Your browser does not support JavaScript!
 19 Sep 2019    11:00 WIB
9 Fakta Tentang Eksim yang Perlu Diketahui
Eksim sejak lama diketahui sebagai salah satu penyakit kulit yang menyerang anak-anak. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar, karena eksim juga dapat menyerang orang dewasa dan mereka yang terkena eksim sejak kecil juga akan tetap terkena eksim saat mereka dewasa. Eksim juga dikenal sebagai dermatitis atopi dengan gejala-gejala munculnya inflamasi dan ruam di kulit. Kulit dapat menjadi sangat gatal dan saat Anda menggaruknya akan menimbulkan resiko infeksi. Pada beberapa tingkat kronis, kulit dapat menjadi sangat kasar. Baik pada anak-anak atau orang dewasa, eksim bisa menimbulkan kesulitan tersendiri. Berikut adalah fakta-fakta yang Anda harus ketahui mengenai eksim. 1.  Menyerang hampir 17% dari populasi penduduk duniaDermatitis atopi merupakan penyakit yang menyerang hampir 17% penduduk dunia. Hampir 40%-60% merupakan anak-anak yang akan membawa penyakit ini sampai mereka dewasa. 2.  Belum ada pengobatan untuk eksimWalaupun banyak penelitian untuk eksim, tetapi saat ini belum ada pengobatan untuk eksim. Saat membaik eksim akan meninggkan bekas kulit yang kemerahan. 3.  Alergi sering dikaitkan dengan eksim karena riwayat keluargaJika Anda mempunyai riwayat penyakit eksim, maka hampir pasti Anda juga menderita asma dan hay fever. Kemungkinan besar juga keluarga Anda yang lain memiliki alergi yang sama. 4.  Orang dewasa sering terkena eksim tanganPada banyak kasus tangan eksim ditangan ditandai dengan gatal-gatal, kulit bersisik dan terus menerus mengelupas. Jika kondisi ini memburuk, tangan Anda dapat membengkak, pecah-pecah dan terasa sangat sakit. 5.  Jenis pekerjaan dapat memperburuk kondisi eksimJika jenis pekerjaan Anda melibatkan tangan yang basah dalam jangka waktu yang lama, maka akan memperburuk eksim Anda. 6.  Eksim dapat dipengaruhi faktor lingkunganLingkungan yang mempengaruhi eksim misalnya udara yang kering, sirkulasi udara yang buruk, cuaca dingin, stess emosioanl, pakaian berbahan wool, detergen yang keras, parfum losion atau sabun, keringat. 7.  Alergi makanan dan intolerasi juga memperburuk eksimMakanan dari susu, gandum, dan kacang kedelai selain menyebabkan alergi juga dapat memperburuk eksim yang sudah ada. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab alergi dan apa yang dapat memperburuk eksim. 8.  Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi gejalaMandilah dengan air dingin dibandingkan air hangat. Hindari membiarkan kulit yang kering dan jangan gunakan hair dryer. Turunkan tingkat stress Anda juga akan sangat membantu mengurangi tingkat keparahan eksim. 9.  Obat-obatan akan sangat membantuAntibiotik, kortikosteroid dan antihistamin merupakan jenis obat yang banyak dipergunakan untuk mengurangi gejala eksim pengobatan topikal yang disebut calcinuerin inhibitor juga dapat mengurangi inflamasi kulit.Sumber: magforwomen
 27 Jul 2019    08:00 WIB
6 Penyebab Bokong Terasa Gatal dan Merah
1.      Infeksi Herpes ZosterJika gangguan kulit yang terdapat di daerah bokong Anda berwarna merah, gatal, dan disertai dengan lepuhan kecil yang terasa nyeri, maka hal ini dapat disebabkan oleh infeksi herpes.Memang cukup mengejutkan bahwa herpes yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual ternyata juga dapat mengenai daerah bokong. Hal ini dikarenakan herpes biasanya hanya mengenai membran lendir di daerah kemaluan dan mulut.Akan tetapi, bukanlah hal yang aneh bila infeksi herpes juga mengenai kulit di daerah bokong dan gejalanya pun mungkin hampir menyerupai infeksi herpes di daerah mulut dan kemaluan, seperti adanya lepuhan seperti jerawat yang tampak berkelompok.Pemberian obat antivirus biasanya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit untuk memperoleh pengobatan secepatnya. 2.      Infeksi JamurJika gangguan kulit yang timbul membuat kulit tampak merah, terasa gatal, dan bersisik; maka hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur dapat bertumbuh di area yang lembab dan gelap sehingga jamur lebih sering tumbuh di daerah tubuh yang saling bergesekkan. Pemberian salep anti jamur dapat mengatasi infeksi jamur pada daerah bokong, akan tetapi bila tidak, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter. 3.      BisulJika gangguan kulit yang terjadi tampak kemerahan dengan suatu benjolan yang tampak seperti jerawat, maka hal ini dapat merupakan suatu bisul.Bisul terbentuk jika sel-sel kulit mati dan bakteri menyumbat folikel rambut. Untuk mencegah terbentuknya bisul di daerah bokong, pastikan Anda segera mandi setelah selesai berolahraga dan gunakanlah pakaian yang membuat kulit bokong tetap memperoleh ventilasi yang baik. Baca juga: Cara Alami Redakan Gatal Pada Kulit 4.      PsoriasisJika gangguan kulit tampak kemerahan, bersisik, dan mengenai bagian atas belahan bokong Anda; maka gangguan kulit ini mungkin disebabkan oleh psoriasis.Psoriasis merupakan suatu gangguan kulit kronik yang tidak menular yang disebabkan oleh berlebihannya produksi sel-sel kulit, yang memang sering terjadi pada bagian atas bokong. Gejala lain dari psoriasis adalah bercak putih atau merah muda atau keperakkan pada kulit yang juga tampak mengelupas.Selain di daerah bokong, psoriasis juga sering terbentuk di daerah siku, kulit kepala, dan kuku. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami gangguan kulit ini untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. 5.      EksimJika gangguan kulit yang terjadi membuat kulit mudah mengelupas dan gatal dan kadang disertai dengan benjolan kecil berwarna merah, maka hal ini mungkin merupakan sebuah eksim.Penggunaan pelembab atau salep hidrokortison dapat membantu mengurangi gejala yang terjadi. Selain itu, gunakanlah pakaian berbahan katun atau serat alami sehingga lebih menyerap keringat dan membuat kulit dapat "bernapas". 6.      WasirJika gangguan kulit yang terjadi terasa sangat gatal dan terjadi di daerah anus, maka hal ini mungkin disebabkan oleh wasir.Penonjolan pembuluh darah ini dapat sangat mengganggu, terasa nyeri, dan gatal; yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan di daerah anus. Wasir merupakan gangguan yang sangat sering terjadi, yang biasanya disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam perut karena sembelit atau kehamilan. Baca juga: Jerawat Sering Tumbuh di Daerah Bokong, Ini Dia Solusinya! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 20 Jul 2019    11:00 WIB
6 Hal Yang Coba “Diberitahu” Oleh Eksim Mengenai Kesehatan
Eksim atau dermatitis atopik memang sangat mengganggu, akan tetapi tahukah Anda bahwa eksim ternyata dapat membantu "memberitahu" keadaan kesehatan Anda? Bagi Anda yang sudah menderita eksim sejak lama, maka hal ini disebut dengan dermatitis atopik, yang disebabkan oleh faktor genetika. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala pertama saat dewasa, maka eksim yang Anda derita bukanlah dermatitis atopik dan biasanya disebabkan oleh suatu iritan eksternal. Salah satu hal yang paling sering menyebabkan timbulnya eksim pada orang dewasa adalah dermatitis kontak. Bentuk lain yang juga sering ditemukan adalah  dermatitis nummular, yang biasanya muncul pada kaki dengan bercak berbentuk seperti koin. Dermatitis tipe ini lebih sering mengenai orang lanjut usia. Di bawah ini Anda dapat melihat gangguan kesehatan apa saja yang sebenarnya sedang Anda derita melalui eksim Anda. Anda Menderita Alergi Musiman Banyak orang yang menderita eksim mengalami kekambuhan gejala selama musim panas, di mana serbuk sari sangat banyak di udara. Saat kambuh, tahanlah keinginan Anda untuk menggaruk karena hal ini akan membuat kulit Anda semakin meradang dan teriritasi. Untuk mengurangi gatal, oleskanlah salep hidrokortison. Gunakanlah pembersih atau sabun yang lembut dan jangan mandi dengan air panas karena hal ini akan membuat semakin kering dan gatal. Anda Perlu Mengganti Sabun Mandi Atau Deterjen Anda Iritasi kulit akibat bahan pakaian, pembersih, atau keringat dapat memicu terjadinya peradangan kulit, yang berakhir pada kambuhnya gejala eksim. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu apa pemicu kambuhnya gejala eksim Anda, misalnya sabun mandi, bahan pakaian, dan pewangi. Anda dapat memeriksa bahan apa yang membuat Anda alergi dengan melakukan tes alergi. Beberapa hal yang paling sering memicu alergi adalah logam, pewangi, bahan pengawet tertentu, dan salep antibiotik.   Baca juga: 9 Fakta Tentang Eksim yang Perlu Anda Ketahui   Anda Menderita Suatu Alergi Atau Intoleransi Makanan Bila Anda alergi terhadap makanan tertentu seperti kedelai atau Anda intoleran terhadap makanan tertentu seperti susu; maka mengkonsumsi berbagai makanan ini dapat memicu kambuhnya gejala eksim. Menjaga keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan dengan mengkonsumsi makanan fermentasi dan probiotik juga dapat membantu mengatasi gejala eksim. Selain itu, konsumsilah suplemen vitamin D dan seng, yang dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan respon peradangan di dalam tubuh. Mengkonsumsi makanan kaya akan asam lemak omega 3 juga dapat mendukung kerja bakteri baik dan membantu proses penyerapan nutrisi. Anda Sedang Stress Eksim juga sering kambuh akibat stress. Para ahli masih tidak menemukan penyebab pastinya, akan tetapi para penderita mengatakan bahwa semakin stress mereka, maka semakin gatal kulit mereka. Kulit Anda Sangat Kering Cuaca dingin juga dapat memicu kambuhnya eksim karena udara kering akan menyerap semua kelembaban dari kulit Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda menutupi seluruh bagian kulit Anda saat cuaca dingin. Anda Menderita Suatu Infeksi Atau Gangguan Medis Lain Pada kasus yang jarang, infeksi bakteri dan selulitis juga dapat menyebabkan kekambuhan gejala eksim. Jika demikian, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter untuk mendapatkan pengobatan segera. Dermatitis stasis, suatu jenis eksim yang dipicu oleh pembengkakan kaki, dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih serius, yaitu peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung kongestif. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: prevention
 27 Jun 2019    16:00 WIB
Perlu Dicoba Nih Relaksasi Aromaterapi Pada Masa Kehamilan
Penggunaan aromaterapi saat kehamilan dipercaya mampu membantu menghilangkan stres, meningkatkan energi, dan meringankan ketidaknyamanan fisik terkait dengan kehamilan, namun amankah? Pertanyaan ini kerap kali muncul dikarenakan kekhawatiran sang ibu terhadap pengaruh negatif aromaterapi terhadap janin.   Namun  perlu diketahui, Penggunaan aromaterapi  ternyata dianggap aman setelah trimester pertama kehamilan. Masa ini dinilai aman karena beberapa minyak esensial yang digunakan dapat menimbulkan efek emmenagoguic (merangsang kontraksi). Pijat menggunakan minyak esensial aromaterapi yang dicampur dengan minyak pembawa (carrier oil) seperti minyak almond dapat membantu meredakan nyeri dan kekakuan otot. Pijat dan aromaterapi juga sering dikombinasikan untuk meningkatkan kesehatan dan mood. Menggunakan aromaterapi saat kehamilan akan membantu meningkatkan relaksasi sekaligus melatih pernapasan yang bermanfaat dalam persalinan. Minyak esensial (atsiri) yang digunakan dalam aromaterapi juga mampu memelihara kulit serta menghaluskan jaringan parut yang umum timbul pada masa kehamilan. Berbagai wangi lainnya juga dipercaya memiliki berbagai khasiat masing-masing, seperti dibawah ini: Lavender Geranium Efektif menenangkan fluktuasi emosi yang lazim menyertai kehamilan. Manfaat menggunakan aromaterapi saat kehamilan juga mencakup menurunkan tekanan darah dan kecemasan, menyenyakan tidur, dan mengurangi kebengkakan pada tubuh. Lemon Sama seperti Anggur, Jeruk, dan Jeruk Limau, Lemon bermanfaat untuk mengatasi morning sick, melawan bakteri dan ampuh mengatasi selulit selama kehamilan. Bergamot Ibu hamil yang merasa stres dan depresi selama kehamilan bisa mencoba memakai aromaterapi yang satu ini, karena Bergamot merupakan salah satu aromaterapi yang dipercaya ampuh mengatasi mood ibu hamil yang mudah terpancing akibat berubahnya hormon mereka. Camomile Beberapa ibu hamil mengakui rasa sakit pada otot dapat diredakan dengan camomile. Tidak hanya menghilangkan ketegangan, Chamomile juga mampu meredakan rasa panas dan gas dalam perut.   Beberapa aromaterapi lainnya yang aman adalah Benzoin, Neroli, Kayu Cendana, Mint, Patchouli, dan Vetiver. Perlu diketahui, setiap individu memiliki reaksi berbeda. Bumil dengan kulit sangat sensitif atau mempunyai riwayat darah tinggi/rendah harus lebih memerhatikan konsentrasi dan jenis minyak esensial yang akan dipakai. Untuk lebih memastikan aromaterapi aman untuk kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter dan ahli terapi, meyakinkan mana yang baik dan aman untuk kehamilan. Berhati-hatilah terdapat beberapa minyak aromaterapi yang diyakini memiliki sifat kuat sehingga berpotensi membahayakan ibu hamil. Beberapa minyak aromaterapi yang harus dihindari saat kehamilan diantaranya mawar, cedarwood, kemangi (basil), thyme, dan serai.  Baca juga: Apakah Aromaterapi itu? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 03 May 2019    11:00 WIB
Kiat Untuk Membantu Mengatasi Kelainan Kulit Vitiligo
Vitiligo adalah kondisi kulit dimana kulit kehilangan melanin, yang merupakan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna mata, rambut dan kulit. Vitiligo dapat terjadi karena kematian sel-sel yang memproduksi melanin atau berhenti membentuk melanin dan menyebabkan bercak putih dengan bentuk yang tidak beraturan yang secara perlahan semakin membesar. Dalam kebanyakan kasus dimulai dengan daerah kecil yang kehilangan pigmen dan kemudian semakin meluas dari waktu ke waktu. Meskipun tidak ada obat untuk kondisi kulit ini, namun ada beberapa cara yang mungkin dapat memperlambat kehilangan pigmen, seperti: 1.      Makan-makanan yang membantu perbaikan kulit Gandum utuh Sayuran Lemak yang sehat Gingko biloba 2.      Nikmati sinar matahari Setelah Anda mengubah diet Anda, diharapkan tubuh Anda lebih baik dalam menyerap sinar matahari untuk membantu pembentukan pigmen kulit kembali. 3.      Usahakan Anda mendapatkan cukup DHA dan vitamin B12 4.      Pastikan bahwa Anda mendapatkan cukup vitamin D dalam diet Anda dengan mengkonsumsi vitamin  D dan berjemur dibawah sinar matahari 5.      Konsumsi produk hewani seperti ikan dan telur organik 6.      Hindari stres untuk menjaga emosi tetap seimbang 7.      Istirahat yang cukup setiap malam sebaiknya 9 jam dalam sehari Baca juga: Mengenal Gejala Eksim Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newhealthguide       
 23 Apr 2019    16:00 WIB
Jenis Terapi Bagi Penderita Eksim
Eksim atau dermatitis merupakan suatu reaksi alergi yang terjadi pada kulit. Kelainan ini dapat terjadi pada siapa saja dan biasanya diturunkan. Pengobatan eksim bertujuan untuk mengurangi rasa gatal, mencegah kekambuhan, dan mencegah terjadinya infeksi. Pengobatan yang dilakukan tergantung pada umur, riwayat penyakit, dan keparahan penyakit. Terapi kombinasi merupakan pilihan pengobatan yang sering dilakukan. Hal lainnya yang juga dapat dilakukan adalah menghindari pemicu kambuhnya eksim. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap berbagai langkah pengobatan yang ada. Mencari jenis pengobatan yang sesuai untuk anda merupakan langkah awal yang penting dalam pengobatan anda.   OBAT-OBATAN Kortikosteroid Topikal Berbagai jenis kortikosteroid topikal dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal dan inflamasi pada kulit. Penggunaan kortikosteroid ringan atau yang lebih kuat tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan eksim yang terjadi. Pemilihan kortikosteroid yang tepat dapat mencegah terjadinya berbagai efek samping yang tidak diinginkan seperti penipisan kulit atau terbentuknya stretch mark pada kulit.   Pelembab Pelembab berfungsi untuk mempertahankan kadar air di dalam kulit, memperbaiki kulit yang rusak, dan mengurangi rasa gatal, kemerahan, dan kulit kering. Perlu diperhatikan komposisi dari pelembab yang anda gunakan, karena mungkin mengandung beberapa hal yang justru dapat mengiritasi kulit anda.   Immunomodulator Topikal Untuk pengobatan eksim sedang sampai berat dapat digunakan suatu immunomodulator topikal, seperti pimecrolimus dan tacrolimus. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi inflamasi. Akan tetapi, penggunaan obat ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit dan limfoma non Hodgkin.   Kortikosteroid Sistemik Obat ini biasanya digunakan pada eksim berat atau yang sulit diobati. Akan tetapi, akibat efek sampingnya yang berat, seperti kerusakan kulit dan penurunan massa tulang, maka kortikosteroid sistemik biasanya hanya digunakan dalam jangka waktu singkat.   Immunosupresan Yang termasuk obat immunosupresan adalah siklosporin, methotrexate, dan mofetil mikofenolat. Obat-obat ini berfungsi untuk menekan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. Immunosupresan digunakan untuk penanganan eksim sedang sampai berat yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya. Efek samping obat ini adalah tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal. Untuk mengurangi resiko terjadinya efek samping tersebut, maka obat ini hanya diberikan dalam jangka waktu singkat.   Antibiotika Eksim menyebabkan rasa gatal pada kulit. Menggaruk dapat merusak lapisan kulit dan membuat bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi. Antibiotika biasanya digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.   Antihistamin Biasanya digunakan pada waktu malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa gatal. Selain itu, efek sedasinya dapat membuat anda mengantuk dan tidur lebih nyenyak.   FOTOTERAPI Sinar ultraviolet dapat membantu mengobati eksim sedang hingga berat. Sinar ultraviolet dapat membantu menekan reaksi sistem imun yang berlebihan. Efek samping yang dapat terjadi akibat paparan sinar ultraviolet jangka panjang adalah penuaan kulit dini dan kanker kulit.   Terapi Sinar Ultraviolet (UV) Pada terapi ini, penderita diberikan paparan sinar UVA atau UVB atau keduanya. Terapi biasanya diberikan selama 2-5 kali seminggu, tergantung pada jenis terapi yang digunakan.   Terapi PUVA Pada jenis terapi ini, penderita diberikan psoralen, suatu obat yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UVA. Terapi ini biasanya diberikan pada penderita yang tidak berespon terhadap terapi sinar ultraviolet saja.   Sumber: webmd
 27 Mar 2019    08:00 WIB
Berbagai Jenis Eksim Sesuai Dengan Gejalanya
Eksim atau disebut juga dengan dermatitis merupakan suatu proses inflamasi atau peradangan pada kulit. Terdapat berbagai jenis eksim, akan tetapi setiap jenis eksim tersebut biasanya menimbulkan beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Rasa gatal yang dapat sangat hebat. Sebagian besar kerusakan kulit pada penderita eksim terjadi akibat garukan Kulit bersisik Kulit kemerahan Adanya lepuhan pada kulit yang dapat pecah dan membentuk koreng atau borok Kulit pecah-pecah, yang biasa ditemukan pada keadaan berat dan seringkali terasa sangat nyeri Tergantung pada penyebabnya, eksim dapat kambuh dan menyebabkan berbagai gejala berat, akan tetapi dapat pula menjadi suatu gangguan kronik dengan gejala ringan.   Dermatitis Atopik Merupakan jenis eksim yang paling sering terjadi dan sering mengenai orang yang: Menderita asma atau alergi terhadap serbuk sari bunga Memiliki anggota keluarga yang menderita eksim, asma, atau alergi serbuk sari Gangguan pada lapisan kulit sehingga mengganggu kelembaban kulit dan memudahkan bakteri masuk ke dalamnya Dermatitis atopik biasanya mulai timbul saat bayi atau anak-anak, akan tetapi dapat pula mengenai orang dewasa. Dermatitis atopik seringkali mengenai kulit wajah, tangan, kaki, siku bagian dalam, dan lutut bagian belakang. Seiring dengan berlalunya waktu, garukan dapat membuat kulit menjadi tebal dan kemerahan. Selain itu, garukan juga dapat menimbulkan luka pada kulit yang dapat terinfeksi. Berbagai zat yang dapat mengiritasi kulit dan memperburuk gejala dermatitis atopik adalah sabun, baju berbahan kasar, berbagai zat pembersih rumah tangga. Berbagai jenis makanan, serangga, atau alergen lainnya juga dapat memperburuk gejala. Berbagai pengobatan bagi dermatitis atopik adalah: Lubrikasi atau pelembab kulit Salep steroid Obat yang berfungsi untuk menekan reaksi sistem kekebalan tubuh Antibiotika untuk mengobati infeksi Sinar ultraviolet atau psoralen   Dermatitis Kontak Terdapat dua jenis dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Eksim jenis ini biasanya terjadi setelah zat tertentu seperti berbagai zat kimia dan terlalu sering mencuci tangan, merusak lapisan kulit. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi setelah menyentuh iritan kuat satu kali atau paparan terhadap bahan iritan beberapa kali. Zat-zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan adalah nikel, kosmetik, dan racun ivy. Tangan merupakan bagian tubuh yang paling rentan terhadap dermatitis kontak. Setiap orang dapat menderita dermatitis kontak walaupun tidak menderita dermatitis atopik. Pengobatan bagi dermatitis kontak iritan adalah dengan pemberian pelembab dan penggunaan obat golongan steroid. Sedangkan penanganan bagi dermatitis kontak alergika adalah dengan pemberian obat golongan steroid. Antibiotika mungkin diperlukan bagi kedua jenis dermatitis kontak ini bila terjadi infeksi pada kulit. Menghindari kontak dengan iritan atau alergen merupakan langkah pencegahan yang terpenting. Penggunaan sarung tangan dapat membantu tangan berkontak dengan bahan iritan atau alergen.   Dermatitis Dishidrotik Eksim ini mengenai kaki dan tangan. Penyebabnya tidak diketahui. Gejala awalnya berupa rasa gatal berat. Dapat terbentuk lepuhan yang kemudian akan mengering dan membentuk bercak bersisik. Kadang-kadang kulit tangan atau jari menjadi pecah dan dalam. Dermatitis dishidrotik dapat menjadi kronik dan sangat nyeri. Pengobatannya berupa kompres dingin atau hangat, obat golongan steroid yang dioleskan paa kulit atau diminum, dan psoralen yang dikombinasikan dengan sinar ultraviolet A.   Dermatitis Numular Sering mengenai baik pria maupun wanita. Pada pria, gejala pertama biasanya baru timbul pada usia pertengahan 50 tahun. Pada wanita, gejala pertama biasanya mulai timbul pada saat remaja atau dewasa muda. Dermatitis numular menyebabkan timbulnya suatu bercak kemerahan berbentuk seperti koin, yang sering muncul pada kaki, punggung tangan, lengan atas, punggung bawah, dan pinggul. Penyebabnya tidak diketahui, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya dermatitis ini, yaitu: Udara dingin dan kering Paparan terhadap formaldehida Paparan terhadap nikel Pengobatan bagi dermatitis numular biasanya diawali dengan perlindungan kulit terhadap garukan atau cedera lainnya. Dianjurkan agar anda mandi dengan air hangat dan gunakanlah pelembab setelah mandi. Oleskanlah salep steroid pada bercak. Obat steroid ini dapat juga diberikan melalui mulut (pil) atau suntikan. Bila terjadi infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotika.   Neurodermatitis Penderita eksim jenis ini biasanya mengalami iritasi pada kulit yang seringkali digaruk olehnya karena kebiasaan. Neurodermatitis biasanya mengenai bagian punggung, bagian samping atau belakang leher, kemaluan, kulit kepala, pergelangan tangan dan kaki, serta bagian dalam dan belakang telinga. Pada neurodermatitis, kulit yang teriritasi dapat menebal dan terbentuk kerutan yang sangat dalam. Selain itu, juga sering terjadi infeksi pada bagian kulit yang terkena. Pengobatan utama bagi neurodermatitis adalah berhenti menggaruk. Penggunaan steroid dapat membantu mengurangi gejala. Bila neurodermatitis mengenai kulit kepala, maka diperlukan penggunaan obat steroid oral.   Dermatitis Seboroik Dermatitis seboroik atau ketombe biasanya terjadi pada kulit kepala, terutama pada bayi. Pada orang dewasa, selain kulit kepala dermatitis ini juga dapat mengenai alis mata, hidung bagian samping, bagian belakang telinga, kemaluan, dan bagian tengah dada. Dermatitis seboroik menyebabkan kulit mengelupas dalam bentuk serpihan. Hal ini dapat disebakan oleh pertumbuhan berlebihan dari jamur yang memang normal berada pada bagian kulit tersebut atau dapat pula disebabkan oleh pertumbuhan dan pengelupasan kulit kepala secara berlebihan. Pengobatan dermatitis ini sulit bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada penderita AIDS. Selain itu, pengobatannya juga tergantung pada usia penderita. Pengobatan yang dapat dilakukan berupa: Penggunaan shampo yang mengandung asam salisilat, selenium sulfat, seng pirition, atau ter Obat anti jamur atau lotion steroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena   Dermatitis Stasis Eksim jenis ini dapat terjadi apabila pembuluh darah vena pada kaki bagian bawah tidak dapat mengembalikan darah ke jantung dengan benar. Dermatitis ini dapat terjadi secara tiba-tiba, dan menyebabkan kulit menjadi kering, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan terbentuknya noda kecoklatan pada kulit. Pengobatan dermatitis stasis adalah dengan pemberian salep steroid, pelembab pada kulit, kompres pada kulit untuk menjaga kelembaban kulit, antibiotika bila terjadi infeksi, dan mengangkat kaki.   Sumber: webmd  
 14 Nov 2018    11:00 WIB
Apa Hubungan Antara Vitamin D dan Eksim?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya dapat membantu mengurangi gejala eksim pada anak yang biasanya memburuk saat cuaca dingin. Eksim merupakan suatu keadaan di mana terjadi reaksi inflamasi (radang) kronik pada kulit. Para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa konsumsi vitamin D dapat mengurangi berbagai gejala tidak mengenakkan dari eksim dengan cukup signifikan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada sebagian besar penderita eksim, yang mungkin juga mengalami kekurangan vitamin D, mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya telah terbukti cukup membantu. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gejala eksim berat adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet, yang memicu produksi vitamin D di dalam kulit. Para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa gejala eksim biasanya memburuk di saat cuaca dingin adalah dikarenakan kurangnya sinar matahari, yang berarti kurangnya produksi vitamin D di dalam tubuh, yang menyebabkan penderita kekurangan vitamin D. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 107 orang anak di Mongolia, yang berusia antara 2-17 tahun, yang berasal dari 9 klinik rawat jalan di ibu kota Ulaanbaatar, Mongolia. Semua anak yang menjadi peserta penelitian ini menderita eksim yang biasa mengalami kekambuhan di saat cuaca dingin. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama merupakan peserta penelitian yang menerima 1.000 IU vitamin D setiap harinya, sedangkan kelompok kedua merupakan peserta penelitian yang hanya menerima plasebo. Para peneliti kemudian mengamati berbagai gejala yang dialami oleh semua peserta penelitian saat awal penelitian, 1 bulan kemudian, dan pada akhir penelitian. Para peneliti juga bertanya pada para orang tua peserta penelitian mengenai apakah mereka merasakan adanya perbaikan gejala eksim yang dialami oleh anak-anak mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang menerima suplemen vitamin D setiap harinya mengalami perbaikan gejala (sekitar 29%). Sebaliknya, anak-anak yang menerima plasebo setiap harinya hanya mengalami perbaikan gejala sebesar 16%. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak memeriksa apakah para peserta penelitian mengalami kekurangan vitamin D saat penelitian dimulai, mereka menyatakan bahwa sebuah penelitian lainnya yang lebih besar, yang juga dilakukan pada anak-anak di Mongolia, menemukan bahwa sekitar 98% anak-anak di Mongolia memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, para peneliti menduga bahwa para peserta penelitian di dalam penelitian ini kemungkinan besar juga mengalami kekurangan vitamin D. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi gejala eksim pada orang dewasa dan anak-anak yang mengalami gejala eksim di sepanjang tahun (tidak hanya saat cuaca dingin). Selain itu, para peneliti juga menganjurkan agar anak-anak yang mengalami perburukkan gejala eksim di musim dingin untuk mencoba mengkonsumsi suplemen vitamin D selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah mereka mengalami perbaikan gejala. Dianjurkan agar para orang tua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak setempat.     Sumber: webmd
 01 Oct 2018    08:00 WIB
Perbedaan Antara Eksim dan Psoriasis
Eksim dan psoriasis merupakan gangguan kulit yang umum terjadi, di mana keduanya menyebabkan peradangan (inflamasi) pada kulit. Karena penampakkan dan gejalanya yang mirip, banyak orang yang bingung membedakan antara kedua gangguan kulit ini. Di bawah ini terdapat beberapa perbedaan antara eksim dan psoriasis yang dapat membantu anda menemukan jawaban atas pertanyaan anda.1.  Penampilan Gangguan Pada KulitEksimEksim atau dermatitis atopik merupakan suatu gangguan kulit kronik (telah berlangsung dalam waktu lama) yang biasanya mulai terjadi saat masa kanak-kanak. Kulit penderita biasanya akan terasa gatal, tampak kering, pecah-pecah, dan merah; bahkan hingga keluar darah atau cairan dari dalam kulit atau permukaan kulit tampak mengeras (krusta). Kadangkala, eksim juga menyebabkan terbentuknya suatu gangguan kulit seperti jerawat, penebalan kulit, dan luka terbuka dengan permukaan yang keras. PsoriasisPsoriasis merupakan gangguan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, terasa gatal, dan berbercak kemerahan. Psoriasis plak merupakan jenis psoriasis yang paling sering terjadi, dengan ciri khas berupa adanya bercak kemerahan yang sedikit menonjol pada kulit. Psoriasis seringkali dimulai dengan terbentuknya sebuah benjolan kecil yang terus memburuk dan akhirnya dilapisi oleh sisik-sisik putih, yang membuat kulit tampak bersisik dan mengelupas.2.  Pada WajahEksimBercak kemerahan pada eksim biasanya terasa gatal dan menggaruk kulit akan membuat keadaan kulit semakin memburuk, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi kulit atau perdarahan.  Kulit kering pada penderita eksim juga dapat menyebabkan kulit menjadi pecah-pecah.PsoriasisWalaupun jarang, psoriasis juga dapat terjadi pada wajah, yang dapat menyebabkan gangguan kosmetik. Sekitar sebagian penderita psoriasis akan mengalami psoriasis di daerah kulit kepala, yang akan menyebar hingga ke leher, telinga, atau dahi.3.  Pada TanganEksimEksim sangat sering terjadi pada tangan. Penderita eksim memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap berbagai alergen atau iritan seperti bulu hewan, serat kain, cairan pelembab, sabun, atau bahkan air. Terlalu sering mencuci tangan dapat membuat kulit semakin kering.PsoriasisPsoriasis dapat terjadi pada punggung tangan, buku-buku jari tangan, atau telapak tangan. Psoriasis di daerah tangan biasanya membuat kulit sangat kering dan banyak mengelupas sehingga dapat mengganggu aktivitas anda sehari-hari serta dapat menimbulkan rasa nyeri. Psoriasis pada daerah tangan juga dapat mengenai kuku (psoriasis pada kuku), yang menyebabkan kuku berubah warna dan terlepas.4.  Pada KakiEksimEksim pada kaki biasanya terjadi pada daerah lipatan kulit, seperti pada pergelangan kaki bagian depan atau pada bagian belakan lutut. Hal ini dikarenakan iritan (udara dan pakaian) dan keringat sering terjebak pada daerah lipatan kulit ini. Gesekan atau paparan antara iritan dan kulit dapat menyebabkan timbulnya eksim pada area ini. Bila eksim yang terjadi pada daerah lipatan kulit ini tidak segera diobati, maka eksim dapat terasa nyeri dan teriritasi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi, perdarahan, dan keluarnya cairan dari eksim saat berkontak dengan pakaian.PsoriasisPsoriasis agak sering terjadi pada kaki dan kadangkala akan mengenai seluruh bagian kaki. Berbagai jenis psoriasis akan menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Psoriasis plak biasanya akan menyebabkan timbulnya suatu bercak kemerahan besar dengan batas yang tidak jelas pada kulit, sementara psoriasis gutatae akan menyebabkan timbulnya bercak yang berbentuk seperti tetesan air.5.  Pada Daerah Lipatan KulitEksimEksim dapat juga terjadi pada daerah lipatan kulit, terutama pada bayi. Hal ini dikarenakan oleh pemakaian popok pada bayi yang menyebabkan iritasi kulit (diaper rash). Beberapa bayi mengalami gangguan kulit karena alergi terhadap bahan pembuat popok atau tisu basah untuk membersihkan kulit bayi. Gantilah pampers bayi anda dengan popok kain yang terbuat dari katun dan gantilah tisu basah yang anda gunakan bila bayi anda mengalami reaksi alergi.Bila hal ini terjadi pada orang dewasa, maka anda dapat mencoba mengganti deterjen anda atau bahan pakaian anda.PsoriasisPsoriasis juga dapat terjadi pada daerah kemaluan, seperti pada daerah lipatan kulit, seperti pada ketiak dan pangkal paha. Psoriasis yang terjadi pada daerah kemaluan atau lipatan kulit dapat menyerupai eksim, tetapi psoriasis biasanya membentuk bercak kemerahan yang lebih besar. Psoriasis pada daerah kemaluan dapat mengganggu saat anda berhubungan seksual.6.  Pada Kulit KeringEksimEksim seringkali membuat kulit anda menjadi sangat kering dan rapuh sehingga kulit mudah mengelupas. Bagian bawah kulit yang mengelupas ini dapat menyerupai kulit yang terbakar akibat paparan sinar matahari. Bila kulit mengelupas, baik yang menyebabkan luka terbuka maupun tidak, diperlukan pengobatan yang baik agar tidak menimbulkan terjadinya infeksi kulit oleh bakteri maupun virus.PsoriasisBeberapa bercak psoriasis dapat tidak tampak kering atau mengelupas, kadangkala dapat terbentuk bercak kemerahan yang besar tanpa adanya sisik pada kulit. Beberapa bercak psoriasis akan tampak dilapisi oleh kumpulan kulit mati yang sangat tebal sebelum akhirnya mengelupas.7.  Keadaan BeratEksimEksim dapat menjadi berat, tergantung pada seberapa sensitif kulit penderita, iritan penyebabnya, dan seberapa efektif pengobatannya. Kulit yang pecah-pecah, perdarahan, dan keluarnya cairan dari kulit dapat berbahaya karena dapat menyebabkan infeksi bila tidak diobati dengan baik.PsoriasisPsoriasis dapat sangat mengganggu dan menyebar luas ke seluruh tubuh. Pada kasus yang berat, psoriasis dapat terasa dan terlihat seperti luka bakar dan membutuhkan pengobatan segera.8.  PengobatanEksimEksim biasanya diatasi dengan pemberian salep kortikosteroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena. Kadangkala, diperlukan pemberian obat-obatan oral (diminum melalui mulut) atau salep antibiotika (dioleskan pada bagian kulit yang terkena).PsoriasisSebagian besar dokter spesialis kulit akan mengobati psoriasis dengan memberikan salep kortikosteroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena dan melakukan terapi sinar bila pemberian salep tidak berhasil. Kadangkala juga diperlukan pemberian obat-obatan oral Baca juga: Mengenal Gejala Eksim  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: med-health
 21 Aug 2018    11:00 WIB
7 Cara Mengobati Eksim Secara Alami
Eksim atau dermatitis merupakan kondisi kulit yang menimbulkan rasa sakit, ruam, lepuhan, nanah dan perdarahan jika kondisi serius. Secara normal, eksim dapat diobati dengan pelembab atau krim steroid, tetapi jika keduanya tidak bekerja dengan baik Anda bisa menggunakan calcineurin inhibitor. Banyak sekali mitos yang beredar berkaitan dengan eksim. Beberapa orang percaya jika eksim disebabkan oleh masalah organ dalam, seperti masalah usus atau hati, sementara yang lain mengaitkannya dengan masalah psikologis seperti stress. Faktor lingkungan juga berhubungan dan menyebabkan eksim. Anda dapat saja mengobati penyakit eksim yang Anda alami dengan cara membersihkan usus, hati atau menggunakan krim steroid. Tetapi cara yang paling baik dalam mengobati eksim adalah secara alami karena tidak memiliki efek samping dan juga pengobatan alami ini terbukti sangat efektif menyembuhkan eksim. Alpukat dan lidah buaya Anda dapat membuat pasta dari alpukat kemudian tambahkan daging dari lidah buaya dan campurkan. Setelah itu oleskan ke daerah kulit yang mengalami eksim. Campuran ini akan melembabkan daerah yang terkena eksim dan mencegah eksim menyebabkan kekeringan didaerah sekitarnya. Mengurangi produk susu Kurangi konsumsi produk yang mengandung susu seperti susu, keju dan mentega dari diet Anda dan ganti dengan produk fermentasi seperti kefir. Produk turunan susu dapat meningkatkan keasaman dari kulit dan menyebabkan munculnya serangan eksim. Batasi konsumsi daging dan makanan lainnya. Cobalah membuat perubahan kecil pada menu diet Anda dan berhentu memakan makanan tertentu. Cobalah apakah dengan penghentian makanan tersebut membawa perubahan lebih baik terhadap kondisi eksim Anda. Dengan cara demikian Anda bisa menemukan makanan mana yang menyebabkan serangan dan Anda dapat berhenti mengkonsumsinya. Minum lebih banyak jus buah dan jus sayuran Pastikan Anda tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman bersoda dan manis. Gantilah dengan jus buah atau jus sayuran yang lebih segar. Hal ini akan mengurangi gejala dan mencegah kemunculan dari eksim baru. Konsumsi makanan kaya asam lemak omega 3 Cobalah untuk memakan makanan yang mengandung omega 3 lebih banyak lagi, misalnya saja seperti ikan dan kecang-kacangan. Asam lemak omega 3 secara alami memperbaiki kondisi kulit dan mencegah terjadinya eksim. Cobalah melakukan diet bebas gluten Diet bebas gluten juga dapat mencegah munculnya gejala eksim karena kluten ternyata dapat mengiritasi kulit lebih jauh. Pertahankan pola diet ini sampai kondisi kulit Anda membaik. Menggunakan minyak alami untuk melembabkan kulit Gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk melembabkan kulit Anda. Dengan melembabkan kulit Anda menggunakan minyak ini akan mencegah munculnya gejala eksim.   Sumber: magforwomen