Your browser does not support JavaScript!
 11 Feb 2019    10:00 WIB
Hubungan Antara Hepatitis C dan Diabetes
Hepatitis C merupakan infeksi virus hepatitis C pada hati yang menyebabkan hati membengkak akibat peradangan pada sel-sel hati. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.Virus hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Tidak ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis C ini. Hati merupakan organ yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan, tempat penyimpanan cadangan makanan (gula/glukosa), mencegah terjadinya infeksi, dan membuang berbagai zat beracun dari dalam tubuh.Hubungan Hepatitis C dan DiabetesSelain mengganggu fungsi hati, hepatitis C ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit telah terjadi dalam waktu yang lama). Hal ini terjadi akibat gangguan salah satu fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, di mana hati tidak mampu menyimpan kelebihan glukosa di dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat (hiperglikemia). Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam waktu lama menyebabkan hati harus bekerja lebih keras hingga akhirnya meradang. Menurut the American Diabetes Association(ADA), sekitar 80% penderita diabetes mengalami penumpukkan glukosa yang berlebihan pada hati yang menyebabkan hati lebih sulit melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus hepatitis C.Terapi Insulin dan Hepatitis CInsulin merupakan salah satu obat diabetes yang banyak digunakan, terutama bila kadar gula darah anda tidak dapat dikendalikan dengan pemberian obat anti diabetika oral. Akan tetapi, bila anda juga menderita hepatitis C, maka penggunaan insulin mungkin harus kembali dipertimbangkan. Insulin dapat menyebabkan perubahan metabolisme hati dan menurunkan kemampuan hati untuk melawan berbagai infeksi. KomplikasiMenderita diabetes dan hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain, seperti sirosis hati (menyebabkan peningkatan kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes) dan gagal hati yang dapat berakibat fatal. Anda mungkin membutuhkan tindakan transplantasi hati untuk mengatasi kedua komplikasi berbahaya ini. Walaupun tidak semua penderita hepatitis C akan mengalami diabetes dan sebaliknya, akan tetapi mereka tetap memiliki resiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin sehingga dapat mendeteksi gangguan lain sedini mungkin dan memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: healthline
 10 Feb 2019    11:00 WIB
Gaya Hidup Menyebabkan Asam Urat dan Diabetes
Perubahan gaya hidup membuat semakin meningkatnya penderita berat badan berlebih dan obesitas. Hal ini juga menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit diabetes dan gout. Gout merupakan suatu radang sendi yang disebabkan oleh berlebihannya kadar asam urat di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri hebat mendadak, pembengkakan dan kemerahan pada sendi. Artritis gout paling sering mengenai sendi ibu jari kaki, akan tetapi juga dapat mengenai sendi kaki, pergelangan kaki, lutut, sendi tangan, dan pergelangan tangan. Diabetes merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah, yang dapat disebabkan oleh makan terlalu banyak dan kurang banyak bergerak. Gout dan diabetes tipe 2 seringkali terjadi secara bersamaan pada orang dengan kondisi fisik tertentu, terutama pada penderita obesitas. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengurangi resiko terjadinya gout dan diabetes.   Turunkan Berat Badan Untuk mencegah gout, diabetes tipe 2, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, menjaga berat badan anda merupakan salah satu hal yang penting. Selain itu, menjaga lingkar perut anda juga sangat penting, terutama bila BMI (body mass index) anda berada di antara 25-34.9. Lingkar perut yang dianjurkan pada wanita adalah 89 cm dan 101 cm pada pria.   Olahraga Teratur Berolahraga secara teratur dapat membantu mengendalikan berat badan anda dan dapat menurunkan tekanan darah anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat anda dan dengan demikian dapat menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, berolahraga juga memperbaiki kadar gula pada penderita intoleransi glukosa yang beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Seorang ahli menganjurkan agar anda melakukan olahraga sedang selama 30 menit selama setidaknya 5 hari dalam seminggu. Jika anda sedang mengalami serangan gout atau mengalami kerusakan sendi akibat masalah berat badan, maka jenis dan lama olahraga yang boleh anda lakukan pun menjadi terbatas. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum anda mulai berolahraga.   Berhenti Mengkonsumsi Alkohol Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 2-4 gelas minuman beralkohol setiap minggunya meningkatkan resiko terjadinya gout sebanyak 25%. Resiko terkena gout bahkan meningkat sebanyak 200% pada orang yang mengkonsumsi bir sebanyak 2 gelas setiap harinya. Bir dan minuman beralkohol lainnya diduga dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Akan tetapi, tidak demikian dengan wine. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan tidak terkendali (binge) juga merupakan salah satu faktor resiko utama gout. Selain menurunkan resiko gout, mengurangi 2 gelas bir setiap harinya juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat dan dengan demikian juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Hindari Minuman Manis Sebuah penelitian menemukan bahwa minuman yang dimaniskan dengan gula atau mengandung fruktosa cukup tinggi, seperti pada minuman soda, dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Bahkan jus jeruk pun dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Menghindari konsumsi minuman manis juga merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi jumlah kalori dalam diet anda, menurunkan berat badan anda, dan memperbaiki kadar gula darah anda (bila anda menderita diabetes).   Diet Gout Diet gout merupakan diet yang bertujuan untuk mengendalikan produksi asam urat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin. Makanan tinggi purin menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi purin adalah hati atau jeroan lainnya, ikan teri, lobster, udang, kerang, ikan haring, ikan mackerel, sapi, babi, dan domba. Bukan berarti anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi berbagai makanan di atas, anda hanya perlu untuk membatasinya menjadi 1 porsi setiap harinya.   Susu dan Produk Susu Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi susu skim atau susu rendah lemak atau memakan produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, mengkonsumsi produk susu rendah lemak juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Sumber: webmd
 07 Jan 2019    16:00 WIB
Apa Bahaya Dari Mengkonsumsi Terlalu Banyak Daging Merah?
Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak daging merah dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari 3 buah penelitian yang terdiri dari kuesioner mengenai makanan dan data kesehatan dari lebih dari 149.000 orang pria dan wanita di Amerika. Para peneliti kemudian membandingkan data di antara para peserta penelitian, yaitu para peserta penelitian yang tidak mengubah konsumsi daging merahnya dan para peserta penelitian yang meningkatkan konsumsi daging merahnya sebanyak lebih dari setengah porsi setiap harinya. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi lebih banyak daging merah ternyata mengalami peningkatan resiko untuk menderita diabetes tipe 2 hingga 48% setelah meningkatkan konsumsi daging merahnya selama lebih dari 4 tahun. Sebaliknya, para peserta penelitian yang mengurangi konsumsi daging merahnya hingga setidaknya setengah porsi setiap harinya justru mengalami penurunan resiko menderita diabetes tipe 2 hingga 14%. Pada penelitian ini, para peneliti tidak menyelidiki mengapa banyak mengkonsumsi daging merah dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes. Akan tetapi, para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan beberapa jenis potongan daging merah mengandung banyak lemak jenuh, yang berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya ternyata berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung dan peningkatan resistensi insulin. Walaupun demikian, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh. Sekitar kurang dari 10% konsumsi kalori harian Anda haruslah berasal dari lemak jenuh. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak lemak jenuh adalah susu full cream, keju tinggi lemak, dan berbagai jenis makanan lain yang mengandung banyak mentega. Hal ini bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi daging merah, Anda hanya perlu memilih bagian daging yang tidak mengandung terlalu banyak lemak seperti sirloin atau tenderloin.     Sumber: womenshealthmag
 16 Dec 2018    08:00 WIB
Kayu Manis dan Diabetes
Kayu Manis dan DiabetesTerdapat 2 jenis kayu manis, yaitu kayu manis Ceylon dan kayu manis cassia. Kayu manis cassia merupakan jenis kayu manis yang sering digunakan untuk memasak dan merupakan jenis kayu manis yang digunakan untuk meneliti adanya hubungan antara kayu manis dengan diabetes. Pada diabetes tipe 2, hormon insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan resistensi insulin. Pada sebuah penelitian lainnya, peserta diminta untuk mengkonsumsi 1-6 gram kayu manis selama 40 hari, di mana 1 gram kayu manis ini setara dengan setengah sendok teh kayu manis. Para peneliti kemudian menemukan bahwa kayu manis ini dapat menurunkan kadar kolesterol para peserta hingga sekitar 18% dan menurunkan kadar gula darah hingga 24%. Akan tetapi, ada pula penelitian di mana kayu manis tidak menunjukkan kedua manfaat tersebut.Bolehkah Penderita Diabetes Mengkonsumsi Kayu Manis?Tampaknya kayu manis aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, akan tetapi penderita kerusakan hati sebaiknya berhati-hati karena kayu manis dalam jumlah besar dapat meningkatkan berbagai gangguan hati.Apakah Kayu Manis Dapat Berinteraksi Dengan Obat?Karena kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah, maka berhati-hatilah saat anda menggunakannya dengan suplemen atau obat yang juga berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, terutama saat anda berencana untuk berolahraga. Beberapa suplemen yang dapat berinteraksi dengan kayu manis adalah:•    Asam alfa lipoik•    Kromium•    Bawang putih•    Ginseng Siberia Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi kayu manis bersamaan dengan obat-obatan yang juga mempengaruhi hati karena dapat meningkatkan resiko gangguan hati. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi kayu manis, terutama bila anda juga mengkonsumsi obat-obatan tertentu.Sumber: webmd
 05 Dec 2018    11:00 WIB
Apakah Labu Bermanfaat Untuk Diabetes?
Diabetes merupakan penyakit yang sangat kompleks, dan diabetes sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, banyak masalah kesehatan yang akan terjadi. Oleh karena itu jenis makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sangatlah penting. Makanan yang malalui proses haruslah dihindari sebisa mungkin. Perbanyak konsumsi makanan alami. Jenis makanan seperti brokoli, salmon, sarden adalah beberapa jenis makanan yang harus dimasukkan pada menu diet penderita diabetes. Jadi apakah labu baik untuk penderita diabetes? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh penderita diabetes. Kabar baiknya adalah labu yang merupakan keluarga cucurbitaceae adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Makanan lain yang termasuk dalam keluarga cucurbitaceae adalah mentimun dan melon. Ada banyak sekali cara pengolahan labu, bisa dengan steam, panggang, rebus dan bakar. Labu juga sangat disukai dalam bentuk mashed. Selain itu labu juga bisa disajikan dalam bentuk sup, pie dan puree. Labu kaya akan vitamin A dan C, potasium, asam folat dan protein. Selain itu labu juga kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh. Berikut adalah manfaat labu untuk penderita diabetes. Kaya akan vitamin C Vitamin C sangat dibutuhkan untuk mengontrol diabetes melitus, dengan cara menstimulasi keluarnya insulin pada pasien diabetes. Vitamin C merupakan sumber yang baik untuk menstimulasi pengeluaran insulin tubuh dan ketika dikonsumsi secara oral akan sangat membantu mengontrol diabetes.  Zat besi dan lemak tidak jenuh Biji labu sangat kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk jantung. Inilah alasan mengapa labu sangat baik untuk diabetes. Anda bisa mengkonsumsi biji labu sebagai taburan salad atau sebagai kudapan yang renyah.  Antioksidan Ketika produksi insulin menurun didalam tubuh, hal ini juga bisa mempengaruhi kadar karbohidrat, lemak, protein dan metabolisme. Banyak studi yang membuktikan jika stress oksidatif dapat menyebabkan gangguan metabolik. Karena labu mengandung antioksidan yang tinggi maka labu sangat baik untuk melawan stress oksidatif yang dapat menimbulkan masalah pada penderita diabetes. Asam folat Disfungsi endotelial tang sering terjadi pada penderita diabetes akan menurunkan kadar nitrit oksida didalam tubuh. Asam folat dapat membalikkan proses ini dan memungkinkan asam nitrit didalam endotelial berfungsi dengan baik.   Sumber: boldsky
 16 Nov 2018    08:00 WIB
Bentuknya Yang Unik, Kacang Walnut Punya Banyak Manfaat Untuk Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Kacang WalnutSetiap 100 gram kacang walnut mengandung sekitar 650 kalori, yang membuatnya menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Kacang walnut juga mengandung protein dan lemak, terutama lemak tidak jenuh ganda. Kacang walnut juga mengandung lemak jenuh dan lemak tidak jenuh tunggal. Selain itu, kacang walnut juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, dan seng.1.  Melindungi JantungKacang walnut mengandung banyak asam lemak tidak jenuh tunggal. Selain itu, kacang walnut juga mengandung asam linoleat, asam lemak omega 3, dan asam arakidonat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL. Kacang walnut juga mengandung banyak antioksidan serta dapat membantu menurunkan pembentukan plak lemak di dinding dalam pembuluh darah sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis penyakit jantung dan menurunkan resiko terjadinya stroke.2.  Membantu Mencegah DiabetesKacang walnut dapat membantu mengatur kadar gula darah dan telah terbukti dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2 karena mengandung banyak asam lemak tidak jenuh ganda. Kacang walnut juga membantu proses pembentukan insulin di dalam hati sehingga dapat membantu proses pencernaan glukosa (gula). Kacang walnut juga mengandung berbagai jenis mineral, protein nabati, dan serat yang dapat membantu proses pemecahan glukosa di dalam tubuh.3.  Mencegah KankerKacang walnut juga dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker karena mengandung berbagai jenis antioksidan dalam jumlah besar dan asam lemak omega 3 (asam linoleat) yang dapat menghambat perkembangan tumor. Fitosterol, vitamin E, dan melatonin merupakan beberapa jenis antioksidan yang terdapat di dalam kacang walnut. Karena kandungan fenol yang tinggi di dalamnya, maka kacang walnut dapat menghambat proses pembelahan diri sel-sel kanker. Selain itu, kacang walnut juga mengandung tannin telimagrandin yang merupakan antioksidan langka yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Kacang walnut telah terbukti dapat mencegah terjadinya kanker payudara dan kanker prostat. 4.  Meningkatkan Daya Ingat dan Fungsi KognitifPolifenol dan berbagai antioksidan di dalam kacang walnut dapat membantu membuat otak bekerja dengan lebih efisien. Asam alfa linoleat (suatu jenis asam lemak omega 3) di dalam kacang walnut dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat proses oksidasi, termasuk akibat protein beta amiloidal. Penyakit Alzheimer dapat dicegah dengan mengkonsumsi kacang walnut karena dapat membantu menghambat pembentukan plak senil dan penumpukkan amiloid di dalam otak, sehingga mencegah kematian sel-sel saraf di dalam otak.Kacang walnut juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif, seperti kemampuan untuk memecahkan masalah, kecepatan refleks atau respon anda, kemampuan menganalisis, dan kemampuan belajar.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari kacang walnut bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu mengatasi gangguan tidur (melatonin)•  Melindungi dan menjaga kesehatan pembuluh darah (asam lemak omega 3). Omega 3 dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi resiko pembentukan bekuan darah•  Mengurangi pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah (omega 3)•  Meningkatkan fleksibiltas pembuluh darah dengan cara melemaskan dan melembutkan dinding pembuluh darah (asam amino L arginine)•  Mencegah terjadinya disfungsi endothelial•  Membantu menjaga berat badan dengan cara meningkatkan proses oksidasi lemak dan menghambat proses oksidasi karbohidrat•  Melindungi tubuh dan kulit dari efek radikal bebas dan mengurangi proses oksidasi (antioksidan)•  Menghambat proses penuaan dengan cara mengurangi pigmentasi kulit seperti pembentukan noda hitam (vitamin E)•  Membantu melembabkan kulit (minyak walnut)•  Mencegah pembentukan batu empedu•  Sumber vitamin B kompleksSumber: foodtofitness
 14 Nov 2018    08:00 WIB
9 Tips Untuk Hidup Sehat Walaupun Menderita Diabetes
Mengapa Anda Perlu Mengendalikan Kadar Gula Darah Anda? Diabetes merupakan penyakit kronik yang mempengaruhi proses produksi insulin di dalam tubuh dan bagaimana respon tubuh terhadap insulin tersebut. Insulin merupakan suatu zat kimia yang membuat gula dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh Anda dan menyediakan energi bagi proses metabolisme sel. Jika sel-sel tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin atau jika tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup banyak insulin, maka keadaan ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan fisik dan mental Anda. Jika keadaan ini terus berlangsung tanpa pengobatan, maka kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya penyakit arteri perifer, kerusakan pada saraf di kaki, penurunan fungsi penglihatan, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh Anda walaupun telah terdiagnosa menderita diabetes.   1.      Ketahui Gejala Hiperglikemia Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh meningkat melebihi batas normal. Gejala hiperglikemia sebenarnya berbeda-beda di antara orang yang satu dengan yang lainnya dan bahkan dapat berbeda antara serangan hiperglikemia yang satu dengan serangan hiperglikemia lainnya. Walaupun demikian, terdapat beberapa gejala hiperglikemia yang cukup sering ditemukan pada hampir semua orang yang pernah mengalaminya. Beberapa gejala tersebut adalah: Merasa lebih lapar atau lebih haus daripada biasanya Lebih sering buang air kecil daripada biasanya Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil Merasa sangat lelah atau mengantuk atau tidak bertenaga Tidak dapat melihat dengan jelas atau melihat suatu lingkaran putih saat melihat cahaya Sangat penting bagi seorang penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darahnya karena kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf di dalam tubuh Anda. Selain itu, gangguan sirkulasi darah juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, gangguan jantung, stroke, kebutaan, amputasi kaki, gangguan ginjal, dan gangguan fungsi seksual.   2.      Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol Minuman beralkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi gula darah. Oleh karena itu, mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia) yang dapat membahayakan jiwa Anda.   3.      Turunkan Berat Badan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin, yang membuat kadar gula darah sulit dikendalikan. Selain itu, memiliki berat badan berlebih juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan meningkatkan resiko terjadinya gangguan ginjal atau stroke. Menurunkan berat badan dapat membantu Anda mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengetahui program diet mana yang paling tepat bagi Anda.   4.      Siapkan Cemilan Sehat Untuk berjaga-jaga, dianjurkan agar seorang penderita diabetes selalu membawa cemilan sehat untuk mengatasi hipoglikemia, bila terjadi. Pilihlah berbagai jenis makanan yang mengandung 15 gram karbohidrat di setiap porsinya, yaitu gandum, buah, dan sayuran.   5.      Makanan Bebas Gula Bukan Berarti Bebas Karbohidrat dan Kalori Walaupun berbagai jenis makanan bebas gula harus mengandung kurang dari 0.5 gram gula di setiap porsinya, akan tetapi hal ini bukan berarti makanan tersebut bebas dari karbohidrat dan kalori.   6.      Berolahraga Secara Teratur Tahukah Anda bahwa berjalan kaki merupakan salah satu jenis olahraga dan yang cukup bagus pula? Berjalan kaki merupakan olahraga yang aman bagi otot dan persendian Anda dan jarang sekali menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih sensitif terhadap insulin, membantu menurunkan berat badan, dan membantu mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Beberapa jenis olahraga lain yang juga dapat menjadi pilihan bagi seorang penderita diabetes adalah berenang, bersepeda, jogging, yoga, dan angkat beban. Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai berolahraga.   7.      Perhatikan Kesehatan Kaki Anda Untuk menjaga kesehatan dan aktivitas harian Anda, maka sangat penting bagi Anda untuk merawat kaki Anda. Kaki Anda sangat rentan terhadap kerusakan saraf akibat diabetes yang Anda alami dan gangguan sirkulasi yang terjadi akibat diabetes. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah mengalami luka yang sulit sembuh dan bahkan terinfeksi. Luka yang tidak kunjung sembuh dan malah semakin dalam, akan dapat membuat Anda kehilangan kaki Anda (amputasi). Hal ini tentu saja akan sangat membatasi aktivitas fisik Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga kesehatan kaki Anda dengan menggunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki Anda dan gunakanlah kaos kaki atau stoking untuk mengurangi gesekan antara kaki Anda dengan sepatu. Selain itu, pastikan Anda juga selalu memeriksa keadaan kaki Anda setiap malam untuk mengecek ada tidaknya luka lecet atau iritasi kulit lainnya.   8.      Periksa Kesehatan Mata Anda Secara Teratur Diabetes merupakan penyebab utama kebutaan di Amerika. Akan tetapi, sebenarnya beberapa jenis gangguan mata dapat diobati bila diketahui lebih dini. Salah satu gangguan mata yang paling berat adalah retinopati, sebuah penyakit yang disebabkan oleh perdarahan di bagian belakang mata yang dapat menyebabkan pandangan menjadi kabur dan menimbulkan luka parut permanen pada retina. Selain itu, seorang penderita diabetes juga lebih rentan terhadap katarak dan penglihatan ganda. Oleh karena itu, periksalah kesehatan mata Anda setiap tahun sekali untuk mendeteksi sedini mungkin berbagai gangguan mata yang terjadi.   9.      Perhatikan Kadar Gula Darah Anda Saat Hamil Bila Anda menderita diabetes dan hamil, maka Anda dan bayi Anda pun memiliki resiko kesehatan  yang besar. Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita diabetes memilikii resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kelainan bawaan dan lahir mati. Akan tetapi, banyak gangguan yang dapat Anda hindari bila Anda mengendalikan kadar gula darah Anda (mendekati nilai normal) sebelum dan selama kehamilan berlangsung. Kadar gula darah ini sangat perlu diperhatikan pada 3 bulan pertama kehamilan (12 minggu pertama) karena pada saat inilah organ-organ bayi sedang dibentuk. Selain itu, menjaga kadar gula darah Anda tetap mendekati batas normal juga dapat menurunkan resiko bayi Anda terlahir dengan sangat besar dan membuat proses persalinan menjadi lebih mudah.   Sumber: sheknows
 27 Oct 2018    11:00 WIB
Sudahkah Sobat Mengenali Jenis-Jenis Diabetes ?
Halo Sahabat, tahukah kalian apa itu Diabetes, yuk kita pelajari. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang dikenal dengan sebutan umum yaitu penyakit kencing manis atau penyakit peningkatan gula darah yang disebabkan oleh gangguan pada kinerja insulin. Sedang insulin (hormon polipeptida) adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh Pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia, untuk mengatur metabolisme karbohidrat dalam tubuh secara teratur. Jadi ketika seseorang terserang diabetes mellitus, ia tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Pada dasarnya semua jenis diabetes mellitus memiliki kesamaan. Biasanya, tubuh anda memecah gula dan karbohidrat yang anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa mengisi sel-sel dalam tubuh anda. Tetapi sel membutuhkan insulin, hormon, dalam aliran darah anda untuk mengambil glukosa dan menggunakannya untuk energi. Sedangkan diabetes mellitus, membuat tubuh anda tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya, bisa juga  kombinasi keduanya. Karena sel-sel tidak dapat mengambil glukosa, sel-sel itu menumpuk di dalam darah anda. Sehingga Kadar glukosa darah menjadi tinggi dan dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, atau sistem saraf anda. Itu sebabnya jika diabetes tidak ditangani pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf terutama saraf kaki. Sekarang mari kita selidiki lebih dalam jenis-jenis Diabetes: Pertama Diabetes tipe 1 atau disebut juga diabetes yang bergantung pada insulin (IDDM) insulin dependent diabetes mellitus .Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur, namun mayoritas pasien diabetes tipe satu adalah anak-anak   . Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun. Ini disebabkan oleh tubuh yang menyerang pankreasnya sendiri dengan antibodi. Seseorang yang terkena diabetes tipe 1, pankreasnya rusak dan tidak dapat menghasilkan insulin. Jenis diabetes ini mungkin disebabkan oleh predisposisi genetic (faktor keturunan). Penderita diabetes tipe 1, mengalami beberapa kerusakan pada pembuluh darah kecil seperti di mata yang disebut (retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik). Bahkan yang lebih serius adalah peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Perawatan untuk diabetes tipe 1 melibatkan pengambilan insulin, yang perlu disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak di bawah. Metode menyuntikkan insulin meliputi beberapa hal, yaitu : 1.Suntikan 2.Pena insulin yang menggunakan kartrid yang diisi sebelumnya dan jarum halus 3.Jet injector yang menggunakan udara bertekanan tinggi untuk mengirim semprotan insulin melalui kulit 4.Pompa insulin yang mengeluarkan insulin melalui selang fleksibel ke kateter di bawah kulit perut Memiliki diabetes tipe 1 memang membutuhkan perubahan gaya hidup yang signifikan seperti, Sering menguji kadar gula darah Anda secara efektif, terutama saat banyak makan atau saat setelah suntikan insulin, maka itu perlu memilih makanan dengan cermat dan tepat serta diimbangi dengan olah raga yang rutin. Penderita diabetes tipe 1 dapat menjalani kehidupan yang panjang dan aktif jika mereka memonitor glukosa mereka dengan hati-hati, menjalani gaya hidup yang sehat, dan mematuhi rencana perawatan. Kedua, Diabetes tipe 2, ini adalah bentuk diabetes yang paling umum, terhitung 95% kasus diabetes terdapat pada orang dewasa. Biasanya ini terdapat pada orang-orang yang kelebihan berat badan, karena kegemukan bisa menyebabkan resistensi pada insulin. Pada diabetes tipe 2, pankreas harus bekerja sangat keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Walau pada akhirnya, tetap saja insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk menjaga kadar gula dalam tubuh tetap normal. Hal ini terutama terjadi di bagian lemak, hati, dan sel-sel otot Diabetes tipe 2 sering merupakan bentuk diabetes yang lebih ringan daripada tipe 1. Namun demikian, diabetes tipe 2 masih dapat menyebabkan penyakit komplikasi, terutama menyerang pembuluh darah terkecil di tubuh yang menyebabkan gagal ginjal, rusak saraf, dan mata, juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sayangnya tidak ada obat untuk diabetes. Tetapi Diabetes tipe 2 dapat dikontrol dengan menjaga berat badan tetap normal, olahraga rutin, menjaga pola makan yang sehat, dan mengkonsumsi obat diabetes secara teratur. Yang terakhir adalah Diabetes Melitus Gestational (DMG), yaitu diabetes yang hanya terjadi pada masa kehamilan. Ini sering didiagnosis pada kehamilan tengah atau akhir. Karena kadar gula darah yang tinggi pada ibu disirkulasikan melalui plasenta ke bayi, diabetes gestasional harus dikontrol untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam janin. Diabetes Gestational biasanya sembuh sendiri setelah kehamilan, kecuali jika si ibu memang ada riwayat Diabetes tipe 1 atau tipe 2. Memiliki diabetes gestasional menempatkan ibu pada risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari, maupun menimbulkan risiko terhadap perkembangan janin dan risiko kesehatan bayi yang baru lahir di kemudian hari. Resiko pada bayi adalah mengalami kenaikan berat badan abnormal sebelum kelahiran, organ pernapasan pun bermasalah saat lahir, mengalami penyakit kuning, bahkan cacat ataupun meninggal. Risiko untuk ibu termasuk membutuhkan operasi caesar karena bayi terlalu besar, serta kerusakan pada jantung, ginjal, saraf, dan mata. Disarankan Menjalani perawatan rutin semasa kehamilan dan konsultasi dengan dokter kesehatan Anda memang diperlukan namun juga perlu diseimbangkan dengan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, Anda pun dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang bernutrisi dan memiliki nilai gizi yang cukup untuk ibu hamil, perhatikan juga porsi saat Anda makan. Olah raga ringan seperti senam hamil, jalan kaki, naik sepeda, ataupun berenang dan mengontrol kenaikan berat badan semasa kehamilan. Dan tahukan anda berdasarkan Data International Diabetes Federation (IDF) , jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.  Dan Menurut data pada tahun 2015 dari Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang. Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat 7 menjadi peringkat ke 4 teratas, di tahun 2016 pun Indonesia masih berada di urutan ke 4 negara pengidap diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organisation) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4juta orang di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3juta orang di tahun 2030. Secara garis besar itulah penjelasan tentang 3 jenis penyakit kronis diabetes mellitus, semoga masyarakat Indonesia makin menyadari betapa bahayanya penyakit Diabetes yang hari demi hari makin bertambah jumlah penderitanya dan mulai menjalani pola hidup sehat dari sekarang.   Sumber : www.webmd.com
 11 Oct 2018    11:00 WIB
Jangan Salah Paham, Kenali Dulu Penyakit Kencing Manis Disini
Penyakit kencing manis saat ini tidak bisa lagi dianggap remeh. Jumlah penderita kencing manis yang semakin hari semakin meningkat makin mengkhawatirkan..Penyakit kencing manis adalah penyakit yang cukup serius, karena penyakit ini bisa merusak seluruh sel dan pembuluh darah yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan kerusakan seluruh organ tubuh.Untuk mengetahui apa itu kencing manis, Anda harus benar-benar mengerti karena ada beberapa pendapat keliru yang dapat membuyarkan pengetahuan Anda.Berikut adalah pendapat keliru mengenai kencing manis yang wajib Anda mengerti: 1.      Kencing manis bukan penyakit yang seriusApakah Anda pernah mendengar, saat ada beberapa orang tua yang sedang berbicara "sakit saya hanya kencing manis". Dimana kadar gula berlebihan dapat merusak seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga kaki. Banyak orang yang menderita kencing manis mengalami penyakit mematikan seperti stroke, jantung, ginjal yang berakibat dengan kematian. Selain itu kencing manis juga bisa menyebabkan ketakutan yang luar biasa yaitu kebutaan dan luka tidak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. 2.      Kencing manis terbagi dua tipeKebanyakan orang mengganggap bahwa jenis kencing manis di bagi tipe basah dan tipe kering. Dimana luka yang dialami basah atau kering. Istilah diabetes kering digunakan bagi penderita kencing manis yang tidak mengalami luka atau infeksi, sedangkan tipe basah digunakan pada penderita kencing manis yang lukanya basah dan tidak kunjung sembuh.Padahal tipe kencing manis yang benar adalah:Diabetes tipe 1: suatu keadaan dimana terjadi akibat kerusakan pada pankreas. Organ penghasil insulinDiabetes tipe 2: terjadi akibat berkurangnya produksi insulin atau sel-sel tubuh menjadi kurang peka atau resistensi terhadap insulinInsulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan yang mengatur tingkat glukosa,  gula sederhana yang memberikan energi dalam darah. Tubuh manusia memerlukan glukosa sepanjang hari, dan glukosa yang berasal dari makanan yang orang makan. 3.      Penyebab kencing manis hanyalah gulaBanyak pendapat yang mengatakan bahwa bila Anda penderita kencing manis, hindari gula. Padahal penyebab meningkatnya kadar gula dalam tubuh tidak hanya gula. Namun beberapa zat makanan lain yang dapat diubah menjadi gula darah saat didalam tubuh yaitu karbohidrat. Konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, kentang, mie merupakan penyebab utama kenaikan kadar gula darah Anda. 4.      Orang tua tidak menderita kencing manis maka Anda tidak akan menderita kencing manis.Kencing manis tipe 1 memang biasanya disebabkan karena keturunan, bila Anda memiliki salah satu orang tua yang memiliki kencing manis maka Anda berisiko mengalami kencing manis sekitar 23% dan bila kedua orang tua maka risiko meningkat menjadi 46%.Namun yang tidak pernah disadari oleh kebanyakan orang bahwa kencing manis yang bisa mengintai siapa saja adalah diabetes tipe 2, dimana keadaan ini bisa disebabkan pola hidup yang buruk. Seperti jarang olahraga, terlalu banyak makan makanan junkfood, merokok. 5.      Penderita kencing manis harus disuntik insulinPenderita diabetes tipe 1 memang harus disuntik insulin, karena adanya gangguan produksi hormon insulin.Namun untuk penderita diabetes tipe 2. Biasanya dokter akan menerapkan 4 pilar kencing manis seperti diatur pola makan, olahraga teratur dan pemberian obat-obatan yang membantu mengurangi zat gula dalam darah dan meningkatkan kemampuan insulin dalam bekerja. Namun bila obat-obatan minum sudah tidak mampu menurunkan kadar gula darah baru dokter akan memberikan insulin.Sekarang Anda sudah mengertikan pendapat mengenai  kencing manis yang keliru. Jangan biarkan informasi salah justru merusak pengetahuan Anda. Anda boleh menyebarkan informasi bila informasi tersebut benar dan berguna.. Baca juga: Pola Makan Sehat Untuk Penderita Kencing Manis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 04 Oct 2018    16:00 WIB
Wow Ternyata Bawang Bombay Sangat Bermanfaat Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam Bawang BombaySetiap 100 gram bawang bombay mengandung sekitar 45 kalori. Bawang bombay mengandung banyak air, karbohidrat, dan serat. Selain itu, bawang bombay juga mengandung berbagai antioksidan seperti fenol dan flavonoid, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, seng, mangan, dan magnesium.1.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungBawang bombay mengandung berbagai jenis antioksidan yang baik bagi jantung. Quercetin di dalam bawang bombay dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, sehingga dapat menghambat pembentukan plak lemak di dalam dinding pembuluh darah dan membuat aliran darah lebih lancar. Bawang bombay juga mengandung tiosulfinat yang dapat mencegah pembentukan bekuan darah sehingga dapat membantu mengencerkan darah. Agen antiinflamasi (anti peradangan) seperti organosulfur dapat membantu melindungi pembuluh darah anda dan mencegah terjadinya berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah serta stroke.2.  Mencegah KankerBawang bombay mengandung banyak agen anti kanker. Flavonoid dan fenol di dalamnya dapat membantu menghambat perkembangan sel-sel kanker. Quercetin dan antosianin di dalam bawang bombay dapat menghambat pertumbuhan tumor dan memiliki agen anti inflamasi. Frukto-oligosakarida dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus besar sehingga dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Selain itu, bawang bombay juga dapat mencegah terjadinya kanker ovarium (indung telur) dan kanker hati.3.  Mencegah Terjadinya Berbagai Gangguan Saluran PernapasanAllicin di dalam bawang bombay dapat membantu melawan berbagai kuman dan meningkatkan sirkulasi udara di dalam saluran pernapasan anda dengan cara mengencerkan lendir serta meredakan sumbatan. Bawang bombay dapat menimbulkan rasa hangat di tenggorokan. Quercetin juga memiliki agen anti alergi sehingga dapat membantu mencegah terjadinya flu dan demam.4.  Mencegah DiabetesBawang bombay mengandung banyak kromium, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sehingga membuat kerja insulin lebih efektif dan membuat berbagai organ tubuh lebih sensitif terhadap insulin.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari bawang bombay bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu proses detoksifikasi tubuh dengan cara membuang berbagai logam berbahaya seperti merkuri, kadmium, dan timah (sulfur, metionin, dan sistin)•  Mencegah terjadinya anemia dengan cara meningkatkan pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (zat besi)•  Membantu kerja sistem pencernaan, mencegah terjadinya sembelit, dan memperlancar buang air besar (serat)•  Menutrisi rambut dengan cara mengoleskan jus bawang bombay pada kulit kepala serta meningkatkan sirkulasi darah (sulfur)•  Membantu meningkatkan kekuatan tulang dan jaringan ikatnya serta mencegah terjadinya osteoporosisSumber: foodtofitness