Your browser does not support JavaScript!
 19 Mar 2020    16:00 WIB
Cegah Kanker dan Penyakit Lainnya Dengan Buah Sirsak
Kandungan Nutrisi Dalam SirsakSetiap 100 gram sirsak mengandung 70 kalori. Sirsak kaya akan karbohidrat dan serat. Berbagai vitamin dan mineral yang terdapat di dalam sirsak adalah vitamin B, vitamin C, magnesium, kalsium, kalium, fosfor, dan natrium. Manfaat Sirsak Bagi Kesehatan: Mencegah KankerSirsak membantu menurunkan jumlah reseptor faktor pertumbuhan epidermal sehingga dapat mencegah berkembangnya sel-sel kanker. Acetogenin di dalam sirsak merupakan suatu zat antikarsinogenik dan membantu menghambat kerja nikotinamid adenin dinukleotida oksidase dari sel kanker. Membantu Menurunkan Berat BadanSirsak mengandung kalori yang sangat rendah dan memiliki banyak nutrisi dan serat yang membuat anda merasa kenyang lebih lama. Daun sirsak juga dapat digunakan untuk menurunkan berat badan. Menjaga Kecantikan KulitSirsak dapat menjaga kecantikan kulit anda dengan cara:•  Membantu menutrisi kulit anda•  Membuang berbagai racun dari dalam tubuh (vitamin C)•  Membuat kulit lebih kenyal dan lembut (vitamin C)•  Mengurangi jerawat dan bisul (zat anti inflamasi)•  Membantu penyembuhan luka (zat anti bakterial)•  Melindungi tubuh dari berbagai radikal bebas dan mencegah terjadinya proses penuaan dini, termasuk pembentukan keriput dan pigmentasi (antioksidan seperti polifenol, saponin, dan bioflavonoid)•  Mencegah kekambuhan eksim dengan cara menempelkan daun sirsak pada daerah kulit yang terkena Menurunkan Tekanan DarahKarena sirsak mengandung kalium yang cukup tinggi, maka sirsak dapat membantu memperlancar sirkulasi darah anda sehingga tekanan darah anda pun turun. Mencegah DiabetesSirsak mengandung banyak acetogenin (suatu zat fitokimia) yang dapat membantu mengatur kadar gula di dalam tubuh. Kandungan serat yang tinggi di dalam sirsak juga dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan mengendalikan kadar gula darah anda. Menurunkan DemamSirsak juga mengandung zat antipiretik (penurun panas) dan anti parasit yang berguna untuk menurunkan demam, mengatasi batuk dan flu. Daun sirsak juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat LainnyaBerbagai kegunaan sirsak bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu meredakan pembengkakan, radang sendi, nyeri sendi, dan nyeri punggung (zat anti inflamasi)•  Membantu menguatkan tulang dan menurunkan resiko osteoporosis (kaya akan kalsium dan fosfor)•  Membantu mengurangi rasa cemas dan depresi, dapat memperbaiki mood, dan membuat tidur lebih nyenyak (triptofan)•  Mencegah terjadinya infeksi saluran air kemih karena sirsak mengandung banyak air•  Membantu mengatasi infeksi (zat anti bakterial) Sumber: foodtofitness
 25 Feb 2020    08:00 WIB
6 Olahraga Yang Tepat Untuk Menjaga Kadar Gula Tetap Normal
Untuk seseorang yang mengalami kencing manis, harus selalu menjaga kadar gula darah agar normal. Kadar gula darah yang normal tidak akan mengganggu seluruh sistem organ yang ada. Oleh karena ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti: Memperhatikan pola makanan yang tepat Olahraga Berkonsultasi dengan dokter dan gunakan obat dengan teratur Pemeriksaan laboratorium yang teratur Poin-poin diatas sangat perlu dilakukan. Salah satu poin yang kadang dilupakan dan malas dilakukan adalah olahraga. Padahal olahraga adalah hal yang penting. Nah untuk Anda yang memiliki kencing manis dan bingung memilih olahraga yang sesuai untuk Anda. Dibawah ini adalah olahraga yang tepat.   Berikut adalah olahraga yang tepat untuk penderita kencing manis: 1.      Jalan cepat Olahraga yang satu ini sangat mudah untuk dilakukan. Anda hanya membutuhkan sepasang sepatu yang baik dan bisa langsung melakukan olahraga ini. Jalan cepat adalah salah satu kegiatan yang paling diresepkan untuk orang dengan kencing manis. Anda bisa melakukan jalan cepat yang lebih cepat untuk meningkatkan denyut jantung dan hal ini sudah dikatakan sebagai latihan aerobik. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan agar yang mengalami kencing manis melakukan jalan cepat sebanyak hari dalam seminggu, masing-masing 50 menit. 2.      Tai chi Tai chi adalah ilmu beladiri China yang memfokuskan pada keseimbangan Energi Chi dalam tubuh manusia. Serangkaian gerakan yang dilakukan secara lambat dan santai selama 30 menit ini, telah dipraktekkan selama berabad-abad. Tai chi sangat ideal bagi penderita kencing manis karena memberikan efek kebugaran dan meredakan stres. Tai chi juga meningkatkan keseimbangan tubuh dan dapat mengurangi kerusakan saraf, yang merupakan komplikasi kencing manis yang paling sering. 3.      Latihan beban Latihan beban akan membangun massa otot, hal ini sangat penting bagi orang-orang dengan kencing manis. Saat kehilangan masa otot, maka tubuh membutuhkan waktu yang lama dalam menstabilkan kadar gula darah. Lakukan l latihan beban setidaknya dua kali dalam seminggu sebagai bagian dari rencana manajemen kencing manis Anda – Namun bila Anda ingin melakukan 3 kali dalam seminggu hal ini lebih ideal lagi. Setiap sesi harus mencakup 5 sampai 10 jenis lifting yang melibatkan kelompok otot utama. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lakukan 3-4 set setiap latihan, dengan masing-masing set terdiri dari 10 sampai 15 pengulangan. 4.      Yoga Yoga dapat menguntungkan Anda dalam beberapa cara. Yoga dapat membantu mengikis lemak tubuh, melawan resistensi insulin, dan meningkatkan fungsi saraf Seperti tai chi, yoga juga peredam stres. Ketika tingkat stres lebih tinggi, maka akan meningkatkan kadar gula darah. Salah satu keuntungan dari yoga sebagai latihan yang bisa Anda lakukan kapan saja sesuai dengan keinginan Anda. 5.      Berenang Berenang adalah latihan aerobik lain dan salah satu olahraga yang ideal untuk orang-orang dengan kencing manis karena tidak memberikan tekanan pada sendi Anda Saat mengalami kencing manis biasanya aliran darah ke pembuluh darah kecil yang ada dibagian ujung tubuh seperti kaki akan menurun, sehingga Anda bisa mengalami kehilangan sensasi di area kaki dan biasanya tidak akan merasakan bila ada cedera dibagian kaki. Sehingga orang yang mengalami kencing manis harus menghindari terjadinya cedera kaki, bahkan luka kecil atau lecet sekalipun proses penyembuhan yang lambat dan rentan terhadap infeksi. Biasanya akan diberikan sepatu khusus dibuat untuk digunakan di kolam renang dapat membantu mencegah kaki tergores dan mengurangi risiko tergelincir 6.      Bersepeda Bersepeda juga merupakan bentuk olahraga aerobik, yang membuat hati dan paru-paru Anda berfungsi lebih baik. Sebuah sepeda stasioner sangat ideal bagi penderita diabetes karena Anda dapat melakukannya di dalam, tidak peduli cuaca dilura, dan Anda tidak perlu khawatir tentang akan risiko jatuh. Bersepeda meningkatkan aliran darah ke kaki Anda dan membakar banyak kalori untuk menjaga berat badan Anda tetap ideal. Olahraga diatas adalah olahraga yang baik untuk yang mengalami kencing manis, namun sebaiknya bila Anda ingin melakukan olahraga tersebut sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda agar mendapat arahan yang terbaik.   Baca juga: 5 Tanda Penyakit Kencing Manis Yang Perlu Diwaspadai   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: everydayhealth
 11 Feb 2020    18:00 WIB
Berbagai Penyebab Tanggalnya Gigi Anda
TraumaTrauma pada gigi anda dapat membuat gigi anda menjadi patah, goyah, dan bahkan tanggal. Terdapat berbagai macam penyebab trauma pada gigi, yaitu: •    Terpukul oleh suatu benda atau trauma pada daerah pipi dan rahang•    Membuka tutup botol dengan menggunakan gigi•    Mengunyah es batu, menggigit coklat beku atau biji popcorn atau kulit kacang yang keras•    Mengunyah pen atau pensil•    Menggunakan gigi untuk memegang gantungan baju anda•    Membuka simpul atau bungkus makanan dengan gigi•    Memutuskan benang dengan menggunakan gigi Kebiasaan menggeretakkan gigi, yang biasanya terjadi saat anda tidur (bruxism), terutama pada saat anda merasa stress, juga dapat membuat gigi anda mengalami tekanan yang terlalu besar, yang dapat membuat gigi anda patah atau retak. Penyakit TertentuPembentukan plak (suatu kumpulan bakteri yang menempel pada gigi anda) pada gigi dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gangguan gusi. Plak dapat membuat gusi menjadi meradang dan dapat menghancurkan jaringan penyangga gigi, termasuk ligamen dan tulang. Kematian dan kerusakan jaringan penyangga gigi ini dapat membuat gigi anda menjadi goyah, dan bahkan tanggal. Plak terutama dapat terbentuk akibat buruknya kebersihan mulut dan jarangnya melakukan pemeriksaan kesehatan gigi. Penyebab LainnyaBerbagai hal lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan gusi dan tanggalnya gigi anda adalah: •    Kebiasaan merokok•    Kurangnya nutrisi•    Menderita diabetes•    Menderita hipertensi•    Menderita radang sendi (artritis) Perubahan kadar hormonal selama kehamilan juga dapat mempengaruhi respon tubuh seorang wanita terhadap penyakit, di mana terjadi penurunan kekebalan tubuh yang membuat wanita hamil lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan gusi dan gigi. Orang-orang yang mengalami gangguan dalam perkembangan maupun mengalami suatu cacat tertentu juga memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap berbagai gangguan kesehatan gigi dan gusi karena kurangnya kemampuan mengurus diri sendiri. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 08 Jan 2020    08:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 07 Jan 2020    11:00 WIB
Waspada 5 Makanan di Sekitar Anda Yang Mengandung Gula Tinggi!
Kebanyakan orang merasa takut apabila banyak makan lemak, karena mereka sadar bahwa terlalu banyak lemak dapat berakibat buruk bagi tubuh. Namun sebaiknya Anda jangan hanya khawatir dengan makanan berlemak namun Anda juga harus memperhatikan makanan yang banyak mengandung gula. Karena ternyata berdasarkan berbagai penelitian telah mengatakan bahwa kadar gula tinggi dapat meningkatkan faktor risiko terkena penyakit, mulai dari obesitas, kencing manis hingga kanker. Namun yang menjadi masalah adalah Kita sudah terbiasa makan gula sejak kecil, sehingga sulit untuk dipisahkan. Selain itu, banyak produsen makanan dan minuman memproduksi produk berkadar gula tinggi. Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit akibat terlalu banyak konsumsi gula kenali beragam jenis makanan dengan kadar gula tinggi di sekitar Anda. Seperti di bawah ini! 1.      Gula pasir, cair, maupun pemanis lain Gula pasir atau gula cair sudah tentu merupakan makanan manis. Namun jangan hanya memperhatikan gula biasa saja. Pemanis buatan pun juga mengandung gula yang tinggi seperti brown sugar memiliki kandungan 97 % gula. Madu memiliki kandungan gula sebanyak 82 %, sirup sebesar 75 %.  Jika harus memilih pemanis alami, maka pilihlah gula tebu yang memiliki 55 % kadar gula. 2.      Minuman sachet dan minuman soda Minuman sachet biasanya mengandung kadar gula tinggi yang bahkan bisa mencapai 94 %. Minuman bersoda biasanya mengandung sekitar 38 gram gula dalam setiap 0,3 liter.  3.      Permen dan nougat Nougat mengandung gula sekitar 83 %. Permen buah bisa memiliki kadar hingga 81 %, sementara permen karet dan permen keras memiliki kadar gula sekitar 63 %. 4.      Kue, biskuit, dan pie Gula adalah bahan baku penting dalam pembuatan kue. Di antara makanan sejenis, macaroon mengandung 71 % gula, yang membuatnya salah satu makanan dengan kadar gula tertinggi di kelasnya. Rata-rata kue memiliki kadar gula hingga 63 %. 5.      Es krim dan milk shakes Es krim makanan enak ini juga mengandung banyak gula, yaitu sekitar 26%, di mana dalam setengah scoop es krim terkandung  14 gram gula di dalamnya. Sementara, milk shakes mengandung 23% gula, di mana dalam setiap 0,5 liter milkshake terkandung 84 gram gula. Selain makanan yang telah disebutkan diatas sebenarnya masih ada banyak makana lain yang mengandung gula oleh karena itu usahakan untuk selalu cek label kemasan untuk mengetahui kandungan gula didalam minuman atau makanan yang Anda konsumsi. Ingat semakin banyak makanan yang mengandung gula yang Anda makan maka kadar gula dalam tubuh pun akan semakin meningkat. Baca juga: Kadar Gula Darah dan Efeknya Pada Tubuh Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: readersdigest
 03 Jan 2020    18:00 WIB
Atasi Diabetes Dengan Mengurangi Konsumsi Nasi Putih
Nasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dari kehidupan masyarakat kita, namun jika kamu memiliki aktivitas fisik yang sedikit, kurangilah konsumsi nasi, terutama nasi putih. Karena Nasi merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga akan diolah menjadi glukosa, namun jika tidak glukosa tersebut akan disimpan di dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah meningkat, dan hal ini tidak baik bagi kesehatan, terutama bagi penderita kencing manis. Konsumsi nasi yang baik adalah satu porsi sehari, dan disubstitusi dengan makanan lainnya yang tinggi protein dan serat, agar pencernaan dan tubuh tetap sehat. Lalu apa manfaat mengurangi konsumsi nasi tersebut? Kadar gula darah normal. Konsumsi nasi yang seimbang, membuat kadar gula darah tetap seimbang.   Sembelit. Rendahnya serat dalam nasi, bisa menyebabkan sembelit, dan juga gerakan usus yang tidak baik.Kencing manis Ini adalah penyakit yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula dalam darah, nasi menyediakan gula dalam jumlah cukup banyak.   Diet. Jika kamu sedang melakukan program diet, lebih baik hindari makanan yang satu ini. Karena nasi akan membuat berat badanmu naik.   Nutrisi. Nutrisi dalam nasi sangat rendah, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan malnutrisi bagi tubuh.   Alergi. Tidak sedikit orang yang alergi terhadap nasi putih. Dan sebagai gantinya, konsumsilah nasi merah.   Rasa lapar. Nasi tidak menyebabkan perut kenyang dalam porsi yang sedikit, sehingga banyak yang mengonsumsi nasi dalam jumlah banyak. Dan itu tidak baik untuk kesehatan.   Lalu apa alternatif pengganti nasi? Ya, di Indonesia banyak sumber karbohidrat yang lebih baik seperti nasi merah, kentang, jagung, dan umbi-umbian. Tidak ada salahnya, kita mulai mengganti nasi putih dengan panganan lainnya untuk menjadikan tubuh lebih sehat J Baca juga: Karbohidrat Sehat Untuk Turunkan Berat Badan Sumber: Cara Sehat
 18 Dec 2019    08:00 WIB
Hubungan Antara Konsumsi Kopi dan Kadar Insulin
Sebuah penelitian menemukan bahwa kadar insulin tidak akan mengalami perubahan setelah Anda mengkonsumsi segelas espresso double atau single. Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2012 ini, para peneliti melakukan pemeriksaan toleransi glukosa pada peserta penelitian, 1 jam setelah mereka mengkonsumsi espresso, baik yang mengandung kafein maupun yang tidak mengandung kafein.  Pada pemeriksaan toleransi glukosa, para peserta diminta untuk mengkonsumsi 75 gram glukosa dan diukur kadar gula darahnya dengan interval waktu tertentu selama 2 jam setelah konsumsi glukosa dilakukan.  Para peneliti juga menemukan bahwa juga tidak ditemukana danya perubahan sensitivitas insulin sebagai reaksi karena mengkonsumsi segelas espresso single atau double. Berdasarkan sebuah penelitian lainnya di tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi (kopi hitam tanpa gula atau krim) secara teratur setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.  Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi 4-6 gelas kopi setiap harinya memiliki resiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah dibandingkan dengan peserta lain yang mengkonsumsi kurang dari 2 gelas kopi setiap harinya. Kopi yang telah melalui proses filtrasi dan tidak mengandung kafein memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan kopi yang tidak difiltrasi dan mengandung kafein. Pada sebuah penelitian lainnya di tahun 2005, para peneliti menemukan bahwa konsumsi kopi, baik yang mengandung kafein maupun yang tidak mengandung kafein tidak mempengaruhi kadar insulin seseroang.  Akan tetapi, setiap orang memiliki metabolisme insulin yang berbeda-beda. Hal inilah yang mungkin menyebabkan para peneliti sulit menentukan apakah ada suatu hubungan antara konsumsi kopi dan kadar insulin seseorang. Mengkonsumsi 5 gelas kopi, baik berkafein maupun tidak setiap harinya dapat membuat kadar gula darah 2 jam setelah makan menjadi lebih rendah. Para peneliti menduga bahwa asam klorogenik yang terdapat di dalam kopilah yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah ini. Akan tetapi, mengkonsumsi kopi sebelum makan dapat mengganggu hasil pemeriksaan toleransi glukosa. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2008 menemukan bahwa mengkonsumsi kopi berkafein bersamaan dengan makanan mungkin dapat meningkatkan sekresi insulin, tetapi dapat menurunkan sensitivitas insulin. Pada penelitian ini, para peserta diminta untuk mengkonsumsi kopi berkafein sebanyak 5 mg/kgBB dalam waktu 1 jam sebelum makan, terlepas dari indeks glikemik makanan yang akan dikonsumsi (indeks glikemik tinggi maupun rendah).  Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kopi berkafein sebelum mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan sekresi insulin sebanyak 40% dibandingkan dengan mengkonsumsi kopi tanpa kafein sebelum mengkonsumsi makanan yang sama.  Mengkonsumsi kopi berkafein sebelum mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah menyebabkan peningkatan sekresi insulin sebanyak 36% dibandingkan dengan saat mengkonsumsi kopi tanpa kafein sebelum mengkonsumsi makanan yang sama. Oleh karena itu, para peneliti pun berkesimpulan bahwa kopi berkafein mungkin dapat memicu terjadinya resistensi insulin.   Sumber: healthyeating.sfgate
 15 Dec 2019    11:00 WIB
Konsumsi Air Putih terlalu Banyak Dapat Merusak Ginjal
Kita semua tahu bahwa meminum air putih sangat penting untuk tubuh supaya dapat berfungsi dengan baik. Tetapi terlalu banyak konsumsi air putih justru dapat memberikan efek negatif untuk tubuh, terutama ginjal. Jadi sebanyak apa air yang dibutuhkan untuk tubuh tetap terhidrasi dan sebanyak apa konsumsi air yang dapat merusak ginjal. Keringat dapat mengurangi jumlah air didalam tubuh dan dapat memberikan efek negatif baik secara internal dan eksternal. Konsumsi air putih terlalu banyak dapat berbahaya untuk pasien yang berkeringat banyak dan mengeluarkan garam didalam tubuh bersamaan dengan keringat dengan air tanpa keringat. Maka pasien tersebut akan mengalami masalah ketidakseimbangan elektrolit. Pembatasan konsumsi air ini mungkin tidak terlalu berpengaruh pada pasien dengan usia lebih mudah tetapi pada pasien yang lebih tua dan pasien dengan penyakit yang serius sangat memerlukan monitoring terhadap konsumsi air. Biasanya pasien usia muda terlebih dengan ginjal yang sehat seharusnya memang tidak memiliki masalah dengan konsumsi air putih berlebih karena ginjalnya akan dapat mengatasi kelebihan air tersebut. Tetapi pada pasien dengan diabetes, terlebih jika mengalami kelaianan jantung, hati, pasien dengan kelainan psikiatri yang mengkonsumsi banyak air, pada orang tua dan pasien penyakt ginjal sangat diperlukan keseimbangan elektrolit yang dipantau dengan ketat. Bagaimana mengkonsumsi air dengan cara yang tepat:Biasanya tubuh kita memberikan sinyak jika tubuh memerlukan air dengan mengaktivasikan refleks haus. Dengan kondisi daerah kita yang tropis disertai tingkat kelembaban yang tinggi, maka sangat penting untuk menghidrasi tubuh kita dengan minum 1,5-2 liter perhari. Juga sangat penting untuk menghindari jenis minuman yang justru akan menimbulkan dehidrasi misalnya seperti alkohol. Cairan isotonik yang mengandung garam dalam proporsi baik akan lebih baik dibandingkan air.Sumber: healthmeup
 12 Dec 2019    11:00 WIB
Prediabetes Dapat Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa ternyata menderita prediabetes berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker? Sebuah meta-analisis dari 16 penelitian menunjukkan bahwa prediabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker hingga 15%. Prediabetes merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah Anda berada di antara kadar gula darah normal dan kadar gula darah seorang penderita diabetes. Pada penelitian ini, para peneliti memfokuskan penelitiannya pada dua jenis prediabetes, yaitu gangguan kadar gula darah puasa dan gangguan toleransi glukosa. Keduanya merupakan suatu keadaan di mana seseorang memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan antara prediabetes dengan kanker, akan tetapi tidak berhasil menyimpulkan sesuatu. Oleh karena itu, para peneliti pun kembali menganalisis hasil dari sekitar 16 buah penelitian mengenai hubungan antara prediabetes dengan kanker. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 890.000 orang yang berasal dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Hal ini membuat para peneliti dapat mengendalikan berbagai faktor resiko lainnya seperti usia, indeks massa tubuh, ras, dan berbagai faktor lainnya untuk mengetahui secara pasti apa hubungan antara prediabetes dan kanker. Para peneliti kemudian menemukan bahwa prediabetes ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker hingga sekitar 15%.  Para peneliti juga menemukan bahwa prediabetes dapat secara signifikan meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker lambung, kanker usus besar (kolorektal), kanker hati, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker rahim. Selain itu, walaupun tidak cukup signifikan, prediabetes juga dapat meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker paru, kanker prostat, kanker ovarium (indung telur), kanker ginjal, dan kanker kandung kemih. Baik gangguan kadar gula darah puasa maupun gangguan toleransi glukosa dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker di atas. Mengapa hal ini dapat terjadi? Para peneliti menduga hal ini mungkin disebabkan oleh keadaan hiperglikemia kronik (tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu lama) dan berbagai gangguan lain yang berhubungan dengannya merupakan suatu faktor karsinogenik (dapat memicu terjadinya kanker). Teori lainnya adalah berhubungan dengan tingginya kadar insulin di dalam darah. Resistensi insulin pada seorang penderita prediabetes membuat tubuh harus melepaskan lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Tingginya kadar insulin ini dapat menyebabkan sel-sel kanker menjadi bertumbuh dan bertambah banyak. Teori ketiga adalah berhubungan dengan faktor genetika. Para ahli menduga bahwa telah terjadi suatu mutasi genetik yang membuat beberapa orang tertentu menjadi lebih rentan terhadap kanker dan prediabetes. Peningkatan kasus diabetes dan prediabetes di masa sekarang ini memang cukup mengkhawatirkan, akan tetapi perubahan gaya hidup dan diet sehat serta seimbang dapat mencegah terjadinya prediabetes dan diabetes.       Sumber: womenshealthmag
 28 Nov 2019    16:00 WIB
Masalah Penglihatan Yang Berkaitan Dengan Usia
Perubahan penglihatan adalah hal pertama yang tubuh Anda pelajari saat tubuh Anda bertambah tua. Biasanya gangguan ini awalnya bersifat ringan dan sering terjadi pada usia pertengahan. Anda harus memegang buku dengan jarak jauh supaya bisa membacanya Kemungkinan Anda menderita: presbiopia atau ketidakmampuan untuk fokus pada jarak dekat. Presbiopia merupakan masalah yang paling umum terkadi saat usia pertengahan. Saat Anda bertambah tua, lensa mata Anda menjadi kurang fleksibel sehingga mata Anda tidak dapat fokus dengan baik. Apa yang harus dilakukan: jika membaca menjadi aktivitas yang semakin sulit untuk dilakukan maka saatnya untuk memeriksakan mata Anda ke dokter untuk mendapatkan ukuran lensa kacamata yang sesuai dengan Anda. Jika Anda perlu perbaikan penglihatan baik untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat maka Anda memerlukan lensa progressive atau lensa trifocals yang dapat membantu Anda untuk penglihatan jarak jauh maupun dekat. Pilihan lain Anda bisa menggunakan kontak lensa. Operasi laser juga dapat menjadi pilihan pengobatan. Mata Anda terasa kering dan mengalami iritasi sepanjang waktu Kemungkinan Anda menderita: sindrom mata kering Saat Anda bertambah tua, mata Anda secara natural akan mengalami penurunan dalam produksi air mata. Menjalani operasi laser mata atau memakai kontak lensa dapat memperburuk masalah. Apa yang harus dilakukan: mata kering dapat sangat mengganggu, bahkan lebih buruk lagi dapat menimbulkan iritasi. Mata Anda harus dalam keadaan basah  untuk menjaga kesehatannya dan fungsinya tetap baik. Mata kering juga dapat menimbulkan masalah jika berlangsung dalam waktu yang lama. Anda bisa membeli air mata buatan tanpa resep dari dokter. Dengan air mata buatan Anda bisa melembabkan kembali mata Anda. Anda mempunyai penyakit diabetes tidak terkontrol dan penglihatan Anda berubah dari hari ke hari Kemungkinan Anda menderita: gula darah yang tidak terkontrol Diabetes yang tidak terkendali dapat mempengaruhi seluruh organ di tubuh Anda, termasuk mata. Jika gula darah tidak terkontrol ini dibiarkan terlalu lama, maka akan terjadi kerusakan pembuluh darah di mata Anda. Kerusakan pembuluh darah ini dapat merusak penglihatan Anda. Apa yang harus dilakukan: temui dokter Anda dan lakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan jika Anda berpikir Anda tidak memiliki diabetes ( kebanyakan orang tidak tahu jika dia mengidap diabetes ) Penglihatan Anda baik-baik saja, tetapi Anda sudah berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki riwayat keluarga glaukoma Kemungkinan Anda menderita: glaukoma Glukoma adalah penyakit mata yang dapat merusakan kerusakan syaraf mata. Glaukoma sering terjadi tanpa gejala. Anda bisa tidak menyadarinya sampai Anda kehilangan penglihatan Anda. Kemungkinan Anda menderita: temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan mata, termasuk tes tekanan mata sebelum Anda mengalami gejala-gejala lain. Jika Anda menderita glaukoma, obat tetes mata dan operasi dapat memperbaiki gejala Anda. Pandangan berkabut Kemungkinan Anda menderita: katarak Katarak bisa disebabkan karena lensa mata yang berkabut seiring dengan bertambahnya usia, karena protein didalam lensa mata Anda mulai menumpuk bersama-sama. katarak juga bisa menyebabkan efek halo saat malam hari dan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, terutama pada siang hari. Kemungkinan Anda menderita: sampai penglihatan mengganggu penglihatan Anda lebih berat lagi, Anda bisa mengubah resep kacamata untuk membuat Anda menglihat lebih jelas lagi. Saat penglihatan semakin memburuk, maka dokter Anda akan meminta Anda untuk melakukan operasi untuk mengganti lensa yang berkabut dengan lensa artifisial. Baca juga: Mata Bisa Bunuh Bakteri  Sumber: webmd