Your browser does not support JavaScript!
 20 Feb 2019    08:00 WIB
Depresi Saat Hamil, Tingkatkan Resiko Gangguan Mood Pada Anak
Tahukah Anda bahwa mood Anda selama hamil ternyata juga dapat mempengaruhi bagaimana keadaan mood anak Anda di usia remaja? Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi selama hamil memiliki resiko 1.5 kali lebih tinggi untuk menderita gangguan depresi di usia remaja. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 4.500 orang pasien dan anaknya. Hasilnya adalah anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi saat mereka telah berusia 18 tahun. Walaupun faktor genetika merupakan salah satu hal yang turut berperan dalam terjadinya gangguan depresi, akan tetapi para peneliti menduga bahwa menderita gangguan depresi saat hamil mungkin dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Gangguan depresi saat hamil mengenai sekitar 10-15% wanita. Angka ini sebenarnya sama dengan banyaknya wanita yang terkena depresi paska melahirkan. Pada keadaan normal, wanita hamil memang seringkali mengalami perubahan emosional yang cukup drastis di sepanjang hari karena perubahan kadar hormonal, akan tetapi bila perubahan mood ini cukup berat, maka keadaan ini mungkin disebabkan oleh depresi. Beberapa gejala depresi yang mungkin ditemukan adalah merasa sedih, merasa tidak berdaya, merasa sangat lelah, menangis berlebihan, merasa tidak bertenaga, kehilangan minat untuk melakukan berbagai hal yang dulu disenangi, atau menarik diri dari lingkungan atau pergaulan sosial. Terapi sedini mungkin untuk mengatasi gangguan depresi yang dialami oleh wanita hamil dapat membantu mencegah timbulnya berbagai efek samping pada anak di masa mendatang. Konseling atau terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala depresi.   Sumber: healthline
 08 Oct 2018    08:00 WIB
Arti Warna Pakaian Anda
1.      Merah Warna merah merupakan warna yang mencerminkan energi, ambisi, kekuatan, motivasi, dan kekuatan fisik. Kenakanlah pakaian berwarna merah saat anda memerlukan dorongan motivasi dan semangat untuk meningkatkan energi anda dalam bekerja atau beraktivitas.   2.      Kuning atau Oranye Warna kuning atau oranye merupakan warna yang mencerminkan semangat, gairah hidup, dan menstimulasi. Kenakanlah pakaian berwarna kuning atau oranye  saat anda ingin memperbaiki mood atau membuat diri anda lebih optimis dan bersemangat.   3.      Merah Muda (Pink) Warna merah muda atau pink merupakan warna yang mencerminkan kelembutan, keanggunan, perlindungan, dan penuh kasih sayang. Kenakanlah pakaian berwarna merah muda saat anda merasa romantis.   4.      Coklat Warna coklat merupakan warna yang paling menyatu dengan lingkungan di sekitar anda. Warna coklat dapat membuat anda merasa lebih dekat dengan dunia di sekitar anda. Kenakanlah pakaian berwarna coklat  saat anda ingin menyatu dengan alam di sekitar anda.   5.      Biru Warna biru merupakan warna yang mencerminkan komunikasi, imajinasi, kekuatan di dalam diri anda, kedamaian, dan ketentraman. Kenakanlah pakaian berwarna biru saat anda ingin bersantai dan menikmati waktu beristirahat.   6.      Hijau Warna hijau merupakan warna yang berhubungan dengan keseimbangan, keharmonisan, kebaikan, kasih sayang, kepedulian, dan tenggang rasa. Kenakanlah pakaian berwarna hijau saat anda merasa stress atau saat anda membutuhkan penghiburan.  
 11 Aug 2018    18:00 WIB
Pahamilah Wanita Disegala Kondisinya
Mereka yang berpasangan mungkin mendapati suatu situasi dimana pasangan wanita mereka bisa marah tanpa suatu alasan yang jelas. Mungkin karena sedikit perbuatan atau perkataan yang salah bisa membuat ppasangan wanita mereka marah. Ada saat-saat dimana wanita menjadi sensitif dan mood-nya bisa cepat berubah. Sebab itu guys, sebelum salah paham maka bacalah artikel ini. Ladies juga perlu memahami kondisi di dalam mereka yang mempengaruhi mood atau emosi mereka. Mungkin sobat sudah tidak asing tentang hormon estrogen. Hormon ini sangat erat kaitannya dengan emosi wanita termasuk di dalamnya seperti depresi dan kecemasan terutama pada masa-masa hormon ini dihasilkan. Semenjak seorang mengalami masa pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan estrogen dalam koordinasi dengan siklus menstruasi bulanan. Tingkat estrogen bisa mengalami turun naik dengan cepat pada pertengahan siklus, kemudian bisa turun naik secara bertahap. Tidak ada ukuran pasti seberapa kadar estrogen pada masing-masing individu wanita yang mempengaruhi gangguan emosi. Ini menunjukan dampak emosional dari estrogen ternyata sama misteriusnya dengan mood para wanita. Estrogen dan otak Seperti kita ketahui salah satu yang mempengaruhi emosi seseorang adalah otaknya. Nah, estrogen berperanan dimana-mana dalam tubuh kita, termasuk di dalamnya adalah otak kita. Berikut adalah peranannya : Meningkatkan serotonin, dan jumlah reseptor serotonin di otak. Serotonin berfungsi untuk membantu mengatur tidur, nafsu makan, dan mood. Menurut Harvard Medical School, beberapa orang yang menderita depresi mungkin memiliki kadar serotonin yang terlalu rendah. Memodifikasi produksi dan dampak dari endorphin yaitu zat kimia pada otak kita yang memberikan perasaan baik atau "feel-good". Melindungi syaraf dari kerusakan dan bahkan mungkin merangsang pertumbuhan syaraf. Bagi para peneliti dampak atau tindakan estrogen terlalu rumit untuk bisa dipahami sepenuhnya. Namun, mereka percaya bahwa beberapa wanita lebih rentan terhadap perubahan estrogen pada siklus menstruasi. Roller coaster atau naik turunnya hormon estrogen yang cepat inilah yang sering menciptakan gangguan mood pada wanita. Estrogen dan PMS Sebanyak 90% wanita mengalami gejala yang tidak menyenangkan sebelum menstruasi mereka. Sindrom menjelang menstruasi atau bahasa kerennya Premenstrual Syndrome (PMS). Sindrom fisik seperti kembung, pembengkakan lengan atau kaki, dan nyeri payudara. Sedangkan sindrom emosi seperti terlalu emosional, mengalami depresi, gampang marah, kecemasan, dan ingin menyendiri. Estrogen dan PMDD Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) hampir sama dengan PMS yang membuat mood negatif berkembang sebelum menstruasi. Hanya saja menurut beberapa ahli, PMDD adalah bentuk yang lebih parah dari PMS karena gejala emosi lebih parah bahkan melampaui gejala fisik. 3% hingga 9% wanita mengalami  PMDD. Kadar estrogen pada wanita dengan PMS atau PMDD hampir selalu normal. Masalahnya mungkin terletak pada cara estrogen "berbicara" ke bagian otak yang terlibat dalam suasana hati. Wanita dengan PMS atau PMDD bisa saja lebih terpengaruh oleh fluktuasi estrogen normal selama siklus menstruasi. Estrogen dan Depresi Pascapersalinan Merasaa "blues" setelah melahirkan sangat umum dianggap normal. Namun, 10% hingga 25% wanita mengalami depresi berat dalam enam bulan pertama setelah melahirkan. Turunnya estrogen secara tiba-tiba setelah melahirkan sepertinya merupakan penyebab yang jelas, sekalipun kaitan ini tidak pernah terbukti. Depresi estrogen dan perimenopause Dalam beberapa bulan atau tahun sebelum menopause (disebut perimenopause), kadar estrogen tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Selama perimenopause, hingga 10% wanita mengalami depresi yang mungkin disebabkan oleh tingkat estrogen yang tidak stabil. Estrogen dan Depresi Pascamenopause Saat menopause, tingkat estrogen turun ke tingkat yang sangat rendah. Menariknya, mengonsumsi estrogen oral tidak memperbaiki depresi pada wanita setelah menopause. Setelah menopause, tingkat depresi wanita menurun, menjadi serupa dengan pria pada usia yang sama. So guys, semoga sudah agak bisa memahami wanita. Ketika pasangan wanita kita tiba-tiba berubah emosinya dan marah-marah belum tentu itu karena mereka tidak sayang sama sobat. Berarti belum tentu juga sobat salah perkataan atau perbuatan, sehingga sobat jangan terlalu menyalahkan diri sampai depresi. Sebaliknya, mungkin pada saat itu pasangan wanita kita sedang mengalami apa yang telah dijelaskan di atas. Setelah memahami ini justru ketika mereka sedang mengalami ini, cobalah untuk lebih memperhatikan pasangan wanita kita. Baiklah sobat, tetaplah sehat, tetap semangat.
 05 Jul 2018    08:00 WIB
Gampang Depresi ? Mungkin Ini Penyebabnya
Guys pernah kepikir tidak bahwa ternyata kesukaan kita bangun entah di pagi atau siang hari ternyata mempengaruhi keadaan mental kita? Ternyata suatu studi menunjukan bahwa preferensi atau kesukaan kita tidur dan bangun mempengaruhi kebugaran dan keadaan mentalitas kita. Entahkah kita ini jenis burung yang suka tidur dan bangun lebih awal ataukan kita ini jenis burung hantu (kalau di masyarakat Indonesia ada yang menyebut sebagai kalong/kelelawar) yang tidur dan bangun telat ternyata berdampak pada kemungkinan berkembangnya kesehatan mental seperti depresi. Penelitian ini dilakukan oleh beberapa lembaga seperti the University of Colorado Boulder, the Channing Division of Network Medicine di Brigham, dan Women's Hospital di Boston. Tim peneliti melakukan penelitian atas 32.470 perempuan yang usia rata-ratanya 55 tahun. Tim ini juga meneliti hal-hal yang mempengaruhi siklus tidur-bangun seseorang seperti paparan sinar matahari dan jadwal kerja. Selain itu juga mencatat faktor lain yang berhubungan dengan depresi seperti berat badan, akttivitas fisik, penyakit kronis dan tentu saja durasi tidur juga. Dari peserta yang diteliti teridentifikasi 37 persen adalah mereka yang bangun pagian, 10 persennya adalah yang tipe "burung hantu", dan 53 persen adalah diantaranya dua kategori ini. Nah hasil yang di dapat ternyata mereka suka suka tidur terlambat dan bangun siang ada kecenderungan lebih suka hidup menurut maunya, cenderung mau menikah, cenderung memiliki kebiasaan merokok dan pola tidurnya tidak teratur. Mereka yang bangun lebih pagian dibandingkan dengan rata-rata orang memiliki resiko mengalami depresi lebih rendah sekitar 12-27 persen. Sedangkan mereka yang termasuk tipe burung hantu atau kalong ini 6 persen lebih tinggi kemungkinannya mengalami gangguan mood atau suasana hati. Jadi sobat sekalian kalau kita suka galau, gelisah tidak menentu mungkin ada baiknya kita coba untuk bangun bagi, Hindari hang out hingga malam atau pagi hari yang tidak perlu supaya kita bisa istirahat cukup dan bangun lebih pagi dengan tubuh dan otak yang lebih segar….selamat belajar bangun pagi!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 16 Sep 2017    18:00 WIB
Mood dan Hubungannya Dengan Proses Peradangan di Dalam Tubuh
Sebuah penelitian besar yang dilakukan di Denmark menemukan bahwa gangguan mood seperti depresi ternyata memiliki hubungan langsung dengan proses peradangan di dalam tubuh seseorang. Berdasarkan penelitian ini, depresi dan gangguan mood lainnya dapat merupakan suatu respon otak terhadap proses peradangan di dalam tubuh. Para peneliti menemukan bahwa para penderita penyakit autoimun cenderung lebih sering mengalami gangguan mood, yaitu hingga 45% nya. Sementara itu, adanya infeksi atau riwayat infeksi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan mood hingga 62%. Para peneliti menemukan bahwa sekitar sepertiga orang yang telah didiagnosa menderita gangguan mood pernah dirawat di rumah sakit karena suatu infeksi berat. Proses peradangan atau inflamasi sebenarnya merupakan suatu respon tubuh untuk melindungi diri terhadap suatu infeksi. Penyakit autoimun sebenarnya merupakan suatu keadaan di mana terjadi peradangan di seluruh tubuh karena tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap sesuatu komponen atau jaringan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti menduga bahwa penyakit autoimun dan infeksi merupakan faktor penting dalam perkembangan atau terjadinya gangguan mood pada seseorang karena efek inflamasi di dalam tubuh. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari sekitar 3.56 juta orang yang lahir antara tahun 1945-1996. Di antara para peserta penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa sekitar 3% yaitu 91.367 orang di antaranya pernah dirawat di  rumah sakit karena menderita gangguan mood. Para peneliti kemudian membandingkan kejadian gangguan mood seperti gangguan bipolar, gangguan depresi, gangguan depresi psikotik, dan berbagai gangguan mood lainnya dengan berbagai infeksi seperti sepsis, hepatitis, infeksi saluran kemih dan dengan berbagai penyakit autoimun seperti lupus, anemia, penyakit seliak, penyakit Crohn. Para peneliti pun berhasil menemukan suatu hubungan yang kuat antara infeksi, penyakit autoimun, dan gangguan mood. Hasil penelitian ini pun menguatkan hipotesa yang menyatakan bahwa depresi memiliki hubungan langsung dengan proses peradangan di dalam tubuh. Pada sebuah penelitian lainnya yang juga dilakukan di Denmark, para peneliti menemukan bahwa meningkatnya kadar C reaktif protein (protein yang dihasilkan tubuh sebagai respon terhadap proses inflamasi) di dalam darah seseorang berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan psikologis dan depresi pada orang tersebut. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2011 juga menemukan bahwa tingginya kadar asam kuinolat, salah satu hasil sampingan dari proses inflamasi, ternyata berhubungan dengan terjadinya depresi kronik dan kecenderungan untuk bunuh diri. Selain mengkonsumsi obat-obat anti inflamasi, terdapat beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan proses inflamasi di dalam tubuh seperti berolahraga secara teratur, mengkonsumsi cukup air putih, dan mengatasi stress. Mengkonsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3 seperti minyak zaitun, salmon, sayuran berdaun hijau, jahe, bawang putih, dan teh hijau juga telah terbukti dapat membantu menurunkan proses inflamasi di dalam tubuh dan memperbaiki keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.   Sumber: healthline
 17 Sep 2015    09:00 WIB
Jerawatan Gara-gara Makan Cokelat, Masa Sih?
Cokelat merupakan salah satu jenis cemilan yang paling disukai di seluruh dunia, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa orang dewasa bahkan kerap mengkonsumsi cokelat saat mood mereka sedang buruk. Hal ini dikarenakan cokelat dipercaya dapat membantu memperbaiki mood dan mengurangi stress.   Selain dapat membantu mengurangi stress, para ahli menduga bahwa konsumsi cokelat juga dapat membantu menurunkan resiko depresi. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung serotonin, yang merupakan suatu anti depresan alami.   Selain dapat membantu memperbaiki mood, mengurangi stress, dan mencegah depresi; cokelat ternyata masih memiliki manfaat menakjubkan lainnya, yaitu menghambat pembentukan garis-garis halus pada wajah. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung berbagai jenis antioksidan alami di dalamnya.   Akan tetapi, bagi Anda yang memiliki kulit berminyak, Anda mungkin harus mengurangi konsumsi cokelat Anda. Hal ini dikarenakan cokelat dipercaya dapat memicu timbulnya jerawat.   Menurut seorang professor kulit di Yale School of Medicine, Amerika Serikat, berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi (dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat), seperti cokelat, akan membuat minyak yang dihasilkan oleh kelenjar minyak kulit menjadi lebih kental, yang akan menyebabkan pori-pori kulit tersumbat, sehingga terbentuklah jerawat.   Selain itu, konsumsi cokelat terlalu banyak juga akan menyebabkan peningkatan proses peradangan di dalam tubuh. Bila peningkatkan proses radang ini “bertemu” dengan bakteri, maka jerawat pun tidak terhindarkan.   Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus berhenti mengkonsumsi cokelat sama sekali, Anda hanya perlu lebih jeli dalam memilih jenis cokelat dan jumlah cokelat yang Anda konsumsi. Pilihlah dark cokelat karena cokelat jenis ini mengandung lebih sedikit susu dan gula, artinya lebih sedikit lemak jenuh dan gula (tidak membuat minyak yang dihasilkan kelenjar minyak kulit mengental) serta mengandung lebih banyak antioksidan. Selain itu, dark cokelat ternyata juga dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda lho!   Baca Juga: Konsumsi Coklat Dapat Turunkan Resiko Kematian Akibat Stroke, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: prevention
 06 Mar 2015    16:00 WIB
6 Makanan yang Dapat Memperbaiki Mood dan Menurunkan Berat Badan
Salah satu hambatan terbesar untuk menurunkan berat badan selain kesulitan menahan rasa lapar adalah karena mengurangi kalori dapat membuat tubuh Anda terasa lemas dan membuat Anda menjadi lebih mudah marah. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat mood Anda menjadi lebih baik dan membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan.   Salmon Kandungan asam lemak omega 3 di dalam ikan ini telah dikenal dapat membantu memperbaiki mood seseorang. Selain itu, ikan salmon juga dapat membantu menjaga berat badan seseorang, terutama bila digunakan sebagai pengganti daging merah. Konsumsilah 3 porsi ikan ini setiap minggunya.   Bayam Bayam merupakan sayuran berdaun hijau yang mengandung banyak magnesium. Kekurangan magnesium dapat membuat seseorang merasa sangat lelah, mudah marah, dan bahkan sulit berkonsentrasi. Selain itu, bayam juga mengandung banyak vitamin A, B, dan C, serat zat besi dan protein; yang sangat baik untuk menambah tenaga. Beberapa peneliti menemukan bahwa bayam juga dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurangi keinginan Anda untuk mengkonsumsi makanan manis dan asin.   Greek Yogurt Makanan yang mengandung banyak protein seperti Greek yogurt dapat memicu produksi berbagai zat kimia di dalam otak seperti dopamin dan norepinefrin serta dapat meningkatkan energi serta kewaspadaan seseorang. Beberapa peneliti di Amerika menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 540 ml Greek yogurt setiap harinya ternyata dapat membantu menurunkan berat badan dan membuat lingkar perut menjadi lebih kecil.   Tomat Ceri Tomat ceri merupakan buah yang mengandung banyak likopen, yang dapat membantu memperlambat penumpukkan berbagai zat sisa yang dihasilkan oleh proses peradangan di dalam tubuh, yang telah terbukti berhubungan dengan mood yang buruk dan rasa lesu. Karena ukurannya yang kecil dan hanya mengandung sedikit kalori, maka tomat ceri juga merupakan makanan yang baik untuk membantu menurunkan berat badan.   Roti Isi Tuna Tuna mengandung banyak asam lemak omega 3 dan roti gandum merupakan makanan yang dapat membuat mood Anda menjadi lebih baik. Keduanya memicu terjadinya pelepasan hormon serotonin, sejenis hormon yang berfungsi untuk mengatur mood, yang dapat membuat seseorang merasa puas. Karena roti gandum mengandung lebih banyak karbohidrat kompleks, maka konsumsinya pun dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah Anda makan secara berlebihan.   Blueberi Buah beri mendapatkan warna ungunya dari suatu pigmen yang dikenal dengan nama antosianin, yang merupakan suatu zat yang dapat memperbaiki mood. Selain itu, semua jenis beri mengandung banyak serat dan air, yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama.   Sumber: fitbie