Your browser does not support JavaScript!
 03 Nov 2019    08:00 WIB
Fakta Menarik Mengenai Bakteri E Coli
Kita tentu sudah mengetahui bahwa ada bakteri yang baik dan ada bakteri jahat. Tubuh manusia memerlukan bakteri untuk proses pencernaan dan berbagai proses tubuh lainnya. E.Coli merupakan salah satu jenis bakteri yang secara normal ada di saluran pencernaan manusia. Tetapi tidak semua jenis E.Coli menguntungkan tubuh manusia. Ada beberapa jenis E.Coli yang memproduksi toksin berbahaya yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada tubuh Manusia. Binatang pemakan rumput, terutama hewan ternak diketahui sebagai reservoar dari E.Coli dan dapat menularkan bakteri ini ke tubuh manusia melalui kontaminasi kotoran, kontaminasi dari daging ternak yang tidak dimasak dengan baik dan juga melalui air. Berikut merupakan fakta menarik tentang bakteri E.Coli yang perlu kita ketahui: Manusia dapat terinfeksi bakteri E.Coli melalui makanan atau air yang terkontaminasiMasa inkubasi dari bakteri adalah 3-4 hari setelah berbagai gejala pencernaan terjadi. Gejala yang terjadi dapat bervariasi mulai dari diare, demam ringan, sampai diare berat tanpa demam. Tetapi pada kasus yang jarang terjadi, khususnya pada anak di bawah 5 tahun dan manula, gejala infeksi ini dapat sangat serius hingga menyebabkan sindroma uremia hemolitik yang dapat berakhir menjadi gagal ginjal, perdarahan dan berbagai masalah syaraf. tingkat kematian yang disebabkan penyakit tersebut sebesar 3-5%.    Transmisi dari E.Colimanusia terinfeksi bakteri E.Coli melalui kontak dari makanan dan air yang terkontaminasi E.Coli. Transmisi dari manusia ke manusia juga mungkin terjadi jika memang terjadi kontak yang sangat dekat, seperti di Rumah Sakit, tempat penitipan anak dan rumah. Berbagai jenis makanan diketahui menjadi alasan munculnya wabah E.ColiSusu yang sudah basi dan keju kadaluarsa, daging yang tidak dimasak dengan matang, produk sayuran yang fresh seperti bayam, selada, cuka apel yang tidak dipasteurisasi merupakan makanan yang berpotensi menimbulkan wabah E.Coli Diare berdarah yang dihubungkan dengan Infeksi E.Coli biasanya dapat sembuh sendirigejala infeksi pencernaan akut, demam dan muntah merupakan tanda infeksi yang disebabkan oleh E,Coli dan biasanya tidak memerlukan pemberian antibiotik. Gejala akan membaik dalam waktu 5-7 hari.Saat ini masih banyak ditemukan kasu kontaminasi E.Coli, dan satu-satunya tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan adalah dengan memasak dan membersihkan bahan makanan yang akan kita makan dengan baik dan benar. Jika Anda ingin memakan secara mentah, misalnya buah-buahan atau salad, maka Anda harus membersihkannya dengan baik dengan menggunakan garam. Garam biasanya dapat menyingkirkan bakteri dari makanan sehingga makanan tersebut aman untuk dimakan.Sumber: magforwomen
 25 Oct 2019    16:00 WIB
Diare Dapat Menyebabkan Kematian Pada Anak-Anak
Diare merupakan suatu keadaan di mana seseorang buang air besar (cair) lebih dari 3 kali sehari, yang dapat terjadi kapan saja dan gejalanya pun dapat bervariasi dari yang ringan hingga berat. Penyebabnya sendiri juga ada bermacam-macam; mulai dari bakteri, parasit, virus, hingga akibat reaksi alergi terhadap suatu jenis makanan atau zat di dalam makanan. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya diare adalah gangguan penyerapan lemak dan gluten (intoleransi gluten). Pada anak, gejala diare dapat sedikit berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala diare yang dapat ditemukan pada anak-anak adalah: Rewel Tampak gelisah Demam Tinja cair atau berlendir atau bahkan disertai darah (tinja menjadi berwarna hitam lunak atau kemerahan) Tinja berwarna kehijauan (bercampur dengan cairan empedu) Anus tampak lecet Kadang disertai dengan muntah Dehidrasi   Diare pada anak dianggap cukup berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya kematian pada anak akibat dehidrasi berat. Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana seseorang kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi dapat terjadi akibat muntah, diare, tidak mengkonsumsi cukup cairan, atau kombinasi dari ketiganya. Walaupun agak jarang, keringat berlebih atau buang air kecil secara berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Berbeda dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi. Hal ini dikarenakan tubuh mereka lebih mudah kehilangan cairan dibandingkan dengan orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Beberapa gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai pada anak adalah: Rewel Mata tampak cekung Tidak ada air mata saat menangis Mulut kering Ubun-ubun cekung Elastisitas kulit menurun Jumlah air kemih berkurang atau jarang buang air kecil   Seorang bayi yang mengalami dehidrasi dan tidak segera ditangani dapat meninggal dalam waktu 2-3 hari kemudian. Oleh karena itu, segera periksakan anak Anda ke seorang dokter terdekat bila diare yang ia alami tidak juga membaik.   Baca Juga: Tips Mencegah Terjadinya Dehidrasi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter. Sumber: emedicinehealth
 02 Oct 2019    18:00 WIB
7 Tanda Bahaya Misterius Bagi Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu harta yang tak ternilai harganya. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari tubuh, jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif baik dari segi sosial maupun ekonomi. Berbagai gejala gangguan kesehatan yang serius seperti nyeri dada, nyeri perut hebat, atau perdarahan mungkin dapat langsung membuat anda mencari pertolongan medis segera. Akan tetapi, bagaimana dengan berbagai gejala gangguan kesehatan lainnya yang seringkali anda lewatkan atau bahkan tidak sadari?   Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Apabila berat badan anda turun secara tiba-tiba tanpa adanya usaha apapun untuk menurunkannya hal ini dapat merupakan suatu tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Bila berat anda turun sekitar 10% dalam waktu 6 bulan, tanpa melakukan upaya apapun untuk menurunkannya, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dapat disebabkan oleh hipertiroidisme (peningkatan aktivitas kelenjar tiroid), diabetes, depresi, gangguan hari, kanker, atau akibat gangguan absorpsi nutrisi tertentu (malabsorpsi).   Demam Tinggi atau Demam yang Menetap Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan suatu infeksi. Demam yang menetap dapat merupakan suatu tanda adanya infeksi tersembunyi, misalnya akibat infeksi pada saluran air kemih ataupun tuberkulosis. Selain itu, kadang-kadang limfoma atau obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan demam lama atau menetap. Bila anda mengalami demam selama lebih dari 3 hari atau demam lebih dari 39°C, segera periksakan diri anda ke dokter.   Sesak Napas Sesak napas yang lebih berat daripada sesak yang ditimbulkan oleh hidung tersumbat ataupun olahraga dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan anda. Segera hubungi dokter anda bila anda merasa sesak atau sulit bernapas atau sesak saat berbaring. Berbagai penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya sesak napas adalah penyakit paru obstruktif kronik, bronkitis kronik, asma, pneumonia, emboli paru, serta berbagai gangguan jantung dan paru lainnya. Selain itu, serangan panik atau kecemasan hebat juga dapat menimbulkan gejala sesak napas yang disertai dengan peningkatan denyut jantung, berkeringat, dan berbagai gejala lainnya.   Perubahan Fungsi Saluran Cerna Fungsi saluran cerna setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang dapat mempunyai saluran pencernaan yang lebih sensitif daripada yang lainnya. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Diare yang menetap Konstipasi yang menetap Tinja disertai darah atau tinja berwarna hitam Keinginan mendesak untuk buang air besar Perubahan fungsi atau gangguan fungsi saluran cerna ini dapat merupakan suatu tanda adanya infeksi bakteri (misalnya campylobacter atau salmonella), virus, atau parasit. Penyebab lainnya adalah irritable bowel syndrome dan kanker usus besar.   Penurunan Kesadaran atau Perubahan Perilaku Penurunan kesadaran (bingung atau gelisah) atau perubahan perilaku dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi, anemia, kadar gula darah rendah, dehidrasi, gangguan jiwa, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Bingung Penurunan kemampuan berpikir Disorientasi tempat atau waktu (tidak dapat mengenali tempat atau waktu) Gangguan konsentrasi atau daya ingat secara mendadak Perubahan perilaku atau kepribadian mendadak, misalnya perilaku agresif   Merasa Kenyang Walau Hanya Makan Sangat Sedikit Bila anda selalu merasa kenyang lebih cepat dari biasanya atau setelah makan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Gejala ini juga seringkali diikuti dengan mual, muntah, perut kembung, demam, dan penurunan atau peningkatan berat badan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah refluks gastroesofageal (GERD), irritable bowel syndrome, dan kanker pankreas.   Melihat Kilatan Cahaya Melihat kilatan cahaya atau suatu sinar terang atau gangguan penglihatan lainnya dapat disebabkan oleh migrain atau ablasio retina (terlepasnya retina dari tempat perlekatannya). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini untuk mencegah hilangnya penglihatan yang menetap.   sumber : mayoclinic
 25 Sep 2019    11:00 WIB
Hidup Lebih Lama Dengan Mencuci Tangan
Mencuci tangan sesering mungkin dapat membantu anda mencegah berbagai penyakit, seperti salah satu cara mencegah infeksi flu dan batuk. Mencuci tangan dengan benar adalah mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun atau dengan menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol (tidak perlu air dan sabun, misalnya hand sanitizer atau tisu basah).   Bagaimana Cara Mencuci Tangan Dengan Benar ? Cucilah tangan dengan air dan sabun. Di bawah ini terdapat beberapa langkah mudah mencuci tangan yang dapat anda gunakan, yaitu: Basahilah tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambillah sabun Sabuni seluruh bagian tangan anda sampai berbusa Gosoklah seluruh bagian tangan anda, termasuk jari, pergelangan tangan, punggung tangan, maupun sela antara jari. Gosoklah selama setidaknya 20 detik Bersihkan seluruh sabun dari tangan anda Keringkan tangan anda dengan tisu atau handuk kering yang bersih   Kapan Harus Cuci Tangan ? Kapan sajakah anda harus mencuci tangan dalam satu hari? Cucilah tangan anda pada saat: Sebelum dan setelah menyiapkan atau memasak makanan Sebelum makan Sebelum dan setelah mengobati luka Sebelum meminum obat Sebelum dan setelah memasang kontak lensa Setelah buang air kecil dan buang air besar Setelah mengganti pampers anak anda Setelah memegang hewan peliharaan anda, membersihkan kotorannya, atau berbagai benda yang digunakan hewan peliharaan anda Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung anda Setelah membuang atau memegang kotoran atau sampah Setelah memegang pakaian kotor atau sepatu Kapan saja bila tangan anda kotor Baca juga : Cuci vagina dengan benar   Bila anda tidak dapat menemukan air atau sabun, anda dapat menggunakan pembersih tangan lainnya seperti hand sanitizer dan tisu basah. Gunakanlah pembersih tangan yang mengandung alkohol 60%. Cara menggunakan hand sanitizer adalah tuang sedikit hand sanitizer lalu basahi seluruh bagian tangan anda dan tunggu hingga tangan anda kering kembali. Bila anda menggunakan tisu basah, bersihkan seluruh bagian tangan anda yang kotor hingga bersih. Ajarilah anak anda mencuci tangan sedini mungkin untuk membantu menjaga kesehatannya dan memupuk kebiasaan baik sejak kecil. Mencuci tangan sesering mungkin merupakan suatu tindakan sederhana yang dapat sangat berguna bagi kesehatan anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 28 Apr 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Tentang Neuropati Diabetikum
Apa Itu Neuropati Diabetikum ? Neuropati diabetikum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada diabetes. Neuropati diabetikum disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang berfungsi untuk merasakan sesuatu, seperti rasa nyeri. Sebenarnya terdapat beberapa cara bagaimana diabetes dapat merusak saraf, akan tetapi sebagian besar berhubungan dengan tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Terdapat beberapa jenis neuropati diabetikum, yaitu perifer, autonom, proksimal, dan fokal.   Neuropati Diabetikum Perifer Neuropati diabetikum perifer paling sering mengenai tangan dan kaki. Kerusakan saraf pada kaki dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa pada kaki, yang berakibat pada peningkatan resiko gangguan pada kaki. Luka lecet atau cedera lainnya pada kaki dapat tidak diketahui akibat mati rasa pada kaki. Walaupun jarang, saraf pada lengan, perut, dan punggung juga mungkin terkena. Gejala yang sering ditemukan adalah: Kesemutan Mati rasa, yang bila berlangsung lama atau berat dapat menjadi permanen Rasa terbakar, terutama pada malam hari Nyeri Pada sebagian besar kasusu, gejala awal ini akan berkurang bila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Bila diperlukan dapat diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat neuropati tersebut. Untuk mencegah komplikasi neuropati diabetikum perifer maka anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, seperti: Periksalah keadaan kaki anda setiap hari Gunakan pelembab bila kaki anda terasa kering Gunting dan rawatlah kuku anda secara teratur Gunakanlah sepatu atau alas kaki dengan ukuran yang sesuai Gunakanlah alas kaki setiap saat untuk menghindari terjadinya luka pada kaki   Neuropati Diabetikum Autonom Neuropati diabetikum autonom paling sering mengenai sistem pencernaan, pembuluh darah, sistem saluran kemih, dan organ reproduksi. Untuk mencegah terjadinya neuropati ini maka diperlukan pengendalian kadar gula darah. Gejala neuropati pada sistem pencernaan yang dapat ditemukan adalah: Perut kembung Diare Konstipasi Dada terasa terbakar Mual Muntah Terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit Untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan di atas dokter biasanya menyarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dan dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala di atas. Gejala neuropati pada pembuluh darah adalah: Pandangan gelap saat anda berdiri dengan cepat Peningkatan denyut jantung Pusing Tekanan darah rendah Mual Muntah Cepat kenyang Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan agar anda berdiri secara perlahan-lahan, baik dari posisi duduk maupun berdiri. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengurangi berbagai gejala di atas. Gejala neuropati pada organ reproduksi pria adalah: Disfungsi ereksi, yaitu kesulitan atau ketidakmampuan untuk membentuk atau mempertahankan ereksi Ejakulasi sedikit atau berkurang Untuk mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi, dokter dapat memberikan obat-obatan atau konseling atau implant penis. Gejala neuropati pada organ reproduksi wanita adalah: Vagina kering Penurunan jumlah atau kemampuan orgasme Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan konseling, penggunaan pelumas vagina atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Gejala neuropati pada sistem saluran kemih adalah: Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil Perut kembung Inkontinensia urin Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari Untuk mengatasi berbagai gejala di atas, dokter dapat menggunakan obat-obatan, pemasangan kateter, maupun tindakan pembedahan.   Neuropati Diabetikum Proksimal Neuropati diabetikum proksimal menyebabkan timbulnya rasa nyeri (biasanya pada satu sisi tubuh) pada paha, pinggul, atau bokong, dan juga dapat menyebabkan kelemahan pada kaki. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan fisioterapi atau obat-obatan. Lama penyembuhan bervariasi di antara setiap penderita, tergantung pada jenis saraf yang mengalami kerusakan. Pencegahan neuropati jenis ini adalah dengan mengendalikan kadar gula darah.   Neuropati Diabetikum Fokal Neuropati diabetikum fokal biasanya timbul secara mendadak dan mengenai beberapa saraf tertentu. Saraf yang paling sering terkena adalah pada kepala, badan, atau tangan, yang menyebabkan kelemahan atau nyeri pada otot. Gejala neuropati yang dapat ditemukan adalah: Penglihatan ganda Nyeri pada mata Kelumpuhan otot wajah di satu sisi (Bell’s palsy) Nyeri hebat pada daerah tubuh tertentu, seperti pada punggung bawah atau kaki Nyeri dada atau perut Neuropati diabetikum fokal dapat menimbulkan rasa nyeri hebat dan mendadak, yang biasanya membaik dalam waktu beberapa minggu atau bulan dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang.   Kerusakan Saraf Lainnya Penderita diabetes juga dapat menyebabkan penekanan pada saraf, seperti sindrom carpal tunnel, yang menyebabkan timbulnya kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kadang-kadang menyebabkan rasa nyeri atau kelemahan pada otot tangan.   Sumber: webmd  
 17 Apr 2019    16:00 WIB
Kiat Jitu Melawan Disentri
Guys kalian pasti tahu Penyanyi lagu rakyat bernama lengkap Imam Soekarno yang akrab disapa dengan panggilan Leo Kristi, telah meninggal karena penyakit disentri. wah ternyata penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Lalu dari mana sebenarnya penyakit ini berasal dan kenapa manusia bisa tertular? Disentri, merupakan penyakit menular yang ditandai dengan peradangan usus, sakit perut, dan diare dengan tinja yang sering mengandung darah dan lendir. Disentri merupakan penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak kecil, terutama mereka yang tinggal di negara-negara kurang berkembang. Ada dua jenis utama: disentri basiler dan disentri amuba, yang masing-masing disebabkan oleh bakteri dan amuba. Gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis. Gejala ringan meliputi: sedikit sakit perut kram diare Ini biasanya muncul dari 1 hingga 3 hari setelah infeksi, dan pasien pulih dalam waktu seminggu. Gejala disentri basiler. Gejala cenderung muncul dalam 1 hingga 3 hari infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir di tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal. Yang lebih jarang, mungkin: darah atau lendir di tinja, sakit perut yang hebat, demam, mual, muntah. Seringkali, gejalanya sangat ringan sehingga kunjungan dokter tidak diperlukan, dan masalahnya teratasi dalam beberapa hari. Gejala disentri amuba. Seseorang dengan disentri amuba mungkin memiliki: sakit perut demam dan kedinginan mual dan muntah diare berair, yang bisa mengandung darah, lendir, atau nanah mengeluarkan tinja yang menyakitkan kelelahan sembelit yang terputus-putus Jika terowongan amoeba menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lain. Bisul bisa berkembang. Ini mungkin menyebabkan darah dalam tinja. Gejala dapat bertahan selama beberapa minggu. Amuba dapat terus hidup dalam inang manusia setelah gejalanya hilang. Kemudian, gejala dapat muncul kembali ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lebih lemah. Pengobatan mengurangi risiko amuba bertahan. Disentri ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran pembawa manusia dari organisme infektif. Penularannya sering oleh orang yang terinfeksi yang menangani makanan dengan tangan yang tidak dicuci. Penyebaran disentri amuba sering dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pembawa penyakit tetapi yang pada saat itu tidak menunjukkan gejala. Disentri umumnya ditemukan ketika orang-orang berkerumun bersama dan hanya memiliki akses ke fasilitas sanitasi primitif. Penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan: Merebus air minum dan membuang kotoran manusia secara memadai untuk menghindari kontaminasi makanan. Sering-sering mencuci tangan kita dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Baca lebih lanjut tentang cara mencuci tangan. Jauhi pekerjaan atau sekolah sampai kita benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam (Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala kita berhenti). Bantu anak-anak kecil untuk mencuci tangan dengan benar. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jangan berenang sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Cuci semua pakaian kotor, selimut, dan handuk dengan bersih dan jemur (keringkan) di hadapan matahari. Bersihkan dudukan toilet dan pegangan siram, keran dan bak cuci dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti oleh desinfektan rumah tangga. Hindari kontak seksual sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jika kita mengalami gejala di atas segera hubungi dokter, jangan tunggu parah. Salam sehat!!!   Sumber : www.nhs.uk, www.britannica.com, medbroadcast.com, www.medicalnewstoday.com, kompas.id
 28 Feb 2019    11:00 WIB
Diare Akut Sampai Berair (Kolera), Ternyata Ini Penyebabnya
Halo sahabat setia Dokter.ID, hari ini kita akan membahas tentang Kolera. Apa itu kolera? Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus dengan bakteri toksigenik, Vibrio cholerae serogroup O1 atau O139. Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare berair parah, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian jika tidak diobati dengan segera. Ini disebabkan oleh makan makanan atau minum air yang terkontaminasi dengan bakteri Vibrio cholera. Namun jangan kuatir, karena kolera mudah diobati jika terserang dini. Orang yang memiliki kasus ringan hingga sedang biasanya membaik dalam waktu seminggu. Bahkan orang-orang dengan kasus kolera parah, pulih sepenuhnya dalam seminggu atau lebih, jika mereka mendapatkan perawatan medis. Dan Tidak semua penderita kolera mengalami gejala, sehingga tidak sadar bahwa mereka telah terinfeksi bakteri Vibrio cholera. Dari seluruh orang yang terinfeksi kolera, hanya 10 persen di antaranya yang menunjukkan gejala. Meskipun tidak memiliki gejala, penderita kolera masih bisa menularkan penyakit ini kepada orang lain melalui tinja yang mengandung bakteri. Salah satu gejala pada kolera yang bisa muncul secara tiba-tiba adalah diare. Akibat diare karena kolera bisa menyebabkan hilangnya cairan tubuh dengan cepat, yaitu sekitar 1 liter per jam. Memang sulit untuk membedakan antara diare akibat kolera atau penyakit lain. Namun diare akibat kolera biasanya akan menyebabkan penderita terlihat tampak pucat.   Gejala lainnya juga termasuk mual dan muntah. Orang yang terjangkit bakteri kolera akan merasa mual dan muntah selama beberapa jam pada tahap awal terinfeksi. Kram perut juga terjadi akibat hilangnya kadar sodium, klorida, dan potasium akibat diare berkepanjangan. Juga mengalami dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi parah terjadi jika tubuh kehilangan cairan lebih dari 10 persen total berat tubuh. Dan pada saat mengalami dehidrasi akibat kolera, seseorang dapat merasakan beberapa gejala di bawah ini: Mulut terasa kering. Aritmia (gangguan irama jantung). Mata cekung. Mudah marah (terutama pada anak-anak). Merasa sangat haus. Tubuh lesu. Hipotensi atau tekanan darah rendah. Letargi. Urine yang keluar hanya sedikit atau bahkan tidak ada. Kulit berkerut dan kering.   Gejala kolera pada anak-anak seringkali lebih berat dibandingkan dengan dewasa. (anak-anak yang terjangkit bakteri kolera lebih rentan terkena hipoglikemia atau gula darah rendah yang bisa menyebabkan kejang, hilang kesadaran, dan bahkan koma.   Kita juga perlu mengingat beberapa hal tentang pencegahan dan perawatan kolera, yaitu lewat pengobatan yang paling penting adalah memberikan larutan hidrasi oral (ORS), juga dikenal sebagai terapi rehidrasi oral (ORT). Perawatan terdiri dari sejumlah besar air yang dicampur dengan campuran gula dan garam. Kasus kolera yang parah membutuhkan penggantian cairan intravena. Orang dewasa dengan berat 70 kilogram membutuhkan setidaknya 7 liter cairan intravena. Antibiotik dapat mempersingkat lamanya penyakit, tetapi tidak direkomendasikan penggunaan antibiotik untuk kolera, karena meningkatnya risiko resistensi bakteri. Obat-obatan anti-diare tidak digunakan karena mereka mencegah bakteri keluar dari tubuh. Dan karena kolera sering disebarkan melalui makanan dan minuman karena kebersihan yang buruk. Kita perlu membiasakan diri dengan beberapa tindakan sederhana yang dapat mencegah atau mengurangi risiko tertular kolera. Seperti: Mencuci tangan. Makanlah hanya buah yang sudah kita kupas. Hindari makan-makanan mentah,seperti ikan mentah, sushi dan sayuran mentah. Pastikan makanan dimasak dengan matang. Pastikan minum air kemasan atau yang sudah direbus dan aman dikonsumsi. Hindari makanan jalanan, karena ini dapat membawa kolera dan penyakit lainnya. Vaksin kolera. Saat ini ada tiga vaksin kolera yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini adalah Dukoral, Shanchol, dan Euvichol. Jadi teman-teman, jika kita mengalami gejala-gejala di atas, segeralah kunjungi dokter atau datangi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis segera. Salam sehat.   Sumber : www.webmd.com, www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, medlineplus.gov, www.healthline.com, www.mayoclinic.org
 12 Feb 2019    08:00 WIB
Pelihara Kucing Tapi Takut Kena Toksoplasma ? Cegah Dengan Cara Ini
Apakah Anda suka memelihara kucing? Bila iya mungkin Anda merasa takut akan terinfeksi toksoplasma.  Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T.gondii). Apa akibat toksoplasma pada manusia? WanitaInfeksi toksoplasma dapat menginfeksi saluran telur wanita dan menyebabkan saluran ini menyempit atau tertutup. Sehingga sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. Janin Kista toksoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan saraf seperti terjadi gangguan saraf mata yang berakibat kebutaan. Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan atau hidrosefalus PriaToksoplasma juga dapat menginfeksi pria. Infeksi akut toksoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan kemandulan. Toksoplasma dapat menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Ada beberapa cara mengapa seseorang dapat terinfeksi parasit toksoplasma : - Menyentuh atau kontak dengan kotoran binatang misalnya kucing atau anjing yang terinfeksi. Kucing biasanya mendapatkan infeksi ini jika makan tikus, burung atau binatang lain yang mengonsumsi daging mentah.- Mengonsumsi daging mentah yang terkontaminasi atau dimasak kurang matang.- Mencuci buah atau sayuran kurang bersih, yang telah terkontaminasi oleh pupuk kandang.- Anak yang lahir dari ibu yang terkontaminasi, hal ini karena parasit bisa melewati aliran darah dan menginfeksi janin.- Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Selain itu kasus toksoplasma umumnya paling banyak terjadi akibat kucing atau anjing mengonsumsi daging mentah atau kurang matang yang sudah terinfeksi. Berikut cara yang dapat Anda ikuti dalam merawat kucing Anda agar terhindar dari toksoplasma yaitu : 1.      Hindari kontak langsung dengan kotoranApabila ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing 2.      Makanan khusus Beri makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah. 3.      Pelihara kucing dalam rumahDengan memelihara kucing di dalam rumah akan membantu mencegah kucing mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi toksoplasma. 4.      Jaga kebersihan kucingMandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan sampo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering. 5.      Berikan vaksinBerilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies. 6.      Konsultasi dokter hewanJika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan. 7.      Cuci tanganSelain itu jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.Jadi rawat terus kucing Anda atau binatang peliharaan Anda agar Anda dan binatang peliharaan kesayangan Anda selalu sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: KF
 13 Oct 2018    11:00 WIB
4 Hal Tidak Terduga Penyebab Diare
Bingung mengapa Anda tiba-tiba mengalami diare padahal tidak ada yang salah dengan makanan atau minuman yang Anda konsumsi? Hal ini mungkin dikarenakan oleh berbagai hal lain. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal tidak terduga yang ternyata bisa menyebabkan Anda mengalami diare.   Sorbitol Pemanis buatan seperti sorbitol dapat ditemukan di dalam berbagai jenis makanan dan minuman bebas gula seperti permen karet, permen, obat batuk, minuman energi, jus buah, dan selai. Saat dicerna, sorbitol akan menarik air ke dalam usus dan dapat menyebabkan terjadinya diare. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda membaca label makanan dan minuman Anda sebelum mengkonsumsinya.   Baca juga: Pengobatan dan Komplikasi Diare   Olahraga Berlebihan Olahraga angkat beban, berlari dengan jarak yang cukup jauh, atau bersepeda dapat membuat Anda mengalami diare. Saat Anda melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya kram perut, diare, atau bahkan adanya darah di  dalam tinja. Bila Anda sering mengalami diare tidak lama setelah Anda berolahraga, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu apakah Anda menderita gangguan pencernaan lainnya.   Infeksi Giardia Selain berbagai hal di atas, infeksi parasit ternyata juga dapat memicu terjadinya diare. Parasit yang biasa ditemukan pada air tawar ini dapat menyebabkan diare ringan yang berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Hal lain yang menandakan bahwa diare Anda mungkin disebabkan oleh infeksi giardia adalah tinja yang berbau busuk. Untuk mencegahnya, pastikan Anda hanya mengkonsumsi air yang telah melalui proses sterilisasi.   Konsumsi Antibiotik Mengkonsumsi antibiotik untuk mengobati gangguan lain, kadangkala juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Hal ini dikarenakan antibiotik dapat mengubah keseimbangan flora normal (bakteri "baik" dan bakteri "jahat") di dalam usus. Bila Anda mengalami diare saat mengkonsumsi antibiotik, cobalah untuk mengkonsumsi yogurt atau berkonsultasilah dengan dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 09 Aug 2018    11:00 WIB
5 Tanda Bahaya yang Patut Diwaspadai Pada Anak
Demam Tinggi Pada Anak Berusia Lebih dari 1 Tahun Demam seringkali membuat banyak orang tua merasa khawatir akan kesehatan anaknya. Akan tetapi, demam sebenarnya merupakan usaha tubuh untuk mempertahankan diri dari infeksi. Demam dapat merupakan petanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak anda sedang bekerja. Anda dapat memberikan obat penurun panas untuk menurunkan demam. Akan tetapi, dianjurkan agar anda menggunakan obat tersebut sesuai dosis yang telah ditetapkan. Sebagian besar penyebab demam pada anak bukanlah kasus gawat darurat. Segera hubungi dokter anda bila anak anda: Mengalami demam dengan suhu 40°C atau lebih Terlihat sakit Mengalami demam terus-menerus selama 4 atau 5 hari berturut-turut Bila anak anda berusia di bawah 2 tahun, segera hubungi dokter anda bila anak anda demam selama 2 hari   Nyeri Kepala Hebat Nyeri kepala ringan biasanya akan menghilang dengan penggunaan obat sakit kepala yang dapat dibeli dengan bebas di berbagai tokok obat. Akan tetapi, bila anak anda menderita nyeri kepala yang berlangsung selama beberapa jam atau nyeri kepala yang terjadi sangat hebat hingga membuat anak tidak mau makan atau bermain, segera hubungi dokter anda. Nyeri kepala dapat disebabkan oleh ketegangan otot di kulig kepala dan bukan gangguan pada otak. Akan tetapi, nyeri kepala yang disertai dengan gangguan neurologis, seperti bingung, penglihatan kabur, dan kesulitan berjalan, maka segera hubungi dokter anda. Selain itu, nyeri kepala disertai demam, muntah, bingung, atau kekakuan pada leher dapat merupakan tanda adanya suatu infeksi atau penyakit serius, seperti meningitis (radang selaput otak) yang memerlukan penanganan medis segera. Bila anak anda sering mengalami nyeri kepala, segera periksakan anak anda karena anak-anak biasanya tidak menderita nyeri kepala.   Bercak Kemerahan yang Menyebar Bercak kemerahan pada kaki atau tangan anak mungkin bukan merupakan suatu hal yang perlu anda khawatirkan, akan tetapi bila bercak kemerahan ini terdapat pada hampir seluruh tubuh, maka segera hubungi dokter anda. Bila anda menekan bercak kemerahan tersebut dan bercak tersebut berubah warna menjadi putih, lalu saat anda melepaskan tekanannya maka bercak tersebut kembali merah maka anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, bila bercak kemerahan atau keunguan pada kulit anak anda tidak berubah menjadi putih saat anda menekannya, maka hal ini dapat merupakan suatu tanda adanya penyakit yang serius, seperti meningitis atau sepsis (infeksi berat akibat masuknya kuman ke dalam darah), terutama bila disertai dengan adanya demam. Penyebab lain dari timbulnya bercak kemerahan yang menyebar pada tubuh anak adalah suatu reaksi alergi, yang juga dapat menyebabkan pembengkakan pada mata dan bibir anak anda. Bila terjadi pembengkakan pada wajah atau bibir anak anda, segera hubungi dokter anda. Selain itu, segera hubungi dokter anda bila anak anda juga mengeluh sesak napas atau adanya gangguan pernapasan, karena hal ini dapat merupakan petanda reaksi anafilaksis, suatu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis segera.   Gangguan Pencernaan Berat Muntah dan diare pada anak dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Pada dehidrasi ringan, pemberian cairan elektrolit tambahan melalui air minum dapat menolong, akan tetapi bila anak mengalami dehidrasi sedang atau berat, segera hubungi dokter anda. Semakin muda usia anak maka dehidrasi makin mudah terjadi.   Leher Terasa Kaku Rasa kaku pada leher dapat mengindikasikan meningitis yang memerlukan penanganan medis segera. Akan tetapi, kekakuan pada leher juga dapat disebabkan oleh ketegangan otot. Pada meningitis, rasa kaku pada leher biasanya juga diikuti oleh demam, perasaan melayang, dan nyeri kepala. Selain itu, rasa kaku pada leher yang disertai dengan demam juga dapat merupakan petanda adanya peradangan pada amandel dan bukan meningitis. Bila anda merasa ragu, hubungi dokter anda untuk mengetahui apa penyebab kekakuan leher ini.   Sumber: webmd