Your browser does not support JavaScript!
 26 Dec 2016    08:00 WIB
Pentingnya Nutrisi Bagi Fungsi Otak Anda
Nutrisi dapat mempengaruhi berbagai hal dalam kehidupan anda. Diet sehat dapat memberikan anda energi yang cukup untuk mendukung kehidupan anda yang aktif, melindungi anda dari berbagai infeksi, dan membuat anda tampak lebih cantik. Selain itu, makanan sehat juga dapat memberikan dampak positif bagi pikiran anda dengan cara menutrisi sel-sel otak anda sehingga meningkatkan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan belajar, dan menganalisis) otak anda. Mencukupi kebutuhan nutrisi melalui makanan anda dapat membantu fungsi kognitif anda, sedangkan kekurangan nutrisi akibat diet tidak sehat dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak anda.Lemak dan ProteinMengkonsumsi cukup lemak dan protein dapat membantu menjaga fungsi kognitif anda. Protein merupakan sumber asam amino, termasuk tirosin dan triptofan yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi neurotransmiter yang diperlukan oleh otak untuk menjalankan fungsi kognitifnya. Lemak sehat seperti asam lemak omega 3 dan lemak tidak jenuh pada ikan dan kacang-kacangan juga dapat membantu fungsi kognitif anda. Rendahnya kadar lemak sehat di dalam tubuh anda dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan terjadinya berbagai gangguan saraf seperti depresi.VitaminBerbagai jenis vitamin B seperti vitamin B3, B6, dan B12 diperlukan oleh tubuh anda untuk mengubah triptofan menjadi neurotransmiter. Vitamin B12 juga berguna agar sel-sel otak anda tetap terlindungi oleh mielin, suatu zat lemak yang membantu komunikasi antar sel-sel saraf. Vitamin C dan E juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif anda seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Kedua vitamin ini dapat membantu mencegah terjadinya demensia (pikun), yang menyebabkan penurunan daya ingat dan perubahan kepribadian.MineralNatrium, kalium, dan kalsium merupakan berbagai jenis mineral yang diperlukan oleh sel-sel otak anda untuk memproduksi impuls saraf yang berfungsi untuk menghantarkan pesan di antara sel-sel saraf. Magnesium juga berperan dalam menjaga fungsi kognitif anda seperti halnya vitamin B12. Magnesium berfungsi untuk membantu menjaga lapisan mielin sel-sel saraf dan mengaktivasi enzim-enzim yang diperlukan oleh otak anda untuk menghasilkan energi. Konsumsilah diet sehat dan seimbang untuk menjaga fungsi kognitif anda.Sumber: healthyeating.sfgate
 06 Nov 2016    18:00 WIB
Efek Samping Menakutkan dari Kurang Tidur
Berdasarkan sebuah penelitian, pola tidur yang tidak teratur dan kurang tidur dapat mempengaruhi otak anda dan menebus waktu tidur anda yang kurang di akhir minggu pun tidak dapat membantu.Berdasarkan sebuah penelitian, kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Banyak orang menganggap bahwa tidur siang dan banyak tidur di akhir minggu dapat menebus waktu tidur anda yang kurang di sepanjang minggu, akan tetapi hal ini tidak dapat memperbaiki kembali kerusakan yang telah terjadi di dalam otak anda. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati otak tikus yang memiliki pola tidur dan waktu tidur yang sama dengan para pekerja 24 jam (waktu tidur tidak teratur tergantung pada jam kerja). Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidur pada waktu yang singkat (sebentar) dapat menyebabkan banyak kerusakan pada otak anda. Tikus yang diamati pada penelitian ini mengalami kerusakan otak hingga 25% pada bagian otak yang berfungsi untuk mengatur fungsi kognitif dan kewaspadaan anda.Para peneliti menduga bahwa saat tikus pada penelitian ini tidur secara tidak teratur, sel-sel otak baru yang terbentuk akan menghasilkan lebih banyak sirtuin 3. Sirtuin 3 merupakan sebuah protein yang diduga berfungsi untuk menghasilkan tenaga dan melindungi tikus tersebut. Akan tetapi, setelah tikus mengalami kurang tidur selama beberapa hari (seperti para pekerja yang memiliki jadwal kerja yang berbeda-beda setiap harinya), produksi protein ini pun akan berkurang dan sel-sel otak akan mulai mengalami kematian dalam waktu yang lebih cepat. Penelitian ini masih merupakan penelitian tahap awal, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia, yaitu pada orang-orang yang bekerja selama 24 jam sehingga memiliki waktu tidur yang berbeda-beda setiap harinya yang telah meninggal, untuk melihat ada tidaknya kerusakan otak yang sama.Sumber: womenshealthmag
 14 Oct 2014    14:00 WIB
Meningkatnya Kejadian Alzheimer
Kehilangan ingatan mengenai orang yang kita cintai merupakan salah satu hal yang menakutkan. Namun ternyata lebih dari 5 juta orang di Amerika Utara menderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Alzheimer bukanlah sebuah penyakit menular, melainkan merupakan suatu keadaan dimana terjadi kematian sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Ingatan yang mulai menurun di tahun-tahun awal penyakit perlahan akan berkembang menjadi masalah serius dan terjadi gangguan memori, bahasa dan penalaran abstrak sampai akhirnya akan terjadi keadaan dimana otak tidak mampu berfungsi. Meskipun telah dilakukan penelitian yang luas, baik bagaimana cara mengetahui penyebab dan obat yang digunakan untuk menangani penyakit Alzheimer tetap sulit untuk dipahami.  Para ahli berteori bahwa ada kombinasi yang rumit antara genetika, lingkungan, dan faktor gaya hidup menyebabkan terjadinya penurunan kognitif, meskipun mereka masih berusaha mencari tahu bagaimana hal itu terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.  Meskipun tidak ada jawaban pasti untuk menangani misteri Alzheimer, namun menurut Randolph Schiffer, MD , direktur Cleveland Clinic Lou Ruvo Pusat Kesehatan Otak tetap disarankan untuk melakukan pola hidup yang sehat, konsumsi makanan sehat, suplemen untuk memberikan tubuh yang sehat yang diharapkan berpengaruh pada kesehatan sel otak.  “Selain itu perlu menambahkan aktivitas fisik, mental dan interaksi sosial” kata Randolph Sumber: everydayhealth