Your browser does not support JavaScript!
 08 Aug 2020    17:00 WIB
Berhubungan Seks Saat Tidur, Mungkinkah?
Berdasarkan sebuah penelitian di Kanada, sekitar 11% pria berhubungan seks atau setidaknya mencoba untuk berhubungan seks saat mereka sedang tertidur. Para peneliti di Kanada menemukan bahwa beberapa orang pria dapat melakukan hubungan seks, bahkan seks oral saat ia sedang tidur. Para pria ini biasanya baru menyadari apa yang dilakukannya saat mereka terbangun di tengah-tengah "aksinya" atau saat istri mereka memberitahu mereka di keesokkan harinya. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Para ahli menduga keadaan ini mungkin sama seperti berjalan saat tidur. Berjalan saat tidur (sleepwalking) terjadi karena adanya kesalahan fungsi saraf di dalam otak, yang menyebabkan bagian otak tertentu "terbangun" sedangkan sisanya masih "tertidur". Kesalahan ini biasanya mengenai bagian otak yang mengendalikan fungsi dasar manusia. Yang dimaksud dengan fungsi dasar ini adalah berbagai gerakan sederhana yang dilakukan manusia untuk bertahan hidup seperti posisi pertahanan diri, mengunyah, berhubungan seks, dan gerakan panggul.Keadaan ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, baik pria dan wanita, di mana sekitar 4% wanita pernah mengalami hal ini (berhubungan seks saat tidur). Untuk membuktikan bahwa seseorang benar-benar sedang tertidur saat berhubungan seks, maka para peneliti pun memasang kabel pada kepala seorang wanita dan menghubungkannya ke alat EEG untuk melihat bagaimana aktivitas otaknya. Hasilnya adalah bahwa wanita tersebut benar-benar sedang tertidur saat ia mencapai orgasme.Keadaan ini dapat terjadi saat Anda secara tidak sengaja bersentuhan dengan pasangan Anda saat tidur. Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya seksomnia (berhubungan seks saat tidur) ini adalah sedang stress, sangat lelah, memiliki kualitas tidur yang buruk, atau akibat mengkonsumsi obat-obatan tertentu (obat penenang). Para peneliti mengatakan bahwa seksomnia ini tidak terjadi karena seseorang sedang melakukan hal "nakal" di dalam mimpinya atau karena orang tersebut tidak menyukai kehidupan seksualnya saat ia sedang terbangun. Hal ini terjadi akibat adanya kesalahan interpretasi di dalam otak. Walaupun hal ini biasanya tidak berbahaya bila Anda telah menikah dan malah mungkin menyenangkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa karena Anda tidak menyadari apa yang sedang Anda lakukan, maka Anda pun tidak dapat mengendalikan diri Anda, jadi Anda mungkin melakukan hubungan seks yang tidak biasanya atau agresif atau bahkan tidak pantas. Jika keadaan ini mengganggu hubungan Anda dan pasangan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menhealth
 16 Apr 2017    15:00 WIB
Ingin Tahu Bagaimana Hebatnya Si Dia Saat Bercinta? Perhatikan Tips Berikut Ini!
Mengetahui bagaimana kemampuan seorang wanita saat berhubungan seks tidaklah selalu berdasarkan pada bagaimana penampilan dan sifatnya. Beberapa wanita yang tampaknya penurut dan lemah lembut mungkin justru sangat hebat saat bercinta dan seorang wanita yang tampak "liar" mungkin justru lebih penurut saat bercinta, begitu pula sebaliknya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menandakan bahwa si dia mungkin pandai bercinta.   Tahu Apa yang Ia Inginkan Berhati-hatilah pada wanita yang tidak tahu apa yang diinginkannya karena mereka mungkin juga bersikap pasif saat berhubungan seks. Seorang wanita yang tahu dan mengatakan apa yang diinginkannya, bahkan bila ia mengajukan pertanyaan yang membosankan pada Anda, cenderung merupakan wanita yang aktif saat berhubungan seks.   Perhatikan Bagaimana Cara Makannya Ingin tahu bagaimana seorang wanita saat bercinta? Perhatikanlah bagaimana cara ia makan. Perhatikanlah bagaimana cara ia menggunakan alat makannya, apakah ia menikmati apa yang dimakannya, apakah ia pemilih atau justru menyukai semua jenis makanan, apakah ia sensual. Jika seseorang makan dengan lambat, maka hal ini mungkin menunjukkan bahwa ia lebih menyukai seks yang lama.   Apa Rasa Es Krim yang Dipilihnya Anda dapat menemukan pasangan yang tepat bagi Anda dengan memperhatikan apa rasa es krim yang dipilihnya. Sebuah penelitian yang mengamati 720 orang, yang berusia antara 24-59 tahun, menemukan bahwa wanita yang memilih es krim rasa kopi cenderung merupakan seorang wanita yang dramatik, seduktif, penggoda, dan paling romantis bila dibandingkan dengan wanita yang memilih es krim strawberry. Wanita yang memilih es krim vanilla paling cocok dengan pria rock karena ia sangat ekspresif. Sedangkan wanita yang menyukai es krim rasa coklat mint cocok dengan pria yang juga menyukai es krim dengan rasa coklat mint.   Bagaimana Caranya Berbicara Jika si dia memiliki gaya dan kecepatan berbicara yang sama dengan Anda, maka kemungkinan besar gayanya saat berhubungan seks juga sama dengan Anda. Akan tetapi, bila salah satu pihak membicarakan suatu topik dan yang lainnya justru membicarakan hal yang lain, maka hal ini berarti bahwa mereka mungkin tidak terlalu cocok, termasuk saat berhubungan seks.   Bagaimana Caranya Mencium Anda Bagaimana caranya ia mencium Anda juga mencerminkan bagaimana ia saat berhubungan seks. Berciuman bukan hanya menggunakan bibir, tetapi seluruh tubuh Anda. Jika ia mencium Anda sambil menggerakkan tangannya pada tubuh Anda dan ingin lebih berdekatan dengan Anda, maka hal ini menandakan bahwa ia akan menjadi seorang wanita yang hebat saat berhubungan seks.   Baca juga : Buat malam pertama Anda menjadi yang tak pernah terlupakan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth
 23 Sep 2014    16:00 WIB
Penelitian Menemukan Bahwa Pembaca Novel “Fifty Shades of Grey” Menunjukkan Perilaku Menyimpang
Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa perempuan muda yang membaca seri populer "Fifty Shades of Grey" berperilaku yang tidak baik dibanding mereka yang tidak membaca novel tersebut.  Sebuah penelitian yang di publikasikan oleh Journal of Women’s Health, yang telah meneliti sekitar 655 partisipan wanita ditemukan bahwa mereka yang membaca novel pertama tersebut cenderung memiliki pasangan yang lebih sering berteriak atau memaki mereka.  Wanita yang telah membaca novel yang ketiga dilaporkan ditemukan sekitar 65 persen terlibat dalam pesta minuman keras dan 63 persen melakukan hubungan seks dengan lima partner yang berbeda dibandingkan bukan pembaca novel tersebut.  Namun penelitian ini tidak dapat membedakan apakah perubahan perilaku para perempuan ini sebelum atau sesudah membaca buku-buku tersebut, sehingga temuan ini mengganggu mereka.  “Apabila seorang perempuan mempunyai perilaku yang merugikan kesehatan misalnya pola makan, setelah membaca "Fifty Shades of Grey" akan menegaskan kembali pengalaman-pengalaman yang buruk dan berpotensi memperburuk trauma” kata Amy Bonomi, pimpinan peneliti ini dan seorang Profesor Departemen Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Keluarga di Michigan State University kepada MSUToday . "Demikian juga, bila mereka yang sebelumnya memiliki masalah perilaku kesehatan kemudian  membaca "Fifty Shades of Grey"  maka kemungkinan buku-buku tersebut akan semakin memperburuk masalah kelainan perilaku tersebut” Akan dibuat film layar lebar yang diadaptasi dari novel "Fifty Shades of Grey" pada bulan Februari 2015 dan sudah lebih dari 100 juta kopi novel tersebut terjual di seluruh dunia, Bonomi menyoroti pentingnya pengarahan bahwa ini hanyalah sesuatu hal yang fiksi yang harus ditanggapi dengan kritis. Penelitian dilakukan pada perempuan berusia 18 sampai 24 tahun Sumber: foxnews