Your browser does not support JavaScript!
 01 Nov 2019    08:00 WIB
Flu Babi, 8 Hal yang Perlu Diperhatikan
Flu babi (H1N1) merupakan salah satu varian virus flu yang beberapa tahun lalu sempat populer akibat wabahnya yang memakan korban jiwa. Akan tetapi, sebenarnya sebagian besar kasus flu babi biasanya hanya menimbulkan gejala ringan. Sekarang ini juga sudah tersedia vaksin untuk virus H1N1 ini. Kabar buruknya adalah penyakit ini juga dapat menyebabkan gejala yang serius dan dapat menular. Untuk mencegah Anda tertular virus yang satu ini, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.   Vaksin Flu Tidak Akan Mencegah Terjadinya Flu Babi Vaksin flu biasa tidak dapat melindungi Anda dari flu babi. Telah tersedia vaksin H1N1 sendiri untuk mencegah flu babi. Akan lebih baik bila Anda menerima kedua jenis vaksin flu ini (vaksin flu biasa dan flu babi) bila Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah, bayi, atau orang lanjut usia karena gejala flu dan flu babi biasanya akan lebih berat pada ketiga kelompok ini.   Menggunakan Masker Tidak Akan Mencegah Penularan Flu Babi Karena CDC tidak dapat memastikan apakah benar menggunakan masker atau respirator N95 dapat mencegah Anda tertular oleh virus H1N1, maka Anda tidak perlu menggunakan masker untuk mencegah penularan, kecuali bila Anda beresiko tinggi menderita flu atau sedang merawat seorang penderita atau orang yang beresiko tinggi karena harus berdekatan dengan penderita atau virus. Akan tetapi, CDC menganjurkan agar penderita menggunakan masker untuk mencegah penyebaran penyakit jika mereka harus berkontak dengan orang lain. Akan tetapi, jangan mengandalkan masker sebagai satu-satunya langkah perlindungan. Beberapa hal lain yang perlu dan dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan adalah: Sering cuci tangan Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut Jika Anda mengalami berbagai gejala seperti flu, jangan berkontak dengan orang lain hingga Anda bebas demam selama 24 jam Jagalah jarak antara Anda dengan penderita, setidaknya 2 meter Jika Anda tetap ingin menggunakan masker, pastikan Anda selalu mengganti masker Anda setelah digunakan.   Jangan Keluar Rumah Bila Anda Menderita Flu Babi Salah satu kunci utama untuk mencegah terjadinya penularan dan mewabahnya penyakit adalah dengan tidak membiarkan penderita pergi ke luar rumah hingga penderita bebas demam selama 24 jam tanpa mengkonsumsi obat penurun panas. Beberapa gejala flu babi adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung meler atau hidung mampet, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, fatigue (merasa amat sangat lelah), diare, dan muntah.   Jangan Lupa Membersihkan Benda-benda yang Disentuh Penderita Karena virus flu dapat menempel pada berbagai benda di sekitar Anda, maka pastikan Anda selalu membersihkan berbagai benda, terutama yang pernah disentuh oleh penderita, dengan disinfektan. Gantilah seprai dari kasur yang digunakan penderita dan segera cuci tangan Anda dengan sabun dan air atau hand sanitizer setelah mengganti seprai.   Baca juga: Flu Babi dan Kehamilan   Pastikan Anda Selalu Waspada Walaupun saat ini wabah flu babi sudah mereda, akan tetapi tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mencegah dan mengurangi infeksi, seperti: Tutup mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lengan Anda, jangan telapak tangan Anda Sering cuci tangan Anda dengan menggunakan sabun dan air bersih, terutama setelah batuk atau bersin Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Hindari kontak dekat dengan orang sakit Beristirahatlah di rumah bila Anda sakit hingga Anda bebas demam selama 24 jam tanpa mengkonsumsi obat penurun panas Karena droplet dari bersin dan batuk dapat mencapai 1 meter, maka dianjurkan agar Anda tidak berdekatan dengan penderita (jagalah jarak setidaknya 2 meter). Selain itu, jangan menggunakan tisu berulang kali, buanglah tisu setelah 1 kali penggunaan.   Jangan Panik Hal penting lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah jangan panik bila Anda atau orang terdekat mengalami berbagai gejala flu. Bila Anda merupakan kelompok orang beresiko tinggi terinfeksi oleh flu dan flu babi, ada baiknya bila Anda menerima vaksin. Orang-orang yang termasuk kelompok resiko tinggi adalah: Wanita hamil Orang yang tinggal atau merawat anak yang berusia kurang dari 6 bulan Petugas kesehatan Orang yang berusia antara 6 bulan dan 24 tahun Orang yang berusia antara 25-64 tahun yang menderita gangguan kesehatan kronis atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah   Segera Cari Pertolongan Medis Bila Mengalami Gejala Serius Dianjurkan agar Anda segera mencari pertolongan medis bila anak Anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Napas cepat atau kesulitan bernapas Kulit tampak kebiruan atau keabuan Tidak dapat mengkonsumsi cukup cairan Muntah persisten atau hebat Tidak dapat dibangunkan atau tidak memberi respon Anak sangat rewel dan tidak mau disentuh Baru saja sembuh dari gejala flu tetapi kembali mengalami demam dan batuk Dianjurkan agar Anda segera mencari pertolongan medis bila Anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Kesulitan bernapas atau sesak napas Nyeri dada atau perut atau dada terasa seperti tertekan Pusing mendadak Tampak kebingungan Muntah persisten atau hebat Baru saja sembuh dari gejala flu tetapi kembali mengalami demam dan batuk Selain berbagai gejala di atas, demam tinggi selama lebih dari 3 hari juga merupakan tanda bahaya lain yang membuat Anda atau anak Anda perlu segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.   Ajari Anak Anda Langkah-langkah Pencegahan Flu Babi Jika Anda merupakan orang tua, maka jangan lupa untuk mengajarkan anak Anda mengenai langkah-langkah pencegahan flu babi. Anak-anak perlu melakukan hal yang sama seperti orang dewasa agar tidak tertular, misalnya tidak keluar rumah saat sakit, menghindari orang sakit, menutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin, dan sering mencuci tangan. Untuk memastikan anak Anda mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik, ajari ia untuk mencuci tangan sambil bernyanyi lagu selamat ulang tahun sebanyak 2 kali. Selain itu, pastikan anak Anda memberi jarak setidaknya 2 meter dari orang yang sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 01 Dec 2014    10:00 WIB
Apakah Penggunaan Masker Wajah Dapat Mencegah Penularan Flu Babi?
  Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda sendiri atau bahkan pada berbagai tenaga medis mengenai apakah benar bahwa penggunaan masker wajah dapat membantu mencegah terjadinya penularan virus H1N1 atau virus penyebab flu babi? Berdasarkan berbagai penelitian, tidak ditemukan adanya bukti bahwa penggunaan masker wajah dapat membantu melindungi diri dari penularan virus H1N1 ini. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa anggota keluarga penderita dapat mengurangi resiko terkena flu babi hingga 60-80% dengan menggunakan masker wajah secara konsisten dan benar, tetapi bila dikombinasikan dengan sering mencuci tangan dan menghindari kontak dengan penderita. Beberapa orang yang perlu menggunakan masker wajah selama ada pandemik flu babi adalah: Orang yang harus berkontak dekat atau langsung dengan penderita, misalnya para petugas kesehatan dan anggota keluarga penderita Jika seseorang menderita flu Jika ada anggota keluarga yang menderita flu Bila flu babi telah menyebar ke daerah lingkungan tempat tinggal Anda, maka gunakanlah masker wajah bila berada di keramaian Di bawah ini terdapat beberapa cara penggunaan masker wajah yang baik dan benar, yaitu: Jangan bergantung sepenuhnya pada masker wajah, hindarilah keramaian dan kontak langsung dengan orang sakit Sering mencuci tangan, bahkan jika Anda telah menggunakan masker wajah Pastikan Anda menutup mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin Cucilah tangan sebelum menggunakan masker wajah Jangan menyentuh bagian luar dari masker wajah yang Anda gunakan, baik selama menggunakannya atau saat melepaskannya Gunakanlah masker wajah sekali pakai Cucilah tangan setelah melepaskan masker wajah Bila Anda ingin menggunakan masker daur ulang atau masker yang dapat digunakan kembali karena terbuat dari kain (tidak dianjurkan), pastikan Anda telah mencucinya dengan deterjen dan keringkan dengan benar     Sumber: webmd
 28 Nov 2014    11:00 WIB
Flu Babi dan Kehamilan
Saat hamil, sakit merupakan hal terakhir yang Anda inginkan, terutama menderita flu atau flu babi. Walaupun menderita flu babi tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, akan tetapi gejala mungkin dapat berlangsung lebih lama bila Anda sedang hamil dan lebih beresiko menyebabkan terjadinya pneumonia (radang paru akut). Berbagai perubahan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh Anda selama kehamilan membuat tubuh Anda semakin sulit melawan berbagai jenis infeksi, termasuk flu dan flu babi. Mengalami flu babi saat hamil dapat menyebabkan persalinan terjadi lebih cepat (prematur), dan walaupun sangat jarang mungkin dapat mengganggu kesehatan bayi Anda. Gejala flu babi biasanya hampir menyerupai dengan gejala flu lainnya seperti: Batuk Nyeri tenggorokan Demam Hidung meler atau mampet Nyeri kepala Menggigil Nyeri otot Muntah atau diare   Apakah Vaksin Flu Dapat Membantu? Salah satu cara untuk mencegah terinfeksi flu babi adalah dengan menerima vaksin flu. Menurut para ahli, vaksin flu cukup aman diberikan pada wanita hamil sepanjang masa kehamilan. Vaksin ini dapat membantu melindungi bayi Anda sebelum dan setelah dilahirkan nanti. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menerima vaksin yang disemprotkan langsung ke hidung (nasal spray).   Pencegahan Seperti halnya semua jenis virus flu lainnya, virus flu babi (pH1N1) ditularkan melalui udara atau permukaan benda yang terkontaminasi oleh batuk atau bersin penderita. Untuk melindungi diri Anda dan bayi Anda dari infeksi virus ini, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Cuci tangan Anda sesering mungkin Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda hingga Anda telah mencuci tangan Anda Hindari kontak langsung dengan penderita flu Pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh Anda dengan tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, mengkonsumsi banyak air putih, dan mengkonsumsi diet sehat Bayi baru lahir yang mengalami flu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat. Jika Anda sedang mengalami flu saat proses persalinan, maka dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengenakan masker selama proses persalinan berlangsung untuk mencegah penularan virus flu pada bayi Anda. Selain itu, dokter Anda juga akan menganjurkan Anda untuk menghindari kontak langsung dengan bayi Anda yang baru lahir, termasuk menyusui dan tidur dalam 1 kamar, hingga Anda telah mengkonsumsi obat anti virus selama 48 jam dan gejala Anda telah membaik. Selama menderita flu, Anda masih tetap dapat memberikan ASI pada bayi Anda, tetapi tidak secara langsung (ASI dipompa dan dimasukkan ke dalam botol). Jika Anda mengalami flu setelah bayi Anda lahir, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin harus berhenti menyusui hingga Anda telah memulai proses pengobatan. ASI mengandung berbagai jenis antibodi yang dapat membantu bayi Anda melawan infeksi virus. Anda tetap daapt menyusui selama mengkonsumsi obat anti virus. Lindungi bayi Anda agar tidak tertular dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Cucilah tangan Anda sebelum menyentuh bayi Anda Gunakan masker wajah saat menyusui Jangan batuk atau bersin pada siku tangan Anda karena siku tangan merupakan tempat Anda meletakkan kepala bayi Anda saat menyusui   Kapan Hubungi Dokter? Jika Anda menduga Anda menderita flu, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Bila Anda tinggal dengan seseorang yang sedang menderita flu, dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi obat anti virus hingga 2 minggu setelah proses persalinan berlangsung. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Sesak napas atau mengalami kesulitan bernapas Merasa pusing secara mendadak Mengalami nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan Mengalami muntah hebat atau terus-menerus Mengalami demam tinggi Merasakan gerakan bayi Anda berkurang atau bayi Anda sama sekali tidak bergerak   Sumber: webmd