kopi sendiri sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan, akan tetapi zat yang Anda tambahkan ke dalam kopi Andalah yang berbahaya. Gula, krim, susu, dan pemanis buatan yang Anda masukkan ke dalam kopi Anda dapat mengandung banyak karbohidrat yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.   Sering Mengkonsumsi Banyak Buah Makan buah memang sehat, akan tetapi mengkonsumsi buah secara berlebihan ternyata juga dapat merupakan gejala dari kecanduan gula lho. Hal ini dikarenakan buah juga mengandung gula, terutama jus buah. Jus buah memiliki indeks glikemik yang tinggi dan seringkali menyebabkan seseorang semakin ingin mengkonsumsi makanan manis.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Kecanduan Coklat   Selalu Merasa Lelah Merasa lelah setelah melalui hari yang panjang dan melelahkan merupakan hal yang normal. Akan tetapi, merasa lelah saat Anda baru saja bangun tidur dan sulit bangun untuk bekerja bukanlah hal yang normal. Jadi, bila Anda mengalami lelah yang berlebihan atau sulit berkonsentrasi bila Anda tidak mengkonsumsi makanan atau minuman manis setiap harinya, maka Anda mungkin telah mengalami kecanduan gula.   Memiliki Berat Badan Berlebih Saat Anda mengkonsumsi gula setiap hari, maka hampir mustahil untuk mempertahankan berat badan Anda dalam batas sehat. Jadi, memiliki berat badan berlebih dan menderita obesitas juga dapat merupakan indikator utama bahwa Anda mengalami ketergantungan yang tidak sehat terhadap gula.   Selalu Butuh Makanan Penutup Keinginan untuk mengkonsumsi hidangan penutup setelah makan merupakan hal yang sering terjadi. Akan tetapi, bila Anda telah mencapai suatu titik di mana Anda tidak dapat tidak mengkonsumsi makanan manis setelah makan dapat merupakan pertanda bahwa Anda telah mengalami kecanduan gula.   Tidak Bisa Berhenti Mengkonsumsi Makanan atau Minuman Manis Walaupun tidak tampak terlalu jelas, gejala klasik dari kecanduan gula adalah tidak dapat mengendalikan keinginan Anda untuk mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Anda seperti tidak berdaya melawan keinginan Anda untuk mengkonsumsi banyak gula. Hal ini biasanya akan bertambah parah saat Anda bertekad untuk mengurangi jumlah gula yang Anda konsumsi. Anda bahkan dapat mengalami kecanduan saat Anda mencoba untuk berhenti mengkonsumsi gula.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 30 Jul 2019    08:00 WIB
Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda!
Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk makanan. Walaupun diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga, mengkonsumsi gula secara berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Selain dapat mempercepat proses penuaan, konsumsi gula secara berlebihan ternyata juga memiliki berbagai dampak buruk lainnya bagi kesehatan seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca juga: Kadar Gula Darah Selalu Tinggi, Apa Saja Resikonya?   Menurunkan Daya Tahan Tubuh Konsumsi gula secara berlebihan tentu saja akan membuat Anda mengalami peningkatan berat badan, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang seharusnya digunakan untuk melawan berbagai jenis penyakit terpaksa harus digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat obesitas.   Menurunkan Daya Ingat Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan gula dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel otak.   Perubahan Kadar Hormonal Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan juga akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda? Salah satu hormon yang paling terpengaruh adalah hormon ghrelin. Kadar hormon ini akan menurun bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung Kenaikan berat badan yang Anda alami seiring dengan semakin banyaknya gula yang Anda konsumsi juga akan membuat kadar kolesterol Anda meningkat. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda.   Selain itu, suatu molekul yang terdapat di dalam gula, glucose 6 phosphate (G6P), dapat menyebabkan terjadinya perubahan di dalam protein otot jantung, yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.   Mendukung Pertumbuhan Sel Kanker Tahukah Anda bahwa gula merupakan sumber makanan utama bagi para sel kanker seperti halnya sel-sel tubuh? Oleh karena itu, kurangi dan batasi konsumsi gula Anda untuk membantu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.   Selain itu, adanya gula di dalam usus juga akan menstimulasi suatu protein yang disebut dengan beta katenin. Adanya protein ini akan membuat sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap sel-sel kanker.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes Saat Anda mengkonsumsi gula secara berlebihan, maka tubuh pun harus memproduksi lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah Anda. Bila hal ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, maka keadaan ini dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.   Meningkatkan Berat Badan Tahukah Anda bahwa kelebihan karbohidrat yang Anda konsumsi akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh? Jadi, saat Anda mengkonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebihan, maka kelebihan gula di dalam tubuh pun akan diubah menjadi lemak. Selain itu, berbeda dengan serat, lemak, dan protein yang dapat membuat Anda merasa kenyang; gula hanya akan membuat Anda mengkonsumsi banyak kalori tetapi tidak terlalu mengenyangkan.   Gula Adalah Silent Killer Selain daripada garam yang dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gula juga dapat membunuh seseorang! Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi fruktosa (gula) secara berlebihan dapat meningkatkan resistensi leptin (suatu jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa ia telah merasa kenyang). Akibatnya adalah Anda tidak akan pernah merasa kenyang sehingga Anda pun akan makan secara berlebihan dan mengalami obesitas.   Kecanduan Gula Dapat Diturunkan Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mutasi genetik pada hormon ghrelin (hormon yang berfungsi untuk memberitahu Anda bahwa Anda sedang lapar)akan membuat seseorang menjadi lebih ingin mengkonsumsi gula dan minuman beralkohol dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami mutasi genetik tersebut.   Gula Sama Beracunnya Seperti Minuman Beralkohol Sebuah penelitian baru menemukan bahwa ternyata gula sama berbahayanya seperti minuman beralkohol bagi hati manusia. Bila dikonsumsi secara berlebihan, maka tubuh akan memetabolisme gula dengan menggunakan cara yang sama seperti saat tubuh sedang memetabolisme etanol (bahan aktif di dalam minuman beralkohol).   Gula Bikin Umur Anda Lebih Pendek Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa banyak sekali kematian yang berhubungan dengan berbagai jenis minuman manis. Hal ini dikarenakan berbagai minuman manis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes, gangguan jantung, dan kanker.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: huffingtonpost
 21 May 2019    18:00 WIB
5 Tahap Menghentikan Kecanduan Makanan Manis
Merasa diri Anda sangat menyukai makanan manis? Mungkin inilah saatnya untuk berhenti. Memang bukan merupakan hal yang mudah untuk menghentikan kecanduan Anda akan makanan manis ini, akan tetapi bukan berarti tidak mungkin. Di bawah ini terdapat 5 tahap yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kecanduan Anda terhadap makanan manis.  1.      Jangan Lagi Mengkonsumsi Minuman Manis Sering mengkonsumsi berbagai jenis minuman manis dapat meningkatkan kadar insulin dan keinginan untuk terus mengkonsumsi minuman manis tersebut. Untuk berhenti dari kecanduan Anda terhadap gula, cobalah untuk mulai menghentikan kebiasaan Anda untuk mengkonsumsi berbagai jenis minuman manis.  2.      Berhenti Mengkonsumsi Makanan Manis Hentikanlah kebiasaan Anda untuk mengkonsumsi kue tart, biskuit, permen, dan berbagai jenis makanan manis lainnya sebagai pilihan cemilan Anda. Jika memungkinkan, konsumsilah buah segar daripada buah kering atau makanan siap saji lainnya karena hampir 80% makanan siap saji mengandung banyak gula. Anda dapat mulai berhenti mengkonsumsi makanan manis dengan berhenti mengkonsumsi makanan manis kesukaan Anda dan terus tambahkan berbagai jenis makanan manis lainnya di setiap minggunya.  3.      Kurangi Konsumsi Karbohidrat Sederhana Jika Anda sudah mencapai tahap ini, maka Anda mungkin telah mulai dapat mengatasi kecanduan Anda dan telah mengalami penurunan berat badan. Sekarang adalah saatnya untuk mengurangi konsumsi berbagai jenis karbohidrat sederhana seperti biskuit, roti putih, dan berbagai jenis makanan lainnya yang terbuat dari tepung. Sama seperti halnya makanan manis, mulailah dengan mengurangi konsumsi berbagai jenis karbohidrat sederhana ini satu persatu setiap 1-2 minggu.  4.      Baca Label Makanan Sebelum membeli atau mengkonsumsi suatu makanan, pastikan Anda telah membaca label yang tertera pada makanan tersebut dan mencari tahu berapa banyak gula yang terdapat di dalamnya. Selain itu, waspadalah terhadap tulisan bebas gula alias sugar free karena seringkali berbagai makanan ini justru mengandung banyak karbohidrat sederhana sebagai pengganti gula.  5.      Teruskan Usaha Anda Sesekali merasa tergoda dan kembali mengkonsumsi makanan atau minuman manis merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi. Akan tetapi, pastikan Anda tetap dapat mengendalikan diri Anda. Bila mengkonsumsi suatu makanan atau minuman manis membuat Anda ingin kembali mengkonsumsi makanan atau minuman manis tersebut, maka kuatkanlah diri Anda. Lama-kelamaan Anda pun akan merasakan kenikmatan berbagai jenis buah segar dan mulai merasa bahwa makanan manis ternyata terlalu manis.     Sumber: womenshealthmag
 08 Feb 2019    11:00 WIB
Haruskah Berhenti Makan Buah Bila Ingin Kurus ?
  Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa salah satu diet yang cukup populer saat ini adalah diet rendah karbohidrat. Selain nasi putih, roti, kentang, dan pasta; ternyata banyak juga ahli gizi yang menganjurkan para pasiennya untuk tidak mengkonsumsi buah lho! Benarkah buah yang mengandung gula alami dapat membuat Anda bertambah gemuk atau bahkan berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan???   Apa Yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Anda Makan Buah? Karena buah juga mengandung gula, maka buah juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Memang benar bahwa kadar gula darah dapat meningkat dan menurun di sepanjang hari, tergantung pada waktu makan dan jumlah makanan yang Anda konsumsi. Kadar gula darah yang meningkat secara konstan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan dan berbagai efek samping lainnya yang buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, karena kandungan gula di dalam buah merupakan gula alami dan karena buah juga mengandung banyak vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan berbagai nutrisi lainnya maka mengkonsumsi buah biasanya tidak akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang sama tinggi dengan saat Anda mengkonsumsi permen dan biskuit. Hal ini dikarenakan buah mengandung serat yang dapat mencegah peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Selain itu, banyak sekali penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi buah biasanya memiliki berat badan yang lebih rendah dan memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita gangguan jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Lagipula, buah juga mengandung banyak air, yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Jadi, selama Anda tidak mengkonsumsi buah secara berlebihan, misalnya memakan 1 buah semangka sekaligus, maka kadar gula darah Anda tidak akan meningkat tajam dan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap berat badan Anda.   Baca juga: Eits, Ternyata Konsumsi Buah yang Salah Dapat Kacaukan Program Diet Lho!   Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai buah-buahan, di bawah ini ada beberapa trik yang dapat membantu Anda mengkonsumsi buah setiap harinya.   Pasangkan Bila Anda tidak dapat hanya mengkonsumsi buah, maka Anda dapat memasangkannya dengan keju. Keduanya sangat cocok disatukan, baik dalam hal rasa maupun kandungan nutrisi, di mana buah mengandung serat sedangkan keju mengandung protein, yang dapat membuat Anda merasa kenyang.   Campurkan Bila Anda sering mengkonsumsi susu, Anda dapat menambahkan buah beri beku ke dalamnya untuk membuat smoothie. Selain terasa segar dan nikmat, smoothie buatan sendiri ini juga dipenuhi oleh banyak nutrisi, yang cocok dikonsumsi sebagai pengganti makanan setelah berolahraga.   Panggang Karena kandungan gula alami di dalam buah-buahan akan terasa semakin nikmat saat dipanggang, maka jangan ragu untuk memanggang semangka, peach, plum, atau bahkan pisang agar terasa lebih nikmat disantap.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 04 Dec 2018    11:00 WIB
Ternyata Ada 7 Jenis RACUN di Dalam Minuman Soda
Udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas. Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya. Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer. Bahkan, sebenarnya banyak orang mengalami kecanduan akan minuman bersoda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman bersoda memiliki banyak dampak negatif pada tubuh Anda? Minuman bersoda mengandung banyak sekali gula, yang tidak baik bagi kesehatan Anda. Gula akan meningkatkan kadar hormon insulin, yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, penuaan dini, dan banyak dampak negatif lainnya. Selain itu, minuman bersoda juga tidak mengandung nutrisi penting sama sekali. Minuman bersoda bahkan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan gigi, dan gangguan persendian. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 jenis bahan beracun di dalam minuman bersoda yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Asam Fosfat Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda. Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya. Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.   Sirup Jagung Tinggi Fruktosa Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan bentuk gula yang diperoleh dari jagung. Gula ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Sebagian besar pabrik minuman bersoda menggunakan gula ini sebagai ganti gula biasa. Selain itu, gula ini juga memiliki masa kadarluarsa yang lebih lama. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung, serangan jantung, stroke, dan diabetes.   Asam Sitrat Asam sitrat yang terdapat di dalam soda diet dan soda biasa merupakan bahan berbahaya lainnya, terutama bagi kesehatan mulut Anda. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat merusak lapisan email gigi. Kerusakan lapisan ini akan membuat gigi lebih mudah berlubang, mengalami perubahan warna, dan akhirnya membusuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa asam sitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan erosi gigi. Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman bersoda dapat membantu meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman mulut akibat minuman bersoda.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Bisphenol A (BPA) Botol plastik minuman bersoda mengandung sejenis zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah terjadinya karat dan mengeliminasi bakteri. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa paparan BPA telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan organ reproduksi pada pria dan terjadinya pubertas dini pada wanita. Selain itu, BPA juga dapat mengganggu aktivitas hormonal, yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Natrium Benzoat Natrium benzoate atau yang juga dikenal sebagai E211, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet dalam minuman bersoda, acar, bumbu salad, jus buah, selai, dan jelly untuk mencegah terbentuknya jamur. Akan tetapi, E211 ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel berat dan mempercepat proses penuaan sel. Jadi, sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat memicu terjadinya penyakit metabolik karena penuaan dini. Efek samping lainnya dari E211 adalah hiperaktivitas, pusing, kepala terasa ringan, dan sulit tidur.   Perwarna Karamel dan Pewarna Buatan Pewarna karamel akan memberikan warna cokelat klasik pada cola. Pewarna ini dan pewarna buatan lainnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Kedua zat kimia ini juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi serangan asma dan memicu terjadinya gejala asma.   Kafein Sebagian besar minuman bersoda mengandung kafein, yang berfungsi untuk memberikan sedikit rasa pahit dan menetralisir rasa gula dan pemanis di dalam minuman bersoda. Jumlah kafein di dalam minuman bersoda dapat bervariasi, tergantung pada merk minuman bersoda. Akan tetapi, kandungan kafein yang biasa ditemukan di dalam minuman bersoda adalah antara 34-38 mg untuk setiap 240 ml. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang dewasa muda yang sudah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan. Seiring dengan berlalunya waktu, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi berat dan diabetes. Kafein juga telah diketahui merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda secara teratur akan mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, karena kafein merupakan sebuah stimulan, maka konsumsi kafein juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia. Kafein juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.   Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi dan meminimalisir efeknya adalah: Mengganti minuman bersoda dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah segar, smoothies, atau teh herbal Untuk mengatasi rasa haus, air putih merupakan pilihan terbaik Jika Anda tidak suka rasa tawar air putih, Anda dapat menambahkan buah-buahan segar di dalamnya (infused water) Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman bersoda, minumlah dalam jumlah sedang dan jangan dalam waktu yang lama Setelah minum minuman bersoda, pastikan Anda berkumur dengan air putih untuk menetralkan asam dan gula di dalam mulut Jangan mengkonsumsi minuman bersoda sebelum tidur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 01 Jul 2018    16:00 WIB
Dampak Buruk Mayonaise Bagi Kesehatan Anda
Sebagian besar mayonaise yang dijual di pasaran biasanya terbuat dari berbagai lemak tidak sehat dan hanya mengandung sangat sedikit nutrisi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan anda. Asam Lemak Omega 6Mayonaise yang dijual di pasaran sebagian besar terbuat dari minyak kedelai, minyak jagung, atau berbagai minyak sayur lainnya yang mengandung banyak asam lemak omega 6. Walaupun omega 6 merupakan asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan, akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi asam lemak omega 6 dan sedikit asam lemak omega 3 dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit jantung, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, osteoporosis, dan rematik sendi.GulaMayonaise biasa mengandung sekitar 1 gram gula per 1 sendok makan. Akan tetapi, jangan mengira dengan memilih mayonaise yang lebih sehat (rendah lemak atau bebas lemak), anda telah aman. Mayonaise rendah lemak memiliki lebih banyak gula di dalamnya, yaitu lebih dari 4 gram gula per 1 sendok makan, yang setara dengan 1 sendok teh gula per 1 sendok makan mayonaise. Selain mengandung asam lemak omega 6 dan gula, mayonaise juga mengandung berbagai zat seperti pengawet, penambah rasa, dan MSG (monosodium glutamate). Walaupun berbagai zat kimia ini aman untuk dikonsumsi, beberapa orang mengalami beberapa efek samping seperti nyeri kepala, mual, dan badan terasa lemas. Mayonaise buatan sendiri biasanya dapat bertahan hingga 1 minggu, sementara mayonaise yang dijual di pasaran dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Sumber: healthyeating.sfgate
 08 Feb 2018    12:30 WIB
Terlalu banyak Konsumsi Gula dan Makanan Manis Lainnya? Ini Efek Buruk Yang Bisa Anda Alami
Makanan manis, makanan yang mengandung gula tinggi dan karbohidrat adalah makanan yang digemari banyak orang dan bisa jadi Anda salah satunya. Rasanya yang enak memang membuatnya menjadi pilihan banyak orang. Namun rasanya yang manis bukan berarti efeknya untuk tubuh bak, karena ternyata bila konsumsi gula berlebihan maka akan menyebabkan masalah kesehatan.   Berikut Gangguan Kesehatan Akibat Gula: Penyakit Menurut Harvard School of Public Health, mengonsumsi makanan dan minuman bergula secara teratur meningkatkan risiko penyakit jantung. Efek pembentuk asam gula meningkatkan pembengkakan di tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Konsumsi gula dapat meningkatkan kadar insulin, menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi terkena diabetes. Mengonsumsi makanan mengandung gula dapat meningkatkan asupan kalori yang dengan mudah dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih dan menyebabkan obesitas. Sebuah studi yang diterbitkan dalam "Journal of Nutrition" menemukan bahwa penyakit yang terkenal karena alkoholisme, penyakit hati berlemak, juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi.   Risiko Gigi Berlubang American Dental Association memperingatkan terhadap gula berlebih karena efek langsung yang mereka miliki terhadap gigi. Bila plak dari makanan yang mengandung gula, kontak dengan mulut aka , terjadi reaksi asam. Asam ini menyerang gigi, menyebabkannya terjadinya pembusukan. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan gigi berlubang.   Kekebalan Tubuh Lebih Rendah Makanan yang mengandung gula tinggi dan minuman yang mengandung gula tinggi seperti soda dan minuman manis lainnya menghalangi fungsi sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih rentan terkena flu dan virus lainnya. Sebuah studi tahun 1973 di Loma Linda University menunjukkan bahwa gula menekan sel darah putih untuk menyerang bakteri berbahaya di dalam tubuh setidaknya selama lima jam setelah dikonsumsi. Ilmuwan memberi peserta 100 gram gula dicampur dengan beberapa bakteri. Mereka mengambil darah peserta dan membandingkannya dengan mereka yang telah mengonsumsi makanan tanpa pemanis dengan bakteri. Mereka yang telah mengonsumsi gula memiliki lebih banyak bakteri, karena sel darah putih, yang melawan bakteri tidak melakukan pekerjaan mereka.   Jerawat Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal "Molecular Nutrition & Food Research" melihat efek diet rendah dan tinggi glikemik pada kulit pria remaja yang memiliki jerawat. Gula adalah makanan dengan kadar glisemik tinggi karena tubuh memecahnya menjadi glukosa lebih cepat, menyebabkan lonjakan besar kadar gula darah Anda. Studi tersebut menemukan bahwa peserta konsumsi gula tinggi mengalami peningkatan jerawat. Hal ini menunjukkan bahwa gula memperparah faktor yang menyebabkan jerawat berkembang.   Banyaknya hal yang disebabkan karena makanan yang mengandun gula, maka biasakan mulai dari sekarang untuk mulai menguranginya dan membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.   Baca juga: Apa Saja Sebenarnya Komposisi Minuman Bersoda???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 28 May 2017    12:00 WIB
Tanda dan Gejala Cedera Mata yang Patut Diwaspadai
Cedera pada mata tidak selalu mudah dikenali, terutama pada anak-anak. Cedera mata yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Di bawah ini adalah beberapa gejala yang patut anda waspadai, yaitu: Nyeri pada mata Penglihatan kabur Robekan atau luka pada kelopak mata Gangguan pergerakan bola mata Salah satu mata terlihat lebih menonjol daripada mata yang lainnya Perubahan ukuran atau bentuk pupil Adanya darah pada bagian putih mata Adanya suatu benda asing pada mata atau di bawah kelopak mata yang sulit diangkat   Apa yang Dapat Anda Lakukan Bila Mengalami Cedera Mata ? Bila anda mengalami cedera pada mata baik ringan maupun berat, segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan secepatnya. Terlambatnya penanganan dapat berakibat serius bagi penglihatan anda, bahkan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dan kebutaan. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami cedera pada mata, yaitu: Jangan menyentuh, menggosok, atau menekan mata anda Jangan mencoba untuk mengeluarkan suatu benda yang terlihat menyangkut atau benda yang terlihat menembus mata anda Jangan memberikan salep atau obat-obatan lainnya pada mata anda sebelum berkonsultasi dengan dokter Cuci mata anda yang terpapar bahan kimia dengan air bersih yang mengalir Tutup mata anda yang mengalami cedera dengan kasa sampai anda memperoleh pengobatan selanjutnya Baca juga: Pengaruh Gula Terhadap Mata  Penanganan secepatnya pada cedera mata dapat mencegah dan mengurangi berbagai komplikasi dan gangguan penglihatan yang tidak diinginkan. Segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan secepatnya.