Your browser does not support JavaScript!
 05 Feb 2018    16:00 WIB
3 Cara Menghindari Depresi Akibat Media Sosial
Sekarang ini rasanya hampir semua orang memiliki media sosial dan menjadi sesuatu yang wajib untuk menbagi cerita yang dialami entah itu kebahagiaan seperti baru jadian, baru dilamar, baru melahirkan, aktivitas anak atau juga sedang merasa galau, baru putus. Semua ini menjadi sesuatu hal yang harus dibagikan ke media sosial. Media sosial merupakan media yang baik karena Anda bisa bersosialisasi dengan teman-teman Anda, bisa bertemu kembali dengan teman lama, berkenalan dengan teman baru dan ikut aktivitas menyenangkan karena media sosial. Akan tetapi media sosial juga bisa memberi efek buruk misal ada teman yang selalu pamer, hal ini bisa saja menimbulkan rasa iri bahkan merasa stress dan depresi. Ini semua merupakan efek buruk. Jadi, bagaimana kita bisa menghindari efek negatif media sosial?   3 Cara Menghindari Depresi Akibat Media Sosial Memiliki Batas Waktu Brown menyarankan untuk mencatat waktu yang kita habiskan untuk media sosial setiap hari selama seminggu dan mencoba mengekangnya. Misalnya, dia menulis: Banyak orang yang menghabiskan harinya lebih banyak menggunakan media sosial, rasanya sudah lupa akan semua hal. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan dalam menghindari efek buruk akibat media sosial adalah dengan memiliki batas waktu. Kurangi waktu Anda menggunakan media sosial setengah dari waktu Anda biasa menggunakan media sosial. Anda dapat membatasi penggunaan dengan memblokir komunikasi dan pemberitahuan dari aplikasi sosial seperti Facebook agar tidak terganggu atau dibanjiri informasi. Ganti penggunaan Gagasan mengubah cara kita menggunakan media sosial adalah mencegah kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan merasa cemburu. Jika kita membatasi media sosial untuk melakukan percakapan nyata dengan teman, ini akan menambah hubungan dalam kehidupan nyata, membantu kita merencanakan pertemuan, dan meningkatkan kesejahteraan kita. Lain kali saat mengunjungi sebuah situs, maka Anda harus mulai dengan bertanya pada diri sendiri apa tujuan dari Anda menggunakan media sosial/ Dapatkan Sumber Berita di Luar Media Sosial Sangat mudah untuk mendapatkan semua berita dari media sosial, tapi ini juga berarti kita bisa terganggu karena mencoba untuk tetap waspada. Ketika mendapatkan sumber berita dari media sosial, cenderung terpikat menjelajah media sosial orang lain atau membaca berita palsu. Orang yang menggunakan media sosial sangat sering memiliki 2,7 kali kemungkinan mengalami depresi dibandingkan pengguna yang jarang melihat media sosial. Depresi pada penyebab utama kecacatan di A.S., dan ini mempengaruhi sekitar 6,7 persen populasi berusia 18 dan lebih tua pada tahun tertentu. Pemantauan penggunaan media sosial dapat membantu menjaga kesehatan mental.   Baca juga: Keluar Cairan Abnormal dari Payudara, Apakah Sebabnya???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: littlethings
 30 Nov 2016    11:00 WIB
Berapa Kg Berat Badan yang SEBERNANYA Dapat Diturunkan Dalam Satu Minggu?
Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda mungkin sudah sering membaca atau mendengar tips diet yang menjamin bahwa Anda akan turun sebanyak 2-5 kg hanya dalam 1 minggu. Akan tetapi, berapa kg berat badan yang sebenarnya dapat diturunkan dalam waktu 1 minggu??? Menurut seorang ahli, secara keseluruhan seseorang biasanya hanya akan mengalami penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dalam 1 minggu. Akan tetapi, sebenarnya hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Berapa berat badan Anda saat memulai. Orang yang memiliki berat badan yang lebih berat biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan lebih ringan Bagaimana gaya hidup Anda saat memulai. Jika Anda sudah mengkonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur, maka biasanya Anda akan lebih sulit mengalami penurunan berat badan dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengkonsumsi makanan tidak sehat dan jarang atau tidak pernah berolahraga   Baca juga: Tips Makan Larut Malam Tanpa Meningkatkan Berat Badan   Jadi, bila Anda ingin menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal setelahnya, maka dianjurkan agar Anda menargetkan penurunan berat badan sebanyak 0.5-1 kg setiap minggunya. Hal ini dikarenakan Anda akan dapat bertahan lebih lama dalam melakukan diet Anda dibandingkan dengan saat Anda melakukan diet yang cukup ekstrim atau ketat untuk menurunkan 1.5 kg setiap minggunya, yang akan kembali lagi segera setelah Anda berhenti berdiet. Jika Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan dan mencegahnya kembali naik, dianjurkan agar Anda mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi secara selang-seling, misalnya hari ini dan besok Anda mengkonsumsi lebih sedikit makanan dibandingkan lusa. Dengan demikian, berat badan Anda akan menurun dan Anda pun tidak akan merasa sangat menderita. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah melambatnya laju metabolisme tubuh Anda (yang akan membuat peningkatan berat badan lebih mudah terjadi bila Anda berhenti berdiet nantinya).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Nov 2016    08:00 WIB
Tips Mudah Agar Terbebas dari Gangguan Kandung Empedu!
  Kandung kemih merupakan sebuah kantong berbentuk seperti buah pir, berukuran 10 cm, yang terletak di bawah hati, pada perut bagian kanan atas. Kandung empedu memiliki peranan penting dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama kandung empedu adalah menyimpan empedu (campuran antara cairan, lemak, dan kolesterol) yang berfungsi untuk membantu proses metabolisme lemak dari makanan di dalam usus. Kandung empedu akan menyalurkan empedu ke dalam usus halus melalui saluran empedu. Kemudian, vitamin larut lemak dan nutrisi penting lainnya diserap ke dalam aliran darah. Akan tetapi, ada beberapa gangguan yang dapat mengenai kandung empedu Anda seperti batu empedu, kolesistitis (radang kandung empedu), kolik bilier, dan disfungsi kandung empedu. Semua orang dapat mengalami gangguan kandung empedu. Tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko Anda menderita gangguan empedu seperti genetika, obesitas, dan jenis kelamin. Wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kandung empedu dibandingkan pria. Gangguan kandung empedu dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gangguan kandung empedu yang berbeda dapat menyebabkan timbulnya gejala yang berbeda-beda. Beberapa tanda dan gejala gangguan kandung empedu yang dapat ditemukan adalah nyeri pada perut bagian atas, nyeri pada bagian bawah tulang belikat kanan atau punggung (nyeri ini biasanya terjadi setelah Anda mengkonsumsi makanan tinggi lemak), nyeri dada, rasa seperti terbakar di dalam dada, gangguan pencernaan, perut kembung, dan sering buang angin. Jika Anda mencurigai diri Anda mengalami gangguan kandung empedu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikannya. Banyak gangguan kesehatan dapat diatasi dengan pengangkatan kandung empedu. Pengangkatan kandung empedu tidak akan membahayakan jiwa Anda. Jika Anda ingin mencegah atau menurunkan resiko menderita gangguan kandung empedu, di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.   Jaga Berat Badan Tetap Sehat Obesitas merupakan faktor dominan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Dengan menjaga berat badan Anda tetap ideal, maka Anda pun dapat mencegah terjadinya batu empedu dan berbagai gangguan lain. Saat Anda berusaha menurunkan berat badan, hindari penurunan berat badan dalam waktu singkat. Turunkanlah berat badan Anda secara perlahan dan bertahap untuk menghindari terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Cobalah untuk menurunkan 0.5-1 kg berat badan setiap minggunya hingga Anda berhasil mencapai berat badan yang Anda inginkan. Jangan melakukan diet ketat karena justru dapat memicu pembentukan batu empedu. Pilihlah diet sehat dan berolahragalah secara teratur untuk mencapai target berat badan Anda. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis gizi atau seorang ahli gizi mengenai menu diet Anda.   Berolahraga Secara Teratur Berolahraga secara teratur merupakan kunci dari tubuh dan mental yang sehat. Bahkan, berolahraga secara teratur setiap harinya juga dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Hal ini dikarenakan olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, yang dapat memicu terjadinya gangguan kandung empedu. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal, yang juga akan mencegah terbentuknya batu empedu. Berolahraga juga dapat menjaga kesehatan kandung empedu, fungsi hati, dan saluran pencernaan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Anda tidak perlu berolahraga dengan intens. Berjalan cepat, berlari, jogging, berenang, berdansa, aerobik, dan bersepeda dapat membantu. Berolahragalah selama 30 menit setidaknya 5 kali seminggu.   Ubah Pola Makan Makanan juga memiliki peranan penting dalam terjadinya gangguan kandung empedu. Untuk mencegah terbentuknya batu empedu dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, Anda mungkin perlu mengubah pola makan Anda. Pola makan yang dianjurkan adalah: Pilihlah lemak tidak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging penuh lemak, mentega, dan berbagai produk hewani lainnya Pilihlah makanan rendah lemak seperti daging ayam tanpa lemak, susu skim, yogurt rendah lemak, dan selai kacang Perbanyak konsumsi serat yang dapat ditemukan dalam roti gandum, sereal, dan sayuran Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar Gantilah cemilan Anda dengan kacang tanah, kacang almond, dan kacang walnut Jangan mengkonsumsi terlalu banyak gula atau karbohidrat Konsumsilah makanan yang mengandung banyak asam lemak omega 3 seperti ikan, minyak ikan, flaxseed, kacang walnut, dan tahu Hindari makanan pedas, digorend, dan daging berlemak   Minum Air Lemon Lemon merupakan bahan detoks alami. Beberapa zat yang ada di dalam lemon juga dapat menstimulasi kandung empedu Anda untuk memproduksi lebih banyak empedu bila diperlukan. Selain itu, lemon juga dapat membantu melarutkan batu kalsium dan membantu proses detoksifikasi di dalam hati. Selain itu, lemon juga dapat membantu Anda melawan obesitas. Campurkanlah sari buah lemon dengan segelas air hangat, tambahkan sedikit madu, dan minumlah setiap pagi saat perut kosong. Anda juga dapat mengkonsumsi air lemon setiap hari.   Minum Wine, Tapi Jangan Berlebihan Mengkonsumsi wine dalam jumlah sedang setiap hari dapat membantu menurunkan resiko terjadinya batu empedu. Seseorang yang mengkonsumsi 2 gelas wine setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya batu empedu hinggga 1/3. Akan tetapi, jangan minum lebih dari 2 gelas setiap harinya karena hal ini justru akan berpengaruh buruk pada kandung empedu, paru-paru, hati, dan ginjal.   Baca juga: Tidak Punya Kantong Empedu, Apa Efeknya?   Ganti Kopi Dengan Teh Hijau Daripada mengkonsumsi kopi, cobalah teh hijau, yang sangat baik bagi kesehatan. Kandungan polifenol yang tinggi di dalam teh hijau dapat memperlancar aliran empedu dan menurunkan kadar kolesterol, yang akan mencegah terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Selain itu, teh hijau juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas dan meningkatkan fungsi hati yang penting bagi proses detoksifikasi tubuh.   Minum Jus Sayuran Setiap Hari Untuk menjaga kesehatan kandung empedu dan hati Anda, konsumsilah 1-2 gelas jus sayuran segar setiap harinya. Berbagai jenis sayuran seperti wortel, bayam, kol, timun, bit, dan selada dapat membantu membersihkan hati dan mendukung proses detoks di dalamnya, serta menguatkan kandung empedu. Selain itu, berbagai nutrisi yang terdapat di dalam sayuran segar juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.   Berkumur Dengan Minyak Berkumur dengan menggunakan minyak merupakan teknik detoks kuno yang dipercaya dapat membantu membersihkan kandung empedu dan hati, serta dapat menjaga kesehatan mulut. Lakukanlah kegiatan berkumur (oil pulling) ini di pagi hari saat perut kosong, sebelum Anda menyikat gigi. Caranya adalah campurkan 1 sendok makan minyak kelapa, minyak wijen, atau minyak bunga matahari dan berkumurlah dengan campuran ini. Berkumurlah selama 15-20 menit, buang, kemudian bilas mulut Anda dengan air dan sikat gigi seperti biasa. Jangan menelan campuran minyak ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies