Your browser does not support JavaScript!
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 28 Apr 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Tentang Neuropati Diabetikum
Apa Itu Neuropati Diabetikum ? Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Neuropati diabetikum disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berfungsi untuk merasakan sesuatu, seperti rasa nyeri. Sebenarnya terdapat beberapa cara bagaimana diabetes dapat merusak saraf, akan tetapi sebagian besar berhubungan dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Terdapat beberapa jenis neuropati diabetikum, yaitu perifer, autonom, proksimal, dan fokal.   Neuropati Diabetikum Perifer Neuropati diabetikum perifer paling sering mengenai tangan dan kaki. Kerusakan saraf pada kaki dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada kaki, yang berakibat pada peningkatan resiko gangguan pada kaki. Luka lecet atau cedera lainnya pada kaki dapat tidak diketahui akibat mati rasa pada kaki. Walaupun jarang, saraf pada lengan, perut, dan punggung juga mungkin terkena. Gejala yang sering ditemukan adalah: Kesemutan Mati rasa, yang bila berlangsung lama atau berat dapat menjadi permanen Rasa terbakar, terutama pada malam hari Nyeri Pada sebagian besar kasusu, gejala awal ini akan berkurang bila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Bila diperlukan dapat diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat neuropati tersebut. Untuk mencegah komplikasi neuropati diabetikum perifer maka anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti: Periksalah keadaan kaki anda setiap hari Gunakan pelembab bila kaki anda terasa kering Gunting dan rawatlah kuku anda secara teratur Gunakanlah sepatu atau alas kaki dengan ukuran yang sesuai Gunakanlah alas kaki setiap saat untuk menghindari terjadinya luka pada kaki   Neuropati Diabetikum Autonom Neuropati diabetikum autonom paling sering mengenai sistem pencernaan, pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ reproduksi. Untuk mencegah terjadinya neuropati ini maka diperlukan pengendalian kadar gula darah. Gejala neuropati pada sistem pencernaan yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung Diare Konstipasi Dada terasa terbakar Mual Muntah Terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit Untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan di atas dokter biasanya menyarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dan dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala di atas. Gejala neuropati pada pembuluh darah adalah: Pandangan gelap saat anda berdiri dengan cepat Peningkatan denyut jantung Pusing Tekanan darah rendah Mual Muntah Cepat kenyang Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan agar anda berdiri secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berdiri. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengurangi berbagai gejala di atas. Gejala neuropati pada organ reproduksi pria adalah: Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan atau ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi Ejakulasi sedikit atau berkurang Untuk mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, dokter dapat memberikan obat-obatan atau konseling atau implant penis. Gejala neuropati pada organ reproduksi wanita adalah: Vagina kering Penurunan jumlah atau kemampuan orgasme Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan konseling, penggunaan pelumas vagina atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Gejala neuropati pada sistem saluran kemih adalah: Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil Perut kembung Inkontinensia urin Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari Untuk mengatasi berbagai gejala di atas, dokter dapat menggunakan obat-obatan, pemasangan kateter, maupun tindakan pembedahan.   Neuropati Diabetikum Proksimal Neuropati diabetikum proksimal menyebabkan timbulnya rasa nyeri (biasanya pada satu sisi tubuh) pada paha, pinggul, atau bokong, dan juga dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan fisioterapi atau obat-obatan. Lama penyembuhan bervariasi di antara setiap penderita, tergantung pada jenis saraf yang mengalami kerusakan. Pencegahan neuropati jenis ini adalah dengan mengendalikan kadar gula darah.   Neuropati Diabetikum Fokal Neuropati diabetikum fokal biasanya timbul secara mendadak dan mengenai beberapa saraf tertentu. Saraf yang paling sering terkena adalah pada kepala, badan, atau tangan, yang menyebabkan kelemahan atau nyeri pada otot. Gejala neuropati yang dapat ditemukan adalah: Penglihatan ganda Nyeri pada mata Kelumpuhan otot wajah di satu sisi (Bell’s palsy) Nyeri hebat pada daerah tubuh tertentu, seperti pada punggung bawah atau kaki Nyeri dada atau perut Neuropati diabetikum fokal dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mendadak, yang biasanya membaik dalam waktu beberapa minggu atau bulan dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang.   Kerusakan Saraf Lainnya Penderita diabetes juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, seperti sindrom carpal tunnel, yang menyebabkan timbulnya kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kadang-kadang menyebabkan rasa nyeri atau kelemahan pada otot tangan.   Sumber: webmd  
 07 Mar 2017    18:00 WIB
Obat Disfungsi Ereksi Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Kulit
Studi terbaru menunjukkan adanya kaitan antara obat disfungsi ereksi dengan peningkatan resiko kanker kulit yang mematikan. Studi tersebut diterbitkan di JAMA Internal Medicine yang melibatkan 26.000 partisipan pria yang sudah menggunakan viagra paling tidak sejak studi dimulai pada tahun 2000. Ternyata ditemukan sebanyak 84% partisipan mengalami peningkatan mengalami melanoma dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi viagra. Viagra merupakan salah satu obat yang diteliti karena merupakan satu-satunya obat disfungsi ereksi yang disetujui. Studi menunjukkan bahwa sebanyak 1.000 pria mengalami melanoma setiap tahunnya. penelitian menunjukkan pertambahan signifikan dari kejadian melanoma berhubungan dengan jalur biokimia yang juga dapat dipengaruhi oleh viagra. Obat disfungsi ereksi, seperti Cialis dan Levitra, bekerja dengan proses biokimia yang sama dan bahkan lebih besar menimbulkan melanoma karena mereka tinggal didalam tubuh lebih lama. Kasus melanoma meningkat secara tajam pada pria dengan usia 50 tahun, yang merupakan kelompok usia yang paling banyak menggunakan obat disfungsi ereksi. Dengan studi ini diharapkan sebelum dokter melakukan peresepan viagra sebaiknya dilakukan pemeriksaan kulit lebih teliti untuk mencegah timbulnya kanker kulit. Tanyakan pada pasien apakah para pengguna obat disfungsi ereksi mengalami perubahan pada kulit, seperti ada perubahan bercak di kulit, perubahan pada tahi lalat. Tetapi jangan langsung membuang obat disfungsi ereksi dulu. Diperlukan analisis lebih lanjut untuk menegakkan penyebab pasti tentang hubungan obat disfungsi ereksi dengan kemungkinan timbulnya kanker kulit.   Sumber: foxnews  
 03 Sep 2016    18:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual
Gangguan aktivitas seksual seringkali terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, terutama pada tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat membantu memperbaiki kehidupan seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Pria Walaupun gangguan ereksi sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah yang menuju ke pembuluh darah di dalam penis. Gangguan aliran darah ini seringkali disebabkan oleh aterosklerosis akibat kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gejala yang paling sering ditemukan adalah ketidakmampuan membentuk atau mempertahankan ereksi akibat penyumbatan pada pembuluh darah pada penis. Bila anda pernah mengalami disfungsi ereksi, anda dapat merasa cemas dan takut setiap kali berhubungan seksual. Hal ini bahkan dapat membuat anda menghindari hubungan seksual dan pada akhirnya dapat mengganggu hubungan anda dan pasangan. Tekanan darah tinggi dan beberapa obat anti hipertensi juga dapat mempengaruhi kemampuan kemampuan ejakulasi dan mengurangi gairah seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Wanita Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual pada wanita. Gangguan aliran darah yang menuju vagina dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, vagina kering, dan kesulitan mencapai orgasme. Penggunaan pelumas vagina dapat membantu mengatasi kekeringan pada vagina.   Obat Anti Hipertensi yang Dapat Menyebabkan Gangguan Seksual Diuretik Diuretik dapat menurunkan aliran darah yang mengalir ke dalam penis, sehingga membuat ereksi sulit terbentuk. Obat ini juga dapat menurunkan seng, yang dibutuhkan bagi pembentukan hormon testosteron. Beta Blocker Obat ini dapat menghambat reaksi sistem saraf yang menyebabkan ereksi. Selain itu, beta blocker juga menghambat pembesaran pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis kurang dan ereksi sulit terbentuk. Untuk mengurangi efek samping di atas, gunakan obat sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter anda. Bila gangguan seksual terus berlangsung, segera hubungi dokter anda.   Obat Anti Hipertensi Lainnya Beberapa obat anti hipertensi lainnya yang tidak terlalu mengganggu fungsi seksual anda adalah: ACE inhibitor Penghambat kanal kalsium Angiotensin II reseptor blocker Alfa blocker Beritahukan pada dokter anda mengenai obat-obatan lainnya yang anda konsumsi selain obat anti hipertensi, baik obat herbal ataupun pengobatan lainnya, sehingga dokter dapat menentukan obat yang sesuai bagi anda.   Perubahan Gaya Hidup Selain pengobatan, mengubah gaya hidup anda, mulai dari diet, kebiasaan, olahraga, dan tidur yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah anda. Perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan adalah: Jangan merokok Diet sehat dan seimbang Kurangi konsumsi garam Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Olahraga teratur Sumber: webmd  Baca juga: Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 05 Aug 2016    08:00 WIB
Berhubungan Seksual Setelah Serangan Jantung, Apakah Aman?
Untuk kebanyakan pasien, mengalami serangan jantung merupakan pengalaman yang sangat menakutkan dan mengubah hidup. Banyak orang yang selamat daris serangan jantung mengalami keterbatasan dalam melakukan akitivitas. Tetapi, sangat penting untuk pasien memulai aktivitas normalnya untuk mengatur faktor resiko dan menghindari perubahan gaya hidup. Kebiasaan menghindari yang biasanya terjadi pada pasien yang selamat dari serangan jantung dapat menimbulkan kegugupan dan depresi dan dapat memperlambat proses penyembuhan. Secara umum, jika Anda naik tangga tanpa mengalami episode nyeri dada atau nafas pendek-pendek selama seminggu setelah serangan jantug, berarti Anda siap untuk memulai kembali melakukan hubungan seksual. Kebanyakan pasien dapat kembali melakukan hubungan seksual seminggu setelah terjadinya serangan jantung. Tetapi ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan saat akan mulai hubungan seksual. Beberapa pasien harus menjalani beberapa tipe prosedur untuk mengembalikan aliran darah mengalir kembali ke jantung. Tipe prosedur ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah kembali lancar ke arah jantung sehingga setelah ini pasien dapat kembali melakukan hubungan seksual kembali.Jika pasien menjalani prosedur kateter yaitu prosedur stent ( dimana tabung metal kecil dimasukkan ke jantung melalui tusukan di paha atau lengan maka aktivitas seksual dapat segera dilakukan setelah pasien tersebut pulih dari prosedur yang dijalani. Jika pasien tersebut melakukan operasi jantung terbuka seperti by-pass maka pasien tersebut harus menunggu 6-8 minggu sampai luka di tulang dada pulih sepenuhnya. Beberapa pasien yang pulih dari serangan jantung mungkin akan menggunakan jenis obat-obatan yang dapat memperburuk kondisi seperti disfungsi ereksi. Sebagai tambahan, banyak pria dengan penyakit jantung juga mengidap disfungsi ereksi. Untuk pria yang mengkonsumsi obat-obatan untuk disfungsi ereksi, maka sangat penting untuk mendiskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda memang mengkonsumsi obat nitrat untuk kondisi nyeri dada, maka sangatlah tidak aman untuk mengkonsumsi obat disfungsi ereksi juga. Beberapa pasien khawatir tentang keamanan berhubungan seksual setelah mengalami serangan jantung, padahal kenyataanya hanya 1% dari semua serangan jantung yang terjadi disebabkan oleh hubungan seksual. Sebenarnya resiko mengalami serangan jantung saat berhubungan seksual sama besarnya untuk pria yang tidak mempunyai penyakit jantung sama sekali. Bahkan dengan melakukan hubungan seksual secara rutin ternyata dapat menurunkan resiko serangan jantung karena disebabkan peningkatan kapasitas latihan tubuh. Studi yang dilakukan oleh the American Heart Association, hanya sebanyak 0,6-1,7% serangan jantung yang berakibat kematian disebabkan oleh hubungan seksual.Sumber: foxnews
 01 Aug 2016    11:00 WIB
Disfungsi Ereksi Mungkin Merupakan Penanda Adanya Penyakit Jantung
Seorang pria yang menderita disfungsi ereksi ringan, tetapi tidak memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya, mungkin memiliki resiko berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah di masa yang akan datang. Selain itu, seiring dengan semakin berat gejala disfungsi ereksi yang dialaminya, maka gejala penyakit jantung yang sebelumnya tersembunyi pun akan semakin nampak, yang dapat menyebabkan terjadinya kematian dini. Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa seorang pria yang mengalami difungsi ereksi berat juga memiliki gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan kasus gangguan jantung hingga 50% pada pria yang menderita disfungsi ereksi sedang atau berat, yang berusia 45 tahun atau lebih, dan yang tidak memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya. Resiko terjadinya gangguan jantung pun akan semakin tinggi pada pria yang mengalami disfungi ereksi dan memiliki riwayat gangguan jantung dan pembuluh darah sebelumnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti setiap pria yang menderita disfungsi ereksi juga pasti menderita suatu gangguan jantung tertentu.Para ahli menduga bahwa disfungsi ereksi merupakan tanda awal gangguan jantung, walaupun belum ditemukan bukti yang jelas. Hal ini mungkin dikarenakan ukuran pembuluh darah penis lebih kecil daripada berbagai organ tubuh lainnya sehingga gejala akibat gangguan jantung lebih sering terjadi pada daerah ini. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengalami disfungi ereksi berat memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, mereka juga lebih sering mengalami penyakit jantung (hingga 60%) dan  lebih sering mengalami kematian dini karena berbagai penyebab. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ini. Selain itu, para peneliti menganjurkan agar para dokter memeriksa keadaan jantung setiap pria yang mengalami disfungsi ereksi.Sumber: webmd
 14 Jul 2016    11:00 WIB
Berbagai Masalah Kesehatan Yang Berhubungan Dengan Penis
Kesehatan pria tidak hanya melulu urusan seks dan perawatan tubuh saja, tetapi juga menyangkut kelainan yang terjadi pada penis. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang mempengaruhi penis pada laki-laki. Disfungsi EreksiDisfungsi ereksi adalah gangguan yang terjadi saat seorang pria gagal mempertahankan ereksi. Masalah ini lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua, tetapi ada beberapa orang muda yang juga mengalami gangguan ini. Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh kecemasan, masalah pada hubungan, stress, depresi, komplikasi medis dan lain sebagainya. Penyakit PeyroniPenyakit peyroni adalah kondisi dimana terbentuk suatu jaringan (plak) fibrotik, menyerupai jaringan parut luka, pada bagian selubung dalam organ genital pria. Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas. Sebagian ahli menghubungkannya dengan cedera pada organ genital yang menyebabkan darah mengumpul pada jaringan ikat bagian dalam organ genital tersebut dan mengeras menjadi plak. Peyronie dapat terjadi pada pria muda, dewasa, maupun usia lanjut. Tinea Kruris (jamur di daerah genital)Tinea kruris adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini paling sering terjadi pada atlit atau mereka yang banyak berolahraga dengan intensitas yang berat, dan infeksi jamur ini sangat berhubungan dengan keringat. Infeksi jamur ini akan semakin menyebar saat daerah genital dalam keadaan lembab dan basah. Salah satu point yang harus diingat adalah infeksi jamur ini dapat disebarkan melalui pemakaian handuk bersama dan kontak seksual. Ejakulasi DiniEjakulasi dini adalah pelepasan sperma atau ejakulasi yang dialami saat berhubungan sesaat atau segera setelah penetrasi. Tipe dari ejakulasi dini adalah: 1.  Ejakulasi Dini PrimerAdalah ejakulasi yang terjadi sesaat setelah Anda mulai berhubungan 2.  Ejakulasi Dini SekunderAdalah sejakulasi yang terjadi ketika seseorang pada awalnya tidak memiliki keluhan dan gejala ini, kemudian mulai mengalami gangguan ejakulasi dini.Sumber: healthmeup
 12 Jun 2016    12:00 WIB
Penurunan Kesuburan Pada Pria Karena Penuaan
Usia dan Kesuburan Sama seperti wanita, pria pun memiliki masa suburnya sendiri. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya usia, maka pria pun mengalami penurunan kesuburan seperti halnya wanita. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian besar orang bahwa pria dapat memiliki anak pada usia berapa pun. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan seorang pria untuk memperoleh anak atau menyebabkan kehamilan pada pasangannya menurun hingga 11% setiap tahunnya. Selain itu, kemungkinan terjadinya keguguran atau kematian janin di dalam kandungan juga meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia sang ayah. Sebuah penelitian di Perancis menemukan bahwa angka keguguran meningkat hingga 17% bila sang ayah berusia 34 tahun, dan meningkat menjadi 20% bila sang ayah berusia antara 35-39 tahun, dan mencapai 32% bila sang ayah berusia 44 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, sperma pun mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Jumlah, kecepatan bergerak, dan struktur sperma pun mengalami penurunan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Gaya hidup anda pun dapat mempengaruhi kesuburan anda. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya waktu tidur, stress yang cukup tinggi, dan diet tidak sehat serta tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan anda dan juga kesuburan anda.   Pengaruhnya Pada Bayi Anda Sperma yang telah mengalami perubahan akibat penuaan pun dapat mempengaruhi kesehatan anak anda. Seperti halnya wanita, setelah pria mencapai usia tertentu, maka resiko anak-anaknya menderita kelainan genetika juga meningkat. Selain itu, anak anda pun memiliki resiko menderita skizofrenia (suatu kelainan jiwa) yang lebih tinggi daripada anak yang lahir saat anda masih muda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 45-49 tahun beresiko memiliki anak yang menderita skizofrenia hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria yang berusia 25 tahun atau lebih muda. Resiko ini meningkat hingga 3 kali lipat bila sang ayah berusia lebih dari 50 tahun.   Apa yang Dapat Dilakukan? Memperbaiki gaya hidup anda dapat memperlambat penurunan kesuburan yang sedang terjadi. Bila anda ingin tetap subur seperti masa muda anda, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Jaga berat badan anda Jangan menggunakan obat-obatan terlarang Berhenti merokok Menjaga kadar kolesterol darah anda Sebuah penelitian telah menemukan adanya hubungan antara tingginya kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi.   Sumber: webmd
 28 Sep 2015    18:00 WIB
Gangguan Penis yang Sering Diabaikan Para Pria!
Saat ada bagian tubuh Anda, misalnya saja kaki atau tangan Anda yang sakit, Anda pasti ingin segera mencari tahu penyebabnya dan mengobatinya bukan? Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Southern Illinois University School of Medicine, para pria yang telah didiagnosa menderita disfungsi ereksi justru seringkali tidak mengobati gangguan serius tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa klaim asuransi kesehatan dari 6.2 juta orang pria yang didiagnosis menderita disfungsi ereksi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa hanya sekitar 25% pria yang melakukan pengobatan disfungsi ereksi selama penelitian berlangsung, yaitu sekitar 12 bulan. Walaupun para peneliti tidak menggali lebih dalam mengenai apa sebenarnya alasan para pria tersebut tidak melakukan pengobatan, akan tetapi para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa banyak dari para pria tersebut tidak melakukan pengobatan adalah karena masalah biaya. Hal ini dikarenakan sebagian besar obat disfungsi ereksi tidak memiliki versi generik dan sejumlah perusahaan asuransi hanya membiayai pengobatan disfungsi ereksi dalam jumlah yang terbatas atau justru tidak sama sekali. Alasan lainnya yang mungkin membuat para pria penderita disfungsi ereksi enggan berobat adalah karena merasa malu saat mereka pergi ke apotek untuk membeli obat tersebut atau karena mereka menganggap bahwa disfungsi ereksi bukanlah suatu gangguan yang serius. Apapun alasan para pria tersebut menghindari pengobatan, konsekuensi yang harus mereka hadapi tidaklah kecil. Hal ini dikarenakan seks merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan seorang pria. Selain itu, para pria yang aktif secara seksual ternyata juga dapat hidup lebih lama. Oleh karena itu, disfungsi ereksi merupakan suatu gangguan kesehatan yang harus segera diobati karena memiliki efek jangka panjang dalam kehidupan Anda. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa pengobatan yang paling tepat bagi Anda.   Baca juga: 7 Hal yang Dapat Mengganggu Ereksi Seorang Pria   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth
 24 Mar 2015    11:00 WIB
16 Masalah yang Dikeluhkan Pria
1.      Rambut Pada Punggung Rambut punggung biasanya mulai tumbuh saat anda berusia pertengahan 20 tahun. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan terapi sinar laser untuk menipiskan rambut atau menghilangkan seluruh rambut tersebut. Efek yang terjadi hampir permanen. Pilihan lainnya yang lebih murah adalah dengan waxing, krim untuk merontokkan rambut, atau mencukur rambut tersebut. Akan tetapi, efek hanya dapat bertahan selama beberapa minggu.   2.      Perut Membesar Banyak orang beranggapan bahwa perutnya membesar akibat terlalu banyak mengkonsumsi bir, hal ini memang benar. Para pria biasanya mengalami penumpukkan lemak pada bagian perut dan pinggang dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh bir saja, setiap jenis makanan yang berlemak juga dapat menyebabkannya. Lemak pada perut ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, terutama bila lingkar perut anda berukuran lebih dari 101 cm. Kabar baiknya adalah saat anda mengalami penurunan berat badan, maka lemak di daerah perutlah yang pertama kali menghilang.   3.      Keringat Berlebih Pria memang menghasilkan lebih banyak keringat daripada wanita. Akan tetapi, bila tangan anda terus berkeringat banyak atau pakaian anda selalu basah oleh keringat, maka hal ini bukanlah sesuatu yang normal dan disebut dengan hyperhidrosis (produksi keringat berlebihan). Terdapat berbagai hal yang dapat memicu peningkatan produksi keringat ini, mulai dari emosi, udara panas, atau bahkan tanpa stimulasi apapun. Keringat berlebihan ini biasanya terdapat pada ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki. Anda dapat menghubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan terhadap produksi keringat yang berlebihan ini.   4.      Alis Mata Tebal dan Menyatu Alis mata tebal dan bahkan sampai menyatu dapat mengenai semua pria pada usia berapapun. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan elektrolisis (merusak sel rambut secara permanen dengan menggunakan aliran listrik) atau dengan waxing yang harus terus diulang setiap 4-6 minggu.   5.      Rosacea Rosacea merupakan suatu keadaan yang menyebabkan wajah memerah dan gejala biasanya memburuk pada pria. Hidung dapat menebal, merah, atau membulat. Pada pipi dapat timbul jerawat dan garis merah tipis. Alkohol dapat memicu terjadinya gejala, akan tetapi rosacea juga dapat terjadi pada orang yang sama sekali tidak pernah mengkonsumsi alkohol. Terdapat berbagai pengobatan yang dapat mencegah makin memburuknya gejala, konsultasikan dengan dokter anda mengenai obat apa yang tepat bagi anda.   6.      Kemunduran Garis Rambut Pada umumnya, pria mulai mengalami penipisan rambut saat berusia 35 tahun dan rambut mulai rontok saat berusia 50 tahun. Hal ini biasanya dimulai dengan kemunduran garis rambut dan menyebabkan timbulnya kebotakan.   7.      Buta Warna Buta warna tidak selalu menyebabkan penderitanya hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Buta warna yang sering terjadi adalah tidak dapat atau kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Keadaan ini dapat diturunkan dalam keluarga dan biasanya mengenai laki-laki. Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan keadaan ini.   8.      Mengorok Mengorok dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, walaupun pria lebih sering mengalaminya. Mengorok biasanya tidak berbahaya, akan tetapi bila mengorok menyebabkan gangguan tidur pada anda dan pasangan anda, segera hubungi dokter anda.   9.      Bersendawa dan Buang Gas Sendawa merupakan suatu cara tubuh untuk mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat makan dan merupakan suatu hal yang normal terjadi setelah makan. Akan tetapi, bila sendawa diikuti dengan rasa mual dan nyeri perut, maka hal ini dapat merupakan suatu gejala gangguan pencernaan. Hubungi dokter anda bila gejala terus berlanjut atau memburuk. Satu lagi kebiasaan lainnya yang tidak berbahaya tetapi cukup memalukan adalah buang gas. Buang gas juga merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam saluran pencernaan atau yang dihasilkan dari hasil pemecahan makanan oleh bakteri di dalam usus. Faktanya, sebagian besar orang membuang gas sekitar 6-20 kali setiap harinya. Berbagai jenis makanan seperti bir, minuman bersoda, kacang-kacangan, berbagai sayur dan buah-buahan juga dapat menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran pencernaan anda.   10.  Bau Badan Bau badan dapat terjadi akibat pertumbuhan bakteri pada kulit yang berkeringat. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan deodoran dan mandi secara teratur. Jika bau badan anda tidak juga menghilang atau berkurang, hindarilah mengkonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.   11.  Gatal Pada Kemaluan Gatal pada kemaluan dapat terjadi pada setiap pria. Gatal ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya bercak kemerahan pada kemaluan atau paha bagian dalam yang disertai dengan rasa gatal. Pengobatannya berupa pemberian salep anti jamur, menjaga agar area kulit yang terinfeksi tetap kering dan menghindari penggunaan pakaian yang ketat.   12.  Jamur Pada Kaki Jamur pada kaki atau sering disebut athlete foot juga disebabkan oleh infeksi jamur. Berjalan tanpa alas kaki di ruang ganti atau di dekat kolam renang merupakan penyebab tersering infeksi. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, rasa terbakar, terbentuknya lepuhan, atau kulit pecah-pecah pada kaki dan ibu jari kaki. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian salep anti jamur. Jika anda menderita infeksi jamur pada kemaluan dan kaki, maka pengobatannya harus dilakukan secara bersamaan.   13.  Bau Mulut Walaupun terdapat berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya bau mulut, penyebab utama bau mulut adalah bakteri yang terdapat di dalam mulut. Untuk mengatasinya gosoklah gigi anda secara teratur dan bersihkanlah juga lidah anda. Bila hal ini masih tidak dapat mengatasi bau mulut anda, maka hubungi dokter gigi anda atau dokter anda untuk mencari penyebab bau mulut lainnya. Beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut adalah gangguan gusi, mulut kering, atau adanya refluks asam lambung.   14.  Disfungsi Seksual Gangguan atau disfungsi seksual yang biasa dialami oleh pria adalah penurunan gairah seksual, ejakulasi dini, atau disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan suatu keadaan di mana pria tidak dapat membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk penetrasi. Berbagai faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi adalah diabetes, penyakit jantung, gangguan neurologis, merokok, gangguan sirkulasi, dan beberapa jenis obat-obatan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gangguan seksual di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya.   15.  Hilangnya Pendengaran Pria memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan atau hilangnya pendengaran daripada wanita. Pekerjaan yang menimbulkan suara bising atau suara yang berlangsung terus-menerus merupakan salah satu faktor resikonya. Penambang, tukang kayu, dan tentara merupakan pekerjaan yang beresiko bagi pendengaran anda. Selain itu, mendengarkan musik dengan suara keras (lebih dari 85dB) juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.   16.  Pembesaran Prostat Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, maka pembesaran prostat, kerutan, dan memutihnya rambut merupakan suatu proses yang tidak dapat anda hindari. Pembesaran prostat dapat menyebabkan terjepitnya uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kemaluan) dan membuat anda lebih sering buang air kecil. Segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Sumber: webmd