Your browser does not support JavaScript!
 21 Nov 2019    11:00 WIB
Kenali Pemicu Asam Urat Dari Sekarang!
Gout terjadi akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh anda. Terlalu banyak asam urat di dalam tubuh dapat menyebabkan terbentuknya kristal-kristal asam urat di sekitar sendi dan menyebabkan timbulnya nyeri. Asam urat dapat berasal dari berbagai makanan dan minuman, stress, serta berbagai jenis obat-obatan. Dengan mengetahui berbagai pemicu terjadinya peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh dapat membantu anda mencegah terjadinya serangan gout.   Berbagai Pemicu Terjadinya Serangan Gout Setiap orang memiliki pemicu serangan gout yang berbeda-beda. Beberapa orang dapat mentoleransi konsumsi pemicu sampai batasan tertentu sebelum timbulnya serangan gout, sementara yang lainnya langsung mengalami serangan gout setelah mengkonsumsi pemicu bahkan dalam jumlah sedikit. Mengetahui dan menghindari pemicu serangan gout merupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Makanan Berbagai jenis makanan kaya purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah anda. Makanan-makanan tersebut adalah jeroan (hati), seafood (sardin, teri, remis, dan salmon), dan sayuran (bayam). Mengkonsumsi satu atau kombinasi makanan di atas dapat memicu terjadinya serangan gout. Purin dapat ditemukan pada semua jenis makanan yang mengandung protein. Alkohol Bir dan minuman beralkohol lainnya dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah dan memicu terjadinya serangan gout. Selain itu, alkohol juga dapat membuat anda mengalami dehidrasi, yang juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan gout. Akan tetapi, wine walaupun mengandung alkohol, biasanya tidak menyebabkan terjadinya serangan gout bila dikonsumsi dalam jumlah sedang. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan seperti obat anti hipertensi atau obat untuk mengatasi gagal jantung juga dapat menyebabkan terjadinya serangan gout. Obat-obatan yang dapat memicu terjadinya serangan gout adalah diuretika, obat golongan beta blocker, dan siklosporin. Aspirin dosis rendah juga dapat memicu terjadinya serangan gout. Beritahu dokter anda mengenai keadaan anda (menderita gout) sebelum mengkonsumsi obat-obatan apapun. Dehidrasi Saat tubuh anda mengalami dehidrasi, maka kadar asam urat di dalam tubuh anda meningkat dan terjadi penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan asam urat. Oleh karena itu, saat anda mengalami dehidrasi, maka kemungkinan terjadinya serangan gout pun meningkat. Minuman Manis Bila anda menderita gout, sebaiknya hindarilah mengkonsumsi minuman manis yang mengandung fruktosa karena hal ini dapat memicu terjadinya serangan gout. Gangguan Kesehatan Lainnya Adanya gangguan kesehatan lainnya, seperti pneumonia atau paska melakukan tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan peningkatan asam urat dan dapat memicu terjadinya serangan gout.   Tips Mencegah Serangan Gout Banyak penderita gout mengatakan bahwa serangan gout merupakan suatu keadaan yang menyebabkan timbulnya nyeri hebat secara mendadak. Selain menimbulkan nyeri hebat mendadak, serangan gout juga dapat merusak sendi, di mana kerusakan sendi ini tidak dapat diperbaiki. Hindari Pemicu Walaupun sulit untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung purin, mengetahui makanan mana yang lebih berpotensi menyebabkan timbulnya serangan gout pada anda dan kemudian menghindarinya dapat sangat membantu anda mencegah terjadinya serangan gout. Obat-obatan Jika anda mengalami serangan gout sebanyak 2 atau 3 kali dalam satu tahun, maka dokter anda akan menyarankan anda untuk mengkonsumsi berbagai obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat anda, seperti feboxostat, allopurinol, dan probenesid. Dokter anda juga dapat memberikan kolkisin untuk mencegah terjadinya serangan gout berikutnya. Waspadalah selama beberapa bulan pertama saat menggunakan obat-obatan tersebut karena dapat menyebabkan terjadinya serangan gout. Gaya Hidup Sehat Mengkonsumsi makanan yang sehat, mengurangi atau bahkan tidak mengkonsumsi alkohol, dan berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah serangan artritis gout dan menjaga kadar asam urat anda tetap stabil. Ingatlah untuk selalu mengkonsumsi cairan yang cukup selama berolahraga karena dehidrasi dapat memicu terjadinya serangan gout. Turunkan Berat Badan Berat badan berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam darah dan meningkatkan resiko terjadinya serangan gout. Baca juga: Mau perut sixpack?  Sumber: webmd
 30 Jul 2019    16:00 WIB
Jangan Sampai Kumat, Ikuti 6 Cara Mengontrol Asam Urat
Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku. Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal. Asam urat sebenarnya dihasilkan di dalam tubuh kemudian dibawa di dalam aliran darah dan melewati ginjal. Asam urat ini dapat keluar dari dalam tubuh ketika Anda buang air kecil.  Namun asam urat ini dapat menumpuk di dalam tubuh karena disebabkan konsumsi beberapa makanan tidak sehat. Berikut adalah cara efektif untuk mengontrol asam urat: 1.       Konsumsi banyak serat Menurut penelitian, makanan yang kaya akan serat mampu mengendalikan asam urat di dalam tubuh. Jadi apabila Anda ingin mengontrol kadar asam urat di dalam tubuh, jangan lupa perbanyak konsumsi serat. 2.       Memasak dengan minyak zaitun Minyak zaitun mengandung asam lemak yang lebih rendah daripada jenis minyak yang lainnya. Oleh karena saat Anda memasak, usahakan untuk menggunakan minyak zaitun. 3.       Hindari konsumsi makanan manis Makanan manis mengandung kadar gula yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan asam urat di dalam tubuh Anda. 4.       Perbanyak konsumsi air Apabila Anda banyak meminum air putih, maka air dapat membawa asam urat untuk keluar dari tubuh dalam bentuk urine. 5.       Konsumsi buah ceri Ceri adalah salah satu jenis buah yang baik untuk dikonsumsi ketika Anda menderita asam urat. Ceri memiliki sifat anti inflamasi yang baik untuk mengendalikan asam urat. 6.       Tingkatkan konsumsi vitamin C Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang mampu mengontrol asam urat Anda. Jadi sebaiknya Anda mengonsumsi 500 miligram vitamin C secara rutin setiap hari untuk membuat tubuh Anda lebih sehat. Asam urat dapat menimbulkan rasa sakit yang amat sangat di dalam tubuh. Oleh karena itu Anda mengontrolnya dengan beberapa cara sehat di atas.   Sumber: merdeka
 10 Feb 2019    11:00 WIB
Gaya Hidup Menyebabkan Asam Urat dan Diabetes
Perubahan gaya hidup membuat semakin meningkatnya penderita berat badan berlebih dan obesitas. Hal ini juga menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit diabetes dan gout. Gout merupakan suatu radang sendi yang disebabkan oleh berlebihannya kadar asam urat di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri hebat mendadak, pembengkakan dan kemerahan pada sendi. Artritis gout paling sering mengenai sendi ibu jari kaki, akan tetapi juga dapat mengenai sendi kaki, pergelangan kaki, lutut, sendi tangan, dan pergelangan tangan. Diabetes merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah, yang dapat disebabkan oleh makan terlalu banyak dan kurang banyak bergerak. Gout dan diabetes tipe 2 seringkali terjadi secara bersamaan pada orang dengan kondisi fisik tertentu, terutama pada penderita obesitas. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengurangi resiko terjadinya gout dan diabetes.   Turunkan Berat Badan Untuk mencegah gout, diabetes tipe 2, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, menjaga berat badan anda merupakan salah satu hal yang penting. Selain itu, menjaga lingkar perut anda juga sangat penting, terutama bila BMI (body mass index) anda berada di antara 25-34.9. Lingkar perut yang dianjurkan pada wanita adalah 89 cm dan 101 cm pada pria.   Olahraga Teratur Berolahraga secara teratur dapat membantu mengendalikan berat badan anda dan dapat menurunkan tekanan darah anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat anda dan dengan demikian dapat menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, berolahraga juga memperbaiki kadar gula pada penderita intoleransi glukosa yang beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Seorang ahli menganjurkan agar anda melakukan olahraga sedang selama 30 menit selama setidaknya 5 hari dalam seminggu. Jika anda sedang mengalami serangan gout atau mengalami kerusakan sendi akibat masalah berat badan, maka jenis dan lama olahraga yang boleh anda lakukan pun menjadi terbatas. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum anda mulai berolahraga.   Berhenti Mengkonsumsi Alkohol Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 2-4 gelas minuman beralkohol setiap minggunya meningkatkan resiko terjadinya gout sebanyak 25%. Resiko terkena gout bahkan meningkat sebanyak 200% pada orang yang mengkonsumsi bir sebanyak 2 gelas setiap harinya. Bir dan minuman beralkohol lainnya diduga dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Akan tetapi, tidak demikian dengan wine. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan tidak terkendali (binge) juga merupakan salah satu faktor resiko utama gout. Selain menurunkan resiko gout, mengurangi 2 gelas bir setiap harinya juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat dan dengan demikian juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Hindari Minuman Manis Sebuah penelitian menemukan bahwa minuman yang dimaniskan dengan gula atau mengandung fruktosa cukup tinggi, seperti pada minuman soda, dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Bahkan jus jeruk pun dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Menghindari konsumsi minuman manis juga merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi jumlah kalori dalam diet anda, menurunkan berat badan anda, dan memperbaiki kadar gula darah anda (bila anda menderita diabetes).   Diet Gout Diet gout merupakan diet yang bertujuan untuk mengendalikan produksi asam urat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin. Makanan tinggi purin menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi purin adalah hati atau jeroan lainnya, ikan teri, lobster, udang, kerang, ikan haring, ikan mackerel, sapi, babi, dan domba. Bukan berarti anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi berbagai makanan di atas, anda hanya perlu untuk membatasinya menjadi 1 porsi setiap harinya.   Susu dan Produk Susu Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi susu skim atau susu rendah lemak atau memakan produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, mengkonsumsi produk susu rendah lemak juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Sumber: webmd
 20 May 2015    11:00 WIB
Penderita Gout Lebih Jarang Menderita Alzheimer, Benarkah?
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menderita gout alias asam urat ternyata lebih jarang terkena penyakit Alzheimer. Gout merupakan suatu gangguan pada persendian, yang terjadi akibat berlebihannya kadar asam urat di dalam darah, sehingga terbentuklah kristal asam urat di daerah persendian, yang membuat penderitanya mengalami nyeri hebat dan pembengkakan sendi.   Baca juga: Waspadai Berbagai Gejala Awal dari Alzheimer!   Asam urat yang dapat mengkristal dan menyebabkan terjadinya gout, sejenis radang sendi, ternyata juga dapat melindungi penderitanya dari penyakit Alzheimer. Para peneliti menduga bahwa zat antioksidan yang terdapat di dalam asam urat dapat melindungi otak. Pada penelitian ini, para peneliti yang berasal dari Amerika dan Kanada mengamati rekam medis dari 3.7 juta orang yang berusia lebih dari 40 tahun di Inggris. Para peneliti kemudian membandingkan data kesehatan antara orang yang menderita gout dengan data orang yang tidak menderita gout, yang menderita penyakit Alzheimer setelah diamati selama sekitar 5 tahun. Para peneliti menemukan sekitar 309 kasus Alzheimer baru di antara 59.224 orang penderita gout yang rata-rata berusia 65 tahun dan 1.942 kasus Alzheimer di antara 238.805 orang yang tidak menderita gout. Hasil ini menunjukkan bahwa  orang yang menderita gout memiliki resiko menderita penyakit Alzheimer yang lebih rendah, yaitu sekitar 24% lebih rendah. Para peneliti menemukan hasil ini setelah memasukkan berbagai faktor resiko lainnya seperti usia, jenis kelamin, berat badan, gaya hidup, dan keadaan kesehatan secara keseluruhan.   Sumber: newsmax