Your browser does not support JavaScript!
 09 Jul 2020    11:00 WIB
Bagaimana Cara Menjaga Hati Yang Sehat ?
Sobat kalau bicara masalah hati, pastilah ini merupakan hal yang penting. Namun hati di sini bukanlah hati yang berhubungan dengan perasaan kita. Tetapi adalah organ tubuh kita yang disebut juga sebagai liver.  Supaya tidak ada masalah dengan hati kita, artikel kali ini membahas mengenai makanan yang baik dan buruk terhadap hati kita. Makanlah oatmeal atau havermut Makanan ini sekalipun namanya sepertinya asing, namun salah satu makanan yang cukup populer. Oatmeal kaya akan kandungan seratnya sehingga menurut penelitian membantu kita mengurangi berat badan dan lemak perut sehingga menjauhkan kita dari penyakit liver. Jauhkan makanan berlemak Makanan junk food dan juga makanan yang tinggi kandungan lemak jenuhnya sangat buruk bagi kesehatan liver kita. Sebab makanan demikian membuat hati kita bekerja lebih keras sehingga dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan peradangan hati atau sirosis. Brokoli Tentu sayuran penting untuk diet yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan makanan renyah ini dapat membantu melindungi dari penyakit hati berlemak (fatty liver). Cara memasak yang terbaik dengan dikukus atau dipanggang. Kopi Studi menunjukkan bahwa minum dua hingga tiga cangkir sehari dapat melindungi hati kita dari kerusakan yang disebabkan oleh terlalu banyak alkohol atau diet yang tidak sehat. Beberapa penelitian menunjukkan itu dapat menurunkan risiko kanker hati. Jangan terlalu banyak konsumsi gula Saslah satu tugas hati kita adalah mengubah gula menjadi lemak. Jadi sobat bisa banyangkan kalau kita berlebihan mengkonsumsi gula akibatnya akan terlalu banyak lemak yang dihasilkan. Sehingga jika terus berlebihan makan manis-manis dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan penyakit fatty liver. Teh hijau Tanaman satu ini enuh dengan jenis antioksidan yang disebut katekin. Penelitian menunjukkan itu dapat melindungi terhadap beberapa bentuk kanker, termasuk kanker hati. Kita akan mendapatkan lebih banyak catechin jika menyeduh teh sendiri dan meminumnya panas. Namun kandungnya akan berkurang kapankala kita meminumnya dingin atau meminum minum teh hijau yang siap saji. Air putih Yang satu ini kita tentu sudah tahu tapi terkadang berat dilakukan. Untuk menjaga hati yang sehat juga berkaitan dengan berat badan kita. Air putih membantu kita menjaga berat badan yang sehat.  Jadi kalau sobat habis berolahraga lebih baik minum air putih jangan minum minuman yang manis. Baca juga : Diet Bagi Penderita Perlemakkan Hati (Fatty Liver)   Sumber : www.webmd.com
 01 Jan 2019    08:00 WIB
Pengobatan Penyakit Batu Empedu
Bagaimana Cara Mendiagnosis Batu Empedu? Metode berikut ini digunakan oleh dokter, untuk mendiagnosis batu-batu empedu: USG - memvisualisasikan batu empedu, lokasi, dan jumlahnya. CT scan atau MRI digunakan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain nyeri perut, dan dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit batu empedu yang rumit. Tes darah menentukan infeksi, obstruksi, pankreatitis, dan ikterus Endoskopi ultrasound (EUS) - menggunakan endoskopi yang dimasukkan ke dalam lambung dan duodenum (bagian pertama dari usus), alat ini dapat menemukan batu-batu di saluran empedu. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) dapat digunakan untuk mengangkat batu di ductus biliaris. Perawatan apa yang bisa dilakukan? Perawatan batu empedu tergantung pada apa yang kita alami. Jika kita mengalami asimtomatik (yaitu suatu penyakit ketika pasien tidak menyadari gejala apapun). Dan batu empedu kita terdeteksi melalui USG, biasanya kita tidak memerlukan tindakan operasi apa pun. Namun, pengangkatan kandung empedu yang disebut kolesistektomi diperlukan untuk orang dengan anemia hemolitik (yaitu penurunan jumlah sel darah merah karena adanya penghancuran sel darah merah secara berlebihan), atau yang berisiko terkena kanker kandung empedu. Jika kita menderita gejala yang menyakitkan, kita sangat disarankan untuk menjalani kolesistektomi. Kita dapat hidup tanpa kandung empedu, karena fungsinya hanya untuk menyimpan empedu (yang memang bukan merupakan fungsi vital). Dan adalah tugas hati yang menghasilkan empedu, yang dimana akan mengalir langsung ke usus kecil kita. Kolesistektomi hampir selalu dilakukan sebagai prosedur laparoskopi (teknik bedah lubang kunci). Prosedur ini dapat diselesaikan dalam sehari atau menginap semalam di rumah sakit. Teknik bedah dengan sayatan panjang dapat digunakan untuk kasus-kasus batu emepedu yang rumit, dan ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk tinggal di rumah sakit. Batu empedu dengan komplikasi biasanya diperlakukan sebagai kasus darurat. Berikut ini adalah macam-macam komplikasinya: Obstruksi saluran empedu dan kolangitis - batu empedu kita telah menghalangi saluran empedu - saluran yang mengosongkan empedu ke duodenum. Ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terlepas dari sumbatan, saluran empedu kita bisa meradang, yang disebut kolangitis. Dan Dokter biasanya akan memberikan antibiotik intravena. Obstruksi (penyumbatan) biasanya hilang dengan endoskopi (ERCP). Ketika kondisi kita sudah stabil, kandung empedu kita kemudian diangkat. Pankreatitis batu empedu akut - pankreatitis akut dapat menyebabkan sakit perut yang mendadak. Ini juga berpotensi mengancam nyawa ketika itu adalah serangan yang berat. Ketika gejala pankreatitis telah mereda, pembersihan laparoskopi awal kandung empedu disarankan, untuk mencegah terulangnya pankreatitis.   Kolesistitis akut - Infeksi di dalam kantong empedu dapat menyebabkan nyeri perut kanan dan demam. Pada pasien diabetes, gangren (yaitu kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah yang cukup atau akibat infeksi bakteri yang berat, ini adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan amputasi ataupun kematian), pada dinding kandung empedu akan mengambil ahli dengan cepat jika tidak ditangani. Pengangkatan kantong empedu lewat laparoskopi sangat disarankan untuk mengobati kondisi ini. Tidak ada obat yang dapat diandalkan, untuk dapat membantu melarutkan batu empedu kita. Namun banyak orang melakukan tindakan pengobatan alami (herbal). Tapi yang pasti untuk menghindari batu empedu adalah mengatur pola hidup sehat, mulai dari berolah raga secara teratur, pertahankan berat badan yang ideal (normal), konsumsi suplemen atau vitamin yang tepat sesuai rekomendasi dokter, seperti vitamin C, zat besi, dan lesitin, yang dipercaya dapat menurunkan resiko batu empedu.
 19 Dec 2018    08:00 WIB
Batu Empedu (Penyebab dan Jenisnya)
Hai Sobat, hari ini kita akan membahas tentang penyakit batu empedu, tapi ada baiknya sebelum kita bahas tentang penyakit ini, kita harus kenal jelas fungsi dari kantung empedu. Kantung empedu adalah sebuah organ kecil berbentuk seperti buah pir, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan empedu (cairan yang berperan penting dalam proses pencernaan). Pada manusia panjang dari organ ini adalah sekitar 7 – 10 cm, berwarna hijau gelap dan terhubung dengan hati serta usus dua belas jari (duodenum). Kantung empedu memproduksi sekitar 600 – 1200 ml cairan empedu per harinya. Dalam keadaan norma 97% dari cairan ini adalah air. Singkatnya, fungsi kantung empedu adalah untuk: Membantu proses pencernaan lemak. Membantu Proses Absorbsi lemak. Membantu pengeluaran limbah. Membantu Menghilangkan racun dari hati. Nah sekarang kita bahas penyakitnya. Batu empedu merupakan suatu bentuk endapan padat yang mengeras dan terbentuk di dalam kantung ataupun saluran empedu kita. Kandung empedu kita terletak tepat di bawah hati kita, di sisi kanan atas perut kita. Jika kita mengalami nyeri mendadak di bagian atas atau kanan perut kita, segera konsultasikan dengan dokter, karena kemungkinan kita menderita batu empedu (cholelithiasis). Batu empedu bisa sekecil butiran pasir atau sebesar bola golf. Kita dapat memiliki satu batu atau banyak batu. Bagaimana batu empedu bisa terbentuk? Tidak jelas bagaimana batu empedu terbentuk. Tetapi menurut pernyataan Para Ilmuwan, batu empedu dapat dibentuk melalui hal-hal berikut: Kadar kolesterol tinggi disekresikan oleh hati - Normalnya, kolesterol yang disekresi oleh hati dicerna oleh empedu, tetapi empedu tidak dapat mencerna banyak kolesterol, dan ketika terlalu banyak, kolesterol dibuang ke kantong empedu. Bentuk kolesterol yang berlebih ini menjadi batu empedu. Tingginya kadar bilirubin, (yaitu, sebuah komponen yang berasal dari darah merah, yang akan dikirim kedalam empedu sehingga dikeluarkan melalui urin, kadar yang terdapat dalam urin akan mengindikasikan beberapa jenis penyakit yang ada di dalam tubuh). Kadar Bilirubin ini akan tinggi, ketika sel darah merah kita mengalami kerusakan dengan cepat, seperti gangguan darah atau infeksi saluran empedu. Ketidakmampuan kantong empedu Anda untuk mengosongkan dengan benar dan empedu menjadi terkonsentrasi, kemudian mengeras menjadi batu.   Ada tiga jenis batu empedu. Batu yang paling umum di populasi Asia adalah batu pigmen berwarna gelap, yang bisa berwarna coklat atau hitam dan terbuat dari bilirubin. Kedua, batu pigmen berwarna kuning yang terbuat dari kolesterol, yang lebih umum pada populasi Barat. Ketiga, adalah campuran dari kedua jenis batu empedu ini, batu dengan kadar kolesterol dan batu dengan kadar bilirubin. Lalu apa Gejala Umum Batu Empedu? Kebanyakan orang dengan batu empedu tidak bergejala. Ada yang merasakan sakit yang tiba-tiba (dadakan), ada juga yang berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Rasa sakitnya memang menyakitkan, dan nyeri yang ditimbulkan berada di sekitar lambung, rasa sakitnya hampir mirip dengan sakit maag. Karena letak lambung dan kantung empedu berdekatan. Tetapi orang yang terkena batu empedu, rata-rata akan mengalami tanda-tanda di bawah ini: Perut kembung, yang biasanya lebih buruk setelah makan atau malam hari. Tiba-tiba rasa sakit di bagian kanan atas perut. Tiba-tiba nyeri di daerah epigastrium atau pusat perut kita, di bawah tulang dada kita. Nyeri dari perut ke belakang. Nyeri di bahu kanan. Mual dan muntah. Nyeri perut yang parah, demam, atau terkena penyakit kuning, juga menandakan komplikasi yang timbul dari batu empedu.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.healthline.com
 12 Mar 2018    11:00 WIB
Apa Penyebab Terjadinya Sumbatan Pada Saluran Empedu?
Bagian putih mata dan kulit yang tampak kekuningan, tinja yang berwarna terang, dan air kemih yang berwarna gelap dapat merupakan gejala dari jaundice obstruktif, suatu kondisi di mana aliran empedu yang normal dari hati ke usus halus terhambat. Jaundice obstruktif sendiri sebenarnya bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan sebuah gejala dari suatu gangguan kesehatan lain yang melibatkan hati, kandung empedu, atau pankreas. Untuk mengatasinya biasanya diperlukan tindakan pembedahan.   Penyebab Penyebab tersering dari jaundice obstruktif adalah adanya batu empedu yang mengganggu aliran cairan empedu. Penyebab lain dari jaundice obstruktif adalah kista pada saluran empedu, penyempitan saluran empedu (striktur), pankreatitis, dan kanker, seperti kanker pankreas, kanker saluran empedu, kanker kandung empedu, dan kanker hati. Keganasan yang menyebabkan penyumbatan total pada saluran empedu dapat membuat penderita mengalami keluhan gatal yang cukup berat akibat penumpukkan bilirubin di dalam kulit. Penderita juga dapat mengalami malnutrisi karena gangguan proses pencernaan makanan. Bagaimana cara mengetahui apakah penyebab terjadinya jaundice obstruktif ini adalah suatu keganasan atau bukan? Rasa nyeri yang dirasakan penderita biasanya sedikit berbeda. Bila penderita jaundice juga mengalami rasa nyeri, maka hal ini biasanya berhubungan dengan batu empedu, sementara itu jaundice yang tidak disertai oleh nyeri biasanya berhubungan dengan tumor. Hal ini dikarenakan batu empedu cenderung menyebabkan infeksi, yang akan menyebabkan penderita merasa nyeri dan demam.   Proses Terjadinya Jaundice Pada keadaan normal, hati akan memproduksi empedu untuk mencerna makanan dan mengeluarkan produk sisa metabolisme ke dalam usus untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Saat terjadi gangguan aliran cairan empedu, maka kadar bilirubin, suatu produk sampingan dari proses metabolisme sel darah merah, akan menumpuk di dalam hati dan akhirnya merembes ke dalam aliran darah, yang akan membuat kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kekuningan.   Baca juga: 10 Bahan Alami Untuk Mengatasi Batu Empedu…   Jenis Jaundice Jaundice obstruktif sendiri sebenarnya berbeda dengan jaundice medis pada umumnya. Penderita yang mengalami jaundice medis biasanya juga memiliki kulit yang kekuningan, tetapi air kemih dan tinja tidak mengalami perubahan warna. Jaundice medis biasanya disebabkan oleh: Jaundice hepatoseluler. Jaundice jenis ini biasanya disebabkan oleh gangguan hati, seperti hepatitis dan sirosis hati Jaundice hemolitik. Jaundice jenis ini biasanya disebabkan oleh peningkatan metabolisme (penghancuran) sel darah merah di dalam tubuh akibat suatu kelainan darah tertentu, seperti talasemia, penyakit autoimun, atau malaria Semua jenis jaundice ini dapat menyebabkan peningkatan kadar bilirubin, yang akan membuat kulit tampak kuning.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 11 Nov 2016    08:00 WIB
Tips Mudah Agar Terbebas dari Gangguan Kandung Empedu!
  Kandung kemih merupakan sebuah kantong berbentuk seperti buah pir, berukuran 10 cm, yang terletak di bawah hati, pada perut bagian kanan atas. Kandung empedu memiliki peranan penting dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama kandung empedu adalah menyimpan empedu (campuran antara cairan, lemak, dan kolesterol) yang berfungsi untuk membantu proses metabolisme lemak dari makanan di dalam usus. Kandung empedu akan menyalurkan empedu ke dalam usus halus melalui saluran empedu. Kemudian, vitamin larut lemak dan nutrisi penting lainnya diserap ke dalam aliran darah. Akan tetapi, ada beberapa gangguan yang dapat mengenai kandung empedu Anda seperti batu empedu, kolesistitis (radang kandung empedu), kolik bilier, dan disfungsi kandung empedu. Semua orang dapat mengalami gangguan kandung empedu. Tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko Anda menderita gangguan empedu seperti genetika, obesitas, dan jenis kelamin. Wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kandung empedu dibandingkan pria. Gangguan kandung empedu dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gangguan kandung empedu yang berbeda dapat menyebabkan timbulnya gejala yang berbeda-beda. Beberapa tanda dan gejala gangguan kandung empedu yang dapat ditemukan adalah nyeri pada perut bagian atas, nyeri pada bagian bawah tulang belikat kanan atau punggung (nyeri ini biasanya terjadi setelah Anda mengkonsumsi makanan tinggi lemak), nyeri dada, rasa seperti terbakar di dalam dada, gangguan pencernaan, perut kembung, dan sering buang angin. Jika Anda mencurigai diri Anda mengalami gangguan kandung empedu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikannya. Banyak gangguan kesehatan dapat diatasi dengan pengangkatan kandung empedu. Pengangkatan kandung empedu tidak akan membahayakan jiwa Anda. Jika Anda ingin mencegah atau menurunkan resiko menderita gangguan kandung empedu, di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.   Jaga Berat Badan Tetap Sehat Obesitas merupakan faktor dominan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Dengan menjaga berat badan Anda tetap ideal, maka Anda pun dapat mencegah terjadinya batu empedu dan berbagai gangguan lain. Saat Anda berusaha menurunkan berat badan, hindari penurunan berat badan dalam waktu singkat. Turunkanlah berat badan Anda secara perlahan dan bertahap untuk menghindari terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Cobalah untuk menurunkan 0.5-1 kg berat badan setiap minggunya hingga Anda berhasil mencapai berat badan yang Anda inginkan. Jangan melakukan diet ketat karena justru dapat memicu pembentukan batu empedu. Pilihlah diet sehat dan berolahragalah secara teratur untuk mencapai target berat badan Anda. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis gizi atau seorang ahli gizi mengenai menu diet Anda.   Berolahraga Secara Teratur Berolahraga secara teratur merupakan kunci dari tubuh dan mental yang sehat. Bahkan, berolahraga secara teratur setiap harinya juga dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Hal ini dikarenakan olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, yang dapat memicu terjadinya gangguan kandung empedu. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal, yang juga akan mencegah terbentuknya batu empedu. Berolahraga juga dapat menjaga kesehatan kandung empedu, fungsi hati, dan saluran pencernaan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Anda tidak perlu berolahraga dengan intens. Berjalan cepat, berlari, jogging, berenang, berdansa, aerobik, dan bersepeda dapat membantu. Berolahragalah selama 30 menit setidaknya 5 kali seminggu.   Ubah Pola Makan Makanan juga memiliki peranan penting dalam terjadinya gangguan kandung empedu. Untuk mencegah terbentuknya batu empedu dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, Anda mungkin perlu mengubah pola makan Anda. Pola makan yang dianjurkan adalah: Pilihlah lemak tidak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging penuh lemak, mentega, dan berbagai produk hewani lainnya Pilihlah makanan rendah lemak seperti daging ayam tanpa lemak, susu skim, yogurt rendah lemak, dan selai kacang Perbanyak konsumsi serat yang dapat ditemukan dalam roti gandum, sereal, dan sayuran Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar Gantilah cemilan Anda dengan kacang tanah, kacang almond, dan kacang walnut Jangan mengkonsumsi terlalu banyak gula atau karbohidrat Konsumsilah makanan yang mengandung banyak asam lemak omega 3 seperti ikan, minyak ikan, flaxseed, kacang walnut, dan tahu Hindari makanan pedas, digorend, dan daging berlemak   Minum Air Lemon Lemon merupakan bahan detoks alami. Beberapa zat yang ada di dalam lemon juga dapat menstimulasi kandung empedu Anda untuk memproduksi lebih banyak empedu bila diperlukan. Selain itu, lemon juga dapat membantu melarutkan batu kalsium dan membantu proses detoksifikasi di dalam hati. Selain itu, lemon juga dapat membantu Anda melawan obesitas. Campurkanlah sari buah lemon dengan segelas air hangat, tambahkan sedikit madu, dan minumlah setiap pagi saat perut kosong. Anda juga dapat mengkonsumsi air lemon setiap hari.   Minum Wine, Tapi Jangan Berlebihan Mengkonsumsi wine dalam jumlah sedang setiap hari dapat membantu menurunkan resiko terjadinya batu empedu. Seseorang yang mengkonsumsi 2 gelas wine setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya batu empedu hinggga 1/3. Akan tetapi, jangan minum lebih dari 2 gelas setiap harinya karena hal ini justru akan berpengaruh buruk pada kandung empedu, paru-paru, hati, dan ginjal.   Baca juga: Tidak Punya Kantong Empedu, Apa Efeknya?   Ganti Kopi Dengan Teh Hijau Daripada mengkonsumsi kopi, cobalah teh hijau, yang sangat baik bagi kesehatan. Kandungan polifenol yang tinggi di dalam teh hijau dapat memperlancar aliran empedu dan menurunkan kadar kolesterol, yang akan mencegah terjadinya berbagai gangguan kandung empedu. Selain itu, teh hijau juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas dan meningkatkan fungsi hati yang penting bagi proses detoksifikasi tubuh.   Minum Jus Sayuran Setiap Hari Untuk menjaga kesehatan kandung empedu dan hati Anda, konsumsilah 1-2 gelas jus sayuran segar setiap harinya. Berbagai jenis sayuran seperti wortel, bayam, kol, timun, bit, dan selada dapat membantu membersihkan hati dan mendukung proses detoks di dalamnya, serta menguatkan kandung empedu. Selain itu, berbagai nutrisi yang terdapat di dalam sayuran segar juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.   Berkumur Dengan Minyak Berkumur dengan menggunakan minyak merupakan teknik detoks kuno yang dipercaya dapat membantu membersihkan kandung empedu dan hati, serta dapat menjaga kesehatan mulut. Lakukanlah kegiatan berkumur (oil pulling) ini di pagi hari saat perut kosong, sebelum Anda menyikat gigi. Caranya adalah campurkan 1 sendok makan minyak kelapa, minyak wijen, atau minyak bunga matahari dan berkumurlah dengan campuran ini. Berkumurlah selama 15-20 menit, buang, kemudian bilas mulut Anda dengan air dan sikat gigi seperti biasa. Jangan menelan campuran minyak ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies