Your browser does not support JavaScript!
 13 Mar 2019    16:00 WIB
Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsumsi Suplemen Untuk Sendi?
Mengkonsumsi suplemen untuk menutrisi sendi boleh saja dilakukan namun sebelum Anda mengkonsumsi suplemen tersebut ada hal yang perlu Anda perhatikan karena segala sesuatu yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi tubuh. Biasanya suplemen sendi yang sering dipasaran mengandung Glukosamin, kondroitin dan MSM. Berikut adalah hal yang perlu Anda perhatikan: Kondisi kesehatan Anda Perhatikan kondisi tubuh Anda: Apakah Anda mengalami gangguan pembekuan darah seperti hemofilia? Apakah Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu? Apakah Anda memiliki berat badan yang berlebihan? Apakah Anda memiliki penyakit kencing manis? Apakah Anda sedang diet rendah garam? Apabila Anda mengalami beberapa keadaan diatas maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hamil atau menyusui Untuk Anda yang sedang hamil atau mempersiapkan kehamilan dan menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen tersebut. Karena sampai sekarang belum ada penelitian yang mengetahui efek suplemen yang berisi kandungan tersebut untuk ibu hamil, mempersiapkan kehamilan dan menyusui. Interaksi obat Saat Anda mengkonsumsi sebuah suplemen maka Anda harus membaca label yang tertera dengan baik karena suplemen tersebut terdiri dari berbagai bahan. Terlebih untuk Anda yang mengkonsumsi obat rutin. Misalnya Chitosan merupakan suplemen penurun berat badan yang sering dipasarkan, tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen sendi ini, karena penggunaan chitosan dapat menyebabkan kemampuan penyerapan kondroitin menurun.   Sumber: newhealthguide
 10 Oct 2015    12:00 WIB
Masalah Penglihatan Yang Berkaitan Dengan Usia
Perubahan penglihatan adalah hal pertama yang tubuh Anda pelajari saat tubuh Anda bertambah tua. Biasanya gangguan ini awalnya bersifat ringan dan sering terjadi pada usia pertengahan. Anda harus memegang buku dengan jarak jauh supaya bisa membacanya Kemungkinan Anda menderita: presbiopia atau ketidakmampuan untuk fokus pada jarak dekat. Presbiopia merupakan masalah yang paling umum terkadi saat usia pertengahan. Saat Anda bertambah tua, lensa mata Anda menjadi kurang fleksibel sehingga mata Anda tidak dapat fokus dengan baik. Apa yang harus dilakukan: jika membaca menjadi aktivitas yang semakin sulit untuk dilakukan maka saatnya untuk memeriksakan mata Anda ke dokter untuk mendapatkan ukuran lensa kacamata yang sesuai dengan Anda. Jika Anda perlu perbaikan penglihatan baik untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat maka Anda memerlukan lensa progressive atau lensa trifocals yang dapat membantu Anda untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat. Pilihan lain Anda bisa menggunakan kontak lensa. Operasi laser juga dapat menjadi pilihan pengobatan. Mata Anda terasa kering dan mengalami iritasi sepanjang waktu Kemungkinan Anda menderita: sindrom mata kering Saat Anda bertambah tua, mata Anda secara natural akan mengalami penurunan dalam produksi air mata. Menjalani operasi laser mata atau memakai kontak lensa dapat memperburuk masalah. Apa yang harus dilakukan: mata kering dapat sangat mengganggu, bahkan lebih buruk lagi dapat menimbulkan iritasi. Mata Anda harus dalam keadaan basah  untuk menjaga kesehatannya dan fungsinya tetap baik. Mata kering juga dapat menimbulkan masalah jika berlangsung dalam waktu yang lama. Anda bisa membeli air mata buatan tanpa resep dari dokter. Dengan air mata buatan Anda bisa melembabkan kembali mata Anda. Anda mempunyai penyakit diabetes tidak terkontrol dan penglihatan Anda berubah dari hari ke hari Kemungkinan Anda menderita: gula darah yang tidak terkontrol Diabetes yang tidak terkendali dapat mempengaruhi seluruh organ di tubuh Anda, termasuk mata. Jika gula darah tidak terkontrol ini dibiarkan terlalu lama, maka akan terjadi kerusakan pembuluh darah di mata Anda. Kerusakan pembuluh darah ini dapat merusak penglihatan Anda. Apa yang harus dilakukan: temui dokter Anda dan lakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan jika Anda berpikir Anda tidak memiliki diabetes ( kebanyakan orang tidak tahu jika dia mengidap diabetes ) Penglihatan Anda baik-baik saja, tetapi Anda sudah berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki riwayat keluarga glaukoma Kemungkinan Anda menderita: glaukoma Glukoma adalah penyakit mata yang dapat merusakan kerusakan syaraf mata. Glaukoma sering terjadi tanpa gejala. Anda bisa tidak menyadarinya sampai Anda kehilangan penglihatan Anda. Kemungkinan Anda menderita: temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan mata, termasuk tes tekanan mata sebelum Anda mengalami gejala-gejala lain. Jika Anda menderita glaukoma, obat tetes mata dan operasi dapat memperbaiki gejala Anda. Pandangan berkabut Kemungkinan Anda menderita: katarak Katarak bisa disebabkan karena lensa mata yang berkabut seiring dengan bertambahnya usia, karena protein didalam lensa mata Anda mulai menumpuk bersama-sama. katarak juga bisa menyebabkan efek halo saat malam hari dan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, terutama pada siang hari. Kemungkinan Anda menderita: sampai penglihatan mengganggu penglihatan Anda lebih berat lagi, Anda bisa mengubah resep kacamata untuk membuat Anda menglihat lebih jelas lagi. Saat penglihatan semakin memburuk, maka dokter Anda akan meminta Anda untuk melakukan operasi untuk mengganti lensa yang berkabut dengan lensa artifisial. Baca juga: Mata Bisa Bunuh Bakteri  Sumber: webmd
 28 Sep 2015    16:00 WIB
Berbagai Suplemen Untuk Membantu Mengatasi Rasa Nyeri
Benarkah konsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik? Menurut seorang dokter ahli di Scripps Center for Integrative Medicine, hal ini mungkin saja. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.   Baca juga: Berbagai Suplemen Pencegah Jerawat   Tanaman Herbal Adanya proses peradangan kronik di dalam tubuh memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya berbagai nyeri kronik di dalam tubuh, termasuk radang sendi (osteoartritis) dan nyeri punggung serta pinggang. Selain berbagai jenis obat golongan NSAID (non steroid anti inflammatory drugs) yang memang telah banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang ternyata memiliki cara kerja yang hampir sama dengan berbagai jenis obat golongan NSAID tersebut. Beberapa jenis tanaman herbal tersebut adalah kunyit, teh hijau, jahe, rosemary, cakar kucing (tanaman), cakar setan (tanaman), dan willow bark (tanaman). Menurut para ahli, di antara berbagai jenis tanaman herbal di atas, kunyit merupakan tanaman herbal terbaik untuk membantu mengatasi nyeri. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki cara kerja yang sama dengan obat golongan NSAID. Oleh karena itu, suplemen kunyit pun memiliki efek samping yang sama dengan obat golongan NSAID, yaitu perdarahan dan nyeri lambung. Akan tetapi, efek samping ini biasanya tidak seberat efek samping NSAID. Bila Anda menggunakan obat pengencer darah, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan berbagai jenis suplemen anti nyeri di atas.   Minyak Ikan Anda mungkin sudah familiar dengan suplemen minyak ikan. Suplemen minyak ikan merupakan salah satu jenis suplemen yang telah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan jantung dan pembuluh darah hingga depresi serta asma. Selain itu, minyak ikan juga telah terbukti dapat membantu mengurangi proses radang (inflamasi) dan nyeri yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan kesehatan kronik. Kandungan asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik seperti nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri pinggang, beberapa jenis nyeri saraf, dan nyeri akibat penyakit autoimun (radang sendi reumatoid/reumatoid artritis).   Vitamin D Berbagai penelitian telah berhasil menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan peningkatan resiko terjadinya nyeri kronik. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa seorang penderita nyeri kronik yang juga memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya membutuhkan dosis obat anti nyeri yang lebih banyak, yaitu hingga 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan penderita nyeri yang tidak menderita kekurangan vitamin D. Para ahli menganjurkan pemberian suplemen vitamin D untuk membantu mengurangi rasa nyeri bila kadar vitamin D penderita kurang dari 50-70 nanogram/mL. Para ahli menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri pada penderita fibromialgia, nyeri tulang, dan nyeri sendi.   Capsaicin Anda dapat menemukan capsaicin di dalam berbagai jenis cabai. Capsaicin ini ternyata dapat membantu mengurangi rasa nyeri bila dioleskan langsung pada kulit. Pemberian capsaicin topikal (dioleskan langsung pada kulit) dapat membantu mengurangi segala jenis nyeri. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa senyawa capsaicin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi reumatoid, radang sendi, psoriasis, herpes, neuropati diabetikum, nyeri punggung, fibromialgia, dan nyeri kepala. Akan tetapi, satu hal yang perlu Anda ingat adalah rasa nyeri Anda mungkin akan memburuk selama beberapa hari sebelum mulai membaik bila Anda menggunakan capsaicin. Selain itu, penggunaan capsaicin secara langsung pada kulit juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit.   Glukosamin Sulfat Bila Anda menderita nyeri sendi, maka konsumsi suplemen glukosamin tampaknya adalah yang paling tepat bagi Anda. Berbagai penelitian telah menemukan bukti kuat bahwa suplemen glukosamin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi di daerah lutut. Suplemen glukosamin biasanya dikombinasikan dengan kondroitin, yang juga bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa nyeri sendi. Menurut berbagai penelitian, selain dapat membantu mengatasi rasa nyeri akibat radang sendi, glukosamin ternyata juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut.   Magnesium Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen magnesium dapat membantu mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti migrain, kram otot, dan fibromialgia.   Bromelain Enzim yang dapat ditemukan pada buah nanas ini ternyata dapat membantu mengurangi proses radang dan nyeri di dalam tubuh. Beberapa penelitian menemukan bahwa enzim bromelain dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi dan nyeri lutut. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu seberapa baik suplemen ini diserap oleh saluran pencernaan manusia.   Riboflavin (Vitamin B2) Menurut sebuah penelitian, riboflavin mungkin dapat membantu menurunkan frekuensi terjadinya migrain. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya tidak mendukung hasil penelitian di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 10 Feb 2015    09:00 WIB
Ternyata Tubuh Anda Hanya Bisa Menangani Gula Dalam Jumlah Terbatas
Masalah utama yang berhubungan dengan gula, adalah kenyataan bahwa hati Anda memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk mencernanya. Menurut Dr Lustig, tubuh Anda dapat dengan aman memetabolisme sekitar enam sendok teh gula tambahan per hari. Kelebihan gula dalam tubuh akan dimetabolisme menjadi lemak tubuh dan dapat menimbulkan terjadinya penyakit metabolik kronis seperti: Diabetes (kencing manis) tipe 2 Penyakit jantung Hipertensi (tekanan darah tinggi) Gangguan memori Kanker Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA, seseorang yang mengkonsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula sekitar 21 persen atau lebih dari kalori harian mereka memiliki risiko dua kali lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang hanya mengkonsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula sekitar tujuh persen atau kurang dari jumlah kalori harian mereka Satu sendok teh gula setara dengan empat gram gula. Selain itu konsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula juga akan menyumbang jumlah gula yang Anda konsumsi setiap hari seperti gula dari buah. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi gula setiap hari sekitar 25 gram yang setara dengan lebih dari enam sendok teh gula per hari. Apabila Anda memiliki gangguan insulin atau leptin (kelebihan berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi, atau konsumsi obat statin), sebaiknya Anda membatasi konsumsi gula hanya sekitar 15 gram per hari. Sumber: articlesmercola