Your browser does not support JavaScript!
 01 Nov 2019    18:00 WIB
Penurunan Hormon Testosteron dan Pengaruhnya Pada Libido
Hormon testosteron memang bukan satu-satunya yang mempengaruhi libido dan kemampuan berhubungan seksual. Akan tetapi, kadar testosteron yang rendah dapat mengurangi kemampuan anda untuk mendapatkan seks yang memuaskan. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.   Testosteron dan Libido Para ahli masih tidak dapat menemukan hubungan pasti antara kadar hormon testosteron dengan libido. Penurunan libido biasanya terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia. Selain kadar hormon testosteron, libido juga dipengaruhi oleh berbagai hal lainnya, seperti stress, waktu tidur, dan seks itu sendiri. Gejala penurunan atau rendahnya testosteron tidak selalu berhubungan dengan libido atau gairah seksual anda. Pada beberapa pria, kadar testosteron yang rendah tetap tidak mempengaruhi gairah seksual mereka, sebaliknya beberapa pria dengan kadar testosteron normal justru mengalami penurunan libido. Akan tetapi, bila kadar testosteron terlalu rendah, setiap pria pasti merasakan penurunan libido. Selain rendahnya kadar testosteron, terdapat beberapa hal lainnya yang juga menyebabkan penurunan libido, yaitu: Stress Gangguan tidur Depresi Penyakit kronik   Testosteron dan Disfungsi Ereksi Rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab utama disfungsi ereksi, walaupun terdapat sebagian kecil pria yang mengalaminya. Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan di mana ereksi tidak dapat terbentuk atau tidak dapat bertahan cukup lama untuk melakukan penetrasi atau berhubungan seksual. Gangguan ereksi biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu suatu keadaan di mana terjadi pengerasan dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah dan berakibat pada gangguan aliran darah. Jika pembuluh darah kecil yang membawa darah ke penis mengalami kerusakan, maka darah tidak dapat lagi mengalir ke dalam penis. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Berbagai penyebab aterosklerosis yang sering ditemukan adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan tingginya kadar kolesterol. Rendahnya kolesterol dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi pada pria yang juga menderita aterosklerosis pada pembuluh darah penis atau bahkan memperburuk gangguan ereksi yang telah terjadi. Penurunan kadar testosteron juga sering ditemukan pada beberapa penyakit lainnya, seperti sindrom metabolik, obesitas, disfungsi endothelial, dan diabetes. Terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki libido dan kepuasan dalam berhubungan seksual pada banyak pria. Akan tetapi, efek samping penggunaan jangka panjang terapi pengganti hormon ini belum diketahui. Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan ini.   Sumber: webmd
 22 Aug 2019    18:00 WIB
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan seorang pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya. Penyebab pasti ejakulasi dini tidak diketahui. Namun ada faktor psikologis dan biologis yang mepengaruhi terjadinya ejakulasi dini.  Faktor psikologis: Beberapa dokter percaya bahwa pengalaman melakukan hubungan seksual sejak dini dapat membentuk pola yang sulit untuk dirubah di kemudian hari, seperti:  Situasi di mana seseorang bergegas untuk mencapai klimaks untuk menghindari diketahui oleh orang lain.  Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual. Faktor lain yang dapat berperan dalam menyebabkan ejakulasi dini meliputi:  Disfungsi ereksi. Pria yang cemas tentang bagaimana mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dapat mengalami ejakulasi dini, dan hal ini sulit untuk berubah.  Gangguan cemas.  Banyak pria yang memiliki gangguan rasa cemas memiliki masalah ejakulasi dini.  Masalah dengan pasangan. Jika seseorang memiliki hubungan seksual yang memuaskan sebelumnya. Namun akhir-akhir ini terjadi masalah ejakulasi dini. Mungkin hal ini bisa disebabkan adanya permasalahan dalam hubungan Anda. Faktor biologis:  Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:  Kadar hormon yang abnormal  Tingkat kimia otak/neurotransmiter yang abnormal  Aktivitas refleks dari sistem ejakulasi yang abnormal Penyakit tiroid Peradangan dan infeksi pada prostat (berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan air mani) atau uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) Keturunan Kerusakan saraf dari setelah operasi atau kecelakaan (jarang) Sumber: mayoclinic
 14 Jul 2019    18:00 WIB
Jangan Diam Saja, Lakukan Ini Bila Suami Sulit Ejakulasi
Setiap pasangan yang berhubungan intim tentu ingin mencapai big O. Namun bagaimana bila sudah melakukan hubungan seks yang lama tetapi tidak juga mencapai klimaks. Akhirnya kedua pasangan merasa lelah, gairah seks menurun dan gagal mencapai klimaks. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan tentu merasa kecewa. Tanda pria mencapai klimaks adalah keluarnya cairan air mani dari penis. Untuk Anda para wanita, ternyata ada loh usaha yang bisa Anda lakukan untuk membantu suami Anda agar bisa mencapai klimaks. Ayo disimak! 1.      Merangsangnya dengan lembut Untuk membantu suami mencapai klimaks maka Anda bisa merangsangnya dengan lembut. Bisikan ke telinganya kata-kata mesra, hembuskan napas dan tentu saja mendesah seksi. Selain berdesah Anda bisa mengecup dan mencium tubuh suami dengan bibir Anda yang lembut jangan lupakan sentuhan tangan pada titik-titik sensitif pria dan tentu saja Mr. P nya. 2.      Jadi "nakal" dan ‘liar" Anda bisa sesekali menservis pasangan dengan melakukan sesuatu yang nakal dan liar. Misalnya seperti "dirty talk", menepuk bokong, menggigit kuping, menghampirinya saat ia sedang di kamar mandi, saat sedang bekerja dan mengajaknya bercinta secara spontan. Jangan diam saja, buat keeadaan menjadi panas dengan tiba-tiba. Hal ini bisa membuatnya semakin bergairah. 3.      Mencoba gaya baru Hampir sama seperti Kita makan dengan menu yang sama, tentu akan timbul rasa bosan. Sama dengan berhubungan intim. Gaya yang itu-itu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Oleh karena itu Anda bisa mencoba gaya-gaya baru dalam melakukan hubungan intim. Di siang hari Anda bisa mengirim pesan-pesan mesra bahwa malam ini akan memberikan kejutan dan melakukan gaya baru. Dijamin dia tidak akan sabar menunggu malam dan ingin segera pulang. 4.      Fantasi Seksual Pria adalah makhluk yang sering berfantasi. Dibandingkan si dia melakukan fantasinya sendiri. Mengapa Anda tidak berusaha mewujudkan fantasi seksualnya. Tanyakan kepadanya, apa yang dia inginkan saat bercinta. Biasanya pria paling suka dengan role play dan Anda harus mampu memerankan peran yang diimpikannya. Seperti keinginannya untuk bercinta dengan sekretaris atau perawat seksi. 5.      Kurangi Masturbasi Ternyata terlalu sering masturbasi dapat berdampak negatif bagi hubungan seksual. Karena saat melakukan masturbasi biasanya pria berfantasi dan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan asli merasa ada kurang dan tidak sesuai harapan.  Sebagai pasangan, Anda harus bersikap aktif dan jangan berdiam diri dalam kondisi seperti ini. Apabila si dia merasa sulit untuk mengalami ejakulasi, maka ajaklah dia berbicara dan bantu dia untuk menemukan solusi. Semoga cara diatas dapat membantu. Baca juga: 5 Kesalahan Wanita Saat Berhubungan Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: intimatemedicine
 19 Jun 2019    18:00 WIB
Gangguan Seksual Pada Pria (Penyebab, Pengobatan, Pencegahan)
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu keadaan di mana terdapat gangguan pada siklus hubungan seksual di mana baik anda maupun pasangan anda tidak memperoleh kepuasan. Siklus hubungan seksual terbagi menjadi empat, yaitu merasa bergairah, puncak gairah, orgasme, dan resolusi.   Penyebab Faktor Fisik Terdapat berbagai gangguan fisik dan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan seksual, seperti diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan saraf, gangguan keseimbangan hormonal, penyakit kronik seperti gagal ginjal atau gagal hati, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Selain itu, efek samping beberapa jenis obat anti depresi juga dapat mempengaruhi gairah dan fungsi seksual Faktor Psikologis Stress dan cemas akibat pekerjaan, kekhawatiran tentang kemampuan saat berhubungan seksual, adanya masalah dengan pasangan, depresi, rasa bersalah, dan trauma pada hubungan seksual sebelumnya dapat mempengaruhi kehidupan seksual anda.   Siapa yang Beresiko ? Baik pria maupun wanita dapat mengalami gangguans seksual dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, gangguan seksual lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan akibat penuaan. Gangguan seksual yang paling sering terjadi pada pria adalah gangguan ejakulasi, disfungsi ereksi, dan penurunan gairah seksual.   Gangguan Ejakulasi Terdapat tiga macam gangguan ejakulasi yang dapat terjadi pada pria, yaitu: Ejakulasi prematur, yaitu ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi Ejakulasi tertunda atau terlambat, yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi Ejakulasi retrograd, yaitu ejakulasi yang masuk ke dalam kandung kemih, bukan ke dalam uretra ataupun penis. Pada beberapa kasus, ejakulasi prematur dan tertunda dapat disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk agama yang menganggap bahwa hubungan seksual adalah dosa atau kurangnya ketertarikan terhadap pasangan atau adanya trauma akibat suatu kejadian tertentu. Ejakulasi premature seringkali disebabkan oleh kekhawatiran mengenai kemampuan anda saat berhubungan seksual. Beberapa jenis obat (obat anti depresi) dan cedera pada medulla spinalis maupun punggung dapat menyebabkan kerusakan saraf dan mengakibatkan gangguan ejakulasi. Ejakulasi retrograd biasanya terjadi pada pria penderita diabetes yang mengalami neuropati diabetikum (kerusakan saraf). Hal ini disebabkan oleh gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi dapat mengalir ke kandung kemih. Selain itu, ejakulasi retrograd dapat terjadi setelah tindakan pembedahan pada leher kandung kemih atau prostat atau perut.   Disfungsi Ereksi Disfungsi ereksi atau impoten merupakan ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi adalah berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah, seperti aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), gangguan saraf, gangguan psikologis (stress, depresi, dan kekhawatiran mengenai kemampuan saat berhubungan seksual), dan cedera pada penis. Selain itu, penyakit kronik, beberapa jenis obat, dan penyakit Peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis) juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.   Penurunan Gairah Seksual Penurunan atau hilangnya gairah seksual merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan gairah atau minat akan aktivitas seksual. Penurunan gairah seksual ini dapat diakibatkan baik oleh faktor fisik maupun psikologis, serta rendahnya kadar hormon testosteron. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah: Rasa cemas dan depresi Penyakit kronik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi Obat-obat tertentu seperti obat anti depresi Adanya masalah dengan pasangan   Pengobatan Berbagai gangguan seksual ini dapat diatasi dengan penanganan tepat pada gangguan fisik maupun psikologis yang menyebabkannya. Pengobatan yang dapat dilakukan bervariasi tergantung pada penyebabnya, mulai dari penghentian obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, terapi pengganti hormon, dan terapi psikologis untuk mengatasi permasalahan psikologis. Keberhasilan pengobatan gangguan seksual juga tergantung pada penyebabnya. Gangguan seksual ringan akibat stress, rasa takut, atau cemas seringkali dapat ditangani dengan konseling, edukasi, dan perbaikan komunikasi di antara pasangan.   Pencegahan Walaupun gangguan seksual tidak dapat dicegah, akan tetapi pencegahan terhadap penyebabnya dapat membantu anda terhindar dari berbagai gangguan seksual ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Konsumsilah obat sesuai dosis yang diberikan oleh dokter anda Kurangi konsumsi alkohol anda Berhenti merokok Atasi setiap permasalahan emosional maupun psikologis seperti stress, depresi, dan rasa cemas Perbaiki dan tingkatkan komunikasi anda dengan pasangan anda Segera hubungi dokter anda bila mengalami gangguan fungsi seksual berulang untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Sumber: webmd
 28 Apr 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Tentang Neuropati Diabetikum
Apa Itu Neuropati Diabetikum ? Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Neuropati diabetikum disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berfungsi untuk merasakan sesuatu, seperti rasa nyeri. Sebenarnya terdapat beberapa cara bagaimana diabetes dapat merusak saraf, akan tetapi sebagian besar berhubungan dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Terdapat beberapa jenis neuropati diabetikum, yaitu perifer, autonom, proksimal, dan fokal.   Neuropati Diabetikum Perifer Neuropati diabetikum perifer paling sering mengenai tangan dan kaki. Kerusakan saraf pada kaki dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada kaki, yang berakibat pada peningkatan resiko gangguan pada kaki. Luka lecet atau cedera lainnya pada kaki dapat tidak diketahui akibat mati rasa pada kaki. Walaupun jarang, saraf pada lengan, perut, dan punggung juga mungkin terkena. Gejala yang sering ditemukan adalah: Kesemutan Mati rasa, yang bila berlangsung lama atau berat dapat menjadi permanen Rasa terbakar, terutama pada malam hari Nyeri Pada sebagian besar kasusu, gejala awal ini akan berkurang bila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Bila diperlukan dapat diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat neuropati tersebut. Untuk mencegah komplikasi neuropati diabetikum perifer maka anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti: Periksalah keadaan kaki anda setiap hari Gunakan pelembab bila kaki anda terasa kering Gunting dan rawatlah kuku anda secara teratur Gunakanlah sepatu atau alas kaki dengan ukuran yang sesuai Gunakanlah alas kaki setiap saat untuk menghindari terjadinya luka pada kaki   Neuropati Diabetikum Autonom Neuropati diabetikum autonom paling sering mengenai sistem pencernaan, pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ reproduksi. Untuk mencegah terjadinya neuropati ini maka diperlukan pengendalian kadar gula darah. Gejala neuropati pada sistem pencernaan yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung Diare Konstipasi Dada terasa terbakar Mual Muntah Terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit Untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan di atas dokter biasanya menyarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dan dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala di atas. Gejala neuropati pada pembuluh darah adalah: Pandangan gelap saat anda berdiri dengan cepat Peningkatan denyut jantung Pusing Tekanan darah rendah Mual Muntah Cepat kenyang Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan agar anda berdiri secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berdiri. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengurangi berbagai gejala di atas. Gejala neuropati pada organ reproduksi pria adalah: Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan atau ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi Ejakulasi sedikit atau berkurang Untuk mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, dokter dapat memberikan obat-obatan atau konseling atau implant penis. Gejala neuropati pada organ reproduksi wanita adalah: Vagina kering Penurunan jumlah atau kemampuan orgasme Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan konseling, penggunaan pelumas vagina atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Gejala neuropati pada sistem saluran kemih adalah: Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil Perut kembung Inkontinensia urin Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari Untuk mengatasi berbagai gejala di atas, dokter dapat menggunakan obat-obatan, pemasangan kateter, maupun tindakan pembedahan.   Neuropati Diabetikum Proksimal Neuropati diabetikum proksimal menyebabkan timbulnya rasa nyeri (biasanya pada satu sisi tubuh) pada paha, pinggul, atau bokong, dan juga dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan fisioterapi atau obat-obatan. Lama penyembuhan bervariasi di antara setiap penderita, tergantung pada jenis saraf yang mengalami kerusakan. Pencegahan neuropati jenis ini adalah dengan mengendalikan kadar gula darah.   Neuropati Diabetikum Fokal Neuropati diabetikum fokal biasanya timbul secara mendadak dan mengenai beberapa saraf tertentu. Saraf yang paling sering terkena adalah pada kepala, badan, atau tangan, yang menyebabkan kelemahan atau nyeri pada otot. Gejala neuropati yang dapat ditemukan adalah: Penglihatan ganda Nyeri pada mata Kelumpuhan otot wajah di satu sisi (Bell’s palsy) Nyeri hebat pada daerah tubuh tertentu, seperti pada punggung bawah atau kaki Nyeri dada atau perut Neuropati diabetikum fokal dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mendadak, yang biasanya membaik dalam waktu beberapa minggu atau bulan dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang.   Kerusakan Saraf Lainnya Penderita diabetes juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, seperti sindrom carpal tunnel, yang menyebabkan timbulnya kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kadang-kadang menyebabkan rasa nyeri atau kelemahan pada otot tangan.   Sumber: webmd  
 07 Mar 2017    18:00 WIB
Obat Disfungsi Ereksi Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Kulit
Studi terbaru menunjukkan adanya kaitan antara obat disfungsi ereksi dengan peningkatan resiko kanker kulit yang mematikan. Studi tersebut diterbitkan di JAMA Internal Medicine yang melibatkan 26.000 partisipan pria yang sudah menggunakan viagra paling tidak sejak studi dimulai pada tahun 2000. Ternyata ditemukan sebanyak 84% partisipan mengalami peningkatan mengalami melanoma dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi viagra. Viagra merupakan salah satu obat yang diteliti karena merupakan satu-satunya obat disfungsi ereksi yang disetujui. Studi menunjukkan bahwa sebanyak 1.000 pria mengalami melanoma setiap tahunnya. penelitian menunjukkan pertambahan signifikan dari kejadian melanoma berhubungan dengan jalur biokimia yang juga dapat dipengaruhi oleh viagra. Obat disfungsi ereksi, seperti Cialis dan Levitra, bekerja dengan proses biokimia yang sama dan bahkan lebih besar menimbulkan melanoma karena mereka tinggal didalam tubuh lebih lama. Kasus melanoma meningkat secara tajam pada pria dengan usia 50 tahun, yang merupakan kelompok usia yang paling banyak menggunakan obat disfungsi ereksi. Dengan studi ini diharapkan sebelum dokter melakukan peresepan viagra sebaiknya dilakukan pemeriksaan kulit lebih teliti untuk mencegah timbulnya kanker kulit. Tanyakan pada pasien apakah para pengguna obat disfungsi ereksi mengalami perubahan pada kulit, seperti ada perubahan bercak di kulit, perubahan pada tahi lalat. Tetapi jangan langsung membuang obat disfungsi ereksi dulu. Diperlukan analisis lebih lanjut untuk menegakkan penyebab pasti tentang hubungan obat disfungsi ereksi dengan kemungkinan timbulnya kanker kulit.   Sumber: foxnews  
 03 Sep 2016    18:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual
Gangguan aktivitas seksual seringkali terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, terutama pada tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat membantu memperbaiki kehidupan seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Pria Walaupun gangguan ereksi sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah yang menuju ke pembuluh darah di dalam penis. Gangguan aliran darah ini seringkali disebabkan oleh aterosklerosis akibat kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gejala yang paling sering ditemukan adalah ketidakmampuan membentuk atau mempertahankan ereksi akibat penyumbatan pada pembuluh darah pada penis. Bila anda pernah mengalami disfungsi ereksi, anda dapat merasa cemas dan takut setiap kali berhubungan seksual. Hal ini bahkan dapat membuat anda menghindari hubungan seksual dan pada akhirnya dapat mengganggu hubungan anda dan pasangan. Tekanan darah tinggi dan beberapa obat anti hipertensi juga dapat mempengaruhi kemampuan kemampuan ejakulasi dan mengurangi gairah seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Wanita Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual pada wanita. Gangguan aliran darah yang menuju vagina dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, vagina kering, dan kesulitan mencapai orgasme. Penggunaan pelumas vagina dapat membantu mengatasi kekeringan pada vagina.   Obat Anti Hipertensi yang Dapat Menyebabkan Gangguan Seksual Diuretik Diuretik dapat menurunkan aliran darah yang mengalir ke dalam penis, sehingga membuat ereksi sulit terbentuk. Obat ini juga dapat menurunkan seng, yang dibutuhkan bagi pembentukan hormon testosteron. Beta Blocker Obat ini dapat menghambat reaksi sistem saraf yang menyebabkan ereksi. Selain itu, beta blocker juga menghambat pembesaran pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis kurang dan ereksi sulit terbentuk. Untuk mengurangi efek samping di atas, gunakan obat sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter anda. Bila gangguan seksual terus berlangsung, segera hubungi dokter anda.   Obat Anti Hipertensi Lainnya Beberapa obat anti hipertensi lainnya yang tidak terlalu mengganggu fungsi seksual anda adalah: ACE inhibitor Penghambat kanal kalsium Angiotensin II reseptor blocker Alfa blocker Beritahukan pada dokter anda mengenai obat-obatan lainnya yang anda konsumsi selain obat anti hipertensi, baik obat herbal ataupun pengobatan lainnya, sehingga dokter dapat menentukan obat yang sesuai bagi anda.   Perubahan Gaya Hidup Selain pengobatan, mengubah gaya hidup anda, mulai dari diet, kebiasaan, olahraga, dan tidur yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah anda. Perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan adalah: Jangan merokok Diet sehat dan seimbang Kurangi konsumsi garam Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Olahraga teratur Sumber: webmd  Baca juga: Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 05 Aug 2016    08:00 WIB
Berhubungan Seksual Setelah Serangan Jantung, Apakah Aman?
Untuk kebanyakan pasien, mengalami serangan jantung merupakan pengalaman yang sangat menakutkan dan mengubah hidup. Banyak orang yang selamat daris serangan jantung mengalami keterbatasan dalam melakukan akitivitas. Tetapi, sangat penting untuk pasien memulai aktivitas normalnya untuk mengatur faktor resiko dan menghindari perubahan gaya hidup. Kebiasaan menghindari yang biasanya terjadi pada pasien yang selamat dari serangan jantung dapat menimbulkan kegugupan dan depresi dan dapat memperlambat proses penyembuhan. Secara umum, jika Anda naik tangga tanpa mengalami episode nyeri dada atau nafas pendek-pendek selama seminggu setelah serangan jantug, berarti Anda siap untuk memulai kembali melakukan hubungan seksual. Kebanyakan pasien dapat kembali melakukan hubungan seksual seminggu setelah terjadinya serangan jantung. Tetapi ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan saat akan mulai hubungan seksual. Beberapa pasien harus menjalani beberapa tipe prosedur untuk mengembalikan aliran darah mengalir kembali ke jantung. Tipe prosedur ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah kembali lancar ke arah jantung sehingga setelah ini pasien dapat kembali melakukan hubungan seksual kembali.Jika pasien menjalani prosedur kateter yaitu prosedur stent ( dimana tabung metal kecil dimasukkan ke jantung melalui tusukan di paha atau lengan maka aktivitas seksual dapat segera dilakukan setelah pasien tersebut pulih dari prosedur yang dijalani. Jika pasien tersebut melakukan operasi jantung terbuka seperti by-pass maka pasien tersebut harus menunggu 6-8 minggu sampai luka di tulang dada pulih sepenuhnya. Beberapa pasien yang pulih dari serangan jantung mungkin akan menggunakan jenis obat-obatan yang dapat memperburuk kondisi seperti disfungsi ereksi. Sebagai tambahan, banyak pria dengan penyakit jantung juga mengidap disfungsi ereksi. Untuk pria yang mengkonsumsi obat-obatan untuk disfungsi ereksi, maka sangat penting untuk mendiskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda memang mengkonsumsi obat nitrat untuk kondisi nyeri dada, maka sangatlah tidak aman untuk mengkonsumsi obat disfungsi ereksi juga. Beberapa pasien khawatir tentang keamanan berhubungan seksual setelah mengalami serangan jantung, padahal kenyataanya hanya 1% dari semua serangan jantung yang terjadi disebabkan oleh hubungan seksual. Sebenarnya resiko mengalami serangan jantung saat berhubungan seksual sama besarnya untuk pria yang tidak mempunyai penyakit jantung sama sekali. Bahkan dengan melakukan hubungan seksual secara rutin ternyata dapat menurunkan resiko serangan jantung karena disebabkan peningkatan kapasitas latihan tubuh. Studi yang dilakukan oleh the American Heart Association, hanya sebanyak 0,6-1,7% serangan jantung yang berakibat kematian disebabkan oleh hubungan seksual.Sumber: foxnews
 01 Aug 2016    11:00 WIB
Disfungsi Ereksi Mungkin Merupakan Penanda Adanya Penyakit Jantung
Seorang pria yang menderita disfungsi ereksi ringan, tetapi tidak memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya, mungkin memiliki resiko berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah di masa yang akan datang. Selain itu, seiring dengan semakin berat gejala disfungsi ereksi yang dialaminya, maka gejala penyakit jantung yang sebelumnya tersembunyi pun akan semakin nampak, yang dapat menyebabkan terjadinya kematian dini. Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa seorang pria yang mengalami difungsi ereksi berat juga memiliki gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan kasus gangguan jantung hingga 50% pada pria yang menderita disfungsi ereksi sedang atau berat, yang berusia 45 tahun atau lebih, dan yang tidak memiliki riwayat gangguan jantung sebelumnya. Resiko terjadinya gangguan jantung pun akan semakin tinggi pada pria yang mengalami disfungi ereksi dan memiliki riwayat gangguan jantung dan pembuluh darah sebelumnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti setiap pria yang menderita disfungsi ereksi juga pasti menderita suatu gangguan jantung tertentu.Para ahli menduga bahwa disfungsi ereksi merupakan tanda awal gangguan jantung, walaupun belum ditemukan bukti yang jelas. Hal ini mungkin dikarenakan ukuran pembuluh darah penis lebih kecil daripada berbagai organ tubuh lainnya sehingga gejala akibat gangguan jantung lebih sering terjadi pada daerah ini. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mengalami disfungi ereksi berat memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, mereka juga lebih sering mengalami penyakit jantung (hingga 60%) dan  lebih sering mengalami kematian dini karena berbagai penyebab. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ini. Selain itu, para peneliti menganjurkan agar para dokter memeriksa keadaan jantung setiap pria yang mengalami disfungsi ereksi.Sumber: webmd
 15 Jul 2016    15:00 WIB
Mengenal Kanker Prostat
Apakah kanker prostat itu ? Kanker prostat adalah pertimbuhan sel yang abnormal pada kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih. Prostat berfungsi dalam pembentukan semen. Pada pria muda prostat berukuran sebesar biji walnut dan semakin membesar seiring pertambahan usia. Prostat biasanya terjadi pada pria berusia lebih dari 65 tahun. Biasanya pertumbuhan kanker bersifat perlahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai menimbulkan gejala. Seperti pada kanker lainnya, pengobatan yang terbaik adalah jika diberikan pada stadium awal. Pria tua dengan kanker prostat biasanya meninggal karena penyebab lain. Sampai saat ini para ahli belm mengetahui penyebab dari kanker prostat, tapi mereka yakin jika kanker prostat berhubungan dengan faktor usia, genetic, dan faktor ras. Faktor makanan seperti makanan tinggi juga diyakini berperan menyebabkan kanker prostat. Apakah gejala kanker prostat ? Kanker prostat dini biasanya tanpa gejala pada stadium awal. Kebanyakan pria tidak menyadarinya sampai tidak sengaja ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala kanker prostat biasanya baru muncul pada tahap akhir dari penyakit seperti tumor tumbuh dan menyempitnya uretra (bagian dari urin) dan pada itu telah menyebar ke organ lain. Gejala-gejala berikut ini bersifat non-spesifik dan juga dapat disebabkan oleh kondisi tidak berbahaya (non-kanker) seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) (pembesaran kelenjar prostat yang tidak berbahaya] dan prostatitis (infeksi yang menyakitkan dari kelenjar prostat). Gejala tersebut meliputi: Aliran urin yang lemah atau terganggu Seringnya buang air kecil (terutama pada malam hari) Kesulitan buang air kecil Rasa nyeri atau terbakar pada saat buang air kecil Darah dalam urin atau air mani Sakit yang berkepanjangan di daerah punggung, pinggul, atau panggul Ejakulasi yang nyeri Sulit untuk ereksi Nyeri yang dalam dan sering di perut bagian bawah, aau di pelvis Bagaimana mendiagnosa kanker prostat ? Secara umum dan mudah, cara pemeriksaan kanker prostat adalah dengan colok dubur atau Digital Rectal Exam (DRE). Pada pemeriksaan ini dokter mengenakan sarung tangan yang diberikan cairan gel pelumas dan memasukan jari tersebut ke dalam rectum  untuk mencari dan merasakan kelenjar prostat. Cara lain dengan pemeriksaan darah, Prostate Spesific Antigen (PSA). Peningkatan PSA menunjukkan adanya kanker prostat, tetapi peningkatan PSA juga menunjukkan pembesaran atau infeksi prostat. Jika dokter anda menemukan kelainan pada pemeriksaan rectum atau jika hasil PSA tinggi, maka dokter anda akan melakukan biopsu prostat untuk mencari penyebabnya. Biopsi berarti dokter mengambil contoh jaringan prostat dan mengirimka ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan CT scan atau MRI. Ini adalah scan rinci atas [anggung untuk mengetahui tingkat keganasan kanker setelah mendapat konfirmasi dari biopsy kanker. Apakah setiap orang perlu melakukan pemeriksaan prostat secara teratur? Memeriksakan kesehatan secara rutin memang penting, termasuk pemeriksaan rectum. Tetapi para ahli setuju jika pemeriksaan PSA tidak ditujukan untuk semua pria. Hasil pemeriksaan dapat membawa anda mendapatkan pengobatan kanker yang seharusnya tidak anda perlukan. Pengobatan kanker dapar menyebabkan persoalan kesehatan lain, seperti kehilangan control berkemih dan tidak dapat ereksi. Jadi bicarakan dengan dokter anda tentang kemungkinan kanker prostat dan pro-kontra pemeriksaan PSA. Bagaimana mengobati kanker prostat? Pengobatan kanker prostat sangant bergantung pada jenis kanker yang diderita, sejauh mana kanker sudah menyebar, usia dan kondisi medis umum. Pemilihan pengobatan prostat mungkin tidak cocok untuk setiap kanker prostat. Rencana pengobatan harus secara individual untuk setiap pasien. Pilihan Medis untuk mengobati kanker prostat adalah Radiasi Terapi hormon Operasi Transurethral  resection  of  the  prostate (TURP) ?  digunakan pada penyakit tahap awal untuk membuang  jaringan yang memblokir buang air kecil. Kemoterapi Apa saja komplikasi dari pengobatan kanker prostat ? Komplikasi dari kanker prostat dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh kanker itu sendiri atau karena  pengobatan. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi adalah yang paling ditakuti  orang yang memiliki kanker prostat. Namun ada terapi untuk membantu meringankan atau mengobati kondisi ini. Komplikasi dari kanker prostat: Kanker menyebar (metastasis), kanker prostat dapat bermetastasis ke organ di dekatnya, tulang, paru-paru atau kelenjar getah bening. Pengobatan untuk kanker prostat yang telah menyebar dapat dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Nyeri sekali. kanker telah mencapai tulang, Pengobatan ditujukan untuk terapikanker sering dapat menghilangkan  rasa nyeri yang signifikan. Kencing ngompol (inkontinensia), baik kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan inkontinensia. Pengobatan tergantung pada jenis inkontinensia, Perawatan termasuk modifikasi perilaku, latihan untuk memperkuat otot panggul, obat-obatan dan kateter. Disfungsi ereksi atau impotensi, disfungsi ereksi dapat diakibatkan kanker prostat atau terapinya , termasuk perawatan bedah, radiasi atau hormon. Beberapa obat dengan alat vakum yang akan membantu mengatasi disfungsi ereksi ini. Depresi,banyak orang mungkin merasa tertekan setelah didiagnosa menderita kanker prostat atau setelah mencoba untuk mengatasi efek samping pengobatan. Perawatan seperti konseling atau antidepresan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Apakah kanker prostat dapat dicegah? Tentu saja tidak, tetapi beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko atau menghambat perkembangan penyakit ini. Gizi yang baik, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan jumlah buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Bawang putih, arugula, bok choy, brokoli, kubis Brussel, kol dan kembang kol juga dapat membantu melawan kanker .Diet makanan yang mengandung zat yang disebut antioksidan (vitamin C dan E dan beta karoten) mungkin protektif (tomat, jeruk, semangka). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan vitamin E atau  antioksidan dapat mengurangi resiko kanker prostat juga tumor organ padat lainnya. Olahraga dapat mengurangi resiko kanker prostat dengan meningkatkan sistem kekebalan, meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses pencernaan - yang mungkin memainkan peran dalam pencegahan kanker. Olahraga teratur juga memainkan peran penting dalam mencegah pembesaran prostat jinak.