Your browser does not support JavaScript!
 21 Sep 2019    11:00 WIB
8 Hal yang Sobat Tidak Ketahui Tentang Bersin
Musim demam dan flu mungkin sudah berlalu, tetapi bersih yang kebanyakan disebabkan oleh alergi mungkin tidak akan pernah berlalu. Kita semua pernah bersin dan beberapa orang mungkin bersin lebih keras dibanding yang lainnya. Bersin adalah suatu refleks yang tidak bisa kita cegah. Tetapi selain dari penyebab bersin, apalagi yang kita ketahui tentang bersin?   Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang bersin: 1.  Kecepatan bersin Anda lebih dari 100 mile/jamSebenarnya mitos ini terlalu berlebihan. Kecepatan bersin normal tenyata 30-35 mile/jam 2.  Saat bersin, kita bisa menyemprotkan kuman dengan jarak yang sangat jauhBeberapa jauh radius kuman berada saat seseorang bersin? Ada yang memperkirakan sejauh 5 kaki, tetapi ada pula yang mengatakan sejauh 30 kaki. 3.  Sinar matahari sering membuat orang bersinBukan hanya bulu, merica dan sumber alergi lainnya ternyata yang dapat menyebabkan bersin. Penyebab bersin lainnya yang sudah terbukti secara ilmiah adalah sinar., atau biasa disebut photic sneeze reflex. 4.  Bersin 2-3 kali adalah normalPartikel-partikel jahat yang menyebabkan bersin sering terperangkap di saluran nafas terutama di hidung dan saat bersin partikel tersebut tidak keluar seluruhnya. Terkadang diperlukan lebih dari satu kali bersin untuk mengusir iritan tersebut pergi. Inilah yang menyebabkan bersin berulang. 5.  Mata tertutup secara otomatisBersin saat menyetir memang sangat mengkhawatirkan, karena saat bersin mata pasti tertutup. Tidak ada hal lain yang bisa kita pakai untuk mencegah mata menutup saat bersin. Mata tertutup saat bersin sudah merupakan sistem refleks yang tidak disadari yang terjadi di otak. 6.  Jantung Anda tidak berhenti saat Anda bersinWalaupun ada mitos mengatakan jantung akan berhenti sesaat Anda bersin, tetapi mitos ini salah. Yang benar adalah sebelum bersin, jantung kita berdetak lebih pelan dari normal karena adanya stimulasi dari nervus vagus yang terjadi saat bersin. 7.  Lebih baik bersin daripada menahannyaTerkadang saat akan bersin, ada rasa menggelitik yang menandakan Anda akan bersin. Dan ada tipe rasa menyesakkan saat bersin sudah setengah keluar. Saat Anda berada di rumah ibadah atau didalam bioskop, terkadang Anda mencoba untuk menghentikan bersin yang akan terjadi. Sebaiknya Anda jangan melakukannya karena dapat menyebabkan cedera, misalnya pembuluh darah pecah, gendang telinga pecah atau permasalahan di diafragma, walaupun hal ini jarang terjadi. 8.  Kita dapat menenangkan keinginan untuk bersinJika sebelum Anda bersin, muncul rasa hidung yang tergelitik, ada beberapa trik untuk menenangkanya. Cobalah untuk menggosok hidung, menekan bibir atas Anda di bawah hidung atau memaksa untuk menarik nafas dalam-dalam. Sumber: huffingtonpost
 06 Sep 2019    08:00 WIB
Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Saat Anak Anda Flu?
Untuk Anda yang memiliki bayi, mungkin seringkali bayi Anda mengalami pilek atau flu. Pilek memang bukanlah suatu penyakit yang berbahaya. Namun Anda harus waspada apabila terjadi tanda-tanda di bawah ini, maka Anda harus mulai menghubungi dokter Anda: Apabila bayi Anda berusia di bawah 3 bulan. Anda harus menghubungi dokter apabila bayi Anda mengalami demam tinggi melebihi 100,4 derajat Fahrenheit (38 derajat Celsius)  yang diukur melalui dubur Apabila bayi Anda berusia di antara 3 sampai 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 101 derajat Fahrenheit (38,3 derajat Celsius) Apabila bayi Anda berusia diatas usia 6 bulan, maka Anda harus menghubungi dokter saat bayi Anda mengalami demam mencapai 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat C) Tidak peduli berapapun usia bayi Anda, hubungi dokter apabila Anda melihat salah satu dari gejala berikut:  Setiap demam yang berlangsung lebih dari dua hari.  Batuk yang memburuk, napas cepat (lebih dari 60 napas menit), mengi, atau terengah-engah. Gejala ini bisa menjadi tanda pneumonia atau respiratory syncytial virus (RSV), penyakit pernafasan yang relatif umum terjadi tetapi berpotensi serius pada bayi di bawah usia satu tahun. Menarik atau menggosok telinganya, menangis saat menyusui atau selama makan, atau menangis ketika sedang ditidurkan. Semua hal ini menunjukkan kemungkinan terjadinya  infeksi telinga.  Mata berair kemungkinan ini salah satu tanda terkena penyakit mata yang menular.  Anak terlalu rewel, kantuk yang tidak biasa, atau perubahan signifikan dalam pola makan atau tidur.   Sumber: babycenter
 12 Aug 2019    18:00 WIB
7 Cara Menghentikan Batuk Anak Tanpa Menggunakan Obat
Memang benar bahwa mendengar suara batuk anak Anda sangatlah menyiksa, akan tetapi minum obat batuk juga bukanlah pilihan yang tepat. Menurut the American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran tidak efektif bagi anak-anak yang masih berusia kurang dari 6 tahun. Obat-obatan tersebut bahkan dapat berbahaya. Menurut the National Institute of Health, dekstrometorfan (DMP), bahkan aktif di dalam berbagai jenis obat batuk dapat menyebabkan terajdinya berbagai efek samping serius atau bahkan kematian pada anak-anak kecil.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Untungnya, di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk mengatasi batuk anak Anda secara alami.   Satu Sendok Makan Madu Menurut para peneliti di the University of North Carolina, mengkonsumsi sedikit madu sebelum tidur dapat membantu mengurangi insiden batuk di malam hari dan tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak memberikan madu pada anak Anda bila ia masih berusia kurang dari 1 tahun karena resiko terjadinya botulisme.   Humidifier Udara kering dapat membuat saluran udara Anda menjadi kering, yang akan membuat gejala batuk dan flu semakin memburuk.   Oleskan Balsem ke Dada Bila anak Anda telah berusia lebih dari 2 tahun, maka mengoleskan balsem ke dadanya dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan rasa sesak di dada, akan tetapi jangan oleskan balsem tepat di bawah hidungnya.   Jus Buah dan Cairan Lainnya Menjaga agar kebutuhan cairan anak Anda tetap terpenuhi merupakan hal yang sangat penting saat melawan flu dan batuk. Mengkonsumsi cukup cairan dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan mengencerkan dahak. Pilihlah air putih dan jus buah tetapi hindari minuman berkafein.   Sup Panas Menurut sebuah penelitian, sup ayam merupakan makanan terbaik bila Anda sedang menderita flu. Hal ini dikarenakan kaldu ayam dapat membantu melawan radang yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan membantu meredakan gejala flu.   Obat Tetes Hidung Obat tetes hidung dapat membantu mengencerkan lendir dan melembabkan hidung. Bagi para bayi, Anda dapat meneteskan beberapa tetes obat pada kedua lubang hidung, kemudian hisap lendir dengan menggunakan suntikkan. Pada anak yang lebih tua, Anda dapat menggunakan obat semprot hidung.   Bantal Membuat posisi kepala anak Anda lebih tinggi daripada tubuhnya dapat membantu membuka saluran napas yang tersumbat akibat flu. Jadi, tambahkanlah sebuah bantal lagi pada tempat tidur anak Anda. Bila anak Anda masih bayi, letakkanlah bantal di bawah kasurnya (untuk mencegah bayi sesak napas karena bantal).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: safebee
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 27 Nov 2018    11:00 WIB
Cara Membedakan Gejala Flu Dan Kehamilan
Bagi seorang wanita yang belum pernah hamil dan tidak menyangka akan hamil, maka gejala kehamilan pertama yang dialaminya mungkin menyerupai dengan gejala flu. Flu merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu atau lebih. Infeksi flu ini dapat mempengaruhi semua sistem di dalam tubuh Anda, sedangkan kehamilan biasanya hanya akan mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem saluran kemih Anda. Infeksi flu terjadi saat Anda berkontak dengan seseorang yang sedang menderita flu. Flu merupakan penyakit yang sangat mudah menular, yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.Morning sickness atau tingginya rasa mual dan muntah merupakan gejala utama kehamilan. Disebut morning sickness karena rasa mual biasanya paling parah dirasakan di pagi hari. Rasa mual ini biasanya akan berkurang setelah trimester pertama kehamilan berlalu atau dapat pula berlangsung di sepanjang kehamilan.Rasa mual ini diakibatkan oleh penurunan kadar gula darah dan peningkatan kadar hormon yang berada di dalam darah. Rasa mual terasa paling parah di pagi hari dikarenakan Anda tidak mengkonsumsi makanan apapun selama tidur yang membuat kadar gula darah Anda menurun.Perbedaan GejalaGejala flu terdiri dari demam ringan, batuk, menggigil, badan terasa lemah, nyeri otot, dan nyeri sendi yang terjadi secara mendadak. Selain itu, penderita juga mungkin mengalami nyeri kepala. Sedangkan wanita hamil biasanya lebih sering merasa pusing. Rasa pusing ini terutama dirasakan bila Anda bangun dari posisi tidur ke posisi duduk atau saat bekerja atau setelah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Bila seorang wanita hamil tidak memperoleh cukup kalori, maka hal ini dapat membuatnya merasa lemas.Penderita flu juga mengalami penurunan nafsu makan akibat perubahan indra pengecap, yang kadangkala menyebabkan penurunan berat badan. Pada kehamilan, wanita mungkin akan mengalami penurunan nafsu makan pada trimester pertama kehamilan akibat rasa mual yang dirasakan, akan tetapi setelah rasa mual berkurang, maka Anda akan merasakan adanya peningkatan nafsu makan serta berat badan. Hal ini dikarenakan wanita hamil memerlukan banyak energi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi Anda.Gejala flu biasanya hanya akan berlangsung dalam waktu singkat dan akan sembuh dengan sendirinya, sedangkan gejala kehamilan dapat berlangsung dalam waktu lama. Bila infeksi flu juga mengenai sistem pencernaan, maka Anda juga dapat mengalami diare, nyeri perut, kram perut, nyeri perut bagian bawah, demam, mual hebat, dan muntah. Akibatnya penderita dapat menunjukkan tAnda-tAnda dehidrasi dan merasa sangat lelah. Rasa mual akibat kehamilan dapat berlangsung selama 3-4 bulan, yaitu pada 3-4 bulan pertama kehamilan, terutama di pagi hari, berkurang pada waktu siang dan malam hari, serta biasanya tidak reda dengan pemberian obat anti mual. Para wanita hamil biasanya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bau-bauan apapun dan hal dapat membuatnya merasa lebih mual. Selain rasa mual, wanita hamil juga dapat mengalami beberapa gejala lainnya seperti payudara menjadi lebih kencang, perut kembung, ngidam, dan dada terasa seperti terbakar yang terjadi secara berulang-ulang.Gejala flu dapat terjadi pada siapa saja, pria mupun wanita, pada umur berapa pun; sedangkan gejala kehamilan hanya dapat terjadi pada wanita, yang berusia antara 14-50 tahun. Baca juga: Tips Mencegah Flu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: differencebetween
 25 Nov 2017    08:00 WIB
Menderita Flu dan Batuk? Jangan Lakukan Hal Berikut Ini!
Beberapa kebiasaan di bawah ini dapat membuat flu dan batuk Anda semakin memburuk. Oleh karena itu, pastikan Anda mulai menghentikan berbagai kebiasaan buruk berikut ini saat Anda mulai mengalami berbagai gejala flu dan batuk.   1. Merokok Merokok dan menjadi seorang perokok pasif dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran pernapasan dan membuat gejala flu atau batuk yang Anda alami semakin memburuk. Oleh karena itu, pastikan Anda menghentikan kebiasaan merokok Anda selama sakit, atau bahkan selamanya.   2. Stress Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa stress akan membuat Anda lebih mudah terkena infeksi berbagai jenis virus flu dan memperburuk gejala flu dan batuk saat Anda sakit. Selain itu, stress juga dapat mengganggu tidur Anda.   3. Tidak Membersihkan Tangan Dengan Sabun Bila memungkinkan cucilah tangan Anda dengan sabun daripada menggunakan hand sanitizers karena sabun dapat membunuh kuman dengan lebih baik.   4. Terlalu Bergantung Pada Obat-obatan Jika obat dekongestan yang disemprotkan langsung ke hidung digunakan lebih dari beberapa hari, maka obat ini pun akan kehilangan efeknya dan justru membuat hidung Anda menjadi lebih mampet. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut.   5. Mengkonsumsi Minuman Berkafein Walaupun akan terasa sangat menggoda untuk mengkonsumsi kopi saat Anda merasa lelah atau mengantuk, akan tetapi pastikan Anda menghindari minuman berkafein tersebut karena dapat membuat Anda mengalami dehidrasi, termasuk minuman beralkohol.   6. Makan Tidak Teratur dan Kurang Minum Saat sakit, nafsu makan Anda mungkin akan ikut terpengaruh, di mana Anda menjadi tidak nafsu makan dan malas minum. Akan tetapi, saat sakit justru merupakan saat-saat di mana tubuh Anda membutuhkan cairan lebih banyak, terutama bila Anda juga mengalami demam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 23 Nov 2017    12:30 WIB
6 Hal yang Akan Membuat Flu Anda Semakin Menjadi Parah
Semua orang pasti pernah mengalaminya, flu yang sangat berat hingga membuat kesulitan bernapas, hidung meler lalu tersumbat, nyeri sendi, dan batuk. Akan tetapi, bila flu Anda tidak juga sembuh setelah berminggu-minggu, maka hal ini mungkin dikarenakan Anda sendirilah yang menyebabkan kekebalan tubuh Anda tidak dapat bekerja dengan baik. di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang akan membuat flu berat Anda menjadi semakin berat.   Mengabaikan Gejala Anda Pada awalnya gejala mungkin tidak terlalu berat, akan tetapi bila Anda mengabaikannya dan tidak beristirahat dengan cukup, maka Anda pun akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Selain itu, Anda sangat mudah menularkan virus flu Anda pada orang lain saat gejala baru saja mulai bermunculan. Oleh karena itu, pastikan Anda beristirahat dengan cukup sehingga Anda pun bisa lebih cepat sembuh.   Kurang Minum Air Putih Saat Anda menderita flu, menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda tidak suka minum air putih, Anda dapat mengkonsumsih teh yang tidak mengandung kafein untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan dan mengatasi hidung tersumbat. Air panas dengan lemon juga dapat menjadi pilihan lainnya. Jika nafsu makan Anda berkurang karena sakit flu, cobalah mengkonsumsi sup kaldu atau sup ayam untuk membantu mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi yang Anda perlukan. Pastikan juga Anda tidak mengkonsumsi kopi di pagi hari karena akan membuat Anda mengalami dehidrasi.   Kurang Tidur Saat menderita flu, salah satu obat yang paling efektif adalah banyak beristirahat. Tidur dapat membantu tubuh Anda melawan infeksi, jadi saat Anda kurang tidur, maka kemampuan tubuh Anda untuk melawan berbagai infeksi juga akan menurun. Jika Anda hanya tidur selama 5-6 jam setiap harinya, ada baiknya bila Anda menambahkan waktu tidur Anda selama beberapa jam. Dianjurkan untuk tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila Anda sulit tidur karena hidung tersumbat, maka posisikanlah kepala Anda menjadi lebih tinggi, misalnya dengan menggunakan 2 bantal. Mengkonsumsi teh chamomile dengan madu juga dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan dan membuat Anda tidur lebih nyenyak.   Tetap Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Banyak orang mengira karena alkohol dapat membunuh kuman, maka minum alkohol saat sakit dapat membantu membunuh kuman. Akan tetapi, ini merupakan anggapan yang salah. Untuk memperoleh efek ini (membunuh kuman), kadar alkohol di dalam tubuh Anda harus mencapai lebih dari 60%, yang akan membunuh Anda juga. Pada kenyataannya, minum alkohol justru dapat menurunkan daya tahan tubuh Anda saat Anda sedang sakit. Hal ini dikarenakan tubuh Anda menganggap alkohol sebagai racun sehingga alkohol akan dimetabolisme pertama kali dan tubuh hanya dapat memetabolisme sekitar 30 ml alkohol setiap jamnya. Jadi saat Anda mengkonsumsi alkohol, tubuh Anda harus melawan infeksi dan memetabolisme alkohol pada waktu yang sama, yang akan membuat proses penyembuhan Anda berjalan lebih lambat. Oleh karena itu, hindarilah minuman beralkohol saat Anda sedang sakit.   Tetap Berolahraga Saat Anda sedang menderita flu berat, berolahraga terlalu banyak justru dapat membuat gejala Anda semakin memburuk. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mengurangi olahraga Anda sebanyak 50% atau berhentilah berolahraga selama beberapa hari. Berolahraga juga tidak akan membuat demam Anda menurun atau mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan. Jika Anda tidak bisa tidak berolahraga walaupun hanya 2-3 hari, maka Anda dapat berjalan kaki selama 20 menit. Hal ini dapat membantu mengatasi hidung Anda yang tersumbat. Selain berjalan kaki, yoga juga sangat dianjurkan karena beberapa pose yoga cukup bermanfaat bila Anda sedang sakit.   Baca juga: 8 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Anda Konsumsi Saat Flu   Terlalu Sering Menggunakan Obat Semprot Hidung Saat obat flu dan batuk yang Anda konsumsi tampaknya tidak efektif, maka Anda mungkin akan beralih pada obat semprot hidung untuk mengatasi hidung tersumbat. Akan tetapi, bila Anda menggunakannya secara berlebihan, maka obat ini justru akan memperburuk gejala Anda. Dan karena flu disebabkan oleh infeksi virus, maka penggunaan antibiotik tidak dapat membantu mengatasi gejala Anda.   Lalu Apa Cara Terbaik Untuk Mengatasi Flu dan Batuk? Cara terbaik adalah mencegah Anda terinfeksi sejak awal. Mencuci tangan selama 20 detik dengan menggunakan sabun antibakteri merupakan salah satu cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari flu. Selain itu, jauhilah teman atau anggota keluarga Anda yang sedang menderita flu. Mengkonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, jangan lupa untuk menambahkan ikan, telur, yogurt, dan daging tanpa lemak pada menu makanan Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 17 Apr 2017    12:00 WIB
Apakah Flu Dapat Sebabkan Robeknya Pembuluh Darah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa menderita flu dapat meningkatkan resiko terjadinya robekan pada pembuluh darah penting (arteri) di dalam tubuh, yaitu pembuluh darah aorta. Pembuluh darah aorta adalah pembuluh darah arteri utama yang membawa darah dari dalam jantung ke seluruh tubuh. Robeknya pembuluh darah aorta atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan diseksi aorta akut merupakan suatu keadaan yang dapat membahayakan jiwa bila tidak segera diatasi dengan benar. Para peneliti menemukan bahwa gangguan kesehatan ini lebih banyak terjadi pada saat musim flu. Oleh karena itu, para peneliti pun menganjurkan agar orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita diseksi aorta untuk menerima vaksin flu. Kebocoran aorta ini seringkali disebabkan oleh robeknya dinding dalam aorta. Gejala paling sering dari terjadinya diseksi aorta adalah nyeri dada hebat dan mendadak atau nyeri hebat dan mendadak di punggung belakang. Pada tahun 2009, kasus robeknya pembuluh darah aorta ini telah menyebabkan kematian lebih dari 17.000 orang di Amerika. Walaupun demikian, para ahli masih tidak mengetahui mengapa gangguan ini terjadi. Para ahli mengatakan bahwa tekanan darah tinggi dan faktor genetik merupakan 2 faktor resiko terjadinya diseksi aorta akut. Para peneliti pun mulai berpikir apakah peningkatan kasus diseksi aorta pada saat cuaca dingin (musim dingin) berhubungan dengan dimulainya musim flu. Para peneliti pun memutuskan untuk membandingkan data CDC mengenai flu dengan berapa kasus diseksi aorta yang terjadi di antara tahun 2001-2013. Para peneliti pun menemukan bahwa ada sekitar 869 orang pasien yang mengalami diseksi aorta selama periode tersebut dan kejadian paling banyak terjadi di antara bulan November-Maret, di mana rata-rata terdapat 3 orang pasien per bulannya. Pada bulan lainnya di sepanjang tahun para peneliti menemukan bahwa hanya ada sekitar 2 orang pasien per bulannya. Para peneliti juga menemukan bahwa terjadinya flu pun 2 kali lipat lebih banyak di bulan yang sama. Walaupun peneliti masih tidak dapat memberitahukan secara pasti mengapa flu dapat meningkatkan resiko terjadinya diseksi aorta. Para peneliti menduga hal ini dikarenakan flu meningkatkan proses inflamasi (peradangan) di dalam tubuh, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diseksi aorta pada orang-orang yang memang lebih rentan terhadap gangguan ini. Akan tetapi pada penelitian ini, para peneliti berhasil menemukan bahwa memang ada suatu hubungan antara terjadinya diseksi aorta dan flu.     Sumber: webmd
 12 Dec 2014    09:00 WIB
8 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Anda Konsumsi Saat Flu
1.      Es Loli Es loli atau es krim dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, atau tenggorokan kering. Selain itu, es krim juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan Anda untuk melawan flu. Memperoleh cukup cairan juga dapat mengencerkan lendir atau dahak dan mengurangi hidung tersumbat. Pastikan Anda memilih es krim yang terbuat dari jus buah (100%) sehingga juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting Anda, dan bukan hanya gula dan air.  2.      Roti Isi Ayam Ayam atau ayam kalkun merupakan makanan yang mengandung banyak protein dan penuh dengan berbagai nutrisi penting. Walaupun roti isi (sandwich) bukanlah pilihan makanan yang Anda inginkan saat flu, akan tetapi makanan ini dapat membantu Anda kembali bertenaga untuk melawan flu.  3.      Jus Sayuran Mengkonsumsi salad atau berbagai jenis sayuran lainnya mungkin merupakan hal terakhir yang Anda inginkan saat flu. Pilihlah jus sayuran rendah natrium sebagai pengganti sayuran. Hal ini dikarenakan jus sayuran mengandung berbagai antioksidan yang dapat meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda tetap terhidrasi.  4.      Sup Ayam Selain mengandung berbagai nutrisi penting dan air yang Anda butuhkan, sup ayam juga telah terbukti secara alamiah mampu mempercepat penyembuhan dan memiliki efek anti radang ringan. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sup ayam panas dapat membantu memperbaiki silia (rambut-rambut halus) di saluran napas, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan virus.  5.      Bawang Putih Bawang putih memiliki efek anti mikroba dan juga dapat membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh serta dapat membantu mengurangi hidung tersumbat.  6.      Jahe Jahe merupakan salah satu cara alami untuk meredakan nyeri perut dan mual. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa jahe juga dapat membantu mengatasi radang.  7.      Teh Panas Teh hijau, teh oolong, dan teh hitam dapat membantu melawan berbagai jenis infeksi karena mengandung berbagai antioksidan penting. Selain itu, menghirup uap panas yang dihasilkan dari teh panas juga dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Anda juga dapat menambahkan sesendok makan madu atau sari buah lemon untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan.  8.      Pisang Pisang merupakan makanan yang mudah dicerna dan merupakan makanan pilihan saat Anda merasa mengalami mual, muntah, dan diare; yang sering terjadi pada anak-anak yang menderita flu.     Sumber: webmd