Your browser does not support JavaScript!
 12 Mar 2021    20:00 WIB
10 Penyebab Disfungsi Ereksi
Untuk mencapai ereksi diperlukan kerja sama yang baik dari saraf, otot, dan pembuluh darah. T-Otak menerima rangsang dan kemudian meneruskannya kepada penis melalui serabut-serabut saraf. Setelah itu otot pada penis akan berelaksasi dan aliran darah pada penis pun meningkat, terjadilah ereksi. Terdapat berbagai penyakit dan efek samping obat yang dapat mengganggu proses tersebut dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   1.      Diabetes Diabetes merupakan penyakit kronik yang seringkali menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah bila kadar gula darah tidak terkontrol. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah ini dapat menyebabkan gangguan ereksi. Resiko disfungsi ereksi meningkat menjadi dua kali lipat bila anda menderita diabetes yang tidak terkontrol.   2.      Penyakit Ginjal Gangguan ginjal dapat mengganggu berbagai hal yang diperlukan untuk mencapai ereksi, mulai dari saraf, pembuluh darah, hormon, dan bahkan energi serta gairah seksual anda. Berbagai obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal juga dapat menyebabkan gangguan ereksi.   3.      Gangguan Neurologis Untuk mencapai ereksi, diperlukan kerja saraf yang normal. Bila terdapat gangguan pada sistem penghantaran impuls saraf seperti pada stroke, sklerosis multipel, Alzheimer, dan Parkinson maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. 4.      Penyakit Pembuluh Darah Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang mencapai penis dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Aterosklerosis (pengerasan pada dinding pembuluh darah), tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol total yang tinggi merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi. Kebocoran vena (pembuluh darah balik) pada penis juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kebocoran vena ini dapat disebabkan oleh cedera atau suatu penyakit. Untuk mencapai ereksi, darah harus dapat tetap terkumpul pada penis dalam jangka waktu tertentu. Bila vena tidak mampu mempertahankan kontraksinya, maka darah yang terkumpul akan langsung mengalir kembali ke bagian tubuh atas dan menyebabkan ereksi tidak terbentuk atau hanya terbentuk sebentar.   5.      Kanker dan Pembesaran Prostat Kanker prostat tidak menyebabkan gangguan ereksi. Pengobatan kanker prostatlah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen. Lain halnya dengan pembesaran prostat. Pembesaran prostat diduga berhubungan dengan kasus disfungsi ereksi pada pria usia lanjut.   6.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan pada prostat atau kandung kemih dapat merusak saraf dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai ereksi. Disfungsi ereksi akibat proses pembedahan dapat bersifat sementara atau permanen. Biasanya keluhan akan menghilang dalam waktu 6-18 bulan. Bila keluhan masih berlanjut mungkin telah terjadi disfungsi ereksi permanen. Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami hal ini.   7.      Cedera Cedera pada panggul, kandung kemih, serabut saraf, dan penis yang memerlukan tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.   8.      Gangguan Hormon Hormon testosteron merupakan hormon yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual anda. Gangguan keseimbangan hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal adalah tumor kelenjar pituitari, penyakit ginjal, penyakit hati, depresi, dan terapi hormon pada penderita kanker prostat.   9.      Rokok, Alkohol, dan Penggunaan Obat-obatan Terlarang Ketiga hal di atas dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah anda, yang kemudian mengganggu aliran darah pada penis anda, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok dapat meningkatkan resiko disfungsi ereksi bila anda juga menderita aterosklerosis.   10.  Obat-obatan Tertentu Banyak sekali obat-obatan yang mempunyai efek samping disfungsi ereksi. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat-obatan yang akan anda gunakan.
 11 Feb 2021    17:00 WIB
Makin Perkasa dengan Tisu Magic
Cukup diusapkan ke penis beberapa saat sebelum berhubungan seks, ereksi dapat bertahan lebih lama. Sebagian besar pria terkadang mencari tahu cara agar lebih kuat dalam memuaskan pasangan di atas ranjang. Salah satu cara yang sering menjadi perbincangan yaitu penggunaan tisu magic. Tisu magic adalah tisu basah yang efeknya membuat penis mati rasa atau kebal, sehingga penggunanya tidak merasakan sensasi penetrasi saat berhubungan seks. Kepekaan penis menurun, hubungan seks pun menjadi lebih tahan lama. Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu mengoleskan tisu magic secara perlahan dan merata pada bagian kepala penis. Setelah cairan tisu mengering dan meresap, cuci penis dengan sabun hingga bersih. Apa efek samping menggunakan tisu magic? Efek samping yang ditimbulkan dari tisu magic tak hanya menimpa pria saja, namun juga bagi wanita. Berikut ini beberapa efek samping penggunaan tisu magic: Kepekaan penis menurun Penis akan lebih kebal bahkan bisa mati rasa. Rasa kebal ini kemudian membuat kepekaan rangsangan seksual menjadi menurun dan membuat kenikmatan seks berkurang. Menimbulkan luka dan iritasi pada vagina Ketika kepekaan penis berkurang, maka pria membutuhkan gesekan yang lebih kuat agar dapat merasakan sensasi saat penetrasi. Hal ini menimbulkan iritasi pada dinding vagina ataupun lecet di penis. Walaupun tisu magic dapat memberikan sensasi yang lebih saat berhubungan seksual namun Anda harus tetap waspada serta memperhatikan kandungan dan efek sampingnya. Pastikan Anda membeli tisu magic di tempat terpercaya dan sudah terdaftar di BPOM ya. Baca juga: Apakah Viagra Boleh untuk Wanita?
 19 Jan 2021    17:00 WIB
Obat Kuat, Apa Efek dan Bagaimana Cara Mengonsumsinya?
Bagaimana Cara Kerja Obat kuat? Pada awalnya, Obat kuat sebenarnya dibuat untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Obat kuat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah yang menuju ke penis selama 4-6 jam, dan pada masa ini, ereksi biasanya lebih mudah terbentuk dan bertahan lebih lama saat ada stimulasi seksual. Efek ini hanya akan timbul bila sang pria terstimulasi secara seksual, jadi ereksi tidak akan terbentuk hanya dengan mengkonsumsi pil Obat kuat ini. Bagaimana Cara Mengkonsumsi Obat kuat? Obat kuat dikonsumsi secara oral (melalui mulut) dalam bentuk pil. Obat kuat biasanya akan mulai bekerja dalam waktu 30 menit hingga 1 jam setelah dikonsumsi. Ingat, Anda hanya boleh mengkonsumsi 1 tablet Obat kuat dalam kurun waktu 24 jam. Efek Samping yang Biasa Ditemukan Efek samping Obat kuat yang paling sering ditemukan adalah nyeri kepala, wajah tampak merah, pusing, gangguan penglihatan (misalnya penglihatan kabur, penglihatan tampak kebiruan, dan sensitif terhadap cahaya), hidung tersumbat, dan gangguan perut, Siapa yang Tidak Boleh Mengkonsumsi Obat kuat? Jangan mengkonsumsi Obat kuat bila Anda juga menggunakan obat-obat golongan nitrat, yang biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan jantung. Hal ini dikarenakan kombinasi antara keduanya dapat menyebabkan tekanan darah Anda turun hingga menjadi sangat rendah, yang bahkan dapat membahayakan jiwa Anda. Beberapa keadaan lain yang membuat penggunaan Obat kuat tidak dianjurkan adalah: Menderita gangguan jantung Memiliki bentuk penis yang abnormal seperti penyakit Peyronie Menderita sickle cell anemia Menderita mieloma multipel Menderita leukemia Menderita gangguan hati, terutama bila menderita gangguan hati berat Menderita gangguan ginjal Sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat HIV Berusia lebih dari 65 tahun (kecuali bila dianjurkan oleh dokter) Penggunaan Obat kuat pada beberapa keadaan di atas dapat memicu terjadinya priapismus, yaitu suatu keadaan di mana ereksi berlangsung selama lebih dari 4 jam tanpa adanya stimulasi seksual apapun. Perlu diketahui bahwa telah terjadi beberapa kasus kematian akibat penggunaan obat Obat kuat ini. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai menggunakan Obat kuat. Baca juga: Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Minum Obat Kuat! Sumber: about
 07 Jan 2021    15:00 WIB
Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Minum Obat Kuat!
Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat meminum obat kuat sehingga para pria tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal. Mengonsumsi lebih dari dosisnya Kebanyakan pria yang mengalami ejakulasi dini dan impotensi tentu saja ingin segera memiliki performa seksual yang lebih baik. Karena hal tersebut, tak sedikit pria yang mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat impotensi lebih dari dosis yang sudah ditentukan. Perlu Anda ketahui, mengonsumsi obat kuat lebih dari dosis yang ditentukan bisa membuat Anda mengalami efek samping yang berbahaya untuk tubuh. Alih-alih dapat performa seksual yang maksimal, Anda justru harus berobat karena overdosis obat kuat. Makan sebelum mengonsumsi obat kuat Dalam sebuah studi, ada 20% persen pria yang membuat kesalahan dengan menenggak obat kuat pria sesaat setelah makan. Ketahuilah bahwa ini bukan obat yang dianjurkan untuk dikonsumsi setelah makan. Obat kuat hanya dapat bekerja dengan baik ketika perut kosong. Waktu terbaik untuk mengonsumsi obat kuat adalah 2-3 jam setelah makan. Tidak menunggu beberapa saat sebelum berhubungan seks Ini juga merupakan salah satu kesalahan yang sering membuat obat kuat tidak bekerja dengan baik pada penderita disfungsi ereksi atau gangguan impoten lainnya. Para pria pengguna obat kuat terlalu terburu-buru untuk segera melakukan aktivitas seksual. Padahal obat kuat seperti viagra membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dapat menampakkan hasil yang optimal. Khasiat dari obat impotensi ini akan semakin terlihat dalam waktu 2-3 jam. Meskipun Anda sudah menggunakan obat kuat, Anda harus tetap melakukan foreplay untuk mendapatkan ereksi yang baik. Ketika Anda bersemangat untuk melakukan aktivitas seksual, otak akan mengirim sinyal ke saraf yang terdapat di penis. Viagra dan sejenisnya tidak akan memberikan hasil jika Anda tidak melakukan aktivitas yang dapat membangkitkan gairah seksual. Selamat mencoba!Baca juga: Jenis-jenis Obat yang Dapat Mengganggu Libido Wanita
 27 Nov 2020    09:00 WIB
Faktor Usia Bisa Mempengaruhi Kesuburan Pria
Usia dan Kesuburan Sama seperti wanita, pria pun memiliki masa suburnya sendiri. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya usia, maka pria pun mengalami penurunan kesuburan seperti halnya wanita. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian besar orang bahwa pria dapat memiliki anak pada usia berapa pun. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan seorang pria untuk memperoleh anak atau menyebabkan kehamilan pada pasangannya menurun hingga 11% setiap tahunnya. Selain itu, kemungkinan terjadinya keguguran atau kematian janin di dalam kandungan juga meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia sang ayah. Sebuah penelitian di Perancis menemukan bahwa angka keguguran meningkat hingga 17% bila sang ayah berusia 34 tahun, dan meningkat menjadi 20% bila sang ayah berusia antara 35-39 tahun, dan mencapai 32% bila sang ayah berusia 44 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, sperma pun mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Jumlah, kecepatan bergerak, dan struktur sperma pun mengalami penurunan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Gaya hidup anda pun dapat mempengaruhi kesuburan anda. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya waktu tidur, stress yang cukup tinggi, dan diet tidak sehat serta tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan anda dan juga kesuburan anda. Pengaruhnya Pada Bayi Anda Sperma yang telah mengalami perubahan akibat penuaan pun dapat mempengaruhi kesehatan anak anda. Seperti halnya wanita, setelah pria mencapai usia tertentu, maka resiko anak-anaknya menderita kelainan genetika juga meningkat. Selain itu, anak anda pun memiliki resiko menderita skizofrenia (suatu kelainan jiwa) yang lebih tinggi daripada anak yang lahir saat anda masih muda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 45-49 tahun beresiko memiliki anak yang menderita skizofrenia hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria yang berusia 25 tahun atau lebih muda. Resiko ini meningkat hingga 3 kali lipat bila sang ayah berusia lebih dari 50 tahun. Apa yang Dapat Dilakukan? Memperbaiki gaya hidup anda dapat memperlambat penurunan kesuburan yang sedang terjadi. Bila anda ingin tetap subur seperti masa muda anda, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Jaga berat badan anda Jangan menggunakan obat-obatan terlarang Berhenti merokok Menjaga kadar kolesterol darah anda Sebuah penelitian telah menemukan adanya hubungan antara tingginya kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi. Sumber: webmd
 13 Nov 2020    21:00 WIB
Ejakulasi Dini? Sini teh sama Mak Erot aja!
Masalah disfungsi seksual seperti ejakulasi dini terus menghantui para pria. Hal ini terbukti dari banyaknya pasien yang mendatangi cucu Mak Erot di Sukabumi, yaitu Haji Syahrudin. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai ejakulasi dini. Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Diperkirakan 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu.   Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan, tetapi bila hal itu terjadi secara terus menerus maka perlu diperhatikan. Ejakulasi dini sendiri dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu: Ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual. Ejakulasi dini sekunder adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual.   Nah, untuk menangani pasien dengan keluhan ejakulasi dini ini, Haji Syahrudin kerap melakukan terapi pijat saraf. Pemijatan dimulai dari pangkal paha, pangkal penis sampai ke bokong pasien. Tak berhenti sampai situ, Haji Syahrudin juga menyiapkan sebuah ramuan yang harus diminum oleh pasien. Hasilnya? Pasien yang telah menjalani terapi pijat saraf dan meminum ramuan Haji Syahrudin selang selama 2-3 hari sudah bisa merasakan manfaatnya, yang sebelumnya hanya sesaat dan kini ejakulasi bisa 5 hingga 10 menit. Namun, hal itu tergantung pada kondisi vitalitas pasien masing-masing. Selain menjalani terapi, Haji Syahrudin juga memberikan beberapa tips agar pria bisa menghindari ejakulasi dini, antara lain:   Jangan terburu-buru Tak perlu grasak-grusuk ya. Nikmatilah foreplay (pemanasan) Anda dan pasangan hingga benar-benar mencapai 'puncak' baru lakukan penetrasi. Lakukan latihan pernafasan Dengan cara ini akan membuat Anda terhindar dari berbagai macam ketegangan otot, karena ketegangan dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Buatlah diri Anda merasa santai dan percaya diri sehingga dapat mengontrol emosi Anda. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi Anda bisa mengunjungi laman Klinik Mak Erot. Pertanyaan Anda akan langsung dijawab oleh Haji Syahrudin.
 27 Oct 2020    21:00 WIB
Ladies Lakukanlah Hal Ini Jika Pria Sulit Ejakulasi
Setiap pasangan yang berhubungan intim tentu ingin mencapai big O. Namun bagaimana bila sudah melakukan hubungan seks yang lama tetapi tidak juga mencapai klimaks. Akhirnya kedua pasangan merasa lelah, gairah seks menurun dan gagal mencapai klimaks. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan tentu merasa kecewa. Tanda pria mencapai klimaks adalah keluarnya cairan air mani dari penis. Untuk Anda para wanita, ternyata ada loh usaha yang bisa Anda lakukan untuk membantu suami Anda agar bisa mencapai klimaks. Ayo disimak! 1.      Merangsangnya dengan lembut Untuk membantu suami mencapai klimaks maka Anda bisa merangsangnya dengan lembut. Bisikan ke telinganya kata-kata mesra, hembuskan napas dan tentu saja mendesah seksi. Selain berdesah Anda bisa mengecup dan mencium tubuh suami dengan bibir Anda yang lembut jangan lupakan sentuhan tangan pada titik-titik sensitif pria dan tentu saja Mr. P nya. 2.      Jadi "nakal" dan ‘liar" Anda bisa sesekali menservis pasangan dengan melakukan sesuatu yang nakal dan liar. Misalnya seperti "dirty talk", menepuk bokong, menggigit kuping, menghampirinya saat ia sedang di kamar mandi, saat sedang bekerja dan mengajaknya bercinta secara spontan. Jangan diam saja, buat keeadaan menjadi panas dengan tiba-tiba. Hal ini bisa membuatnya semakin bergairah. 3.      Mencoba gaya baru Hampir sama seperti Kita makan dengan menu yang sama, tentu akan timbul rasa bosan. Sama dengan berhubungan intim. Gaya yang itu-itu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu Anda bisa mencoba gaya-gaya baru dalam melakukan hubungan intim. Di siang hari Anda bisa mengirim pesan-pesan mesra bahwa malam ini akan memberikan kejutan dan melakukan gaya baru. Dijamin dia tidak akan sabar menunggu malam dan ingin segera pulang. 4.      Fantasi Seksual Pria adalah makhluk yang sering berfantasi. Dibandingkan si dia melakukan fantasinya sendiri. Mengapa Anda tidak berusaha mewujudkan fantasi seksualnya. Tanyakan kepadanya, apa yang dia inginkan saat bercinta. Biasanya pria paling suka dengan role play dan Anda harus mampu memerankan peran yang diimpikannya. Seperti keinginannya untuk bercinta dengan sekretaris atau perawat seksi. 5.      Kurangi Masturbasi Ternyata terlalu sering masturbasi dapat berdampak negatif bagi hubungan seksual. Karena saat melakukan masturbasi biasanya pria berfantasi dan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan asli merasa ada kurang dan tidak sesuai harapan.  Sebagai pasangan, Anda harus bersikap aktif dan jangan berdiam diri dalam kondisi seperti ini. Apabila si dia merasa sulit untuk mengalami ejakulasi, maka ajaklah dia berbicara dan bantu dia untuk menemukan solusi. Semoga cara diatas dapat membantu. Sumber: intimatemedicine
 08 Oct 2020    17:00 WIB
Pengobatan Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah Saya Mengalami Disfungsi Seksual?Untuk menentukan diagnosa, maka dokter harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, baik pemeriksaan fisik maupun penunjang. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa keadaan organ reproduksi anda dan melakukan pemeriksaan pap smear untuk melihat apakah ada perubahan pada sel-sel serviks (leher rahim). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada keadaan psikologis anda. Dokter mungkin akan menanyakan apa yang anda pikirkan tentang seks dan apa yang anda rasakan saat berhubungan seksual seperti: •    Apakah anda merasa takut atau cemas saat berhubungan seksual•    Apakah anda pernah mengalami kekerasan seksual yang mungkin membuat anda merasa trauma•    Adakah masalah dalam hubungan anda dan pasangan•    Apakah anda menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan (penyalahgunaan) Semua hal ini dapat membantu dokter dalam mencari penyebab timbulnya disfungsi seksual dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.Hormon dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHormon memiliki peranan penting dalam pengaturan fungsi seksual pada wanita. Penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda dan menopause dapat menyebabkan perubahan fungsi seksual anda, seperti vagina menjadi kering dan penurunan sensasi pada kemaluan. Para ahli menduga bahwa hormon testosteron juga mempengaruhi penurunan gairah seksual, sensasi pada kemaluan, dan orgasme. Histerektomi dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHisterektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat rahim. Beberapa wanita mengalami perubahan fungsi seksual setelah tindakan histerektomi seperti hilangnya gairah seksual, vagina kering, dan berkurangnya sensasi pada kemaluan. Berbagai hal di atas mungkin berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang terjadi akibat tidak adanya rahim. Selain itu, saraf dan pembuluh darah yang juga berperan penting bagi fungsi seksual mungkin rusak saat tindakan pembedahan ini dilakukan.Menopause dan Disfungsi SeksualPenurunan kadar hormon estrogen saat menopause dapat menyebabkan beberapa perubahan pada fungsi seksual seorang wanita, seperti berkurangnya cairan vagina yang menyebabkan vagina menjadi kering. Selain itu, perubahan emosional yang terjadi bersamaan dengan menopause juga dapat menyebabkan seorang wanita tidak lagi tertarik untuk berhubungan seksual dan atau menyebabkannya tidak mampu merasa terangsang atau bergairah. Terapi sulih hormon atau penggunaan pelumas pada vagina dapat mengatasi berkurangnya cairan vagina dan memperbaiki sensasi pada kemaluan.Tidak semua wanita yang memasuki masa menopause mengalami penurunan gairah seksual. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual dan kepuasan seksual. Hal ini mungkin karena wanita tersebut tidak lagi cemas akan terjadinya kehamilan. PengobatanCara terbaik untuk mengatasi disfungsi seksual pada wanita adalah dengan kerja sama yang baik antara anda, dokter anda, dan terapis. Sebagian besar gangguan seksual dapat diatasi dengan mengatasi gangguan fisik atau psikologis yang menyebabkan terjadinya gangguan seksual tersebut. EdukasiMemberikan informasi dan edukasi yang tepat pada wanita yang mengalami disfungsi seksual dapat membantu mengatasi rasa cemas yang dirasakan olehnya. Edukasi ini biasanya berisi mengenai anatomi manusia, fungsi seksual, dan berbagai perubahan yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Dengan demikian diharapkan agar wanita tersebut dapat mengatasi rasa cemas mengenai fungsi dan performa seksualnya. Meningkatkan Stimulasi SeksualBeberapa wanita mengalami penurunan gairah seksual akibat kurangnya stimulasi seksual atau rasa bosan akibat rutinitas seksual yang sama selama bertahun-tahun. Melakukan "pemanasan" yang lebih lama atau merubah rutinitas seksual anda dan pasangan diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah seksual anda. Mengurangi Rasa NyeriMelakukan hubungan seksual pada posisi tertentu di mana wanita dapat mengendalikan kedalaman penetrasi penis dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Bila rasa nyeri ini disebabkan oleh vagina yang kering, maka penggunaan pelumas vagina dapat mengurangi rasa nyeri akibat bergesekan. Mandi dengan air hangat sebelum berhubungan seksual juga dapat membuat anda merasa lebih rileks dan nyaman.Apakah Disfungsi Seksual Dapat Disembuhkan?Keberhasilan pengobatan disfungsi seksual tergantung pada gangguan atau masalah yang menyebabkannya. Bila disfungsi seksual disebabkan oleh adanya gangguan fisik tertentu yang dapat diobati, maka disfungsi seksual ini pun dapat diatasi pula. Disfungsi seksual ringan yang disebabkan oleh stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat diatasi dengan konseling, edukasi, dan memperbaiki komunikasi antara anda dan pasangan anda.Kapan Hubungi Dokter?Banyak wanita mengalami disfungsi seksual ringan yang biasanya dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa lama. Akan tetapi, segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Disfungsi seksual berlangsung lama•    Menyebabkan anda dan pasangan anda merasa stress dan tertekan•    Mengganggu hubungan anda dan pasangan andaSumber: webmd
 04 Sep 2020    21:00 WIB
Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya!
Bagi banyak pasangan, penis ereksi menjadi penambah antusias dan gairah dalam hubungan. Biasanya, masalah penis ereksi atau disfungsi ereksi dapat diatasi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut tipsnya: Pola makan sehat Makan lebih banyak buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Nutrisi dalam makanan tersebut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke penis Anda. Sirkulasi peredaran darah yang mengalir dengan lancar ke penis menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ereksi yang maksimal dan konsisten. Menghindari alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi. Satu atau dia minuman biasanya tidak berdampak besar, akan tetapi jika terlalu sering dan dosisnya berlebihan maka akan memicu masalah kinerja seksual. Olahraga minimal 20 menit dalam sehari Hanya dengan berolahraga 20 menit dalam sehari dapat membantu meningkatkan sirkulasi aliran darah dan mempermudah menjaga keseimbangan tubuh. Dua faktor itu sangat penting dalam fungsi penis ereksi. Istirahat yang cukup Disfungsi ereksi bisa juga dipengaruhi oleh kurangnya jam tidur atau pola istirahat yang tidak baik. Kehilangan jam tidur atau tidak beristirahat dengan cukup dapat mempengaruhi sirkulasi aliran darah, termasuk ke bagian penis yang akhirnya menjadi penyebab ereksi kurang maksimal. Hindari nikotin Nikotin dan bahan kimia lainnya dapat merusak pembuluh darah. Dalam nikotin mengandung zat yang mampu mengurangi kemampuan efek nitric oxide. Nitric oxide sendiri merupakan zat yang dapat membuka pembuluh dara. Sehingga, memungkinkan darah mengalir lebih mudah ketika penis ereksi. Jika, aliran darah menuju penis pria mengalami gangguan, maka akan sulit untuk mempertahankan ereksi dalam waktu lama.