Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2019    18:00 WIB
Bila Merasakan 4 Tanda Ini Maka Anda Sudah Membutuhkan Kacamata Baca
Terkadang ada beberapa orang yang tidak merasa malas untuk menggunakan kacamata baca, karena mungkin akan terlihat tidak modis atau rasanya merepotkan. Padahal bila Anda tidak menggunakan kacamata baca dan membiasakan diri tidak menggunakan kacamata meski sebenarnya Anda membutuhkan. Hal ini akan membuat penglihatan Anda nantinya akan terganggu dan mengarah ke penurunan kemampuan penglihatan. Kemudian Anda tahu darimana kalau sudah membutuhkan kacamata baca? Gejala yang paling jelas adalah pandangan kabur, tapi ternyata ada petunjuk mengejutkan lain yang mungkin membuat Anda sadar bahwa Anda memang sudah butuh untuk menggunakan kacamata baca. Berikut adalah tanda Anda membutuhkan kacamata baca: 1.      Anda tertidur di dekat komputer Anda Otot-otot di mata Anda bekerja paling sulit ketika Anda fokus melihat dekat atau kerja secara terperinci, seperti saat Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer. Apabila penglihatan Anda sudah bermasalah maka otot-otot mata bekerja lebih keras untuk membantu melihat dengan jelas. Karena ini bukan posisi alami untuk mata, maka mudah merasa lelah, yang membuat Anda merasa mengantuk. 2.      Anda perlu cahaya yang lebih terang untuk membaca Lampu baca yang biasa menurut Anda tampaknya tidak cukup terang, sehingga Anda menyalakan lampu lain. Apabila Anda mengalami hal ini, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda memerlukan kacamata baca. Rata-rata seseorang berusia 60 tahun membutuhkan setidaknya tiga kali jumlah cahaya orang berusia 20 tahun. 3.      Harus mendekatkan buku saat membaca Cara Anda memegang sebuah buku bisa menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa Anda perlu kacamata baca. Apabila Anda memiliki rabun jauh maka Anda tidak dapat melihat jauh, biasanya tidak bisa lebih dari 30 cm. Apabila dalam jarak 35 cm dari wajah Anda dan penglihatan Anda kabur maka Anda membutuhkan kacamata baca.   4.      Anda terus menerus merasa sakit kepala Mata yang digunakan secara terus menerus untuk bekerja dapat membuat Anda rentan mengalami sakit kepala dan membuat sakit kepala berulang yang memburuk. Apabila Anda mengalami sakit kepala tepat di belakang mata Anda bisa jadi adalah penyebabnya adalah rabun dekat atau silinder (saat benda terlihat kabur pada sudut tertentu karena bentuk kornea). Kedua masalah dapat dikoreksi dengan kacamata. Pastikan untuk mengambil waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan yang dapat membuat mata Anda terasa tegang. Setiap 20 menit, melihat sesuatu yang setidaknya 6 m selama 20 detik. Apabila Anda memiliki gejala diatas jangan merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan mata Anda. Jangan sampai mata Anda terlalu lelah bekerja dan mengakibatkan masalah mata lainnya. Baca juga: Perawatan Mata Untuk Pengguna Kacamata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: rd
 11 Oct 2018    16:00 WIB
Hati-Hati, Ini Penyebab Mengapa Kita Tidak Dapat Melihat Dengan Jelas
Tidak dapat melihat berbagai hal dengan jelas belakangan ini? Hal ini tidak selalu berarti Anda mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh atau dekat. Penyebab dari gangguan penglihatan yang Anda alami dapat merupakan sesuatu hal yang ringan atau justru sangat berat yang bahkan dapat membuat Anda mengalami kebutaan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab gangguan penglihatan mulai dari sesuatu yang sederhana hingga gangguan kesehatan berat.   Mata Kering Salah satu penyebab tersering mengapa mata Anda tidak dapat melihat dengan jelas atau buram adalah karena mata Anda kering terutama bila penglihatan Anda kembali membaik setelah Anda berkedip. Kornea mata Anda memerlukan pelumas yang memadai agar Anda dapat melihat dengan jelas. Jika Anda tidak memproduksi cukup banyak air mata atau kualitas air mata Anda kurang, maka sel-sel pada permukaan kornea Anda akan mengelupas dan membuat kornea menjadi kering. Hal ini akan membuat penglihatan Anda terganggu, yaitu seperti melihat melalui jendela yang telah diolesi oleh minyak. Mata kering dapat terjadi akibat penggunaan beberapa jenis obat-obatan dan bahkan beberapa kebiasaan tertentu. Membaca, bermain video games, menonton televisi, atau bekerja di depan komputer juga dapat menyebabkan mata menjadi kering karena semuanya dapat mengurangi frekuensi kedipan Anda. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat melakukan aturan 20-20-20 untuk membuat mata Anda menjadi lebih rileks. Yang dimaksud dengan aturan 20-20-20 tersebut adalah setiap 20 menit melakukan berbagai kegiatan di atas, alihkanlah pandangan Anda untuk melihat suatu benda sejauh 20 kaki (sekitar 600 cm) selama sekitar 20 detik. Jika setelah melakukan hal ini mata Anda masih terasa seperti berpasir dan lelah, maka gunakanlah tetes mata buatan untuk menyegarkan mata Anda. Akan tetapi, bila hal ini terus berlangsung atau sering berulang, maka segera hubungi dokter Anda karena mata kering dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain seperti artritis rheumatoid, lupus, dan gangguan tiroid.   Posisi Tidur yang Salah Jika Anda tidur dengan posisi tengkurap, maka Anda dapat terbangun dengan keadaan mata sangat kering. Hal ini karena gerakan Anda saat tidur dapat membuat kelopak mata Anda terbuka dan membuat mata Anda menjadi kering.  Keadaan ini biasanya lebih sering terjadi pada pria dengan berat badan berlebih yang menyebabkan mereka mengalami penglihatan kabur, rasa tidak nyaman, dan iritasi pada mata. Selain itu, pastikan Anda tidak tidur sambil menekan mata Anda dengan tangan atau lengan karena hal ini dapat menyebabkan tekanan pada jaringan mata dan membatasi sirkulasi darah di dalam mata Anda yang membuat penglihatan Anda menjadi kabur saat bangun tidur.   Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan seperti obat anti hipertensi, obat steroid oral, obat tidur, dan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Selain itu, obat anti histamine yang berfungsi untuk mengatasi alergi juga dapat memicu dihasilkannya sebuah zat kimia tertentu yang membuat tubuh mengurangi produksi air mata. Obat anti histamine juga dapat meningkatkan resiko terjadinya glaukoma sudut sempit, terutama bila Anda juga mengalami rabun jauh atau merupakan keturunan Asia atau Indian.    Lensa Kontak Anda Kotor Menggunakan lensa kontak terlalu mata atau bahkan tidur dengan menggunakan lensa kontak dapat membuat lensa kontak terasa lengket karena banyaknya protein yang terbentuk, yang dapat membuat penglihatan Anda menjadi kabur. Selain itu, menggunakan lensa kontak terlalu lama dan tidak membersihkannya dengan baik dapat meningkatkan penumpukkan bakteri atau bahkan parasit pada lensa kontak tersebut yang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi mata.   Kadar Gula Darah Anda Sangat Tinggi Kadangkala, gangguan penglihatan seperti penglihatan yang kabur dapat merupakan suatu pertanda adanya gangguan pada seluruh tubuh Anda dan bukannya hanya pada mata Anda saja. Pada beberapa kasus, hal ini dapat merupakan gejala awal dari diabetes. Saat kadar gula darah Anda terlalu tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan cairan mata dan perubahan ukuran lensa mata Anda sehingga terjadilah gangguan penglihatan. Akan tetapi, dengan pengobatan yang tepat maka kadar gula darah Anda pun dapat kembali normal dan penglihatan Anda pun dapat kembali normal. Jika kadar gula darah yang tinggi tidak segera diobati, maka Anda mungkin dapat mengalami kerusakan retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan.   Menderita Katarak Memang benar resiko terjadinya katarak akan semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, akan tetapi Anda juga dapat mengalami katarak pada usia berapapun, bahkan terlahir dengannya. Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata Anda memutih yang menyebabkan penglihatan Anda menjadi terganggu, terutama di malam hari, yang membuat Anda mengalami kesulitan untuk membaca atau membedakan warna. Katarak sering ditemukan apda seorang penderita diabetes, orang yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid, dan perokok.   Mengalami Serangan Stroke Gangguan penglihatan juga merupakan gejala yang sering dialami saat Anda mengalami serangan stroke yang sebenarnya atau serangan stroke sementara (TIA). Perbedaan antara serangan stroke sementara dengan serangan stroke yang sebenarnya adalah pada serangan stroke sementara hanya terjadi hambatan aliran darah untuk sementara, akan tetapi serangan stroke yang sebenarnya terjadi akibat adanya sumbatan aliran darah yang terus berlangsung. TIA seringkali merupakan suatu tanda peringatan sebelum terjadinya serangan stroke yang sebenarnya. Gejala TIA dapat terjadi secara mendadak dan hanya berlangsung sementara. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah penglihatan kabur, melihat cahaya yang berkerlap-kerlip, atau seperti melihat adanya suatu tirai yang turun dari bagian atas hingga bagian tengah mata Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengalami pandangan kabur atau gelap selama beberapa detik atau beberapa menit. Beberapa gejala lainnya adalah perubahan indra pendengaran atau pengecap, merasa bingung, gangguan koordinasi, atau gangguan berbicara. Stroke merupakan gangguan kesehatan gawat darurat yang memerlukan pertolongan medis segera. Oleh karena itu, bila Anda mengalami beberapa gejala di atas jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis.       Sumber: menshealth
 19 Sep 2015    12:00 WIB
Berbagai Fase Migrain
Migrain biasanya mulai timbul saat anda berusia remaja. Setelah itu, migrain biasanya lebih sering terjadi pada wanita. Para ahli masih tidak dapat menemukan apa penyebab pasti dari migrain. Akan tetapi, mereka menduga migrain disebabkan oleh adanya gelombang otak yang abnormal pada sel-sel saraf otak, yang disertai dengan perubahan aliran darah di dalam otak. Walaupun migrain dapat memicu terjadinya nyeri kepala berat, migrain bukanlah nyeri kepala biasa. Selain nyeri kepala, migrain biasanya juga disertai oleh berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau Serangan migrain merupakan suatu peristiwa yang rumit, dengan gejala yang dapat berubah-ubah selama beberapa jam atau hari. Terdapat beberapa fase migrain, yaitu: Fase prodromal, yaitu fase sebelum migrain terjadi Fase aura Fase serangan Fase postdromal, yang terjadi setelah serangan migrain berakhir Fase Prodromal Beberapa jam dan kadangkala beberapa hari sebelum serangan migrain terjadi, banyak penderita migrain mengalami beberapa hal yang tidak biasanya, seperti: Merasa lebih bersemangat dan senang atau depresi Mudah marah Merasa haus terus-menerus Mengidam makanan tertentu Mengantuk dan sering menguap Sering buang air kecil Pada beberapa kasus, gejala awal yang terjadi sebelum nyeri kepala ini dapat membantu dokter anda mendiagnosa keadaan anda sebagai migraine.   Fase Aura Sekitar 1 dari 5 orang mengalami aura sebelum serangan migrain terjadi atau aura ini terjadi bersamaan dengan serangan migrain. Akan tetapi, aura mungkin juga tidak terjadi sebelum atau saat serangan migrain. Gangguan Penglihatan Gangguan penglihatan merupakan gejala pertama pada fase aura. Saat serangan migrain berlangsung, anda mungkin mengalami beberapa gangguan penglihatan seperti: Melihat adanya kilatan cahaya berbentuk seperti busru yang biasanya terjadi pada sebelah kiri atau kanan pandangan anda. Setelah beberapa menit, ukuran busur ini dapat semakin membesar dan melebar Hilangnya penglihatan pada daerah tertentu, yang dapat membuat anda kesulitan untuk menyetir atau melihat objek kecil Melihat gambaran atau kilasan masa lalu atau mengalami halusinasi Gangguan penglihatan ini biasanya akan terus memburuk selama beberapa menit selanjutnya. Sensasi Aneh Pada Kulit Aura jenis ini akan menyebabkan timbulnya rasa geli atau tertusuk-tusuk atau mati rasa pada tubuh anda. Sensasi kulit ini sering terjadi pada wajah dan tangan, akan tetapi juga dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sensasi ini dapat terus menjalar ke berbagai bagain tubuh selama beberapa menit kemudian. Gangguan Berbahasa Selama fase aura, anda mungkin akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Gejala yang dapat ditemukan berupa: Kesulitan mengekspresikan pikiran saat berbicara atau menulis Kesulitan mengerti pembicaraan atau tulisan orang lain Bingung Kesulitan berkonsentrasi Fase Serangan Fase serangan merupakan saat serangan migrain terjadi. Anda dapat mengalami serangan nyeri kepala selama beberapa jam atau hari. Selama fase serangan, penderita biasanya ingin segera beristirahat dan kesulitan melakukan aktivitasnya. Salah satu penentu kualitas migrain adalah rasa nyeri yang anda alami. Rasa nyeri kepala akibat migrain biasanya: Biasanya dimulai pada bagian atas mata Biasanya mengenai satu sisi kepala, tetapi juga dapat mengenai seluruh kepala atau berpindah dari satu sisi kepala ke sisi lainnya. Selain itu, nyeri juga mengenai wajah bagian bawah dan leher Nyeri kepala yang terjadi biasanya berupa nyeri kepala berdenyut yang hebat Nyeri kepala berdenyut ini dapat memburuk saat melakukan aktivitas fisik atau saat anda duduk condong ke depan Nyeri kepala dapat memburuk bila anda melakukan kegiatan fisik aktif Berbagai gejala lainnya yang dapat ditemukan selama fase serangan adalah: Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau yang tidak biasa Perasaan melayang dan pingsan Mual dan muntah   Fase Postdromal Setelah mengalami serangan migrain berat, anda mungkin akan merasa tidak enak badan selama beberapa hari ke depan. Gejala yang sering ditemukan pada fase postdromal adalah: Merasa sangat lelah Lesu Bingung Nyeri kepala yang kembali terjadi saat anda memajukan tubuh anda ke bagian depan, bergerak terlalu cepat, atau saat banyak aliran darah masuk ke dalam kepala anda Gejala migrain yang anda alami dapat berubah seiring dengan berlalunya waktu. Dapat terjadi perubahan frekuensi, keparahan, dan serangan migrain. Selain itu, anda juga mungkin dapat mengalami aura tanpa mengalami nyeri kepala kemudian.   Sumber: webmd  
 23 Aug 2014    13:00 WIB
Tanda Awal Sklerosis Multipel
Sklerosis multipel adalah suatu penyakit autoimun, di mana sistem pertahanan tubuh anda menyerang sistem saraf pusat, medulla spinalis, dan saraf mata. Gejalanya sangat bervariasi dan hilang timbul sehingga sulit terdiagnosa. Anda bahkan dapat mengalami beberapa gejala berbeda dalam waktu beberapa tahun, yang terlihat sama sekali tidak berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini seringkali menyebabkan diagnosa baru dapat ditegakkan beberapa tahun setelah gejala awal penyakit.Di bawah ini terdapat beberapa tanda awal sklerosis multipel yang dapat membantu anda mendapatkan pengobatan sesegera mungkin. Gangguan PenglihatanSebagian besar penderita mengalami gangguan penglihatan sebagai tanda awal sklerosis multipel. Sklerosis multipel dapat menyebabkan terjadinya neuritis optik, di mana terjadi kerusakan pada saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Biasanya hanya mengenai satu mata, walaupun kadang-kadang dapat juga mengenai kedua mata. Gejala yang dapat ditemukan adalah penglihatan kabur, warna terlihat memudar, nyeri di mata; terutama saat menggerakkan mata. Gejala dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Gangguan mata lainnya yang mungkin berhubungan dengan sklerosis multipel adalah penglihatan ganda dan pergerakan mata yang tidak disadari. Sensasi yang AnehAdanya sensasi yang tidak biasanya juga dapat merupakan tanda awal terjadinya sklerosis multipel. Gangguan sensasi yang mungkin timbul adalah:• Perasaan seperti tersetrum listrik saat anda menggerakkan kepala atau leher anda, yang menjalar ke punggung dan tangan serta kaki anda.• Mati rasa di daerah wajah• Kesemutan• Merasa sesak atau membengkak• Gatal hebat Mudah LelahGejala awal sklerosis multipel lainnya yang juga sering ditemukan adalah rasa mudah lelah. Anda dapat merasa sangat lelah walaupun tidak melakukan banyak aktivitas, bahkan anda dapat merasa lelah di pagi hari saat bangun tidur. Gangguan Berhubungan Dengan PanasSaat berolahraga, anda dapat merasa sangat lelah dan lemas setelah anda pemanasan. Anda juga dapat merasa kesulitan mengendalikan beberapa bagian tubuh anda, seperti tangan dan kaki saat anda selesai melakukan gerakan pemanasan dan anda mulai berkeringat. Gejala-gejala ini akan menghilang setelah anda beristirahat. Gangguan BerjalanSklerosis multiplel dapat menyebabkan gangguan koordinasi, yang pada akhirnya menyebabkan kesulitan berjalan. Gejala yang sering ditemukan adalah gangguan keseimbangan dan kesulitan berjalan. Gejala LainnyaTergantung pada bagian saraf yang terkena, anda juga dapat mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:• Kesulitan berpikir• Depresi• Gangguan sistem pencernaan dan sistem saluran kemih• Pusing berputar (vertigo), merasa ruangan seperti berputar• NyeriBeberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis sklerosis multipel adalah:• Pemeriksaan darah untuk mencari penyebab lain• Pemeriksaan kecepatan penghantaran impuls saraf• MRI untuk melihat bagian otak mana yang mengalami kerusakan• Punksi lumbal untuk memeriksa cairan serebrospinal (suatu cairan yang terdapat di dalam otak dan medulla spinalis)