Your browser does not support JavaScript!
 22 Aug 2019    18:00 WIB
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seorang pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun ada faktor psikologis dan biologis yang mepengaruhi terjadinya ejakulasi dini.  Faktor psikologis: Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman melakukan hubungan seksual sejak dini dapat membentuk pola yang sulit untuk dirubah di kemudian hari, seperti:  Situasi di mana seseorang bergegas untuk mencapai klimaks untuk menghindari diketahui oleh orang lain.  Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual. Faktor lain yang dapat berperan dalam menyebabkan ejakulasi dini meliputi:  Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tentang bagaimana mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat mengalami ejakulasi dini, dan hal ini sulit untuk berubah.  Gangguan cemas.  Banyak pria yang memiliki gangguan rasa cemas memiliki masalah ejakulasi dini.  Masalah dengan pasangan. Jika seseorang memiliki hubungan seksual yang memuaskan sebelumnya. Namun akhir-akhir ini terjadi masalah ejakulasi dini. Mungkin hal ini bisa disebabkan adanya permasalahan dalam hubungan Anda. Faktor biologis:  Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:  Kadar hormon yang abnormal  Tingkat kimia otak/neurotransmiter yang abnormal  Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal Penyakit tiroid Peradangan dan infeksi pada prostat (berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan air mani) atau uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) Keturunan Kerusakan saraf dari setelah operasi atau kecelakaan (jarang) Sumber: mayoclinic
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 17 Mar 2019    18:00 WIB
Mengapa Ejakulasi Tertunda Bisa Terjadi ?
Apakah ejakulasi tertunda itu?Ejakulasi Tertunda adalah suatu keadaan dimana ereksi tetap terjadi, tetapi ejakulasinya tertunda selama waktu yang cukup panjang. Ejakulasi yang tertunda membutuhkan stimulasi seksual yang lebih lama untuk seorang pria dapat mencapai klimaks dan mengeluarkan semen (ejakulasi). Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan sama sekali tidak dapat melakukan ejakulasi. Apa penyebab dari ejakulasi tertunda itu?Kelainan ini jarang terjadi. Sejalan dengan bertambahnya umur, terkadang waktu yang diperlukan untuk mencapai orgasme pada pria menjadi semakin panjang. Namun demikian, ejakulasi yang tertunda dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan kronis, pembedahan, obat-obatan tertentu, dan juga faktor psikis, seperti depresi, kecemasan, atau stres. Pada banyak kasus, ejakulasi yang tertunda terjadi karena gabungan antara gangguan fisik dan faktor psikis. Penyakit fisik yang dapat menyebabkan ejakulasi yang tertunda meliputi :•  Beberapa kelainan bawaan yang mengenai sistem reproduksi pria•  Cedera pada saraf di panggul yang mengontrol orgasm•  Infeksi tertentu•  Pembedahan prostat•  Penyakit jantung•  Infeksi prostat atau infeksi saluran kemih•  Penyakit saraf seperti neuropati diabetes, stroke, atau kerusakan saraf pada korda spinalis•  Gangguan yang terkait dengan hormon, seperti hormon tiroid yang rendah atau hormon testosteron yang rendah Faktor psikis yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi meliputi :•  Depresi, kecemasan, atau kondisi mental lainnya•  Masalah hubungan antar pasangan seperti stres dan komunikasi yang buruk•  Kecemasan akan penampilan•  Larangan dari faktor budaya atau agama•  Perbedaan antara sex sebenarnya dengan fantasi seksual yang dimiliki•  Ketakutan pada saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)•  Ketakutan untuk mengalami ejakulasi di hadapan mitra seksualnya Apa gejala dari ejakulasi tertunda itu?Penderita tidak dapat mengalami ejakulasi, baik selama melakukan hubungan seksual maupun pada perangsangan manual di hadapan mitra seksualnya. Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda membutuhkan waktu untuk stimulasi seksual selama 30 menit atau lebih untuk dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Sebagian pria malah tidak dapat terjadi ejakulasi sama sekali (anejaculation). Ejakulasi yang tertunda dapat dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan gejala yang ada :•  Bawaan atau didapat. Gangguan ejakulasi yang bersifat bawaan sudah terjadi sejak seorang pria mencapai kematangan seksual. Sedangkan gangguan ejakulasi yang didapat terjadi setelah seorang pria mengalami periode normal dari fungsi seksualnya.•  Umum atau situasional. Ejakulasi tertunda yang umum adalah gangguan ejakulasi yang tidak terbatas pada situasi tertentu, seperti stimulasi seksual tertentu atau partner sex tertentu. Sedangkan pada ejakulasi tertunda situasional terjadi hanya pada kondisi tertentu saja. Apakah pengobatan untuk ejakulasi tertunda itu?Untuk penanganan yang baik, dokter akan lebih dulu menentukan penyebab dari gangguan ejakulasi yang diderita. Apakah terdapat penyakit fisik tertentu, faktor psikologis, atau masalah lain. Pengobatan ejakulasi yang tertunda tergantung dari penyebabnya, dapat berupa pemberian obat-obat tertentu, mengubah konsumsi obat-obatan yang selama ini digunakan, mengikuti konseling psikologis, atau menghentikan konsumsi alkohol. •  Obat-obatanDalam penanganan gangguan ejakulasi, perlu dilihat apakah penderita selama ini mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan ejakulasi. Jika terdapat obat-obatan yang berhubungan dengan gangguan ejakulasi, maka obat-obat tersebut perlu dikonsultasikan ke dokter. Mungkin obat-obatan tersebut dapat dikurangi dosisnya atau diganti dengan obat lain.•  Konseling psikologi (Psikoterapi)Psikoterapi dapat membantu penderita mengetahui apakah ada faktor psikis tertentu yang menyebabkan terjadinya gangguan ejakulasi. Ingin mengetahui mengenai ejakulasi tertunda? Silahkan  cek gejala penyakit Sumber: webmd
 09 Oct 2017    18:00 WIB
Latihan Panggul Dapat Meningkatkan Kemampuan Seks Pria
Menurut suatu studi, latihan pada pelvis dapat memberi keuntungan untuk pria dengan masalah ejakulasi dini kronis. Ejakulasi dini didefinikan sebagai ejakulasi yang terjadi dalam waktu kurang dari satu menit dapat mempengaruhi kehidupan seorang pria. Walaupun banyak pengobatan tersedia untuk ejakulasi dini, ada beberapa orang yang tidak mengalami perbaikan. Studi ini melibatkan 40 partisipan pria, berusia 19-46 tahun, dengan masalah ejakulasi dini dan sudah mengikuti berbagai terapi, temasuk krim, obat antidepresan dan terapi perilaku tetapi tidak berhasil. Para partisipan ini mengikuti latihan otot dasar pinggul dan menjalaninya selama 12 minggu. Pada permulaan studi, waktu rata-rata ejakulasi dari para partisipan adalah 32 detik. Setelah melakukan latihan dasar pinggul selama tiga bulan, waktu rata-rata mereka meningkat menjadi 2,5 menit. Hanya lima pria dari keseluruhan partisipan yang tidak mengalami perbaikan. Menurut  Dr. Antonio Pastore, kepala dari studi ini, keefektifan hasil dari studi ini perlu diverifikasi dengan percobaan dalam skala yang lebih besar. Selain itu tindakan rehabilitasi akan lebih mudah dilakukan dibanding terapi lain karena tidak memiliki efek samping apapun. Latihan otot dasar pinggul sering dilakukan oleh pria dengan masalah inkontinensia urin dan juga setelah melakukan operasi kanker prostat. Latihan ini sudah diuji terhadap pria dengan masalah ejakulasi dini sementara, tetapi belum pernah diujikan pada penderita ejakulasi dini kronis. Para peneliti juga mengatakan fakta setelah melakukan terapi latihan ini dan memperbaiki kualitas seksnya, para pria tersebut mengalami peningkatan kepercayaan diri. Keuntungan lain dari melakukan terapi latihan dasar panggul selain tidak ada efek samping adalah murah dan mudah dilakukan.Sumber: webmd
 14 Jul 2016    11:00 WIB
Berbagai Masalah Kesehatan Yang Berhubungan Dengan Penis
Kesehatan pria tidak hanya melulu urusan seks dan perawatan tubuh saja, tetapi juga menyangkut kelainan yang terjadi pada penis. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang mempengaruhi penis pada laki-laki. Disfungsi EreksiDisfungsi ereksi adalah gangguan yang terjadi saat seorang pria gagal mempertahankan ereksi. Masalah ini lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua, tetapi ada beberapa orang muda yang juga mengalami gangguan ini. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh kecemasan, masalah pada hubungan, stress, depresi, komplikasi medis dan lain sebagainya. Penyakit PeyroniPenyakit peyroni adalah kondisi dimana terbentuk suatu jaringan (plak) fibrotik, menyerupai jaringan parut luka, pada bagian selubung dalam organ genital pria. Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas. Sebagian ahli menghubungkannya dengan cedera pada organ genital yang menyebabkan darah mengumpul pada jaringan ikat bagian dalam organ genital tersebut dan mengeras menjadi plak. Peyronie dapat terjadi pada pria muda, dewasa, maupun usia lanjut. Tinea Kruris (jamur di daerah genital)Tinea kruris adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini paling sering terjadi pada atlit atau mereka yang banyak berolahraga dengan intensitas yang berat, dan infeksi jamur ini sangat berhubungan dengan keringat. Infeksi jamur ini akan semakin menyebar saat daerah genital dalam keadaan lembab dan basah. Salah satu point yang harus diingat adalah infeksi jamur ini dapat disebarkan melalui pemakaian handuk bersama dan kontak seksual. Ejakulasi DiniEjakulasi dini adalah pelepasan sperma atau ejakulasi yang dialami saat berhubungan sesaat atau segera setelah penetrasi. Tipe dari ejakulasi dini adalah: 1.  Ejakulasi Dini PrimerAdalah ejakulasi yang terjadi sesaat setelah Anda mulai berhubungan 2.  Ejakulasi Dini SekunderAdalah sejakulasi yang terjadi ketika seseorang pada awalnya tidak memiliki keluhan dan gejala ini, kemudian mulai mengalami gangguan ejakulasi dini.Sumber: healthmeup
 28 Aug 2014    13:00 WIB
Sering Mengalami Ejakulasi Dini? Coba Tips Ini
Permasalahan ejakulasi dini merupakan salah masalah yang sering dihadapi. Ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk membantu mengatasi permasalahan yang satu ini: Melatih pernapasan dan melakukan relakasasi Dengan cara ini akan membuat Anda terhindar dari berbagai macam ketegangan otot. Karena ketegangan dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Dengan cara ini Anda akan merasa santai dan merasa lebih percaya diri dan dapat meredakan emosi Anda seketika. Kontrol mental, fokus dan percaya diri dengan menggunakan 3 metode tersebut akan membuat Anda tidak terlalu tegang untuk mencapai “target” namun menjadi lebih percaya diri untuk melakukan hubungan seks. Sehingga Anda lebih menikmati hubungan seks dan tidak membuat Anda panik dan berpikir “bagaimana jika” Memahami respons seksual Anda dan apa yang harus dilakukan. Sederhananya, ini adalah keterampilan membaca sinyal tubuh Anda, bagaimana mengirimkan sinyal dan melakukan tindakan langsung. Hal ini cukup sederhana untuk mempelajari respons seksual Anda. Sehingga Anda dapat mengambil alih dan mengontrol keadaan dan menghindari kesalahan yang mungkin biasa dilakukan. Mempelajari teknik dan taktik saat berhubungan seks dengan cara ini Anda tetap dapat memegang kendali dan membuat pasangan Anda semakin liar. Secara dramatis akan meningkatkan waktu Anda untuk berhubungan seks. Kontrol tubuh secara penuh Anda harus mampu mengontrol tubuh Anda secara penuh. Mecoba untuk tetap santai dan terkendali saat berhubungan seks akan membuat Anda mampu melewati tahap pertama saat berhubungan seks Istirahat sejenak Dengan cara ini akan membuat Anda mempersiapkan tubuh Anda untuk melakukan hubungan seks kembali.   Sumber: beyonddelay