Your browser does not support JavaScript!
 26 Mar 2021    13:00 WIB
Fakta Menarik Air Kelapa Untuk Kesehatan
Tahukah Anda bahwa air kelapa ternyata rendah kalori, bebas lemak dan kolesterol, mengandung lebih banyak kalium dibandingkan dengan pisang, dan sangat baik bagi penderita dehidrasi. Air kelapa sebenarnya mengandung karbohidrat yang mudah dicerna dalam bentuk gula dan elektrolit. Sekitar 30 ml air kelapa tanpa pemanis mengandung 5.45 kalori, 1.3 gram gula, 61 mg kalium, dan 5.45 mg natrium. Berdasarkan sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa air kelapa memang lebih baik untuk menggantikan cairan yang hilang dibandingkan dengan minuman energi atau air putih, akan tetapi hanya bila Anda mengkonsumsi air kelapa dalam jumlah cukup banyak. Sebuah penelitian di tahun 2007 menemukan bahwa air kelapa yang diperkaya oleh natrium memiliki efek yang sama seperti halnya minuman energi yang sering digunakan untuk rehidrasi cairan tubuh setelah suatu aktivitas fisik. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa air kelapa juga membuat orang yang mengkonsumsinya tidak terlalu mual, merasa lebih kenyang, tidak mengganggu pencernaan, dan lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk merehidrasi tubuh. Walaupun memang benar mengkonsumsi air kelapa dapat membantu merehidrasi tubuh setelah kehilangan banyak cairan, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah berbagai isu yang mengatakan bahwa air kelapa dapat membantu mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk kanker adalah benar. Para peneliti mengatakan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Para peneliti juga mengatakan bahwa sebagian besar orang yang berolahraga sebenarnya tidak membutuhkan konsumsi minuman energi atau air kelapa untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang. Mengkonsumsi air putih saja biasanya sudah cukup. Akan tetapi, bila Anda melakukan aktivitas fisik berat atau lebih menyukai rasa air kelapa dibandingkan dengan rasa air putih, maka air kelapa dapat menjadi pilihan.  Baca juga: Tubuh Lebih Sehat dan Bugar dengan Rajin Mengonsumsi Air Kelapa Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 07 May 2020    08:00 WIB
Pola 2-2-4 Untuk Menghindari Dehidrasi Ketika Berpuasa
Kandungan air yang terdapat di dalam tubuh manusia mencapai 60-70 persen. Saat berpuasa, kurang lebih 14 jam manusia beraktivitas sambil menahan rasa lapar dan juga haus.  Selama berpuasa, tentu Anda tetap menjalani rutinitas harian. Ketika Anda beraktivitas, mineral dalam tubuh yang didapat dari air akan terus berkurang. Air bukan hanya keluar dari tubuh saat buang air kecil (BAK), tetapi juga saat berkeringat dan bernapas. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda untuk menjaga kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan, melalui Direktorat Promosi Kesehatan, menyarankan pada orang dewasa untuk mengonsumsi air putih sekitar 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Lantas, bagaimana dengan aturan minum air putih saat sedang menjalankan ibadah puasa? Sama saja, kok! Anda tetap harus dapat memenuhi cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Hanya waktu minumnya saja yang disesuaikan selama berpuasa. Rumus minum air putih "2-2-4" dapat Anda terapkan selama menjalani puasa satu bulan penuh. Pola itu terdiri dari 2 gelas pada saat sahur, 2 gelas ketika berbuka puasa, dan 4 gelas pada malam hari di waktu selang antara berbuka dan sahur. Jika dijabarkan, berikut pola 2-2-4 yang dapat Anda terapkan: 1 gelas setelah bangun sahur 1 gelas setelah makan sahur 1 gelas saat adzan maghrib 1 gelas setelah sholat maghrib 1 gelas setelah berbuka puasa 1 gelas sebelum sholat isya 1 gelas setelah sholat tarawih 1 gelas sebelum tidur Saat sahur, air yang kita minum menjadi bekal untuk menjalani puasa pada hari itu. Saat berbuka, waktunya menggantikan mineral yang hilang selama berpuasa. Jadi sangat penting untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu saat berbuka dibandingkan meminum minuman manis dan dingin. Perlu Anda ketahui, air putih berperan membantu sistem metabolisme tubuh, melancarkan proses pencernaan, penyerapan nutrisi, sirkulasi hingga menjaga suhu tubuh. Minum air putih secara teratur juga dapat mencegah gangguan pada otak, melancarkan sistem pernapasan, membuat ginjal tetap sehat, hingga menjaga kesehatan kulit.   Sumber : Mayapada Hospital
 03 Mar 2020    11:00 WIB
Gejala Dan Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana ketika kadar air tubuh terlalu rendah. Cairan hilang melalui keringat, air mata, muntah, urin atau diare. Apa saja gejala dehidrasi?  Haus  Sakit kepala  Letargi  Perubahan mood dan respon yang melambat  Saluran hidung kering  Bibir kering atau pecah-pecah  Urin berwarna gelap  Kelemahan  Kelelahan  Kebingungan dan halusinasi.  Jika seseorang yang mengalami dehidrasi dan tidak diberikan cairan pengganti akan terjadi gangguan akhirnya buang air kecil, dapat berakibat pada gagal ginjal dan tubuh tidak dapat membuang produk limbah yang beracun. Dalam kasus ekstrim, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan kematian.  Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan dehidrasi termasuk:  Tidak minum cukup air  Jumlah keringat yang meningkat karena cuaca panas, kelembaban, olahraga atau demam  Peningkatan pengeluaran urin karena kekurangan hormon, penyakit kencing manis, penyakit ginjal atau obat  Diare atau muntah  Pulih dari luka bakar.  Penyebab dehidrasi pada orang tua: Terjadi perubahan fungsi ginjal yang menurun seiring dengan usia  Perubahan hormonal  Gangguan mekanisme dalam tubuh, orang tua tidak merasa haus (karena mekanisme di dalam tubuh yang memicu rasa haus tidak bekerja dengan baik seperti pada usia dewasa muda)  Obat-obatan (misalnya, diuretik dan pencahar)  Penyakit kronis seperti penyakit kencing manis, penyakit ginjal Penyebab dehidrasi pada bayi dan anak-anak:  Anak-anak rentan terhadap dehidrasi, terutama jika mereka sakit.  Muntah, demam dan diare dapat dengan cepat mengalami dehidrasi bayi.  Dehidrasi bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa pada anak-anak. Jika Anda mencurigai dehidrasi, bawa anak segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.  Beberapa gejala dehidrasi pada anak antara lain:  Kulit dingin  Letargi/ lesu  Mulut kering  Mata cekung Fontanelle/ ubun-ubun cekung (tempat yang lembut di atas tengkorak bayi di mana tulang belum menutup)    Sumber: betterhealth
 01 Jan 2017    15:00 WIB
Sedang Hamil Tapi Ingin Berlibur? Ikuti Kiat Berikut
Apakah Anda ragu-ragu untuk melakukan perjalanan panjang dan menggunakan pesawat hanya karena Anda sedang hamil? Apakah Anda pikir perjalanan panjang akan menyebabkan beberapa masalah karena kehamilan Anda? Kehamilan adalah periode penting dalam kehidupan setiap wanita, namun bukan berarti hal ini membatasi Anda untuk bersenang-senang. Ingat bahwa biasanya saat paling aman untuk melakukan perjalanan adalah sekitar trimester kedua kehamilan (usia kehamilan bulan ke 4-6). Berikut adalah kiat untuk Anda wanita hamil yang ingin berliburan: Konsultasi dengan dokter Anda Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda melakukan liburan panjang. Apakah Anda boleh melakukan perjalanan panjang dan persiapan apa yang perlu Anda bawa Bawa catatan medis Anda Usahakan untuk membawa catatan medis terbaru Anda, yang mungkin diperlukan bila ada keadaan darurat medis Membuat daftar keperluan Hal ini penting untuk mengingatkan Anda barang apa yang perlu Anda bawa Bawa obat-obatan Jauh lebih baik Anda membawa obat Anda sendiri. Karena Anda bisa langsung Anda gunakan saat Anda membutuhkannya. Bawa pakaian yang nyaman Ingatlah Anda sedang hamil, maka bawalah pakaian yang cocok dan nyaman untuk ibu hamul Tetap Terhidrasi Untuk Anda ibu hamil selalu siapkan botol ekstra untuk Anda minum, agar Anda tidak kehausan. Bergerak Terbang terlalu lama bisa menyebabkan terjadi penggumpalan darah. Penyakit ini biasanya dikenal sebagai deep vein thrombosis atau DVT. Risiko ini meningkat ketika Anda duduk terlalu lama. Bila saat di dalam pesawat dan penerbangan stabil Anda bisa berjalan sebentar di dalam pesawat. Membawa bantal Sebagai seorang wanita hamil, Anda akan merasa sulit untuk merasa nyaman di kursi pesawat. Usahakan membawa bantal tambahan untuk membuat Anda merasa nyaman. Baca juga: Tips Saat Berlibur Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: stylecraze