Your browser does not support JavaScript!
 29 Feb 2020    18:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gonorea Dengan Infeksi Jamur Pada Kemaluan?
Berhubungan seksual dapat menyebabkan terjadinya berbagai jenis infeksi. Gonorea dan infeksi jamur pada kemaluan merupakan jenis penyakit menular seksual yang paling sering terjadi selain sifilis dan herpes.   Gonorea Gonorea merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini pada umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan rasa terbakar saat buang air kecil. Pada sekitar 50% penderita wanita, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Setengah lainnya mungkin mengalami nyeri perut bawah, nyeri vagina selama berhubungan seksual, atau keluarnya cairan dari dalam vagina.  Jika tidak diobati, penyakit ini dapat ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan terjadinya epididimitis pada pria dan radang panggul kronik pada wanita atau bahkan menyebabkan septikemia (masuknya bakteri ke dalam darah) yang dapat mengenai sendi dan katup jantung. Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1 minggu setelah infeksi bakteri, baik pada pria maupun wanita. Penyebaran infeksi dapat melalui hubungan seksual oral, anal, maupun vaginal.   Infeksi Jamur Pada Kemaluan Infeksi jamur pada kemaluan atau kandidiasis atau moniliasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penyakit ini dapat mengenai kulit, lidah, dan berbagai bagian tubuh lainnya; tetapi biasanya sangat sering ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pelindung dengan penderita. Infeksi jamur ini dapat menyebabkan terjadinya vaginitis pada wanita, dengan gejala berupa kulit kemaluan terasa gatal dan sangat merah, rasa terbakar atau adanya luka pada daerah sekitar vagina, dan keluarnya cairan berwarna putih seperti kapas dari vagina. Cairan ini biasanya bersifat kental.  Pada pria, gejala infeksi jamur dapat berupa adanya bercak kemerahan dan luka yang terasa nyeri pada kepala penis, yang disertai dengan rasa gatal hebat dan rasa terbakar. Kandidiasis dapat mengenai mukosa anus, kerongkongan, dan kuku, yang dapat menyebabkan beberapa gejala berat, termasuk kesulitan menelan makanan. Jika tidak diobati, jamur dapat terus menyebar ke berbagai sistem organ lainnya dan menyebabkan terjadinya fungemia (terdapatnya jamur di dalam darah).   Sumber: differencebetween