Your browser does not support JavaScript!
 05 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Pembesaran Payudara (Ginekomastia) dan Kanker Payudara?
Banyak orang seringkali merasa bingung untuk membedakan berbagai gangguan pada payudara, terutama para pria.    Ginekomastia Ginekomastia merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak berbahaya pada seorang pria. Hal ini umum terjadi pada seorang pria di masa pubertas dan pada bayi baru lahir (pada kedua jenis kelamin).  Ginekomastia biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari pada bayi baru lahir dan dalam waktu 2 tahun pada sebagian besar pria dewasa.  Penyebab Penyebab ginekomastia lainnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan pertumbuhan payudara; gangguan karakteristik seksual; dan gangguan metabolik seperti kekurangan hormon pituitari, gagal hati atau sirosis hati, dan hipertiroidisme. Pada dasarnya, sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen di dalam tubuh.  Sekitar 25% kasus ginekomastia terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti spironolakton, nifedipin, verapamil, omeprazole, finasteride, dutasteride, dan risperidon. Gejala Beberapa gejala ginekomastia adalah pembengkakan payudara baik hanya pada satu sisi maupun keduanya, yang kadang disertai dengan payudara terasa keras. Ginekomastia biasanya tidak disertai dengan nyeri payudara maupun keluarnya cairan abnormal dari payudara kecuali bila disebabkan oleh penyakit berat lainnya.   Kanker Payudara Kanker payudara merupakan suatu penyakit berat yang terjadi akibat perubahan jaringan payudara menjadi suatu keganasan, yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kanker payudara dapat terjadi pada seorang pria walaupun amat sangat jarang. Kasus kanker payudara banyak ditemukan pada orang yang memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara dan resiko ini lebih tinggi pada orang yang merupakan anggota keluarga dekat penderita tersebut. Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada para pria. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah berjenis kelamin wanita, hanya memiliki sedikit anak, tidak atau hanya sedikit menyusui, menderita obesitas, memiliki kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengkonsumsi diet tinggi lemak. Terdapat beberapa gejala kanker payudara yang berbeda-beda. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri payudara baik pada satu atau kedua sisi, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam), kulit payudara atau puting susu mengerut, adanya benjolan pada jaringan payudara, atau adanya perubahan pada warna kulit payudara atau puting susu.    Sumber: differencebetween