Your browser does not support JavaScript!
 15 Jul 2018    08:00 WIB
Sering Konstipasi ? Berikut Cara Efektif Mengatasi Konstipasi Dengan Tepat
Guys, kalau pernah mengalami konstipasi atau sembelit pasti meraskan tidak nyaman bukan? Begitu mengalaminya mungkin yang paling terpikir adalah makan buah papaya. Nah, artikel kali ini kita akan membahas makanan apa saja yang membantu kita untuk mengurangi sembelit yang kita rasakan. GEJALA Namun terlebih dahulu, coba kita lihat gejala atau tanda-tanda apa yang dialami seorang ketika mengalami sembelit: Tinja keras, kering dan sering bentuknya terlihat seperti kelereng bulat-bulat Merasa nyeri atau tidak nyaman di perut kita ketika usus kita bergerak Merasa tidak plong karena berasa tidak tuntas mengosongkan perut Karena perut terasa penuh maka kehilangan nafsu makan Perut sedikit bengkak Ini adalah keluhan umum bukan hanya kita rasakan di Indonesia bahkan negara maju seperti Amerika pun mengalaminya. Di Amerika Serikat, sekitar 16 dari 100 orang dewasa memiliki gejala konstipasi. Risiko sembelit meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 33 dari setiap 100 orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun di AS memiliki gejala konstipasi. PENYEBAB Konstipasi jangka pendek biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup atau penggunaan obat-obatan. Konstipasi kronis umumnya berkaitan dengan kondisi gastrointestinal, metabolik, atau neurologis. Faktor gaya atau pola hidup berikut ini yang meningkatkan resiko sembelit : Makan makanan yang banyak menganduk lemak dan kuran asupan serat Mengalami dehidrasi yang disebabkan kurang minum Suka menahan untuk saat berasa mau buang air besar Tidak cukup olah raga Sembelit bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Wah pasti kita tidak mau mengalami hal itu bukan? Jadi berikut adalah makanan yang bisa membantu kita meredahkan sembelit yang kita rasakan MAKANAN MEMBANTU MERINGANKAN 1.         Air minum             Dehidrasi adalah penyebab umum. Kekurangan air menyebabkan usus tidak bisa membuat kotoran kita menjadi lembek sehingga tinja menjadi keras dan kering. Jadi perlu minum air lebih banyak agar meringankan gejalan sembelit. 2.         Yogurt dan Kefir             Kedua bahan ini merupakan produk olahan susu yang mengandung bakteri baik yang disebut sebagai probiotik. Bakteri ini membantu memperbaiki kesehatan usus dan melembutkan tinja. Suatu penelitian tahun 2014 menemukan bahwa makan 180 mililiter yogurt ini setiap pagi selama 2 minggu memendekkan waktu yang dibutuhkan limbah untuk bergerak melalui usus pada orang dengan sembelit kronis. 3.         Biji-bijian             Kebanyakan jenis kacang memiliki serat yang tinggi yang membantu meningkatkan pencernaan dan mengurangi konstipasi. 100 gram biji-bijian juga mengandung sejumlah besar nutrisi lain yang membantu meredakan sembelit, seperti kalium, folat, seng, dan vitamin B6. 4.         Sop bening             Sop bening dan hangat umumnya merupakan makanan yang mudah dicerna. Selain itu juga membantu melunakan tinja sehingga mudah dibuang. 5.         Prune             Buah prune atau juga dikenal sebagai plum mengandung banyak serat sehingga membantu meringankan dan mempercepat kerja usus. Sebuah tinjauan tahun 2014 menyimpulkan bahwa makan plum dapat meningkatkan frekuensi buang air besar pada orang yang mengalami sembelit. 6.         Brokoli             Brokoli mengandung sulforaphane, suatu zat yang dapat melindungi usus dan memudahkan pencernaan. Dalam studi tahun 2017 para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang makan tunas brokoli memiliki gejala sembelit lebih sedikit dan gerakan usus lebih cepat. 7.         Buah Apel dan Pir             Apel dan pir mengandung beberapa senyawa yang meningkatkan pencernaan diantaranya serat, sorbitol, dan fruktosa. Selain itu, buah-buahan ini juga mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat membantu meringankan pencernaan dan mencegah konstipasi. Untuk mendapatkan manfaat paling banyak dari apel dan pir, makanlah utuh dengan kulitnya. 8.         Buah-buah yang mengandung serat dan kandungan air yang tinggi seperti anggur, kiwi, berry 9.         Makanan yang mengadung gandum utuh             Produk gandum utuh merupakan sumber serat larut yang sangat baik, yang menambah bobot kotoran dan mempercepat aliran bahan melalui usus. Untuk mendapatkan nutrisi lebih banyak makanlah mentah atau sedikit dimasak. 10.       Minyak zaitun dan flaxseed             Kedua macam minyak ini memiliki efek pencahar ringan sehingga membantu kreja usus dan mengurangi konstipasi. Minyak ini juga mengandung senyawa yang meningkatkan pencernaan dan memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Jadi sobat sehat, silahkan mencoba di rumah supaya kita bisa merasakan lega dan usus kita sehat. Jika masih mengalami gangguan konstipasi apalagi dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya sobat segera pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat dan lengkap. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 06 May 2018    16:00 WIB
Diare yang Disebakan Oleh Infeksi Rotavirus
Apakah infeksi rotavirus itu? Rotavirus gastroenteritis adalah ringan hingga penyakit parah yang dicirikan oleh muntah, diare berair, dan demam kelas rendah. Setelah anak terinfeksi oleh virus, ada masa inkubasi sekitar dua hari sebelum gejala muncul. Gejala sering mulai dengan muntah diikuti oleh empat sampai delapan hari diare yang berlimpah. Dehidrasi lebih umum dalam rotavirus infeksi daripada di sebagian besar yang disebabkan oleh bakteri patogen, dan paling umum yang menyebabkan kematian berkaitan rotavirus infeksi. Rotavirus a infeksi dapat terjadi sepanjang hidup: pertama biasanya menghasilkan gejala, tetapi infeksi berikutnya biasanya bersifat asimtomatik, seperti sistem kekebalan tubuh menyediakan perlindungan. Akibatnya, tingkat gejala infeksi tertinggi pada anak-anak di bawah usia dua tahun dan mengurangi semakin terhadap usia 45 tahun.    Penyebab dari diare rotavirus? Rotavirus adalah salah satu penyebab diare paling sering pada anak-anak. Di Amerika, sekitar 50.000 anak-anak dirawat setiap tahunnya karena diare yang disebabkan oleh rotavirus. Infeksi virus ini menyebabkan lebih dari 600.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia dan kebanyakan terjadi di negara-negara berkembang.    Apa saja gejala dari infeksi rotavirus? Gejala-gejala infeksi rotavirus dimulai dengan adanya demam dan muntah, diikuti dengan diare cair yang biasanya berlangsung selama 5-7 hari. Jika cairan yang hilang tidak diganti dengan cukup, maka bisa terjadi dehidrasi. Dehidrasi membuat anak menjadi lemas, mulut kering, dan detak jantung meningkat.   Apa pengobatan untuk infeksi rotavirus? Tidak ada terapi spesifik untuk mengobati rotavirus. Kebanyakan anak membaik dengan minum cairan yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang, misalnya dengan minum oralit. Anak-anak yang sakit berat memerlukan penggantian cairan melalui pembuluh darah (infus).   Ingin mengetahui lebih dalam tentang infeksi rotavirus? Silahkan baca disini     Sumber: cek gejala penyakit
 06 Jan 2018    08:00 WIB
Sisa Makanan dan Lendir Pada Tinja, Berbahayakah?
Lendir Pada Tinja, Normalkah?Adanya sedikit lendir pada tinja bukanlah tanda adanya gangguan pada pencernaan anda. Pada keadaan normal pun tinja biasanya mengandung sedikit lendir. Lendir ini merupakan suatu zat kental yang dihasilkan oleh susu anda untuk membuat permukaan usus besar anda tetap lembab dan licin sehingga memudahkan pengeluaran tinja. Lendir ini juga berfungsi sebagai pelumas bagi usus besar anda. Akan tetapi, segera hubungi dokter anda bila: •  Jumlah lendir pada tinja anda meningkat •  Lendir selalu terdapat pada tinja anda •  Lendir pada tinja ditemukan bersamaan dengan darah •  Adanya lendir pada tinja yang terjadi bersamaan dengan perubahan pola buang air besar Adanya lendir pada tinja dapat disebabkan oleh berbagi infeksi usus yang menyebabkan terjadinya diare berat. Pada keadaan yang berat, seperti pada penyakit Crohn, kolitis ulserativa, atau pada kanker; selain lendir, tinja juga dapat disertai dengan darah atau nyeri perut. Makanan yang Tidak Tercerna Pada Tinja, Berbahayakah?Kadang-kadang, anda mungkin dapat menemukan adanya bagian-bagian makanan yang tidak tercerna sepenuhnya di dalam tinja anda. Makanan yang biasanya tidak tercerna sempurna adalah sayuran tinggi serat, yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam saluran pencernaan anda. Adanya sisa makanan yang tidak tercerna biasanya bukanlah penanda adanya gangguan pada saluran pencernaan anda, kecuali bila keadaan ini juga disertai dengan: •  Diare persisten (diare yang telah berlangsung cukup lama, tetapi kurang dari 2 minggu)•  Penurunan berat badan•  Perubahan pola buang air besarSegera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala di atas bersamaan dengan adanya sisa makanan pada tinja anda. Sumber: mayoclinic
 23 Dec 2017    10:00 WIB
Pengobatan dan Komplikasi Diare
PengobatanJika anda mengalami diare ringan, anda dapat membiarkan diare berlangsung tanpa mengkonsumsi obat apapun atau anda dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi obat anti diare.Selama diare, sebaiknya anda mengkonsumsi setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya. Berbagai minuman lain yang baik bagi anda selama diare adalah:•  Jus buah tanpa bulir-bulir buah, soda, atau kafein•  Kuah kaldu ayam tanpa lemak•  Teh yang dicampur dengan maduMinumlah dalam jumlah sedikit tetapi sering, terutama di antara waktu makan Tips Mengatasi Rasa Tidak Nyaman Pada AnusJika daerah anus anda terluka akibat seringnya BAB (buang air besar) atau bila anus anda terasa gatal, terbakar, atau nyeri saat BAB, maka beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi berbagai rasa tidak nyaman tersebut adalah:•  Mandilah dengan air hangat dan keringkan daerah anus anda dengan cara menepuk-nepuknya (jangan digosok) dengan handuk bersih dan halus•  Oleskan salep antihemoroid (wasir/ambeien) pada daerah anus anda KomplikasiDiare yang berlangsung dalam waktu lama dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan nutrisi penting. Jika anda mengalami diare cair (tinja encer dan berair) lebih dari 3 kali sehari dan anda tidak mengkonsumsi cukup banyak cairan, maka anda dapat mengalami dehidrasi, yang dapat menyebabkan komplikasi lain yang cukup berat bila tidak segera ditangani.Segera hubungi dokter anda bila diare anda telah berlangsung cukup lama dan disertai oleh beberapa tanda dehidrasi di bawah ini, yaitu:•  Air kemih berwarna gelap•  Air kemih sedikit•  Denyut jantung cepat•  Nyeri kepala•  Kulit kering•  Merasa gelisah dan mudah marah•  BingungTanda-tanda dehidrasi pada anak-anak adalah:•  Mulut dan lidah tampak kering•  Mata atau pipi terlihat cekung•  Tidak ada air mata atau air mata hanya sedikit•  Berkurangnya jumlah air kemih pada pampers•    Rewel, gelisah, atau tampak lesu•    Kulit yang tidak segera kembali rata setelah dicubit (lebih jelas pada daerah perut) Kapan Hubungi Dokter?Diare dapat dengan cepat menurunkan cadangan air dan elektrolit (natrium dan kalium) tubuh yang diperlukan oleh berbagai jaringan untuk menjalankan fungsinya. Segera hubungi dokter bila:•  Bayi atau anak yang masih kecil atau orang lanjut usia atau orang yang sedang menderita penyakit lainnya mengalami diare (lebih sulit menggantikan cairan tubuh yang hilang)•  Diare telah berlangsung selama beberapa minggu•  Terdapat darah pada tinja Sumber: webmd
 09 Dec 2017    16:00 WIB
Jenis, Penyebab dan Gejala Diare
Diare merupakan suatu keadaan di mana tinja berubah menjadi lembek dan berair. Diare biasanya berlangsung selama 2-3 hari dan dapat diatasi dengan obat anti diare.   Jenis-jenis Diare diantaranya sebagai berikut: Diare OsmotikDiare osmotik disebabkan oleh sesuatu di dalam perut anda yang menyebabkan air dari dalam tubuh anda tertarik masuk ke dalam perut anda. Sorbitol yang biasanya digunakan sebagai pengganti gula pada permen tanpa gula, tidak dapat diserap oleh tubuh dan justru menarik air dari dalam tubuh ke dalam perut sehingga menyebabkan terjadinya diare. Diare SekretorikDiare sekretorik terjadi saat tubuh melepaskan banyak air ke dalam perut pada saat yang tidak seharusnya. Berbagai jenis infeksi, obat-obatan, dan gangguan kesehatan lainnya dapat menyebabkan terjadinya diare sekretorik. Diare EksudatifDisebut diare eksudatif bila ditemukan darah dan nanah pada tinja. Diare jenis ini biasanya terjadi pada penyakit inflamasi (peradangan) pencernaan, seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa, dan berbagai infeksi lainnya.   Penyebab Penyebab tersering dari diare adalah infeksi usus oleh virus. Infeksi ini biasanya berlangsung selama 2 hari dan kadangkala disebut dengan flu perut. Berbagai hal yang juga dapat menyebabkan terjadinya diare adalah:•  Infeksi bakteri (penyebab keracunan makanan)•  Infeksi oleh organisme lain•  Mengkonsumsi makanan yang menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan•  Alergi terhadap makanan tertentu•  Efek samping obat-obatan•  Terapi radiasi•  Peradangan pada usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)•  Malabsorpsi (suatu keadaan di mana tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik dari dalam makanan)•  Hipertiroidisme (suatu keadaan di mana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan)•  Beberapa jenis kanker•  Menyalahgunakan obat laksatif•  Penyalahgunaan minuman beralkohol•  Paska tindakan pembedahan pada saluran pencernaan•  Menderita diabetesDiare dapat terjadi setelah seseorang mengalami konstipasi (sembelit), terutama pada penderita irritable bowel syndrome.GejalaGejala diare dibedakan menjadi 2 yaitu gejala diare tanpa komplikasi dan gejala diare dengan komplikasi. Diare yang disertai dengan komplikasi dapat merupakan tanda adanya penyakit yang berat.Gejala diare tanpa komplikasi adalah:•  Perut kembung atau kram perut•  Tinja lembek dan berair•  Adanya keinginan mendesak untuk BAB (buang air besar)•  Mual dan muntahGejala diare dengan komplikasi adalah gejala diare tanpa komplikasi yang disertai dengan:•  Adanya darah, lendir, atau makanan yang tidak tercerna pada tinja•  Penurunan berat badan•  Demam Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami diare dalam waktu lama atau demam yang berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila anda mengalami muntah-muntah hingga tidak dapat minum untuk menggantikan cairan yang keluar.   Baca Juga: Pertolongan Pertama Saat Kamu Mengalami Diare   Sumber: webmd
 04 Dec 2016    12:00 WIB
Efek Samping Pengobatan HIV dan Cara Mengatasinya
Tujuan utama pengobatan HIV adalah untuk melawan HIV di dalam tubuh. Tujuan lainnya adalah melawan HIV tanpa menimbulkan efek samping berat. Bila anda mengalami berbagai efek samping pengobatan HIV, maka berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai kemungkinan perubahan dosis atau penggantian obat untuk mengurangi efek samping ini.   Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Pengobatan HIV? Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai seluruh riwayat kesehatan anda sebelum anda memulai rangkaian pengobatan anda. Pastikan anda memberitahu dokter anda semua suplemen atau obat-obatan yang anda konsumsi, baik obat yang diberikan oleh dokter, obat yang anda beli secara bebas di apotek, berbagai suplemen yang anda konsumsi, dan pengobatan alternatif yang anda lakukan. Tanyakanlah pada dokter anda mengenai efek samping apa yang mungkin anda alami saat melakukan pengobatan HIV. Selain itu, tanyakan juga apakah ada faktor lainnya yang juga dapat menyebabkan timbulnya efek samping atau gejala lain di luar obat-obatan HIV, seperti HIV itu sendiri, gangguan kesehatan lain yang anda miliki, infeksi, stress, makanan tertentu, penuaan, dan obat-obatan lainnya.   Efek Samping "Singkat" Pengobatan HIV Pengobatan HIV dapat menimbulkan beberapa efek samping selama beberapa waktu saat pengendalian virus dimulai di dalam tubuh anda. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah: Merasa sangat lelah Anemia yang juga dapat membuat anda merasa lelah Diare Mual Muntah Pusing atau nyeri kepala Insomnia Nyeri Gangguan neurologis Bercak kemerahan pada kulit atau gangguan kulit lainnya Reaksi pada tempat suntikan Mulut kering Penurunan berat badan Mimpi buruk Berbagai efek samping ini biasanya akan menghilang atau membaik dalam waktu beberapa minggu. Segera hubungi dokter anda bila efek samping yang anda alami tidak juga berkurang atau bertambah berat atau tidak biasanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya penyebab lain, seperti infeksi. Selain itu, berhenti merokok dan memperhatikan makanan anda juga dapat membantu mengurangi efek samping di atas. Jangan mengubah dosis atau mengganti obat anda tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda, karena hal ini dapat meningkatkan resiko resistensi obat.   Cara Mengatasi Efek Samping "Singkat" Efek samping yang terjadi dapat berbeda pada setiap orang, beberapa hanya mengalami efek samping ringan, sementara yang lainnya mengalami efek samping berat yang membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Rasa Lelah Bila anda merasa sangat lelah; cobalah untuk tidur siang, mengurangi waktu dan jadwal kerja anda, konsumsilah makanan sehat dan seimbang, serta berolahragalah secara teratur. Mual dan Muntah Hindarilah berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya mual dan muntah. Makanlah biskuit atau wafer di pagi hari. Makan dalam porsi kecil dan lebih sering dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, hindarilah mengkonsumsi makanan panas. Minumlah air putih setidaknya 6-8 gelas setiap harinya dan jangan mengkonsumsi antasida (obat maag). Diare Pastikan agar anda tetap mengkonsumsi buah-buahan dan cairan dengan cukup. Tanyakan pada dokter anda mengenai obat anti diare yang dapat anda konsumsi saat diare. Nyeri Kepala Nyeri kepala dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, beristirahat, minum air putih, dan menghindari suara bising serta cahaya terang. Insomnia Batasilah konsumsi kafein, jangan makan dalam jumlah banyak dekat dengan waktu tidur, dan kurangi waktu tidur siang anda. Tidurlah dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya bahkan pada akhir minggu. Anda dapat merasa lebih rileks dengan mandi air hangat, minum susu hangat, mendengarkan musik, atau pijat. Gangguan Kulit Bila anda mengalami gangguan kulit, hindarilah berendam atau mandi terlalu lama di dalam air panas serta jangan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau zat kimia berat lainnya. Gunakanlah pelembab dan tabir surya serta jelly petroleum pada kulit yang kering dan gatal. Reaksi Pada Tempat Suntikan Beritahukan pada dokter anda bila anda mengalami reaksi tertentu pada bekas tempat suntikan di kulit anda. Gantilah tempat penyuntikan obat, oleskan obat pada tempat suntikan sebelum penyuntikan, dan kompreslah tempat penyuntikan dengan kompres dingin setelah obat disuntikkan. Nyeri dan Gangguan Neurologis Gunakanlah sepatu yang longgar, rendam kaki anda di air dingin dan pijatlah kaki anda. Bila masih terasa nyeri anda dapat menggunakan obat anti nyeri. Mulut Kering Bila mulut anda terasa kering, anda dapat menghisap permen tanpa gula atau mengunyah permen karet tanpa gula. Minumlah banyak air putih dan hindarilah makanan manis atau lengket atau kafein. Penurunan Berat Badan Berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi anda mengenai diet dan pola makan anda. Ingatlah juga bahwa semua gejala di atas juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan pengobatan HIV. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala berat atau berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut, demam, kekakuan pada leher, atau kesulitan bernapas.   Efek Samping "Lama" Pengobatan HIV Beberapa efek samping dapat berlangsung lama atau menyebabkan gangguan berat. Efek samping yang dapat berlangsung dalam waktu lama dapat berupa redistribusi lemak, peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida, peningkatan kadar gula darah, penurunan kepadatan tulang, dan pembentukan produk sisa. Redistribusi Lemak Redistribusi lemak atau lipodistrofi dapat terjadi akibat perubahan produksi, penggunaan, dan penyimpanan lemak pada tubuh. Lemak di bagian wajah dan kaki anda mungkin berkurang, akan tetapi terjadi peningkatan penimbunan lemak pada perut dan bagian belakang leher anda. Mengganti obat mungkin dapat mencegah efek samping ini semakin memburuk. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengganti obat apapun. Peningkatan Kadar Kolesterol atau Trigliserida Peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida di dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Diet dan perubahan gaya hidup lainnya merupakan langkah awal pengobatan. Dokter dapat menyarankan penggunaan obat golongan statin dan fibrat untuk mengatasi efek samping ini. Peningkatan Kadar Gula Darah Berolahraga teratur, pengendalian berat badan, dan perubahan gaya hidup lainnya dapat membantu mengatasi efek samping ini. Dokter anda juga dapat merekomendasikan berbagai obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula darah anda. Penurunan Kepadatan Tulang Penurunan kepadatan tulang dapat meningkatkan resiko terjadinya patah tulang, terutama saat anda menua. Cobalah olahraga angkat beban atau berjalan untuk menguatkan tulang anda. Dokter anda dapat memberikan suplemen kalsium dan vitamin D atau obat-obatan untuk mengatasi atau mencegah terjadinya osteoporosis. Pembentukan Produk Sisa Pembentukan produk sisa metabolisme sel seperti asam laktat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari nyeri otot hingga gagal hati. Bila anda mengalami efek samping ini, maka anda mungkin harus mengganti obat anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengganti obat anda. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: webmd
 20 Aug 2014    14:00 WIB
Siapa yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Rotavirus?
Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan terjadinya diare, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus bukan merupakan imunisasi wajib di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat membantu mencegah terjadinya diare atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh rotavirus. Walaupun vaksin rotavirus cukup aman diberikan pada bayi, akan tetapi terdapat beberapa keadaan yang membuat seorang bayi tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus. Beberapa keadaan tersebut adalah: • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah pemberian vaksin rotavirus • Seorang bayi yang pernah mengalami reaksi alergi berat pada berbagai komponen vaksin rotavirus •Seorang bayi yang menderita immunodefisiensi berat (severe combined immunodeficiency) • Seorang bayi yang menderita intususepsi • Seorang bayi yang sedang mengalami sakit sedang atau berat (misalnya sedang menderita diare sedang atau berat atau muntah-muntah) tidak diperbolehkan menerima vaksin rotavirus hingga sembuh • Seorang bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena menderita HIV/AIDS atau berbagai penyakit yang mengganggu sistem kekebalan tubuh • Seorang bayi yang sedang menerima pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti kemoterapi atau radiasi atau mengkonsumsi obat golongan steroid dalam jangka waktu lama • Seorang bayi yang menderita kanker Sumber: cdc