Your browser does not support JavaScript!
 30 May 2014    14:30 WIB
Gangguan Jiwa Lebih Berbahaya Dibandingkan Merokok
Penelitian terbaru yang dilakukan di Oxford University mengenai gangguan jiwa mengatakan sebenarnya gangguan jiwa dapat mempersingkat harapan hidup seseorang. Penelitian ini mengatakan harapan hidup yang berkurang bisa mencapai 10 tahun dimana hal ini lebih buruk dibandingkan pengurangan harapan hidup pada seorang perokok yang meroko 20 rokok per hari. Setelah meneliti 1,7 juta pasien dan menganalisis data dari berbagai negara maju, penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang perokok berar dapat mengurangi harapan hidup selama 8-10 tahun dibandingkan pengurangan harapan hidup pada pasien gangguan jiwa bisa sampai 10-25 tahun. The Guardian Liberty Voice melaporkan bahwa penelitian yang sama juga mengklaim bahwa rata-rata harapan hidup penderita skizofenia berkurang 10-20 tahun dibandingkan mereka yang normal, 10-20 tahun pengurangan harapan hidup untuk penderita gangguan bipolar, 10-15 tahun untuk pasien penderita depresi dan antara 10-25 tahun lebih singkat untuk penderita penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Peneliti senior pada tim peneliti ini mengatakan sudah banyak penekanan yang disebarluaskan ke masyarakat mengenai bahaya merokok dan bagaimana merokok dapat menyebabkan kematian, sementara tidak demikian dengan gangguna jiwa. Peneliti juga menekankan bahwa gangguan jiwa juga dapat menyebabkan gangguan fisik yang dapat berakhir menjadi diabetes, penyakit jantung dan kanker. Sayangnya banyak kasus yang terjadi pada pasien gangguan jiwa tidak mendapatkan akses cukup ke fasilitas kesehatan.   Sumber: healthmeup
 10 May 2014    14:00 WIB
Apa Penyebab Dari Nyeri Kronik?
Nyeri, walaupun bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi merupakan cara tubuh Anda memperingatkan ada sesuatu yang salah. Rasa kaku, kesemutan, merupakan tanda bahwa otot Anda mengalami kerusakan syaraf atau telah bekerja terlalu berat. Nyeri yang berkepanjangan (paling tidak berlangsung minimal tiga bulan atau lebih) dianggap sebagai nyeri kronik. Nyeri kronik dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama di bagian bawah tubuh dan rentang sakit bisa dari ringan sampai berat. Nyeri dapat bersifat tajam, tumpul, sensasi seperti terbakar, gatal atau ditandai dengan kekakuan. Nyeri yang ditimbulkan oleh cedera atau trauma adalah hal yang lumrah, tetapi nyeri yang bersifat kronik dapat mengganggu kehidupan Anda sehari-hari dan juga pekerjaan Anda. Nyeri kronik dapat merusak emosi dan fisik Anda. rasa stress yang Anda alami bahkan dapat memperlemah sistem imunitas tubuh Anda dan dapat menyebabkan infeksi, kelelahan dan depresi.Pemicu dari nyeri kronik Sebanyak satu dari tiga orang di Amerika mengalami nyeri kronik, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan tahunan. Akar penyebab dari nyeri kronis bisa berupa:•  Kimia: jika keseimbangan kimiawi di otak Anda terganggu maka Anda bisa merasakan nyeri yang berlangsung lama•  Neurogenik: jenis nyeri ini dapat dihasilkan oleh kerusakan sistem syaraf pusat yang menyebabkan gangguan pada syaraf pengatur nyeri•  Psikogenik: nyeri ini dapat dipicu oleh gangguan emosional dan masalah mental•  Psikologis: nyeri ini ditimbulkan karena gangguan personalistas atau masalah kejiwaan yang bermanifestasi menjadi nyeri secara fisik•  Tidak teridentifikasi: saat tes yang dilakukan tidak dapat memastikan penyebab pasti dari nyeri maka dokter akan menggolongkannya ke dalam nyeri yang tidak dapat diidentifikasi. Faktor resiko dari nyeri kronikDengan mengetahui penyebab dari nyeri kronis yang Anda rasakan maka Anda dapat mengatasi dan mencegah munculnya nyeri. Berbagai penyebab dari nyeri adalah:•  Usia: nyeri kronis memang bukanlah sesuatu yang normal terjadi, tetapi beberapa penyakit seperti arthritis dan diabetes dapat menyebabkan munculnya berbagai nyeri kronis karena gangguan sendi dan kerusakan nervus•  Kondisi kesehatan: fibromialgia, depresi atau gangguan kecemasan, cedera sendi, amputasi kaki dan operasi dapat menimbulkan nyeri yang bersifat kronik.•  Sistem imunitas: sistem imunitas yang melemah dapat menimbulkan berbagai ganguan seperti infeksi dan penyakit lainnya.•  Merokok: merokok dapat menyebabkan nyeri kronik dan menghambat penyerapan obat yang digunakan untuk meredakan sakit tersebut.•  Diet dan gaya hidup: memakan junk food, gaya hidup tidak sehat, mengkonsumsi alkohol dan kebiasaan tidak sehat lainnya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kronik.Sumber: healthline