Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2020    13:00 WIB
Pentingnya Pertolongan Pertama Serangan Jantung
Penyakit Jantung dan Pembuluh darah sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Survey WHO pada tahun 2004, diperkirakan sebanyak 17,1 juta orang meninggal (29,1% dari jumalh kematian total) karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung/MCI (Miokadiak Infark) karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung. Perhatikan Keluhan Nyeri Dada pada Serangan Jantung (MCI) : 1. Lokasi Nyeri : Nyeri Dada (Retrosternal) dan kadang pasien sulit melokalisir rasa nyeri. 2. Deskripsi Nyeri : Rasa berat seperti di himpit, ditekan atau diremas. Rasa tersebut lebih dominan dibanding rasa nyeri. Perlu diwaspadai juga bila pasien mengeluh nyeri uluhati dan sesak nafas. 3. Penjalaran Nyeri : Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, ;eher rasa tercekik atau rahang bawah (rasa ngilu), kadang penjalaran kelengan kanan atau kedua lengan. 4. Lama Nyeri : lamanya nyeri biasa lebih dari 20 menit. 5. Gejela Sistemik ; Kadang disertai mual, mutah dan keringat dingin. 6. Keluhan Nyeri dada biasanya makin memberat dengan adanya aktivitas. Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung (MCI), maka bisa lakukan hal berikut ini: 1. Duduklah atau berbaring (Buat posisi pasien senyaman mungkin). Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung. 2. Berikan Oksigen 4 liter permenit (Jika tersedia). 3. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya. 4.Jika dokter telah memberikan tablet Nitroglyserin/Nitrat, segera minum obat tersebut/letakan dibawah lidah (Sesuai yang dianjurkan dokter). Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet Nitroglyserin/Nitrat jika tidak diberikan dokter. 5.Mengunyah aspirin dan Clopidogrel asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen. 6. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang diberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup. 7. Segera bawa penderita kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
 11 Nov 2020    19:00 WIB
Sering Kencing di Malam Hari, Berbahayakah?
Sering kencing di malam hari atau yang juga dikenal dengan nama nokturia tidak hanya membuat tidur Anda terganggu, tetapi juga merupakan suatu hal yang tidak normal. Sering terbangun di malam hari juga dapat membuat stamina Anda menurun, mengganggu kemampuan berpikir, dan mengganggu kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, nokturia juga dapat merupakan gejala dari suatu gangguan kesehatan lain. Apakah Anda Benar-benar Harus Buang Air Kecil? Saat Anda terbangun di malam hari, apakah Anda benar-benar terbangun karena ingin buang air kecil atau Anda hanya terbangun tanpa penyebab yang jelas dan sekalian saja Anda buang air kecil. Bila demikian, maka Anda mungkin mengalami insomnia, dan bukannya gangguan kandung kemih. Sebaliknya, bila Anda bahkan bermimpi sedang buang air kecil, berarti Anda memang perlu buang air kecil. Akan tetapi, perhatikanlah berapa banyak air kemih yang Anda keluarkan saat buang air kecil. Bila hanya sedikit air kemih yang keluar, maka Anda mungkin memiliki kandung kemih yang overaktif. Sementara itu, bila jumlah air kemih yang Anda keluarkan memang banyak maka hal ini mungkin dikarenakan Anda mengkonsumsi terlalu banyak air dan atau karena Anda mengkonsumsi berbagai jenis minuman yang mengandung kafein atau alkohol sebelum tidur. Selain dapat mengganggu tidur Anda di malam hari, kafein juga dapat memicu terjadinya kandung kemih bekerja secara berlebihan (overaktif), yang akan membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil di waktu siang dan malam hari. Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk membatasi jumlah air yang Anda konsumsi setelah pukul 6 sore dan batasi jumlah kafein yang Anda konsumsi di pagi hari. Selain disebabkan oleh berbagai hal di atas, sering buang air kecil, termasuk di malam hari juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain seperti: Diabetes Diabetes gestasional Gangguan jantung Pembesaran kelenjar prostat jinak Prolapses uterus Infeksi saluran kemih Penyakit radang panggul Sistitis interstitial, suatu proses radang yang mengenai dinding kandung kemih yang dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat dan nyeri hebat di daerah perut maupun saat buang air kecil Beberapa jenis obat-obatan Pada sejumlah wanita, sering buang air kecil di malam hari dapat diatasi dengan melakukan olahraga Kegel sehingga otot-otot dasar panggulnya pun menjadi lebih kuat. Jika Anda terus terbangun untuk buang air kecil lebih dari 1 kali di malam hari, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter. Sumber: womenshealthmag
 29 Sep 2020    13:00 WIB
Waspada 11 Faktor Penyakit Jantung
Tips Kesehatan kali ini akan menyampaikan informasi tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Penyakit jantung atau jantung koroner adalah pembunuh terbesar di Inggris. Penyakit jantung disebabkan oleh tersumbatnya arteri untuk mensuplai darah ke jantung. Dengan mengetahui faktor penyakit jantung kita dapat melakukan pencegahan sejak dini, faktor yang menyebabkan penyakit jantung diantaranya adalah sebagai berikut;1. Darah tinggiPeningkatan tekanan darah tinggi mudah untuk diketahui dan dapat diatasi dengan diet dan gaya hidup sehat atau minum obat. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukan gejala oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan secara rutin. 2. KolestrolKolestrol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, ini dikarenakan penumpukan lemak pada arteri yang menyebabkan menyempitnya arteri dan membuat jantung sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Satu-satunya untuk mengetahui tingkat kolestrol adalah dengan memeriksakannya pada dokter ahli. Jika anda memiliki kolestrol diatas 5mm/L maka anda memiliki tingkat kolestrol tinggi, untuk mendapatkan perubahan diet dan gaya hidup sehat dapat membantu.3. MenopauseMenopause dapat menyebabkan penumpukan lemak yang menyebabkan kolestrol, hampir setengah wanita diatas 55 tahun mengalami ini.4. DiabetesDiabetes dapat mempengaruhi jantung dan dapat memperburuk tekanan darah tinggi. Akan tetapi dengan pengobatan yang tepat atau diet dan melakukan gaya hidup sehat dapat membantu perubahan menjadi lebih baik.5. Usia dan jenis kelaminUsia dan jenis kelamin mempunyai andil dalam serangan penyakit jantung, terutama usia dapat memberi perbedaan besar pada kesehatan jantung. Seiring bertambahnya usia resiko serangan jantung dapat meningkat.6. Berat badanBerat badan berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, dan juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolestrol tinggi. Ini disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebih.7. EtnisEtnis juga dapat berpengaruh pada serangan penyakit jantung. Hanya etnisk tertentu yang mempunyai resiko penyakit jantung.8. StresSebenarnya stres tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyait jantung, akan tetapi kebanyak orang khususnya perokok akan merokok ketika mengalami stres, atau juga makan junk food dan minum minuman beralkohol inilah yang bisa menyebabkan penyakit jantung.9. MerokokMerokok sebatang sehari dapat mempengaruhi kesehatan dan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner sebanyak 50% dibanding dengan orang yang tidak merokok sama sekali.10. Riwayat keluargaJika ayah, ibu, atau sanak saudara memiliki penyakit jantung, hal ini dapat menjadi faktor anda terserang penyakit jantung bahkan bisa lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi jika sang ayah atau saudara terserang penyakit jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu atau saudari sebelum usia 65 tahun.11. AlkoholMinum minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko tekana darah tinggi dan menyebabkan irama jantung dan berat badan tidak normal.Inilah bebrapa faktor yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit jantung, diantara faktor-faktor tersebut ada yang dapat dihindari dan juga tidak bisa atau sulit untuk dihindari, untuk itu kita harus sering berolah raga untuk menjaga kesehatan jantung, karena sehat itu mahal.
 18 Sep 2020    09:00 WIB
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung
Penyakit jantung atau jantung koroner adalah pembunuh terbesar yang disebabkan oleh tersumbatnya arteri untuk mensuplai darah ke jantung. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan penyakit jantung: Kolesterol Kolestrol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, ini dikarenakan penumpukan lemak pada arteri yang menyebabkan menyempitnya arteri dan membuat jantung sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Satu-satunya untuk mengetahui tingkat kolestrol adalah dengan memeriksakannya pada dokter ahli. Darah tinggi Peningkatan tekanan darah tinggi mudah untuk diketahui dan dapat diatasi dengan diet dan gaya hidup sehat atau minum obat. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukan gejala oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan secara rutin.  Diabetes Diabetes dapat mempengaruhi jantung dan dapat memperburuk tekanan darah tinggi. Akan tetapi dengan pengobatan yang tepat atau diet dan melakukan gaya hidup sehat dapat membantu perubahan menjadi lebih baik. Berat badan Berat badan berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, dan juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolestrol tinggi. Ini disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebih. Stres Sebenarnya stres tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyait jantung, akan tetapi kebanyak orang khususnya perokok akan merokok ketika mengalami stres, atau juga makan junk food dan minum minuman beralkohol inilah yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Riwayat keluarga Jika ayah, ibu, atau sanak saudara memiliki penyakit jantung, hal ini dapat menjadi faktor anda terserang penyakit jantung bahkan bisa lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi jika sang ayah atau saudara terserang penyakit jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu atau saudari sebelum usia 65 tahun. Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit jantung, diantara faktor-faktor tersebut ada yang dapat dihindari dan juga tidak bisa atau sulit untuk dihindari, untuk itu kita harus sering berolah raga dan menjaga asupan untuk menjaga kesehatan jantung.
 29 Apr 2019    08:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi. Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Nov 2016    11:00 WIB
Benarkah Ukuran Leher Dapat Pengaruhi Kesehatan?
Jika Anda tidak dapat mengancingi kerah baju Anda, maka Anda mungkin memiliki masalah yang lebih besar dari sekedar terlihat gemuk. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Brazil menemukan bahwa pria yang memiliki leher besar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan jantung. Untuk menentukan berapa ukuran leher pria pada umumnya, para peneliti pun melakukan pengukuran pada hampir 4.000 orang pria. Hasilnya adalah ukuran lingkar leher rata-rata pada pria adalah sekitar 30 cm. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa untuk setiap penambahan sebesar 1 inchi atau 2.54 cm pada lingkar leher seorang pria, maka resiko mereka terhadap berbagai macam gangguan kesehatan pun akan meningkat seperti: Resiko terjadinya resistensi insulin akan meningkat hingga 32% Resiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat hingga 24% Resiko terjadinya peningkatan kadar trigliserida akan meningkat hingga 50% Resiko terjadinya penurunan kadar kolesterol HDL akan meningkat hingga 22% Akibatnya, para pria yang memiliki ukuran lingkar leher lebih dari 30 cm akan memiliki resiko terkena gangguan jantung 3 kali lipat lebih tinggi daripada pria yang memiliki ukuran lingkar leher kurang dari 30 cm. Hal ini dikarenakan lemak yang menumpuk di sekitar area leher dapat memproduksi zat anti radang, yang akan memicu penumpukan lemak di arteri karotis di dalam leher, yang pada akhirnya akan membahayakan kesehatan jantung Anda.   Baca juga: Wanita dan Berusia 40 Tahun? Perhatikan Hal Berikut Ini!   Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi pria yang memang memiliki leher besar, tetapi bukan disebabkan oleh lemak, melainkan oleh otot. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah ambillah pita pengukur dan ukurlah berapa lingkar leher Anda. Bila hasilnya lebih dari 30 cm, maka ada baiknya bila Anda mulai mengubah gaya hidup Anda sekarang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 11 Nov 2016    18:00 WIB
Merasa Kesepian Ternyata Bahaya Lho Bagi Jantung Anda!
  Tahukah Anda bahwa jarang berpergian keluar bersama sahabat dan keluarga Anda ternyata benar-benar dapat mematahkan hati Anda? Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan di the University of York, menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke lho. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa orang yang jarang berhubungan dengan orang lain memiliki resiko 29% lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dan memiliki resiko 32% lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang lebih sering berinteraksi dengan orang lain. Resiko gangguan jantung di atas bahkan akan menjadi semakin tinggi bila orang tersebut merasa terganggu dengan rasa kesepian yang dirasakannya dibandingkan dengan orang yang memang menyukai kesendiriannya. Misalnya seseorang yang pindah ke luar kota dan meninggalkan semua teman dekatnya akan memiliki resiko gangguan jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang memang memilih untuk bekerja dari rumah.   Baca juga: Kesepian Versus Obesitas, Hayo Mana Yang Lebih Berbahaya?   Jadi, bagaimana sebenarnya rasa kesepian bisa membuat Anda mengalami serangan jantung atau stroke? Salah satunya adalah karena rasa kesepian dapat mengganggu tidur Anda. Saat Anda dikelilingi oleh orang-orang yang Anda kenal dan percayai, maka Anda pun dapat tidur dengan leibh tenang. Akan tetapi, saat Anda merasa tidak aman dengan orang-orang di sekeliling Anda, maka Anda pun akan menjadi lebih mudah terbangun karena khawatir akan adanya bahaya. Hal ini tentu saja akan mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari. Kurang tidur dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan di dalamnya dan menjalankan fungisnya dengan benar, yang tentu saja akan menyebabkan jantung Anda menjadi "stress" bila hal ini terus berlangsung. Rasa kesepian juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi dan cemas, yang mana telah diketahui berhubungan dengan pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah Anda. Kabar baiknya adalah bila Anda mulai berinteraksi dengan orang lain, maka hal ini dapat meminimalisir efek di atas, bahkan bila Anda hanya melakukannya melalui telepon genggam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 30 Sep 2016    15:00 WIB
Obat Anti Nyeri Dapat Menimbulkan Gangguan Irama Jantung
Obat anti nyeri yang sangat populer penggunaannya saat ini terjadi dapat meningkatkan resiko timbulnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi. Studi terbaru yang diterbitkan di BMJ Open, Belanda, telah melakukan penelitian yang melibatkan 8.432 orang dengan usia rata-rata 69 tahun, mempunyai irama jantung yang normal pada awal dimulainya penelitian. Penelitian berlangsung selama 13 tahun dan sebanyak 87 orang mengalami atrial fibrilasi.Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi obat Anti nyeri dari golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) mengalami peningkatan resiko terkena atrial fibrilasi sebanyak 80%. Apa yang menjadi penyebab dari atrial fibrilasi memang belum jelas, tetapi teori dari peneliti adalah obat anti nyeri menyebabkan peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi fungsi dari jantung. Obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) seperti ibuprofen dan aspirin juga telah lama diasosiasikan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Dr. Bruno H. Stricker, seorang profesor pharmaco-epidemiology di Erasmus University Medical Center in Rotterdam mengatakan agar orang-orang yang sudah berusia lanjut agar lebih berhati-hati saat memilih dan menggunakan obat anti nyeri. "Sebaiknya mereka tidak melakukan apa-apa untuk meredakan nyeri. Nyeri memang mengganggu, tetapi menjadi sekarat akan lebih mengganggu." Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: foxnews
 20 Sep 2016    18:00 WIB
Dampak Serangan Jantung Ternyata Lebih Buruk Pada Wanita
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association di tahun 2014 menemukan bahwa wanita memiliki dampak jangka panjang yang lebih buruk daripada pria setelah mengalami serangan jantung. Para peneliti memeriksa sekitar 3.501 pasien yang berusia 55 tahun dan kurang, yang pernah mengalami serangan jantung (MCI). Sekitar 67% dari pasien ini terdiri dari wanita dan usia rata-rata peserta penelitian adalah 48 tahun. Para peneliti juga meminta para pasien yang menjadi peserta dalam penelitian ini untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar berbagai hal yang terjadi setelah mereka mengalami serangan jantung. Para peneliti juga melakukan sebuah survei untuk memeriksa keadaan fisik dan mental pasien 3-4 minggu setelah peserta mengalami serangan jantung, segera setelah masuk rumah sakit, dan 12 bulan setelah masuk rumah sakit, serta menanyakan apakah peserta masih mengalami nyeri dada setelah serangan jantung. Berdasarkan berbagai hasil pengamatan ini, para peneliti menemukan bahwa para pasien wanita lebih sering memiliki keadaan atau fungsi fisik dan mental yang lebih buruk, kualitas hidup yang lebih rendah, lebih sering mengalami nyeri dada, dan memiliki berbagai keterbatasan fisik berat dibandingkan dengan para pasien pria paska serangan jantung. Para peneliti menduga bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan yang telah dimiliki sebelumnya, faktor sosial lingkungan, dan berbagai penyebab biologis lainnya.  Beberapa gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi keadaan fisik dan mental penderita paska suatu serangan jantung adalah diabetes, penyakit paru-paru, kanker, gagal jantung, dan depresi.   Baca juga: Bercinta picu serangan jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: foxnews
 20 Sep 2016    15:00 WIB
Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Ternyata Akibatkan Penyakit Jantung?
Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari.   Apa itu Metabolic Syndrome? Metabolic syndrome merupakan kelompok faktor risiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Adapun faktor resiko tersebut antara lain: -          Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi pria) -          Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl) -          Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita) -          Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) -          Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl) Seseorang didiagnosis mengalami metabolic syndrome apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami metabolic syndrome akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Baca Juga: Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?  Baca juga: Apa Hubungan Antara Diabetes dan Gangguan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Info Sehat