Your browser does not support JavaScript!
 11 Feb 2019    16:00 WIB
Gagal Jantung (Gejala dan Pengobatan)
Apakah gagal jantung itu? Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.  Apa gejala dari gagal jantung? Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.  Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru.  Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal. Apa pengobatan untuk gagal jantung? Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.  Mengobati penyebab gagal jantung Pembedahan bisa dilakukan untuk:   memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung  memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung  memperbaiki penyumpatan arteri koroner  yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.  Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.  Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.  Pemberian obat anti-hipertensi. Menghilangkan faktor yang memperburuk kondisi jantung: Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.  Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan.  Perubahan gaya hidup dapat Anda buat untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi: Tidak merokok  Mengendalikan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes  Tetap aktif secara fisik  Makan makanan yang sehat  Menjaga berat badan yang sehat  Mengurangi dan mengelola stress Baca juga: Banyak Makan Sosis Tingkatkan Resiko Gagal Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: bbc
 03 Feb 2019    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah
Tekanan darah tinggi sama halnya seperti diabetes, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh sebelum menimbulkan gejala. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, terutama pada jantung dan pembuluh darah. KERUSAKAN PADA PEMBULUH DARAHPembuluh darah arteri merupakan suatu pembuluh darah kuat, fleksibel, dan bersifat elastis. Arteri berfungsi untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tersebut. 1.      Kerusakan dan Penyempitan ArteriTekanan darah tinggi dapat merusak sel penyusun dinding dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan keras (arteriosklerosis). Kerusakan pada dinding pembuluh darah ini menyebabkan kolesterol yang berada di dalam pembuluh darah anda menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak tersebut (aterosklerosis) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke berbagai organ penting, seperti otak, ginjal, jantung, tangan, dan kaki. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi seperti nyeri dada (angina), serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyumbatan pembuluh darah tepi di tangan dan kaki, kerusakan mata dan aneurisma.2.      AneurismaAneurisma terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dinding pembuluh darah dalam waktu lama yang pada akhirnya menyebabkan pelebaran dinding pembuluh darah yang memang sudah melemah.Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di setiap pembuluh darah di dalam tubuh anda, tetapi biasanya paling sering terjadi pada pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar di dalam tubuh anda). KERUSAKAN PADA JANTUNGSelain pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Jantung merupakan organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada jantung anda.1.      Penyakit Jantung KoronerArteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, dan aritmia (gangguan irama jantung)2.      Pembesaran Jantung KiriTekanan darah tinggi menyebabkan jantung anda harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel (serambi) kiri. Pembesaran ventrikel kiri ini membuat jantung semakin sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tekanan darah terus tidak terkontrol maka dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan bahkan henti jantung.3.      Gagal JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka otot jantung akan melemah dan dapat terjadi penurunan fungsi jantung. Jadi, pada dasarnya jantung anda telah kelelahan bekerja dan mulai gagal berfungsi. Serangan jantung dapat memperberat keadaan ini.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 16 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 29 Sep 2016    18:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi.  Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 21 Sep 2016    18:00 WIB
Bahaya Penggunaan Obat Tidur Pada Penderita Gagal Jantung
Sebuah penelitian baru menduga bahwa penggunaan obat tidur dapat sangat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung berat dan bahkan kematian pada penderita gagal jantung. Gangguan tidur merupakan efek samping tersering dari gagal jantung dan para penderita gagal jantung seringkali diberikan obat tidur saat dipulangkan dari rumah sakit untuk mengatasi gangguan tidur yang dialaminya ini. Pada penelitian ini, para peneliti di Jepang memeriksa rekam medis 111 penderita gagal jantung yang dirawat pada rumah sakit Tokyo dari tahun 2011-2013. Para peneliti kemudian mengamati 111 penderita ini hingga 180 hari setelah penderita keluar dari rumah sakit. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang mengkonsumsi obat tidur, seperti benzodiazepin memiliki resiko 8 kali lebih tinggi untuk kembali masuk rumah sakit karena mengalami gagal jantung kembali atau bahkan meninggal karena gangguan jantung dibandingkan dengan penderita yang tidak mengkonsumsi obat tidur. Walaupun pada penelitian ini para peneliti masih belum menemukan bukti adanya hubungan sebab akibat antara penggunaan obat tidur dan kejadian gagal jantung ulangan pada penderita, para peneliti menduga bahwa benzodiazepin yang digunakan mungkin mempengaruhi kerja jantung dan pernapasan penderita.Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat pada para penderita gagal jantung yang juga mengkonsumsi obat tidur untuk mengatasi gangguan tidurnya, terutama pada para penderita lanjut usia yang juga mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan fungsi paru. Baca juga: Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmaxhealth