Your browser does not support JavaScript!
 13 Feb 2018    18:00 WIB
Alternatif Pengganti Obat Tidur
Kasus-kasus insomnia atau gangguan tidur sering diobati dengan pemberian obat tidur. Para dokter akan memberikan Anda obat tidur dengan dosis yang aman dan tidak akan menimbulkan kerugian. Obat tidur juga sering diresepkan untuk para manula, tetapi penggunaan obat tidur untuk para manula hanya bersifat sementara. Obat tidur untuk para manual berfungsi untuk menginduksi tidur dan mempertahankan tidur. Obat ini juga berfungsi sebagai anti-depresan dan anti-anxiety. Penggunaan obat tidur pada orang yang sudah tua harus dalam pengawasan dokter. Obat tidur dapat menimbulkan efek samping seperti rasa pusing, pikiran kosong, nyeri ulu hati, konstipasi, sering buang angin, sakit kepala dan lainnya. Overdosis obat tidur dapat menyebabkan koma, kejang dan bahkan serangan jantung. Penggunaan obat tidur pada orang dewasa dapat menyebabkan reaksi alergi, muntah, nyeri dada dan lainnya. Obat tidur juga dapat menimbulkan reaksi yang merugikan secara kesehatan. Obat tidur tidak boleh dikonsumsi secara teratur karena tidak baik untuk kesehatan dan dapat menimbulkan adiksi. Sekarang setelah kita membahas efek samping dan kerugian dari obat tidur, mari kita diskusikan beberapa alternatif pengganti obat tidur untuk para manula.   Terapi meditasiBeberapa jenis gangguan tidur dapat diobati dengan menggunakan tehnik meditasi. Meditasi membantu kita menenangan tubuh dan pikiran. Meditasi juga membantu kita untuk membersihkan alam bawah sadar kita dan membuat kita lebih relaks tanpa menggunakan obat tidur. Meditasi merupakan alternatif yang paling baik pengganti obat tidur untuk para orang tua. Lakukanlah meditasi secara rutin sebelum Anda tidur. Dengan pikiran yang tenang tentu Anda akan lebih mudah terlelap.   SeksTernyata seks dapat membantu pikiran Anda menjadi lebih rileks. Seks sangat baik untuk Anda yang mengalami gangguan tidur. Dengan seks dan orgasme akan menginduksi pelepasan hormon-hormon yang akan membuat tubuh dan pikiran Anda menjadi lebih tenang dan santai. Seks juga baik untuk mengobati migrain dan sinus. Selain dapat menjadi pengganti obat tidur, seks juga tidak mempunyai efek samping.   Terapi tingkah laku kognitifTerapi ini sangat baik untuk menggantikan obat tidur. Terapi ini difokuskan untuk mengurangi pikiran-pikiran buruk yang membuat Anda sulit untuk tidur. Terapi ini akan mengubah rutinitas Anda sebelum tidur. Rutinitas ini mencakup mendengarkan musik yang tenang, membaca buku yang bagus. Menurut terapi ini, semua perasaan senang dan nyaman akan mengusir semua pikiran-pikiran buruk yang menyebabkan kesulitan tidur.   Obat herbalSaat ini sudah banyak obat-obat herbal yang dapat menginduksi tidur tersedia di pasaran. Tidak seperti obat tidur, obat herbal ini tidak memiliki efek samping. Obat ini mengandung Valerie, lemon, lavender dan lain sebagainya. Obat herbal ini memiliki efek sedasi yang dapat menginduksi kantuk. Lakukan tes alergi sebelum Anda menggunakan obat herbal ini.   Olahraga dan relaksasiOrang yang melakukan olahraga secara teratur tidak akan mengalami kesulitan tidur di malam hari. Untuk itu olahraga merupakan alternatif baik untuk penggantikan penggunaan obat tidur pada orang tua. Anda juga dapat menggunakan metode relaksasi seperti pengaturan nafas untuk mendapatkan tidur yang baik. Sumber: boldsky
 24 Dec 2017    18:00 WIB
Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan
Gangguan tidur selama kehamilan dan setelah melahirkan dapat menjadi masalah yang sangat serius. Kurang tidur dapat berpengaruh buruk bagi anda dan bayi anda, yang membuat anda menjadi mudah marah dan lebih mudah sakit. Selain itu, wanita hamil yang mengalami banyak gangguan tidur selama hamil menjadi lebih rentan terhadap depresi paska melahirkan. Terdapat banyak hal yang dapat mengganggu tidur anda selama kehamilan, bukan hanya perubahan kadar hormonal saja. Beberapa hal lain tersebut adalah keinginan untuk buang air kecil terus-menerus, nyeri payudara, dan perut yang semakin membesar.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda tidur lebih nyenyak selama kehamilan adalah:•  Jangan berolahraga dalam waktu 1-2 jam sebelum tidur•  Konsumsilah sesuatu yang membuat anda merasa rileks di malam hari seperti susu hangat atau teh•  Pastikan suhu kamar tidur anda nyaman (wanita hamil dan menopause sering merasa kepanasan)   Telah melahirkan bukan berarti anda dapat segera terbebas dari gangguan tidur. Selain tangisan bayi anda yang sering membangunkan anda di malam hari, perubahan kadar hormonal pun dapat menyebabkan gangguan tidur. Karena kurang tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan, maka mengkonsumsi obat antidepresan atau estrogen dosis rendah dapat membantu. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan gangguan tidur pada wanita yang baru saja melahirkan.   Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat-obatan apapun, terutama bila anda sedang menyusui. Sumber: webmd
 09 Dec 2017    18:00 WIB
Tips Mencegah Insomnia
Secara ideal kita membutuhkan waktu tidur sebanyak tujuh sampai delapan jam. Tetapi beberapa faktor seperti stress, kecemasan bahkan obat-obatan dapat menyebabkan Anda mengalami gangguan tidur atau insomnia. Insomnia dapat merusak keseharian Anda karena dapat menyebabkan perubahan pola hidup, mood dan energi.   Secara keseluruhan insomnia dapat merusak kesehatan Anda. untuk menghindari terjadinya insomnia, ikutilah tips-tips berikut ini:•  Pastikan Anda makan tiga jam sebelum Anda pergi tidur sehingga tidur Anda tidak terganggu oleh proses pencernaan yang terjadi. •  Minum segelas susu hangat dan madu saat malam hari. Susu mengandung tryptophan yang merangsang munculnya serotonin yang akan membuat tubuh menjadi rileks•  Lavender diketahui sebagai aroma yang dapat membuat tubuh lebih rileks dan membantu Anda cepat tidur. Oleskan minyak lavender ke ruangan tidur dan bantal Anda sebelum Anda pergi tidur. Dengan menghirup aroma lavender akan membuat Anda lebih cepat tertidur.•  Anda juga dapat mencoba menenangkan tubuh dengan berendam dalam bak mandi berisi rempah-rempah. Dengan melakukan ini tubuh Anda akan terasa lebih ringan dan lebih mudah untuk tidur•  Hindari tidur siang, selelah apapun yang Anda rasakan.•  Cobalah latihan relaksasi berikut ini saat Anda akan tidur. Berbaringlah dan bayangkan kaki Anda terasa berat dan baal. Biarkan tubuh Anda tenggelam ke matras. Biarkan tubuh Anda semakin berat dan menjadi tenang. Saat Anda tenang, Anda akan lebih mudah tidur.•  Harus ada rentang waktu minimal 4 jam antara olahraga dengan waktu tidur.•  Hindari minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Dan juga hindari minum alkohol sebelum tidur karena dapat membuat Anda lebih sulit tidur.   Baca Juga: Jangan Khawatir Insomnia Dengan Makanan Ini!   Sumber: healthmeup
 26 Sep 2017    08:00 WIB
Gangguan Tidur dan Irama Sirkardian
Gangguan irama sirkardian merupakan gangguan pada irama sirkardian (jam tubuh) yang mengatur siklus biologis selama 24 jam, yang juga terdapat pada binatang dan tanaman. Aktivitas gelombang otak, produksi hormon, regenerasi sel, dan berbagai aktivitas biologis lainnya berhubungan dengan irama sirkardian. Pusat sirkardian pada manusia terletak pada nukleus suprakiasmatika, yang merupakan suatu kumpulan sel yang terletak di dalam hipotalamus. Irama sirkardian merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan siklus tidur dan bangun seseorang.   Penyebab Terdapat beberapa hal yang dapat mengganggu irama sirkardian ini, yaitu: Giliran kerja atau waktu kerja yang tidak sama setiap harinya Kehamilan Perubahan zona waktu Efek samping obat-obatan tertentu Perubahan rutinitas   Berbagai Jenis Gangguan Irama Sirkardian Jet Lag atau Sindrom Perubahan Zona Waktu Penderita biasanya mengeluh sangat mengantuk dan berkurangnya kewaspadaan pada waktu siang hari. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang berpergian ke tempat dengan zona waktu yang berbeda. Gangguan Tidur Akibat Pekerjaan Gangguan ini biasanya terjadi pada orang dengan waktu kerja yang berubah setiap harinya atau yang bekerja pada malam hari. Delayed Sleep Phase Syndrome (DSPS) Gangguan ini merupakan gangguan pada waktu tidur. Penderita sindrom ini biasanya tidur sangat terlambat di malam hari dan sulit bangun di pagi harinya untuk bekerja, sekolah, atau berbagai kegiatan lainnya. Advanced Sleep Phase Syndrome (ASPD) Pada gangguan ini penderitanya tertidur pada waktu lebih awal pada malam harinya dan terbangun lebih pagi dari yang diharapkan di keesokan harinya. Gangguan ini menyebabkan timbulnya rasa mengantuk di sore hari (pukul 18.00-21.00) dan terbangun lebih pagi dari yang diinginkan (pukul 01.00-05.00). Non 24 Hour Sleep Wake Disorder Pada gangguan ini, penderitanya memiliki pola tidur yang normal, akan tetapi penderita seperti memiliki waktu 25 jam setiap harinya. Setiap harinya, penderita akan mengalami insomnia yang terjadi pada waktu yang berbeda setiap harinya. Penderita biasanya memiliki waktu tidur dan bangun yang berbeda setiap harinya.   Pengobatan Pengobatannya tergantung pada jenis gangguan yang terjadi. Tujuan pengobatannya adalah untuk memperbaiki siklus tidur anda sesuai dengan kebutuhan hidup anda. Pengobatan biasanya merupakan suatu kombinasai dari waktu tidur yang benar dan stimulus dari luar, seperti terapi sinar atau kronoterapi. Kronoterapi merupakan suatu terapi perilaku di mana waktu tidur secara bertahap disesuaikan dengan waktu yang diinginkan. Sedangkan terapi sinar bertujuan untuk mengembalikan irama sirkardian anda ke tempat yang seharusnya. Kombinasi terapi ini memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi dalam mengatasi berbagai gangguan tidur.   Sumber: webmd
 05 Sep 2017    12:00 WIB
Konsumsi Vitamin Terlalu Banyak Meningkatkan Penyakit Kanker Dan Jantung?
Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang wajib. Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan hidup lebih sehat. Namun sebuah penelitian mengatakan bahwa konsumsi terlalu banyak vitamin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Dr Tim Byers dari University of Colorado Cancer Centre, mengatakan "Kami belum tahu pasti mengapa hal ini dapat terjadi" Dalam penelitian ini mengatakan bahwa suplemen yang mengandung beta karoten dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru dan jantung sekitar 20 persen. Asam folat dikatakan dapat meningkatkan terjadinya polip pada pencernaan. Sebenarnya semua tergantung jumlah multivitamin yang Anda konsumsi. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai untuk kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan maka multivitamin sangat baik untuk tubuh Anda. Namun tidak ada pengganti makanan sebaik makanan yang alami. Penemuan ini dipresentasikan pada Penelitian Pertemuan Tahunan American Association for Cancer 2015. Namun, kritikus mengatakan bahwa banyak orang yang kekurangan vitamin, dan suplemen dapat membantu mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Seorang juru bicara untuk Dewan Responsible Nutrition, asosiasi perdagangan untuk suplemen makanan dan industri makanan fungsional di AS, mengatakan: "Kanker adalah penyakit multifaktorial dan belum ada pembuktian hal yang dapat mencegah terjadinya kanker" "Namun, nutrisi yang baik sangat dianjurkan oleh banyak ahli sebagai salah satu cara untuk membuat Anda tetap sehat. "Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang tidak mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan saja, dan dalam kasus-kasus, suplemen makanan dapat membantu mengisi kesenjangan nutrisi. Oleh karena itu  "Kami tidak menyarankan dosis tinggi vitamin, kecuali di bawah arahan dokter Anda." Baca juga: 6 Tips Atasi Gangguan Tidur Akibat Kanker  Sumber: dailymail
 16 Jan 2017    15:00 WIB
Suami Terus Mendengkur??? Coba Tips Ini
Apakah pasangan Anda sering mendengkur di malam hari dan membuat Anda terus tersiksakarenanya? Bila ya, maka Anda mungkin perlu melakukan sesuatu sebelum kebiasaanmendengkur suami Anda mengganggu hubungan asmara Anda dengannya.Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 50% orang yang menderita gangguan tidur apneajuga mengalami gangguan dalam hubungan asmaranya dengan pasangan dan sekitar 28%pasangan mengatakan bahwa hubungan intim dan kehidupan seksual mereka juga terpengaruhkarena mereka terlalu mengantuk. Jadi bagaimana para pasangan menjaga hubungannya tetapmesra dengan adanya "si pengganggu"?Apakah dengan tidur di ruangan yang terpisah dapat membantu mengatasi masalah ini? Ternyatatidak juga. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan bila suamiAnda terus saja mendengkur dan membuat Anda sulit tidur.Ubah Posisi TidurnyaJika pasangan Anda tidak tersedak atau tampak seperti sesak napas saat tidur, maka si diamungkin mendengkur karena tidur dengan posisi terlentang. Bila demikian, ubahlah posisitidurnya menjadi menyamping. Bila si dia terus saja kembali ke posisi terlentang, letakkanlahbola tenis dalam pakaiannya yang akan membuat ia segera berbalik ke posisi menyampingkarena merasa tidak nyaman.Ubah Gaya HidupnyaMenurunkan berat badan dapat membantu mengurangi dengkuran pasangan Anda, begitu puladengan menghindari minuman beralkohol atau obat tidur dalam waktu 3 jam sebelum tidur. Halini dikarenakan jaringan tambahan di daerah leher (karena peningkatan berat badan) atau ototyang menjadi rileks (karena minuman beralkohol atau obat tidur) dapat menyumbat salurannapas, yang memicu terjadinya dengkuran.Baca juga: Apa Penyebab Seseorang Mendengkur?Hubungi DokterJika semua cara di atas tidak berhasil mengurangi kebiasaan mendengkurnya, maka segera bawapasangan Anda berobat ke seorang dokter. Bila perlu, rekamlah suara dengkuran suami Andatersebut dan tunjukkan pada dokter yang Anda kunjungi (tentu saja seizin pasangan Anda).Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: womenshealthmag
 20 Sep 2016    15:00 WIB
Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Ternyata Akibatkan Penyakit Jantung?
Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari.   Apa itu Metabolic Syndrome? Metabolic syndrome merupakan kelompok faktor risiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Adapun faktor resiko tersebut antara lain: -          Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi pria) -          Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl) -          Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita) -          Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) -          Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl) Seseorang didiagnosis mengalami metabolic syndrome apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami metabolic syndrome akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?  Baca juga: Apa Hubungan Antara Diabetes dan Gangguan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Info Sehat
 20 Aug 2016    15:00 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Depresi Pada Remaja
Kekurangan waktu tidur ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan anak remaja anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi. Masa remaja sendiri sebenarnya merupakan suatu masa yang cukup berat dalam kehidupan anak anda, suatu masa di mana mereka sedang berusaha mencari jati dirinya dengan emosi yang meledak-ledak, yang membuat mereka lebih rentan terhadap depresi. Sekitar 11% remaja mengalami depresi saat mereka berusia 18 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, para remaja yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki resiko 4 kali lebih besar untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan anak-anak lain seusia mereka. Remaja yang depresi pun biasanya memiliki waktu tidur yang kurang. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan agar para remaja setidaknya tidur selama 9-10 jam setiap malamnya. Orang tua pun memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan anaknya memperoleh waktu tidur yang cukup. Anak-anak harus diajarkan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dan paparan berlebihan terhadap media (televisi) tampaknya memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan jiwa pada remaja. Sebuah penelitian lainnya di Stockholm menemukan bahwa para remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang dan sering bolos sekolah lebih mudah mengalami depresi. Kurangnya olahraga, kurangnya waktu tidur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu melihat internet dapat membuat remaja lebih rentan terhadap depresi dan bahkan membuat mereka berpikiran untuk bunuh diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara penggunaan internet dan terjadinya depresi. Para peneliti menduga bahwa penggunaan internet merupakan salah satu cara para remaja ini untuk menghindari interaksi sosial atau dapat juga merupakan tempat mereka mencari pertolongan. Sebenarnya, depresi sendiri dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun pada remaja. Akan tetapi, para remaja lebih rentan mengalami kurangnya waktu tidur. Hal ini mungkin diakibatkan oleh perubahan irama sirkardian (pengatur tidur dan bangun di dalam tubuh manusia) yang terjadi selama remaja, yang membuat para remaja ini ingin tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Selain itu, saat para remaja ini memasuki sekolah menengah atas (SMA) pun memiliki lebih banyak tugas dan ujian. Kadangkala, mereka pun harus mulai bekerja. Kemajuan teknologi pun memiliki peranan dalam berkurangnya waktu tidur para remaja ini, berbagai permainan, telepon genggam, dan tablet yang ada sekarang ini membuat para remaja semakin sering bermain internet dan semakin enggan untuk tidur. Baca juga: Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: npr
 20 Aug 2016    12:00 WIB
Tidur dan Penuaan
Tidur yang nyenyak sangat penting bagi kesehatan anda. Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, pola tidur pun mengalami perubahan. Dengan semakin bertambahnya usia, anda akan mengalami perubahan pola tidur seperti waktu tidur anda berkurang dan mudah terbangun atau jarang sekali tidur nyenyak atau bahkan bermimpi.   Apakah Tidur Anda Cukup? Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Kebutuhan tidur orang dewasa biasanya berkisar antara 7-9 jam setiap harinya. Jika sekarang ini anda membutuhkan waktu tidur lebih sedikit daripada saat anda masih muda, tetapi anda tetap merasa bersemangat dan tidak merasa lelah atau kurang tidur, berarti kebutuhan tidur anda memang telah berkurang. Tetapi bila waktu tidur anda berkurang dan anda merasa lelah atau mengantuk saat anda bekerja, berarti anda mempunyai masalah. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anda tidur lebih baik, yaitu: Tidurlah pada waktunya. Biasakan diri anda untuk tidur pada suatu waktu tertentu Matikanlah computer atau TV anda satu jam sebelum waktu tidur yang telah anda tetapkan Bersantailah sebelum tidur. Hal ini akan membuat anda merasa lebih nyaman dan memudahkan anda untuk tertidur Kurangi waktu tidur siang anda Jangan minum alkohol sebelum tidur Bila beberapa hal di atas ini tidak dapat membantu anda, hubungilah dokter anda untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. Hal-hal yang Dapat Mengganggu Tidur Anda di Hari Tua Perubahan Perubahan dalam kehidupan anda dapat sangat mempengaruhi anda. Pindah tempat tinggal, penyakit, kematian dapat membuat anda merasa stress dan mengganggu tidur anda. Kondisi Tertentu Suatu kondisi atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur. Beberapa penyakit tersebut adalah artritis (rasa nyeri menyebabkan anda sulit tidur), sleep apnea (sering terbangun saat tidur), atau penyakit lainnya yang menyebabkan anda sulit memulai tidur atau sering terbangun saat tidur. Tidak Bekerja Saat anda pensiun, maka anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk bersantai dan aktivitas anda pun sudah jauh berkurang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur anda. Obat-obatan Beberapa obat-obatan yang anda gunakan mungkin membuat anda sulit tidur atau malah membuat anda lebih bersemangat di malam hari. Bila obat yang anda gunakan membuat anda sulit tidur, maka dokter anda dapat menyesuaikan dosis untuk mengurangi efek samping tersebut. Baca juga: Osteoporosis dan Penuaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 23 Jul 2016    11:00 WIB
Obesitas dan Hubungannya Dengan Prestasi Sekolah Anak Anda
Seiring dengan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang dihasilkannya membuat manusia lebih jarang bergerak yang mengakibatkan peningkatan obesitas, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Sebuah penelitian di Amerika dan Inggris menemukan bahwa ternyata obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak anda tetapi juga prestasinya di sekolah. Keadaan ini terutama tampak pada remaja perempuan. Hubungan antara obesitas dan prestasi sekolah anak tidak begitu jelas terlihat pada remaja laki-laki. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hampir 6.000 pelajar di Inggris membandingkan antara indeks massa tubuh pada para pelajar ini dari saat mereka berusia 11-16 tahun dengan prestasi mereka di sekolah selama waktu tersebut. Sekitar 71% pelajar ini memiliki berat badan normal dan sekitar 15% pelajar mengalami obesitas pada awal penelitian dilakukan. Para peneliti kemudian memberikan ujian akademis berupa ujian bahasa inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 kali, yaitu saat mereka berusia 11, 13, dan 16 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko lain seperti status sosial ekonomi, IQ, dan siklus menstruasi, para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan yang mengalami obesitas saat berusia 11 tahun memperoleh nilai yang lebih buruk saat berusia 11, 13, dan 16 tahun dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Para peneliti menemukan bahwa mengalami obesitas saat berusia 11 tahun dapat menurunkan kemampuan anak dari C menjadi D saat berusia 16 tahun. Alasan mengapa obesitas dapat mempengaruhi prestasi sekolah anak anda, terutama pada remaja perempuan belum dapat dipastikan. Akan tetapi, sebuah penelitian menduga bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan mental para remaja ini. Terutama karena remaja perempuan lebih terpengaruh oleh berat badannya daripada remaja laki-laki. Obesitas dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, tidak menyukai penampilannya, dan bahkan merasa depresi yang membuatnya sering bolos sekolah yang pada akhirnya membuat prestasi belajarnya di sekolah pun menjadi lebih buruk. Obesitas dan prestasi sekolah anak anda juga mungkin memiliki hubungan timbal balik. Prestasi belajar yang buruk juga memiliki peranan dalam terjadinya obesitas, misalnya saat anak anda mendapat nilai ujian yang jelek, maka ia mungkin makan lebih banyak untuk membuatnya merasa lebih baik. Gangguan tidur yang terjadi pada remaja yang mengalami obesitas juga dapat mempengaruhi prestasi anak di sekolah dan juga mempengaruhi fungsi otaknya. Waktu tidur yang kurang dapat membuatnya merasa mengantuk di kelas dan sulit berkonsentrasi. Hal terbaik untuk mencegah gangguan prestasi di sekolah ini adalah dengan mengatasi berbagai penyebab obesitas.Sumber: npr