Your browser does not support JavaScript!
 18 Dec 2016    12:00 WIB
Apa Penyebab Sering Mengulang Pekerjaan Berulang-ulang?
Apakah Anda sering melakukan pekerjaan berulang-ulang kemungkinan mengalami gangguan obsesif kompulsif Gangguan Obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder/ OCD) adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut. Hal ini dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasannya Dibawah ini adalah ciri-ciri seseorang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif:  Perasaan cemas berlebihan Pikiran yang terkontaminasi, terdapat keraguan berulang (bertanya-tanya apakah seseorang telah melakukan tindakan tertentu), dan pikiran sering agresif seperti berpikir untuk meneriakkan kata-kata kotor di sebuah kuil atau tempat ibadah.  Memiliki hal-hal yang diatur dalam urutan tertentu (misal buku yang diatur sesuai abjad judul) Berulang kali memeriksa sesuatu, misalnya memeriksa apakah pintu sudah terkunci atau belum berkali-kali.  Koleksi barang-barang yang tidak perlu.  Perilaku yang melakukan sesuatu berulang-ulang dan merasa cemas bila tidak dilakukan Biasanya orang tersebut sadar ada gangguan tetapi gagal untuk melakukan sesuatu tentang hal itu. Menghitung, mengulangi kata-kata tertentu, atau melakukan hal-hal yang tidak masuk akal lainnya untuk mengurangi kecemasan.  Berdoa berlebihan atau terlibat dalam ritual dipicu oleh ketakutan agama.  Menghabiskan waktu yang lama untuk mencuci atau membersihkan. Sumber: ndtv Tags: gangguan obsesif kompulsif, cemas, pikiran
 14 Nov 2014    16:00 WIB
Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif Lebih Beresiko Menderita Skizofrenia, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa seorang penderita gangguan obsesif kompulsif memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita skizofrenia, yaitu hingga 2 kali lipat. Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa di mana penderitanya biasanya mengalami halusinasi dan atau delusi. Halusinasi yang paling sering terjadi adalah halusinasi pendengaran, di mana penderita mendengar suara-suara yang berasal dari dalam pikirannya sendiri. Delusi merupakan suatu keyakinan yang kuat mengenai sesuatu hal yang salah, misalnya penderita yakin bahwa dirinya merupakan seorang dewa atau artis terkenal. Walaupun skizofrenia dan gangguan obsesif kompulsif merupakan dua gangguan jiwa yang berbeda, akan tetapi beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan di antara keduanya. Pada penelitian yang dilakukan di Denmark ini, para peneliti mengamati lebih dari 3 juta orang yang lahir di antara tahun 1955-2006. Para peneliti pun mulai melakukan pengamatan ini mulai dari tahun 1995 hingga tahun 2012. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sekitar 3% dari 16.200 orang yang didiagnosa menderita skizofrenia ternyata telah terlebih dahulu didiagnosa menderita gangguan obsesif kompulsif. Berbagai data yang diperoleh selama penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang telah didiagnosa menderita gangguan obsesif kompulsif memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita skizofrenia di masa yang akan datang. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua yang menderita gangguan obsesif kompulsif juga lebih beresiko untuk menderita skizofrenia di masa yang akan datang. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa saja faktor genetika dan lingkungan yang dapat ditemukan pada penderita gangguan obsesif kompulsif dan skizofrenia.   Sumber: newsmaxhealth