Your browser does not support JavaScript!
 27 May 2017    15:00 WIB
Seorang Remaja Laki-laki, Dilarang Mendonorkan Mata Karena Ia Seorang Gay
Alexander Betts Junior, seorang remaja berusia 16 tahun di Amerika mendonorkan sebagian besar organnya, seperti jantung, hati, ginjal, paru-paru, dan matanya saat ia meninggal tahun lalu karena bunuh diri.  Akan tetapi, niat baiknya ini justru mendapatkan suatu respon negatif. BPOM Amerika melarang Alexander untuk mendonorkan matanya karena ia merupakan seorang gay semasa hidupnya. Mengapa demikian? BPOM mengatakan bahwa mereka memang tidak pernah mengijinkan seorang pria gay yang aktif secara seksual selama 5 tahun terakhir hidupnya untuk mendonorkan beberapa jenis jaringan tubuh, termasuk mata. Hal ini dikarenakan mereka memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi HIV dan berbagai jenis penyakit lainnya. Saat sang ibu, Sheryl Moore, mendengar hal ini, ia merasa sangat marah karena ia tidak mengerti mengapa putranya tidak dapat mendonorkan matanya hanya karena ia merupakan seorang gay. Kebijakan ini dianggap tidak adil dan menuai banyak kritik karena hal ini tidak berlaku pada seorang pria normal yang pernah berhubungan dengan seorang wanita penderita HIV, yang hanya dilarang untuk mendonorkan beberapa organ tubuhnya bila masih aktif secara seksual dalam waktu 1 tahun terakhir.  BPOM Amerika tetap menolak keinginan Bett untuk mendonorkan matanya tersebut karena ibunya tidak yakin apakah Betts pernah atau tidak melakukan hubungan seks dengan sesama gay lainnya. Akan tetapi, kesedihan terdalam yang dirasakan oleh ibunya adalah karena kematian putranya tersebut akibat usaha bunuh diri yang dilakukannya. Ia mengatakan bahwa putranya telah banyak dilecehkan dan disiksa karena ia merupakan seorang gay, keturunan Afrika-Amerika, dan menderita bibir sumbing.       Sumber: foxnew