Your browser does not support JavaScript!
 08 Oct 2020    17:00 WIB
Pengobatan Disfungsi Seksual Pada Wanita
Apakah Saya Mengalami Disfungsi Seksual?Untuk menentukan diagnosa, maka dokter harus melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, baik pemeriksaan fisik maupun penunjang. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa keadaan organ reproduksi anda dan melakukan pemeriksaan pap smear untuk melihat apakah ada perubahan pada sel-sel serviks (leher rahim). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada keadaan psikologis anda. Dokter mungkin akan menanyakan apa yang anda pikirkan tentang seks dan apa yang anda rasakan saat berhubungan seksual seperti: •    Apakah anda merasa takut atau cemas saat berhubungan seksual•    Apakah anda pernah mengalami kekerasan seksual yang mungkin membuat anda merasa trauma•    Adakah masalah dalam hubungan anda dan pasangan•    Apakah anda menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan (penyalahgunaan) Semua hal ini dapat membantu dokter dalam mencari penyebab timbulnya disfungsi seksual dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.Hormon dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHormon memiliki peranan penting dalam pengaturan fungsi seksual pada wanita. Penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda dan menopause dapat menyebabkan perubahan fungsi seksual anda, seperti vagina menjadi kering dan penurunan sensasi pada kemaluan. Para ahli menduga bahwa hormon testosteron juga mempengaruhi penurunan gairah seksual, sensasi pada kemaluan, dan orgasme. Histerektomi dan Disfungsi Seksual Pada WanitaHisterektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat rahim. Beberapa wanita mengalami perubahan fungsi seksual setelah tindakan histerektomi seperti hilangnya gairah seksual, vagina kering, dan berkurangnya sensasi pada kemaluan. Berbagai hal di atas mungkin berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang terjadi akibat tidak adanya rahim. Selain itu, saraf dan pembuluh darah yang juga berperan penting bagi fungsi seksual mungkin rusak saat tindakan pembedahan ini dilakukan.Menopause dan Disfungsi SeksualPenurunan kadar hormon estrogen saat menopause dapat menyebabkan beberapa perubahan pada fungsi seksual seorang wanita, seperti berkurangnya cairan vagina yang menyebabkan vagina menjadi kering. Selain itu, perubahan emosional yang terjadi bersamaan dengan menopause juga dapat menyebabkan seorang wanita tidak lagi tertarik untuk berhubungan seksual dan atau menyebabkannya tidak mampu merasa terangsang atau bergairah. Terapi sulih hormon atau penggunaan pelumas pada vagina dapat mengatasi berkurangnya cairan vagina dan memperbaiki sensasi pada kemaluan.Tidak semua wanita yang memasuki masa menopause mengalami penurunan gairah seksual. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual dan kepuasan seksual. Hal ini mungkin karena wanita tersebut tidak lagi cemas akan terjadinya kehamilan. PengobatanCara terbaik untuk mengatasi disfungsi seksual pada wanita adalah dengan kerja sama yang baik antara anda, dokter anda, dan terapis. Sebagian besar gangguan seksual dapat diatasi dengan mengatasi gangguan fisik atau psikologis yang menyebabkan terjadinya gangguan seksual tersebut. EdukasiMemberikan informasi dan edukasi yang tepat pada wanita yang mengalami disfungsi seksual dapat membantu mengatasi rasa cemas yang dirasakan olehnya. Edukasi ini biasanya berisi mengenai anatomi manusia, fungsi seksual, dan berbagai perubahan yang terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Dengan demikian diharapkan agar wanita tersebut dapat mengatasi rasa cemas mengenai fungsi dan performa seksualnya. Meningkatkan Stimulasi SeksualBeberapa wanita mengalami penurunan gairah seksual akibat kurangnya stimulasi seksual atau rasa bosan akibat rutinitas seksual yang sama selama bertahun-tahun. Melakukan "pemanasan" yang lebih lama atau merubah rutinitas seksual anda dan pasangan diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah seksual anda. Mengurangi Rasa NyeriMelakukan hubungan seksual pada posisi tertentu di mana wanita dapat mengendalikan kedalaman penetrasi penis dapat membantu mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Bila rasa nyeri ini disebabkan oleh vagina yang kering, maka penggunaan pelumas vagina dapat mengurangi rasa nyeri akibat bergesekan. Mandi dengan air hangat sebelum berhubungan seksual juga dapat membuat anda merasa lebih rileks dan nyaman.Apakah Disfungsi Seksual Dapat Disembuhkan?Keberhasilan pengobatan disfungsi seksual tergantung pada gangguan atau masalah yang menyebabkannya. Bila disfungsi seksual disebabkan oleh adanya gangguan fisik tertentu yang dapat diobati, maka disfungsi seksual ini pun dapat diatasi pula. Disfungsi seksual ringan yang disebabkan oleh stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat diatasi dengan konseling, edukasi, dan memperbaiki komunikasi antara anda dan pasangan anda.Kapan Hubungi Dokter?Banyak wanita mengalami disfungsi seksual ringan yang biasanya dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa lama. Akan tetapi, segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•    Disfungsi seksual berlangsung lama•    Menyebabkan anda dan pasangan anda merasa stress dan tertekan•    Mengganggu hubungan anda dan pasangan andaSumber: webmd
 04 Sep 2020    21:00 WIB
Ingin Ereksi Semakin Maksimal? Ini Caranya!
Bagi banyak pasangan, penis ereksi menjadi penambah antusias dan gairah dalam hubungan. Biasanya, masalah penis ereksi atau disfungsi ereksi dapat diatasi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut tipsnya: Pola makan sehat Makan lebih banyak buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Nutrisi dalam makanan tersebut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke penis Anda. Sirkulasi peredaran darah yang mengalir dengan lancar ke penis menjadi salah satu kunci untuk menciptakan ereksi yang maksimal dan konsisten. Menghindari alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi. Satu atau dia minuman biasanya tidak berdampak besar, akan tetapi jika terlalu sering dan dosisnya berlebihan maka akan memicu masalah kinerja seksual. Olahraga minimal 20 menit dalam sehari Hanya dengan berolahraga 20 menit dalam sehari dapat membantu meningkatkan sirkulasi aliran darah dan mempermudah menjaga keseimbangan tubuh. Dua faktor itu sangat penting dalam fungsi penis ereksi. Istirahat yang cukup Disfungsi ereksi bisa juga dipengaruhi oleh kurangnya jam tidur atau pola istirahat yang tidak baik. Kehilangan jam tidur atau tidak beristirahat dengan cukup dapat mempengaruhi sirkulasi aliran darah, termasuk ke bagian penis yang akhirnya menjadi penyebab ereksi kurang maksimal. Hindari nikotin Nikotin dan bahan kimia lainnya dapat merusak pembuluh darah. Dalam nikotin mengandung zat yang mampu mengurangi kemampuan efek nitric oxide. Nitric oxide sendiri merupakan zat yang dapat membuka pembuluh dara. Sehingga, memungkinkan darah mengalir lebih mudah ketika penis ereksi. Jika, aliran darah menuju penis pria mengalami gangguan, maka akan sulit untuk mempertahankan ereksi dalam waktu lama.
 03 Sep 2020    21:00 WIB
Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Minum Obat Kuat!
Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat meminum obat kuat sehingga para pria tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal.   Mengonsumsi lebih dari dosisnya Kebanyakan pria yang mengalami ejakulasi dini dan impotensi tentu saja ingin segera memiliki performa seksual yang lebih baik. Karena hal tersebut, tak sedikit pria yang mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat impotensi lebih dari dosis yang sudah ditentukan. Perlu Anda ketahui, mengonsumsi obat kuat lebih dari dosis yang ditentukan bisa membuat Anda mengalami efek samping yang berbahaya untuk tubuh. Alih-alih dapat performa seksual yang maksimal, Anda justru harus berobat karena overdosis obat kuat. Makan sebelum mengonsumsi obat kuat Dalam sebuah studi, ada 20% persen pria yang membuat kesalahan dengan menenggak obat kuat pria sesaat setelah makan. Ketahuilah bahwa ini bukan obat yang dianjurkan untuk dikonsumsi setelah makan. Obat kuat hanya dapat bekerja dengan baik ketika perut kosong. Waktu terbaik untuk mengonsumsi obat kuat adalah 2-3 jam setelah makan. Tidak menunggu beberapa saat sebelum berhubungan seks Ini juga merupakan salah satu kesalahan yang sering membuat obat kuat tidak bekerja dengan baik pada penderita disfungsi ereksi atau gangguan impoten lainnya. Para pria pengguna obat kuat terlalu terburu-buru untuk segera melakukan aktivitas seksual. Padahal obat kuat seperti viagra membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dapat menampakkan hasil yang optimal. Khasiat dari obat impotensi ini akan semakin terlihat dalam waktu 2-3 jam.   Meskipun Anda sudah menggunakan obat kuat, Anda harus tetap melakukan foreplay untuk mendapatkan ereksi yang baik. Ketika Anda bersemangat untuk melakukan aktivitas seksual, otak akan mengirim sinyal ke saraf yang terdapat di penis. Viagra dan sejenisnya tidak akan memberikan hasil jika Anda tidak melakukan aktivitas yang dapat membangkitkan gairah seksual. Selamat mencoba!
 24 Jan 2020    18:00 WIB
Kupas Tuntas Kanker Prostat
Apakah kanker prostat itu ? Kanker prostat adalah pertimbuhan sel yang abnormal pada kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih. Prostat berfungsi dalam pembentukan semen. Pada pria muda prostat berukuran sebesar biji walnut dan semakin membesar seiring pertambahan usia. Prostat biasanya terjadi pada pria berusia lebih dari 65 tahun. Biasanya pertumbuhan kanker bersifat perlahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai menimbulkan gejala. Seperti pada kanker lainnya, pengobatan yang terbaik adalah jika diberikan pada stadium awal. Pria tua dengan kanker prostat biasanya meninggal karena penyebab lain. Sampai saat ini para ahli belm mengetahui penyebab dari kanker prostat, tapi mereka yakin jika kanker prostat berhubungan dengan faktor usia, genetic, dan faktor ras. Faktor makanan seperti makanan tinggi juga diyakini berperan menyebabkan kanker prostat. Apakah gejala kanker prostat ? Kanker prostat dini biasanya tanpa gejala pada stadium awal. Kebanyakan pria tidak menyadarinya sampai tidak sengaja ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala kanker prostat biasanya baru muncul pada tahap akhir dari penyakit seperti tumor tumbuh dan menyempitnya uretra (bagian dari urin) dan pada itu telah menyebar ke organ lain. Gejala-gejala berikut ini bersifat non-spesifik dan juga dapat disebabkan oleh kondisi tidak berbahaya (non-kanker) seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) (pembesaran kelenjar prostat yang tidak berbahaya] dan prostatitis (infeksi yang menyakitkan dari kelenjar prostat). Gejala tersebut meliputi: Aliran urin yang lemah atau terganggu Seringnya buang air kecil (terutama pada malam hari) Kesulitan buang air kecil Rasa nyeri atau terbakar pada saat buang air kecil Darah dalam urin atau air mani Sakit yang berkepanjangan di daerah punggung, pinggul, atau panggul Ejakulasi yang nyeri Sulit untuk ereksi Nyeri yang dalam dan sering di perut bagian bawah, aau di pelvis Bagaimana mendiagnosa kanker prostat ? Secara umum dan mudah, cara pemeriksaan kanker prostat adalah dengan colok dubur atau Digital Rectal Exam (DRE). Pada pemeriksaan ini dokter mengenakan sarung tangan yang diberikan cairan gel pelumas dan memasukan jari tersebut ke dalam rectum  untuk mencari dan merasakan kelenjar prostat. Cara lain dengan pemeriksaan darah, Prostate Spesific Antigen (PSA). Peningkatan PSA menunjukkan adanya kanker prostat, tetapi peningkatan PSA juga menunjukkan pembesaran atau infeksi prostat. Jika dokter anda menemukan kelainan pada pemeriksaan rectum atau jika hasil PSA tinggi, maka dokter anda akan melakukan biopsu prostat untuk mencari penyebabnya. Biopsi berarti dokter mengambil contoh jaringan prostat dan mengirimka ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan CT scan atau MRI. Ini adalah scan rinci atas [anggung untuk mengetahui tingkat keganasan kanker setelah mendapat konfirmasi dari biopsy kanker. Apakah setiap orang perlu melakukan pemeriksaan prostat secara teratur? Memeriksakan kesehatan secara rutin memang penting, termasuk pemeriksaan rectum. Tetapi para ahli setuju jika pemeriksaan PSA tidak ditujukan untuk semua pria. Hasil pemeriksaan dapat membawa anda mendapatkan pengobatan kanker yang seharusnya tidak anda perlukan. Pengobatan kanker dapar menyebabkan persoalan kesehatan lain, seperti kehilangan control berkemih dan tidak dapat ereksi. Jadi bicarakan dengan dokter anda tentang kemungkinan kanker prostat dan pro-kontra pemeriksaan PSA. Bagaimana mengobati kanker prostat? Pengobatan kanker prostat sangant bergantung pada jenis kanker yang diderita, sejauh mana kanker sudah menyebar, usia dan kondisi medis umum. Pemilihan pengobatan prostat mungkin tidak cocok untuk setiap kanker prostat. Rencana pengobatan harus secara individual untuk setiap pasien. Pilihan Medis untuk mengobati kanker prostat adalah Radiasi Terapi hormon Operasi Transurethral  resection  of  the  prostate (TURP) ?  digunakan pada penyakit tahap awal untuk membuang  jaringan yang memblokir buang air kecil. Kemoterapi Apa saja komplikasi dari pengobatan kanker prostat ? Komplikasi dari kanker prostat dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh kanker itu sendiri atau karena  pengobatan. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi adalah yang paling ditakuti  orang yang memiliki kanker prostat. Namun ada terapi untuk membantu meringankan atau mengobati kondisi ini. Komplikasi dari kanker prostat: Kanker menyebar (metastasis), kanker prostat dapat bermetastasis ke organ di dekatnya, tulang, paru-paru atau kelenjar getah bening. Pengobatan untuk kanker prostat yang telah menyebar dapat dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Nyeri sekali. kanker telah mencapai tulang, Pengobatan ditujukan untuk terapikanker sering dapat menghilangkan  rasa nyeri yang signifikan. Kencing ngompol (inkontinensia), baik kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan inkontinensia. Pengobatan tergantung pada jenis inkontinensia, Perawatan termasuk modifikasi perilaku, latihan untuk memperkuat otot panggul, obat-obatan dan kateter. Disfungsi ereksi atau impotensi, disfungsi ereksi dapat diakibatkan kanker prostat atau terapinya , termasuk perawatan bedah, radiasi atau hormon. Beberapa obat dengan alat vakum yang akan membantu mengatasi disfungsi ereksi ini. Depresi,banyak orang mungkin merasa tertekan setelah didiagnosa menderita kanker prostat atau setelah mencoba untuk mengatasi efek samping pengobatan. Perawatan seperti konseling atau antidepresan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Apakah kanker prostat dapat dicegah? Tentu saja tidak, tetapi beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko atau menghambat perkembangan penyakit ini. Gizi yang baik, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan jumlah buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Bawang putih, arugula, bok choy, brokoli, kubis Brussel, kol dan kembang kol juga dapat membantu melawan kanker .Diet makanan yang mengandung zat yang disebut antioksidan (vitamin C dan E dan beta karoten) mungkin protektif (tomat, jeruk, semangka). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan vitamin E atau  antioksidan dapat mengurangi resiko kanker prostat juga tumor organ padat lainnya. Olahraga dapat mengurangi resiko kanker prostat dengan meningkatkan sistem kekebalan, meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses pencernaan - yang mungkin memainkan peran dalam pencegahan kanker. Olahraga teratur juga memainkan peran penting dalam mencegah pembesaran prostat jinak.  
 01 Nov 2019    18:00 WIB
Penurunan Hormon Testosteron dan Pengaruhnya Pada Libido
Hormon testosteron memang bukan satu-satunya yang mempengaruhi libido dan kemampuan berhubungan seksual. Akan tetapi, kadar testosteron yang rendah dapat mengurangi kemampuan anda untuk mendapatkan seks yang memuaskan. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.   Testosteron dan Libido Para ahli masih tidak dapat menemukan hubungan pasti antara kadar hormon testosteron dengan libido. Penurunan libido biasanya terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia. Selain kadar hormon testosteron, libido juga dipengaruhi oleh berbagai hal lainnya, seperti stress, waktu tidur, dan seks itu sendiri. Gejala penurunan atau rendahnya testosteron tidak selalu berhubungan dengan libido atau gairah seksual anda. Pada beberapa pria, kadar testosteron yang rendah tetap tidak mempengaruhi gairah seksual mereka, sebaliknya beberapa pria dengan kadar testosteron normal justru mengalami penurunan libido. Akan tetapi, bila kadar testosteron terlalu rendah, setiap pria pasti merasakan penurunan libido. Selain rendahnya kadar testosteron, terdapat beberapa hal lainnya yang juga menyebabkan penurunan libido, yaitu: Stress Gangguan tidur Depresi Penyakit kronik   Testosteron dan Disfungsi Ereksi Rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab utama disfungsi ereksi, walaupun terdapat sebagian kecil pria yang mengalaminya. Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan di mana ereksi tidak dapat terbentuk atau tidak dapat bertahan cukup lama untuk melakukan penetrasi atau berhubungan seksual. Gangguan ereksi biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu suatu keadaan di mana terjadi pengerasan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah dan berakibat pada gangguan aliran darah. Jika pembuluh darah kecil yang membawa darah ke penis mengalami kerusakan, maka darah tidak dapat lagi mengalir ke dalam penis. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Berbagai penyebab aterosklerosis yang sering ditemukan adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan tingginya kadar kolesterol. Rendahnya kolesterol dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi pada pria yang juga menderita aterosklerosis pada pembuluh darah penis atau bahkan memperburuk gangguan ereksi yang telah terjadi. Penurunan kadar testosteron juga sering ditemukan pada beberapa penyakit lainnya, seperti sindrom metabolik, obesitas, disfungsi endothelial, dan diabetes. Terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki libido dan kepuasan dalam berhubungan seksual pada banyak pria. Akan tetapi, efek samping penggunaan jangka panjang terapi pengganti hormon ini belum diketahui. Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan ini.   Sumber: webmd
 22 Aug 2019    18:00 WIB
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seorang pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun ada faktor psikologis dan biologis yang mepengaruhi terjadinya ejakulasi dini.  Faktor psikologis: Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman melakukan hubungan seksual sejak dini dapat membentuk pola yang sulit untuk dirubah di kemudian hari, seperti:  Situasi di mana seseorang bergegas untuk mencapai klimaks untuk menghindari diketahui oleh orang lain.  Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual. Faktor lain yang dapat berperan dalam menyebabkan ejakulasi dini meliputi:  Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tentang bagaimana mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat mengalami ejakulasi dini, dan hal ini sulit untuk berubah.  Gangguan cemas.  Banyak pria yang memiliki gangguan rasa cemas memiliki masalah ejakulasi dini.  Masalah dengan pasangan. Jika seseorang memiliki hubungan seksual yang memuaskan sebelumnya. Namun akhir-akhir ini terjadi masalah ejakulasi dini. Mungkin hal ini bisa disebabkan adanya permasalahan dalam hubungan Anda. Faktor biologis:  Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:  Kadar hormon yang abnormal  Tingkat kimia otak/neurotransmiter yang abnormal  Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal Penyakit tiroid Peradangan dan infeksi pada prostat (berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan air mani) atau uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) Keturunan Kerusakan saraf dari setelah operasi atau kecelakaan (jarang) Sumber: mayoclinic
 14 Jul 2019    18:00 WIB
Jangan Diam Saja, Lakukan Ini Bila Suami Sulit Ejakulasi
Setiap pasangan yang berhubungan intim tentu ingin mencapai big O. Namun bagaimana bila sudah melakukan hubungan seks yang lama tetapi tidak juga mencapai klimaks. Akhirnya kedua pasangan merasa lelah, gairah seks menurun dan gagal mencapai klimaks. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan tentu merasa kecewa. Tanda pria mencapai klimaks adalah keluarnya cairan air mani dari penis. Untuk Anda para wanita, ternyata ada loh usaha yang bisa Anda lakukan untuk membantu suami Anda agar bisa mencapai klimaks. Ayo disimak! 1.      Merangsangnya dengan lembut Untuk membantu suami mencapai klimaks maka Anda bisa merangsangnya dengan lembut. Bisikan ke telinganya kata-kata mesra, hembuskan napas dan tentu saja mendesah seksi. Selain berdesah Anda bisa mengecup dan mencium tubuh suami dengan bibir Anda yang lembut jangan lupakan sentuhan tangan pada titik-titik sensitif pria dan tentu saja Mr. P nya. 2.      Jadi "nakal" dan ‘liar" Anda bisa sesekali menservis pasangan dengan melakukan sesuatu yang nakal dan liar. Misalnya seperti "dirty talk", menepuk bokong, menggigit kuping, menghampirinya saat ia sedang di kamar mandi, saat sedang bekerja dan mengajaknya bercinta secara spontan. Jangan diam saja, buat keeadaan menjadi panas dengan tiba-tiba. Hal ini bisa membuatnya semakin bergairah. 3.      Mencoba gaya baru Hampir sama seperti Kita makan dengan menu yang sama, tentu akan timbul rasa bosan. Sama dengan berhubungan intim. Gaya yang itu-itu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu Anda bisa mencoba gaya-gaya baru dalam melakukan hubungan intim. Di siang hari Anda bisa mengirim pesan-pesan mesra bahwa malam ini akan memberikan kejutan dan melakukan gaya baru. Dijamin dia tidak akan sabar menunggu malam dan ingin segera pulang. 4.      Fantasi Seksual Pria adalah makhluk yang sering berfantasi. Dibandingkan si dia melakukan fantasinya sendiri. Mengapa Anda tidak berusaha mewujudkan fantasi seksualnya. Tanyakan kepadanya, apa yang dia inginkan saat bercinta. Biasanya pria paling suka dengan role play dan Anda harus mampu memerankan peran yang diimpikannya. Seperti keinginannya untuk bercinta dengan sekretaris atau perawat seksi. 5.      Kurangi Masturbasi Ternyata terlalu sering masturbasi dapat berdampak negatif bagi hubungan seksual. Karena saat melakukan masturbasi biasanya pria berfantasi dan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan asli merasa ada kurang dan tidak sesuai harapan.  Sebagai pasangan, Anda harus bersikap aktif dan jangan berdiam diri dalam kondisi seperti ini. Apabila si dia merasa sulit untuk mengalami ejakulasi, maka ajaklah dia berbicara dan bantu dia untuk menemukan solusi. Semoga cara diatas dapat membantu. Baca juga: 5 Kesalahan Wanita Saat Berhubungan Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: intimatemedicine
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 28 Apr 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Tentang Neuropati Diabetikum
Apa Itu Neuropati Diabetikum ? Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Neuropati diabetikum disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berfungsi untuk merasakan sesuatu, seperti rasa nyeri. Sebenarnya terdapat beberapa cara bagaimana diabetes dapat merusak saraf, akan tetapi sebagian besar berhubungan dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Terdapat beberapa jenis neuropati diabetikum, yaitu perifer, autonom, proksimal, dan fokal.   Neuropati Diabetikum Perifer Neuropati diabetikum perifer paling sering mengenai tangan dan kaki. Kerusakan saraf pada kaki dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada kaki, yang berakibat pada peningkatan resiko gangguan pada kaki. Luka lecet atau cedera lainnya pada kaki dapat tidak diketahui akibat mati rasa pada kaki. Walaupun jarang, saraf pada lengan, perut, dan punggung juga mungkin terkena. Gejala yang sering ditemukan adalah: Kesemutan Mati rasa, yang bila berlangsung lama atau berat dapat menjadi permanen Rasa terbakar, terutama pada malam hari Nyeri Pada sebagian besar kasusu, gejala awal ini akan berkurang bila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Bila diperlukan dapat diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat neuropati tersebut. Untuk mencegah komplikasi neuropati diabetikum perifer maka anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti: Periksalah keadaan kaki anda setiap hari Gunakan pelembab bila kaki anda terasa kering Gunting dan rawatlah kuku anda secara teratur Gunakanlah sepatu atau alas kaki dengan ukuran yang sesuai Gunakanlah alas kaki setiap saat untuk menghindari terjadinya luka pada kaki   Neuropati Diabetikum Autonom Neuropati diabetikum autonom paling sering mengenai sistem pencernaan, pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ reproduksi. Untuk mencegah terjadinya neuropati ini maka diperlukan pengendalian kadar gula darah. Gejala neuropati pada sistem pencernaan yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung Diare Konstipasi Dada terasa terbakar Mual Muntah Terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit Untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan di atas dokter biasanya menyarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dan dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala di atas. Gejala neuropati pada pembuluh darah adalah: Pandangan gelap saat anda berdiri dengan cepat Peningkatan denyut jantung Pusing Tekanan darah rendah Mual Muntah Cepat kenyang Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan agar anda berdiri secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berdiri. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengurangi berbagai gejala di atas. Gejala neuropati pada organ reproduksi pria adalah: Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan atau ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi Ejakulasi sedikit atau berkurang Untuk mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, dokter dapat memberikan obat-obatan atau konseling atau implant penis. Gejala neuropati pada organ reproduksi wanita adalah: Vagina kering Penurunan jumlah atau kemampuan orgasme Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan konseling, penggunaan pelumas vagina atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Gejala neuropati pada sistem saluran kemih adalah: Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil Perut kembung Inkontinensia urin Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari Untuk mengatasi berbagai gejala di atas, dokter dapat menggunakan obat-obatan, pemasangan kateter, maupun tindakan pembedahan.   Neuropati Diabetikum Proksimal Neuropati diabetikum proksimal menyebabkan timbulnya rasa nyeri (biasanya pada satu sisi tubuh) pada paha, pinggul, atau bokong, dan juga dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan fisioterapi atau obat-obatan. Lama penyembuhan bervariasi di antara setiap penderita, tergantung pada jenis saraf yang mengalami kerusakan. Pencegahan neuropati jenis ini adalah dengan mengendalikan kadar gula darah.   Neuropati Diabetikum Fokal Neuropati diabetikum fokal biasanya timbul secara mendadak dan mengenai beberapa saraf tertentu. Saraf yang paling sering terkena adalah pada kepala, badan, atau tangan, yang menyebabkan kelemahan atau nyeri pada otot. Gejala neuropati yang dapat ditemukan adalah: Penglihatan ganda Nyeri pada mata Kelumpuhan otot wajah di satu sisi (Bell’s palsy) Nyeri hebat pada daerah tubuh tertentu, seperti pada punggung bawah atau kaki Nyeri dada atau perut Neuropati diabetikum fokal dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mendadak, yang biasanya membaik dalam waktu beberapa minggu atau bulan dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang.   Kerusakan Saraf Lainnya Penderita diabetes juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, seperti sindrom carpal tunnel, yang menyebabkan timbulnya kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kadang-kadang menyebabkan rasa nyeri atau kelemahan pada otot tangan.   Sumber: webmd