Your browser does not support JavaScript!
 22 Aug 2019    18:00 WIB
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seorang pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun ada faktor psikologis dan biologis yang mepengaruhi terjadinya ejakulasi dini.  Faktor psikologis: Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman melakukan hubungan seksual sejak dini dapat membentuk pola yang sulit untuk dirubah di kemudian hari, seperti:  Situasi di mana seseorang bergegas untuk mencapai klimaks untuk menghindari diketahui oleh orang lain.  Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual. Faktor lain yang dapat berperan dalam menyebabkan ejakulasi dini meliputi:  Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tentang bagaimana mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat mengalami ejakulasi dini, dan hal ini sulit untuk berubah.  Gangguan cemas.  Banyak pria yang memiliki gangguan rasa cemas memiliki masalah ejakulasi dini.  Masalah dengan pasangan. Jika seseorang memiliki hubungan seksual yang memuaskan sebelumnya. Namun akhir-akhir ini terjadi masalah ejakulasi dini. Mungkin hal ini bisa disebabkan adanya permasalahan dalam hubungan Anda. Faktor biologis:  Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:  Kadar hormon yang abnormal  Tingkat kimia otak/neurotransmiter yang abnormal  Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal Penyakit tiroid Peradangan dan infeksi pada prostat (berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan air mani) atau uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) Keturunan Kerusakan saraf dari setelah operasi atau kecelakaan (jarang) Sumber: mayoclinic
 14 Jul 2019    18:00 WIB
Jangan Diam Saja, Lakukan Ini Bila Suami Sulit Ejakulasi
Setiap pasangan yang berhubungan intim tentu ingin mencapai big O. Namun bagaimana bila sudah melakukan hubungan seks yang lama tetapi tidak juga mencapai klimaks. Akhirnya kedua pasangan merasa lelah, gairah seks menurun dan gagal mencapai klimaks. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan tentu merasa kecewa. Tanda pria mencapai klimaks adalah keluarnya cairan air mani dari penis. Untuk Anda para wanita, ternyata ada loh usaha yang bisa Anda lakukan untuk membantu suami Anda agar bisa mencapai klimaks. Ayo disimak! 1.      Merangsangnya dengan lembut Untuk membantu suami mencapai klimaks maka Anda bisa merangsangnya dengan lembut. Bisikan ke telinganya kata-kata mesra, hembuskan napas dan tentu saja mendesah seksi. Selain berdesah Anda bisa mengecup dan mencium tubuh suami dengan bibir Anda yang lembut jangan lupakan sentuhan tangan pada titik-titik sensitif pria dan tentu saja Mr. P nya. 2.      Jadi "nakal" dan ‘liar" Anda bisa sesekali menservis pasangan dengan melakukan sesuatu yang nakal dan liar. Misalnya seperti "dirty talk", menepuk bokong, menggigit kuping, menghampirinya saat ia sedang di kamar mandi, saat sedang bekerja dan mengajaknya bercinta secara spontan. Jangan diam saja, buat keeadaan menjadi panas dengan tiba-tiba. Hal ini bisa membuatnya semakin bergairah. 3.      Mencoba gaya baru Hampir sama seperti Kita makan dengan menu yang sama, tentu akan timbul rasa bosan. Sama dengan berhubungan intim. Gaya yang itu-itu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu Anda bisa mencoba gaya-gaya baru dalam melakukan hubungan intim. Di siang hari Anda bisa mengirim pesan-pesan mesra bahwa malam ini akan memberikan kejutan dan melakukan gaya baru. Dijamin dia tidak akan sabar menunggu malam dan ingin segera pulang. 4.      Fantasi Seksual Pria adalah makhluk yang sering berfantasi. Dibandingkan si dia melakukan fantasinya sendiri. Mengapa Anda tidak berusaha mewujudkan fantasi seksualnya. Tanyakan kepadanya, apa yang dia inginkan saat bercinta. Biasanya pria paling suka dengan role play dan Anda harus mampu memerankan peran yang diimpikannya. Seperti keinginannya untuk bercinta dengan sekretaris atau perawat seksi. 5.      Kurangi Masturbasi Ternyata terlalu sering masturbasi dapat berdampak negatif bagi hubungan seksual. Karena saat melakukan masturbasi biasanya pria berfantasi dan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan asli merasa ada kurang dan tidak sesuai harapan.  Sebagai pasangan, Anda harus bersikap aktif dan jangan berdiam diri dalam kondisi seperti ini. Apabila si dia merasa sulit untuk mengalami ejakulasi, maka ajaklah dia berbicara dan bantu dia untuk menemukan solusi. Semoga cara diatas dapat membantu. Baca juga: 5 Kesalahan Wanita Saat Berhubungan Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: intimatemedicine
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 17 Mar 2019    18:00 WIB
Mengapa Ejakulasi Tertunda Bisa Terjadi ?
Apakah ejakulasi tertunda itu?Ejakulasi Tertunda adalah suatu keadaan dimana ereksi tetap terjadi, tetapi ejakulasinya tertunda selama waktu yang cukup panjang. Ejakulasi yang tertunda membutuhkan stimulasi seksual yang lebih lama untuk seorang pria dapat mencapai klimaks dan mengeluarkan semen (ejakulasi). Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan sama sekali tidak dapat melakukan ejakulasi. Apa penyebab dari ejakulasi tertunda itu?Kelainan ini jarang terjadi. Sejalan dengan bertambahnya umur, terkadang waktu yang diperlukan untuk mencapai orgasme pada pria menjadi semakin panjang. Namun demikian, ejakulasi yang tertunda dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan kronis, pembedahan, obat-obatan tertentu, dan juga faktor psikis, seperti depresi, kecemasan, atau stres. Pada banyak kasus, ejakulasi yang tertunda terjadi karena gabungan antara gangguan fisik dan faktor psikis. Penyakit fisik yang dapat menyebabkan ejakulasi yang tertunda meliputi :•  Beberapa kelainan bawaan yang mengenai sistem reproduksi pria•  Cedera pada saraf di panggul yang mengontrol orgasm•  Infeksi tertentu•  Pembedahan prostat•  Penyakit jantung•  Infeksi prostat atau infeksi saluran kemih•  Penyakit saraf seperti neuropati diabetes, stroke, atau kerusakan saraf pada korda spinalis•  Gangguan yang terkait dengan hormon, seperti hormon tiroid yang rendah atau hormon testosteron yang rendah Faktor psikis yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi meliputi :•  Depresi, kecemasan, atau kondisi mental lainnya•  Masalah hubungan antar pasangan seperti stres dan komunikasi yang buruk•  Kecemasan akan penampilan•  Larangan dari faktor budaya atau agama•  Perbedaan antara sex sebenarnya dengan fantasi seksual yang dimiliki•  Ketakutan pada saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)•  Ketakutan untuk mengalami ejakulasi di hadapan mitra seksualnya Apa gejala dari ejakulasi tertunda itu?Penderita tidak dapat mengalami ejakulasi, baik selama melakukan hubungan seksual maupun pada perangsangan manual di hadapan mitra seksualnya. Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda membutuhkan waktu untuk stimulasi seksual selama 30 menit atau lebih untuk dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Sebagian pria malah tidak dapat terjadi ejakulasi sama sekali (anejaculation). Ejakulasi yang tertunda dapat dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan gejala yang ada :•  Bawaan atau didapat. Gangguan ejakulasi yang bersifat bawaan sudah terjadi sejak seorang pria mencapai kematangan seksual. Sedangkan gangguan ejakulasi yang didapat terjadi setelah seorang pria mengalami periode normal dari fungsi seksualnya.•  Umum atau situasional. Ejakulasi tertunda yang umum adalah gangguan ejakulasi yang tidak terbatas pada situasi tertentu, seperti stimulasi seksual tertentu atau partner sex tertentu. Sedangkan pada ejakulasi tertunda situasional terjadi hanya pada kondisi tertentu saja. Apakah pengobatan untuk ejakulasi tertunda itu?Untuk penanganan yang baik, dokter akan lebih dulu menentukan penyebab dari gangguan ejakulasi yang diderita. Apakah terdapat penyakit fisik tertentu, faktor psikologis, atau masalah lain. Pengobatan ejakulasi yang tertunda tergantung dari penyebabnya, dapat berupa pemberian obat-obat tertentu, mengubah konsumsi obat-obatan yang selama ini digunakan, mengikuti konseling psikologis, atau menghentikan konsumsi alkohol. •  Obat-obatanDalam penanganan gangguan ejakulasi, perlu dilihat apakah penderita selama ini mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan ejakulasi. Jika terdapat obat-obatan yang berhubungan dengan gangguan ejakulasi, maka obat-obat tersebut perlu dikonsultasikan ke dokter. Mungkin obat-obatan tersebut dapat dikurangi dosisnya atau diganti dengan obat lain.•  Konseling psikologi (Psikoterapi)Psikoterapi dapat membantu penderita mengetahui apakah ada faktor psikis tertentu yang menyebabkan terjadinya gangguan ejakulasi. Ingin mengetahui mengenai ejakulasi tertunda? Silahkan  cek gejala penyakit Sumber: webmd
 20 Nov 2018    18:00 WIB
Dahsyat, Rajin Olahraga Bikin Hebat Di Ranjang
Ternyata bukan hanya latihan kegel yang dapat meningkatkan kehidupan seks Anda. Apabila Anda sering berolahraga, hal ini akan membuat pasangan Anda semakin bahagia. Kok bisa? Karena ternyata wanita yang rajin berolahraga akan lebih hebat diranjang, olahraga seperti latihan kardio yang memacu jantung Anda, latihan yoga yang melatih fleksibilitas tubuh Anda, semua hal ini dapat memperbaiki performa seks Anda. Mau tau apa saja manfaat olahraga dalam hubungan seks. Ayo disimak ulasan dibawah ini: 1.      Meningkatkan kepercayaan diri Seorang wanita yang rajin berolahraga tentu akan memiliki bentuk tubuh yang lebih ideal. Meski badan wanita tersebut tidak berotot, namun kemungkinan tidak ada perut yang mengelambir. Bentuk tubuh yang kencang dan padat akan meningkatkan kepercayaan diri seorang wanita saat dia harus tampil tanpa pakaian di hadapan pasangannya. Rasa percaya diri dan bentuk tubuh yang indah akan semakin membuat dia dan pasangan semakin bergairah.   2.      Semakin bergairah Saat Anda berolahraga dengan teratur maka tubuh akan memproduksi hormon testosteron untuk membantu memperbaiki dan membangun otot yang lebih kuat. Testosteron merupakan hormon seks utama pada pria, namun bila jumlahnya meningkat pada wanita maka akan membuatnya semakin bergairah dan juga bisa meningkatkan gairah para pria dan lebih mudah mencapai klimaks nantinya. 3.      Melawan stres Wanita biasanya lebih mudah mengalami stres yang nantinya akan mengganggu performa saat berhubungan intim. Namun wanita yang rajin berolahraga biasanya akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon endorfin dan dopamin, serta penurunan hormon stres yaitu kortisol. Sehingga wanita tersebut lebih tahan terhadap stres dan yang pasti hasrat seksual yang meningkat. 4.      Peningkatan aliran darah Olahraga teratur akan membantu mengalirkan darah ke organ tubuh yang penting, tidak terkecuali organ intim Anda. Saat aliran darah lancar ke organ intim akan membuatnya menjadi lebih sensitif. Semakin sensitif maka akan semakin mudah mencapai klimaks nantinya. 5.      Tahan lama Ingin tahan lama diranjang maka berolahragalah. Olahraga rutin akan membuat wanita menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama di ranjang. Bila Anda hanya ingin mencoba posisi misionaris mungkin tidak butuh tenaga terlalu banyak. Tapi apakah tidak bosan bila hanya mencoba posisi itu terus. Untuk posisi woman on top, reverse cowgirl tentu wanita yang rajin berolahraga akan lebih bisa melakukannya. Performa wanita yang hebat di ranjang akan membuat pria makin sayang pada pasangannya. Oleh karena itu untuk Anda para wanita ayo mulai buat jadwal olahraga kalian dan dapatkan rasa cinta yang besar dari suami Anda. Baca juga: Pengobatan Disfungsi Seksual Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitnessmagazine
 26 Sep 2018    18:00 WIB
Takut Ejakulasi Dini Saat Malam Pertama??? Lakukanlah 3 Hal Ini Maka Semua Akan Lancar Jaya
Malam pertama untuk pasangan yang baru menikah adalah momen paling indah dan paling romantis dan yang paling ditunggu oleh semua orang. Pasangan yang memiliki sikap untuk melakukan malam pertama setelah sah menikah adalah hal yang sangat sakral dan akan menjadi momen tidak terlupakan. Untuk Anda pasangan yang sedang menanti saat paling romantis ini, mungkin akan merasa khawatir akan kegagalan saat malam pertama. Ternyata salah satu masalah yang bisa dialami oleh pengantin baru adalah sang pria mengalami ejakulasi dini. Mengapa bisa mengalami ejakulasi dini? Usia muda Biasanya pasangan yang baru menikah adalah pasangan yang masih berusia muda. Usia muda, biasanya tubuh sangat sensitif terhadap rangsangan seksual karena tinggi produksi hormon seks pria. Salah satunya adalah hormon testosteron yang membuat pria menjadi lebih sensitif dan lebih terangsang. Sehingga sang pria merasa mudah mengalami ejakulasi dini saat malam pertama. Faktor psikologis Malam pertama adalah momen yang ditunggu-tunggu, pada saat inilah saatnya seorang pria ingin menunjukkan kejantanannya. Sehingga ada perasaan ingin terlihat hebat didepan pasangan, perasaan ini terkadang bisa membuat pria tersebut merasa tertekan akan perasaan takut tidak memberikan performa yang terbaik. Rasa takut gagal, cemas bisa membuat menimbulkan ejakulasi dini. Bahkan ada pria yang sampai gagal mengalami ereksi karena perasaan yang terlalu tertekan. Baru pertama kali Untuk pria yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual, akan merasakan sensasi hubungan seksual pertama kali. Rasa yang luar biasa saat melakukan penetrasi dan gesekan penis ke dalam vagina bisa saja menyebabkan ejakulasi yang cepat. Bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini saat malam pertama? 1. Mencoba untuk relaks Sangat dimengerti bahwa bila Anda merasa takut akan kegagalan malam pertama, namun jangan menjadikan hal ini sebagai hal paling menyeramkan di dunia ini, Justru pada saat ini adalah waktu Anda merasa sangat bahagia karena akhirnya memiliki tambatan hati yang akan selalu menemani hidup Anda. jadi coba tenangkan diri Anda ajaklah pasangan Anda untuk berbicara terlebih dahulu, setelah perasaan Anda lebih tenang barulah Anda mulai sesi pemanasan. 2. Foreplay Foreplay atau pemanasan sebelum bercinta adalah hal yang sangat penting. Dengan cara ini akan membangkitkan gairah seksual Anda dan pasangan. Selain itu membuat sang wanita lebih mudah mencapai klimaks, Anda tidak akan sulit untuk melakukan penetrasi dan yang penting Anda tidak terkesan mengalami ejakulasi dini, karena kemungkinan sang wanita sudah merasakan orgasme lebih dulu dibanding Anda. 3. Melakukan senam kegel Senam kegel tidak hanya dilakukan oleh wanita namun juga bisa dilakukan oleh pria. Ini cara melakukan senam kegel:  Kosongkan kandung kemih  Mencari otot panggul bawah yang merupakan otot yang menahan air seni. Untuk pria saat mengencangkan otot panggul sambil berkaca, maka akan terlihat bagian bawah penis akan bergerak ke arah perut dan testikel akan naik.  Ambil posisi berbaring. Kencangkan otot panggul bawah Anda, tahan hingga 5 detik, kemudian lepaskan. Ulangi 4-5 kali. Kemudian tingkatkan durasi dari 5 ke 10 detik.  Saat mengencangkan otot panggul bawah ini, hindari mengencangkan otot perut, paha, dan bokong, serta tetaplah bernapas bebas.  Ulangi gerakan ini tiga kali sehari dengan pengulangan setidaknya sebanyak 3×10 kali.  Hindari melakukan gerakan ini untuk menahan kencing karena justru dapat melemahkan otot panggul serta justru berisiko mengidap infeksi saluran kencing. Malam pertama adalah malam yang malam dimana saat terindah Anda dengan pasangan, saat itu bukanlah saat Anda harus pamer diri sehingga Anda tidak perlu memaksakan diri, namun malam dimana Anda menjadi satu dan menjadi lebih dekat dengan pasangan. Baca juga: Benarkah Kegel Dapat Meningkatkan Kualitas Orgasme? Sumber: yourtango
 15 Aug 2018    18:00 WIB
Sulit Orgasme? Coba Tips Ini!
Selain dapat memberikan kepuasan, orgasme ternyata juga dapat membantu menguatkan dan menjaga hubungan yang sehat di antara suami dan istri. Akan tetapi, apa jadinya bila Anda dan pasangan justru tidak dapat mencapai orgasme pada saat yang bersamaan? Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda dan pasangan mencapai orgasme secara bersamaan dan membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih intim.   ALIHKAN SENTUHAN KE ARAH LAIN Jangan terlalu buru-buru ingin menjalankan "tugas" Anda sebagai pasangan atau terlalu memanjakan pasangan. Sebab, cara ini justru bisa membuatnya lebih cepat mencapai klimaks. Lebih baik alihkanlah sentuhan Anda ke titik sensitif lainnya pada tubuh pasangan Anda seperti daerah dada, punggung, lengan, atau area sensitif lainnya. Lakukanlah foreplay yang lebih lama sehingga Anda maupun pasangan dapat sama-sama menikmati sentuhan yang diberikan satu sama lain. Selain itu, foreplay juga dapat membantu Anda dan pasangan menjadi lebih bergairah sehingga kepuasan yang diperoleh saat orgasme pun lebih maksimal.   Baca Juga: Mengapa Saya Tidak Dapat Mencapai Orgasme Saat Berhubungan Seks?   MULAI LEBIH DULU Karena seorang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama dari seorang pria untuk dapat mencapai orgasme, maka mintalah pada pasangan Anda untuk melakukan foreplay terlebih dahulu sehingga Anda pun merasa bergairah. Setelah itu, Anda dapat mencoba posisi bercinta wanita di atas (woman on top) sehingga Anda pun dapat mengendalikan kecepatan gerakan dan kedalaman penetrasi penis.   STIMULASI ORAL Singkirkan pikiran bahwa orgasme yang sempurna hanya bisa dicapai melalui penetrasi seksual. Bagi seorang wanita, orgasme dapat dicapai dengan berbagai cara, termasuk melalui sentuhan dan seks oral.   SESUAIKAN RITME Kadangkala, penyebab mengapa sepasang suami istri tidak dapat mencapai orgasme pada waktu yang bersamaan adalah karena irama bercinta yang dilakukan tidak sejalan, misalnya pasangan terlalu cepat atau justru terlalu lambat. Oleh karena itu, belajarlah untuk menyeimbangkan irama Anda dan pasangan saat bercinta untuk memperoleh hasil yang maksimal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur href="https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost
 26 Nov 2017    08:00 WIB
Fakta Menarik Tentang Orgasme Pada Pria
Banyak hal tentang orgasme pria yang tidak diketahui semua orang. Tak sedikit anggapan yang mengatakan bahwa orgasme pada pria sama dengan ejakulasi. Selain itu, pria juga dikatakan tidak dapat merasakan multiple orgasme atau kembali orgasme setelah mencapai klimaks. Apa benar?   Berikut fakta-fakta menarik tentang orgasme pria yang harus diluruskan: - Ejakulasi Orgasme pada pria tidak sama artinya dengan mendapat ejakulasi atau tidak. Orgasme adalah sensasi yang dirasakan saat mencapai puncak dari kenikmatan. Yang sering diikuti dengan ejakulasi. Ejakulasi sendiri artinya pelepasan cairan semen. Tetapi tetap harus dicacat jika pria tetap dapat merasakan orgasme walaupun tidak diikuti ejakulasi. - Multiple orgasmeMultiple orgasme biasanya dihubungkan dengan wanita, tetapi 15-20% pria juga dilaporkan dapat mengalami multiple orgasme. Memang masih diperlukan penelitian selanjutnya tentang tehnik mendapatkan multiple orgasme tanpa diikuti ejakulasi. - Waktu pemulihanSeorang pria memerlukan waktu untuk pulih, misalnya dengan tidur, sebelum dapat kembali beraksi. Hal tersebut memang sangat bergantung pada usia, tingkat kesehatan dan olahraga. Periode waktu yang diperlukan juga cukup bervariasi, mulai dari beberapa menit sampai beberapa jam bahkan lebih. - Ejakulasi diniPernahkah Anda berpikir seberapa singkatkah yang termasuk ejakulasi dini? Menurut konsensus yang diterbitkan di the International Society for Sexual Medicine definisi ejakulasi dini adalah "ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau dalam waktu sekitar satu menit." Tetapi the International Classification of Diseases (ICD-10) memotong waktunya hanya 15 detik dihitung dari dimulainya hubungan seksual. - G-spot G-spot tidak hanya dimiliki oleh wanita. Prostat pria juga dapat berfungsi sebagai G-spot. - Orgasme singkatWalaupun pria lebih sering mencapai orgasme dibanding wanita, orgasme pada pria berlangsung lebih singkat dibanding orgasme pada wanita. Rata-rata pria mengalami orgasme selama 10-15 detik. - MasturbasiRekor dunia untuk waktu terlama yang dihabiskan seorang pria untuk masturbasi adalah delapan jam tigapuluh menit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthmeup
 09 Oct 2017    18:00 WIB
Latihan Panggul Dapat Meningkatkan Kemampuan Seks Pria
Menurut suatu studi, latihan pada pelvis dapat memberi keuntungan untuk pria dengan masalah ejakulasi dini kronis. Ejakulasi dini didefinikan sebagai ejakulasi yang terjadi dalam waktu kurang dari satu menit dapat mempengaruhi kehidupan seorang pria. Walaupun banyak pengobatan tersedia untuk ejakulasi dini, ada beberapa orang yang tidak mengalami perbaikan. Studi ini melibatkan 40 partisipan pria, berusia 19-46 tahun, dengan masalah ejakulasi dini dan sudah mengikuti berbagai terapi, temasuk krim, obat antidepresan dan terapi perilaku tetapi tidak berhasil. Para partisipan ini mengikuti latihan otot dasar pinggul dan menjalaninya selama 12 minggu. Pada permulaan studi, waktu rata-rata ejakulasi dari para partisipan adalah 32 detik. Setelah melakukan latihan dasar pinggul selama tiga bulan, waktu rata-rata mereka meningkat menjadi 2,5 menit. Hanya lima pria dari keseluruhan partisipan yang tidak mengalami perbaikan. Menurut  Dr. Antonio Pastore, kepala dari studi ini, keefektifan hasil dari studi ini perlu diverifikasi dengan percobaan dalam skala yang lebih besar. Selain itu tindakan rehabilitasi akan lebih mudah dilakukan dibanding terapi lain karena tidak memiliki efek samping apapun. Latihan otot dasar pinggul sering dilakukan oleh pria dengan masalah inkontinensia urin dan juga setelah melakukan operasi kanker prostat. Latihan ini sudah diuji terhadap pria dengan masalah ejakulasi dini sementara, tetapi belum pernah diujikan pada penderita ejakulasi dini kronis. Para peneliti juga mengatakan fakta setelah melakukan terapi latihan ini dan memperbaiki kualitas seksnya, para pria tersebut mengalami peningkatan kepercayaan diri. Keuntungan lain dari melakukan terapi latihan dasar panggul selain tidak ada efek samping adalah murah dan mudah dilakukan.Sumber: webmd