Your browser does not support JavaScript!
 11 Mar 2019    11:00 WIB
Terasa Gatal Namun Tidak Ada Penyebab Fisik (Formikasi), Apa Penyebabnya ?
Guys pernah rasakan kulit kita gatal-gatal tanpa sebab, rasanya seperti ada serangga yang merangkak (berjalan) di atas atau di dalam kulit kita. Nah kemungkinan kita sedang mengalami yang namanya Formikasi. Lalu apa itu Formikasi? Namanya sendiri berasal dari kata Latin "formica," yang berarti semut. Formikasi adalah halusinasi taktil, yang berarti seseorang merasakan sensasi fisik, tetapi tidak ada penyebab fisik. Sensasi dapat menyebabkan gatal, yang mungkin lebih buruk di malam hari dan bisa cukup parah untuk berdampak pada kualitas hidup seseorang. Formikasi dikaitkan dengan beberapa kondisi medis lainnya, serta efek dari beberapa obat dan zat. Formikasi adalah perasaan gatal ketika tidak ada penyebab fisik. Dan perlu kita ketahui, di bawah ini juga ada beberapa kondisi atau pemicu yang dapat menyebabkan formikasi. Mereka termasuk: Penyakit Parkinson. Sinanaga. Fibromyalgia. Kegelisahan. Perimenopause. Penyakit Lyme. Neuropati diabetes. Kanker kulit. Skizofrenia. Tingkat estrogen yang lebih rendah selama perimenopause dan menopause juga dapat menyebabkan formikasi. Kadang-kadang formasi dapat terjadi ketika seseorang berhenti dari narkoba, terutama dari opiat. Obat-obatan lain di bawah ini juga bisa menjadi pemicu Formikasi: Ritalin. Wellbutrin. Lunesta. Obat nyeri opioid, seperti kodein atau morfin. Beberapa antidepresan, seperti SSRI. Tramadol. Kokain. Heroin. Metamfetamin. MDMA. Komplikasi dari kondisi yang tidak diobati karena gangguan formikasi, dapat menyebabkan komplikasi, seperti neuropati diabetik atau penyakit Lyme, yang meliputi: Luka dan luka yang sembuh perlahan. Hilangnya sensasi. Bisul dan abses. Meningitis. Penyakit jantung. Penyakit ginjal. Stroke. Luka, keropeng, dan luka terbuka akibat goresan konstan adalah komplikasi umum dari formikasi karena sensasi gatal yang terkait. Infeksi bakteri atau virus dari luka ini dapat menyebabkan: Nanah disertai luka. Pendarahan hebat yang tidak berhenti. Demam 101 ° F (38˚C) atau lebih tinggi. Penyakit kejang mulut. Ganggren. Sepsis. Formikasi yang disebabkan oleh kondisi neurologis atau penggunaan zat psikoaktif seperti ekstasi dapat menyebabkan parasitosis delusi. Ini terjadi ketika kita yakin bahwa serangga yang sebenarnya merayapi tubuh (kulit) kita. Perawatan untuk formikasi akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Krim topikal, seperti hidrokortison, dapat mengurangi rasa gatal bagi sebagian orang. Pelembab atau krim penghalang juga dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi. Mungkin juga layak menempatkan kompres es di daerah yang terkena, yang dapat memberikan efek menenangkan untuk bantuan segera. Jika penyebab formikasi adalah penyakit Parkinson, herpes zoster, atau fibromyalgia, dokter akan meresepkan obat yang sesuai dan dapat membuat rencana perawatan jangka panjang. Jika obat adalah penyebabnya, dokter biasanya dapat merekomendasikan alternatif. Terkadang, antihistamin, seperti Zyrtec atau Benadryl, dapat membantu mengurangi sensasi formulasi. Beberapa antihistamin dapat membuat orang mengantuk, jadi penting untuk membaca labelnya dan bertanya pada apoteker tentang efek samping sebelum menggunakannya. Dan ketika kita pergi ke dokter untuk memeriksa gejala Formikasi, kita perlu memberikan gambaran jelas pada dokter seperti: jam berapa dan sudah berapa lama sensasi formikasi kita rasakan? obat apa yang sudah kita minum dan apakah kita merasakan sensasi setelah mulai minum obat itu? segala zat psikoaktif rekreasi yang saat ini kita gunakan? kondisi yang mendasarinya? reaksi terhadap pengobatan? komplikasi dari penggunaan narkoba? Dan sebagai catatan, gejala formikasi mirip dengan skabies. Kondisi ini terjadi ketika tungau kecil menggali ke dalam kulit kita dan bertelur. Karena itu jika merasakan gejala-gejala di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter kulit kita.   Sumber: neuromuscularmeet.blogspot.com, www.redorbit.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com, headlinehealth.com
 21 Aug 2018    11:00 WIB
7 Cara Mengobati Eksim Secara Alami
Eksim atau dermatitis merupakan kondisi kulit yang menimbulkan rasa sakit, ruam, lepuhan, nanah dan perdarahan jika kondisi serius. Secara normal, eksim dapat diobati dengan pelembab atau krim steroid, tetapi jika keduanya tidak bekerja dengan baik Anda bisa menggunakan calcineurin inhibitor. Banyak sekali mitos yang beredar berkaitan dengan eksim. Beberapa orang percaya jika eksim disebabkan oleh masalah organ dalam, seperti masalah usus atau hati, sementara yang lain mengaitkannya dengan masalah psikologis seperti stress. Faktor lingkungan juga berhubungan dan menyebabkan eksim. Anda dapat saja mengobati penyakit eksim yang Anda alami dengan cara membersihkan usus, hati atau menggunakan krim steroid. Tetapi cara yang paling baik dalam mengobati eksim adalah secara alami karena tidak memiliki efek samping dan juga pengobatan alami ini terbukti sangat efektif menyembuhkan eksim. Alpukat dan lidah buaya Anda dapat membuat pasta dari alpukat kemudian tambahkan daging dari lidah buaya dan campurkan. Setelah itu oleskan ke daerah kulit yang mengalami eksim. Campuran ini akan melembabkan daerah yang terkena eksim dan mencegah eksim menyebabkan kekeringan didaerah sekitarnya. Mengurangi produk susu Kurangi konsumsi produk yang mengandung susu seperti susu, keju dan mentega dari diet Anda dan ganti dengan produk fermentasi seperti kefir. Produk turunan susu dapat meningkatkan keasaman dari kulit dan menyebabkan munculnya serangan eksim. Batasi konsumsi daging dan makanan lainnya. Cobalah membuat perubahan kecil pada menu diet Anda dan berhentu memakan makanan tertentu. Cobalah apakah dengan penghentian makanan tersebut membawa perubahan lebih baik terhadap kondisi eksim Anda. Dengan cara demikian Anda bisa menemukan makanan mana yang menyebabkan serangan dan Anda dapat berhenti mengkonsumsinya. Minum lebih banyak jus buah dan jus sayuran Pastikan Anda tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan manis. Gantilah dengan jus buah atau jus sayuran yang lebih segar. Hal ini akan mengurangi gejala dan mencegah kemunculan dari eksim baru. Konsumsi makanan kaya asam lemak omega 3 Cobalah untuk memakan makanan yang mengandung omega 3 lebih banyak lagi, misalnya saja seperti ikan dan kecang-kacangan. Asam lemak omega 3 secara alami memperbaiki kondisi kulit dan mencegah terjadinya eksim. Cobalah melakukan diet bebas gluten Diet bebas gluten juga dapat mencegah munculnya gejala eksim karena kluten ternyata dapat mengiritasi kulit lebih jauh. Pertahankan pola diet ini sampai kondisi kulit Anda membaik. Menggunakan minyak alami untuk melembabkan kulit Gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk melembabkan kulit Anda. Dengan melembabkan kulit Anda menggunakan minyak ini akan mencegah munculnya gejala eksim.   Sumber: magforwomen
 05 Jun 2018    11:00 WIB
Stress Ternyata Memperburuk Gejala Alergi
Stress ternyata dapat memicu munculnya gejala alergi pada orang-orang. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di Annals of Allergy, Asthma & Immunology. Penelitian diikuti oleh 179 orang dengan alergi serbuk selama 12 minggu dan menemukan sebanyak 39% dari mereka memiliki gejala yang lebih buruk dari yang lain. Pasien tersebut memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala alergi selama periode waktu penelitian.64% dari partisipan dengan tingkat stress lebih tinggi mengalami gejala alergi selama 14 hari periode penelitian. Memang tidak ada hubungan signifikan antara stress dan beratnya gejala alergi di hari yang sama, tetapi jumlah orang yang mengalami alergi diikuti stress semakin banyak setiap harinya. Stress dapat menyebabkan beberapa pengaruh negatif terhadap tubuh, termasuk gejala alergi. Para peneliti juga menyebutkan jika beratnya gejala alergi yang terjadi dapat membawa mood yang negatif yang akan memperburuk gejala yang terjadi. Gejala seperti bersin, hidung berair dan mata berair dapat terjadi karena stress dan juga dapat menjadi akar penyebab stress. Sementara menurunkan kadar stress memang tidak mengobati alergi, tetapi dapat mempercepat proses pemulihan alergi. Cara mengurangi dan menurunkan stress termasuk meditasi dan mengambil nafas dalam-dalam, meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan relaksasi. Makan dengan benar, tidur cukup dan menjaga kesehatan dengan baik akan membantu Anda mengurangi tingkat stress.Sumber: webmd
 02 Feb 2018    16:00 WIB
Miss V Gatal, Cari Tahu Penyebabnya Agar Bisa Bebas Dari Masalah Satu Ini
Miss V adalah aset seorang wanita yang sangat berharga, sehingga Anda harus menjaganya dengan baik. Miss V adalah organ yang cukup unik karena mampu membersihkan diri sendiri namun bila salah dalam merawat bisa jadi akan mengalami beberapa masalah. Masalah yang mungkin sering dialami adalah masalah miss V gatal. Kondisi ini tentunya dirasa sangat mengganggu dan membuat Anda merasa tidak nyaman. Bila Anda mengalami miss V yang gatal maka sebaiknya jangan dibiarkan, cari tahu penyebabnya agar mudah untuk mengatasi dan bebas dari masalah ini.   Berikut Penyebab Miss V Gatal: Kebersihan Miss V Yang Kurang Baik Jarang mengganti celana dalam Membiarkan miss V dalam keadaan basah Jarang mengganti pembalut saat haid Mencuci miss V yang tidak benar seperti setelah memegang anus kemudian memegang miss V   Infeksi Miss V Ini merupakan penyebab umum dari miss V yang sedang gatal, ada beberapa gejala lain dari infeksi pada miss V seperti: Miss V gatal Miss V bengkak Terasa terbakar saat buang air kecil Nyeri saat berhubungan intim Panas Kemerahan Nyeri pada miss V   Masalah Pada Tubuh Selain dari itu, ada berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan infeksi dan memperburuk keadaan. Sistem kekebalan yang lemah adalah satu satunya. Jika Anda menderita diabetes, maka bisa mengalami infeksi miss V yang parah dan juga masalah ketidakseimbangan hormon.   Menopause Menopause juga salah satu alasan yang bisa menyebabkan miss v gatal.  Kadar estrogen yang turun pada akhir tahun masa reproduksi wanita dapat menyebabkan gatal dan iritasi karena penipisan dinding miss V.   Penggunaan Sabun Kimia dan Pelumas Banyak sabun kimia ini, kertas toilet dan pelumas yang mengandung bahan kimia dan  bisa mengiritasi vagina. Dokter merekomendasikan pelumas berbasis air dibandingkan dengan pelumas berbahan dasar kimia.   Penyakit Menular Seksual Apabila seorang wanita melakukan hubungan intim yang bebas akan meningkatkan risiko penyakit menular seksual dan hal ini biasanya akan menyebabkan miss V menjadi gatal dan timbul beberapa masalah pada miss V.   Semua alasan diatas merupakan penyebab miss V gatal, maka dari itu jagalah miss V Anda dengan baik. Gunakan celana dalam katun, cuci miss V setelah buang air kecil dan jangan menggaruk.   Baca juga: Ingin Miss V Tetap Kencang, Ternyata Semudah Ini!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: doctorndtv
 30 Aug 2016    12:00 WIB
Ini Dia Lima Penyakit Kulit Terlangka di Dunia!
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai penyakit jamur, kudis/kurap/kadas, panu, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata di dunia ini terdapat beberapa macam penyakit kulit langka yang jarang dijumpai? Di bawah ini Anda dapat melihat 5 jenis penyakit kulit paling langka di dunia.   Argiria Argiria merupakan suatu keadaan di mana kulit penderita mengalami perubahan warna, yaitu menjadi biru keabuan. Keadaan ini terjadi saat seseorang mengkonsumsi atau terpapar oleh perak dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.   Argiria yang disebabkan oleh banyaknya paparan terhadap perak biasanya dialami oleh para penambang perak atau pada buruh pabrik perak atau pada orang yang pekerjaannya adalah memproses film negatif (tempat cuci cetak foto).   Beberapa orang lainnya mengkonsumsi perak karena mendengar bahwa perak dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti radang sendi, diabetes, atau bahkan AIDS. Selain itu, penggunaan bahan penambal gigi dari perak diduga juga dapat menyebabkan terjadinya argiria. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan argiria.   Sindrom Steven Johnson  dan Nekrolisis Epidermal Toksis Sindrom Steven Johnson (Stevens-Johnson Syndrome/SJS) dan nekrolisis epidermal toksis (Toxic Epidermal Necrolysis/TEN) merupakan suatu gangguan kulit berat yang menyebabkan kulit dan bahkan lapisan organ dalam mengelupas. Keduanya pun memiliki gejala yang sama sehingga seringkali disamakan oleh para dokter (SJS/TEN).   Gejala awal dari SJS dan TEN adalah adanya berbagai gejala seperti flu yang kemudian diikuti oleh timbulnya bercak kemerahan dan lepuhan yang terasa nyeri pada kulit. Perbedaan antara SJS dan TEN adalah pada berapa banyak kulit yang terkena.   Bila hanya mengenai 10% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS. Bila telah mengenai sekitar 10-30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS/TEN. Bila telah mengenai lebih dari 30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan TEN.   Sebagian besar penderita mengalami gangguan ini karena suatu reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya SJS/TEN adalah obat golongan NSAID, allopurinol, fenitoin, karbamazepin, barbiturate, anti kejang, dan antibiotika golongan sulfa. Akan tetapi, pada sekitar seperempat kasus SJS/TEN, dokter tidak dapat menemukan penyebab yang jelas.   SJS/TEN seringkali dapat disembuhkan, tergantung pada keparahan gejala. Karena keduanya dapat mengancam nyawa penderitanya maka perawatan di rumah sakit pun biasanya diperlukan. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan immunoglobulin, antibiotika (untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit), dan kortikosteroid (untuk mengatasi peradangan) melalui infus.   Dermatografia Gangguan kulit yang satu ini memang sangat jarang, tetapi biasanya tidak membahayakan jiwa penderitanya. Pada dermatografia, penderitanya biasanya memiliki kulit yang sangat sensitif, di mana luka sekecil apapun dapat membuat kulit kemerahan dan bengkak. Penderita biasanya juga akan merasa gatal.   Ingin tahu sesensitif apa kulit penderita dermatografia? Anda dapat membaca apa yang Anda tulis dengan kuku jari Anda pada permukaan kulit penderita. Hanya dalam waktu beberapa menit, kulit akan langsung tampak memerah dan bengkak seperti saat Anda tergores oleh suatu benda tajam.   Hal lainnya yang juga dapat membuat kulit penderita dermatografia memerah dan bengkak adalah gesekan dengan pakaian, cuaca panas, cuaca dingin, sinar matahari, atau bahkan saat mereka marah.   Hingga saat ini, para dokter masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari dermatografia, tetapi banyak ahli menduga keadaan ini merupakan suatu jenis reaksi alergi.   Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 30 menit atau beberapa jam, akan tetapi karena dapat membuat penderitanya kesakitan, maka dokter biasanya menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat anti alergi secara teratur. Selain itu, dianjurkan juga agar penderita mengkonsumsi cukup air putih dan menggunakan pelembab karena kulit kering dapat membuat gejala bertambah buruk atau justru memicu timbulnya gejala.   Iktiosis Harlequin Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang biasanya mengenai bayi baru lahir, di mana mereka terlahir dengan kulit yang tebal dan keras. Pada dokter menduga bahwa iktiosis harlequin disebabkan oleh suatu kelainan genetika, di mana terjadi mutasi pada gen ABCA12 yang berfungsi untuk mengatur perkembangan lapisan epidermis (lapisan kulit terluar) kulit.   Gangguan kulit yang sangat langka ini akan membuat para bayi baru lahir tersebut kesulitan mengendalikan pengeluaran cairan dari dalam tubuhnya, yang pada akhirnya akan membuat bayi mengalami dehidrasi berat.   Bayi yang menderita iktiosis harlequin biasanya akan mengalami kesulitan untuk bergerak, bernapas, melawan infeksi, dan mengatur suhu tubuhnya. Berbagai hal inilah yang biasanya akan membuat bayi baru lahir meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah lahir.   Walaupun demikian, beberapa orang bayi dapat bertahan hidup, tetapi mereka tetap membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap stabil serta membuat para petugas medis dapat mengawasi berapa banyak cairan dan nutrisi yang hilang, yang harus segera digantikan. Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang tidak dapat disembuhkan. Salah seorang penderita yang berhasil bertahan hidup hingga memasuki masa remaja mengatakan bahwa ia harus mengkonsumsi sekitar 7.500 kalori setiap harinya untuk menggantikan nutrisi yang hilang karena proses pengelupasan kulitnya yang berlangsung 10 kali lebih cepat dari normal dan harus mengoleskan pelembab pada kulitnya sekitar 7 kali sehari.   Xeroderma Pigmentosum Bila dermatografia merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya sangat sensitif terhadap sentuhan atau gesekan, maka xeroderma pigmentosum merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV).   Penderita xeroderma pigmentosum harus menghindari pancaran sinar matahari yang menembus masuk melalui jendela dan bahkan sinar fluoresens. Apa yang terjadi pada kulit penderita bila mereka terpapar oleh sinar UV? Sebenarnya sama dengan semua orang lainnya, tetapi jauh lebih parah karena kulit mereka amat sangat sensitif.   Gejala yang timbul saat penderita terpapar sinar matahari (walaupun sangat sedikit) adalah kulit terbakar, timbulnya lepuhan pada kulit, dan bercak kehitaman pada kulit. Selain itu, kulit penderita juga menjadi sangat tipis hingga pembuluh darah di bawah kulit pun terlihat.   Keadaan ini tentu saja akan membuat penderita menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit. Anak-anak yang mengalami gangguan kulit ini biasanya akan mengalami kanker kulit dan meninggal saat mereka baru saja memasuki masa dewasa.   Xeroderma pigmentosum terjadi akibat adanya kelainan genetika, yang menyebabkan gangguan pada proses perbaikan DNA. Pada orang normal, kerusakan DNA yang terjadi akibat terbakar sinar matahari dapat segera diperbaiki, akan tetapi pada penderita xeroderma pigmentosum perbaikan ini tidak dapat berlangsung.   Walaupun telah tersedia berbagai jenis obat-obatan untuk mengatasi gejala, akan tetapi para ahli masih belum menemukan cara menyembuhkan kelainan ini.   Baca Juga: Berbagai Jenis Sayuran Untuk Memperindah Kulit Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: health.howstuffworks
 03 Feb 2015    12:00 WIB
Cara Sederhana Hilangkan Rasa Gatal Yang Menjengelkan
Rasa gatal memang terasa menjengkelkan, mungkin hal ini terasa menyebalkan namun juga sangat mengganggu. Penyebab paling umum dari timbulnya rasa gatal adalah kulit kering Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk meringankan gatal yang menjengkelkan: Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat. Hindari pengunaan kain sintetis. Mandi tidak terlalu lama Saat Anda merasa gatal, sementara waktu gunakan air hangat saat Anda mandi Gunakan sabun yang mengandung bahan deterjen, usahakan terbuat dari bahan-bahan yang alami Anda dapat mencuci daerah yang gatal menggunakan air hangat yang dicampur dengan baking soda sedikit Apabila Anda merasa gatal pada seluruh tubuh, Anda dapat mencuci daerah yang gatal menggunakan air hangat yang dicampur dengan oatmeal sedikit Saat mandi tidak menggosok terlalu kencang Setelah mandi jangan menggosok kulit dengan handuk terlalu kencang. Oleskan krim setelah mandi untuk memberi kelembaban pada kulit Gunakan humidifier di rumah. Apabila Anda merasa gatal akibat ada gangguan pada mental seperti stres atau depresi makan Anda dapat melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater Hindari konsumsi makanan yang membuat Anda alergi Melakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan minimal enam bulan atau satu tahun sekali untuk mengetahui kesehatan Anda. Karena rasa gatal juga dapat disebabkan adanya kelainan kondisi medis, seperti kencing manis Sumber: healthofchildren