Your browser does not support JavaScript!
 23 Oct 2019    18:00 WIB
Keamanan Operasi LASIK Untuk Jangka Panjang
Operasi mata Lasik dimaksudkan untuk memperbaiki penglihatan seseorang dan sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 1990, tetapi orang-orang masih mempertanyakan efek jangka panjang yang mungkin terjadi setelah melakukan operasi Lasik. Jika Anda sudah pernah melakukan prosedur Lasik, maka Anda bisa tenang karena studi menunjukkan bahwa operasi Lasik hanya sedikit menimbulkan efek samping, dan bahkan sekarang prosedur Lasik lebih aman dan mempunyai keuntungan lebih banyak. Lasik merupakan salah satu jenis prosedur yang sudah disetujui oleh FDA, dan jika ada masalah jangka panjang yang timbul karena prosedur ini tentu FDA sudah menarik dari pasaran bukan? Tetapi menurut Dr. Marc Werner, seorang ophthalmologist di the Stahl Eye Center in New York City mengatakan jika hal itu bukanlah masalah utama. Ia mengatakan bahwa ia mempunyai banyak pasien yang melakukan prosedur Lasik 18-19 tahun yang lalu dan saat ini tetap dalam keadaan baik. Lasik masih merupakan prosedur yang memberikan hasil jangka panjang yang baik. Sekarang timbul pertanyaan apakah tehnologi Lasik sudah mengalami kemajuan sejak 18 tahun yang lalu? Jawabannya iya, sehingga memungkinkan lasik menjadi prosedur aman dengan hasil yang lebih baik.LASIK,  laser-assisted in situ keratomileusis, merupakan prosedur operasi yang menggunakan Lasik secara permanen mengubah bentuk dari kornea untuk mendapatkan koreksi penglihatan. Baik rabun jauh atau rabun dekat semuanya disebabkan karena distorsi dari kornea. Sebagai tambahan perbaikan pada prosedur ini, proses pre-operatif sangat diperhatikan dengan baik. Seorang pasien yang akan menjalani prosedur Lasik akan melakukan berbagai tes preoperatif untuk memastikan tindakan tersebut aman untuk pasien. Prosedur Lasik hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah berusia 18 tahun keatas. Seiring dengan pertambahan usia dan perubahan fisik yang berlangsung alami, kemungkinan seorang pasien membutuhkan prosedur Lasik ulang untuk memperbaiki penglihatannya atau mungkin membutuhkan kaca mata di kemudian hari.Sumber: foxnews
 18 Jan 2018    16:00 WIB
6 Obat yang Sering Menyebabkan Berat Badan Meningkat
Bingung mengapa berat badan Anda terus bertambah walaupun pola dan nafsu makan Anda tidak berubah? Hal ini mungkin disebabkan oleh obat yang Anda konsumsi. Salah satu efek samping beberapa jenis obat adalah peningkatan berat badan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis obat yang memiliki efek samping tersebut.   Obat Anti Depresan Obat anti depresan merupakan obat yang telah dikenal dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Beberapa jenis obat anti depresan yang dapat meningkatkan berat badan adalah obat golongan SSRI (Paxil, Prozac, Zoloft) dan lithium (Lithobid). Berbagai obat ini diketahui dapat meningkatkan nafsu makan dan menurunkan metabolisme tubuh.   Obat Anti Alergi Selain obat anti depresan, ada beberapa jenis obat anti alergi (anti histamin) yang juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan seperti allegra dan zyrtec. Kemungkinan besar hal ini dikarenakan keduanya dapat meningkatkan nafsu makan.   Baca juga: 7 Minuman yang BERBAHAYA Bila Dikonsumsi Bersama Dengan Obat   Pil KB Obat lain yang juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan adalah pil KB. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan peningkatan kadar cairan di dalam tubuh. Kabar baiknya adalah peningkatan berat badan ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya setelah sejangka waktu.   Obat Anti Kejang Salah satu obat yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri dan kejang, yaitu gabapentin (Neurontin) juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa pengguna dapat mengalami kenaikan berat badan hingga 10% dari berat badannya bila mengkonsumsi 3 gram gabapentin setiap harinya.   Obat Anti Radang Obat anti inflamasi (anti radang) seperti deltasone (obat golongan kortikosteroid) juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi artritis (radang sendi), gangguan kulit, gangguan darah, dan gangguan saluran napas.   Insulin Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk membantu mengatur kadar gula darah, yang biasa digunakan oleh para penderita diabetes. Salah satu efek sampingnya adalah peningkatan berat badan karena sel-sel tubuh akan menyerap lebih banyak gula daripada yang diperlukannya, yang kemudian akan diubah menjadi lemak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet