Your browser does not support JavaScript!
 26 Mar 2019    18:00 WIB
Posisi Jerawat Bisa Menandakan Penyakit Yang Dialami
Tahukah Anda bahwa kulit ternyata merupakan "iklan berjalan" bagi keadaan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan? Jerawat merupakan salah satu cara tubuh "memberitahu" apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh Anda. Jadi, jerawat bukanlah suatu gangguan kulit yang timbul di sembarang tempat yang disukainya. Jerawat dapat merupakan petunjuk mengenai kesehatan dan kebersihan tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya arti jerawat pada wajah Anda berdasarkan pada tempat di mana ia tumbuh.   Jerawat Pada Dagu, Rahang, dan Leher Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda akan segera mendapat menstruasi. Hal ini dikarenakan kadar hormon testosteron akan mengalami fluktuasi selama Anda menstruasi dan membuat kelenjar minyak di wajah Anda memproduksi lebih banyak minyak, yang tentu saja dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat dan terbentuklah jerawat.   Jerawat Pada Hidung dan Dahi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sedang merasa stress. Saat stress tubuh Anda akan menghasilkan adrenalin, yang akan meningkatkan produksi minyak dan memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Ini Dia Diet Anti Jerawat!   Jerawat Pada Garis Rambut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda menggunakan produk perawatan rambut secara berlebihan. Saat Anda ingin menggunakan gel rambut, pastikan Anda tidak mengoleskannya hingga ke kulit wajah Anda. Selain itu, cucilah tangan Anda hingga bersih sebelum Anda menyentuh kulit wajah Anda setelah menggunakan gel pada rambut karena dapat membuat pori-pori kulit Anda tersumbat.   Jerawat Pada Pipi Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena Anda sering menyentuh pipi Anda dengan tangan yang kotor atau kulit bertempelan dengan telepon genggam yang kotor. Benda apapun yang menempel cukup lama pada kulit wajah Anda dapat menyebabkan pori-pori kulit Anda tersumbat oleh kotoran dan bakteri.   Jerawa di Sekitar Mulut Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini adalah karena makanan yang Anda konsumsi. Sisa makanan yang berasal dari makanan asam dapat mengiritasi kulit Anda dan memicu terjadinya peradangan. Selain itu, makanan yang digoreng pun juga dapat memicu timbulnya jerawat pada kulit Anda karena akan menyumbat pori-pori kulit.   Jerawat Pada Dada dan Punggung Penyebab timbulnya jerawat pada daerah wajah ini karena Anda menggunakan bra atau pakaian yang salah. Pakaian berbahan katun memang dapat membantu menyerap keringat Anda, tetapi juga membuat keringat tersebut terus melekat pada kulit Anda. Oleh karena itu, bila Anda berolahraga dengan mengenakan pakaian berbahan katun, maka hal ini akan membuat kulit Anda lembab. Daerah lembab merupakan daerah yang paling baik bagi perkembangbiakan bakteri penyebab jerawat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cosmopolitan
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 28 Nov 2018    08:00 WIB
Wow Stress Bisa Bikin Otak Menyusut
Stres dapat menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan kita sehari-hari, tetapi ketika kita merasa stres dan tetap tertekan, itu bukan sesuatu yang nyaman. Ketika kita mengalami stress, mungkin di pekerjaan kita, dalam kehidupan rumah tangga atau di kehidupan keluarga, dsb. Sadarkah terkadang kita jadi lebih sulit dalam berpikir dan mengambil keputusan, sulit untuk mengingat sesuatu dan berkonsentrasi bahkan untuk hal sederhana sekalipun. Pada saat itu, mungkin rasanya seperti alam semesta berkonspirasi melawan kita. Tetapi ada alasan ilmiah, yaitu apa yang akan terjadi jika kita sering stres: Stres memiliki kemampuan untuk secara fisik mengecilkan otak Anda. Ketika kita merasa stres, tubuh kita melepaskan kortisol, alias hormon stres. Dalam stress yang ringan, ini bukan hal yang buruk. Kortisol memiliki kekuatan untuk menurunkan tekanan darah Anda, mengelola gula darah Anda, dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Para peneliti di University of California di Berkeley, menemukan bahwa ketika tikus laboratorium terkena peristiwa stres singkat, sel-sel induk di otak mereka benar-benar mekar menjadi sel-sel saraf baru. Hasilnya, kinerja mental tikus meningkat. Tetapi stres kronis - yaitu, tingkat stres yang berulang-ulang dan berkepanjangan, berbeda hasilnya dengan stress ringan. Dalam jangka waktu yang lama, peningkatan kadar kortisol dapat mendorong kita menjadi penderita obesitas, penyakit jantung, depresi, tekanan darah tinggi, dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat. "Tingkat kortisol yang tinggi disekresikan karena kerusakan stres dan mengurangi volume otak," kata Dr Janette Nesheiwat, dokter keluarga dan pengobatan darurat di New York City. "Kita bisa membuktikan dan melihat hal ini pada scan otak." Dua area yang terkena adalah hippocampus (yaitu, bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Manusia memiliki dua hippocampus, yakni pada sisi kiri dan kanan. Hipokampus merupakan bagian dari sistem limbik dan berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan). yang memainkan peran sentral dalam pembelajaran dan ingatan, dan korteks prefrontal, yang mengatur pikiran, emosi, dan tindakan dengan "berbicara" ke daerah otak lainnya. Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan online di jurnal Neurology, peneliti memeriksa kadar kortisol dalam darah 2.231 orang setengah baya yang sehat. Mereka juga menilai ingatan dan kemampuan berpikir mereka dan mengambil gambar otak mereka. Ditemukan pada tiap orang, terutama wanita, memiliki kadar kortisol yang tinggi dalam darah mereka, dinyatakan dalam tes memori dan kognitif nya lebih payah. Seiring waktu, mereka juga tampak kehilangan volume otak. "Volume otak dan kinerja memori yang sedikit lebih rendah dari ukuran yang terlihat dalam penelitian ini dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi 10 hingga 20 tahun kemudian," kata Dr. Sudha Seshadri, salah satu penulis dan direktur studi dari Glenn Biggs Institute for Alzheimer. dan Neurodegenerative Diseases di UT Health San Antonio. Dr. Monica Starkman, seorang psikiater fakultas di Universitas Michigan Medical School, mengamati fenomena "penyusutan" serupa pada pasien dengan penyakit Cushing aktif,  Ini adalah kondisi langka di mana terlalu banyak kortisol diproduksi di dalam tubuh. (Cushing adalah penyakit yang timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme). "Ketika kami menggunakan [sebuah] MRI untuk memeriksa otak mereka, kami menemukan bahwa memang, hippocampus berkurang ukurannya dibandingkan dengan norma-norma untuk subyek manusia," kata Starkman. Namun sebelum kita menekankan tentang otak kita yang menyusut, perlu diingat bahwa tidak jelas apakah perubahan ini permanen atau tidak. Ketika pasien Starkman diteliti satu tahun setelah perawatan mereka untuk penyakit Cushing (yang biasanya terdiri atas operasi pituitari), kadar kortisol mereka turun dan volume hippocampus meningkat. "Skor mereka dalam belajar meningkat juga," kata Starkman. Bagaimana menghadapi rasa stres kita: Hindari hal-hal yang membuat kita mudah stress, sifat lekas marah atau mudah sedih cenderung memicu stres, tetapi itu tidak selalu begitu jelas. "Tanda-tanda kognitif stres dapat mencakup kehilangan memori, kesulitan berpikir, konsentrasi, dan sulit dalam mengambil keputusan," kata Nesheiwat. Stres dapat bermanifestasi sebagai gejala fisik juga. Misalnya, Anda mungkin mengalami kelelahan, penurunan berat badan, sakit kepala, masalah pencernaan, nyeri tubuh, dan nyeri sendi. Ini adalah tips-tips yang dapat membantu kita melawan stress: 1. Lakukan gerakan. Seperti berjalan cepat 10 menit dapat membantu kita merasa lebih siap untuk menghadapi semua yang ada di depan. "Latihan mensekresi endorfin, hormon yang meningkatkan pikiran, konsentrasi, dan suasana hati kita," kata Nesheiwat. Beberapa orang menemukan bahwa latihan rutin mengurangi kecemasan mereka sama seperti obat-obatan. Bahkan lebih baik: Ada bukti bahwa latihan aerobik teratur dapat membantu mempertahankan ukuran dan fungsi otak saat kita bertambah tua. 2. Jangan meremehkan kekuatan tidur. "Tubuh kita menyembuhkan dan beregenerasi ketika kita beristirahat," kata Nesheiwat. Ditambah lagi, jika kita tidak cukup menutup mata, tubuh kita sebenarnya akan meningkatkan output hormon stresnya. Bidik tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. 3. Makan dengan baik. "Apa yang kita makan merupakan bahan bakar atau tenaga untuk tubuh," kata Nesheiwat. Pilihlah biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran, yang mengandung karbohidrat kompleks yang meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter yang membantu meratakan suasana hati kita. Jangan lupa untuk mendapatkan cukup vitamin C. dan segelas jus jeruk murni karena vitamin C dapat menurunkan kortisol. 4. Jagalah kesehatan tubuh. Stres kadang-kadang disebabkan bukan apa yang terjadi di sekitar kita, tetapi tekanan internal, seperti depresi atau diabetes. "Dapatkan evaluasi medis menyeluruh," kata Dr. Santosh Kesari, seorang ahli saraf, ketua dan profesor dari departemen neurosciences translasi dan neuroterapeutik di John Wayne Cancer Institute di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica , California. 5. Jangkau teman-teman. Ketika kita bersosialisasi dan merasa didukung, tubuh kita menghasilkan lebih banyak oksitosin. Hormon "merasa baik" ini mengurangi kecemasan dan membangkitkan rasa tenang, juga memiliki kekuatan untuk mengurangi tingkat kortisol yang mengganggu itu. 6. Berikan otak kita istirahat. Latihan penuh perhatian seperti yoga, relaksasi, dan meditasi tidak akan secara ajaib membuat stres kita menghilang, tetapi dapat membantu kita menghadapinya dengan lebih baik.   Sumber : www.healthline.com
 20 Nov 2018    16:00 WIB
10 Tanda Tersembunyi Mengalami Stress Kronik
Merasa enggan masuk kerja atau stress di hari Senin merupakan hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh setiap orang. Akan tetapi, bila Anda terus merasa stress dalam jangka waktu lama (stress kronik), misalnya akibat pekerjaan yang sangat sibuk atau karena kehidupan pribadi yang tidak berjalan sesuai dengan kemauan Anda, maka gejala stress yang Anda alami mungkin berbeda dengan orang lain yang hanya mengalami stress sesekali. Bila Anda mengalami salah satu dari gejala stress kronik di bawah ini, maka luangkanlah waktu sejenak untuk berjalan kaki atau mematikan telepon genggam Anda dan menikmati waktu Anda. Dengan demikian, rasa stress Anda mungkin akan sedikit berkurang.   Sakit Kepala di Akhir Pekan Stress dapat menyebabkan terjadinya migrain atau sakit kepala. Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya serangan migrain kembali, dianjurkan agar Anda tidur cukup setiap harinya dan makan dengan teratur.   Nyeri Perut Hebat Saat Menstruasi Wanita yang sedang stress biasanya akan mengalami nyeri menstruasi 2 kali lipat lebih parah dibandingkan dengan wanita yang tidak stress. Para ahli menduga hal ini dikarenakan stress menyebabkan gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Berolahraga dapat membantu mengatasi kram perut dan stress karena olahraga akan mengurangi aktivitas sistem saraf simpatik.   Rahang Terasa Nyeri Rahang yang terasa nyeri dapat merupakan akibat dari kebiasaan menggeretakkan gigi (bruxism), yang biasanya terjadi saat Anda tidur. Bruxism dapat semakin parah bila Anda sedang stress. Untuk mencegah kerusakan gigi, buatlah mouth guard. Sekitar 70% orang yang menggunakan mouth guard di malam hari lebih jarang atau bahkan tidak lagi mengalami bruxism.   Mengalami Mimpi Aneh Mimpi biasanya akan semakin indah saat Anda tidur, sehingga Anda akan terbangun dengan mood yang lebih baik dibandingkan dengan saat Anda akan tidur malam sebelumnya. Akan tetapi, saat Anda sedang stress, maka Anda akan lebih sering terbangun dan membuat mimpi buruk terus terjadi sepanjang malam. Untuk menghindari hal ini, tidurlah selama 7-8 jam setiap malamnya dan jangan mengkonsumsi minuman berkafein atau beralkohol berdekatan dengan waktu tidur.   Gusi Berdarah Menurut analisis dari berbagai penelitian, orang yang sedang merasa stress memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan gusi. Kadar hormon stress yang terus tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat bakteri dapat masuk ke dalam gusi. Untuk mengatasinya, atasilah stress Anda.   Jerawat Muncul Mendadak Stress dapat meningkatkan resiko terjadinya peradangan, yang akan memicu terbentuknya jerawat. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengoleskan salep berisi asam salisilat atau benzoil peroksida atau antibiotik pada jerawat. Pastikan juga kulit Anda tidak terlalu kering karena hal ini juga dapat memicu timbulnya jerawat.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Stress di Tempat Kerja   Ngidam Makanan Manis Selain akan menstruasi, stress juga dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi makanan manis atau cokelat.   Kulit Gatal Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa gatal kronik (pruritis) lebih sering terjadi pada orang yang sedang stress. Merasa cemas dan stress juga dapat memperburuk gejala dermatitis, eksim, dan psoriasis. Hal ini kemungkinan dikarenakan respon stress oleh tubuh akan mengaktivasi serat-serat saraf dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.   Gejala Alergi Semakin Parah Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh para ahli dari Ohio State University College of Medicine, reaksi alergi akan semakin parah bila penderita sedang merasa stress. Hal ini dikarenakan hormon stress dapat menstimulasi pembentukan IgE, suatu protein yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi.   Sakit Perut Cemas dan stress dapat menyebabkan nyeri perut, sakit kepala, nyeri punggung, dan insomnia. Sebuah penelitian menemukan bahwa stress dapat membuat resiko seseorang untuk mengalami sakit perut meningkat hingga 3 kali lipat. Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pastinya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini dikarenakan otak dan usus dipersarafi oleh jalur saraf yang sama. Jadi, bila otak merasa stress, maka usus pun akan mengalami hal yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 29 May 2018    08:00 WIB
Persiapan Untuk Liburan Yang Sehat
Saat bepergian untuk wisata adalah saat yang menyenangkan. Anda dapat melupakan sejenak rutinitas harian. Tidak peduli kemanapun Anda pergi, kapanpun Anda pergi dengan siapa Anda pergi satu hal yang paling penting adalah kesehatan. Apabila Anda berwisata dalam keadaan sakit tentu Anda tidak dapat menikmati perjalanan Anda.   Berikut adalah tips persiapan yang dapat dilakukan untuk Anda agar tetap sehat selama perjalanan: 1. Periksa kesehatan Anda Sebelum Anda melakukan perjalanan wisata Anda, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.   2. Bawa resep Anda Apabila Anda mengkonsumsi obat rutin pastikan untuk membawa obat Anda, agar cukup selama perjalanan Anda. Sebaiknya Anda membawa resep Anda apabila Anda kehabisan obat tersebut masih dapat membeli di tempat wisata Anda, tanyakan kepada dokter ataupun apoteker obat yang diresepkan mengandung apa, apabila di tempat wisata tidak ada obat dengan merek yang sama Anda dapat mengganti dengan obat yang kegunaannya sama Ada baiknya Anda membawa laporan medis Anda yang penting, yang mungkin dibutuhkan.   3. Periksa Asuransi perlindungan perjalanan Anda Pastikan Anda membawa polis asuransi Anda, kartu dan formulir klaim. Cek pada perusahaan asuransi Anda apakah akan menanggung biaya saat Anda jatuh sakit atau cedera diluar negeri Bila perlu mungkin Anda membeli asuransi tambahan.   4. Pastikan untuk membawa kotak P3K   Baca juga: Sulam Bibir, Aman atau Tidak?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: webmd
 09 Oct 2017    15:00 WIB
Mengapa Waktu Berjalan Lebih Lambat Saat Anda Merasa Sedih?
Waktu mungkin akan terasa berlalu dengan sangat cepat saat Anda sedang bersenang-senang, akan tetapi akan terasa sangat lambat saat Anda merasa sedih. Mengapa demikian? Berdasarkan berbagai penelitian, para peneliti menemukan bahwa seorang penderita depresi merasa waktu berjalan lebih lambat dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami depresi. Untuk mengetahui apa hubungan antara depresi dan persepsi waktu seseorang, maka para peneliti di Jerman menganalisa data dari 16 buah penelitian sebelumnya yang mengamati lebih dari 800 orang yang menderita dan tidak menderita depresi.   Baca juga: Apa Beda Antara Stress dan Depresi?   Pada sebagian besar penelitian, para peneliti memeriksa persepsi waktu para peserta dengan meminta para peserta untuk mengukur berapa lama kira-kira waktu yang mereka habiskan untuk berbagai jenis aktivitas seperti menonton film pendek atau menekan sebuah tombol. Dari hasil analisis di atas, para peneliti menemukan bahwa seorang penderita depresi melaporkan bahwa mereka merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Walaupun telah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara depresi dan persepsi waktu seseorang, akan tetapi para peneliti tetap tidak berhasil menemukan penyebab pasti dari mengapa penderita depresi merasa waktu berjalan lebih lambat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa persepsi waktu yang lebih lambat ini mungkin dikarenakan "jam tubuh" penderita yang memang berjalan dengan lebih lambat, yang mungkin disebabkan oleh melambatnya perilaku motorik. Merasa waktu berjalan dengan lebih lambat mungkin dikarenakan penderita menyadari bahwa "jam tubuhnya" dan atau menyadari adanya perubahan fungsi eksekutif (otak) menjadi lebih lambat dibandingkan dengan orang lainnya yang tidak menderita depresi.   Penyebab lain dari mengapa waktu terasa berjalan lebih lambat bagi seorang penderita depresi adalah karena perbedaan pengaturan konsentrasi atau perhatian pada penderita depresi dibandingkan dengan orang yang tidak menderita gangguan depresi. Seorang penderita depresi biasanya memiliki pikiran yang sangat negatif, yang membuatnya sulit untuk memusatkan perhatiannya pada suatu hal pada suatu waktu. Hal ini dapat membuat penderita kesulitan untuk ikut terlibat dalam suatu aktivitas tertentu, yang biasanya membuat seseorang merasa bahwa waktu sangat cepat berlalu.   Sumber: huffingtonpost
 24 Aug 2017    11:00 WIB
Ibu Hamil Banyak Jalan Kaki Yuk, Supaya........
Untuk Anda para ibu hamil, rutinitas apa saja yang Anda lakukan? Saat seorang wanita hamil memang terjadi perubahan pada bentuk. Bentuk tubuh yang makin membesar, perut yang makin membesar kadang membuat ibu menjadi malas untuk bergerak. Namun bukan berarti ini adalah alasan untuk bermalas-malasan. Dibandingkan hanya berdiam diri lebih baik melakukan olahraga. Olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil Saat hamil bukan berarti Ibu hanya bermalas-malasan di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun, termasuk berolahraga. Justru saat sedang hamil, Ibu dianjurkan untuk tetap berolahraga agar tetap sehat. Namun, tak semua olahraga boleh dilakukan oleh Ibu hamil. Nah, salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Ibu hamil adalah jalan kaki. Berikut ini adalah manfaat jalan kaki untuk Ibu hamil: Mencegah kegemukan Biasanya ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis, karena mereka beranggapan harus makan dua porsi untuk janin. Terlebih kebiasaan ngidam dan ingin makan ini dan itu. Padahal kenaikan berat badan yang berlebihan bukanlah hal yang baik, karena bisa membahayakan ibu dan calon bayi. Untuk menjaga agar kenaikan berat badan tidak berlebihan, para ibu hamil bisa berjalan kaki. Dengan jalan kaki semua otot tubuh bergerak dan membantu membakar kalori. Mengurangi risiko masalah kehamilan Dengan rutin berjalan kaki setiap pagi, maka para ibu hamil dapat menurunkan risiko kehamilan seperti preeklamsia dan kencing manis. Menghindari stres Para ibu hamil dilarang untuk stres, karena stres saat hamil dapat menimbulkan banyak dampak negatif untuk ibu dan juga janin, seperti salah satunya adalah perkembangan janin akan berjalan tidak baik. Karena itulah, jalan kaki dapat menjernihkan pikiran dan relaksasi sehingga dapat mengurangi stres. Merangsang kontraksi Melakukan jalan kaki pada pagi hari secara teratur menjelang persalinan ternyata dapat membantu Ibu untuk merangsang kontraksi. Selain melakukan jalan kaki dengan rutin, usahakan untuk menjaga makanan yang dikonsumsi setiap hari dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan untuk selalu menjaga kesehatan ibu dan calon bayi yang kehadirannya selalu dinantikan. Baca juga: Olahraga yang Dihindari Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 03 Oct 2015    18:00 WIB
7 Cara Cepat Sembuhkan Luka Tersembunyi
Mengidentifikasi luka tersembunyi yang tidak Anda sadari akibat berbagai hal di masa lalu Anda dapat menjadi suatu hal yang sulit. Akan tetapi, hal ini seharusnya tidak membuat Anda merasa frustasi atau stress. Setiap orang tentunya membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk sembuh dari luka batinnya tersebut. Akan tetapi, memiliki kehidupan yang aktif dan penuh akan hal baru serta menarik akan membantu mengalihkan perhatian Anda dari masa lalu yang tidak dapat diubah. Bagi Anda yang masih mengalami kesulitan melupakan sakit hati Anda dan melanjutkan hidup, di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda. 1. Akui Anda Memiliki Masalah Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk sembuh dari luka tersembunyi yang tidak Anda sadari adalah dengan mengakui pada diri Anda sendiri bahwa Anda memang memiliki masalah. Hal ini dapat membantu Anda mengerti apa yang Anda hadapi dan apa yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah yang Anda miliki. 2. Temukan Kedamaian Jika Anda tidak merasakan kedamaian di dalam kehidupan Anda, maka Anda pun harus mulai menjadikan kedamaian sebagai prioritas Anda. Lakukanlah berbagai hal yang Anda sukai, yang dapat membuat Anda merasa damai dan dapat memperbaiki mood Anda. Jika Anda menemukan suatu aktivitas positif yang dapat membuat Anda merasa damai dan bahagia, maka lakukanlah hal tersebut secara teratur. 3. Keluarkan Semua Emosi Negatif Anda Walaupun tergantung pada jenis luka tersembunyi yang Anda alami, akan tetapi akan lebih baik bila Anda mengeluarkan berbagai emosi negatif yang Anda rasakan. Hal ini dikarenakan berbagai emosi negatif tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental Anda. Berolahraga dapat menjadi salah satu pilihan pelampiasan emosi Anda. 4. Maafkan Orang yang Melukai Anda Kemampuan untuk memaafkan merupakan salah satu kualitas yang dimiliki oleh orang yang kuat dan bijaksana. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Membalas dendam tidak akan membuat Anda merasa lebih bahagia dan damai, hal ini justru dapat menghancurkan kehidupan Anda. Memaafkan orang yang melukai Anda memang tidaklah mudah, namun jika Anda berhasil maka Anda pun akan memperoleh kedamaian di dalam hati. 5. Dukung Diri Anda Sendiri Jika Anda tidak memiliki seseorang untuk mendukung dan membantu Anda, maka dukunglah diri Anda sendiri. Berilah diri Anda sendiri suatu hadiah yang memang Anda inginkan dan lakukanlah hal yang Anda sukai. Dengan demikian, Anda pun akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk memaafkan dan melanjutkan hidup. 6. Beritahu Orang Terdekat Salah satu cara terbaik untuk menyembuhkan luka terpendam yang Anda miliki adalah memberitahu seseorang yang dapat Anda percayai. Dengan demikian, Anda pun dapat mengerti bagaimana rasa sakit hati Anda tersebut mempengaruhi kehidupan Anda, kesehatan mental, dan kesehatan fisik Anda secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu Anda keluar dari berbagai penderitaan yang Anda alami akibat sakit hati yang Anda miliki tersebut. 7. Lanjutkan Hidup Anda Tidak perduli apapun yang terjadi di dalam kehidupan Anda, Anda harus terus melangkah maju. Buatlah rencana masa depan dan mulailah melakukan berbagai hal kecil yang dapat membantu mewujudkan masa depan yang Anda inginkan tersebut. Jangan terus mengingat masa lalu Anda dan lanjutkan hidup Anda. Baca juga: Macam-macam Gangguan Jiwa Sumber: womanitely