Your browser does not support JavaScript!
 21 May 2021    13:00 WIB
Berbagai Pengobatan Depresi
Walaupun anda mungkin merasa putus asa dan tidak berdaya saat menderita depresi, ketahuilah bahwa depresi merupakan suatu kondisi yang dapat diobati. Lebih dari 80% penderita depresi mengalami perbaikan gejala setelah menggunakan obat-obatan, melakukan konseling, atau kombinasi keduanya. Bahkan bila kedua terapi ini gagal, masih terdapat berbagai pilihan terapi lainnya untuk membantu mengatasi gejala depresi yang anda alami.KonselingBerbagai penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis terapi konseling dapat membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Terapi perilaku dan kognitif bertujuan untuk mengubah pikiran dan perilaku yang menyebabkan terjadinya depresi.Terapi interpersonal bertujuan untuk mencari tahu bagaiman hubungan anda dan pasangan mempengaruhi mood anda. Sementara itu, psikoterapi psikodinamik dapat membantu penderita mengetahui bahwa perilaku dan mood mereka disebabkan oleha adanya masalah yang belum diselesaikan dan perasaan tertentu yang tidak disadari. Beberapa penderita memerlukan waktu beberapa bulan untuk mengatasi depresinya, sementara penderita yang lain membutuhkan waktu yang lebih lama. Obat-obatanObat anti depresan mempengaruhi kadar berbagai neurotransmiter di dalam otak, termasuk serotonin dan norepinefrin. Obat anti depresan baru mulai menunjukkan efeknya setelah digunakan selama beberapa minggu.Diperlukan kunjungan ke dokter selama beberapa kali untuk menemukan dosis dan jenis obat yang tepat bagi anda. Kombinasi terapi konseling dan obat-obatan sangat efektif untuk mengatasi depresi. OlahragaPara ahli menduga bahwa olahraga merupakan salah satu senjata ampuh untuk melawan depresi ringan hingga sedang. Berbagai aktivitas fisik yang anda lakukan merangsang pelepasan endorfin, yang dapat membantu memperbaiki mood anda.Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membuat anda merasa lebih percaya diri, tidur lebih nyenyak, mengurangi rasa stress, dan membuat anda lebih bertenaga. Berbagai jenis olahraga seperti berenang atau bahkan mengurus rumah tangga dapat membantu. Pilihlah olahraga yang anda sukai dan lakukanlah selama 20-30 menit setiap harinya. Memelihara Binatang Memelihara seekor anjing atau kucing atau burung mungkin tidak dapat menggantikan obat dan konseling yang anda gunakan untuk mengatasi depresi anda. Akan tetapi, hewan peliharaan anda ini dapat membantu mengatasi gejala depresi ringan hingga sedang pada banyak orang.Hewan peliharaan anda dapat membuat anda merasa dicintai tanpa syarat, menghilangkan rasa kesepian, dan memberikan tujuan hidup baru pada penderita depresi. Berbagai penelitian yang dilakukan pada orang yang memelihara hewan menemukan bahwa mereka lebih jarang mengalami gangguan tidur dan memiliki kesehatan yang lebih baik. Dukungan dari Orang LainRasa kesepian dan depresi memiliki suatu hubungan yang tidak dapat disangkal. Oleh karena itu, menjalin hubungan dan mendapat dukungan dari orang lain dapat membantu mengurangi rasa kesepian anda dan memotivasi anda untuk berobat. Kunjungilah teman atau keluarga anda lebih sering atau bergabunglah dengan berbagai kegiatan sosial yang membuat anda lebih banyak berinteraksi dengan orang lain. Stimulasi Saraf VagusStimulasi saraf vagus dapat membantu penderita depresi yang tidak membaik setelah mengkonsumsi obat-obatan. Stimulasi saraf vagus ini bekerja seperti sebuah alat pacu bagi otak anda. Alat ini dapat mengirimkan impuls listrik ke otak melalui saraf vagus di leher. Impuls listrik diduga dapat mengurangi gejala depresi dengan cara mempengaruhi area pengatur mood di dalam otak. Alat ini biasanya dimasukkan ke dalam tubuh anda melalui tindakan pembedahan. Terapi Elektrokonvulsi (ECT)Pilihan lainnya bagi penderita depresi yang resisten terhadap obat atau penderita dengan gejala melankolis berat adalah terapi elektrokonvulsi. Pengobatan ini menggunakan suatu aliran listrik untuk menciptakan kejang yang terkendali (penderita biasanya berada dalam keadaan tidak sadar saat prosedur ini dilakukan). Tindakan ini dapat membantu sekitar 80-90% penderita yang melakukan tindakan ini.Sumber: webmd
 12 Mar 2021    18:00 WIB
Depresi Membuat Performa Anda di Kamar Tidur Menurun, Mengapa Demikian?
Tahukah Anda bahwa gangguan depresi telah mengenai sekitar 350 juta orang di dunia? Gangguan ini ternyata tidak hanya mempengaruhi kehidupan dan aktivitas Anda sehari-hari, akan tetapi juga mempengaruhi performa seorang pria di kamar tidur. Sangat disayangkan memang akan tetapi sebagian besar gangguan depresi dan penurunan gairah seksual terjadi pada pria. Bagi pria, menghindari hubungan seks dapat membuat mereka merasa tidak jantan atau membuat mereka cemas mengenai apa yang akan dipikirkan oleh pasangannya. Sebenarnya, seringkali para wanita tidak mengerti bahwa semua pria tidak selalu ingin berhubungan seks, bahkan walaupun mereka tidak menderita gangguan depresi. Seperti halnya wanita, pria pun kadang enggan untuk berhubungan seksual walaupun tidak menderita gangguan mood apapun. Sebenarnya terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa seorang pria mengalami penurunan gairah seksual. Hal pertama adalah masalah emosional. Jika seorang pria merasa ditolak dan tidak berharga, maka ia pun tidak akan merasa dirinya menarik (dalam hal hubungan seks). Ia pun mungkin akan menghindari berbagai kontak fisik, termasuk berciuman atau berdekatan dengan pasangannya. Hal kedua adalah akibat gangguan kesehatan fisik. Saat seorang pria mengalami gangguan depresi, maka ia pun cenderung mengalami peningkatan berat badan dan jarang berolahraga atau bahkan lebih sering mengkonsumsi minuman beralkohol, yang juga dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang pria dan tentu saja kemampuannya di tempat tidur. Hal ketiga yang juga dapat mempengaruhi gairah seksual seorang pria adalah penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk obat anti depresi yang seringkali menyebabkan penurunan gairah seksual sebagai efek sampingnya. Banyak orang yang mengkonsumsi obat anti depresan melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan gairah seksual atau penurunan respon terhadap stimulasi seksual.     Sumber: foxnews
 22 Feb 2021    17:00 WIB
5 Penyakit yang Sering Dialami Wanita
Wanita dan pria pada dasarnya memiliki risiko yang sama terhadap suatu penyakit. Namun, adanya perbedaan fisik dan mental yang membuat beberapa penyakit lebih berisiko menyerang wanita. Selain itu, beberapa faktor seperti perbedaan hormon, tingkat stres dan gaya hidup juga dapat menjadi pemicu. Kira-kira penyakit apa saja yang sering menyerang wanita? Baca selengkapnya! Lupus Lupus merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh autoimun, sehingga membuat antibodi di dalam tubuh keliru menyerang sel atau organ tubuh yang sehat. Dilansir laman organisasi Lupus, penyakit ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Hal ini karena pria lebih banyak memproduksi zat protein yang membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat atau disebut gen HLA (Human Leukocyte Antigen).  Penyakit Menular Seksual Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita karena lapisan organ intim wanita cenderung lebih lembut, tipis dan sensitif dibandingkan dengan organ intim pria. Inilah yang membuat bakteri dan virus lebih mudah menyerang dan menembus masuk ke dalam vagina. Dampaknya akan muncul berbagai macam penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore dan radang pinggul di kemudian hari. Untuk itu, jagalah selalu kebersihan dan kesehatan organ intimmu ya.  Infeksi Saluran Kemih Bentuk anatomi tubuh wanita yang berhubungan dengan saluran kencing sangatlah berbeda dengan pria. Letak saluran kencing wanita sangat dekat dengan vagina dan rectum, sehingga memiliki risiko lebih tinggi terserang bakteri. Itulah mengapa, penyakit ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Selain itu, sering menahan buang air kecil juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih.  Kanker Tiroid Penyakit ini lebih sering menyerang wanita yang diakibatkan karena adanya perubahan hormon pada sistem reproduksi perempuan. Dikutip dari laman Women’s Health, masalah tiroid harus segera ditangani karena bisa memengaruhi hormon-hormon tubuh lainnya. Akibatnya, menstruasi menjadi tidak teratur dan sulit hamil. Depresi Penyakit ini dipicu oleh perbedaan fisiologis tubuh wanita dengan pria, tingkat stres yang tinggi atau perubahan hormon yang cukup signifikan juga meningkatkan kemungkinan depresi pada wanita. Walau tidak menutup kemungkinan kalau pria juga dapat mengalami depresi.  Itu dia enam penyakit yang lebih sering menyerang wanita. Mulai sekarang, terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas.  Baca juga: Waspada Penyakit HPV
 26 Jan 2021    13:00 WIB
5 Penyebab Hilangnya Gairah Seksual Pada Wanita
Penurunan atau hilangnya gairah seksual seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini. Perubahan Kadar Hormon Estrogen Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur). Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda. Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering. Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri. Stress Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya. Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress. Stress dapat menurunkan gairah seksual anda. Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. Apa yang Harus Dilakukan? Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan "pemanasan" lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda. Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda. Perubahan Kadar Hormon Androgen Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini. Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah. Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda. Depresi Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause. Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya. Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan dan konseling untuk mengatasi masalah anda. Terdapat beberapa obat anti depresi yang tidak terlalu menimbulkan gangguan seksual. Penyebab Lainnya Berbagai perubahan pada tubuh anda, mulai dari memutihnya rambut, nyeri otot, hingga kulit kering dapat membuat anda merasa "tua" dan kehilangan rasa percaya diri sehingga membuat anda tidak lagi merasa seksi. Beberapa hal lainnya selain menopause yang juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah gangguan kandung kemih, hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah), dan anemia defisiensi besi. Apa yang Harus Dilakukan? Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Selain itu, tetap percaya diri juga merupakan salah satu hal penting bagi gairah seksual anda. Baca juga: Lima Makanan Pembangkit Gairah Seksual Sumber: webmd
 12 Jan 2021    17:00 WIB
5 Kondisi Kesehatan yang Mempengaruhi Kehidupan Seksual Anda
Aktivitas seksual sering dihubungkan dengan kondisi kesehatan tubuh. Jadi jika ada gangguan pada kehidupan seksual Anda maka kemungkinan terdapat gangguan juga pada kesehatan Anda. Saat Anda merasa ada gangguan dalam kehidupan seks Anda, segeralah perhatikan kondisi kesehatan Anda agar tidak mempengaruhi ikatan Anda di kamar tidur. 1.  Ketidakseimbangan hormonal Testosteron, estrogen, oksitosin dan sebagainya merupakan hormon yang sangat mempengaruhi timbulnya gairah seksual dan juga dalam kehidupan seks Anda. saat terjadi ketidakseimbangan hormonal dapat merusak fungsi tubuh sehingga tidak berjalan dengan normal, termasuk seks. Salah satu gejala paling umum dari ketidakseimbangan hormonal adalah menurunnya gairah seksual secara drastis. Untuk memperbaiki keadaan ini Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli urologi (untuk laki-laki) atau dokter ahli kandungan (untuk perempuan). 2.  Kesehatan jantung Salah satu gejala awal dari penyakit jantung adalah disfungsi ereksi. Kondisi kesehatan jantung juga dapat mempengaruhi kelelahan secara umum dan berbagai gangguan fungsi tubuh lainnya. hal inilah yang dapat mempengaruhi turunnya gairah seksual seseorang. Jagalah kesehatan jantung Anda jika Anda ingin kehidupan seksual Anda tetap berlangsung baik. 3.  Depresi Depresi biasanya dapat menyebabkan seseorang menarik diri dari aktifitas sehari-hari. Ketidaktertarikan ini juga dapat terjadi pada aktifitas di tempat tidur dan menyebabkan gangguan terhadap kehidupan seksual. Jika Anda menyadari munculnya gejala-gejela ini, segeralah lakukan tindakan untuk mengobati depresi yang Anda derita agar gairah seks Anda dapat pulih seperti semula. 4.  Gangguan tidur Para peneliti menemukan kaitan erat antara kurangnya kepuasan seksual dengan adanya gangguan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan energi dan kelelahan. Jika hal ini terjadi maka akan mempengaruhi libido dan ketertarikan akan seks. Untuk itu penting untuk kita cukup dalam beristirahat, minimal 7 jam perhari. 5.  Sindrom kelelahan kronis Sindrom kelelahan kronis biasanya ditandai dengan timbulnya rasa lelah yang terus menerus. Kondisi ini dapat mempengaruhi berbagai aktifitas fisik seperti nyeri sendi, nyeri tenggorokan, sakit kepala dan turunnya gairah seksual. Jika Anda menyadari libido berkurang dan diikuti oleh gejala yang sudah disebutkan tadi maka ini adalah tanda Anda mengalami sindrom kelelahan kronis. Baca juga: Obat Kolesterol Dapat Meningkatkan Gairah SeksualSumber: healthmeup
 02 Dec 2020    13:00 WIB
12 Hal yang Dapat Membunuh Gairah Seksual Anda
Stress Stress dapat membuat anda melakukan berbagai hal, akan tetapi seks bukanlah salah satunya. Setiap orang pasti pernah merasa stress akibat pekerjaan ataupun hubungannya dengan pasangan. Belajarlah mengatasi rasa stress anda, hal ini dapat sangat membantu. Jika anda merasa tidak mampu untuk mengatasinya sendiri, segera hubungi dokter anda. Permasalahan Dengan Pasangan Permasalahan antara anda dan pasangan anda merupakan salah satu hal pembunuh gairah seksual. Bagi seorang wanita, kedekatan dengan pasangannya merupakan hal terpenting dalam berhubungan seksual. Alkohol Mengkonsumsi segelas bir mungkin dapat meningkatkan gairah seksual anda, akan tetapi terlalu banyak alkohol justru dapat membunuh gairah seks anda. Melihat anda mabuk juga dapat membuat pasangan anda kehilangan gairah seksnya. Bila anda mengalami kesulitan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol, segera hubungi dokter anda. Kurang TidurBerbagai hal yang menyebabkan anda tidak memperoleh waktu tidur yang cukup dapat membuat gairah anda berkurang. Rasa lelah dapat membuat anda enggan behubungan seksual. Mempunyai Anak Mempunyai anak bukan berarti anda tidak lagi memiliki gairah terhadap pasangan anda, tetapi anda memiliki waktu yang lebih sedikit untuk dapat berduaan dengan pasangan anda. Buatlah waktu untuk dapat tetap bersama dengan pasangan anda, berkencan saat anak anda sedang bersama orang tua anda atau berhubungan seks saat anak anda sedang tidur siang dapat membantu. Obat-obatan Beberapa obat memiliki efek samping berupa menurunkan gairah seksual penggunanya, obat-obatan tersebut adalah: Obat anti depresan Obat anti hipertensi Pil KB Kemoterapi Obat anti HIV Finasteride Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami penurunan gairah akibat mengkonsumsi obat-obatan di atas, penggantian jenis obat atau mengubah dosis obat mungkin dapat membantu. Kurangnya Rasa Percaya Diri Menerima dan menyukai bentuk tubuh anda apa adanya saat ini dapat membantu meningkatkan gairah anda. Jika pasangan anda merasa tidak percaya diri, yakinkanlah ia bahwa anda menyukai ia apa adanya dan bahwa ia seksi. Obesitas Obesitas dapat menurunkan gairah seksual anda. Hal ini mungkin disebabkan oleh anda kurang menikmati seks, stamina berkurang, atau merasa kurang percaya diri. Gangguan Ereksi Rasa cemas akibat disfungsi ereksi dapat menghilangkan gairah seksual anda. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan bagi disfungsi ereksi yang anda alami. Rendahnya Kadar Testosteron Hormon testosteron merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan gairah seksual anda. Seiring dengan bertambahnya usia pria, maka kadar hormon ini pun akan sedikit menurun. Depresi Depresi dapat membuat anda kehilangan minat dan tidak merasa senang saat melakukan kegiatan apapun, termasuk berhubungan seksual. Menopause Bagi wanita, gairah seksual biasanya mulai menurun saat menopause. Hal ini dapat disebabkan oleh vagina yang kering sehingga nyeri saat berhubungan seksual. Akan tetapi, tidak semua wanita menopause mengalami penurunan gairah seksual.
 26 Oct 2020    19:00 WIB
Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan: ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan: ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan: ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial: entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langkah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya, yaitu: Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini: Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi: Waktu terjadinya: rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan: lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya: lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Sumber : www.medicalnewstoday.com
 12 Sep 2020    09:00 WIB
8 Dampak Negatif dari Olahraga Berlebihan
Saat pertama kali memulai suatu kegiatan olahraga, anda mungkin akan mengalami nyeri otot di hampir seluruh otot tubuh anda dan anda mungkin tidak ingin berolahraga lagi. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, anda pun mulai menyukai olahraga tersebut dan merasa berolahraga 3 kali seminggu tidaklah cukup. Anda ingin berolahraga lebih lama dan lebih sering, anda bahkan dapat menjadi terobsesi pada olahraga dan merasa tidak dapat hidup tanpanya. Anda mungkin mengira bahwa apa yang anda lakukan baik bagi riri anda, akan tetapi berolahraga berlebihan justru dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Di bawah ini terdapat 8 dampak negatif dari olahraga berlebihan.1.  Gangguan Hubungan Dengan Orang LainKecanduan olahraga dapat membuat anda terisolasi dari keluarga dan teman-teman anda. Anda bahkan mungkin akan merasa enggan untuk menghadiri suatu acara karena ingin berolahraga. Anda mungkin tidak dapat berolahraga dengan orang lain karena ketatnya jadwal olahraga anda sehingga orang lain sulit mengikutinya. Hubungan anda dengan pasangan anda juga mungkin terganggu karena anda lebih menyukai berolahraga daripada bersama pasangan anda.2.  Gangguan Pada Pekerjaan atau SekolahSaat anda mengalami kecanduan olahraga, maka berolahraga adalah prioritas utama anda. Anda mungkin lebih ingin berolahraga daripda bekerja atau belajar di sekolah. Anda mungkin merasa sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan atau tugas anda bila anda tiak berolahraga sesuai jadwal anda setiap harinya.3.  CederaTubuh yang kelelahan lebih mudah mengalami cedera. Olahraga berlebihan dapat menyebabkan terjadinya keseleo atau patah tulang. Anda mungkin juga sering mengalami nyeri otot.4.  Gagal JantungKelelahan akibat olahraga berlebihan dapat melemahkan jantung anda. Bila anda pun tidak mengkonsumsi cukup nutrisi, maka anda pun dapat meningkatkan kerusakan pada jantung anda.5.  Melemahnya Sistem Kekebalan TubuhTubuh akan memulihkan dirinya sendiri saat anda tidur, akan tetapi bila kecanduan olahraga yang anda alami membuat anda tidak cukup beristiraha, maka hal ini dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh anda melemah. Anda lebih mudah terkena batuk, nyeri kepala, demam, dan bahkan berbagai penyakit lainnya yang lebih berat.6.  Gangguan MenstruasiOrang yang melakukan olahraga berlebihan pada akhirnya akan kehilangan terlalu banyak lemak tubuh. Bila hal ini terjadi pada wanita, maka dapat menyebabkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka dapat menyebabkan kemandulan.7.  Sulit TidurOlahraga dalam jumlah yang cukup dapat membantu anda tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, anda dapat mengalami insomnia atau sulit tidur bila anda berolahraga berlebihan. Berolahraga membuat tubuh anda merasa stress dan menyebabkan pengeluaran kortisol, yang membuat anda tidak mengantuk dan sulit merasa rileks, apalagi tidur.8.  DepresiJika anda merupakan orang yang sangat suka bekerja (kecanduan bekerja), maka olahraga merupakan obatnya. Anda menjadi sangat bergantung pada olahraga agar dapat melakukan pekerjaan anda dengan baik. Tanpa olahraga, mood anda akan menjadi sangat buruk dan anda bahkan dapat mengalami depresi atau tidak percaya diri. Baca juga: Dahsyat, Rajin Olahraga Bikin Hebat Di Ranjang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 22 Jul 2020    18:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 20 Jun 2020    11:00 WIB
Berbagai Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Oleh Pria (Part 2)
Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab Penurunan berat badan tanpa penyebab merupakan salah hal yang perlu anda waspadai. Bila anda tidak berusaha untuk menurunkan berat badan anda melalui olahraga maupun diet, maka segera hubungi dokter anda bila anda mengalami penurunan berat badan sebanyak 10% dalam waktu 3-6 bulan.   Nyeri Perut Kronik dan Depresi Setiap orang yang mengalami nyeri perut dan merasa depresi perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Para ahli telah menemukan adanya hubungan antara depresi dan kanker pankreas. Gejala kanker pankreas lainnya adalah: Jaundice (kulit dan atau bagian putih mata berwarna kuning) Tinja berubah warna, biasanya berwarna keabuan Air kemih berwarna gelap Rasa gatal pada seluruh tubuh   Rasa Lelah Rasa lelah juga merupakan gejala samar lainnya dari kanker pada pria. Akan tetapi, terdapat berbagai gangguan lainnya yang juga dapat menimbulkan rasa lelah. Rasa lelah dapat timbul baik pada stadium awal kanker, seperti pada leukemia, kanker usus besar, atau kanker lambung dan juga pada stadium lanjut kanker. Segera hubungi dokter anda jika anda sering merasa sangat lelah dan rasa lelah ini tidak menghilang setelah cukup beristirahat.   Batuk yang Menetap Batuk merupakan salah satu gejala yang sering dan dapat dialami oleh semua orang, yang seringkali terjadi bersamaan dengan flu atau dapat merupakan suatu tanda alergi atau akibat efek samping obat. Akan tetapi, bila anda telah mengalami gejala batuk selama lebih dari 3 minggu atau terjadi perubahan pada gejala batuk anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dapat merupakan salah satu gejala kanker atau merupakan gejala dari bronkitis kronik atau refluks gastroesofageal atau berbagai penyakit infeksi paru lainnya.   Kesulitan atau Gangguan Menelan Kesulitan atau gangguan menelan dapat merupakan gejala kanker sistem pencernaan, misalnya kanker esofagus. Segera hubungi dokter anda untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan foto rontgen dada, barium, atau endoskopi.   Sumber: www.webmd.com