Your browser does not support JavaScript!
 21 Feb 2019    11:00 WIB
Ciri-Ciri Orang Mengalami Gangguan Makan (Anoreksia Dan Bulimia)
Salah satu hal yang mempengaruhi berat badan seseorang adalah gangguan makan. Gangguan makan yang paling sering terjadi adalah Anoreksia nervosa dan Bulimia nervosa. Seseorang yang mengalami anoreksia nervosa takut bahwa mereka nantinya memiliki berat badan yang berlebihan dan memiliki pandangan yang menyimpang mengenai ukuran tubuh mereka Sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan berat badan yang normal. Mereka yang menderita anoreksia membuat dirinya kelaparan, makan dalam jumlah kecil makanan, dan melakukan olahraga yang berlebihan. Makan lebih sedikit dan diet menjadi obsesi mereka. Keadaan ini merupakan gangguan psikologis yang memiliki efek buruk pada kesehatan umum seseorang. Beberapa orang yang mengalami anoreksia melakukan pesta makan dan kemudian mereka mencoba untuk memuntahkan makanan atau menggunakan obat pencahar untuk mengurangi kalori yang masuk dalam tubuh mereka. Bulimia mirip dengan anoreksia. Namun seseorang yang mengalami bulimia nervosa biasanya akan makan dalam jumlah berlebihan, kemudian merasa bersalah dan berusaha memuntahkan keluar makanan tersebut dan melakukan olahraga yang berlebihan untuk mencegah kenaikan berat badan. Bulimia memiliki dampak berbahaya baik secara fisik dan psikologis, karena bulimia menyebabkan gangguan perilaku kompulsif. Beberapa orang yang mengalami bulimia biasanya makan junk food secara berlebihan. Mereka sering makan makanan mentah bahkan sampai mengambil makanan dari tempat sampah karena mereka tidak bisa berhenti makan. Setelah makan berlebihan mereka memaksa diri untuk muntah atau melakukan olahraga berlebihan. Sumber: stylecraze
 25 Dec 2018    11:00 WIB
Panaskan Makanan Dalam Plastik Dapat Mematikan!
Tahukah Anda bahwa memanaskan makanan berbungkus plastik di dalam microwave ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kandungan zat kimia yang ada di dalam plastik dapat berpindah ke dalam makanan saat dipanaskan. Berbagai zat kimia berbahaya ini dapat memicu terjadinya kanker, gangguan sistem reproduksi, dan berbagai penyakit lainnya pada tubuh manusia.   Plastik sendiri dibentuk dari berbagai jenis zat kimia yang berfungsi untuk membuat plastik memiliki bentuknya. Dua bahan utama yang sering digunakan untuk membentuk plastik adalah: Bisphenol A (BPA), yang digunakan untuk membuat plastik tampak jernih dank eras Phthalates, yang digunakan untuk membuat plastik yang lembut dan fleksibel Saat ini, keduanya dianggap berbahaya bagi manusia karena dapat mengganggu fungsi endokrin. Baik bisphenol A maupun phthalates dapat masuk ke dalam makanan bila Anda memanaskan makanan berbungkus plastik atau menggunakan wadah berbahan plastik saat memanaskan makanan di dalam microwave, terutama bila makanan tersebut merupakan makanan berlemak seperti daging dan keju.   Jadi, bila Anda ingin tetap menggunakan microwave untuk memanaskan makanan, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: - Pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik sebelum dipanaskan - Lepaskan plastic warp saat memanaskan makanan karena plastik tersebut dapat lumer -  Lepaskan tutup wadah kaca atau wadah plastik Anda sebelum memanaskan makanan di dalam microwave   Baca juga: Meletakkan Makanan Panas di Dalam Plastik Ternyata Sebabkan Kanker Lho!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter  sekarang .   Sumber: health.harvard
 16 Oct 2017    08:00 WIB
Gangguan Makan yang Sering Terjadi pada Remaja
Sudah sejak lama para ahli nutrisi menekankan pentingnya keseimbangan makanan sehari-hari. Sayangnya generasi muda saat ini tidak menyadari pentingnya keseimbangan makanan dan sering menyebabkan gangguan makanan. Terdapat banyak faktor yang memberikan kontribusi dalam hal ini dan selama periode tersebut, efek-efek dari gangguan makan mulai timbul. Banyak alasan yang menyebabkan gangguan makan, yang paling banyak disebabkan oleh lingkungan sekitar kita. Dengan berkembangnya sistem komunikasi dan media sosial, terbentuklah opini mengenai bentuk tubuh ideal dikalangan remaja. Mempunyai bentuk tubuh ideal menjadi harapan setiap remaja dan mereka rela melakukan apapun untuk mencapainya. Tidak memperhatikan apa yang dimakan atau bahkan terlalu memperhatikan makanan yang dimakan dapat memberikan efek yang sama-sama berbahaya, misalnya saja anorexia. Sebagai seorang orangtua, penangggung jawab, guru, atau apapun yang memiliki tanggung jawab memperhatikan remaja tersebut, akan sangat penting mengetahui fakta-fakta yang berhubungan denga gangguan makan pada remaja dan bagaimana cara menolong remaja yang memiliki gangguan makan. Jika keadaan sudah memburuk, mungkin diperlukan bantuan obat-obatan untuk mencegah komplikasi yang akan memperburuk kondisi remaja tersebut. Apakah gangguan makan itu?Segala sesuatu yang tidak berlebihan adalah tidak sehat dan hal tersebut juga berlaku untuk makanan. Kita semua tentu setuju jika makanan harus dalam jumlah pantas setiap harinya. Setiap makanan harus memiliki keseimbangan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Saat kondisi ini tidak dipenuhi maka timbullah gangguan makanan. Gangguan makan dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh sehingga tubuh gagal beradaptasi dan dapat meningkatkan berbagai penyakit, bahkan lebih buruk dapat mengancam jiwa. Saat ini penemuan tanda-tanda anorexia merupakan tipe gangguan makan yang paling sering terjadi. Apa penyebab gangguan makan?Saat ini penyebab terbesar gangguan makan pada remaja bahkan pada orang dewasa adalah:•    Tingkat kepercayaan diri yang rendah•    Terlalu memikirkan penampilan•    Keinginan untuk meniru tokoh idola•    Takut terhadap peningkatan berat badan•    Kekecewaan yang berlebihan•    Depresi Seperti yang kita lihat diatas, penyebab terbanyak dari gangguan makanan disebabkan oleh lingkungan. Penampilan yang baik sering dihubungkan dengan tubuh yang proporsional dan tanpa lemak. Untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal dan tanpa lemak tersebut inilah yang menyebabkan para remaja melewatkan makanannya dan terlalu memperhatikan apa yang mereka makan setiap saat.Apakah efek yang ditimbulkan dari gangguan makan? Setiap gangguan makan tentu akan menimbulkan permasalah pada tubuh. Setiap tahap perkembangan tubuh seseorang memerlukan keseimbangan nutrisi yang dihasilkan dari keseimbangan makanan. Bahkan pada tahap awal gangguan makan sudah dapat muncul efek terhadap tubuh, dan jika dibiarkan akan menimbulkan gangguan yang lebih serius. Tanda-tanda awaldari gangguan makan dapat berupa kelelahan, pusing, gangguan tingkah lalu, konstipasi, gangguan tidur, penurunan konsentrasi dan pada remaja putri dapat terjadi gangguan siklus menstruasi. Jika tanda-tanda tersebut tidak diatasi, dapat menyebabkan orang tersebut depresi, anemia, gigi tanggal, kerontokan rambut, penipisan otot, pengeroposan tulang dan tingkat pertumbuhan melambat. Hal ini dapat berbahaya dan mungkin menimbulkan akibat yang fatal.Sumber: boldsky
 28 Sep 2017    18:00 WIB
10 Makanan yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah mengkonsumsi berbagai jenis sayuran seperti salad juga dapat menyebabkan Anda mengalami keracunan makanan? Di Amerika, salad sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang cukup sering menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Dari 76 juta kasus keracunan makanan di Amerika setiap tahunnya, sayuran berdaun hijau merupakan penyebab dari sekitar 30% kasus di antaranya.Keracunan makanan sendiri sebenarnya merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi saat seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau toksin yang dihasilkan oleh ketiganya.Di bawah ini Anda dapat melihat hasil analisis data yang dilakukan oleh The Washington-based Centers for Science dari tahun 1990 sampai tahun 2006 mengenai berbagai jenis makanan yang paling sering menyebabkan terjadinya keracunan makanan dalam kurun waktu tersebut.  1.      Sayuran Berdaun HijauBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, sayuran berdaun hijau telah menyebabkan sekitar 363 kasus keracunan makanan. Hal ini dikarenakan sayuran berdaun hijau mengandung berbagai jenis kuman seperti bakteri E.coli, norovirus, dan salmonella. Berbagai jenis kuman ini biasanya mengkontaminasi sayuran pada waktu sayuran tersebut dipanen atau saat dicuci sebelum dikemas. 2.      TelurBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, telur telah menyebabkan sekitar 325 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus keracunan makanan akibat telur disebabkan oleh adanya salmonella di dalamnya karena proses memasak yang tidak tepat. Kejadian ini paling sering terjadi di restoran, misalnya saat mereka menyajikan telur yang terlalu mentah atau terlalu lama membiarkannya di dalam tempat terbuka, misalnya di tempat makan buffet. 3.      Ikan TunaBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, ikan tuna telah menyebabkan sekitar 268 kasus keracunan makanan. Penyebab utamanya adalah karena keracunan scombroid, sejenis racun yang dilepaskan saat ikan segar disimpan di dalam tempat bersuhu kurang dari 15.5 derajat Celcius. Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri kepala, kram perut, mual, diare, berdebar-debar, dan gangguan penglihatan. 4.      TiramBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, tiram telah menyebabkan sekitar 132 kasus keracunan makanan. Penyebab utamanya adalah adanya norovirus di dalam tiram dan biasanya berasal dari air tempatnya berasal. Selain norovirus, sejenis bakteri yang bernama Vibrio juga dapat ditemukan di dalam tiram dan dapat masuk ke dalam aliran darah dan mengancam nyawa seseorang. 5.      KentangBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, kentang telah menyebabkan sekitar 108 kasus keracunan makanan. Keracunan ini biasanya berasal dari kentang yang telah terkontaminasi atau karena kentang salad yang tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab keracunan makanan akibat kentang adalah E. coli dan salmonella. Baca juga: Keracunan Makanan Lebih Sering Terjadi di Restoran Daripada di Rumah 6.      KejuBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, keju telah menyebabkan sekitar 83 kasus keracunan makanan. Penyebab tersering adalah adanya bakteri salmonella. Selain itu, dianjurkan agar para ibu hamil tidak mengkonsumsi berbagai jenis keju lunak seperti Brie atau Camembert karena keduanya sering mengandung Listeria, yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran. 7.      Es KrimBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, es krim telah menyebabkan sekitar 75 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus terjadi akibat adanya bakteri salmonella dan staphylococcus yang seringkali berasal dari telur mentah di dalam es krim rumahan. 8.      TomatBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, tomat telah menyebabkan sekitar 31 kasus keracunan makanan. Sebagian besar kasus terjadi akibat adanya bakteri salmonella di dalam tomat. Kasus keracunan makanan akibat tomat sebagian besar terjadi di restoran, yaitu sekitar 70%. 9.      KecambahBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, kecambah telah menyebabkan sekitar 31 kasus keracunan makanan. Hal ini dikarenakan biji kecambah telah terkontaminasi oleh salmonella atau E.coli saat disimpan. Oleh karena itu, BPOM Amerika menganjurkan agar orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, orang lanjut usia, dan anak-anak tidak mengkonsumsi kecambah mentah. 10.  Buah BeriBerdasarkan analisis data dari tahun 1990-2006, buah beri telah menyebabkan sekitar 25 kasus keracunan makanan. Buah beri seringkali terkontaminasi oleh virus hepatitis A atau cyclospora. Kontaminasi kemungkinan terjadi saat panen atau proses pengemasan.Berdasarkan berbagai penelitian, mengkonsumsi suplemen probiotik setiap harinya dapat membantu mengurangi keparahan dan membantu mengatasi gejala keracunan makanan.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmax
 14 Apr 2017    18:00 WIB
Tanda Awal Munculnya Gangguan Makan
Anda harus tahu bahwa untuk mengidentifikasi adanya tanda awal gangguan makan sangatlah sulit. Banyak kasus, orang tidak menyadari ada yang salah pada dirinya, terutama masalah gangguan makan. Pada situasi tersebut, kita harus dapat membandingkan tanda peringatan dari tingkah laku yang diikiti dengan tanda fisik dan psikologis untuk menentikan adanya gejala gangguan makan. Walaupun tanda-tanda yang muncul pada tiap orang tidak sama, tapi cobalah amati apakah ada kemunculan dari gejala-gejala berikut: Tanda perilaku:•  Diet ekstrim: melewatkan waktu makan. Puasa, mengganti makanan dengan cairan dan lain sebagainya•  Makan berlebihan, menimbun makanan•  Merangsang diri sendiri untuk muntah, sering ke kamar mandi setiap kali selesai makan•  Mengkonsumsi obat pencahar atau bahkan menggunakannya dengan berlebihan•  Menghindari even sosial yang melibatkan makanan•  Sering membuat alasan untuk tidak makan•  Sering membuang makanan Tanda fisik:•  Penurunan berat badan yang ekstrim•  Garis rahang yang bengkak atau gigi yang rusak karena sering muntah•  Gangguan menstruasi•  Kelelahan terus menerus•  Sering pusing Tanda psikologis:•  Sangat sadar tentang bentuk tubuh dan penampilan•  Terus menerus mengeluh tentang lemak walaupun mungkin mereka sudah kurus•  Sangat sensitif terhadap kritik mengenai penampilan dan bentuk tubuh atau kebiasaan makan•  Gugup dan cemas setiap kali jam makan•  Menyalahkan diri sendiri setiap kali habis makanSumber: healthmeup
 27 Feb 2017    11:00 WIB
Sosial Media Dapat Menyebabkan Gangguan Makan
Saat ini sudah banyak penelitian yang mencari tahu hubungan kesehatan dengan berbagai topik dan sudah dipublikasikan setiap harinya. Tetapi hanya beberapa saja yang menarik perhatian kita. Penelitian berikut ini mungkin salah satu yang dapat menarik perhatian Anda. Apakah Anda tidak dapat terpisahkan dari facebook atau sosial media lainnya? Sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti menghabiskan waktu melihat facebook karena ternyata terlalu banyak menngunakan sosial media dapat memberikan pengaruh buruk untuk tubuh, salah satunya gangguan makan.Penelitian pertama mencoba menghubungkan banyaknya waktu yang dihabiskan bermain facebook dengan citra tubuh yang buruk. Para peneliti menemukan bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak dengan facebook dapat menimbulkan perasaan negatif dan selalu membandingkan antar teman.Facebook meningkatkan rasa ketidakamanan diantara orang-orang yang menggunakannya dan memunculkan emosi negatif. Facebook merupakan faktor penyebab munculnya depresi, rendah diri, kebencian, kemarahan dan bahkan gangguan makan. Dalam studi ini, para peneliti mempelajari 960 mahasiswi. Para perempuan ini dievaluasi tentang berapa waktu yang mereka habiskan di Facebook. "Lebih 95 persen mahasiswi dalam studi kami menggunakan Facebook dan mereka yang memiliki akun Facebook menggambarkan biasanya menghabiskan 20 menit setiap berkunjung ke situs itu, yang jika dikalkulasi lebih dari satu jam di situs itu setiap hari," kata Dr Pamela Keel. Dr Keel mengatakan bahwa perempuan yang paling banyak bermain Facebook yang paling bermasalah dengan tingkat citra diri dan paling mungkin mengalami gangguan makan. Para perempuan muda ini juga  mungkin melihat komentar-komentar yang diterima. Memberi "suka" untuk status yang dianggap penting oleh mereka. Secara rutin mereka juga mengunggah gambar-gambar mereka sendiri dan membandingkan foto-foto mereka dengan teman-teman mereka. Para peneliti mengatakan bahwa makin sering remaja melihat foto-foto mereka di Facebook, semakin mungkin mereka berpikir bahwa diri mereka terlalu gemuk atau memiliki bentuk tubuh yang salah. Para ilmuwan mengatakan remaja yang bermasalah dengan citra diri dapat menyebabkan anoreksia dan gangguan makan lain.Sumber: healthmeup, dailymail
 06 Sep 2016    12:00 WIB
Penyebab Wanita Mengalami Kerontokan Rambut
Kerontokan rambut sering menjadi perhatian utama kaum wanita. Kerontokan rambut dapat menimbulkan stress tetapi satu hal yang harus diperhatikan bahwa Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab kerontokan rambut sebelum mencoba mengatasinya. Banyak kondisi kesehatan yang terkait dengan kerontokan rambut, misalnya saja anemia, stress, kekurangan protein dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa alasan dan kondisi medis yang menyebabkan munculnya rambut rontok, disertai cara pengobatan alami untuk mengatasinya. AnemiaAnemia merupakan kondisi medis yang paling sering terjadi pada wanita. Kondisi ini biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan wanita. Kerontokan rambut menjadi salah satu gejala yang disebabkan oleh anemia. Bagaimanapun, kondisi ini dapat dikontrol dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dan menambahkan makanan yang mengandung zat besi tinggi ke dalam diet Anda. sayur-sayuran berwarna hijau tua, dark coklat, hati, kacang-kacangan dan labu merupakan jenis makanan yang mengandung zat besi tinggi. Makanan tersebut tidak hanya akan mencegah terjadinya kerontokan rambut tetapi juga dapat memperbaiki gejala lain yang ditimbulkan oleh anemia misalnya seperti sakit kepala dan penurunan energi. Stresspenyebab lain yang dapat menimbulkan kerontokan rambut adalah stress. Setiap gangguan fisik maupun mental seperti kecelakaan, kematian atau putus hubungan dapat menimbulkan stress dan kegelisahan. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan dan dapat menimbulkan kerontokan rambut yang bersifat sementara. Tetapi saat stress berhenti maka kerontokan rambut Anda akan berhenti dan rambut dapat tumbuh kembali secara normal. Kekurangan proteinTubuh memerlukan protein untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan rambut yang kuat. Ketika tubuh tidak  mendapat suplay protein yang cukup dalam waktu yang lama maka akan timbul beberapa konsekuensi seperti kerontokan rambut. Pastikan Anda mencukupi kebutuhan protein untuk kesehatan rambut Anda. HipotiroidKerontokan rambut dapat dipicu oleh kekurangaktifan dari kelejar tiroid. Hipotiroid adalah kondisi yang akan membatasi produksi hormon yang diperlukan tubuh untuk melakukan proses metabolisme, pertumbuhan rambut dan berbagai fungsi tubuh lainnya. Gangguan makanMereka yang mengalami gangguan makan seperti anorexia nervosa atau bulimia dapat mengalami kondisi ekstrim pada tubuh dan mengalami ganguan pertumbuhan rambut dan gangguan fungsi tubuh yang lain. Baca juga: Apa Penyebab Rambut Rontok Pada Pria? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 04 May 2015    11:00 WIB
Mungkinkah Gangguan Makan Terjadi Pada Seorang Pria?
Memang benar bahwa gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia nervosa lebih sering ditemukan pada wanita, akan tetapi tahukah Anda bahwa gangguan makan ini juga dapat terjadi pada para pria? Karena gangguan makan ini jarang ditemukan pada pria, maka banyak pria yang menderita gangguan makan ini pun tidak terdiagnosa dan tidak memperoleh pengobatan yang sangat diperlukannya. Menurut the National Association of Anorexia Nervosa and Associated Disorder (ANAD), sekitar 10-15% penderita gangguan makan di Amerika adalah seorang pria. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menduga bahwa angka ini sebenarnya lebih rendah daripada yang sebenarnya karena berbagai gejala gangguan makan pada pria seringkali tidak diketahui. Para penelitian yang dilakukan di Inggris, para peneliti mewawancari 39 orang peserta penelitian, yang terdiri dari 10 orang pria dan 29 orang wanita, yang berusia di antara 16-25 tahun. Para peneliti menanyakan mengenai pengalaman mereka terhadap gangguan makan. Para peneliti membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun untuk menemukan adanya gejala gangguan makan pada para peserta pria. Beberapa gejala gangguan makan yang dimaksud di sini adalah berhari-hari tidak makan, memuntahkan makanan setelah makan, dan berolahraga secara berlebihan.   Baca Juga: Apa Gejala Awal dari Gangguan Makan?   Para peserta pria dalam penelitian ini kemudian mengatakan bahwa lambatnya pengenalan gejala gangguan makan pada diri mereka disebabkan karena mereka mengira bahwa gangguan makan hanya dapat terjadi pada seorang wanita. Salah seorang pria bahkan mengira bahwa gangguan makan hanya mengenai para remaja perempuan yang masih labil. Alasan lainnya mengenai mengapa para peserta pria ini terlambat mencari pertolongan medis adalah karena para petugas kesehatan sendiri tidak menanggapi berbagai gejala gangguan makan yang mereka alami dengan serius atau karena para pria ini tidak tahu harus mencari pertolongan ke mana. Para peneliti menyimpulkan bahwa deteksi dini dan kesadaran masyarakat bahwa para pria pun mungkin mengalami gangguan makan merupakan kunci untuk memastikan para pria dan wanita penderita gangguan makan dapat memperoleh pertolongan dan dukungan yang diperlukannya sebelum gangguan makan menjadi sulit diatasi.   Sumber: foxnews