Your browser does not support JavaScript!
 05 Sep 2017    12:00 WIB
Konsumsi Vitamin Terlalu Banyak Meningkatkan Penyakit Kanker Dan Jantung?
Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang wajib. Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan hidup lebih sehat. Namun sebuah penelitian mengatakan bahwa konsumsi terlalu banyak vitamin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Dr Tim Byers dari University of Colorado Cancer Centre, mengatakan "Kami belum tahu pasti mengapa hal ini dapat terjadi" Dalam penelitian ini mengatakan bahwa suplemen yang mengandung beta karoten dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru dan jantung sekitar 20 persen. Asam folat dikatakan dapat meningkatkan terjadinya polip pada pencernaan. Sebenarnya semua tergantung jumlah multivitamin yang Anda konsumsi. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai untuk kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan maka multivitamin sangat baik untuk tubuh Anda. Namun tidak ada pengganti makanan sebaik makanan yang alami. Penemuan ini dipresentasikan pada Penelitian Pertemuan Tahunan American Association for Cancer 2015. Namun, kritikus mengatakan bahwa banyak orang yang kekurangan vitamin, dan suplemen dapat membantu mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Seorang juru bicara untuk Dewan Responsible Nutrition, asosiasi perdagangan untuk suplemen makanan dan industri makanan fungsional di AS, mengatakan: "Kanker adalah penyakit multifaktorial dan belum ada pembuktian hal yang dapat mencegah terjadinya kanker" "Namun, nutrisi yang baik sangat dianjurkan oleh banyak ahli sebagai salah satu cara untuk membuat Anda tetap sehat. "Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang tidak mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan saja, dan dalam kasus-kasus, suplemen makanan dapat membantu mengisi kesenjangan nutrisi. Oleh karena itu  "Kami tidak menyarankan dosis tinggi vitamin, kecuali di bawah arahan dokter Anda." Baca juga: 6 Tips Atasi Gangguan Tidur Akibat Kanker  Sumber: dailymail
 16 Jan 2017    15:00 WIB
Suami Terus Mendengkur??? Coba Tips Ini
Apakah pasangan Anda sering mendengkur di malam hari dan membuat Anda terus tersiksakarenanya? Bila ya, maka Anda mungkin perlu melakukan sesuatu sebelum kebiasaanmendengkur suami Anda mengganggu hubungan asmara Anda dengannya.Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 50% orang yang menderita gangguan tidur apneajuga mengalami gangguan dalam hubungan asmaranya dengan pasangan dan sekitar 28%pasangan mengatakan bahwa hubungan intim dan kehidupan seksual mereka juga terpengaruhkarena mereka terlalu mengantuk. Jadi bagaimana para pasangan menjaga hubungannya tetapmesra dengan adanya "si pengganggu"?Apakah dengan tidur di ruangan yang terpisah dapat membantu mengatasi masalah ini? Ternyatatidak juga. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan bila suamiAnda terus saja mendengkur dan membuat Anda sulit tidur.Ubah Posisi TidurnyaJika pasangan Anda tidak tersedak atau tampak seperti sesak napas saat tidur, maka si diamungkin mendengkur karena tidur dengan posisi terlentang. Bila demikian, ubahlah posisitidurnya menjadi menyamping. Bila si dia terus saja kembali ke posisi terlentang, letakkanlahbola tenis dalam pakaiannya yang akan membuat ia segera berbalik ke posisi menyampingkarena merasa tidak nyaman.Ubah Gaya HidupnyaMenurunkan berat badan dapat membantu mengurangi dengkuran pasangan Anda, begitu puladengan menghindari minuman beralkohol atau obat tidur dalam waktu 3 jam sebelum tidur. Halini dikarenakan jaringan tambahan di daerah leher (karena peningkatan berat badan) atau ototyang menjadi rileks (karena minuman beralkohol atau obat tidur) dapat menyumbat salurannapas, yang memicu terjadinya dengkuran.Baca juga: Apa Penyebab Seseorang Mendengkur?Hubungi DokterJika semua cara di atas tidak berhasil mengurangi kebiasaan mendengkurnya, maka segera bawapasangan Anda berobat ke seorang dokter. Bila perlu, rekamlah suara dengkuran suami Andatersebut dan tunjukkan pada dokter yang Anda kunjungi (tentu saja seizin pasangan Anda).Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: womenshealthmag
 20 Sep 2016    15:00 WIB
Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Ternyata Akibatkan Penyakit Jantung?
Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari.   Apa itu Metabolic Syndrome? Metabolic syndrome merupakan kelompok faktor risiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Adapun faktor resiko tersebut antara lain: -          Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi pria) -          Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl) -          Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita) -          Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) -          Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl) Seseorang didiagnosis mengalami metabolic syndrome apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami metabolic syndrome akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?  Baca juga: Apa Hubungan Antara Diabetes dan Gangguan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Info Sehat
 20 Aug 2016    15:00 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Depresi Pada Remaja
Kekurangan waktu tidur ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan anak remaja anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi. Masa remaja sendiri sebenarnya merupakan suatu masa yang cukup berat dalam kehidupan anak anda, suatu masa di mana mereka sedang berusaha mencari jati dirinya dengan emosi yang meledak-ledak, yang membuat mereka lebih rentan terhadap depresi. Sekitar 11% remaja mengalami depresi saat mereka berusia 18 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, para remaja yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki resiko 4 kali lebih besar untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan anak-anak lain seusia mereka. Remaja yang depresi pun biasanya memiliki waktu tidur yang kurang. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan agar para remaja setidaknya tidur selama 9-10 jam setiap malamnya. Orang tua pun memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan anaknya memperoleh waktu tidur yang cukup. Anak-anak harus diajarkan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dan paparan berlebihan terhadap media (televisi) tampaknya memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan jiwa pada remaja. Sebuah penelitian lainnya di Stockholm menemukan bahwa para remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang dan sering bolos sekolah lebih mudah mengalami depresi. Kurangnya olahraga, kurangnya waktu tidur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu melihat internet dapat membuat remaja lebih rentan terhadap depresi dan bahkan membuat mereka berpikiran untuk bunuh diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara penggunaan internet dan terjadinya depresi. Para peneliti menduga bahwa penggunaan internet merupakan salah satu cara para remaja ini untuk menghindari interaksi sosial atau dapat juga merupakan tempat mereka mencari pertolongan. Sebenarnya, depresi sendiri dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun pada remaja. Akan tetapi, para remaja lebih rentan mengalami kurangnya waktu tidur. Hal ini mungkin diakibatkan oleh perubahan irama sirkardian (pengatur tidur dan bangun di dalam tubuh manusia) yang terjadi selama remaja, yang membuat para remaja ini ingin tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Selain itu, saat para remaja ini memasuki sekolah menengah atas (SMA) pun memiliki lebih banyak tugas dan ujian. Kadangkala, mereka pun harus mulai bekerja. Kemajuan teknologi pun memiliki peranan dalam berkurangnya waktu tidur para remaja ini, berbagai permainan, telepon genggam, dan tablet yang ada sekarang ini membuat para remaja semakin sering bermain internet dan semakin enggan untuk tidur. Baca juga: Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: npr
 20 Aug 2016    12:00 WIB
Tidur dan Penuaan
Tidur yang nyenyak sangat penting bagi kesehatan anda. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, pola tidur pun mengalami perubahan. Dengan semakin bertambahnya usia, anda akan mengalami perubahan pola tidur seperti waktu tidur anda berkurang dan mudah terbangun atau jarang sekali tidur nyenyak atau bahkan bermimpi.   Apakah Tidur Anda Cukup? Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Kebutuhan tidur orang dewasa biasanya berkisar antara 7-9 jam setiap harinya. Jika sekarang ini anda membutuhkan waktu tidur lebih sedikit daripada saat anda masih muda, tetapi anda tetap merasa bersemangat dan tidak merasa lelah atau kurang tidur, berarti kebutuhan tidur anda memang telah berkurang. Tetapi bila waktu tidur anda berkurang dan anda merasa lelah atau mengantuk saat anda bekerja, berarti anda mempunyai masalah. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anda tidur lebih baik, yaitu: Tidurlah pada waktunya. Biasakan diri anda untuk tidur pada suatu waktu tertentu Matikanlah computer atau TV anda satu jam sebelum waktu tidur yang telah anda tetapkan Bersantailah sebelum tidur. Hal ini akan membuat anda merasa lebih nyaman dan memudahkan anda untuk tertidur Kurangi waktu tidur siang anda Jangan minum alkohol sebelum tidur Bila beberapa hal di atas ini tidak dapat membantu anda, hubungilah dokter anda untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. Hal-hal yang Dapat Mengganggu Tidur Anda di Hari Tua Perubahan Perubahan dalam kehidupan anda dapat sangat mempengaruhi anda. Pindah tempat tinggal, penyakit, kematian dapat membuat anda merasa stress dan mengganggu tidur anda. Kondisi Tertentu Suatu kondisi atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur. Beberapa penyakit tersebut adalah artritis (rasa nyeri menyebabkan anda sulit tidur), sleep apnea (sering terbangun saat tidur), atau penyakit lainnya yang menyebabkan anda sulit memulai tidur atau sering terbangun saat tidur. Tidak Bekerja Saat anda pensiun, maka anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk bersantai dan aktivitas anda pun sudah jauh berkurang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang anda gunakan mungkin membuat anda sulit tidur atau malah membuat anda lebih bersemangat di malam hari. Bila obat yang anda gunakan membuat anda sulit tidur, maka dokter anda dapat menyesuaikan dosis untuk mengurangi efek samping tersebut. Baca juga: Osteoporosis dan Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 17 Oct 2015    12:00 WIB
10 Gejala Menopause dan Cara Mengatasinya
Menopause merupakan suatu keadaan di mana anda tidak lagi mengalami menstruasi selama 1 tahun. Masa peri menopause merupakan suatu periode di mana wanita mulai mengalami berbagai perubahan di akhir usia produktifnya. Setiap wanita mengalami menopause pada usia yang berbeda-beda. Perubahan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron selama masa peri menopause dan menopause dapat menyebabkan berbagai gejala, yaitu: 1. Menstruasi tidak teratur 2. Jumlah menstruasi banyak 3. Mengalami gejala pra menstruasi yang berat 4. Gangguan tidur 5. Badan terasa panas 6. Vagina kering 7. Penurunan atau hilangnya gairah seksual 8. Nyeri sendi 9. Gangguan daya ingat 10. Mood berubah-ubah Selain itu, rendahnya kadar hormon estrogen juga dapat mempengaruhi jantung dan kepadatan tulang anda.   Tips Mengatasi Berbagai Gejala Menopause Sebagian besar wanita yang memasuki masa menopause biasanya telah disibukkan oleh berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, mengurus anak remajanya, dan mengurus orang tuanya yang telah memasuki usia lanjut usia. Hal ini dapat menyebabkan anda tidak dapat berolahraga secara teratur, makan tidak teratur, atau bahkan kurang tidur. Semua tekanan dan stress yang anda alami dapat membuat anda semakin sulit mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh anda. Olahraga Berolahraga secara teratur seperti berjalan cepat atau jogging dapat membantu melindungi jantung dan tulang anda. Untuk mengatasi gangguan tidur di malam hari, cobalah untuk berolahraga di malam hari tetapi jangan terlalu dekat dengan waktu tidur anda. Anda juga dapat mencoba yoga atau pilates untuk mengurangi stress. Selain itu, yoga, akupuntur, dan latihan pernapasan dapat membantu mengurangi rasa panas yang anda rasakan. Berolahraga juga dapat membantu mengatasi penurunan gairah seksual yang anda rasakan karena saat anda merasa percaya diri dan puas dengan tubuh anda, maka anda pun akan merasa lebih seksi dan tetap bergairah. Diet Sehat Diet sehat yang juga mengandung banyak kalsium dan vitamin D dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah peningkatan berat badan yang kadang terjadi saat anda memasuki masa peri menopause. Hindarilah juga makanan pedas, anggur merah, dan minuman panas untuk mengurangi rasa panas yang anda rasakan. Obat-obatan Meningkatkan Gairah Seksual Krim yang mengandung estrogen atau pelumas dapat membantu mengatasi vagina yang kering dan mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Sayangnya belum ada pengobatan tertentu yang dapat mengembalikan gairah seksual anda. Diskusikanlah masalah ini dengan pasangan anda dan bersabarlah. Gangguan Tidur dan Pencegahan Osteoporosis Hubungi dokter anda mengenai berbagai obat-obatan atau hal yang dapat anda gunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur anda. Untuk mencegah dan mendeteksi osteoporosis secara dini, maka dokter akan menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Ingatlah bahwa berbagai gejala menopause ini tidak akan berlangsung selamanya.   Sumber: webmd
 08 Sep 2015    20:00 WIB
Tips Untuk Mempertajam Daya Ingat Anda!
Penuaan, suatu proses yang seringkali membuat Anda dan sebagian besar orang di dunia menjadi seorang pelupa memang merupakan suatu hal yang tak terhindarkan. Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat proses penurunan daya tersebut seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Senam Otak Di sela-sela padatnya aktivitas harian Anda, usahakanlah untuk melakukan senam otak. Yang dimaksud dengan senam otak di sini adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan yang Anda ajukan pada diri sendiri, misalnya menyebutkan 10 barang yang ada di dapur atau 10 barang yang ada di ruang kerja atau ruang sekolah, atau pertanyaan lainnya.   Beri Makan Otak Anda Seperti tubuh, otak juga membutuhkan nutrisi atau makanan agar dapat bekerja dengan optimal (memiliki daya ingat yang lebih baik). Makanan yang terbukti berpengaruh positif bagi otak adalah sayuran berdaun hijau dan ikan, terutama ikan tuna dan salmon.   Konsumsi Cukup Air Putih Semua organ tubuh Anda, termasuk otak memerlukan air untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan mencukupi kebutuhan air Anda, maka daya ingat Anda pun akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, konsumsilah setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya.   Berikan Waktu Istirahat Setelah bekerja seharian, istirahatkanlah otak Anda. Tidur merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan otak. Seperti halnya tubuh Anda, setelah berisitirahat, otak Anda pun dapat bekerja dengan lebih baik. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur cukup setiap harinya, yaitu sekitar 8 jam setiap malamnya.   Mengisi Teka-Teki Silang Anda tentunya telah sering mendengar pernyataan bahwa mengisi teka-teki silang juga dapat membantu mempertajam daya ingat Anda, bukan? Hal ini dikarenakan saat Anda mengisi teka-teki silang, otak Anda pun “dipaksa” untuk bekerja. Selain teka-teki silang, mengingat berbagai kejadian atau kenangan masa lalu Anda ternyata juga dapat membantu meningkatkan daya ingat Anda lho!   Jadi, bila Anda ingin membuat daya ingat Anda lebih baik, mulailah dengan melakukan berbagai hal positif bagi otak Anda seperti “senam”, “makan”, dan “istirahat”.   Baca Juga: Mudah Lupa Akibat Kurang Tidur dan Sibuk Bekerja?   Sumber: tipssehat
 28 Mar 2015    13:00 WIB
6 Tips Atasi Gangguan Tidur Akibat Kanker
Bila anda menderita kanker baik pada stadium awal maupun lanjut, hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur, baik yang disebabkan oleh kanker itu sendiri, efek samping pengobatan (kemoterapi atau radiasi), atau akibat faktor psikologis. Bila gangguan tidur yang anda alami sangat mengganggu, dokter anda dapat memberikan obat tidur. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah agar anda mematuhi kapan anda harus mengkonsumsi obat tersebut, kapan harus menghentikannya, dan berapa dosis yang anda perlukan sesuai dengan petunjuk dokter anda. Jangan memulai penggunaan obat tidur tanpa persetujuan dokter anda.   1.      Jadikan Tidur Sebagai Rutinitas Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya bahkan saat akhir minggu atau saat liburan. Hal ini dapat membantu tubuh anda terbiasa dengan waktu tidur tersebut.   2.      Berolahraga Secara Teratur Berolahragalah secara teratur setiap harinya, tetapi jangan berolahraga 3-4 jam sebelum waktu tidur. Tanyakan pada dokter anda mengenai jenis olahraga dan berapa lama anda boleh melakukannya setiap hari. Berjalan cepat, jogging, berenang, dan yoga dapat menjadi pilihan yang baik.   3.      Hindari Kafein dan Alkohol Hindari mengkonsumsi kafein setelah makan siang. Kafein biasanya terdapat di dalam kopi, teh, minuman bersoda, dan coklat. Selain itu, hindarilah juga alkohol. Alkohol memang dapat membuat anda mengantuk, akan tetapi setelah efeknya habis, maka anda akan terbangun.   4.      Buatlah Kamar Tidur Anda Senyaman Mungkin Pindahkanlah berbagai hal yang dapat mengalihkan perhatian anda dan membuat anda tidak ingin tidur, seperti jam dinding, telepon, televisi, atau radio. Ciptakanlah suasana yang tenang di dalam kamar tidur anda dan matikan lampu kamar tidur anda. Atur suhu di dalam kamar tidur anda sehingga membuat anda merasa nyaman dan lebih mudah tertidur. Bila anda masih tidak dapat tidur setelah mencobanya selama 15-20 menit, bangun dan lakukanlah kegiatan yang membosankan hingga anda merasa mengantuk. Jangan terus memikirkan mengenai berapa banyak waktu tidur yang telah berkurang dan jangan menonton televisi.   5.      Perhatikan Obat-obatan yang Anda Konsumsi Perhatikan berbagai jenis obat yang anda konsumsi dan tanyakan pada dokter anda apakah obat-obatan tersebut mempengaruhi tidur anda. Jika anda mengkonsumsi obat golongan steroid atau obat lainnya yang mungkin menstimulasi tubuh anda, konsumsilah jauh sebelum waktu tidur anda.   6.      Terapi Pijat dan Pikiran Pijat telah terbukti dapat memperbaiki gangguan tidur pada penderita kanker. Selain itu, pijat juga dapat mengurangi rasa nyeri, cemas, dan berbagai gejala lainnya. Terapi pikiran seperti meditasi, relaksasi, terapi kognitif dan perilaku juga dapat membantu penderita kanker yang sedang dalam pengobatan. Selain itu, yoga dan tai chi juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur anda.   Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur yang berlangsung selama lebih dari 4 minggu atau bila gangguan tidur yang anda alami semakin memburuk.   Sumber: webmd
 17 Dec 2014    09:00 WIB
5 Makanan yang Membuat Anda Sulit Tidur
Jika Anda mengalami kesulitan tidur atau sulit untuk tetap tertidur di malam hari, maka makanan yang Anda konsumsi mungkin merupakan salah satu penyebabnya. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari.  1.      Kafein Kopi dan minuman bersoda bukanlah satu-satunya minuman yang mengandung kafein. The dan berbagai jenis obat anti nyeri juga mengandung kafein. Jadi, jika Anda sangat sensitif terhadap kafein, konsumsilah kopi tanpa kafein dan pastikan Anda memeriksa label obat Anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.  2.      Minuman Beralkohol Berbagai penelitian telah menemukan bahwa minuman beralkohol ternyata dapat membuat Anda sering terbangun di malam hari. Jadi walaupun minuman beralkohol dapat membuat Anda merasa mengantuk, akan tetapi ia juga dapat mengurangi lama tidur fase REM, yang membuat Anda tidak merasa cukup tidur. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas dalam waktu 1-2 jam sebelum tidur di malam hari.  3.      Air Putih Air putih merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan dan tetap sehat, akan tetapi juga dapat membuat tidur Anda terganggu karena sering terbangun untuk buang air kecil. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi banyak air putih selama 60-90 menit sebelum waktu tidur Anda.  4.      Makanan Fermentasi Keju yang berusia tua dan makanan yang difermentasi mengandung tiramin, sejenis asam amino yang dapat menstimulasi otak dan membuat Anda tetap segar di malam hari. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi keju lama, ikan asin, atau makanan yang diawetkan lainnya sebagai cemilan di malam hari.  5.      Makanan Berbahan Dasar Tomat Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak asam dapat menyebabkan terjadinya gangguan lambung di malam hari, seperti rasa tidak nyaman pada perut atau dada seperti terbakar. Beberapa jenis makanan tersebut adalah berbagai jenis makanan yang berbahan dasar tomat dan makanan pedas. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan ini setidaknya 3 jam sebelum tidur.     Sumber: womenshealthmag