Your browser does not support JavaScript!
 03 May 2019    11:00 WIB
Kiat Untuk Membantu Mengatasi Kelainan Kulit Vitiligo
Vitiligo adalah kondisi kulit dimana kulit kehilangan melanin, yang merupakan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna mata, rambut dan kulit. Vitiligo dapat terjadi karena kematian sel-sel yang memproduksi melanin atau berhenti membentuk melanin dan menyebabkan bercak putih dengan bentuk yang tidak beraturan yang secara perlahan semakin membesar. Dalam kebanyakan kasus dimulai dengan daerah kecil yang kehilangan pigmen dan kemudian semakin meluas dari waktu ke waktu. Meskipun tidak ada obat untuk kondisi kulit ini, namun ada beberapa cara yang mungkin dapat memperlambat kehilangan pigmen, seperti: 1.      Makan-makanan yang membantu perbaikan kulit Gandum utuh Sayuran Lemak yang sehat Gingko biloba 2.      Nikmati sinar matahari Setelah Anda mengubah diet Anda, diharapkan tubuh Anda lebih baik dalam menyerap sinar matahari untuk membantu pembentukan pigmen kulit kembali. 3.      Usahakan Anda mendapatkan cukup DHA dan vitamin B12 4.      Pastikan bahwa Anda mendapatkan cukup vitamin D dalam diet Anda dengan mengkonsumsi vitamin  D dan berjemur dibawah sinar matahari 5.      Konsumsi produk hewani seperti ikan dan telur organik 6.      Hindari stres untuk menjaga emosi tetap seimbang 7.      Istirahat yang cukup setiap malam sebaiknya 9 jam dalam sehari Baca juga: Mengenal Gejala Eksim Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newhealthguide       
 21 Mar 2019    11:00 WIB
Mengapa Acrochordon (skintag) Bisa Muncul Pada Kulit ?
Hai guy’s, sahabat setia Dokter.ID! kita kembali lagi ke pembahasan kulit, kalau dilihat dari judulnya, mungkin terdengar asing karena Acrochordon adalah bahasa medis dari penyakit kulit yang bernama skintag. Apa itu skintag? Acrochordon, atau apa yang umumnya dikenal sebagai skin tag, adalah tumor jinak yang sangat kecil dan biasanya tidak berbahaya yang sebagian besar ditemukan di daerah di mana kulit terlipat dan membentuk lipatan. Mereka terlihat seperti sepotong kulit lembut yang menggantung tubuh kita di tempat di mana mereka terbentuk. Meskipun mereka dapat muncul di hampir semua bagian tubuh kita, ada beberapa tempat yang memiliki peluang paling besar untuk melihat terdapatnya skin tag, yang meliputi: Kelopak mata,  Ketiak, Dada atas, Di bawah payudara, Leher, Selangkangan. Kulit bagian tubuh kita yang paling kita sadari dan terlihat buruk dengan cara apa pun bukanlah sesuatu yang diinginkan siapa pun untuk diri kita bukan? Jadi jika Acrochordon (skintag) pernah muncul di kulit kita, itu pasti akan membuatnya terlihat sangat buruk. Karenanya, mengetahuinya secara mendetail adalah suatu keharusan. Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan Acrochordon (skintag)? Ada sejumlah alasan untuk penampilan Acrochordon (skintag) pada kulit kita, seperti halnya karena faktor: Umur: Seiring bertambahnya usia seseorang, kemungkinan tanda-tanda kulit muncul di kulit mereka tumbuh secara eksponensial. Alasan utama hal ini diyakini terjadi adalah karena pada kebanyakan orang tua, penuaan menyebabkan kulit mulai kendur dan yang membuatnya melipat, membuat tempat yang layak untuk penampilan Acrochordon (skintag). Genetika: Ini juga merupakan alasan mengapa seseorang mungkin memiliki pembentukan skintag di tubuh mereka. Jika kita memiliki orang lain di keluarga kita yang memiliki skin tag yang tumbuh di kulit mereka maka ada kemungkinan kita juga akan mengalaminya di beberapa titik. Penambahan berat badan / Kehamilan: Jika kita menambah berat badan secara umum atau telah hamil dan memiliki kelebihan berat badan pada kita, ada kemungkinan kita akhirnya akan memiliki pertumbuhan Acrochordon (skintag) di tubuh kita. Kalau dilihat dalam statistik, secara umum, ada harapan 46% dari terjadinya Acrochordon (skintag) pada setiap manusia. Persentase meningkat secara signifikan setelah usia 50. 59% orang yang mencapai usia 70 memiliki Acrochordon (skintag) di kulit mereka. Populasi pria dan wanita sama-sama rentan terhadap terjadinya Acrochordon (skintag) pada kulit mereka. Tidak ada kondisi medis parah yang dapat terjadi dari pembentukan Acrochordon (skintag). Karena Acrohordon (skintag) sama sekali tidak berbahaya. Pada tahap awal, terjadinya Acrochordon (skintag) pada kulit terlihat seperti benjolan yang sangat lembut dan kecil di permukaan kulit kita. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai tumbuh dan berubah menjadi sepotong kecil kulit yang melekat pada kulit di permukaannya dengan tangkai. Ini lembut dan goyah dan hampir tidak menyakitkan. Namun, jika digosok banyak, itu dapat menyebabkan iritasi pada orang tersebut. Kuncinya di sini adalah untuk menghindari memuntir gumpalan kulit ini di atas tangkainya sendiri karena dapat mengakibatkan gumpalan di dalam dirinya yang dapat menyebabkan rasa sakit yang serius. Sebagian besar waktu, orang bahkan tidak repot-repot melakukan apa pun tentang pembentukan Acrochordon (skintag) pada kulit mereka dan biasanya banyak orang membiarkannya saja karena tidak menimbulkan rasa sakit. Namun dalam beberapa kasus, Acrochordon (skintag) dapat menyebar atau tumbuh lebih besar dari kebanyakan kasus dan kebutuhan untuk mengilangkannya sangat perlu. Oleh karena itu banyak perawatan telah dirancang untuk menghilangkan Acrochordon (skintag) tanpa menyebabkan kerusakan atau infeksi. Kadang-kadang dokter hanya menghapusnya menggunakan pisau steril tajam sementara yang lain melibatkan terapi menggunakan bahan alami seperti herbal. Tidak ada cara untuk mencegah Acrochordon (skin tag). Karena skin tag hanya masalah kosmetik (kecantikan), bukan masalah medis. Jadi bagi para pengikut setia dokter.ID, bagi kita yang punya Acrochordon (skintag) no worries yah! Dan bagi yang mau menghilangkannya bisa segera pergi ke dokter kulit terpercaya. Cu guys!!!
 01 Oct 2018    08:00 WIB
Perbedaan Antara Eksim dan Psoriasis
Eksim dan psoriasis merupakan gangguan kulit yang umum terjadi, di mana keduanya menyebabkan peradangan (inflamasi) pada kulit. Karena penampakkan dan gejalanya yang mirip, banyak orang yang bingung membedakan antara kedua gangguan kulit ini. Di bawah ini terdapat beberapa perbedaan antara eksim dan psoriasis yang dapat membantu anda menemukan jawaban atas pertanyaan anda.1.  Penampilan Gangguan Pada KulitEksimEksim atau dermatitis atopik merupakan suatu gangguan kulit kronik (telah berlangsung dalam waktu lama) yang biasanya mulai terjadi saat masa kanak-kanak. Kulit penderita biasanya akan terasa gatal, tampak kering, pecah-pecah, dan merah; bahkan hingga keluar darah atau cairan dari dalam kulit atau permukaan kulit tampak mengeras (krusta). Kadangkala, eksim juga menyebabkan terbentuknya suatu gangguan kulit seperti jerawat, penebalan kulit, dan luka terbuka dengan permukaan yang keras. PsoriasisPsoriasis merupakan gangguan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, terasa gatal, dan berbercak kemerahan. Psoriasis plak merupakan jenis psoriasis yang paling sering terjadi, dengan ciri khas berupa adanya bercak kemerahan yang sedikit menonjol pada kulit. Psoriasis seringkali dimulai dengan terbentuknya sebuah benjolan kecil yang terus memburuk dan akhirnya dilapisi oleh sisik-sisik putih, yang membuat kulit tampak bersisik dan mengelupas.2.  Pada WajahEksimBercak kemerahan pada eksim biasanya terasa gatal dan menggaruk kulit akan membuat keadaan kulit semakin memburuk, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi kulit atau perdarahan.  Kulit kering pada penderita eksim juga dapat menyebabkan kulit menjadi pecah-pecah.PsoriasisWalaupun jarang, psoriasis juga dapat terjadi pada wajah, yang dapat menyebabkan gangguan kosmetik. Sekitar sebagian penderita psoriasis akan mengalami psoriasis di daerah kulit kepala, yang akan menyebar hingga ke leher, telinga, atau dahi.3.  Pada TanganEksimEksim sangat sering terjadi pada tangan. Penderita eksim memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap berbagai alergen atau iritan seperti bulu hewan, serat kain, cairan pelembab, sabun, atau bahkan air. Terlalu sering mencuci tangan dapat membuat kulit semakin kering.PsoriasisPsoriasis dapat terjadi pada punggung tangan, buku-buku jari tangan, atau telapak tangan. Psoriasis di daerah tangan biasanya membuat kulit sangat kering dan banyak mengelupas sehingga dapat mengganggu aktivitas anda sehari-hari serta dapat menimbulkan rasa nyeri. Psoriasis pada daerah tangan juga dapat mengenai kuku (psoriasis pada kuku), yang menyebabkan kuku berubah warna dan terlepas.4.  Pada KakiEksimEksim pada kaki biasanya terjadi pada daerah lipatan kulit, seperti pada pergelangan kaki bagian depan atau pada bagian belakan lutut. Hal ini dikarenakan iritan (udara dan pakaian) dan keringat sering terjebak pada daerah lipatan kulit ini. Gesekan atau paparan antara iritan dan kulit dapat menyebabkan timbulnya eksim pada area ini. Bila eksim yang terjadi pada daerah lipatan kulit ini tidak segera diobati, maka eksim dapat terasa nyeri dan teriritasi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi, perdarahan, dan keluarnya cairan dari eksim saat berkontak dengan pakaian.PsoriasisPsoriasis agak sering terjadi pada kaki dan kadangkala akan mengenai seluruh bagian kaki. Berbagai jenis psoriasis akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Psoriasis plak biasanya akan menyebabkan timbulnya suatu bercak kemerahan besar dengan batas yang tidak jelas pada kulit, sementara psoriasis gutatae akan menyebabkan timbulnya bercak yang berbentuk seperti tetesan air.5.  Pada Daerah Lipatan KulitEksimEksim dapat juga terjadi pada daerah lipatan kulit, terutama pada bayi. Hal ini dikarenakan oleh pemakaian popok pada bayi yang menyebabkan iritasi kulit (diaper rash). Beberapa bayi mengalami gangguan kulit karena alergi terhadap bahan pembuat popok atau tisu basah untuk membersihkan kulit bayi. Gantilah pampers bayi anda dengan popok kain yang terbuat dari katun dan gantilah tisu basah yang anda gunakan bila bayi anda mengalami reaksi alergi.Bila hal ini terjadi pada orang dewasa, maka anda dapat mencoba mengganti deterjen anda atau bahan pakaian anda.PsoriasisPsoriasis juga dapat terjadi pada daerah kemaluan, seperti pada daerah lipatan kulit, seperti pada ketiak dan pangkal paha. Psoriasis yang terjadi pada daerah kemaluan atau lipatan kulit dapat menyerupai eksim, tetapi psoriasis biasanya membentuk bercak kemerahan yang lebih besar. Psoriasis pada daerah kemaluan dapat mengganggu saat anda berhubungan seksual.6.  Pada Kulit KeringEksimEksim seringkali membuat kulit anda menjadi sangat kering dan rapuh sehingga kulit mudah mengelupas. Bagian bawah kulit yang mengelupas ini dapat menyerupai kulit yang terbakar akibat paparan sinar matahari. Bila kulit mengelupas, baik yang menyebabkan luka terbuka maupun tidak, diperlukan pengobatan yang baik agar tidak menimbulkan terjadinya infeksi kulit oleh bakteri maupun virus.PsoriasisBeberapa bercak psoriasis dapat tidak tampak kering atau mengelupas, kadangkala dapat terbentuk bercak kemerahan yang besar tanpa adanya sisik pada kulit. Beberapa bercak psoriasis akan tampak dilapisi oleh kumpulan kulit mati yang sangat tebal sebelum akhirnya mengelupas.7.  Keadaan BeratEksimEksim dapat menjadi berat, tergantung pada seberapa sensitif kulit penderita, iritan penyebabnya, dan seberapa efektif pengobatannya. Kulit yang pecah-pecah, perdarahan, dan keluarnya cairan dari kulit dapat berbahaya karena dapat menyebabkan infeksi bila tidak diobati dengan baik.PsoriasisPsoriasis dapat sangat mengganggu dan menyebar luas ke seluruh tubuh. Pada kasus yang berat, psoriasis dapat terasa dan terlihat seperti luka bakar dan membutuhkan pengobatan segera.8.  PengobatanEksimEksim biasanya diatasi dengan pemberian salep kortikosteroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena. Kadangkala, diperlukan pemberian obat-obatan oral (diminum melalui mulut) atau salep antibiotika (dioleskan pada bagian kulit yang terkena).PsoriasisSebagian besar dokter spesialis kulit akan mengobati psoriasis dengan memberikan salep kortikosteroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena dan melakukan terapi sinar bila pemberian salep tidak berhasil. Kadangkala juga diperlukan pemberian obat-obatan oral Baca juga: Mengenal Gejala Eksim  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: med-health
 19 Sep 2018    08:00 WIB
Cara Melindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari
Seperti diketahui, sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) A dan B yang bisa menyebabkan aneka masalah pada kulit. Sinar UV B akan diserap kulit sekitar lima persen, sehingga mengakibatkan kulit terbakar. Sedangkan sinar UV A akan diserap kulit 90 persen, sehingga akan menyebabkan proses penuaan dini, kanker kulit, hiperpigmentasi, kusam, dan keriput. Semua orang, khususnya perempuan Indonesia, perlu mempertimbangkan kebutuhan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai efek berbahaya dari UV A dan B pada kulit. Saat kita bersembunyi dibalik kacamata hitam, topi lebar dan selendang sebenarnya kita membuat penyerapan sinar UV pada kulit kita semakin memburuk. jadi bagaimana cara terbaik untuk melindungi kulit Anda? berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti agar kulit Anda tetap terlindungi dari paparan sinar matahari. Hindari paparan sinar matahari pada jam 11 siang sampai jam 3 soreMatahari bersinar paling terik sekitar jam 11-15. paparan sinanr matahari yang terlalu lama, terutama di jam 11-15 dapat mengakibatkan kerusakan kulit yang parah. Jika Anda memang harus melakukan aktifitas pada jam tersebut, pastikan Anda sudah melindungi kulit dengan baik dengan menutup kulit dan mengoleskan tabir surya. Selalu gunakan tabir surya saat beraktifitas di luar ruanganMenggunakan payung atau topi tidak akan menjamin kulit Anda aman dari sinar matahari. Sinar matahari tetap dapat merusak kulit Anda karena pantulan sinarnya tetap mengenai kulit. Untuk itu penggunaan tabir surya menjadi sangat penting setiap saat Anda melakukan aktifitas di luar ruangan. penggunaan tabir surya juga harus dilakukan walaupun sinar matahari sedang tertutup awan karena sinar UV tetap dapat menembus awan. Gunakan tabir surya yang benarmemilih tabir surya tidak hanya sekedar untuk perlindungan kulit dari sinar matahari saja. Anda harus memilih tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit Anda. jika kulit Anda cenderung timbul jerawat, maka gunakanlah tabir surya berbasis gel. Anda juga harus memilih tingkat SPF yang tepat. Selalu gunakan tabr surya yang mengandung SPF 30 atau lebih agar kulit Anda selalu terlindungi dengan baik. Aplikasikan tabir surya 20 menit sebelum melakukan aktifitasMengaplikasikan tabir surya sesaat Anda akan keluar rumah merupakan kesalahan yang sering orang-orang lakukan. tabir surya butuh waktu untuk terserap oleh kulit, untuk itu aplikasikan tabir surya 20 menit sebelum beraktifitas. Reaplikasi tabir surya setiap 2 jamSaat Anda berkeringat, tabir surya akan tersapu pergi. Saat hal tersebut terjadi maka kulit Anda akan segera terpapar UV. Untuk itu penting agar melakukan aplikasi ulang tabir surya setiap 2 jam supaya kulit Anda tetap mendapatkan perlindungan maksimal.Sumber: healthmeup
 21 Aug 2018    11:00 WIB
7 Cara Mengobati Eksim Secara Alami
Eksim atau dermatitis merupakan kondisi kulit yang menimbulkan rasa sakit, ruam, lepuhan, nanah dan perdarahan jika kondisi serius. Secara normal, eksim dapat diobati dengan pelembab atau krim steroid, tetapi jika keduanya tidak bekerja dengan baik Anda bisa menggunakan calcineurin inhibitor. Banyak sekali mitos yang beredar berkaitan dengan eksim. Beberapa orang percaya jika eksim disebabkan oleh masalah organ dalam, seperti masalah usus atau hati, sementara yang lain mengaitkannya dengan masalah psikologis seperti stress. Faktor lingkungan juga berhubungan dan menyebabkan eksim. Anda dapat saja mengobati penyakit eksim yang Anda alami dengan cara membersihkan usus, hati atau menggunakan krim steroid. Tetapi cara yang paling baik dalam mengobati eksim adalah secara alami karena tidak memiliki efek samping dan juga pengobatan alami ini terbukti sangat efektif menyembuhkan eksim. Alpukat dan lidah buaya Anda dapat membuat pasta dari alpukat kemudian tambahkan daging dari lidah buaya dan campurkan. Setelah itu oleskan ke daerah kulit yang mengalami eksim. Campuran ini akan melembabkan daerah yang terkena eksim dan mencegah eksim menyebabkan kekeringan didaerah sekitarnya. Mengurangi produk susu Kurangi konsumsi produk yang mengandung susu seperti susu, keju dan mentega dari diet Anda dan ganti dengan produk fermentasi seperti kefir. Produk turunan susu dapat meningkatkan keasaman dari kulit dan menyebabkan munculnya serangan eksim. Batasi konsumsi daging dan makanan lainnya. Cobalah membuat perubahan kecil pada menu diet Anda dan berhentu memakan makanan tertentu. Cobalah apakah dengan penghentian makanan tersebut membawa perubahan lebih baik terhadap kondisi eksim Anda. Dengan cara demikian Anda bisa menemukan makanan mana yang menyebabkan serangan dan Anda dapat berhenti mengkonsumsinya. Minum lebih banyak jus buah dan jus sayuran Pastikan Anda tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan manis. Gantilah dengan jus buah atau jus sayuran yang lebih segar. Hal ini akan mengurangi gejala dan mencegah kemunculan dari eksim baru. Konsumsi makanan kaya asam lemak omega 3 Cobalah untuk memakan makanan yang mengandung omega 3 lebih banyak lagi, misalnya saja seperti ikan dan kecang-kacangan. Asam lemak omega 3 secara alami memperbaiki kondisi kulit dan mencegah terjadinya eksim. Cobalah melakukan diet bebas gluten Diet bebas gluten juga dapat mencegah munculnya gejala eksim karena kluten ternyata dapat mengiritasi kulit lebih jauh. Pertahankan pola diet ini sampai kondisi kulit Anda membaik. Menggunakan minyak alami untuk melembabkan kulit Gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk melembabkan kulit Anda. Dengan melembabkan kulit Anda menggunakan minyak ini akan mencegah munculnya gejala eksim.   Sumber: magforwomen
 30 Jan 2018    18:00 WIB
7 Gangguan Kulit yang Perlu Segera Anda Periksakan ke Dokter Kulit
Apakah Anda terkejut saat menemukan ada bercak atau tonjolan kecil pada kulit Anda yang tidak ada sebelumnya? Bila ya, maka Anda mungkin akan langsung berpikiran buruk dan mengira bahwa bercak atau tonjolan tersebut merupakan gejala dari kanker kulit. Bila demikian, ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter spesialis kulit untuk memastikannya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis gangguan kulit yang tidak terlalu berbahaya, tetapi harus segera diperiksakan untuk memastikannya.   Angioma Ceri Angioma ceri tampak seperti sebuah benjolan kecil dan merah, tetapi dapat pula tampak rata pada kulit. Angioma ceri ini sebenarnya merupakan kumpulan pembuluh darah yang melebar. Resikonya akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda dan gangguan kulit yang satu ini juga bersifat diturunkan. Jadi, bila salah satu anggota keluarga Anda mengalaminya, maka kemungkinan besar Anda pun juga akan mengalaminya. Kabar baiknya adalah benjolan ini merupakan tumor jinak. Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan melakukan terapi IPL (intense pulsed light), yang juga biasa digunakan untuk menghilangkan rambut tubuh pada daerah ketiak, kemaluan, maupun wajah.   Skin Tag (Kutil) Anda mungkin sudah sering melihat gangguan kulit yang satu ini. Skin tag atau kutil kecil biasanya terdapat di daerah sekitar tali bra atau di mana pakaian sering bergesekkan dengan tubuh Anda. Gesekan ini dapat membuat kutil kecil ini teriritasi dan meradang. Skin tag biasanya tidak berbahaya dan memiliki warna yang sama dengan kulit Anda. Jika tidak mengganggu, biasanya Anda tidak perlu melakukan terapi apa pun untuk mengangkatnya.   Dermatofibroma Dermatofibroma merupakan benjolan berwarna merah muda atau cokelat yang terdiri dari jaringan ikat. Benjolan ini biasanya terbentuk sebagai reaksi tubuh terhadap gigitan serangga atau rambut tubuh yang tumbuh ke dalam. Dermatofibroma paling sering ditemukan pada lengan dan kaki. Seperti halnya skin tag dan angioma ceri, benjolan ini juga tidak berbahaya. Akan tetapi, karena penampakkannya mirip dengan tahi lalat, maka sebaiknya Anda memastikannya ke seorang dokter spesialis kulit.   Baca juga: 7 Pengobatan Terbaik Bagi Kulit Kering   Solar Lentigines Solar lentigines merupakan nama lain dari flek. Flek merupakan bercak kehitaman pada kulit akibat paparan sinar matahari. Flek biasanya terdapat pada daerah yang sering terpapar oleh sinar matahari seperti pada tangan, wajah, leher, dada bagian atas, dan kaki. Kabar baiknya adalah flek tidak akan berubah menjadi kanker. Akan tetapi, seringkali bercak flek sulit dibedakan dengan tahi lalat yang sudah berubah menjadi ganas.   Keratosis Seboroik Keratosis seboroik merupakan penebalan kulit bersisik dan berwarna hitam pada permukaan kulit Anda. Gangguan kulit yang satu ini umumnya ditemukan pada mereka yang berusia paruh baya atau lebih. Tonjolan kulit yang satu ini juga merupakan tumor jinak dan biasanya tidak memerlukan pengobatan bila tidak dirasa mengganggu.   Tinea (Jamur) Infeksi jamur pada kulit biasanya tampak sebagai bercak kemerahan atau putih pada kulit. Infeksi jamur pada kulit dapat menyebar ke bagian kulit lain dan dapat semakin memburuk bila tidak diobati. Salep atau shampo anti jamur biasanya dapat membantu mengatasinya.   Karsinoma Sel Skuamosa Atau Sel Basal Karsinoma sel skuamosa atau sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit. Berbeda dengan tahi lalat jinak, karsinoma sel skuamosa atau sel basal biasanya tampak merah, bersisik, atau mengkilat. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda bila tahi lalat Anda mengalami perubahan bentuk, warna, atau terasa gatal atau berdarah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention