Your browser does not support JavaScript!
 08 Apr 2019    11:00 WIB
6 Makanan Perusak Kesehatan Gigi dan Gusi
Banyak orang sudah mengetahui beberapa jenis makanan tertentu yang dapat merusak kesehatan gigi seperti permen, minuman bersoda, dan berbagai jenis minuman energi serta berbagai jenis makanan lain yang banyak mengandung gula yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang.  Gula merupakan karbohidrat yang lengket yang membuat bakteri di dalam mulu menempel di atasnya dan menghasilkan suatu cairan asam yang dapat mengikis berbagai mineral pada gigi Anda dan merusak lapisan email gigi Anda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata terdapat berbagai jenis makanan lainnya yang juga dapat merusak gigi dengan tidak terduga? Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang ternyata juga berbahaya bagi kesehatan gigi Anda.   Buah Golongan Sitrus Vitamin C yang terdapat di dalam berbagai jenis jeruk merupakan komponen penting untuk menjaga kolagen pada gusi Anda, akan tetapi mengkonsumsinya secara berlebihan ternyata juga dapat berbahaya bagi kesehatan gigi dan gusi Anda. Jadi jika gigi Anda sering berkontak dengan buah golongan sitrus, misalnya karena Anda mengkonsumsi beberapa buah jeruk setiap harinya atau mengkonsumsi banyak air putih dengan lemon di dalamnya; maka hal ini dapat membuat lapisan email Anda menjadi lebih lunak. Lapisan email tidak dapat tumbuh kembali setelah rusak, terutama bila Anda sering mengkonsumsi lemon dan jeruk nipis. Sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2011 menemukan bahwa jus anggur mampu merusak gigi hampir sama dengan minuman bersoda. Untuk mengatasi hal ini, minumlah segelas air putih setelah Anda mengkonsumsi jeruk atau minuman bersoda. Lalu 20 menit kemudian jangan lupa untuk menyikat gigi Anda. Akan tetapi, pastikan Anda tidak langsung menyikat gigi Anda setelah mengkonsumsi buah golongan sitrus karena hal ini justru dapat merusak lapisan email gigi Anda yang sedang melunak.   Kacang Almond Karena kacang almond cukup keras, maka kadangkala mengkonsumsi terlalu banyak kacang almond dapat membuat gigi Anda patah atau retak.  Untuk mengatasi hal ini, konsumsilah kacang almond yang telah dipotong-potong dalam bentuk kecil sehingga gigi Anda pun lebih mudah mencernanya.   Acar Acar merupakan makanan yang mengandung sangat banyak asam karena banyaknya cuka yang digunakan untuk membuatnya. Hal ini dapat membuat mineral pada lapisan email gigi Anda terurai. Selain itu, acar juga seringkali mengandung banyak gula, yang juga merupakan salah satu penyebab terjadinya gigi berlubang. Untuk mengatasi hal ini, konsumsilah keju setelah Anda mengkonsumsi acar. Hal ini dikarenakan keju tidak bersifat asam dan mengandung banyak kalsium. Keju dapat membantu menetralisir asam di dalam mulut Anda. Atau Anda dapat mengkonsumsi permen karet bebas gula yang mengandung xylitol yang juga dapat membantu menetralisir asam sambil meningkatkan jumlah air liur untuk membersihkan mulut Anda.   Buah Kering Karena kandungan air di dalam buah kering seperti kismis telah diserap seluruhnya, maka buah kering ini mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi dan cenderung melekat pada gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan bakteri terperangkap di dalamnya dalam waktu yang cukup lama untuk menghasilkan cairan asam penyebab terjadinya gigi berlubang. Untuk mengatasi hal ini, jangan lupa untuk mengkonsumsi segelas air putih setelah mengkonsumsi buah kering dan sikatlah gigi Anda 20 menit kemudian.   Kopi Memang benar kopi mengandung banyak antioksidan, akan tetapi juga dapat menodai gigi Anda. Noda ini dapat memicu terbentuknya plak pada gigi yang dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Untuk mencegah gigi Anda menjadi berwarna kecoklatan, maka gunakanlah sedotan untuk meminimalisir kontak antara kopi dan gigi Anda. Selain itu, hindarilah menambahkan gula dan pilihlah susu sebagai penggantinya karena susu juga dapat membantu menetralisir asam.   Selai Kacang Selain mengandung banyak protein, selai kacang juga sangat lengket sehingga dapat melekat cukup lama pada gigi Anda yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Oleh karena itu, pilihlah selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan yang membuatnya semakin lengket.       Sumber: womenshealthmag
 25 Jan 2019    08:00 WIB
Baikah Kandungan Xylitol Untuk Kesehatan Gigi ?
Halo sahabat setia Dokter.ID! salam sehat untuk kita semua dan terutama untuk gigi sehat kita! nah bicara soal gigi, kali ini kita akan membahas pemanis yang bernama Xylitol, pernah dengar sebuah kandungan bernama xylitol? Ya, xylitol akhir-akhir ini menjadi cukup populer karena khasiatnya dapat membalikkan persepsi orang akan efek buruk sebuah permen. Xylitol dengan khasiatnya justru membuat beberapa permen atau kembang gula tertentu yang mengandungnya menjadi ‘bersahabat’ dan dipercaya untuk menyehatkan gigi. Beberapa orang kini mulai mempertimbangkan adanya kandungan xylitol ketika memilih merek permen, ataupun tablet hisap suplemen vitamin. Sebenarnya, apa itu xylitol dan bagaimana kandungan ini bisa membantu kesehatan gigi? Pada dasarnya xylitol termasuk dalam jenis gula, namun dengan karakteristik yang berbeda dari jenis gula pada umumnya. Xylitol berasal dari ekstrak tanaman berkayu keras bernama birch yang berasal dari Finlandia. Selain birch, zat ini dapat dijumpai secara alami pada berbagai buah dan sayuran, seperti buah beri, gandum, sekam jagung, jamur, atau dapat juga diperoleh melalui ekstraksi serat jagung, raspberry, plum, dan biji jagung. Zat yang juga dikenal dengan nama gula alkohol ini biasa digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula biasa dengan tingkat kemanisan yang hampir sama dengan gula. Meskipun tergolong jenis gula, xylitol punya sifat yang lebih eksklusif dibanding gula pada umumnya. Jenis gula biasa (sukrosa) yang masuk ke mulut akan dimetabolisme bakteri M. streptococcus menjadi asam laktat sehingga memicu gigi berlubang. Xylitol juga memiliki sifat antimikrobial yang melawan bakteri, serta menjaga fungsi air liur dalam menetralisir keasaman plak secara lebih sempurna. Sifat-sifat inilah yang melawan pertumbuhan bakteri pada gigi sekaligus menjadi alasan utama mengapa xylitol membantu menyehatkan gigi. Pada penelitian Fraga, dkk. dalam jurnal Brazilian Oral Research, sebanyak 12 orang dewasa (pria dan wanita) dicatat jumlah kandungan bakteri mutan streptococci yang dapat menyebabkan kerusakan gigi pada mulut mereka masing-masing. Setelah dicatat lalu mereka diberikan konsumsi total 1 gram xylitol per hari dalam bentuk permen karet. Terbukti setelah 30 hari, kandungan bakteri mutan streptococci dalam mulutnya berkurang hingga 69%. Ini berarti bahwa xylitol mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi. Tidak hanya orang dewasa, kesehatan gigi dan gusi pada anak pun bisa terbantu dengan pemanis ini. Xylitol dapat mencegah gingivitis atau peradangan pada gusi yang disebabkan penumpukan bakteri gingivitis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kandelman dan Gagnon tahun 1987 membuktikan pemberian xylitol pada anak usia 8 hingga 9 tahun yang sudah mengonsumsi beragam makanan dapat mengurangi sampai dengan 55% kerusakan gigi. Penelitian lain dalam jurnal Arch Pediatric Adolesc Medical yang menguji 100 anak berusia 9 hingga 15 bulan ikut menguatkan penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan memberi xylitol dan sorbitol dalam bentuk sirup pada sejumlah anak tersebut. Hasilnya xylitol mampu menjaga kesehatan gusi dan mencegah terjadinya pengeroposan dini pada gigi kita. Xylitol umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi beberapa orang dapat mengalami efek samping pencernaan ketika mereka makan terlalu banyak. Alkohol gula dapat menarik air ke usus kita atau difermentasi oleh bakteri usus. Ini dapat menyebabkan gas, kembung dan diare. Namun, tubuh kita tampaknya beradaptasi dengan sangat baik terhadap xylitol. Jika kita menambah asupan secara perlahan dan memberi waktu tubuh kita untuk menyesuaikan diri, kemungkinan kita tidak akan mengalami efek negatif apa pun. Konsumsi xylitol jangka panjang tampaknya benar-benar aman. Dalam satu studi, orang mengkonsumsi rata-rata 3,3 pon (1,5 kg) xylitol per bulan - dengan asupan harian maksimum lebih dari 30 sendok makan (400 gram) - tanpa efek negative. Orang-orang menggunakan gula alkohol untuk memaniskan kopi, teh, dan berbagai resep. Kita dapat mengganti gula dengan xylitol dalam rasio 1: 1. Dan jika kita memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS) atau intoleransi terhadap FODMAPs, berhati-hatilah dengan alkohol gula dan pertimbangkan untuk menghindarinya sama sekali. Jadi sahabat, setelah kita mengetahu kegunaan maupun efek yang dapat terjadi pada xylitol, pada dasarnya jangan berlebihan mengkonsumsi apapun, dan selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi yah.   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com
 15 Sep 2018    18:00 WIB
5 Kesalahan Membersihkan Sikat Gigi
Pernahkan Anda membayangkan berapa banyak kuman yang ada di sikat gigi Anda? 10 milyard! Ya sebanyak itulah mikroba yang hidup di sikat gigi Anda. Sikat gigi dapat menjadi rumah untuk berbagai bakteri dan virus, bahkan beberapa jamur dapat timbuh subur didalamnya. Tipe bakteri yang terkandung didalamnya juga berbagai macam dari yang menguntungkan sampai yang menimbulkan penyakit digigi dan gusi Anda. Berikut adalah kesalahan yang sering Anda lakukan saat membersihkan sikat gigi:Menyimpan sikat gigi Anda dengan jarak kurang 2 meter dari toiletKarena kebanyakan orang melakukan sikat gigi didalam kamar mandi, maka lebih mudah untuk menyimpan sikat gigi di kamar mandi bukan? Apakah Anda ingin gas pembuangan dari toilet berada di mulut Anda? Tentu saja tidak. Jauhkanlah tempat penyimpanan sikat gigi Anda jauh dari toilet, paling tidak lebih dari 2 meter. Menyimpan sikat gigi di wadah plastikCara penyimpanan sikat gigi juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan sikat gigi Anda dan bagaimana mikroba berkembang di dalamnya. Dengan menyimpan sikat gigi Anda dalam wadah plastik akan sangat berbahaya. Tetapi menyimpan sikat gigi dengan meletakkannya di gelas dan membiarkannya terbuka juga bukan metode penyimpanan yang baik. Simpanlah sikat gigi Anda didalam wadah yang terbuat dari kain. Kain ini akan menyerap sisa air liur yang tertinggal di sikat gigi juga menyerap kelembaban sikat gigi. Dengan cara ini Anda telah mencegah timbulnya bakteri baru di sikat gigi. Mensterilkan sikat gigi di microwaveAda beberapa orang yang menaruh sikat giginya di mocrowave dengan tujuan untuk mensterilkan. Tetapi kebanyakan sikat gigi terbuat dari plastik, silikon, nilon, dan microwave akan menghancurkannya. Dengan memanaskan sikat gigi dalam microwave akan menyebabkan pelepasan bisphenol-A (BPA) yang ada pada plastik sikat gigi. BPA ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infertilitas dan berbagai jenis kanker. Untuk membersihkan sikat gigi Anda dapat mencucinya dibawah air mengalir menggunakan sabun kemudian tutup sikat gigi menggunakan bahan dari kain. Juga jangan lupa mengganti sikat gigi Andaminimal 4 kali dalam setahun. Anda pikir pasta gigi dapat membersihkan sikat gigi dari kuman?Pasta gigi yang normal tidak memiliki pengaruh terhadap bakteri dalam sikat gigi. Pada dasarnya didalam mulut kita terdapat milyaran mikroba baik yang dikenal dengan nama microbiome yang melindungi mulut dari virus dan bakteri jahat. Tetapi microbiome ini dapat menjadi bakteri baik karena penggunaan pasta gigi yang menggunakan deterjen atau cairan pencuci mulut yang menggunakan alkohol. Pasta gigi Anda mengandung banyak bahan kimiaHindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan kimia seperti sodium laurel sulfate atau triclosan copolymer karena zat ini dapat mengiritasi mulut dan dapat melukai bagian dalam mulut. Sumber: foxnews
 05 Sep 2018    18:00 WIB
11 Hal yang Diketahui Dokter Gigi Hanya Dengan Melihat Mulut Anda
Tahukah Anda bahwa dokter gigi Anda dapat mengetahui beberapa hal tentang diri Anda hanya dengan melihat keadaan mulut Anda? Kadangkala, berbagai jenis penyakit seperti kanker, anemia, dan diabetes dapat diketahui pertama kali oleh seorang dokter gigi saat melakukan pemeriksaan rutin. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang dapat diketahui oleh dokter gigi Anda hanya dengan melihat keadaan mulut Anda.   Anda Hanya Melakukan Floss Gigi Saat Akan Berkunjung ke Dokter Anda tidak dapat menipu dokter gigi Anda mengenai seberapa sering Anda melakukan floss gigi. Hal ini dikarenakan gusi orang yang hanya melakukan floss gigi tepat sebelum pemeriksaan biasanya akan berdarah atau tampak rusak.   Anda Sedang Hamil Hampir 40% wanita akan mengalami ginggivitis (peradangan gusi) saat mereka hamil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron, yang akan membuat pertumbuhan bakteri menjadi lebih baik dan menyebabkan terjadinya gingivitis. Beberapa orang wanita bahkan akan mengalami pertumbuhan benjolan pada gusinya, yang disebut dengan tumor kehamilan atau granuloma piogenik. Tumor ini merupakan tumor jinak dan akan menghilang dengan sendirinya setelah seorang wanita melahirkan.   Anda Sering Menggigiti Kuku Bahkan tanpa melihat jari tangan Anda, seorang dokter gigi dapat mengetahui kebiasaan buruk Anda yang satu ini. Hal ini ditandai dengan gigi yang tampak patah dan retak, selain itu permukaan gigi biasanya juga akan menjadi rata akibat tekanan konstan pada permukaan gigi. Kebiasaan ini dapat membuat gigi Anda tampak tidak rata dan menyebabkan rahang Anda terasa nyeri dan tidak nyaman. Orang yang sering menggigiti kukunya biasanya memiliki gigi depan yang rata. Hal ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus antara gigi atas dengan gigi bawah.   Anda Dulu Suka Menghisap Ibu Jari Sebagian besar anak yang menghisap ibu jari atau jari tangannya biasanya tidak mengalami efek jangka panjang dari kebiasaan yang satu ini. Akan tetapi, anak-anak yang masih melakukan hal ini setelah mereka berusia 7-8 tahun, akan memiliki struktur gigi yang berbeda. Kebiasaan ini biasanya akan membuat gigi depan menjadi menonjol (tonggos) dan juga dapat mempengaruhi bentuk rahang, yang dapat mempengaruhi cara mereka berbicara.   Anda Menderita Penyakit Tertentu Dokter gigi Anda dapat mengetahui penyakit yang Anda derita dari bau mulut Anda. Bau mulut seperti buah menunjukkan bahwa Anda menderita diabetes yang tidak terkendali atau diet yang terlalu ketat. Sementara itu, bau mulut seperti ikan (amis) menunjukkan bahwa Anda menderita gagal ginjal atau gagal hati. Jika bau mulut Anda sangat buruk, maka hal ini dapat menunjukkan bahwa Anda menderita refluks gastroesofageal (GERD) atau abses paru atau bronchitis atau tonsillitis.   Anda Mungkin Mengalami Gangguan Makan Bulimia dapat menyebabkan struktur gigi Anda berubah dan hal ini tentu saja akan segera diketahui oleh dokter gigi Anda. Erosi gigi biasanya hanya terjadi pada gigi depan di bagian yang menghadap kea rah lidah. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya lubang. Selain gangguan makan, ada beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan erosi pada bagian belakang gigi seperti refluks asam lambung, obat anti depresi, dan obat untuk memperbaiki mood. Hal ini dikarenakan ketiganya dapat menurunkan produksi air liur di dalam mulut, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan gigi akibat asam lambung.   Anda Menderita Infeksi Sinus Infeksi sinus, terutama yang terletak di daerah pipi dapat menyebabkan Anda menderita sakit gigi, terutama gigi rahang atas karena akar giginya terletak pada dasar sinus.   Baca juga: Lagi Sakit Gigi??? Redakan Dengan Bahan Alami Berikut Ini…   Anda Menderita Kekurangan Vitamin dan Mineral Tertentu Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat menyebabkan berbagai gangguan mulut seperti sindrom lidah terbakar, jaringan luruh, peningkatan resiko infeksi, memperlambat penyembuhan, infeksi tulang, dan gusi mudah berdarah. Kekurangan zat besi merupakan salah satunya. Orang yang menderita kekurangan zat besi biasanya mengalami sudut bibir pecah-pecah atau mengalami perubahan pada lidahnya. Beberapa penderita bahkan mengalami rasa sakit seperti terbakar atau tidak ada lagi papilla pada permukaan lidahnya, yang membuat lidah tampak licin dan berkilau. Mengkonsumsi suplemen zat besi biasanya dapat membantu mengatasi hal ini.   Anda Menderita Diabetes Pada banyak kasus, tidak terkendalinya kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan pada gusi seperti gusi tampak membengkak, berdarah, dan sensitif. Selain itu, konsistensi air liur mungkin akan berubah, yang dapat menyebabkan gigi mudah berlubang.   Anda Kecanduan Minuman Beralkohol Orang yang kecanduan minuman beralkohol biasanya memiliki gigi yang mudah berlubang karena alkohol cenderung membuat mulut menjadi kering. Mulut kering dapat menyebabkan gigi berlubang karena air liur sebenarnya berfungsi untuk menetralisir zat asam yang dapat merusak gigi di dalam mulut.   Anda Menderita Kanker Mulut Salah satu gejala awal dari kanker mulut adalah terjadinya perdarahan tanpa sebab yang jelas pada mulut, ada bercak putih atau merah atau bintik merah di dalam mulut, perubahan struktur gigi, dan adanya pembengkakan, penebalan, benjolan, atau erosi pada daerah bibir, gusi, atau daerah lain di dalam mulut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 18 Jul 2018    16:00 WIB
6 Kesalahan yang Sering Anda Lakukan Saat Menggosok Gigi
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kebersihan gigi dan mulut yang kurang berhubungan dengan gangguan jantung dan berbagai gangguan kesehatan lain, termasuk disfungsi ereksi. Dan walaupun Anda sudah menggosok gigi Anda secara teratur, ada kemungkinan Anda melakukan berbagai kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat kesalahan apa saja yang mungkin terjadi saat Anda menggosok gigi dan bagaimana cara memperbaiknya.   Tidak Menggosok Gigi di Waktu yang Tepat Anda seharusnya tidak lagi makan setelah menggosok gigi di malam hari sebelum tidur. Hal ini dikarenakan mengemil sebelum tidur dapat meningkatkan resiko gigi berlubang karena ada sisa makanan yang masih menempel pada gigi. Kegiatan sikat gigi Anda di pagi hari juga sangat penting. Hal ini dikarenakan produksi air liur akan berkurang selama Anda tidur, yang akan membuat bakteri di dalam mulut dapat berkembang biak dengan lebih cepat. Oleh karena itu, sikatlah gigi Anda 2 kali sehari selama setidaknya 2 menit.   Menggunakan Sikat Gigi yang Salah Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, yang dapat masuk ke dalam jaringan gusi dan melepaskan plak yang menempel di dalam gusi. Jika plak di bagian gusi ini tidak terangkat, maka Anda beresiko mengalami gangguan gusi. Menggosok gigi dengan sikat gigi yang keras dan tenaga ekstra dapat menyebabkan terjadinya resesi gusi (gusi menurun) dan membuat lapisan gigi yang terekspos menjadi lebih banyak, bahkan hingga ke akar gigi. Dan karena bagian akar gigi tidak sekuat bagian gigi yang beremail, maka lapisan ini akan dengan mudah terkelupas dan menyebabkan terbentuknya lubang-lubang kecil pada gigi.   Baca juga: Ini Dia Dua Sumber Makanan yang Menjadi Penyebab Timbulnya Karang Gigi   Tidak Berkumur Menelan atau membuang pasta gigi setelah menggosok gigi tidak akan mengeluarkan semua kotoran yang terdapat di dalam mulut paska menggosok gigi. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda berkumur dengan menggunakan obat kumur bebas alkohol berbahan dasar hidrogen peroksida.   Mengikuti Teknik yang Salah Untuk membersihkan plak pada permukaan gigi dengan efektif, Anda harus menggosok gigi dengan cara memutar, dengan sudut 30-45 derajat, bukan hanya dengan gerakan naik dan turun. Saat membersihkan bagian belakang gigi, arahkan sikat gigi Anda secara vertikal sehingga seluruh bagian gigi dapat dibersihkan.   Tidak Mengganti Sikat Gigi Para dokter gigi di Amerika menganjurkan agar setiap orang mengganti sikat giginya setiap 3-4 bulan sekali. Bulu sikat yang sudah tidak sempurna tidak dapat membersihkan plak atau bakteri dengan efektif. Dan bila Anda baru sembuh dari sakit, pastikan Anda segera mengganti sikat gigi Anda. Hal ini dikarenakan sisa bakteri dan virus dari sakit yang Anda derita dapat menempel pada sikat gigi dan dapat kembali menginfeksi Anda.   Tidak Membersihkan Bagian Mulut yang Lain Selain gigi, lidah merupakan bagian mulut yang penuh dengan bakteri. Selain itu, makanan atau kotoran juga dapat dengan mudah tersangkut pada permukaan lidah. Oleh karena itu, pastikan Anda juga selalu membersihkan permukaan lidah Anda. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: prevention
 01 Feb 2018    08:00 WIB
Ini Cara Mendapatkan Senyum Indah, Gigi Putih Dan Ramah Di Dompet
Senyuman yang lebih putih dan cerah tidak hanya membuat kita merasa hebat, tapi juga memberi kepercayaan diri. Namun, apa yang kita makan dan minum bisa langsung mempengaruhi penampilan gigi dan membuat senyuman menjadi kurang menarik. Sebelum Anda mencoba perawatan ke dokter gigi yang mungkin harganya cukup mahal, maka ada beberapa cara yang lebih ramah kepada dompet Anda. Inilah saatnya untuk mengubah gigi menjadi lebih putih dengan cara alami.   Berikut Cara Memutihkan Gigi Dengan Alami: Gunakan Baking Soda Sebagai Pasta Gigi dan Pemutih Produk yang populer telah lama digunakan sebagai pengganti pasta gigi untuk membersihkan gigi dan juga dapat menjadi pemutih gigi adalah baking soda. Struktur kimia baking soda yang bersifat abrasif ringan dapat membantu menjelaskan mengapa efektif dalam menghilangkan noda di permukaan gigi. Kristal lunak baking soda, menurut American Chemical Society, mudah larut dalam air, yang memungkinkan baking soda itu sendiri menembus ke dalam tepi gigi dan tempat yang sulit dicapai dibandingkan dengan zat abrasif lainnya. Namun, karena sifatnya yang sangat abrasif inilah maka cukup digunakan sebagai pemutih gigi hanya sekali atau dua kali dalam sebulan.   Mengunyah Permen Karet Meskipun hal ini mungkin terdengar berlawanan, permen karet bebas gula dapat benar-benar membantu mengurangi kadar asam dan bakteri berbahaya di mulut kita. Tindakan alami mengunyah permen karet membantu merangsang produksi air liur yang mengandung surfaktan dan enzim khusus yang dapat melindungi gigi dari pewarnaan. Seiring bertambahnya usia, kelenjar liur kita menyusut dan menghasilkan lebih sedikit air liur. Karena itu, mengunyah permen karet bisa membantu meningkatkan aliran air liur dan selanjutnya mencegah pembusukan.   Mengunyah Buah dan Sayuran Segar Duo dinamis telah membuat daftar kesehatan lagi: kemampuan buah dan sayuran dalam menyehatkan menyeluruh sampai ke kesehatan gigi. Ngemil wortel mentah, seledri, dan apel yang renyah bertindak sebagai cara alami dan abrasif untuk membersihkan enamel gigi kita tanpa menyebabkan kerusakan. Sebagai aturan praktis, buah atau sayur yang lebih renyah, semakin baik. Seorang dokter gigi kosmetik di New York City, mengatakan "Makanan yang mengandung selulosa tinggi, senyawa pati kuat seperti yang ditemukan pada seledri, wortel, dan apel berfungsi sebagai abrasif alami, membersihkan gigi dan mengurangi noda secara alami. "Kemudian sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan selada mengandung senyawa mineral yang benar-benar membentuk pelapis gigi, sehingga pigmen dari makanan lain tidak menimbulkan noda.   Makan Keju atau Produk Susu Mengonsumsi keju atau produk susu baik untuk kesehatan gigi Anda karena kandungan kalsiumnya yang tinggi yang penting untuk tulang, gigi, dan tulang yang kuat. Asam laktat, yang ditemukan dalam produk susu, berfungsi untuk menguatkan enamel dan mencegah pembusukan. Penguatan enamel akan melindungi dentin yang berada di belakangnya. Mengonsumsi makanan seperti susu yang melindungi email kita akan membantu dentin kita, dan karena itu menjaga warna putih gigi.   Gosok Stroberi pada Gigi Jika Anda menyukai rasa stroberi, maka Anda akan menyukai manfaat mengejutkan dari makanan super ini. stroberi yang secara alami kaya akan vitamin C, dapat membantu menghilangkan penumpukan plak pada gigi kita, sementara asam malat dapat mencegah dan menghilangkan noda. Cukup iris dan gosok stroberi pada gigi Anda atau campurkan ke dalam pasta gigi. Sebaiknya biarkan selama lima menit di gigi Anda sebelum Anda membilas mulut dengan air.   Cara alami diatas merupakan cara yang mudah dan tentu saja tidak mahal, jadi tunggu apalagi lakukan sekarang dan dapatkan senyum indah Anda.   Baca juga: 11 Hal yang Diketahui Dokter Gigi Hanya Dengan Melihat Mulut Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicaldaily
 21 Sep 2015    12:00 WIB
Aneh Tapi Nyata, Gigi Belakang Pria Ini Ditumbuhi….
Tahukah Anda bahwa tidak menjaga kebersihan dan kesehatan gigi Anda ternyata dapat berakibat buruk? Pengalaman aneh tapi nyata dialami oleh seorang pria asal Taiwan karena kurang rajin membersihkan giginya. Pria berusia 36 tahun ini awalnya hanya merasakan sakit di gigi bagian belakangnya. Ia mengira bahwa ia hanya sakit gigi biasa karena giginya berlubang. Akan tetapi, ia pun terkejut saat memeriksakan keadaan giginya ke seorang dokter gigi. Ia diberitahu oleh sang dokter bahwa nyeri gigi yang ia alami bukan karena gigi berlubang, tetapi karena ada sejenis tumbuhan yang tumbuh di giginya. Dokter pun menyarankan agar ia mencabut gigi yang bermasalah tersebut. Setelah berhasil dicabut, dokter menemukan bahwa tanaman yang tumbuh pada gigi pria tersebut merupakan tunas jambu biji. Para ahli memperkirakan bahwa tanaman tersebut  telah berumur 10 hari.   Baca Juga: 6 Makanan Perusak Kesehatan Gigi dan Gusi Anda   Saat diberitahu bahwa nyeri gigi yang dialaminya akibat ada tunas jambu biji yang tumbuh di dalamnya, ia pun mengakui bahwa ia pernah makan jambu sekitar 1 bulan yang lalu. Dokter gigi yang merawat sang pria mengatakan bahwa kemungkinan biji jambu yang dimakan pasiennya tersebut masuk ke daerah gigi yang berlubang dan akhirnya tumbuh di sana. Mengapa biji jambu tersebut dapat tumbuh? Hal ini dikarenakan berbagai jenis makanan yang dikonsumsi pria tersebut berfungsi sebagai pupuk bagi biji jambu tersebut, apalagi sang pria jarang membersihkan giginya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membersihkan gigi Anda dengan cara menyikatnya setiap kali selesai makan (30 menit setelah makan) dan sebelum tidur agar Anda tidak mengalami apa yang dialami oleh sang pria asal Taiwan ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: NMANewsDirect
 26 Feb 2015    12:00 WIB
Fungsi Gigi Untuk Pencernaan
Orang dewasa harus memiliki 32 gigi, empat di antaranya adalah gigi bungsu. Keempat gigi bungsu mungkin tidak berkembang sama sekali atau mungkin ditarik kapan saja karena kurangnya ruang atau alasan lain. Gigi mungkin organ yang berfungsi untuk mengunyah (pengunyahan) dan mempunyai fungsi yang sangat penting dari proses pencernaan. Mengunyah makanan dengan baik memberikan sinyal untuk air liur membantu dalam memecah karbohidrat tertentu. Bagian-bagian gigi yang terlihat disebut mahkota. Struktur lapisan luar mahkota gigi terdiri dari permukaan luar yang keras yang disebut enamel. Ini adalah zat yang paling keras dalam tubuh manusia. Molar memiliki permukaan yang besar dengan lubang-lubang dan alur yang membuat mereka cocok untuk menggiling makanan antara geraham atas dan bawah. Ada dua gigi geraham di masing-masing empat lengkungan mulut. Geraham adalah gigi terakhir di mulut masing-masing bagian Sebenarnya ada tiga geraham di setiap sisi, "molar 3" menjadi gigi kebijaksanaan. Gigi seri, atau gigi depan terdiri dari tepi tajam yang dibuat untuk memotong makanan. Ada enam atas dan enam gigi seri bawah. Di sudut setiap gigi depan adalah gigi taring. Gigi taring memiliki akar yang panjang dan dirancang untuk merobek makanan. Gigi insisivus memotong makanan dan mendorongnya ke gigi belakang (molar dan premolar) dengan bantuan lidah. Gigi belakang benar-benar membantu dalam mengunyah makanan dengan permukaan mereka. Premolar lebih kecil dari geraham dan membantu proses mengunyah dengan menghancurkan makanan. Ada juga dua premolar di setiap kuadran dari mulut dan mereka terletak di antara geraham dan gigi seri. Sumber: totalhealthmagazine
 10 Feb 2015    13:00 WIB
Cara Menjaga Kesehatan Mulut Selama Hamil
Menjadi seorang ibu merupakan hal yang menggembirakan bagi orang tua. Untuk itu Anda sebagai seorang ibu tentu akan selalu menjaga kesehatan tubuh Anda, tidak terkecuali masalah kesehatan mulut. Ada banyak mitos yang ada selama kehamilan mengenai perawatan gigi. Seperti kekhawatiran apakah perawatan gigi, menggunakan sinar x untuk foto gigi Anda apakah hal ini dapat mengganggu kesehatan janin. Seperti kita ketahui, dari daerah mulut dapat berpengaruh pada kesehatan secara umum. Sekarang kita menyadari penyakit jantung mungkin memiliki hubungan langsung dengan penyakit gusi dan sebuah penelitian melaporkan kesehatan mulut yang buruk meningkatkan risiko terjadinya masalah kehamilan termasuk keguguran. Berikut adalah Pedoman Untuk Perawatan gigi Selama Kehamilan dari American Dental Association: Untuk mencegah penularan bakteri mulut dari ibu ke bayi selama kehamilan, jangan menunda pengobatan yang dibutuhkan. Sering muntah (dikenal sebagai 'morning sickness') dapat meningkatkan risiko erosi gigi. Hal ini dapat dikurangi dengan mengonsumsi makanan ringan yang sehat yang tinggi protein, seperti keju, sepanjang hari. Pastikan untuk berkumur setelah muntah dengan satu sendok teh baking soda dalam secangkir air. Menyikat gigi setelah muntah dapat memperburuk erosi. Sikat gigi Anda pagi dan sebelum tidur, dan floss setiap hari. Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung xylitol untuk menjaga kesehatan mulut Anda Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur seperti yang direkomendasikan oleh dokter gigi. Apabila memang Anda memerlukan untuk dilakukan pemeriksaan rontgen pada jaman modern ini, paparan radiasi sangat rendah. Hal ini juga akan dilakukan apabila memang ada indikasi dilakukan. Sumber: totalhealthmagazine