Your browser does not support JavaScript!
 03 Aug 2019    18:00 WIB
Wow Ternyata Ratus Vagina Berbahaya Bagi Kesehatan
Sebagai seorang wanita, Anda mungkin pernah mencoba berbagai cara untuk menjaga kesehatan organ intim Anda. Salah satunya adalah dengan melakukan ratus vagina. Di Indonesia, ratus vagina merupakan salah satu perawatan tradisional, di mana organ intim diuapi dengan campuran air dan tanaman herbal. Ratus dipercaya dapat membersihkan rahim dan menjaga keseimbangan kadar hormonal para wanita. Tertarik untuk mencoba? Benarkah teknik perawatan tradisional tersebut dapat memberikan hasil seperti yang dijanjikannya? Menurut seorang dokter spesialis kandungan di Amerika, ratus ternyata sama sekali tidak memberikan efek seperti yang dijanjikan, malah justru membahayakan bagi kesehatan organ intim Anda tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja dampak berbahaya ratus bagi vagina Anda.   Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda   Membuat Kulit Terbakar Karena uap yang dihasilkan cukup panas, maka ada kemungkinan kemaluan dan kulit di sekitarnya menjadi terbakar. Hal ini terutama berbahaya bagi vagina, karena vagina terletak di dekat kandung kemih dan rektum (bagian usus besar). Luka bakar yang cukup parah dapat merusak lapisan yang memisahkan keduanya dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Mengganggu Keseimbangan Bakteri di Vagina Sama seperti douching, membersihkan vagina Anda dengan uap air dapat membuat kulit vagina menjadi kering dan mengganggu keseimbangan bakteri vagina. Selain itu, karena vagina sebenarnya dapat membersihkan dirinya sendiri, maka Anda pun tidak perlu melakukan hal ini utuk membersihkan vagina. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu membersihkan vagina Anda adalah dengan mengkonsumsi yogurt, yang mengandung bakteri baik yang akan membuat vagina Anda tetap bersih dan terbebas dari infeksi jamur. Selain itu, karena rahim terletak cukup jauh di dalam, maka sangat kecil kemungkinannya bahwa uap ratus dapat mencapai rahim dan "membersihkannya". Bahkan bila uap ratus dapat mencapai rahim, sangat sedikit bakteri yang terdapat di dalam dinding rahim dan bakteri tersebut tentu saja tidak perlu dibersihkan.   Tidak Akan Menyeimbangkan Kadar Hormonal Karena hormon tidak diproduksi oleh rahim atau vagina, maka tidak mungkin ratus dapat mempengaruhi keseimbangan kadar hormonal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 19 Jul 2019    18:00 WIB
Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina
Ribuan wanita mengalami permasalahan pada daerah vagina seperti infeksi vagina. Infeksi vagina menimbulkan gejala seperti gatal, rasa terbakar, cairan yang keluar berwarna dan bau. Hal ini tentu akan mengganggu dan membuat keadaan menjadi tidak nyaman. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya infeksi pada vagina: Konsumsi yogurt Dengan mengkonsumsi yogurt yang berisi lactobacillus acidophilus hidup, bakteri probiotik yang baik. Probiotik mempertahankan flora normal di daerah vagina Bawang putih Makan satu siung bawang putih setiap hari. Anda dapat memotong dan menambahkan bawang putih ke dalam sup, salad ataupun makanan lainnya. Bawang putih mempunyai sifat antijamur dan berfungsi untuk menyembuhkan dan mencegah infeksi vagina. Konsumsi vitamin C dan E Dengan mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E. Kedua vitamin tersebut akan membantu reaksi peradangan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Konsumsi suplemen kalsium dan magnesium. Sebuah penelitian mengatakan wanita yang mengalami infeksi pada vagina dapat disebabkan karena kekurangan kadar kalsium dan magnesium dalam tubuh. Kurangi jumlah lemak hewani Kurang konsumsi jumlah lemak hewani dan tingkatkan konsumsi asam lemak esensial yang banyak ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan jaringan. Gunakan pakaian dalam yang tepat Selalu perhatikan kebersihan daerah vagina agar bersih dan tidak lembab. Gunakan pakaian dalam yang berasal dari kain katun. Setelah buang air kecil usahakan agar mengeringkan daerah vagina Anda gunakan tissue yang bersih dengan cara usap dari bagian depan baru bagian belakang.Minimalkan terjadinya infeksi pada vagina dengan menghindari terjadinya iritasi, seperti: Gesekan. Bisa disebakan karena celana atau pakaian dalam yang tidak sesuai dan terlalu ketat. Aktivitas seksual yang agresif dan terlalu berlebihan.Naik sepeda terlalu lama. Hindari penggunaan tampon, pembalut, kertas toilet dan produk lain yang memiliki pewarna buatan dan mengandung parfum Hindari melakukan hubungan seksual Hindari melakukan hubungan seksual saat Anda memiliki infeksi vagina. Beberapa infeksi pada vagina dapat menular. Gunakan kondom saat akan berhubungan. Sumber: wikihow Baca juga: Keram Vagina, Ganggu Kehidupan Seks Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 28 Oct 2018    11:00 WIB
Mengapa Miss V Berbau Amis Seperti Ikan?
Bau vagina dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Hal ini tergantung pada banyak hal, seperti seberapa banyak keringat yang Anda dihasilkan, apa yang Anda makan, seberapa sering Anda mandi, berapa banyak sekret yang dihasilkan oleh kelenjar Anda, jenis pakaian dalam yang Anda gunakan, dan susunan bakteri yang ada pada vagina Anda. Mencoba membuat vagina Anda lebih wangi, misalnya dengan sabun atau pembersih kewanitaan atau pewangi lainnya justru dapat mengganggu keseimbangan pH vagina, yang akan mempermudah terjadinya infeksi bakteri dan gangguan lainnya. Lagipula, vagina setiap wanita memang memiliki bau khasnya masing-masing dan ini merupakan hal yang normal. Selain berbagai hal di atas, ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan perubahan bau vagina, seperti: Setelah Anda berolahraga yang menyebabkan Anda berkeringat banyak. Vagina Anda akan berbau seperti keringat Saat menstruasi. Bau vagina akan menjadi lebih kuat karena adanya darah dan zat besi Setelah mandi. Bau vagina akan berkurang, tetapi tidak lama Setelah berhubungan intim. Vagina Anda akan berbau seperti pemutih, terutama bila cairan vagina bercampur dengan cairan mani pria Menderita trikomoniasis atau infeksi jamur. Vagina akan berbau seperti bir atau ragi   Kapan Vagina Berbau Amis Seperti Ikan? Salah satu hal yang dapat menyebabkan vagina Anda berbau amis seperti ikan adalah bila vagina Anda mengalami infeksi bakteri (vaginosis bakterial). Infeksi ini terjadi saat bakteri anaerob atau bakteri patogenik berjumlah lebih banyak daripada bakteri lainnya pada vagina, yang akan menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Keadaan ini dapat mengenai wanita pada semua usia, tetapi lebih sering ditemukan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan yang memiliki banyak pasangan seksual. Selain berbau amis, vaginosis bakterial juga dapat menimbulkan gejala lain seperti keluarnya cairan putih dari vagina, vagina terasa gatal, kemerahan, teriritasi, dan nyeri saat berhubungan intim. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami hal ini.   Baca juga: Miss V Kerap Kering Ketika Bercinta? Atasi Dengan Kiat Berikut!   Apa yang Harus Dilakukan? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebab dan pengobatan apa yang paling tepat bagi keadaan Anda. Hal lain yang perlu Anda lakukan adalah: Jangan melakukan douching atau menggunakan pewangi atau sabun untuk membersihkan vagina. Hal ini tidak akan mempercepat penyembuhan, justru dapat semakin memperburuk gejala Jaga kebersihan daerah kemaluan Hindari berbagai jenis makanan yang berbau menyengat karena juga dapat mempengaruhi bau vagina Anda Jangan menunggu infeksi untuk sembuh dengan sendirinya, terutama bila Anda sedang hamil karena dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran atau kelahiran prematur Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah konsumsi obat atau antibiotik yang diberikan sesuai dengan petunjuk dokter agar tidak terjadi resistensi atau kekambuhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 01 Oct 2018    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik?
Banyak wanita yang merasa paranoid mengenai masalah bau tak sedap pada vagina. Apakah Anda pernah merasakan hal seperti ini? Tenang, karena Anda tidak sendirian. Pada dasarnya vagina memiliki bau khas. Namun apabila bau yang dirasakan sampai mengganggu bisa saja hal disebabkan karena cara mencuci daerah vagina yang tidak tepat. Berikut adalah cara mencuci vagina dengan baik: Lap yang bersih Pastikan Anda menggunakan lap yang sudah dicuci bersih dan diseterika. Lap ini dapat Anda gunakan untuk membasuh daerah vagina. Hindari sabun mengandung parfum Saat mencuci vagina cara yang paling baik adalah menggunakan air yang bersih. Jangan menggunakan sabun yang mengandung parfum karena dapat mengiritasi kulit sekitar vagina yang sensitif. Cuci daerah lipatan vagina Bersihkan daerah lipatan di sekitar klitoris (organ kelamin wanita yang kecil terletak diantara vagina) Anda. Gunakan jari Anda untuk menarik bibir vagina Anda, jauhkan dari klitoris Anda. Kemudian dengan lembut gosok kulit di kedua sisi klitoris Anda dengan menggunakan lap yang bersih. Cuci daerah vagina Anda. Cuci daerah tersebut dengan kain lap yang bersih. Gosok juga sekitar garis bikini Bersihkan daerah perineum Anda Perineum adalah bagian vagina dan anus Anda. Bersihkan daerah anus Anda terakhir. Lap yang sudah Anda gunakan untuk membersihkan daerah anus jangan sampai menyentuh daerah vagina. Karena hal ini akan membuat kuman di daerah anus akan hinggap didaerah vagina. Dan hal ini akan menimbulkan infeksi saluran kemih Cuci vagina setiap hari Cuci vagina setidaknya sekali  sehari. Jika Anda berhubungan seks, ada baiknya Anda mencuci dua kali untuk merasa segar dan bersih. Mencuci vagina setelah berhubungan seks tidak akan mencegah kehamilan. Cuci vagina saat menstruasi Saat menstruasi adalah saat yang tidak nyaman bagi wanita, apabila tidak dibersihkan dengan benar akan mudah menimbulkan infeksi. Pada saat menstruasi Anda boleh mencuci daerah vagina dua sampai tiga kali. Dengan vagina yang bersih akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan percaya diri. Selamat Mencoba! Baca juga: Berapakah Ukuran Vagina yang Normal???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: wikihow  
 06 Jul 2018    16:00 WIB
Kanker Serviks Bisa Mematikan, Tahukan Anda Bahwa Ada Makanan Yang Dapat Melawannya?
Pelajari bagaimana cara mencegah terkena kanker serviks termasuk memperhatikan pola diet Anda. Makan banyak variasi sayur dan buah akan membantu Anda untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks. Mengapa? Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi oleh Human Papilloma Virus (HPV) Para ahli percaya bahwa pola makanan yang tinggi antioksidan seperti karotenoid, flavonoid dan asam folat yang ada dalam buah dan sayur membantu tubuh melawan infeksi HPV dan mencegah infeksi HPV yang merubah sel dalam leher rahim berubah menjadi lesi kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Cancer Research mengatakan bahwa wanita yang diperiksa melalui tes darah memiliki kadar mineral yang ada dalam sayur dan buah, risiko mengalami infeksi HPV lebih rendah yang berarti risiko mengalami kanker juga lebih rendah. Lawan kanker serviks dengan diet Anda Ada banyak penelitian yang mengatakan manfaat diet untuk kanker. Terutama pola diet banyak makan sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, gandum utuh adalah yang terbaik menurut seorang pembicara dari American Dietetic Association spokeswoman. Berikut pola makanan yang disarankan seperti: Sarapan: jus jeruk, yogurt Makan siang: roti isi sayur dengan paprka merah, wortel dan jamur Makan malam: salad buah yang berisi anggur, bayam, kacang hitam, ayam dan irisan tomat Flavonoid untuk menurunkan risiko kanker serviks Kandungan flavonoid dalam sayur dan buah dapat membantu melawan kanker. Berikut adalah makanan yang kaya akan flavonoid: Apel Asparagus Kacang hitam Brokoli Kubis Cranberi Bawang Selada Kacang serendeng Kacang kedelai Bayam    Asam folat menurunkan risiko kanker serviks Kandungan asam folat yang tinggi akan membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang banyak mengandung asam folat: Alpukat Buncis Sereal Lentil Jus jeruk stroberi Karotenoid menurunkan risiko kanker serviks Karotenoid juga membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang mengandung karotenoid: Wortel Labu Ubi jalar Selain memperhatikan makanan yang Anda makan, namun ada beberapa hal penting lain untuk membantu Anda menurunkan risiko kanker serviks yaitu: Melakukan pap smear yang rutin minimal 6 bulan sekali Melakukan vaksinasi HPV Tidak merokok Berhubungan intim hanya dengan pasangan yang sah (berganti pasangan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Baca juga: Cegah Kanker Serviks Dengan Melakukan Lima Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: everydayhealth
 17 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina
Kebersihan yang kurang, memakai tampon atau pembalut dalam waktu yang sama atau infeksi vagina merupakan penyebab umum timbulnya bau tidak sedap di vagina. Tetapi dengan mengubah kebiasaan dengan tips dibawah ini akan membantu Anda mencegah munculnya bau tidak sedap di vagina dan mempertahankan kesehatan vagina. DietHindarilah konsumsi gula dan ragi dan perbanyaklah konsumsi yoghurt. Gula dan ragi akan semakin meningkatkan resiko terjadinya infeksi jamur di vagina. Sementara yoghurt akan meningkatkan munculnya bakteri baik yaitu laktobasilus yang akan menjaga keseimbangan pH di daerah intim Anda. Obat-obatanBau vagina yang tidak enak bisa disebabkan berbagai penyakit misanya penyakit menular seksual, infeksi bakteri atau kanker serviks. Setelah mengetahui jenis infeksi yang terjadi, dokter Anda akan menyarankan obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati infeksi. Mandi Air HangatMandi air hangat akan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di vagina. Anda bisa juga berganti-ganti dengan mandi air dingin untuk menyeimbangkan jumlah bakteri di vagina. Pembalut Memakai pembalut dalam waktu yang lama akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Wangi yang timbul dari produk pembalut juga dapat merusak keseimbangan bakteri di vagina. Pakaian DalamPakailah pakaian dalam dari bahan katu yang baik untuk kulit dan membuat sirkulasi berjalan dengan baik. Sangat penting untuk memilih pakaian dalam yang baik agar kesehatan vagina tetap terjaga. SabunHindari penggunaan sabun yang keras pada daerah intim Ada. Sabun dan body washdapat meningkatkan kadar pH di vagina dan mematikan bakteri baik. Untuk mempertahankan kesehatan vagina gunakanlah sabun khusus untuk vagina atau Anda bisa hanya menggunakan air biasa. Baca juga: Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: healthmeup