Your browser does not support JavaScript!
 23 Feb 2020    16:00 WIB
Merasa Gatal-Gatal, Perlukan MCU?
Saat seseorang merasa gatal, hal ini sering kali dianggap sepele. Berbagai macam hal dilakukan untuk meredakan rasa gatal. Dari mulai minum obat anti gatal, menggunakan bedak. Apakah hal tersebut cukup? Ada beberapa penyebab gatal, namun ada rasa gatal yang dapat disebabkan karena adanya keluhan atau penyakit pada organ dalam seperti kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Sehingga Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin/ Medical Check Up (MCU) Dalam melacak penyebab gatal, maka Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan pencarian informasi riwayat medis masa lalu yang cermat. Apabila dokter Anda mencurigai penyebab kulit gatal Anda adalah karena kelainan kondisi medis yang mendasari, maka akan dilakukan tes, seperti: Pemeriksaan darah Hitung darah lengkap dapat memberikan bukti adanya kondisi dalam tubuh yang menyebabkan gatal, seperti kekurangan zat besi. Pemeriksaan gula darah untuk mengetahui apakah Anda terkena penyakit kencing manis atau tidak Pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal untuk mengetahui Anda memiliki gangguan hati atau ginjal. Pemeriksaan fungsi tiroid. Kelainan tiroid, seperti hipertiroidisme, dapat menyebabkan gatal-gatal. Rontgen Digunakan untuk melihat adanya pembesaran kelenjar getah bening yang dapat menimbulkan rasa gatal-gatal Sumber: mayoclinic
 26 Jan 2020    18:00 WIB
Mengapa Pria Sering Memegang Mr. P nya
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa seorang pria sering sekali memegang kemaluannya? Anda mungkin bukan orang pertama yang pernah bertanya mengenai hal tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria memegang Mr. P nya. Baca juga: Gejala dan Pencegahan Gangguan Seksual Pada Pria  1.      GatalSeperti halnya bagian tubuhnya yang lain, daerah kemaluan juga dapat terasa gatal. Dan karena ia tidak dapat secara terang-terangan menggaruk daerah tersebut, maka ia mungkin akan merasa lebih tersiksa, apalagi bila rasa gatal ini disebabkan oleh infeksi jamur. 2.      Keluar dari "Tempatnya"Bila si dia menggunakan boxer sebagai pakaian dalamnya, maka ia mungkin sering mengalami hal yang satu ini, yaitu Mr. P nya keluar dari "tempatnya" sehingga harus segera dibetulkan. 3.      BerkeringatTahukah Anda bahwa ketiak dan kemaluan merupakan daerah terpanas pada tubuh Anda? Jadi bila si dia menggunakan pakaian dalam dan celana, apalagi celana jeans, maka hal ini tentu saja akan membuat daerah kemaluannya mudah berkeringat. Untuk mengurangi rasa pengap dan panas di bawah sana, maka si dia pun perlu membetulkan letak Mr. P nya tersebut. 4.      Sedang EreksiApa yang harus dilakukan oleh seorang pria bila ia mengalami ereksi sedangkan banyak orang di sekitarnya? Pria biasanya hanya memiliki 2 pilihan, yaitu membiarkannya dengan resiko akan ketahuan oleh semua orang di sekitarnya atau memperbaiki letak penisnya tersebut. Ia biasanya akan menaikkan penisnya ke arah perut sehingga daerah kemaluannya tidak tampak terlalu besar. Hal ini tentu saja tidak nyaman baginya, tetapi diperlukan. 5.      KebiasaanKadangkala, seorang pria memegang kemaluannya karena ia telah terbiasa untuk memegangnya. Ia melakukannya secara otomatis tanpa disadarinya. Para pria yang memiliki kebiasaan ini seringkali mengalaminya karena mereka merasa harus selalu memeriksa keadaan Mr. P nya tersebut untuk memastikan bahwa Mr. P nya masih ada pada tempatnya dan baik-baik saja atau memang karena ia suka melakukannya di saat bosan atau santai. 6.      Hanya MemeriksaKarena penis merupakan bagian tubuh terpenting bagi seorang pria, maka kadangkala mereka memegang kemaluannya untuk memastikan bahwa ia masih berada di tempatnya dan baik-baik saja.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womenshealthmag
 02 Jan 2020    13:00 WIB
Sering Merasa Gatal-gatal? Waspada Adanya Gangguan Organ Dalam
Apakah Anda sering merasa gatal-gatal? Saat seseorang merasa gatal mungkin berpikir hanya permasalahan iritasi yang hanya terbatas pada daerah kulit saja. Timbulnya rasa gatal dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: Gatal psikogenik Stres dan gangguan emosional dapat membuat rasa gatal semakin memburuk, tidak peduli apa penyebab yang mendasari. Apabila masalah emosional adalah alasan utama timbulnya rasa gatal, kondisi ini dikenal sebagai gatal psikogenik. Gangguan organ dalam Gatal yang terjadi pada seluruh tubuh dapat menunjukkan beberapa kelainan kondisi medis seperti kencing manis, penyakit hati, gagal ginjal, sakit kuning, gangguan tiroid, atau bahkan kanker. Kelainan darah seperti leukemia dan gangguan limfatik seperti penyakit Hodgkin kadang-kadang menyebabkan timbulnya rasa gatal juga. Alergi obat Pada beberapa orang akan timbul reaksi alergi obat yang menimbulkan rasa gatal, timbul ruam kulit yang berwarna kemerahan. Obat-obatan yang sering menimbulkan reaksi alergi obat seperti penisilin Gatal akibat gigitan serangga Gatal akibat gigitan serangga, selain itu larva cacing tambang yang menembus kulit Saat Anda merasa sering gatal-gatal, kapan Anda harus menghubungi dokter: Apabila Anda merasakan gatal pada seluruh tubuh Timbulnya ruam yang cukup banyak Demam Ada tanda-tanda infeksi Gatal yang diikuti rasa nyeri Karena rasa gatal dapat disebabkan oleh berbagai hal maka yang harus Anda lakukan: Pemeriksaan fisik lengkap dan riwayat medis akan membantu mendiagnosa masalah mendasar. Melakukan berbagai pemeriksaan penunjang untuk membantu dokter untuk menentukan penyebab utama timbulnya rasa gatal. Penanganan Konsumsi antihistamin seperti difenhidramin dapat membantu mengurangi rasa gatal yang disebabkan karena kelainan pada kulit tapi tidak akan mengurangi rasa gatal dari penyebab lain. Pengobatan spesifik tergantung pada kondisi medis yang mendasari terjadinya rasa gatal tersebut. Untuk menghindari rasa ingin menggaruk, Anda dapat menggunakan losion atau kompres dingin. Sabun sering menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat makin gatal sehingga sebaiknya dihindari kecuali benar-benar dibutuhkan Krim atau salep yang mengandung kortison dapat membantu mengontrol rasa gatal akibat gigitan serangga, dermatitis kontak, atau eksim. Krim kortison tidak dapat dioleskan pada wajah kecuali atas saran dokter. Sumber: healthofchildren
 19 Nov 2019    18:00 WIB
Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?
Saat seorang pria merasa gatal pada daerah kemaluannya, maka rasa gatal ini biasanya disebabkan oleh adanya bercak kemerahan akibat penyakit peradangan kulit, infeksi jamur, gigitan serangga, atau infeksi virus. Walaupun infeksi virus dan adanya kutu biasanya ditularkan melalui hubungan intim, akan tetapi gangguan kulit lainnya tidak berhubungan dengan seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya rasa gatal pada daerah rambut kemaluan, batang penis, kepala penis, kantong zakar, dan selangkangan; baik yang ditularkan melalui hubungan seksual maupun yang tidak.   Rambut Kemaluan Beberapa hal yang dapat menyebabkan gatal pada daerah pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan) adalah: Kutu kemaluan. Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan penderita. Gejala utamanya adalah gatal pada daerah rambut kemaluan dan adanya bercak darah atau bintik-bintik hitam pada pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu Folikulitis. Penderita biasanya lebih merasa nyeri daripada gatal Infeksi virus seperti molluscum contagiosum (merupakan salah satu penyakit menular seksual) dapat menyebab gatal hingga ke area batang penis   Batang Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada batang penis adalah: Herpes genitalis, suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV1) atau 2 (HSV2). Gejala lain yang dapat ditemukan adalah adanya lepuhan pada batang penis Lichen nitidus, yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil pada batang penis, yang terasa gatal. Hal ini bukanlah suatu penyakit menular seksual   Kepala Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada kepala penis adalah: Herpes genitalis. Gejala seringkali mengenai daerah kepala penis dan kulit khatan Infeksi jamur (candidiasis) pada kepala penis. Infeksi ini dapat merupakan gejala diabetes pada pria Kutil kemaluan. Kutil kemaluan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Kutil biasanya muncul pada kepala penis dan kulit katan, yang dapat disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari penis, yang menyebabkan gatal. Kutil juga dapat muncul pada batang penis dan rambut kemaluan Lichen planus, psoriasis, dan dermatitis seboroik berat merupakan gangguan kulit yang dapat mengenai kepala penis dan bukan merupakan suatu penyakit menular seksual   Kantong Zakar Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada kantong zakar adalah: Eksim. Eksim merupakan gangguan kulit kronik yang ditandai dengan rasa gatal, radang, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit Penyakit Paget. Penyakit Paget pada kantong zakar merupakan salah satu jenis kanker kulit yang tampak seperti eksim. Penyakit paget dicurigai jika gejala eksim tidak merespon terhadap pengobatan. Bercak kemerahan dapat timbul pada daerah selangkangan dan anus   Baca juga: Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal   Selangkangan Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada daerah selangkangan adalah: Infeksi jamur. Infeksi jamur biasanya terjadi akibat keringat dan penggunaan pakaian ketat. Gejalanya adalah gatal hebat pada daerah selangkangan. Kadangkala ditemukan adanya bercak kemerahan bersisik, yang biasanya bermula dari daerah lipatan kulit dan menyebar Kandidiasis. Kandidiasis juga merupakan salah satu jenis infeksi jamur. Kandidiasis dapat merupakan gejala awal dari diabetes pada pria, ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita, atau penggunaan antibiotika yang menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Infeksi ini biasanya menimbulkan rasa gatal, panas, dan nyeri pada daerah kemaluan. Kandidiasis juga sering dialami oleh wanita, terutama wanita hamil Psoriasis. Penyakit kulit kronik ini ditandai dengan bercak kemerahan bersisik dan tebal pada daerah lutut, siku, pinggang, dan kulit kepala. Gambaran psoriasis pada daerah selangkangan dapat sedikit berbeda daripada psoriasis pada bagian tubuh lainnya karena tingginya kelembaban pada daerah selangkangan. Psoriasis selangkangan biasanya tampak seperti bercak kemerahan tetapi tidak menebal dan tidak bersisik Dermatitis seboroik   Gangguan Kulit Lain yang Bisa Menimbulkan Gatal Pada Kemaluan Pria Selain berbagai hal di atas, ada beberapa gangguan kulit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan seorang pria. Di bawah ini ada 2 gangguan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan pria. Skabies Skabies merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga Sarcoptes scabiei. Penularannya biasanya melalui kontak kulit dengan kulit. Gejala yang biasa ditemukan adalah gatal hebat pada derah kulit yang terinfeksi, misalnya pada kantong zakar, bokong, dan penis. Bagian tubuh lain yang juga sering terkena adalah celah-celah jari, pusar, dan ketiak. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang terjadi akibat kulit berkontak dengan zat atau alergen tertentu, seperti sabun anti bakteri, air kemih, dan produk berbahan karet. Gejalanya adalah  adanya bercak kemerahan atau gatal pada daerah yang terkena. Penderita mungkin lebih merasa nyeri daripada gatal, terutama bila iritasi terjadi pada daerah kantong zakar. Dermatitis kontak akibat penggunaan kondom dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kepala penis, yang dapat menyebar hingga ke batang penis, kantong zakar, dan selangkangan.   Pencegahan Untuk mencegah dan mengatasi rasa gatal pada kemaluan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Bersihkan daerah kemaluan setiap hari dan keringkan daerah kemaluan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur Ganti pakaian dalam Anda setiap hari. Bila Anda tidak mengganti pakaian dalam secara teratur, maka jamur yang terdapat di dalam sel-sel kulit mati dapat bereplikasi dan bertambah banyak, yang akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi jamur Gunakan handuk bersih Gunakan sabun mandi tanpa pewangi. Hal ini dikarenakan pewangi yang terdapat di dalam sabun dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit pada daerah kemaluan dan menyebabkan rasa gatal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 27 May 2019    16:00 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Rasa Gatal
Rasa gatal yang sering mengganggu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Hal apa sajakah yang dapat menimbulkan rasa gatal: Kulit kering Saat seseorang memiliki kulit yang kering, maka akan mudah timbul rasa gatal. Kulit kering biasanya terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah, penggunaan AC yang berlebihan, mandi terlalu lama dan terlalu sering Kondisi kulit dan ruam Banyak kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, kutu, cacar air. Rasa gatal biasanya diikuti dengan berbagai keluhan lain dan, seperti timbul warna merah, kulit yang teriritasi, timbul benjolan dan lecet. Kelainan kondisi medis Termasuk kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Gatal biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Gangguan saraf Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf - seperti multipel sklerosis, kencing manis, saraf terjepit dan herpes zoster (cacar ular) juga dapat menimbulkan rasa gatal-gatal. Iritasi dan reaksi alergi Wol, bahan kimia, sabun dan zat lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan rasa gatal-gatal. Kadang-kadang beberapa zat, bahan alergi dalam kosmetik, produk perawatan kecantikan dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi makanan juga dapat menyebabkan kulit gatal. Obat Reaksi terhadap obat, seperti antibiotik, obat antijamur atau obat narkotika, dapat menimbulkan ruam yang luas dan gatal-gatal. Kehamilan Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kulit gatal, terutama pada bagian perut, paha, payudara dan lengan. Selain itu kondisi kulit gatal, seperti dermatitis, dapat memperburuk rasa gatal selama kehamilan. Sumber: mayoclinic
 01 Apr 2019    16:00 WIB
Bahan Alami Mampu Redakan Gatal pada Kulit Dalam Sekejap
Musim panas sering menyebabkan problem pada kulit, salah satunya biang keringat. Ruam yang disebabkan biang keringat sering menyebabkan kerusakan sel kulit. Keringat akan menimbulkan kerusakan kulit karena keringat tersumbat didalamnya. Saat keringat itu tersumbat didalam kulit, perlahan kulit terinfeksi dan kulit mulai gatal-gatal. Terlebih saat memakai pakaian dengan bahan yang tidak menyerap keringat sehingga keringat berbalik ke dalam kulit dan menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit hingga gatal-gatal. Salah satu penyebab biang keringat adalah peningkatan suhu tubuh. Ternyata banyak bahan alami di sekitar Anda yang dapat digunakan untuk meringankan gejala gatal-gatal karena biang keringat. Salah satunya adalah dengan membungkus es dalam kain katun kemudian Anda gosokkan ke kulit yang gatal, hal ini akan dengan cepat mengurangi gatal yang Anda rasakan. Berikut adalah beberapa bahan alami yang bisa Anda gunkan untuk meredakan gatal pada kulit yang disebabkan oleh biang keringat: Es batuMenggosokkan es batu ke kulit tidak hanya akan memberikan efek mendinginkkan, tetapi juga meredakan gatal dan ruam pada kulit. Anda bisa menggosokkan es ke kulit Anda dua kali sehari untuk meredakan gatal di kulit. Mentimunmentimun memiliki senyawa yang bersifat menyejukkan dan menyegarkan, maka timun banyak digunakan di salon-salon kecantikan. Namun tidak hanya itu, timun juga bisa digunakan sebagai obat ruam di kulit. Mentimun bisa dipotong, ditumbuk, atau diparut dan kemudian ditaruh di atas kulit yang gatal. OatGatal dan ruam ternyata juga dapat diatasi dengan oat. Pertama, oat dihaluskan hingga menjadi bubuk, kemudian masukan ke dalam kantong yang diikatkan pada kran tempat keluarnya air pada bak mandi. Berendamlah di air hangat yang sudah tercampur dengan oat selama 30 menit. Oat juga bisa langsung diaplikasikan pada bagian kulit yang ruam dan gatal. Lidah buayaLidah buaya atau dikenal juga dengan Aloe vera dapat digunakan sebagai penyejuk rasa terbakar dan rasa gatal pada kulit. Getah lidah buaya bisa langsung dioleskan pada bagian kulit yang terasa gatal. Baking sodaPenggunaan baking soda di kulit yang gatal dapat menarik racun ke permukaan sehingga dikenal juga sebagai obat jerawat alami. Untuk meringankan ruam, terutama ruam merah yang melepuh, dan juga meringankan kulit yang gatal Anda dapat menggunakan tiga sendok baking soda yang dicampur dengan air dan dioleskan ke kulit yang gatal.Sumber: boldsky
 11 Mar 2019    11:00 WIB
Terasa Gatal Namun Tidak Ada Penyebab Fisik (Formikasi), Apa Penyebabnya ?
Guys pernah rasakan kulit kita gatal-gatal tanpa sebab, rasanya seperti ada serangga yang merangkak (berjalan) di atas atau di dalam kulit kita. Nah kemungkinan kita sedang mengalami yang namanya Formikasi. Lalu apa itu Formikasi? Namanya sendiri berasal dari kata Latin "formica," yang berarti semut. Formikasi adalah halusinasi taktil, yang berarti seseorang merasakan sensasi fisik, tetapi tidak ada penyebab fisik. Sensasi dapat menyebabkan gatal, yang mungkin lebih buruk di malam hari dan bisa cukup parah untuk berdampak pada kualitas hidup seseorang. Formikasi dikaitkan dengan beberapa kondisi medis lainnya, serta efek dari beberapa obat dan zat. Formikasi adalah perasaan gatal ketika tidak ada penyebab fisik. Dan perlu kita ketahui, di bawah ini juga ada beberapa kondisi atau pemicu yang dapat menyebabkan formikasi. Mereka termasuk: Penyakit Parkinson. Sinanaga. Fibromyalgia. Kegelisahan. Perimenopause. Penyakit Lyme. Neuropati diabetes. Kanker kulit. Skizofrenia. Tingkat estrogen yang lebih rendah selama perimenopause dan menopause juga dapat menyebabkan formikasi. Kadang-kadang formasi dapat terjadi ketika seseorang berhenti dari narkoba, terutama dari opiat. Obat-obatan lain di bawah ini juga bisa menjadi pemicu Formikasi: Ritalin. Wellbutrin. Lunesta. Obat nyeri opioid, seperti kodein atau morfin. Beberapa antidepresan, seperti SSRI. Tramadol. Kokain. Heroin. Metamfetamin. MDMA. Komplikasi dari kondisi yang tidak diobati karena gangguan formikasi, dapat menyebabkan komplikasi, seperti neuropati diabetik atau penyakit Lyme, yang meliputi: Luka dan luka yang sembuh perlahan. Hilangnya sensasi. Bisul dan abses. Meningitis. Penyakit jantung. Penyakit ginjal. Stroke. Luka, keropeng, dan luka terbuka akibat goresan konstan adalah komplikasi umum dari formikasi karena sensasi gatal yang terkait. Infeksi bakteri atau virus dari luka ini dapat menyebabkan: Nanah disertai luka. Pendarahan hebat yang tidak berhenti. Demam 101 ° F (38˚C) atau lebih tinggi. Penyakit kejang mulut. Ganggren. Sepsis. Formikasi yang disebabkan oleh kondisi neurologis atau penggunaan zat psikoaktif seperti ekstasi dapat menyebabkan parasitosis delusi. Ini terjadi ketika kita yakin bahwa serangga yang sebenarnya merayapi tubuh (kulit) kita. Perawatan untuk formikasi akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Krim topikal, seperti hidrokortison, dapat mengurangi rasa gatal bagi sebagian orang. Pelembab atau krim penghalang juga dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi. Mungkin juga layak menempatkan kompres es di daerah yang terkena, yang dapat memberikan efek menenangkan untuk bantuan segera. Jika penyebab formikasi adalah penyakit Parkinson, herpes zoster, atau fibromyalgia, dokter akan meresepkan obat yang sesuai dan dapat membuat rencana perawatan jangka panjang. Jika obat adalah penyebabnya, dokter biasanya dapat merekomendasikan alternatif. Terkadang, antihistamin, seperti Zyrtec atau Benadryl, dapat membantu mengurangi sensasi formulasi. Beberapa antihistamin dapat membuat orang mengantuk, jadi penting untuk membaca labelnya dan bertanya pada apoteker tentang efek samping sebelum menggunakannya. Dan ketika kita pergi ke dokter untuk memeriksa gejala Formikasi, kita perlu memberikan gambaran jelas pada dokter seperti: jam berapa dan sudah berapa lama sensasi formikasi kita rasakan? obat apa yang sudah kita minum dan apakah kita merasakan sensasi setelah mulai minum obat itu? segala zat psikoaktif rekreasi yang saat ini kita gunakan? kondisi yang mendasarinya? reaksi terhadap pengobatan? komplikasi dari penggunaan narkoba? Dan sebagai catatan, gejala formikasi mirip dengan skabies. Kondisi ini terjadi ketika tungau kecil menggali ke dalam kulit kita dan bertelur. Karena itu jika merasakan gejala-gejala di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter kulit kita.   Sumber: neuromuscularmeet.blogspot.com, www.redorbit.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com, headlinehealth.com
 16 Feb 2019    11:00 WIB
Hal Sepele Yang Memicu Terjadinya Keputihan Pada Wanita
Jangan anggap remeh keputihan! Tahukah Anda bahwa keputihan yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal bagi masa depan Anda? Bagi Anda yang ingin memiliki momongan nantinya, pastikan Anda segera berobat bila mulai mengalami gejala keputihan.   Selain dapat menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopik, keputihan juga dapat merupakan gejala awal dari adanya kanker serviks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya keputihan.   STRESS Stress dapat menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari stress dan kurangi stress Anda dengan berolahraga secara teratur.   OBAT-OBATAN Penggunaan antibiotika dalam jangka waktu lama dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh seseorang, serta mengganggu keseimbangan biota di daerah kemaluan seorang wanita. Gangguan keseimbangan ini dapat memicu terjadinya keputihan. Selain itu, penggunaan pil KB yang mengandung  hormon tertentu juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan.   INFEKSI JAMUR Keputihan juga dapat terjadi akibat infeksi jamur di daerah kemaluan. Beberapa gejala keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah keluarnya cairan putih kental seperti susu, keluarnya cairan berbau tidak sedap, dan rasa gatal di daerah kemaluan.   Beberapa keadaan yang dapat memicu terjadinya infeksi jamur pada vagina adalah menderita diabetes, menggunakan pil KB, dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah (misalnya saat hamil atau mengalami infeksi HIV/AIDS).   INFEKSI VIRUS Keputihan yang disebabkan oleh infeksi virus sebenarnya merupakan suatu penyakit menular seksual. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan terjadinya keputihan adalah HIV dan herpes. Keduanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.   Gejala yang dapat ditemukan adalah adanya luka seperti lepuhan di sekitar lubang vagina, terasa panas dan gatal. Terjadinya kanker serviks juga dapat merupakan akibat dari infeksi virus pada daerah kemaluan.   INFEKSI BAKTERI Pada vagina, selain jamur juga terdapat suatu jenis bakteri yang memang hidup pada vagina, yaitu lactobacilli. Saat jumlah bakteri ini menurun, maka dapat terjadi keputihan. Hal ini dikarenakan "tempat" bakteri ini akan digantikan oleh bakteri lainnya yang akan menyebabkan terjadinya keputihan seperti gardnerella.   Gejala yang dapat ditemukan adalah keluarnya cairan kental atau keputihan atau cairan jernih yang licin. Penderita biasanya tidak akan merasa gatal atau panas. Vagina biasanya akan berbau amis, terutama saat berhubungan seksual.   INFEKSI PARASIT Selain virus, jamur, dan bakteri; parasit juga dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Parasit yang seringkali menyebabkan terjadinya keputihan adalah trichomonas vaginalis. Parasit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga termasuk dalam salah satu penyakit menular seksual.   Gejala yang sering ditemukan adalah keluarnya cairan berwarna kuning keabuan atau kuning kehijauan yang berbau amis; vagina terasa seperti terbakar, tampak kemerahan, dan membengkak. Pada beberapa orang wanita, dapat ditemukan nyeri saat buang air kecil.   Baca Juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda                 Untuk mencegah terjadinya keputihan, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:        -Keringkan daerah kemaluan hingga benar-benar kering setelah mandi        - Gunakanlah pakaian dalam yang kering, bersih, dan tidak terlalu ketat        - Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat        - Pilihlah celana berbahan katun karena lebih mampu menyerap keringat sehingga daerah kemaluan pun tidak terlalu lembab        - Saat menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin       -  Hindari stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: everydayhealth