Your browser does not support JavaScript!
 16 Jan 2020    18:00 WIB
ADHD Pada Anak Perempuan
ADHD memiliki 3 gejala utama, yaitu perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurang dapat memusatkan perhatian (perhatian mudah teralih). Anak laki-laki biasanya memiliki dua gejala yang pertama, sedangkan anak perempuan biasanya lebih sering mengalami gejala yang ketiga. Oleh karena itu, ADHD pada perempuan biasanya baru diketahui pada saat anak mulai tidak mampu mengerjakan tugas-tugas sekolah yang lebih rumit pada masa sekolah menengah pertama (SMP) atau sekolah menengah atas (SMA); atau saat anak mulai mengalami depresi. Akan tetapi, banyak penyakit lainnya yang juga memiliki gejala yang sama dengan ADHD, seperti disleksia atau gangguan psikologis lainnya. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan apakah anak anda benar menderita ADHD atau bukan. Diagnosa dini dan penanganan secepatnya dapat membantu anak kehidupan anak anda nantinya. TANDA ADHD YANG SERING DITEMUKAN Tidak Suka Pergi ke SekolahBila anak anda tampak takut atau tidak suka pergi ke sekolah, hal ini dapat merupakan salah satu petanda ADHD. Anda mungkin dapat menanyakan kepada anak anda apa penyebab mereka tidak mau pergi ke sekolah dan mengkonsultasikannya dengan dokter anda. Merasa Tidak Mampu atau Kurang Percaya DiriBila anak anda seringkali berkata bahwa ia tidak mampu atau tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar, hal ini menunjukkan rasa percaya dirinya yang kurang. Ini dapat merupakan salah satu tanda ADHD yang lebih sering ditemukan pada anak perempuan. Gangguan Interaksi SosialHal ini terlihat pada saat anak anda kesulitan untuk mempunyai teman atau berteman. Anak biasanya bersikap dominan dan suka memerintah atau bahkan tidak bergaul sama sekali karena merasa dirinya tidak sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Kesulitan Mengerjakan TugasBiasanya anak anda sangat membutuhkan bantuan dalam mengerjakan tugas atau memerlukan pengawasan untuk dapat memusatkan perhatiannya dalam melakukan sesuatu. Sering Ditegur Guru di SekolahBiasanya anda akan sering mendapatkan laporan dari para guru di sekolah anak anda bahwa anak anda seringkali kurang memperhatikan pelajaran di kelas, atau tidak mengerjakan tugas sekolah, atau perhatiannya mudah sekali teralihkan saat sedang mengerjakan suatu tugas. Baca juga: Tanda-tanda anak mengalami kekerasan
 09 Dec 2019    16:00 WIB
Mengenal Gangguan Belajar Pada Anak
Adanya gangguan belajar pada anak dapat menyebabkan anak kesulitan saat mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Anak dapat mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Prestasi yang buruk di sekolah dan kesulitan belajar ini dapat membuat anak frustasi dan kehilangan rasa percaya diri yang pada akhirnya dapat berujung pada depresi.   Apa yang Dimaksud Dengan Gangguan Belajar ? Gangguan belajar pada anak menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung. Kelainan ini bukanlah kelainan jiwa dan juga tidak mempengaruhi intelegensia anak. Kelainan ini menyebabkan anak sulit mengerjakan tugas, terutama saat sekolah. Anak dapat mempunyai lebih dari satu kelainan belajar ini. Beberapa gangguan belajar yang sering ditemukan adalah: 1.      Disleksia Merupakan salah satu gangguan belajar di mana anak mengalami kesulitan membaca, mengeja, dan mengingat huruf yang telah diketahuinya. 2.      Diskalkulia Merupakan suatu gangguan belajar yang berhubungan dengan kemampuan matematika. Gejala yang biasa ditemukan adalah anak mengalami kesulitan mengerjakan soal matematika, bahkan yang paling sederhana. 3.      Gangguan Belajar Non Verbal Pada kelainan ini anak mengalami kesulitan menerjemahkan bahasa tubuh dan tangan.   Penyebab Gangguan Belajar Beberapa hal yang berperan pada terjadinya gangguan belajar pada anak adalah: Faktor genetik Biasanya anak dengan gangguan belajar mempunyai orang tua atau anggota keluarga lainnya yang mengalami kelainan yang sama. Kondisi kesehatan tertentu Adanya riwayat gangguan pertumbuhan intrauterin selama kehamilan, terpapar oleh alkohol atau obat-obatan terlarang selama kehamilan, dan berat badan lahir rendah dapat menjadi salah satu penyebab gangguan belajar pada anak. Selain itu, riwayat cedera kepala juga dapat berpengaruh. Paparan logam berat Paparan logam berat seperti timah selama dalam kandungan maupun setelah lahir dapat menyebabkan terjadinya gangguan belajar pada anak.   Tanda dan Gejala Gangguan Belajar Gangguan belajar seringkali sulit terdiagnosa. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan tanda anak mengalami gangguan belajar, yaitu: Kesulitan untuk mengerti dan menjalankan suatu perintah Sulit mengingat informasi yang baru saja diperoleh Gangguan koordinasi saat berjalan, berolahraga, atau melakukan sesuatu seperti memegang pensil Sering kehilangan barang, seperti buku atau tugas sekolah Sulit mengerti tentang waktu Menolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan membaca, menulis, berhitung, atau harus dibantu saat mengerjakan berbagai tugas sekolah Marah saat diminta untuk mengerjakan tugas sekolah yang berhubungan dengan membaca, menulis, dan berhitung Untuk menegakkan diagnosa gangguan belajar, dokter terlebih dahulu harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan pendengaran atau penglihatan pada anak yang membuat anak kesulitan membaca atau belajar. Perlu diingat, bahwa ada beberapa anak yang memang agak lambat dalam belajar. Hal ini tidak termasuk pada gangguan belajar. Anak hanya membutuhkan waktu lebih untuk belajar dan mengerti tentang tugas-tugas sekolahnya.   Langkah Pengobatan Apa yang Dapat Dilakukan ? Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani anak dengan gangguan belajar. Latihan dan Bantuan Langkah pertama yang dapat anda lakukan adalah membantu anak belajar dengan bantuan tutor atau guru di sekolah. Kelas tambahan di sekolah dan kursus dapat membantu anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Terapi Berbicara dan Menulis Pada anak dengan gangguan mengerti bahasa dan menulis dapat diberikan terapi wicara dan menulis untuk membantu anak belajar bahasa dan cara menulis. Obat-obatan Anak yang mengalami gangguan belajar dapat mengalami gangguan cemas atau depresi akibat kesulitan yang dialaminya. Bila hal ini terjadi, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi rasa cemas dan depresi. Peran dan dukungan orang tua dalam mendukung anak dapat membantu anak mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan mencegah terjadinya depresi pada anak. Diagnosa dan pengobatan dini dapat meningkatkan kualitas belajar anak dan dengan demikian membuat anak mempunyai masa depan yang lebih baik. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 31 Aug 2019    16:00 WIB
Kenali Gangguan Kemampuan Membaca (Disleksia) Sejak Dini
Apa itu disleksia?Disleksia adalah gangguan membaca tertentu meliputi kesulitan memisahkan kata-kata tunggal dari kelompok kata dan bagian dari kata (phonemes) dalam setiap kata. Disleksia adalah jenis tertentu dari gangguan belajar yang mempengaruhi diperkirakan 3 sampai 5 % anak-anak. Teridentifikasi lebih pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan : bagaimanapun, bisa dengan mudah tidak dikenali lebih sering pada anak perempuan. Disleksia cenderung menurun dalam keluarga. Apakah penyebab dari dileksia?Disleksia terjadi ketika otak kesulitan membuat hubungan antara suara dan symbol (hurup). Kesulitan ini disebabkan oleh masalah kurang mengerti dengan hubungan otak tertentu. Masalah itu ada sejak lahir dan bisa menyebabkan mengeja dan menulis salah dan mengurangi kecepatan dan ketepatan ketika membaca dengan suara keras. Orang dengan diseleksia tidak memiliki masalah memahami bahasa yang dibicarakan. Apa saja gejala dari disleksia?Anak belum sekolah dengan disleksia bisa jadi terlambat bicara, memiliki masalah artikulasi berbicara, dan mempunyai kesulitan mengingat nama-nama huruf, angka, dan warna. Anak disleksia sering kesulitan memadukan suara, irama kata, mengenali letak suara pada kata, segmenting kata-kata ke dalam bunyi, dan mengenali bunyi huruf pada kata. Keterlambatan atau keragu-raguan dalam memilih kata-kata. Membuat kata pengganti, menamai angka dan gambar adalah indikasi awal disleksia. Masalah dengan daya ingat jangka pendek untuk suara dan untuk meletakkan suara pada perintah yang tepat sering terjadi. Banyak anak dengan disleksia bingung dengan hurup dan kata yang serupa. membalikkan huruf ketika menulis-sebagai contoh, on diganti menjadi no, dan saw diganti menjadi was-atau huruf yang membingungkan-sebagai contoh, b diganti menjadi d, w diganti menjadi m, n diganti menjadi h-sering terjadi. Meskipun begitu, banyak anak tanpa disleksia akan membalikkan hurup pada waktu taman kanak-kanak atau tingkat pertama. Anak yang tidak mengalami kemajuan dalam keahlian mempelajari kata-kata pada kelas pertengahan atau akhir sekolah dasar harus di uji untuk disleksia. Bagaimana mendiagnosis disleksia?Diagnosa Dyslexia melibatkan evaluasi medis, kognitif, proses sensorik, faktor pendidikan dan psikologis. Dokter Anda mungkin bertanya tentang sejarah perkembangan dan medis anak Anda serta sejarah medis keluarga Anda. Dokter Anda mungkin juga menyarakan anak Anda menjalani: 1.  Evaluasi visi, pendengaran dan neurologis. Evaluasi ini dapat membantu menentukan apakah gangguan lain mungkin menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk kekurangmampuan membaca anak Anda. 2.  Tes psikologi. Hal ini dapat membantu menentukan apakah masalah sosial, kecemasan atau depresi dapat membatasi kemampuan anak Anda. 3.  Evaluasi pendidikan keterampilan. Anak Anda mungkin mengambil satu set tes pendidikan dan memproses kualitas keterampilan membaca nya dianalisa oleh ahli. Apakah pengobatan untuk disleksia?Pengobatan terbaik untuk mengenali kata adalah pengajaran langsung yang memasukkan pendekatan multisensori. Pengobatan jenis ini terdiri dari mengajar dengan bunyi-bunyian dengan isyarat yang bervariasi, biasanya secara terpisah dan, bila memungkinkan, sebagai bagian dari program membaca.Pengajaran tidak langsung untuk mengenali kata juga sangat membantu. Pengajaran ini biasanya terdiri dari latihan untuk meningkatkan pelafalan kata atau pengertian membaca. Anak-anak diajarkan bagaimana memproses suara-suara dengan menggabungkan suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, dengan memisahkan kata-kata ke dalam bagian-bagian, dan dengan mengenali letak suara pada kata.Pengajaran component-skill untuk mengenali kata juga sangat membantu. Hal ini terdiri dari latihan menggabung suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, membagi kata ke dalam bagian kata dan untuk mengenali letak suara pada kata. Pengobatan tidak langsung, selain untuk mengenali kata, kemungkinan digunakan tetapi tidak dianjurkan. Pengobatan tidak langsung bisa termasuk penggunaan lensa diwarnai yang membuat kata-kata dan huruf-huruf bisa dibaca dengan lebih mudah, latihan gerakan mata, atau latihan penglihatan perseptual. Obat-obatan seperti piracetam juga harus dicoba. Manfaat pengobatan tidak langsung tidak terbukti dan bisa menghasilkan harapan tidak realistis dan menhambat pengajaran yang dibutuhkan. Ingin mengetahui lebih lagi mengenai disleksia? Silahkan baca di siniSumber:pilihdokter.com