Your browser does not support JavaScript!
 09 Dec 2019    16:00 WIB
Mengenal Gangguan Belajar Pada Anak
Adanya gangguan belajar pada anak dapat menyebabkan anak kesulitan saat mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Anak dapat mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Prestasi yang buruk di sekolah dan kesulitan belajar ini dapat membuat anak frustasi dan kehilangan rasa percaya diri yang pada akhirnya dapat berujung pada depresi.   Apa yang Dimaksud Dengan Gangguan Belajar ? Gangguan belajar pada anak menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung. Kelainan ini bukanlah kelainan jiwa dan juga tidak mempengaruhi intelegensia anak. Kelainan ini menyebabkan anak sulit mengerjakan tugas, terutama saat sekolah. Anak dapat mempunyai lebih dari satu kelainan belajar ini. Beberapa gangguan belajar yang sering ditemukan adalah: 1.      Disleksia Merupakan salah satu gangguan belajar di mana anak mengalami kesulitan membaca, mengeja, dan mengingat huruf yang telah diketahuinya. 2.      Diskalkulia Merupakan suatu gangguan belajar yang berhubungan dengan kemampuan matematika. Gejala yang biasa ditemukan adalah anak mengalami kesulitan mengerjakan soal matematika, bahkan yang paling sederhana. 3.      Gangguan Belajar Non Verbal Pada kelainan ini anak mengalami kesulitan menerjemahkan bahasa tubuh dan tangan.   Penyebab Gangguan Belajar Beberapa hal yang berperan pada terjadinya gangguan belajar pada anak adalah: Faktor genetik Biasanya anak dengan gangguan belajar mempunyai orang tua atau anggota keluarga lainnya yang mengalami kelainan yang sama. Kondisi kesehatan tertentu Adanya riwayat gangguan pertumbuhan intrauterin selama kehamilan, terpapar oleh alkohol atau obat-obatan terlarang selama kehamilan, dan berat badan lahir rendah dapat menjadi salah satu penyebab gangguan belajar pada anak. Selain itu, riwayat cedera kepala juga dapat berpengaruh. Paparan logam berat Paparan logam berat seperti timah selama dalam kandungan maupun setelah lahir dapat menyebabkan terjadinya gangguan belajar pada anak.   Tanda dan Gejala Gangguan Belajar Gangguan belajar seringkali sulit terdiagnosa. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan tanda anak mengalami gangguan belajar, yaitu: Kesulitan untuk mengerti dan menjalankan suatu perintah Sulit mengingat informasi yang baru saja diperoleh Gangguan koordinasi saat berjalan, berolahraga, atau melakukan sesuatu seperti memegang pensil Sering kehilangan barang, seperti buku atau tugas sekolah Sulit mengerti tentang waktu Menolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan membaca, menulis, berhitung, atau harus dibantu saat mengerjakan berbagai tugas sekolah Marah saat diminta untuk mengerjakan tugas sekolah yang berhubungan dengan membaca, menulis, dan berhitung Untuk menegakkan diagnosa gangguan belajar, dokter terlebih dahulu harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan pendengaran atau penglihatan pada anak yang membuat anak kesulitan membaca atau belajar. Perlu diingat, bahwa ada beberapa anak yang memang agak lambat dalam belajar. Hal ini tidak termasuk pada gangguan belajar. Anak hanya membutuhkan waktu lebih untuk belajar dan mengerti tentang tugas-tugas sekolahnya.   Langkah Pengobatan Apa yang Dapat Dilakukan ? Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani anak dengan gangguan belajar. Latihan dan Bantuan Langkah pertama yang dapat anda lakukan adalah membantu anak belajar dengan bantuan tutor atau guru di sekolah. Kelas tambahan di sekolah dan kursus dapat membantu anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Terapi Berbicara dan Menulis Pada anak dengan gangguan mengerti bahasa dan menulis dapat diberikan terapi wicara dan menulis untuk membantu anak belajar bahasa dan cara menulis. Obat-obatan Anak yang mengalami gangguan belajar dapat mengalami gangguan cemas atau depresi akibat kesulitan yang dialaminya. Bila hal ini terjadi, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi rasa cemas dan depresi. Peran dan dukungan orang tua dalam mendukung anak dapat membantu anak mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan mencegah terjadinya depresi pada anak. Diagnosa dan pengobatan dini dapat meningkatkan kualitas belajar anak dan dengan demikian membuat anak mempunyai masa depan yang lebih baik. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 23 Aug 2018    16:00 WIB
Tanda Terlambatnya Perkembangan Keterampilan Motorik Pada Anak
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik biasanya berhubungan dengan gangguan keterampilan motorik kasar, seperti merangkak atau berjalan atau mungkin juga berhubungan dengan keterampilan motorik halus seperti menggunakan jari-jari tangannya untuk menggenggam sendok. PenyebabAnak-anak yang lahir prematur biasanya tidak mengalami perkembangan otot tubuh dengan kecepatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Anak-anak yang kurang memperoleh stimulasi saat masih kecil atau menderita autisme mungkin mengalami disfungsi integrasi sensorik. Gangguan kompleks ini dapat menyebabkan berbagai gangguan panca indra seperti:•  Bereaksi berlebihan saat disentuh atau saat merasa sakit•  Merasa sangat ketakutan akibat suatu gerakan biasa atau merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan suatu gerakan berulang seperti bertepuk tangan atau memutar-mutar badan•  Kesulitan untuk merencanakan suatu gerakan dan mengkoordinasikan gerakan Berbagai hal lain yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik adalah:•  Menderita ataksia yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan gangguan koordinasi otot•  Menderita cerebral palsy yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan pada bagian otak tertentu, yang biasanya terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan atau selama proses persalinan atau segera setelah lahir•  Menderita gangguan belajar•  Menderita miopati yaitu suatu kelainan otot•  Menderita gangguan penglihatan•  Menderita spina bifida yaitu suatu kelainan yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan sebagian atau total pada anggota gerak bawah (kaki) PengobatanDokter anak anda mungkin akan menganjurkan anak anda untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik dan melakukan fisioterapi untuk mengatasi keterlambatan perkembangan keterampilan motorik kasar. Beberapa terapi okupasional mungkin dapat membantu mengatasi keterlambatan perkembangan motorik halus atau disfungsi integrasi sensorik.Tanda Awal Keterlambatan Perkembangan Keterampilan MotorikSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami berbagai gejala di bawah ini atau mengalami kemunduran atau hilangnya keterampilan yang telah dikuasai. Usia 3-4 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Tidak berusaha untuk menggapai atau menggenggam atau memegang berbagai benda•  Tidak dapat menyangga kepalanya dengan baik•  Tidak berusaha untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya (saat berusia 4 bulan)•  Tidak berusaha untuk bergerak dengan mendorong kakinya saat berada di tempat dengan permukaan rata (saat berusia 4 bulan) Usia 7 BulanSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa hal di bwah ini, yaitu:•  Memiliki otot yang sangat lemah atau kaku atau keras•  Tidak dapat menyangga kepalanya saat berada dalam posisi duduk•  Hanya berusaha menggapai benda dengan satu tangan atau sama sekali tidak berusaha untuk menggapai benda•  Mengalami kesulitan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya•  Tidak berusaha untuk mengubah posisi tidurnya (saat berusia 5 bulan)•  Tidak dapat duduk tanpa bantuan (saat berusia 6 bulan)•  Tidak dapat menahan berat badannya dengan menggunakan kaki saat anda berusaha untuk membuatnya berdiri Usia 1 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Tidak pernah merangkak•  Menyeret salah satu sisi tubuhnya saat merangkak•  Tidak dapat berdiri tanpa bantuan Usia 2 TahunSegera hubungi dokter anak anda bila anak anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Tidak dapat berjalan (saat berusia 18 bulan)•  Tidak berjalan dengan menggunakan seluruh telapak kakinya atau hanya berjalan dengan menggunakan jari kakinya (berjalan jinjit)•  Tidak dapat mendorong mainan berodaSumber: webmd