Your browser does not support JavaScript!
 11 Feb 2019    16:00 WIB
Gagal Jantung (Gejala dan Pengobatan)
Apakah gagal jantung itu? Gagal Jantung (Heart Failure)adalah suatu keadaan yang serius, dimana jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Kadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai berhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.  Apa gejala dari gagal jantung? Penderita gagal jantung yang tidak terkompensasi akan merasakan lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik karena otot-ototnya tidak mendapatkan jumlah darah yang cukup.  Pembengkakan juga menyebabkan berbagai gejala. Selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi, lokasi dan efek pembengkakan juga dipengaruhi oleh sisi jantung yang mengalami gangguan. Gagal jantung kanan cenderung mengakibatkan pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut. Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru (edema pulmoner), yang menyebabkan sesak nafas yang hebat. Pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas; tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak nafas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas. Kadang sesak nafas terjadi pada malam hari ketika penderita sedang berbaring, karena cairan bergerak ke dalam paru-paru.  Penderita sering terbangun dan bangkit untuk menarik nafas atau mengeluarkan bunyi mengi. Duduk menyebabkan cairan mengalir dari paru-paru sehingga penderita lebih mudah bernafas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya penderita gagal jantung tidur dengan posisi setengah duduk. Pengumpulan cairan dalam paru-paru yang berat (edema pulmoner akut) merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan segera dan bisa berakibat fatal. Apa pengobatan untuk gagal jantung? Pengobatan dilakukan agar penderita merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidup serta meningkatkan harapan hidupnya. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu mengobati penyakit penyebab gagal jantung, menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung dan mengobati gagal jantung.  Mengobati penyebab gagal jantung Pembedahan bisa dilakukan untuk:   memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung  memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung  memperbaiki penyumpatan arteri koroner  yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.  Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.  Kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.  Pemberian obat anti-hipertensi. Menghilangkan faktor yang memperburuk kondisi jantung: Merokok, garam, kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.  Dianjurkan untuk berhenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan olah raga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan.  Perubahan gaya hidup dapat Anda buat untuk membantu mencegah gagal jantung meliputi: Tidak merokok  Mengendalikan kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes  Tetap aktif secara fisik  Makan makanan yang sehat  Menjaga berat badan yang sehat  Mengurangi dan mengelola stress Baca juga: Banyak Makan Sosis Tingkatkan Resiko Gagal Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: bbc
 03 Feb 2019    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah
Tekanan darah tinggi sama halnya seperti diabetes, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh sebelum menimbulkan gejala. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, terutama pada jantung dan pembuluh darah. KERUSAKAN PADA PEMBULUH DARAHPembuluh darah arteri merupakan suatu pembuluh darah kuat, fleksibel, dan bersifat elastis. Arteri berfungsi untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tersebut. 1.      Kerusakan dan Penyempitan ArteriTekanan darah tinggi dapat merusak sel penyusun dinding dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan keras (arteriosklerosis). Kerusakan pada dinding pembuluh darah ini menyebabkan kolesterol yang berada di dalam pembuluh darah anda menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak tersebut (aterosklerosis) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke berbagai organ penting, seperti otak, ginjal, jantung, tangan, dan kaki. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi seperti nyeri dada (angina), serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyumbatan pembuluh darah tepi di tangan dan kaki, kerusakan mata dan aneurisma.2.      AneurismaAneurisma terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dinding pembuluh darah dalam waktu lama yang pada akhirnya menyebabkan pelebaran dinding pembuluh darah yang memang sudah melemah.Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di setiap pembuluh darah di dalam tubuh anda, tetapi biasanya paling sering terjadi pada pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar di dalam tubuh anda). KERUSAKAN PADA JANTUNGSelain pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Jantung merupakan organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada jantung anda.1.      Penyakit Jantung KoronerArteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, dan aritmia (gangguan irama jantung)2.      Pembesaran Jantung KiriTekanan darah tinggi menyebabkan jantung anda harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel (serambi) kiri. Pembesaran ventrikel kiri ini membuat jantung semakin sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tekanan darah terus tidak terkontrol maka dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan bahkan henti jantung.3.      Gagal JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka otot jantung akan melemah dan dapat terjadi penurunan fungsi jantung. Jadi, pada dasarnya jantung anda telah kelelahan bekerja dan mulai gagal berfungsi. Serangan jantung dapat memperberat keadaan ini.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 16 Sep 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 30 Sep 2017    08:00 WIB
Kaitan Depresi dengan Gagal Jantung
Sebuah studi terbaru mengatakan depresi dapat meningkatkan terjadinya gagal jantung.Para ahli melakukan penelitian terhadap 63.000 orang di Norwegia yang menjalani pemeriksaan fisik dan mental. Penelitian ini berlangsung selama 11 tahun dan sebanyak 1.500 partisipan ternyata mengidap gagal jantung. Kemudian dilakukan perbandingan tingkat depresi, orang-orang yang tidak memiliki gejala depresi atau mengalami depresi ringan hanya 5% yang mengalami gejala-gejala gagal jantung, sedangkan sebanyak 40% orang dengan tanda-tanda depresi sedang dan berat juga mengalami gagal jantung.Hasil studi ini telah dipresentasikan pada pertemuan ahli jantung di the European Society of Cardiology in Stavanger yang berlangsung di Norwegia. Gejala-gejala depresi dapat meningkatkan resiko terkena gagal jantung, dan semakin berat gejala depresi yang dialami, semakin tinggi resiko terkena gagal jantung. Hal ini dikarenakan orang-orang dengan depresi mempunyai gaya hidup yang tidak sehat sehingga semakin meningkatkan faktor resiko dari penyakit jantung seperi obesitas dan merokok. Pada orang dengan gagal jantung, jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Studi ini memang tidak dapat membuktikan bagaimana depresi dapat berkembang menjadi gagal jantung, mereka hanya membuktikan bahwa kedua kondisi ini saling terkait.   Depresi akan merangsang munculnya hormon stress. Jika Anda stress Anda akan merasakan nadi Anda meningkat, nafas semakin cepat dan akan mempercepat keluarnya hormon stress. Hormon stress ini akan menyebabkan munculnya inflamasi dan mempercepat terbentuknya plak di dinding pembuluh darah. Hal-hal tersebut dapat mempercepat timbulnya penyakit jantung. Ditambah lagi orang-orang dengan depresi akan lebih sulit mengikuti obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan Anda. Sebenarnya depresi dapat diobati dengan mudah jika ditangani sejak dini dan tidak memerlukan obat-obatan. Cukup berkonsultasi dengan dokter ahli saja. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai gagal jantung? Silahkan membaca di siniSumber: webmd
 23 Sep 2017    08:00 WIB
Cegah Serangan Jantung! Kenali Gejala-Gejala Berikut
Seperti halnya otak, jantung merupakan suatu organ yang sangat penting yang tanpanya seorang manusia tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, berbagai gangguan yang terjadi pada jantung seseorang tentu saja akan mengancam nyawa orang tersebut.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda gangguan jantung yang perlu Anda waspadai. Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Baca juga: Seorang Wanita Meninggal Akibat Alat Detektor Logam   NAFAS PENDEK Napas pendek-pendek atau sesak napas merupakan salah satu gejala dari gangguan jantung. Bila disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung, maka sesak napas atau napas pendek biasanya juga disertai oleh rasa berdebar-debar. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke daerah jantung yang dapat menyebabkan terjadinya kematian sejumlah sel otot jantung, yang akan memicu terjadinya serangan jantung.   NYERI DI DAERAH LEHER Tahukah Anda bahwa nyeri pada daerah leher juga dapat merupakan tanda dari sedang terjadinya serangan jantung? Selain nyeri di bagian dada, rasa nyeri juga dapat menjalar hingga ke lengan, punggung, leher, dan bahkan rahang. Oleh karena itu, pastikan Anda segera memeriksakan diri Anda bila Anda mengalami nyeri dada yang menjalar hingga ke beberapa bagian tubuh di dekatnya.   GANGGUAN SEKSUAL Sulit mencapai atau mempertahankan ereksi ternyata juga dapat merupakan salah satu tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda. Hal ini dapat terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung, yang membuat aliran darah dari jantung ke berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk penis pun terganggu, sehingga penderita sulit mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup lama.   NYERI DI DAERAH RAHANG Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serangan jantung atau adanya gangguan pada jantung juga dapat ditandai dengan adanya rasa nyeri yang menjalar dari dada hingga ke daerah rahang atau bahkan telinga. Penderita biasanya tidak dapat menunjukkan satu titik tempat asal nyeri karena nyeri bersifat menyebar atau menjalar.   RASA TIDAK NYAMAN DI DADA (NYERI DADA) Rasa tidak nyaman pada dada merupakan salah satu gejala tersering dari adanya gangguan pada jantung. Jika Anda mengalami sumbatan pada pembuluh darah jantung atau sedang mengalami serangan jantung, maka Anda mungkin akan merasa nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan atau tertusuk atau terbakar. Rasa tidak nyaman ini biasanya berlangsung selama beberapa menit. Rasa tidak nyaman dan nyeri dada ini dapat terjadi saat Anda sedang beristirahat atau saat Anda sedang beraktivitas.   Jika rasa nyeri atau tidak nyaman ini hanya berlangsung singkat atau bertambah bila Anda sentuh atau tekan, maka keluhan ini mungkin bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung Anda. Pada wanita, serangan jantung seringkali tidak menyebabkan terjadinya nyeri dada.   GANGGUAN PENCERNAAN Beberapa orang yang mengalami gangguan jantung juga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, dan nyeri perut. Gangguan pencernaan ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita.   NYERI MENJALAR KE LENGAN Gejala khas lainnya dari serangan jantung adalah rasa nyeri yang menjalar hingga ke tubuh bagian kiri. Rasa nyeri biasanya berawal dari dada dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan, bahu, punggung, leher, dan bahkan rahang.   PUSING Memang terdapat banyak hal yang dapat membuat Anda kehilangan keseimbangan atau merasa ingin pingsan selain dari gangguan jantung seperti berdiri terlalu cepat atau karena belum makan atau kurang minum. Akan tetapi, bila rasa pusing Anda juga disertai dengan rasa tidak nyaman pada dada atau sesak napas, segera hubungi dokter Anda. Rasa pusing dapat disebabkan oleh turunnya tekanan darah Anda karena jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah sebagaimana mestinya.     MUDAH LELAH Jika Anda tiba-tiba merasa sangat lelah saat Anda melakukan sesuatu hal yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka segera hubungi dokter Anda! Merasa sangat lelah atau badan terasa lemah tanpa penyebab yang jelas selama beberapa hari dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama pada wanita.   MENDENGKUR Mendengkur tentunya dapat dialami oleh siapa saja, akan tetapi dengkuran yang keras dan tidak biasanya (terdengar seperti orang yang sedang mengalami sesak napas atau tercekik) dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan tidur apnea. Henti napas sementara yang terjadi pada penderita gangguan tidur apnea membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi. Segera cari pertolongan medis untuk mengatasi gangguan tidur Anda ini!   KERINGAT DINGIN Mengalami keringat dingin tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama bila hal ini terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya.   BATUK YANG TIDAK DAPAT BERHENTI Pada sebagian besar kasus, batuk biasanya bukan merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung. Akan tetapi, bila Anda memiliki riwayat gangguan jantung atau Anda beresiko menderita gangguan jantung, batuk juga dapat merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung.   Jika batuk disertai dengan dahak berwarna putih atau merah muda, maka hal ini dapat merupakan pertanda dari gagal jantung. Batuk terjadi karena jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan darah tubuh sehingga ada darah yang masuk ke dalam paru-paru akibat dari pembesaran jantung kiri.   KAKI BENGKAK Pembengkakan pada daerah kaki dapat merupakan pertanda bahwa jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik (tidak cukup cepat) sehingga darah pun masuk kembali ke dalam pembuluh darah vena sehingga kaki Anda pun membengkak.   Selain itu, gagal jantung juga dapat membuat ginjal kesulitan mengeluarkan kelebihan air dan natrium dari dalam tubuh sehingga kaki Anda pun membengkak.   DENYUT JANTUNG TIDAK TERATUR Denyut jantung yang tidak teratur yang sering terjadi atau berlangsung selama lebih dari beberapa detik dapat merupakan tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda.   Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda memiliki lebih dari 2 gejala yang disebutkan di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: webmd
 08 Sep 2017    18:00 WIB
Tidak Sengaja Makan Benda Ini, Jantung Seorang Pria Robek!
Seorang pria Turki berada dalam kondisi kritis setelah mengkonsumsi sebuah roti yang ternyata mengandung pisau cukur.   Osman Sariboga, 36 tahun, membeli roti mematikan tersebut dari toko roti lokal di Kocaeli, Turki Barat. Ia mengkonsumsi roti tersebut bersama dengan sejumlah ayam. Beberapa saat setelah ia mengkonsumsi makanan tersebut, darah pun muncrat keluar dari dalam mulutnya.   Baca juga: Menelan Detergen, Seorang Anak Mengalami Luka Bakar Parah   Sang istri, Dilek Sariboga, 30 tahun, mengatakan bahwa suaminya batuk darah dan tampak kesulitan bernapas serta pingsan tidak lama kemudian. Ia pun segera menelepon ambulans dan memberitahu para petugas kesehatan yang tiba di rumahnya bahwa suaminya mungkin telah menelan tulang ayam. Ia sangat terkejut saat para dokter ternyata menemukan adanya sebuah pisau cukur di dalam tubuh suaminya.   Saat ini, Dilek Sariboga sedang menuntut toko roti tempat suaminya membeli roti, yang mengaku bahwa mereka tidak lagi menggunakan pisau cukur untuk memotong roti.   Para dokter memang berhasil mengeluarkan pisau cukur tersebut dari dalam tubuh Osman, akan tetapi pisau cukur tersebut telah menyebabkan kerusakan pada jantung pria tersebut. Mereka mengatakan bahwa Osman cukup beruntung karena pada saat kejadian sang istri sedang bersamanya, karena bila tidak, ia pasti sudah meninggal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: foxnews
 29 Sep 2016    18:00 WIB
Merasa Sangat Lelah? Hati-hati Dampaknya Pada Jantung Anda!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang secara keseluruhan tampak sehat tetapi selalu merasa kelelahan lebih beresiko untuk mengalami penyakit jantung. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kombinasi dari kelelahan berat dan mudah marah dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 36%. Pada zaman modern sekarang ini, banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stress dan bila stress ini tidak diatasi dalam waktu lama, maka stress ini pun dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis orang tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan fisik ternyata juga merupakan faktor resiko terjadinya gangguan jantung seperti halnya berbagai gangguan psikologis seperti gangguan depresi dan cemas. Kelelahan fisik ini bukan hanya suatu kelelahan berat. Keadaan ini terjadi saat stress yang telah berlangsung lama mulai mengganggu kemampuan seseorang untuk pulih dari rasa lelah. Bila seseorang mengalami hal ini, maka ia mungkin terus merasa sangat lelah dan tidak bertenaga bahkan saat ia telah tidur nyenyak dan cukup di malam hari, walaupun ia tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Dengan adanya rasa lelah yang berkepanjangan, maka orang tersebut sangat mudah marah atau tersinggung. Pada penelitian ini, para peneliti mencari tahu hubungan di antara kelelahan fisik dengan terjadinya gangguan jantung dengan menganalisa 11 data penelitian, yang meneliti lebih dari 60.000 orang yang tidak menderita gangguan jantung apapun yang diamati selama 6.5 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko terjadinya gangguan jantung yang lain, kelelahan fisik tetap saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada seseorang, hingga sepertiganya. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kesehatan jantung dengan 2 cara. Rasa stress dan lelah dapat mempengaruhi kadar hormon stress seperti adrenalin dan serotonin di dalam tubuh. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan terjadinya proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Selain itu, stress dan lelah juga dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang yang membuatnya melakukan berbagai hal seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol atau makanan tiddak sehat lainnya, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang tersebut. Untuk mengatasi kelelahan fisik ini, para ahli menganjurkan para penderita untuk berolahraga, mengkonsumsi diet sehat, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi rasa stress seperti yoga dan meditasi.  Baca juga: Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 21 Sep 2016    18:00 WIB
Bahaya Penggunaan Obat Tidur Pada Penderita Gagal Jantung
Sebuah penelitian baru menduga bahwa penggunaan obat tidur dapat sangat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung berat dan bahkan kematian pada penderita gagal jantung. Gangguan tidur merupakan efek samping tersering dari gagal jantung dan para penderita gagal jantung seringkali diberikan obat tidur saat dipulangkan dari rumah sakit untuk mengatasi gangguan tidur yang dialaminya ini. Pada penelitian ini, para peneliti di Jepang memeriksa rekam medis 111 penderita gagal jantung yang dirawat pada rumah sakit Tokyo dari tahun 2011-2013. Para peneliti kemudian mengamati 111 penderita ini hingga 180 hari setelah penderita keluar dari rumah sakit. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang mengkonsumsi obat tidur, seperti benzodiazepin memiliki resiko 8 kali lebih tinggi untuk kembali masuk rumah sakit karena mengalami gagal jantung kembali atau bahkan meninggal karena gangguan jantung dibandingkan dengan penderita yang tidak mengkonsumsi obat tidur. Walaupun pada penelitian ini para peneliti masih belum menemukan bukti adanya hubungan sebab akibat antara penggunaan obat tidur dan kejadian gagal jantung ulangan pada penderita, para peneliti menduga bahwa benzodiazepin yang digunakan mungkin mempengaruhi kerja jantung dan pernapasan penderita.Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat pada para penderita gagal jantung yang juga mengkonsumsi obat tidur untuk mengatasi gangguan tidurnya, terutama pada para penderita lanjut usia yang juga mengalami gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan fungsi paru. Baca juga: Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmaxhealth