Your browser does not support JavaScript!
 25 Mar 2020    18:00 WIB
Menggunakan Obat Anti Depresi Saat Hamil, Amankah?
Penggunaan obat anti depresi biasanya tidak dianjurkan pada wanita hamil, terutama bila kehamilan baru memasuki trimester pertama (0-12 minggu). Hal ini disebabkan oleh berbagai resiko yang mungkin terjadi pada ibu dan janin, walaupun belum ada bukti pasti mengenai hal ini. Berbagai resiko yang mungkin terjadi bila anda mengkonsumsi obat anti depresi saat hamil adalah:•  Keguguran•  Kelainan jantung bawaan pada bayi•  Terjadinya hipertensi pulmonal yang dapat membuat bayi kesulitan bernapas Bila ibu hamil mengalami gangguan kesehatan jiwa tertentu atau mengalami depresi, maka dokter akan memeriksa apakah manfaat penggunaan obat anti depresi ini lebih besar daripada berbagai resiko yang mungkin terjadi sebelum memutuskan apakah anda tetap harus mengkonsumsi obat anti depresi atau tidak. Menurut NHS, jika seorang wanita mengkonsumsi obat anti depresi untuk mengatasi gejala depresi ringan dan kemudian menjadi hamil atau berencana untuk hamil, maka penggunaan obat harus dihentikan secara bertahap. Wanita ini kemudian harus diawasi untuk melihat efek dari penghentian obat anti depresi dan apa efek berbagai pengobatan alternatif yang dilakukan seperti olahraga, terapi perilaku dan kognitif, dan konseling. Jika ternyata, anda tetap harus mengkonsumsi obat anti depresi selama kehamilan berlangsung, maka dokter biasanya akan menyarankan penggunaan obat anti depresi golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) seperti fluoxetine, citalopram, atau sertraline. Fluoxetine merupakan obat golongan SSRI yang memiliki resiko berbahaya terendah terhadap kehamilan. Wanita yang membutuhkan terapi psikologis seperti konseling, harus mendapatkan terapi konseling ini dalam waktu 1 bulan setelah diagnosa ditegakkan. Setelah melahirkan, para wanita penderita depresi harus tetap melanjutkan pengobatannya (konsumsi obat anti depresi). Sebagian besar obat anti depresi dapat ditemukan pada ASI dengan kadar yang bervariasi, akan tetapi apa efek obat ini terhadap bayi belum diketahui dengan pasti.Sumber: webmd
 11 Mar 2020    11:00 WIB
Apakah Saya Stress ?
Stress merupakan suatu keadaan yang dapat dialami oleh setiap orang, bahkan anak-anak. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang stress. Sakit kepala berulang, nyeri perut, rasa lelah, mudah marah, dan sulit tidur dapat merupakan tanda-tanda bahwa anda sedang stress.   Apa Sajakah Gejala Stress ? Stress dapat mempengaruhi berbagai hal dalam diri anda, mulai dari pikiran, perasaan, perilaku, dan bahkan kesehatan anda. Stress berkepanjangan yang tidak ditangani dapat mengganggu kesehatan anda dan merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan obesitas. Stress dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh anda, emosi anda, dan bahkan perilaku anda. Gejala stress yang dapat ditemukan pada tubuh anda adalah: Sakit kepala Nyeri otot Nyeri dada Rasa lelah Gangguan pencernaan Rasa tidak enak di perut Sulit tidur Penurunan gairah seksual Gejala stress yang dapat ditemukan pada emosi anda adalah: Rasa cemas dan gelisah Berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian Menurunnya motivasi atau keinginan untuk melakukan sesuatu Mudah marah Mood berubah-ubah Rasa sedih yang lama-kelamaan dapat menyebabkan depresi Selain beberapa gejala di atas, stress juga dapat mempengaruhi nafsu makan anda. beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan, sedangkan yang lainnya mengalami peningkatan nafsu makan. Oleh karena itu, stress seringkali berhubungan dengan obesitas, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan anda. Rasa stress juga dapat memperburuk kebiasaan merokok dan minum alkohol. Saat anda stress, anda akan merokok dan minum lebih banyak daripada biasanya untuk membuat anda melupakan permasalahan yang ada. Pada remaja dan pemuda; tekanan hidup, pergaulan, dan kurangnya perhatian orang tua dapat membuat anak terjerumus ke dalam penggunaan obat-obatan terlarang.   Apa yang Harus Saya Lakukan ? Olahraga, tidur yang cukup, diet sehat, atau melakukan kegiatan yang anda sukai dapat membantu anda mengurangi stress. Bila rasa stress anda tidak berkurang setelah mencoba beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mencari penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Bila anda mengalami nyeri dada, ada beberapa hal lainnya yang perlu anda perhatikan saat nyeri dada terjadi, karena hal ini dapat merupakan tanda serangan jantung dan bukan hanya gejala stress. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah: Kapan nyeri dada terjadi, saat istirahat atau beraktivitas Apakah nyeri dada tersebut menjalar ke tangan kiri, bahu, punggung, leher, atau rahang Apakah disertai dengan sesak napas, mual, berkeringat banyak, atau pusing Berapa lama nyeri dada berlangsung Bila anda mengalami nyeri dada disertai gejala lainnya di atas, segeralah hubungi dokter anda. Baca juga: Stres Bisa Membuat Orang Cuek
 16 Nov 2019    18:00 WIB
Mengenal Gangguan Kepribadian Paranoid
Apa itu gangguan kepribadian paranoid? Gangguan kepribadian paranoid merupakan kondisi mental dimana seseorang memiliki rasa curiga dan ketidakpercayaan pada orang lain untuk waktu yang lama, tetapi tidak memiliki kelainan psikotik, seperti pada skizofrenia. Orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid selalu bersikap waspada, mereka percaya bahwa orang lain selalu mencoba untuk melukai, membahayakan, atau merendahkan mereka. Keyakinan yang tidak berdasar ini bisa mengganggu kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang lain. Penderita seringkali juga mengambil jalur hukum untuk melawan orang lain, khususnya jika mereka merasa sepantasnya untuk marah. Apa penyebab dari gangguan kepribadian paranoid? Penyebab gangguan kepribadian paranoid tidak diketahui. Gangguan ini tampaknya lebih cenderung terjadi pada keluarga dengan gangguan psikotik, seperti skizofrenia dan gangguan waham. Oleh karena itu, sepertinya gangguan ini berhubungan dengan faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan juga bisa berperan untuk munculnya gangguan, misalnya pengalaman masa kecil yang buruk, seperti trauma fisik atau emosional. Gangguan kepribadian paranoid tampaknya lebih sering terjadi pada pria. Apa gejala dari gangguan kepribadian paranoid? Orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid sangat curiga pada orang lain, akibatnya mereka sangat membatasi kehidupan sosial mereka. Mereka seringkali merasa bahwa dirinya berada dalam bahaya dan mencari bukti-bukti untuk menunjukkan kecurigaan mereka. Gejala-gejala yang sering terjadi antara lain : merasa bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi meragukan komitmen, loyalitas, atau kepercayaan orang lain merasa bahwa dirinya akan dieksploitasi oleh orang lain menangkap makna-makna tersembunyi dari tanda-tanda yang biasa berulang kali curiga atau cemburu tanpa alasan bahwa pasangannya tidak setia padanya tidak mampu bekerja sama dengan orang lain mengucilkan diri ada sikap permusuhan tidak bisa memaafkan dan pendendam sangat sensitif dan tidak bisa menerima kritik merasa enggan untuk mengatakan hal-hal atau informasi tentang diri sendiri karena merasa takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melawan dirinya keras kepala, merasa dirinya selalu benar sulit untuk bersikap santai Apa pengobatan untuk gangguan kepribadian paranoid? Pengobatan untuk gangguan kepribadian paranoid sulit untuk dilakukan karena penderita seringkali sangat curiga terhadap dokter. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak menyadari gangguan yang ada dan perlunya terapi, maka motivasi seringkali datang dari orang lain. Jika penderita mau diobati, maka konseling dan pemberian obat-obatan seringkali efektif untuk mengatasinya. Terapi akan difokuskan pada bagaimana meningkatkan kemampuan umum, seperti memperbaiki interaksi sosial, komunikasi, dan harga diri. Namun karena orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid memiliki rasa ketidakpercayaan pada orang lain, maka banyak penderita yang tidak mengikuti rencana terapi. Pemberian obat-obatan umumnya tidak menjadi fokus utama pengobatan. Namun, obat-obatan bisa diberikan jika terdapat gejala-gejala yang ekstrim, atau jika penderita juga mengalami gangguan lainnya, seperti kecemasan atau depresi.  Ingin mengetahui lebih dalma mengenai ganguan kepribadian paranoid? Silahkan baca disini sumber: cek gejala penyakit
 12 Nov 2019    18:00 WIB
Benarkah Junk Food Menyebabkan Depresi?
Sudah banyak orang tahu jika pola diet orang Amerika dapat menyebabkan diabetes, penyakit jantung dan kanker, tetapi hanya beberapa orang saja yang menyadari hubungan antara apa yang Anda makan dengan apa yang Anda pikir. Menurut  National Institute of Mental Health, hampir seperempat dari penduduk Amerika menderita gangguan jiwa yang dapat didiagnosa pada tahun lalu saja, dan penelitian terbaru mengatakan pola diet mungkin berperan dalam menyebabkan gangguan mental. Hungungan antara diet dan gangguan mental merupakan bahan baru yang diselidiki, tetapi sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kedua topik tersebut. Hasil penelitian tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa makan makanan yang banyak mengandung tepung, makanan yang tidak diproses, sayuran yang diperkaya dengan nutrisi, buah, ikan, daging dan gandum utuh berhubungan erat dengan rendahnya angka kejadian gangguan mental atau masalah mental. Sementara pola diet yang banyak mengkonsumsi junk food (makanan yang digoreng, makanan yang melalui proses, makanan manis) sangat berhubungan dengan peningkatan gangguan mental. Sangat penting untuk dicatat bahwa sejauh ini perbedaan yang didapatkan baru sebatas korelasi, dan bukan hubungan sebab-akibat. Bahkan sampai saat ini para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana makanan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kaitan antara usus dan otak dan peranannya dalam menyebabkan gangguan mental. Berikut adalah mekanisme yang mungkin penghubung antara makanan dan gangguan mental: mikroba (apakah itu mikroba yang baik maupun yang jahat) yang tinggal di saluran pencernaan dipercaya para ilmuwan menajdi sarana komunikasi langsung antara usus dan otak dan mikroba ini memiliki peranan penting dalam menentukan kesehatan fisik maupun mental kita. Saat Anda memakan makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri jahat yang dapat merusak keseimbangan bakteri didalam usus. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan bahwa rusaknya keseimbangan mikroba dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti perubahan kimia di otak, perubahan mood dan perilaku yang dapat berakhir menjadi depresi dan gangguan kecemasan (anxiety).Sumber: foxnews
 07 Oct 2019    11:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 25 Sep 2019    18:00 WIB
5 Penyebab Hilangnya Gairah Seksual Pada Wanita
Penurunan atau hilangnya gairah seksual seringkali dialami oleh wanita beberapa tahun sebelum dan setelah menopause. Hilangnya gairah seksual ini dapat mencapai puncaknya pada saat wanita berusia 35-64 tahun. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya, beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual setelah memasuki masa menopause ini.   1.      Perubahan Kadar Hormon Estrogen Sebelum memasuki masa menopause, gairah seksual anda biasanya mencapai puncaknya beberapa saat sebelum dan setelah ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur). Akan tetapi, saat anda tidak lagi mendapat menstruasi dan kadar hormon estrogen anda menurun, maka menurun pula gairah seksual anda. Wanita yang telah menopause kurang bereaksi terhadap sentuhan dan lebih sulit merasa terangsang. Selain itu, penurunan kadar hormon estrogen pun menyebabkan berkurangnya aliran darah ke vagina dan membuat vagina menjadi lebih kering. Oleh karena itu, anda mungkin dapat merasa nyeri saat berhubungan seksual. Hal ini juga dapat membuat anda semakin enggan berhubungan seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda sering merasa nyeri saat berhubungan seksual, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai penggunaan obat untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Terapi sulih hormone biasanya dapat membantu anda mengatasi berbagai gejala peri menopause yang anda alami, seperti badan terasa panas dan berbagai gejala lainnya yang membuat anda kurang percaya diri.   2.      Stress Saat memasuki masa paruh baya, sebagian besar wanita disibukkan oleh berbagai hal, mulai dari pernikahan, pekerjaan, anak, dan merawat orang tuanya. Hal ini dapat membuat para wanita paruh baya merasa stress. Stress dapat menurunkan gairah seksual anda. Penurunan gairah seksual mungkin membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan mungkin dapat membuat hubungan anda dan pasangan menjadi kurang harmonis. Apa yang Harus Dilakukan? Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba untuk melakukan "pemanasan" lebih lama dan membuat variasi lainnya saat berhubungan seksual dengan pasangan anda. Bila hal ini tidak membantu, lakukanlah konseling dengan seorang ahli untuk membantu anda.   3.      Perubahan Kadar Hormon Androgen Baik pria maupun wanita pasti akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, wanita biasanya 2-3 kali lebih sering mengalami penurunan gairah seksual ini. Hal ini dapat pula disebabkan oleh penurunan kadar hormon androgen (hormon pria) pada wanita. Apa yang Harus Dilakukan? Bila anda mengalami penurunan hormon ini maka dokter mungkin tidak akan menyarankan anda untuk memperoleh terapi sulih hormone karena efek samping yang mungkin ditimbulkan seperti jerawat, peningkatan berat badan, dan peningkatan pertumbuhan rambut wajah. Diet sehat, waktu tidur yang cukup, dan berolahraga dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda.   4.      Depresi Menopause tidak mneyebabkan depresi, akan tetapi wanita lebih sering mengalami depresi dibandingkan pria. Hal ini mencapai puncaknya saat wanita berusia 40-59 tahun, yang secara tidak sengaja terjadi bersamaan dengan menopause. Depresi tentunya dapat membuat anda kehilangan gairah seksual, di samping hilangnya minat akan banyak hal lainnya. Pengobatan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga tidak dapat membantu mengembalikan gairah seksual anda karena beberapa obat anti depresi juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Apa yang Harus Dilakukan? Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan dan konseling untuk mengatasi masalah anda. Terdapat beberapa obat anti depresi yang tidak terlalu menimbulkan gangguan seksual.   5.      Penyebab Lainnya Berbagai perubahan pada tubuh anda, mulai dari memutihnya rambut, nyeri otot, hingga kulit kering dapat membuat anda merasa "tua" dan kehilangan rasa percaya diri sehingga membuat anda tidak lagi merasa seksi. Beberapa hal lainnya selain menopause yang juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual adalah gangguan kandung kemih, hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid di dalam darah), dan anemia defisiensi besi. Apa yang Harus Dilakukan? Lakukanlah pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Selain itu, tetap percaya diri juga merupakan salah satu hal penting bagi gairah seksual anda.     Sumber: webmd
 19 Aug 2019    09:00 WIB
Ubi, Pisang dan Teh Jadi Makanan Pencegah Depresi
Tahukah Anda bahwa selain terapi, makanan yang Anda makan juga dapat membantu mencegah terjadinya depresi? Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat menstimualsi berbagai kelenjar dan berbagai jenis hormon di dalam tubuh Anda yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia.   Ubi Ubi mengandung beta karoten dan vitamin B6 yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mental. Selain itu, vitamin B6 juga dapat membantu memperbaiki mood Anda, yang membuatnya sering digunakan sebagai terapi pada penderita gangguan mood.   Tomat Ceri Likopene yang terdapat di dalam tomat ceri merupakan suatu antioksidan yang dapat membantu memperbaiki mood Anda.    Daging Sapi Daging sapi yang berasal dari sapi yang memakan rumput memiliki lebih banyak omega 3,6, dan 9 daripada sapi yang memakan gandum. Berbagai jenis asam lemak ini dapat membantu mengurangi berbagai proses inflamasi (peradangan) di dalam tubuh yang dapat membuat mood Anda menjadi lebih buruk. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2011, daging sapi jenis ini juga mengandung banyak kreatin, suatu asam amino yang dapat memperbaiki mood pada penderita depresi, khususnya wanita.   Kalkun Kalkun mengandung banyak triptofan, yang akan diubah oleh tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang.    Bayam Bayam merupakan sayuran serba guna yang mengandung berbagai zat penting yang diperlukan tubuh. Selain mengandung zat besi, bayam juga mengandung asam folat yang dapat membuat Anda merasa bahagia. Asam folat juga dapat meningkatkan kesehatan sel-sel darah merah dan sistem kekebalan tubuh, yang dapat melindungi Anda dari berbagai gangguan kesehatan.   Teh Camomile Berdasarkan sebuah penelitian, orang dewasa yang mengkonsumsi ekstrak camomile selama 8 minggu mengalami lebih banyak penurunan rasa cemas dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi plasebo. Selain itu, camomile juga dapat membuat kualitas tidur menjadi lebih baik sehingga tubuh Anda pun dapat memperoleh istirahat yang diperlukannya, yang menjadikannya lebih mampu mengatasi stress.   Gandum Gandum utuh mengandung karbohidrat baik yang dapat membantu mengatasi depresi dan cemas. Karbohidrat dapat membantu memberikan tenaga dan mencegah sembelit. Selain itu, selenium yang terdapat di dalam gandum juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan berbagai efek berbahaya dari radikal bebas serta membantu mengatasi sembelit.   Keju Tahukah Anda bahwa keju dapat membuat Anda merasa lebih senang bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat? Keju mengandung seng, suatu mineral yang dapat membantu mengatasi gejala depresi. Selain itu, seng juga dapat membantu memperindah kulit dan rambut Anda, serta membantu perkembangan sel-sel di dalam tubuh dan meningkatkan fungsi kognitif Anda.   Kacang Merah Kacang-kacangan merupakan sumber protein dan antioksidan. Kandungan asam amino (protein) dan zat besi di dalamnya dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan mental. Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung magnesium yang berperan penting dalam proses produksi energi di dalam tubuh. Saat Anda berolahraga, maka magnesium akan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk membantu proses pembentukan energi pada berbagai tempat di dalam tubuh yang memerlukan energi. Kekurangan magnesium dapat membuat Anda menjadi mudah lelah.    Pisang Pisang dapat membantu menyediakan energi, membantu perkembangan sel-sel di dalam tubuh, dan meningkatkan kesehatan sistem saraf Anda. Jika Anda sering marah, mudah tersinggung, merasa depresi atau stress; maka hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya kadar vitamin B di dalam tubuh. Pisang merupakan salah satu sumber vitamin B.   Bit Bit mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting yang turut berperan melawan depresi, karena mengandung uridine, asam folat, dan magnesium. Berbagai jenis mineral ini dapat membantu meningkatkan mood Anda karena berfungsi sebagai neurotransmiter.   Tiram Tiram merupakan sumber iodium, seng, dan selenium yang dapat menstimulasi berbagai kelenjar tubuh untuk melepaskan beberapa jenis hormon tertentu, yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia dan dapat membantu menjaga berat badan.       Sumber: lifespan
 16 Jul 2019    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson
Gejala awal penyakit Parkinson biasanya ringan dan berkembang secara perlahan. Pada awalnya, anda mungkin akan merasa lelah atau tidak nyaman. Selain itu, anda juga akan merasa gemetar (tremor) ringan atau kesulitan berdiri. Beberapa gejala lainnya yang dapat anda rasakan adalah suara menjadi lebih pelan, tulisan tangan berubah, gangguan daya ingat (lupa kata-kata atau pemikiran yang ingin diucapkan), dan merasa cemas atau depresi. Anggota keluarga anda biasanya lebih dulu menyadari berbagai perubahan yang anda alami. Anggota keluarga anda mungkin memperhatikan bahwa anda mengalami perubahan cara berjalan (menjadi kaku dan sulit) atau tidak adanya ekspresi wajah saat anda berbicara. Seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, berbagai gejala yang anda alami akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Perlu diingat, bahwa tidak semua penderita Parkinson mengalami seluruh gejala di atas, beberapa bahkan hanya mengalami beberapa gejala ringan.   Kekakuan Otot Kekakuan otot adalah ketidakmampuan otot untuk berelaksasi dengan normal. Sebagian besar penderita Parkinson mengalami kekakuan pada anggota geraknya. Kekakuan ini disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak dapat dikendalikan dan dapat menghambat pergerakan anda. Selain itu, anda juga mungkin merasa nyeri pada otot yang kaku tersebut.   Tremor (Gemetar) Tremor biasanya dimulai dari tangan dan lengan, tetapi juga dapat dimulai pada rahang atau kaki. Tremor biasanya terjadi saat beristirahat atau saat anda merasa stress. Pada saat tremor, ibu jari biasanya bergerak naik turun mengenai jari telunjuk. Pada tahap awal penyakit, tremor biasanya hanya mengenai satu sisi tubuh atau satu anggota gerak. Seiring dengan berkembangnya penyakit, tremos dapat dialami oleh bagian tubuh lainnya. Akan tetapi, tidak semua penderita Parkinson mengalami gejala tremor ini.   Bradikinesia Bradikinesia adalah pergerakan yang lambat dan disertai dengan penurunan kemampuan aktivitas motorik. Bradikinesia disebabkan oleh keterlambatan otak dalam mentransmisikan impuls saraf ke bagian tubuh yang diperlukan. Gejala ini merupakan salah satu gejala yang tidak terduga dan dapat dengan cepat menyebabkan disabilitas. Bradikinesia membuat penderita Parkinson kesulitan melakukan berbagai tugas maupun kegiatan sehari-hari. Bradikinesia yang terjadi pada otot-otot wajah membuat penderita Parkinson tidak memiliki ekspresi wajah (ekspresi atau wajah seperti topeng)   Perubahan Gaya Berjalan Berbagai perubahan yang terjadi adalah Ketidakmampuan penderita untuk menggerakkan tangannya secara spontan dan normal saat berjalan Berjalan dengan langkah pendek-pendek Mengalami kesulitan untuk memulai atau berhenti berjalan Kesulitan untuk berbalik saat berjalan   Gejala Lainnya Berbagai gejala lainnya yang sering dialami oleh penderita Parkinson adalah: Gangguan keseimbangan Berjalan dengan posisi condong ke depan atau belakang yang dapat membuat penderita terjatuh Postur Parkinson (kepala menunduk ke bawah dan bahu turun) Sering menggerakkan kepala Perubahan suara dan cara berbicara (suara menjadi lebih pelan dan sulit terdengar) Gangguan kemampuan motoric (pergerakan) Gangguan daya ingat Perubahan tulisan tangan (tulisan tangan menjadi lebih kecil) Konstipasi atau sembelit Depresi Merasa takut dan cemas Bingung Demensia (pikun) Rasa lelah Keluarnya air liur dari mulut tanpa disadari (mengiler) Gangguan kulit, misalnya ketombe Kesulitan mengunyah dan menelan Gangguan tidur Gangguan buang air kecil Disfungsi seksual   Diagnosa Banding Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, bukan berarti anda pasti menderita Parkinson. Terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan anda mengalami beberapa gejala di atas, yaitu: Depresi Penuaan Penggunaan obat anti psikosis (efek samping obat) Gangguan degeneratif otak lainnya Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk mengetahui penyebab dan menyingkirkan kemungkinan anda menderita penyakit Parkinson.   Sumber: webmd
 11 Jun 2019    16:00 WIB
Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Sindrom Lelah Kronis
Gejala utama dari sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah yang tidak tertahankan dan bertahan minimal selama enam bulan dan tidak menghilang hanya dengan beristirahat. Kelelahan ini juga dirasakan sangat berat sehingga bisa mengganggu pekerjaan Anda, kehidupan sehari-hari dan aktivitas sosial. Kelelahan dan gejala lain yang dijelaskan dibawah ini mungkin dapat dirasakan tiba-tiba atau mungkin berkembang perlahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Gejala dari sindrom kelelahan kronis adalah: Mudah lupa, kehilangan daya ingat, kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi Nyeri tenggorokan Demam Nyeri kelenjar getah bening di leher atau ketiak Nyeri otot Nyeri sendi tanpa disertai pembengkakan atau kemerahan Nyeri kepala yang berbeda dari nyeri kepala terdahulu yang pernah Anda rasakan Tidak merasa segar saat bangun tidur Merasa tidak sehat saat melakukan olahraga atau aktivitas fisik lainnya Karena sindrom ini sangatlah sulit untuk didagnosa, para ahli kesehatan mungkin akan menegakkan berbagai aturan untuk membantu mengenali gejala ini. Untuk dapat mendiagnosa sindrom kelelahan kronis ini Anda harus mengalami rasa lelah dan paling tidak empat gejala yang sudah disebutkan diatas yang dirasakan bersamaan saat Anda mulai merasa kelelahan, dan gejala tersebut harus berlangsung minimal 6 bulan. Tetapi jika Anda memiliki gejala sindrom kelelahan kronik, seperti mudah merasa lelah tanpa alasan yang jelas, Anda tetap harus mendapatkan terapi walaupun belum terjadi selama6 bulan. Sebaliknya dokter Anda tentu memerlukan terapi baru yang lain jika Anda mengalami gejala tersebut lebih dari enam bulan. Beberapa orang dengan sindrom nyeri kronis mungkin akan mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah menurun ketika mereka bangun dari posisi berbaring. Hal ini sering dideskripsikan sebagai "terasa melayang" atau merasa akan pingsan atau pusing. Kondisi ini disebut "orthostatic hypotension". Depresi merupakan kondisi yang dapat memperburuk gejala yang Anda rasakan. Obat Antidepresan mungkin dapat membantu membuat Anda merasa lebih baik.   Sumber: webmd