Your browser does not support JavaScript!
 03 Nov 2016    15:00 WIB
Apa Artinya Bila Si Dia Terus Saja Mengkritik Tindakan Anda???
Anda mungkin harus menghadapi kritikan di sepanjang hari, baik di tempat kerja, dari keluarga, dan mungkin paling banyak dari diri Anda sendiri. Jadi, saat Anda pulang dan mendengar pasangan Anda juga melakukan hal yang sama, hal ini dapat membuat siapa saja merasa sangat kesal. Walaupun tidak ada hubungan asmara yang sempurna, akan tetapi hidup bersama dengan seseorang yang selalu mengkritik Anda dapat sangat mengganggu dan bahkan menurunkan rasa kepercayaan diri Anda. Pada suatu hubungan asmara yang ideal, Anda dan pasangan biasanya akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama dan dapat menjadi diri sendiri tanpa perlu merasa khawatir akan dihakimi oleh pasangan. Jadi, bila Anda tidak dapat melakukannya, maka hal ini dapat menjadi penghancur ikatan di antara Anda dan pasangan. Sebagian besar pasangan biasanya mengalami hal ini saat mereka baru saja menikah. Hal ini dikarenakan mereka masih harus saling menyesuaikan diri dan menggabungkan 2 gaya hidup yang berbeda. Selain itu, harapan salah satu pihak mengenai hidup bersama dapat berbeda dengan pihak lainnya. Jadi, saat harapannya tersebut tidak terwujud, maka salah satu pihak dapat merasa kecewa dan memicu terjadinya pertengkaran.   Baca juga: 4 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Memperdulikan Komentar Orang Lain   Penyebab Pasangan Selalu Saja Mengomentari Anda Memiliki Harapan/Ekspektasi yang Terlalu Tinggi Jika pasangan Anda terus saja mengomentari bagaimana cara Anda mengurus rumah tangga, misalnya membuang sampah atau merapikan ranjang, maka si dia mungkin tidak menyadari bahwa caranya belum tentu benar. Artinya si dia harus belajar untuk menerima bahwa Anda mungkin tidak dapat memenuhi semua ekspektasinya. Merasa Insecure Selain karena ekspektasi atau harapan yang terlalu tinggi, ia mungkin meremehkan Anda karena ia merasa insecure dalam hubungannya bersama Anda. Jika si dia berkata "Kamu tidak pernah punya waktu untukku, kamu sangat egois", maka hal ini mungkin berarti si dia takut kehilangan Anda tetapi ia tidak tahu bagaimana cara memberitahu Anda. Hal ini juga berarti bahwa si dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Memang Merupakan Seseorang yang Impulsif Alasan lain mengapa pasangan Anda seringkali mengkritik Anda adalah karena mereka memang merupakan seseorang yang impulsif. Mereka tidak dapat berhenti memikirkan sesuatu hal sebelum hal tersebut dikatakannya.   Apa Artinya Bila Anda Tetap Membiarkan Pasangan Terus Mengkritik Anda? Jika Anda diam saja saat ia melakukan berbagai tindakan tidak menyenangkan tersebut, maka hal ini mungkin dikarenakan rasa percaya diri Anda telah menjadi sangat rendah hingga Anda pun mulai menyetujui berbagai tuduhan yang diajukan pasangan terhadap Anda. Alasan lainnya adalah karena Anda takut hidup sendirian atau berpikir bahwa kebiasaan buruk tersebut tidak cukup berarti untuk mengakhiri kehidupan pernikahan yang telah Anda dan pasangan bangun bersama.   Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaannya Mengkritik Anda? Untuk membuat pasangan Anda berhenti meremehkan Anda, buatlah suatu batasan. Beritahu dia bahwa ia tidak boleh lagi menggunakan kata-kata kasar atau menyalahkan Anda karena hal itu membuat Anda merasa tidak senang. Kemudian, cobalah untuk mencari tahu mengapa ia terus saja berusaha membully Anda. Untuk melakukannya, mintalah pasangan Anda untuk berhenti dan berpikir sejenak mengenai mengapa ia mengatakan berbagai hal menyakitkan tersebut. Jika pasangan Anda bersedia mengakui bahwa ia memang menyebalkan dan ingin berubah, maka Anda dan pasangan dapat melatih strategi ini hingga menjadi suatu kebiasaan. Jika si dia tidak dapat mengubah perilakunya dengan cukup cepat, bertanyalah pada diri Anda sendiri hingga berapa lama lagi Anda dapat menghadapi perilaku buruknya tersebut sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk pergi. Beritahu pada pasangan Anda bahwa Anda hanya akan memberikan waktu …(sebut jangka waktu yang Anda tetapkan) sebelum Anda akhirnya memutuskan untuk pergi atau melakukan konseling.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 02 Nov 2016    15:00 WIB
Mantan Pengen Jadi Temen??? Hati-hati Ia Mungkin Seorang Psikopat!
Jika Anda baru saja mengalami perpisahan yang penuh dengan gejolak dan kemudian mantan Anda tersebut justru memaksa Anda untuk "tetap berteman" dengannya, maka segera jauhkan diri Anda darinya! Menurut sebuah penelitian baru, sejumlah orang yang memiliki kepribadian "kelam" seperti narsisistik dan psikopat, seringkali ingin menjaga hubungan "dekat" dengan mantannya bagi kepentingannya sendiri. Beberapa penelitian terdahulu dan analisa para ahli menunjukkan bahwa orang-orang dengan kepribadian "kelam" seperti psikopat hanya melakukan sesuatu hal dan menjalin hubungan asmara bila kedua hal tersebut menguntungkan bagi mereka. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oakland University, para ahli menyimpulkan bahwa tidak semua orang yang ingin tetap berteman dengan mantannya memiliki tujuan yang baik, apalagi bila ia memiliki kepribadian "kelam" di atas.   Baca juga: Mantan Pacar Terus Mengganggu Anda? Coba Tips Berikut Ini!   Selain itu, bila seseorang dan mantannya tidak putus dengan baik-baik, maka kemungkinan besar salah satu pihak memiliki agendanya sendiri bila ia tetap ingin berteman dengan mantannya tersebut. Akan tetapi, bukan berarti semua mantan merupakan orang jahat yang hanya ingin memanfaatkan Anda bagi kepentingannya sendiri. Banyak mantan yang justru dapat menjadi teman yang baik bagi Anda. Namun, bila Anda tidak merasa ingin berteman dengan mantan atau hubungan Anda dan mantan tidak terasa seperti hubungan pertemanan atau bila perpisahan tidak terjadi secara baik-baik; maka akan lebih baik bila Anda tidak menjalin hubungan pertemanan dengan mantan Anda tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.