Your browser does not support JavaScript!
 07 Oct 2019    11:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 25 Sep 2019    18:00 WIB
5 Penyebab Hilangnya Gairah Seksual Pada Wanita
Penurunan atau hilangnya gairah seksual seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.   1.      Perubahan Kadar Hormon Estrogen Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur). Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda. Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering. Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri.   2.      Stress Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya. Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress. Stress dapat menurunkan gairah seksual anda. Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. Apa yang Harus Dilakukan? Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan "pemanasan" lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda. Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda.   3.      Perubahan Kadar Hormon Androgen Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini. Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah. Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda.   4.      Depresi Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause. Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya. Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan dan konseling untuk mengatasi masalah anda. Terdapat beberapa obat anti depresi yang tidak terlalu menimbulkan gangguan seksual.   5.      Penyebab Lainnya Berbagai perubahan pada tubuh anda, mulai dari memutihnya rambut, nyeri otot, hingga kulit kering dapat membuat anda merasa "tua" dan kehilangan rasa percaya diri sehingga membuat anda tidak lagi merasa seksi. Beberapa hal lainnya selain menopause yang juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah gangguan kandung kemih, hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah), dan anemia defisiensi besi. Apa yang Harus Dilakukan? Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Selain itu, tetap percaya diri juga merupakan salah satu hal penting bagi gairah seksual anda.     Sumber: webmd
 19 Aug 2019    09:00 WIB
Ubi, Pisang dan Teh Jadi Makanan Pencegah Depresi
Tahukah Anda bahwa selain terapi, makanan yang Anda makan juga dapat membantu mencegah terjadinya depresi? Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat menstimualsi berbagai kelenjar dan berbagai jenis hormon di dalam tubuh Anda yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia.   Ubi Ubi mengandung beta karoten dan vitamin B6 yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mental. Selain itu, vitamin B6 juga dapat membantu memperbaiki mood Anda, yang membuatnya sering digunakan sebagai terapi pada penderita gangguan mood.   Tomat Ceri Likopene yang terdapat di dalam tomat ceri merupakan suatu antioksidan yang dapat membantu memperbaiki mood Anda.    Daging Sapi Daging sapi yang berasal dari sapi yang memakan rumput memiliki lebih banyak omega 3,6, dan 9 daripada sapi yang memakan gandum. Berbagai jenis asam lemak ini dapat membantu mengurangi berbagai proses inflamasi (peradangan) di dalam tubuh yang dapat membuat mood Anda menjadi lebih buruk. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2011, daging sapi jenis ini juga mengandung banyak kreatin, suatu asam amino yang dapat memperbaiki mood pada penderita depresi, khususnya wanita.   Kalkun Kalkun mengandung banyak triptofan, yang akan diubah oleh tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang.    Bayam Bayam merupakan sayuran serba guna yang mengandung berbagai zat penting yang diperlukan tubuh. Selain mengandung zat besi, bayam juga mengandung asam folat yang dapat membuat Anda merasa bahagia. Asam folat juga dapat meningkatkan kesehatan sel-sel darah merah dan sistem kekebalan tubuh, yang dapat melindungi Anda dari berbagai gangguan kesehatan.   Teh Camomile Berdasarkan sebuah penelitian, orang dewasa yang mengkonsumsi ekstrak camomile selama 8 minggu mengalami lebih banyak penurunan rasa cemas dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi plasebo. Selain itu, camomile juga dapat membuat kualitas tidur menjadi lebih baik sehingga tubuh Anda pun dapat memperoleh istirahat yang diperlukannya, yang menjadikannya lebih mampu mengatasi stress.   Gandum Gandum utuh mengandung karbohidrat baik yang dapat membantu mengatasi depresi dan cemas. Karbohidrat dapat membantu memberikan tenaga dan mencegah sembelit. Selain itu, selenium yang terdapat di dalam gandum juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan berbagai efek berbahaya dari radikal bebas serta membantu mengatasi sembelit.   Keju Tahukah Anda bahwa keju dapat membuat Anda merasa lebih senang bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat? Keju mengandung seng, suatu mineral yang dapat membantu mengatasi gejala depresi. Selain itu, seng juga dapat membantu memperindah kulit dan rambut Anda, serta membantu perkembangan sel-sel di dalam tubuh dan meningkatkan fungsi kognitif Anda.   Kacang Merah Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan antioksidan. Kandungan asam amino (protein) dan zat besi di dalamnya dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan mental. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung magnesium yang berperan penting dalam proses produksi energi di dalam tubuh. Saat Anda berolahraga, maka magnesium akan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk membantu proses pembentukan energi pada berbagai tempat di dalam tubuh yang memerlukan energi. Kekurangan magnesium dapat membuat Anda menjadi mudah lelah.    Pisang Pisang dapat membantu menyediakan energi, membantu perkembangan sel-sel di dalam tubuh, dan meningkatkan kesehatan sistem saraf Anda. Jika Anda sering marah, mudah tersinggung, merasa depresi atau stress; maka hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin B di dalam tubuh. Pisang merupakan salah satu sumber vitamin B.   Bit Bit mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting yang turut berperan melawan depresi, karena mengandung uridine, asam folat, dan magnesium. Berbagai jenis mineral ini dapat membantu meningkatkan mood Anda karena berfungsi sebagai neurotransmiter.   Tiram Tiram merupakan sumber iodium, seng, dan selenium yang dapat menstimulasi berbagai kelenjar tubuh untuk melepaskan beberapa jenis hormon tertentu, yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan dapat membantu menjaga berat badan.       Sumber: lifespan
 16 Jul 2019    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson
Gejala awal penyakit Parkinson biasanya ringan dan berkembang secara perlahan. Pada awalnya, anda mungkin akan merasa lelah atau tidak nyaman. Selain itu, anda juga akan merasa gemetar (tremor) ringan atau kesulitan berdiri. Beberapa gejala lainnya yang dapat anda rasakan adalah suara menjadi lebih pelan, tulisan tangan berubah, gangguan daya ingat (lupa kata-kata atau pemikiran yang ingin diucapkan), dan merasa cemas atau depresi. Anggota keluarga anda biasanya lebih dulu menyadari berbagai perubahan yang anda alami. Anggota keluarga anda mungkin memperhatikan bahwa anda mengalami perubahan cara berjalan (menjadi kaku dan sulit) atau tidak adanya ekspresi wajah saat anda berbicara. Seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, berbagai gejala yang anda alami akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Perlu diingat, bahwa tidak semua penderita Parkinson mengalami seluruh gejala di atas, beberapa bahkan hanya mengalami beberapa gejala ringan.   Kekakuan Otot Kekakuan otot adalah ketidakmampuan otot untuk berelaksasi dengan normal. Sebagian besar penderita Parkinson mengalami kekakuan pada anggota geraknya. Kekakuan ini disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak dapat dikendalikan dan dapat menghambat pergerakan anda. Selain itu, anda juga mungkin merasa nyeri pada otot yang kaku tersebut.   Tremor (Gemetar) Tremor biasanya dimulai dari tangan dan lengan, tetapi juga dapat dimulai pada rahang atau kaki. Tremor biasanya terjadi saat beristirahat atau saat anda merasa stress. Pada saat tremor, ibu jari biasanya bergerak naik turun mengenai jari telunjuk. Pada tahap awal penyakit, tremor biasanya hanya mengenai satu sisi tubuh atau satu anggota gerak. Seiring dengan berkembangnya penyakit, tremos dapat dialami oleh bagian tubuh lainnya. Akan tetapi, tidak semua penderita Parkinson mengalami gejala tremor ini.   Bradikinesia Bradikinesia adalah pergerakan yang lambat dan disertai dengan penurunan kemampuan aktivitas motorik. Bradikinesia disebabkan oleh keterlambatan otak dalam mentransmisikan impuls saraf ke bagian tubuh yang diperlukan. Gejala ini merupakan salah satu gejala yang tidak terduga dan dapat dengan cepat menyebabkan disabilitas. Bradikinesia membuat penderita Parkinson kesulitan melakukan berbagai tugas maupun kegiatan sehari-hari. Bradikinesia yang terjadi pada otot-otot wajah membuat penderita Parkinson tidak memiliki ekspresi wajah (ekspresi atau wajah seperti topeng)   Perubahan Gaya Berjalan Berbagai perubahan yang terjadi adalah Ketidakmampuan penderita untuk menggerakkan tangannya secara spontan dan normal saat berjalan Berjalan dengan langkah pendek-pendek Mengalami kesulitan untuk memulai atau berhenti berjalan Kesulitan untuk berbalik saat berjalan   Gejala Lainnya Berbagai gejala lainnya yang sering dialami oleh penderita Parkinson adalah: Gangguan keseimbangan Berjalan dengan posisi condong ke depan atau belakang yang dapat membuat penderita terjatuh Postur Parkinson (kepala menunduk ke bawah dan bahu turun) Sering menggerakkan kepala Perubahan suara dan cara berbicara (suara menjadi lebih pelan dan sulit terdengar) Gangguan kemampuan motoric (pergerakan) Gangguan daya ingat Perubahan tulisan tangan (tulisan tangan menjadi lebih kecil) Konstipasi atau sembelit Depresi Merasa takut dan cemas Bingung Demensia (pikun) Rasa lelah Keluarnya air liur dari mulut tanpa disadari (mengiler) Gangguan kulit, misalnya ketombe Kesulitan mengunyah dan menelan Gangguan tidur Gangguan buang air kecil Disfungsi seksual   Diagnosa Banding Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, bukan berarti anda pasti menderita Parkinson. Terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan anda mengalami beberapa gejala di atas, yaitu: Depresi Penuaan Penggunaan obat anti psikosis (efek samping obat) Gangguan degeneratif otak lainnya Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk mengetahui penyebab dan menyingkirkan kemungkinan anda menderita penyakit Parkinson.   Sumber: webmd
 11 Jun 2019    16:00 WIB
Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Sindrom Lelah Kronis
Gejala utama dari sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah yang tidak tertahankan dan bertahan minimal selama enam bulan dan tidak menghilang hanya dengan beristirahat. Kelelahan ini juga dirasakan sangat berat sehingga bisa mengganggu pekerjaan Anda, kehidupan sehari-hari dan aktivitas sosial. Kelelahan dan gejala lain yang dijelaskan dibawah ini mungkin dapat dirasakan tiba-tiba atau mungkin berkembang perlahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Gejala dari sindrom kelelahan kronis adalah: Mudah lupa, kehilangan daya ingat, kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi Nyeri tenggorokan Demam Nyeri kelenjar getah bening di leher atau ketiak Nyeri otot Nyeri sendi tanpa disertai pembengkakan atau kemerahan Nyeri kepala yang berbeda dari nyeri kepala terdahulu yang pernah Anda rasakan Tidak merasa segar saat bangun tidur Merasa tidak sehat saat melakukan olahraga atau aktivitas fisik lainnya Karena sindrom ini sangatlah sulit untuk didagnosa, para ahli kesehatan mungkin akan menegakkan berbagai aturan untuk membantu mengenali gejala ini. Untuk dapat mendiagnosa sindrom kelelahan kronis ini Anda harus mengalami rasa lelah dan paling tidak empat gejala yang sudah disebutkan diatas yang dirasakan bersamaan saat Anda mulai merasa kelelahan, dan gejala tersebut harus berlangsung minimal 6 bulan. Tetapi jika Anda memiliki gejala sindrom kelelahan kronik, seperti mudah merasa lelah tanpa alasan yang jelas, Anda tetap harus mendapatkan terapi walaupun belum terjadi selama6 bulan. Sebaliknya dokter Anda tentu memerlukan terapi baru yang lain jika Anda mengalami gejala tersebut lebih dari enam bulan. Beberapa orang dengan sindrom nyeri kronis mungkin akan mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah menurun ketika mereka bangun dari posisi berbaring. Hal ini sering dideskripsikan sebagai "terasa melayang" atau merasa akan pingsan atau pusing. Kondisi ini disebut "orthostatic hypotension". Depresi merupakan kondisi yang dapat memperburuk gejala yang Anda rasakan. Obat Antidepresan mungkin dapat membantu membuat Anda merasa lebih baik.   Sumber: webmd
 08 May 2019    11:00 WIB
4 Keuntungan Menangis Untuk Tubuh
Tidak ada yang dapat mengalahkan moment Anda menangis tersedu-sedu. Saat Anda menangis Anda sedang melepaskan semua kesedihan dan tekanan yang Anda rasakan. Menangis bisa menjadi obat untuk jiwa Anda dan mengusir semua kekhawatiran yang terperangkap didalam diri Anda. Ternyata masih ada manfaat dari menangis, apa saja? 1.  Membuang toksinIni adalah keuntungan terbesar dari menangis. Ya dengan menangis Anda juga membuang bebragai zat berbahaya dari tubuh Anda. toksin ini dapat berbahaya bagian dalam tubuh Anda jika tidak dibuang pada waktunya. Dengan menangis Anda membuang toksin paling banyak yang berada di mata. Air mata yang dihasilkan daat menangis juga akan membersihkan dan melubrikasi mata Anda. 2.  Membuat Anda lebih kuatMenangis seperti olahraga untuk jiwa. Dengan membuang semua kekhawatiran dan kesulitan Anda akan lebih baik daripada menyimpannya dalam-dalam. Menangis juga dapat menjadi olahraga untuk hati Anda supaya lebih kuat dan siap menghadapi persoalan. 3.  Membuat Anda lebih tenangBeberapa orang mengakui setelah menangis, mereka akan merasa lebih baik. Adakah penjelasan untuk hal ini? Menagis akan melepaskan hormon endorphin yang berfungsi seperti obat anti nyeri bagi tubuh Anda. menangis juga merupakan cara meredakan sakit yang Anda rasakan. Saat Anda merasakan kesulitan dan gugup, menangis akan membuat Anda lebih tenang dan begitu juga yang dirasakan jiwa Anda 4.  Mencegah masalah jantungPenelitian mengungkapkan mereka yang dapat mengekspresikan rasa sakit mereka dengan menangis cenderung memiliki resiko lebih rendah terkena masalah jantung dibanding mereka yang menyimpannya dalam-dalam. Jadi jangan ragu lagi, menangislah sepuas Anda.Sumber: magforwomen
 18 Mar 2019    18:00 WIB
Bagaimana Depresi Berhubungan Dengan Bunuh Diri?
Bunuh diri memang tidak selalu menjadi hasil akhir dari depresi, tetapi depresi yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan pemikiran bunuh diri dan juga percobaan bunuh diri. Ketika seseorang mengalami depresi berat, pemikiran untuk menyakiti diri sendiri paling sering muncul dipikiran dan juga menyebabkan peningkatan keinginan melakukan percobaan bunuh diri, menurut mayo clinic. Dengan mengetahui faktor resiko dan bagaimana mendukung seseorang yang mengalami depresi dapat mencegah munculnya keinginan bunuh diri. Ada beberapa pertimbangan dalam memahami hubungan antara depresi dan bunuh diri, seperti fakta-fakta, gejala depresi, tanda-tanda perilaku bunuh diri, dukungan dan pencegahan.   Fakta mengenai depresi dan bunuh diri Menurut data terbaru di US yang dibuat oleh the American Association of Suicidology mengenai tingkat kematian, bunuh diri menempati peringkat ke 11 penyebab kematian di US, dengan rata-rata satu orang bunuh diri setiap 15 menitnya. Tak jarang seseorang melakukan 25 kali percobaan pembunuhan sebelum sukses melakukan bunuh diri. Sebagian besar upaya bunuh diri didahului oleh gejala depresi yang berat. Mereka tidak hanya mencoba untuk mendapatkan perhatian, tapi keinginan yang sebenarnya adalah untuk tidak lagi hidup di dunia ini.    Gejala dari depresi Depresi dapat mempengaruhi tiap orang berbeda dengan range mulai dari ringan, sedang sampai berat ketika didiagnosa. Depresi ditandai oleh gejala signifikan selama dua minggu atau lebih, termasuk: kesedihan terus menerus, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, perubahan pola makan, mudah terganggu, peningkatan rasa marah, tidak dapat beristirahat, mengisolasi diri, menolak untuk tampil didepan umum, sulit berkonsentrasi, tidak dapat mengambil keputusan, menangis berkepanjangan, dan munculnya pemikiran untuk bunuh diri.   Tanda dari perilaku bunuh diri Tanda yang sering muncul dari perilaku bunuh diri adalah ketika seseorang berbicara serius mengenai keinginan untuk menyakiti diri sendiri, gejala lain kurang begitu mudah dikenali. Sangat tidak biasa untuk seseorang berniat mengakhiri hidup dalam berbagai macam bentuk kematian. Indikator tinggi resiko seseorang berpotensial melakukan bunuh diri adalah seseorang memiliki keinginan kuat untu bunuh diri, sedang dalam pengobatan tanda-tanda depresi, sedang depresi dan menggunakan obat-obatan atau alkohol, mempunyai riwayat disakiti atau mempunyai kondisi medis yang serius. Sebagai tambahan untuk resiko tinggu bunuh diri adalah perilaku bunuh diri, misalnya, suka mengambil atau menggunakan senjata, mengkonsumsi pil dalam jumlah besar, sering memberikan hadiah kepada orang yang dekat, perubahan pola hidup rutin, suka melakukan kegiatan yang beresiko dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang terdekat.     Sumber: livestrong
 24 Feb 2019    16:00 WIB
Apa Beda Stress dan Depresi?
Tahukah anda apa perbedaan antara stress dan depresi? Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Akan tetapi, terdapat suatu perbedaan besar antara stress dan depresi.Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya stress dan depresi. Baik stress maupun depresi dapat mempengaruhi kesehatan anda, baik fisik, emosional, maupun jiwa anda. Apa Itu Stress?Stress merupakan suatu respon terhadap berbagai kejadian atau hal yang membuat anda menyebabkan perubahan atau mengancam kehidupan anda. Stress terjadi akibat pikiran anda dan apa yang anda rasakan mengenai suatu hal. Stress biasanya dicirikan dengan adanya suatu rasa kewalahan. Hal ini dapat diakibatkan oleh telah terlewatinya batas ketahanan anda atau akibat tertekan dalam waktu yang terlalu lama. Kadangkala, rasa stress dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan atau hal yang harus anda lakukan, akan tetapi terlalu banyak rasa stress yang anda rasakan juga dapat membuat anda merasa tertekan dan kelelahan.Apa Itu Depresi?Depresi merupakan suatu gangguan mood. Diagnosa depresi seringkali ditegakkan saat anda mengalami suatu perasaan sedih dan putus asa pada sebagian besar waktu yang seringkali juga diikuti dengan hilangnya minat untuk melakukan sesuatu hal yang biasanya anda sukai. Anda juga mungkin mengalami gangguan tidur, perubahan nafsu makan, merasa bersalah, tidak ada motivasi hidup, dan menarik diri dari lingkungan. Depresi yang terjadi dapat bervariasi, dari ringan hingga berat (psikosis). Depresi juga dapat terjadi dalam jangka waktu pendek (sebentar) atau dalam waktu lama (gangguan jiwa jangka panjang).Depresi merupakan gangguan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama daripada stress, dan memerlukan penanganan yang berbeda.Beda Depresi dan StressBaik depresi maupun depresi memiliki gejala yang hampir mirip. Akan tetapi, gejala depresi biasanya jauh lebih berat dan berlangsung selama setidaknya 2 minggu. Depresi juga menyebabkan perubahan besar pada mood, seperti merasa sangat sedih dan putus asa. Anda juga dapat merasa lelah dan tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Gejala StressBeberapa gejala stress yang dapat ditemukan adalah:•  Sulit tidur•  Merasa kewalahan•  Gangguan daya ingat•  Kesulitan berkonsentrasi•  Perubahan kebiasaan makan•  Merasa gugup atau cemas•  Merasa marah, mudah tersinggung, atau mudah merasa frustasi•  Merasa sangat lelah akibat belajar atau tugas sekolah•  Merasa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari Gejala DepresiBeberapa gejala depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan•  Merasa sedih dan putus asa•  Merasa tidak bertenaga, kurang semangat dan kekurangan motivasi•  Kesulitan membuat keputusan•  Merasa gelisah, mudah marah, dan mudah tersinggung•  Makan lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Tidur lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya•  Kesulitan berkonsentrasi•  Gangguan daya ingat•  Merasa bersalah atau merasa diri sangat buruk•  Dipenuhi oleh amarah•  Merasa bahwa anda tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan atau masalah di dalam kehidupan anda•  Kesulitan mengikuti pelajaran di dalam kelas atau menjalani kehidupan anda sehari-hari•  Adanya pikiran  untuk bunuh diri Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mentalhealthamerica, kayefrank
 20 Feb 2019    08:00 WIB
Depresi Saat Hamil, Tingkatkan Resiko Gangguan Mood Pada Anak
Tahukah Anda bahwa mood Anda selama hamil ternyata juga dapat mempengaruhi bagaimana keadaan mood anak Anda di usia remaja? Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi selama hamil memiliki resiko 1.5 kali lebih tinggi untuk menderita gangguan depresi di usia remaja. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 4.500 orang pasien dan anaknya. Hasilnya adalah anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita depresi ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi saat mereka telah berusia 18 tahun. Walaupun faktor genetika merupakan salah satu hal yang turut berperan dalam terjadinya gangguan depresi, akan tetapi para peneliti menduga bahwa menderita gangguan depresi saat hamil mungkin dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Gangguan depresi saat hamil mengenai sekitar 10-15% wanita. Angka ini sebenarnya sama dengan banyaknya wanita yang terkena depresi paska melahirkan. Pada keadaan normal, wanita hamil memang seringkali mengalami perubahan emosional yang cukup drastis di sepanjang hari karena perubahan kadar hormonal, akan tetapi bila perubahan mood ini cukup berat, maka keadaan ini mungkin disebabkan oleh depresi. Beberapa gejala depresi yang mungkin ditemukan adalah merasa sedih, merasa tidak berdaya, merasa sangat lelah, menangis berlebihan, merasa tidak bertenaga, kehilangan minat untuk melakukan berbagai hal yang dulu disenangi, atau menarik diri dari lingkungan atau pergaulan sosial. Terapi sedini mungkin untuk mengatasi gangguan depresi yang dialami oleh wanita hamil dapat membantu mencegah timbulnya berbagai efek samping pada anak di masa mendatang. Konseling atau terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala depresi.   Sumber: healthline
 02 Jan 2019    11:00 WIB
Kenali 6 gejala medis yang berbahaya (part 2)
Tubuh Anda mengeluarkan sinyal-sinyal untuk memperingatkan anda jika tubuh anda bermasalah. Terkadang tanda-tanda yang dikeluarkan bukanlah suatu hal yang serius. Contohnya, sebagian besar gejala sakit kepala berasal dari stress, kurang tidur, dehidrasi, mata lelah, kekurangan kafein dan gejala-gejala sepele lainnya. Tetapi sakit kepala yang menyerang tiba-tiba dan menusuk kepala dapat berarti adanya perdarahan di otak. Mampu mengenal gejala-gejala serius dan menghubungi Unit Gawat Darurat secepatnya dapat menyelamatkan hidup anda. Pada artikel ini gejala akan kami pisahkan menjadi 2 bagian. Berikut ini adalah  gejala penting yang harus anda ketahui 4. Darah di urine tanpa ada keluhan nyeri Kapan saja anda melihat darah di urine anda, segera hubungi dokter, bahkan jika anda tidak punya keluhan nyeri. Batu ginjal, batu kandung kemih, atau infeksi prostat merupakan penyebab terbentuknya darah di urine. Tetapi gejala ini biasanya disertai nyeri dan rasa tidak nyaman, rasa nyeri inilah yang membuat orang dating ke dokter. Berlawanan dengan keadaan jika orang melihat adanya darah di urine tanpa disertai nyeri, maka orang-orang akan melakukan tindakan "wait and see", terlebih jika hanya mengalami 1 kali episode gejala ini. Tetapi anda harus meninggalkan kebiasaan ini. Tidak adanya gejala nyeri bukan berarti tidak ada penyakit serius. Kanker ginjal, kanker ureter, kanker kandung kemih atau kanker prostat dapat menyebabkan darah dalam urine. Ketika kanker ini kecil dan masih bisa diobati, kanker ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Jadi jangan abaikan tanda dan gejala ini karena dapat merupakan tanda stadium awal dari kanker. 5. Gejala asma yang tidak membaik atau bahkan memburuk Serangan asma ditandai dengan bunyi nafas mengi dan kesulitan bernafas. Ketika serangan tidak membaik bahkan semakin memburuk, anda harus segera menghubungi gawat darurat. Jika serangan asma semakin memburuk, hal ini dapat menyebabkan kelelahan otot dada yang berat dan dapat menyebabkan kematian. Kebanyakan penderita asma yang mengalami episode serangan asma yang berat  menolak untuk pergi ke unit gawat darurat karena mereka merasa sudah sering mengalami serangan seperti itu, atau mereka tidak adapat menemukan orang lain untuk mengantar mereka ke rumah sakit, sehingga daripada pergi mencari pertolongan, mereka tetap bertahan, mereka akan menaikkan dosis obat inhalasi untuk mengurangi gejala. Karena asma menyebabkan kesulitan bernafas, otot-otot pernafasan menjadi lelah dan volume pertukaran udara menjadi mengecil. Hasilnya tingkat oksigen didarah akan menurun, tingkat carbondioksida darah meningkat. Kadar carbondioksida meningkat dapat menimbulkan efek sedasi di otak yang menyebabkan rasa pusing dan kantuk. Anda dapat kehilangan motivasi untuk berusaha bernafas. Pasien akan terlihat santai dari luar, tidak tampak berusaha keras untuk bernafas, sesungguhnya ini merupakan tanda bahaya karena sebenarnya pasien berhenti untuk berusaha bernafas. Pasien menjadi tidak sadar jika mereka sedang menuju kematian karena pengaruh sedasi carbondioksida. Jika anda mendapat gejala-gejala diatas segeralah hubungi gawat darurat  untuk menghilangkan gejala anda. 6. Depresi dan pikiran bunuh diri Depresi pada beberapa orang akan menyebabkan nyeri dada dan sesak nafas, tetapi pada beberapa orang depresi dapat menjadi ekstrim hingga membahayakan keselamatan jiwanya. Depresi dapat menjadi persoalan yang sangat serius karena dapat menyebabkan orang bunuh diri.  Banyak orang depresi tidak mencari pertolongan karena mereka takut dianggap lemah atau gila, mereka idak menyadari adaya ketidakseimbangan kimiawi terjadi di otak mereka. Depresi juga suatu penyakit, sama seperti penyakit yang lain. Tanda dari depresi dapat berupa kesedihan, rasa lelah, gugup, perubahan pola tidur dan penurunan nafsu makan. Depresi dapat diobati dengan obat-obatan dan psikoterapi. Sumber : webmd